XXX

Studi tentang Serigala

Chapter 30: Tentang Jeon oleh Jeon Somi

Cast: Somi

Rating: T

Genre: General

Warning: Ini bukan seri yang fokus, ini lebih seperti oneshoot collection antara tokoh yang itu itu saja di AU yang sama, OOC, OOC, OOC, ampuni semua yang OOC, OOC, OOC, OOC, tolong-tolong sekali maafkan aku, A/B/O, Wolf!AU, Mpreg.

XXX

Aku pikir kadang guru guru tidak punya ide lain soal tugas, jadi setiap habis liburan pasti selalu ada tugas menulis pengalaman liburan. Ini aneh, memang apa yang mereka harapkan dari liburanku, liburan keluarga Jeon, yang begitu begitu saja.

Pertama, Wonwoo Oppa itu tidak bisa diajak melakukan sesuatu kecuali bermalas malasan nonton drama TV berdua.

Kedua, Jungkook Oppa itu sebelum diajak dia sudah hilang duluan dan tidak ada yang tahu dia kemana, mungkin ke hutan, mungkin diam diam kencan.

Sementara aku cuma duduk menonton TV.

Waktu itu Wonwoo Oppa sempat bertanya, "Somi, kau tidak main dengan teman temanmu?"

Aku menghela napas, dan menghelanya lagi, dan lalu menghelanya lagi.

Aku balik tanya, "Oppa tidak pergi kencan seperti Jungkook Oppa?"

Wonwoo Oppa malah balik bertanya, "Kau tahu darimana kalau Jungkook kencan?"

"Memangnya Oppa tidak tahu?"

"Memangnya dia tidak ada di rumah, ya?"

Aku menghela napas lagi.

Ya, beginilah, hubungan antara aku dan dua oppa ini memang tidak terlalu dekat, semuanya masing masing.

"Tadi dia pergi tapi aku tidak tahu kemana." Kataku.

Wonwoo Oppa cuma mengangguk. Dia terlihat datar saja seperti tidak mempedulikan Jungkook Oppa, aku aku rasa Wonwoo Oppa ini juga peduli pada Jungkook Oppa. Ya, aku bisa merasakannya.

Kalau aku, sepertinya aku tidak seperhatian itu pada Jungkook Oppa, ya.

Aku lebih sering main dengan teman teman. Jungkook Oppa juga lebih sering begitu sampai aku hapal teman temannya; Kim Namjoon dan Kim Taehyung itu sepupu jauh, dan Kim Seokjin itu sepupu yang lebih jauh lagi, aku tahu ini karena temanku, Sejeong Eonnie yang menjelaskannya, dia satu kakek dengan Kim Taehyung, dan kupikir mereka punya senyum yang mirip. Lalu ada Jung Hoseok, aku dan teman temanku semuanya tahu Jung Hoseok, terutama karena Yoojung Eonnie selalu menyebut nyebutnya dan ada kabar burung yang beredar, jadi kalau tiba tiba mereka pacaran aku tidak akan heran. Ada dua lagi teman Jungkook Oppa dan mereka berdua adalah tetangga sebelah rumah, Min Yoongi dan omeganya, Park Jimin, mereka adalah pasangan yang kelihatannya manis dan mungkin lama lama aku bisa jadi shipper mereka, sejauh ini mereka tidak pernah menyusahkan. Bahkan waktu tiba tiba aku disuruh angkat sofa juga aku tidak merasa mereka menyusahkan.

Sebagai tetangga yang baik aku harus membantu Yoongi-sshi –aku takut dinilai sok akrab kalau tiba tiba panggil Yoongi Oppa- yang kelihatannya kerepotan menggotong sofa sendiri. Aku tahu itu bukan masalah kekuatan, ini masalah Yoongi-shi tidak mau sofanya yang sangat cantik itu tergores disana sini karena tidak diperlakukan dengan baik.

Jadi aku yang tadinya sudah mau pergi berburu memakai lagi kaus putih dengan lambang minuman bersoda kebesaranku dan menyapanya, "Pagi, Yoongi-sshi!"

Dia menoleh, aku bersumpah matanya itu kecil tapi sangat amat menusuk dan dia sangat cantik untuk ukuran alpha.

"Sini, sini." Panggilnya, "Kau bisa bantu aku angkat sofa ini kan?"

"Bisa." Jawabku. Aku tidak tahu sofa itu seberat apa sebelumnya tapi sebagai tetangga yang baik aku harus mencoba membantu, apalagi Jimin Oppa sedang tidak bisa dimintai bantuan waktu itu.

Min Yoongi menyuruhku menunggu di depan teras dan dia mendorong sofa dengan hati hati ke arah teras.

"Apa kabar Jimin Oppa, Yoongi-sshi?" tanyaku basa basi.

