LOVE UNCONDITIONALLY

Author : baekyeolite

Cast : Chanyeol, Baekhyun, and OCs.

Disclaimer : All the cast exclude OC belong to their management, fans, and families

Chanbaek GS

Enjoy!


Chapter 8: Moon and Sun


Baekhyun mengeluarkan ponsel dari saku roknya ketika benda pipih itu berbunyi lirih menandai adanya panggilan masuk. Meeting marathon baru saja selesai, Chanyeol kini sedang berdiskusi dengan salah satu dewan direksi ketika Baekhyun mencuri pandang kearahnya. Baekhyun mengambil kesempatan itu untuk mengangkat panggilan dari Minseok yang namanya tertera di layar.

"Yoboseyo eonni?"

"Yobeseyo. Baekhyun-a, apa eonni mengganggumu?"

"Aniyo. Meeting baru saja selesai. Memangnya ada apa eonni?"

"Syukurlah. Bisa kau datang ke tempat eonni? Sekarang sudah jam istirahat makan siang kan?"

Baru saja bibir Baekhyun bergerak untuk menerima ajakan Minseok namun seketika ia teringat janji makan siang dengan Chanyeol.

"Ngg.. mianhaeyo eonni, aku sudah ada janji makan siang dengan sajangnim. Kalau setelah aku pulang kerja bagaimana?"

"Ah, ya sudah tidak apa-apa. Nanti malam eonni tunggu. Tapi jangan beritahu Luhan tentang pertemuan ini, ne. Cukup antara kau, eonnie dan Kyungsoo saja. Arraseo?"

"Ne, eonni. Tapi kenapa Luhan eonni tidak boleh tahu?"

"Karena ini akan jadi kejutan besar untuknya. Kau tahu, kemarin Yifan menghubungi eonni dan mengatakan dia akan ke Korea kurang lebih 2 minggu lagi untuk melamar Luhan!"

Baekhyun rasanya ingin meledak saking kagetnya, tapi mengingat ia masih berada di ruang meeting maka Baekhyun menahannya sekuat mungkin dengan telapak tangan menutupi mulutnya yang terbuka lebar.

"Jinjjayo?! Omonaaa Luhan eonni pasti akan senang sekali!" seru Baekhyun dengan suara tertahan

"Hihihi makanya tolong rahasiakan ini dari Luhan. Yifan masih masih memiliki pekerjaan yang perlu diselesaikan di Canada, karena itu meminta dia bantuan kita dan seorang temannya di Korea untuk mempersiapkan kejutan ini. Eonni sudah menerima penjelasan mengenai rencananya seperti apa, makanya kita harus berkumpul untuk membagi tugas."

"Baiklah aku siap membantu! Yifan oppa fightiiingg~"

Chanyeol sudah berjarak 2 langkah dari Baekhyun—bermaksud menghampiri gadis yang sedang terfokus dengan ponsel di telinganya itu—ketika ia mendengar nama seseorang yang disebut Baekhyun terasa tidak asing di telinganya.

Apa barusan Byun menyebutkan nama 'Yifan'?

Di detik itu juga ponsel Chanyeol berbunyi, dikeluarkannya benda itu dari saku bagian dalam jas yang ia kenakan.

Now calling:

Yifan-hyung

Alis Chanyeol bertaut. Speak of the devil.

"Hallo"

"A-yo waddup, giant?" suara bass Yifan menyapa telinga Chanyeol

"As if you're not a giant yourself" Chanyeol mendengus "I'm fine here, anyway. Why are you calling me, hyung? Miss me that much?" Chanyeol menyeringai

"Higher than the sky and deeper than the ocean, baby" jawab Yifan menggoda

Chanyeol mengernyit jijik, "Cheesy as hell"

Kelakuan naga kanada itu memang terkadang menggelikan, dari luarnya saja wajahnya telihat galak dan serius. Tapi sejujurnya Chanyeol juga merindukan hyungnya yang satu itu, sejak kembali ke Korea Chanyeol belum menghubungi Yifan sama sekali.