Dia malah menjawab, "Kau bisa memanggilku oppa juga kalau mau, Somiya."

"Ah, baik."

"Jiminnie baik baik saja, tapi kau tidak bisa menemuinya, seperti yang kau tahu dia sebentar lagi melahirkan dan dia suka diam di sarangnya."

Waktu itu aku baru tahu yang namanya Min Yoongi bisa bicara lumayan panjang Juga, pasti ini karena dia sangat sayang dan khawatir pada keadaan omega dan anaknya. Oh, keluarga yang manis.

Waktu itu aku tidak sadar aku tersenyum dengan cara yang mungkin agak menyeramkan kalau saja dia tidak bertanya, "Kenapa kau tersenyum."

"Ah, tidak, tidak."

"Ayo angkat ini."

Sofa itu tidak terlalu berat sebenarnya, cuma yang aneh adalah ada bau Jungkook Oppa dan sesuatu yang mirip bau Kim Taehyung di sofa itu.

"Yoongi Oppa, bau ini-"

"Anak kecil tidak perlu tahu apa apa."

Aku dengan cepat paham, Jungkook Oppa melakukan sesuatu yang membuat keluarga Kim marah dan Kim Mingyu datang menghajar Jungkook Oppa."

"Wow," kataku, "Jeon Jungkook dan Kim Taehyung, wow! Bagaimana bisa!?"

"Kau tidak perlu tahu apa apa." Kata Yoongi –yang sejak hari itu aku panggil Oppa.

"Tapi, Oppa, aku benar kan?"

Min Yoongi diam, aku lihat dia memandangi sofanya yang cantik dijemur di bawah sinar matahari, dia bilang, "Siapa yang bilang kau salah, Somiya?"

Dan sejak hari itu aku tidak pernah mengerti lagi hubungan antara Wonwoo Oppa, Jungkook Oppa, dan keluarga Kim itu hubungan yang baik atau buruk. Sejeong Eonnie bilang dia juga tidak tahu banyak, tapi dia bilang semuanya baik baik saja. waktu aku tanya Doyeon Eonnie, dia tidak tahu apa apa, tapi waktu aku tanya Chungha Eonnie dia terlihat seperti menyembunyikan sesuatu.

Aku pikir akhir akhir semuanya sudah membaik sejak suatu hari semua orang dewasa Jeon dan Jungkook Oppa pergi –kata Sejeong Eonnie mereka datang ke rumah keluarga Kim untuk membahas suatu yang serius dan seru tapi sayangnya anak anak tidak boleh dengar- dan meninggalkan aku berdua dengan Wonwoo Oppa di rumah.

Dan akhirnya setelah aku lama sekali tidak melihat Kim Taehyung, dia datang dengan sesuatu seperti sapu tangan dilipat dan dililit ke leher. Dia cepat dekat dengan semua orang di rumah dan sangat-sangat-sangat gemas padanya entah kenapa.

Aku, dan seperti semua orang di rumah, ingin dia menginap –aku sebenarnya ingin dia cepat menikah dengan Jungkook Oppa dan tinggal di rumah ini –dan dia benar benar menginap. Dia mandi di kamar mandi yang ada di kamar Jungkook Oppa dan pakai kemeja warna gelap kotak kotak punya Jungkook Oppa. Dia ikut makan malam di rumah tanpa menutup lehernya dan waktu itu aku dan Wonwoo Oppa sama sama tersedak ludah sendiri.

Mark!

Aku dan Wonwoo Oppa saling pandang dalam diam. Aku tahu kami sama sama sadar dengan luka bekas gigitan yang parah di leher Taehyung Oppa, menurutku itu khas Alpha Jungkook sekali kalau agak agak –sangat- kasar begitu dan sembarangan begitu.

Dari yang aku pelajari di sekolah menggigit serigala lain itu tidak boleh sembarangan. Memberi bekas gigitan berarti menjadikan serigala lain milik kita, sebagai anggota kawanan, sebagai budak, atau sebagai mate. Dan gigitan yang biasanya ada di leher itu adalah gigitan dari calon mate (kalau bukan dari mate itu sendiri); itu sama saja dengan tunangan!

Bahkan Wonwoo Oppa dan Kim Mingyu yang sudah lebih lama pacaran saja belum sampai tahap itu!

"W-" aku hampir saja berseru kalau Wonwoo Oppa tidak menarikku menjauhi meja makan.

Aku masih semacam terpukau kalau ingat itu. Dan, kan, aku bukannya menyelesaikan tugasku tapi malah memikirkan hubungan antara Jungkook Oppa dan Tae Oppa. Tapi hal hal soal percintaan begitu memang sangat menarik, coba hubungan Wonwoo Oppa dan pacarnya juga seheboh itu aku pasti akan terus kepikiran.

XXX

END

XXX