"Hey I'm all serious! How are the twins? God, it's been so long since the last time I heard them calling me 'angry-bird uncle'. Are they doing good there in Korea?"

"Yeah, they're getting used to here very well. Hyung, let's get into the point. I know you're such a hectic businessman and it seems impossible if you're calling me only for asking that trivial stuff. Cut out the politeness, what do you want to talk about? Want to share something with me?"

Chanyeol sudah cukup lama mengenal Yifan tepatnya sejak mereka berada di satu fakultas di UCLA dimana Yifan menjadi senior 2 tahun diatas Chanyeol, meskipun begitu Yifan memperlakukan Chanyeol layaknya teman sebaya. Lihat saja dari cara berbicara mereka yang jauh dari kesan formal.

"Man, this is why I love you so much. You know me too well" Chanyeol dapat merasakan Yifan sedang nyengir di seberang sana.

"Spill it out, hyung" Chanyeol tidak sabar

"Okay, can you do me a favor?"


~L.U.~


Jam sekolah Chanlie dan Hyechan baru saja selesai. Mereka berdua sedang berlomba siapa yang lebih dulu tiba di mobil sambil berlari.

"Yeaaah aku lagi yang menang!" Chanlie bersorak

"Oppa kan laki-laki! Sekali-sekali mengalah dong, aku kan perempuan" protes Hyechan

Supir ahjussi yang sudah menunggu membukakan pintu untuk si kembar.

"Terima kasih ahjussi!" seru keduanya

"Chanlie, Hyechan, appa dan eomma kalian mana? Kok belum pernah menjemput?" celetuk seorang anak perempuan, teman sekelas si kembar.

Keduanya menoleh.

"Oh, daddy sedang bekerja, kalau mommy tidak ada" jawab Hyechan tenang seolah sudah terbiasa mendengar pertanyaan seperti itu.

"Memangnya mommy mu kemana? Minggu depan kan ada hari orang tua dan pekan olahraga, kalau daddy mu bekerja lalu siapa yang akan datang?"

Hyechan diam, mengalihkan pandangan ke Chanlie seolah meminta bantuan.

"Daddy kami pasti datang. Lihat saja nanti. Ayo Hyechan naik ke mobil. Seoyoon, kami duluan ya"

"Ne" gadis kecil bernama Seoyoon tadi mengangguk lalu berlari dari sana menghampiri ibunya yang sudah menunggu di dekat gerbang untuk menjemput.

"Oppa, apa daddy sungguhan bisa datang ke hari orang tua nanti?" Hyechan bertanya ketika keduanya sudah berada di dalam mobil.

"Tentu saja." jawab Chanlie yakin

"Tapi lihat, sebelum kita pindah kesini daddy selalu punya waktu untuk menjemput kita sepulang sekolah. Namun sekarang daddy malah semakin sibuk dan belum pernah mengantar atau menjemput kita sama sekali. Apa oppa tidak sadar?" Hyechan mengeluh

"Dengar, bukankah daddy selalu bilang kalau oppa adalah matahari dan kau adalah bulannya? Itu berarti oppa dan dirimu sangat berarti bagi daddy dan tentu saja daddy akan selalu mengutamakan kita. Mungkin daddy saat ini memang sedang sibuk, tapi percayalah daddy tidak akan pernah mengabaikan kita Hyechannie" jelas Chanlie.

"Jangan sedih okay?"

Puk puk.


~L.U.~


Chanyeol mengajak Baekhyun ke sebuah restoran Jepang untuk makan siang. Selama menunggu pesanan datang, Chanyeol membuka pembicaraan.

"Aku minta maaf Chalie dan Hyechan sudah merepotkanmu" ucapnya langsung. Baekhyun yang sedari tadi berusaha mengalingkan pandangan agar tidak menatap sajangnim dihadapannya itu akhirnya menoleh.

"Tidak apa-apa sajangnim, saya mengerti mereka masih anak-anak"

Yeah, anak-anak dengan kepala yang dipenuhi rencana untuk mengetes setiap wanita yang berada didekat ayahnya dengan maksud melindungi sang ayah dari ancaman wanita jahat.

Chanyeol masih ingat waktu itu si kembar masih berusia 4 tahun ketika mereka mulai mengerti beberapa wanita kerap berkunjung ke rumah bermaksud untuk mendekati sang ayah. Chanyeol sendiri menanggapi dengan biasa saja karena tidak satupun dari mereka yang berhasil menarik perhatiannya. Karena Chanyeolnya yang kelihatan tidak peduli maka wanita-wanita itu berusaha mencuri simpati dari anak-anaknya terlebih dulu.

Entah bagaimana anak-anak seperti mereka bisa saja mengetahui mana yang tulus dan mana yang tidak. Mana yang benar-benar menerima ayah mereka apa adanya dan mana yang hanya manis di awalnya saja. Dan semuanya tidak ada yang mampu bertahan.

Melalui rencana-rencana jahil itu si kembar seolah melakukan seleksi sendiri untuk menentukan wanita seperti apa yang pantas berada di dekat daddy mereka. Father complex? Mungkin bisa dibilang begitu mengingat orang tua kandung yang mengasuh mereka sejak lahir hanyalah Chanyeol seorang. Menjadi ketakutan terbesar juga bagi si kembar jika mereka harus membagi ayah mereka dengan orang lain atau ketika tiba waktunya Chanyeol tidak lagi menomorsatukan mereka diatas segalanya seperti selama ini yang Chanyeol selalu lakukan.

Chanyeol sadar akan tingkah anak-anaknya itu, makanya ia langsung tahu kalau Baekhyun sekarang sedang menjadi bagian dari rencana Chanlie dan Hyechan.

"Percayalah, mereka sebenarnya anak-anak yang baik" lanjut Chanyeol.

Dibesarkan dan menjadi bagian dari keluarga Park yang terhormat, tentu saja mereka tumbuh menjadi anak yang baik.

"Byun, apa tidak apa-apa aku mengajakmu makan siang seperti ini?" tanya Chanyeol out of the topic.

"Uh?"

"Hanya memastikan agar tidak ada pihak yang salah paham."

Baekhyun mengerti maksud Chanyeol lalu membatin, justru aku yang harusnya bertanya begitu padamu sajangnim.

"Tentu saja tidak apa-apa, tidak akan ada salah paham sajangnim" Baekhyun meyakinkan

"Kau single?"

Shoot! Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari bibir Chanyeol.

"I,iya, sajangnim" jawab Bekhyun gugup.

Chanyeol hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara, menatap Baekhyun dari atas kepala hingga batas badannya yang tidak terhalangi meja. Baekhyun jadi semakin salah tingkah. What's with that judging look?

Kemudian Baekhyun bisa bernafas lega karena makanan pesanan mereka datang di waktu yang tepat. Siapa juga yang bisa tahan ditatap seperti itu.


~L.U~


Chanlie dan Hyechan baru saja turun dari mobil ketika Eunhye sudah menyambut mereka dari pintu depan rumah.

"Halmeoni!" seru keduanya riang lalu berlari menghampiri Eunhye. Sang nenek suda berlutut siap menyambut pelukan cucu kembarnya.

"Halmeoni kenapa kesini? Bukankah seharusnya menjaga harabeoji di rumah sakit?" tanya Hyechan ketika sudah melepas pelukannya

"Halmeoni sedang ingin bertemu dengan kalian. Lagipula di rumah sakit sudah ada dokter yang menangani harabeoji, jadi tidak apa kalau halmeoni meninggalkan harabeoji sebentar" jelas Eunhye.

"Kalian pasti lapar kan? Ayo masuk ke dalam, halmeoni sudah membuatkan kalian makan siang"

Si kembar mengangguuk dengan semangat lalu Eunhye menggiring mereka masuk ke dalam rumah. Selagi menyiapkan peralatan makan, Eunhye bertanya mengenai bagaimana sekolah dan apa saja yang mereka lakukan dan pelajari disana.

"Hmm masakan halmeoni enak~" ucap Hyechan setelah melahap suapan pertama bulgogi buatan halmeoninya

"Lebih enak dari masakan daddy" Chanlie menimpali dengan mulut penuh.

"Jinjjayo? Aigoo~ Halmeoni senang kalau kalian suka masakan halmeoni. Makanlah yang banyak, nanti halmeoni buatkan menu yang lain lagi untuk kalian, ne"

"Yeaay! Apa halmeoni bisa membuatkan nasi goreng kimchi?" Hyechan mengajukan permintaan

"Tentu saja halmeoni bisa membuat yang jauh lebih enak dari nasi goreng kimchi buatan daddy kalian"

"Daddy belum pernah membuatnya halmeoni, tapi kami pernah mencobanya" jelas Chanlie

"Hng! Byun-agasshi yang membuatnya" tambah Hyechan

Eunhye mengernyit, "Byun-agasshi? Siapa Byun-agasshi?"

"Sekretaris daddy" jawab Chanlie

Hyechan pun akhirnya menceritakan tanpa diminta, "Byun-agasshi pernah mampir kesini untuk mengambil barang daddy yang tertinggal. Waktu itu Hycehan dan oppa sedang tidak mau sarapan, lalu Byun-agasshi menawarkan nasi goreng kimchi buatannaya untuk kami, halmeoni"

Eunhye mengangguk pelan, terlihat berpikir.

"Chanlie, Hyechan, Sebentar ya, halmeoni tinggal dulu. Habiskan makanannya, arraseo?"

"Arraseo, halmeoni!"

Eunhye beranjak dari ruang makan menuju ruang tamu tempat ia meletakkan tasnya begitu tiba disini. Wanita itu mengambil ponselnya dari dalam tas, menggerak-gerakkan jarinya mencari sebuah nama di aplikasi phonebook lalu memencet 'Call' ketika sudah menemukan nama yang hendak ia hubungi. Seseorang diseberang sana mengangkat di deringan pertama."

"Yoboseyo, sekretaris Kang. Aku ingin minta data lengkap mengenai nona Byun, sekreatris Chanyeol. Secepatnya ne?"


~L.U.~


Sekembalinya ke kantor, Chanyeol dan Baekhyun kembali disibukkan dengan agenda meeting yang lumayan padat sampai pukul 6 sore, lewat satu jam dari jam pulang kantor pada hari biasanya. Sehabis ini Baekhyun berencana ke coffee shop Minseok seperti yang sudah direncanakan tadi siang. Karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari kantor, Baekhyun memutuskan untuk berjalan kaki saja, paling hanya menghabiskan waktu 15 menit.

Baekhyun sedang merapatkan mantelnya saat angin malam berhembus ketika sebuah mobil berhenti disampingnya.

"Sajangnim?" Baekhyun memastikan apakah orang yang barusan membuka jendela pintu mobilnya itu sungguhan Chanyeol

"Masuklah, kuantarkan pulang" ucap Chanyeol, lebih terdengar seperti memberi perintah.

Baekhyun sebenarnya ingin menjelaskan kalau dia tidak ingin langsung pulang, tapi sajangnimnya itu keburu membukakan pintu dari dalam, Baekhyun jadi tidak enak untuk menolak.

"Rumahmu dimana?" tanya Chanyeol ketika Baekhyun sudah duduk dengan aman disamping kursi pengemudi. Chanyeol menginjak pedal gas bersamaan dengan mobilnya yang mulai bergerak maju.

"Ngg.. saya tidak ingin langsung pulang sajangnim. Ingin mampir ke tempat teman saya dulu." jawab Baekhyun

"Katakan saja dimana tempatnya" Chanyeol berkata dengan wajah stoicnya yang berkonsentrasi ke jalanan di depan.

"Letaknya tidak jauh dari sini. Sajangnim bisa berbelok ke kanan setelah lampu merah di depan." jelas Baekhyun pelan.

Chanyeol mengarahkan mobilnya seperti yang dikatakan Baekhyun dan menyetir tanpa berucap apa-apa lagi.

"Nanti berhenti disana sajangnim, di depan coffee shop itu." Baekhyun menunjuk papan coffee shop Minseok yang sudah terlihat dari kejauhan.

Ekspresi Chanyeol sedikit berubah ketika Baekhyun menunjuk kesana.

"Suka mampir ke sana?" tanya Chanyeol

"Ya sajangnim, bisa dibilang begitu. Saya kenal dekat dengan pemiliknya dan sekarang saya ingin menemuinya"

"Maksudmu Kim Minseok?"

"Sajangnim mengenal Minseok eonni?!" seru Baekhyun sedikit hilang kontrol saking kagetnya

"Secara teknis belum, tapi temanku dari Kanada meminta kami bertemu untuk membahas—tunggu. Jangan bilang kau juga mengenal Xi Luhan?" Chanyeol mencoba menebak setelah mengambil kesimpulan; kalau Baekhyun dekat Minseok seharusnya ia juga kenal dengan Luhan, setidaknya begitu berdasarkan info yang Chanyeol dapat dari Yifan siang tadi.

"Xi Luhan? Tentu saja saya mengenalnya. Minseok eonni, Luhan eonni dan saya sudah saling kenal sejak SMA"

"Dan berarti kau juga tahu si naga—ehm—maksudku Wu Yifan, kekasih Luhan?"

"Sajangnim, apa ini tidak terlalu aneh untuk disebut kebetulan karena aku juga mengenal Wu Yifan meski hanya beberapa kali saja bertemu. Dan tadi sajangnim bilang teman dari Kanada? Apa yang sajangnim maksud itu Yifan oppa?"

"Okay, let's get it straight to the point. Kau mau menemui Minseok-ssi untuk membicarakan rencana lamaran Yifan untuk Luhan, no?"

Baekhyun mengangguk, masih dengan raut tidak percaya, "Bagaimana sajangnim bisa tahu?"

Chanyeol menaikkan salah satu sudut bibirnya, "Karena aku juga menjadi bagian dari rencananya itu, Byun"

Untuk saat itu Baekhyun baru mengakui kebenaran sebuah pepatah yang mengatakan bahwa dunia ini memang sempit.


TBC


A/N

2k40 words! Udah lumayan panjang kan dibandingkan dengan yang kemarin2?

Mau nyoba jawab pertanyaan reader, selama di LA Chanyeol sempat ngajarin etika dan berbicara dengan si kembar dalam bahasa Korea, buktinya si kembar tetap manggil kakek-neneknya dengan sebutan harabeoji-halmeoni, tapi memang lebih sering pakai bhs inggris dan begitu pindah ke SK si kembar pakai bhs korea meski ga begitu lancar.

Untuk shimasisah, terima kasih udah memberitahu bagaimana yang benar. tapi aku pake embel2 –ssi dibelakang nama si kembar setiap Baekhyun manggil nama mereka itu berdasarkan referensi dari ff kaihun milik author dengan pen name 'adek nya mas Luhan' yang judulnya 'Oh! My Baby'. Disitu Sehun manggil Taeoh dengan sebutan Taeoh-ssi dan menurutku itu terdengar lucu manggil nama anak kecil dengan imbuhan -ssi ._. jadi maaf kalo kamu ngerasa gak nyaman dengan penulisanku ehehe :p

Flashback yang belum semuanya terungkap kemana sebenarnya Hyejin, mungkin di 2 chapter depan baru dijelasin, mungkin. dan maaf buat hunhan shippers aku malah masangin luhan sama yifan disini, habisnya pairing favorit aku setelah chanbaek ya fanhan.

Segitu dulu. Kalo ada yang perlu ditanyain silahkan PM atau mention baekyeolite di Twitter ;) (note for Fortunate KyshaRei: twitterku masih aktif kok, tapi emang udah lama ga dibuka dan sekarang aku aktifkan lagi. itu dulunya akun fangirling JB. Percaya atau enggak dulunya aku ini Belieber ._. *yakenapa jadi curhat*

Selamat datang buat readers baru dan terima kasih bagi yang sudah meninggalkan jejak melalui fav/follow/review.

LASTLY, PLEASE KINDLY SUBMIT YOUR REVIEW :)

February 27th, 2015