Tittle: Blooming in Kitchen
Pairing: ChanSoo (Chanyeol-Kyungsoo)
Other pairing: temukan didalamnya
Genre: romance, teenagers, with a little bit comedy
Rate: T
Part 8
ChanSoo
.
.
.
.
.
Kyungsoo memegang kedua pipinya yang terasa panas. Ini bisa dikatakan kencan, bukan? Orang yang sedang jatuh cinta pasti akan berpikir begitu, karena Kyungsoo merasa sedang jatuh cinta, jadi dia juga berpikir bahwa ini kencan pertamanya bersama Chanyeol. Di musim panas, di waktu liburan, manis sekali kan?
Chanyeol di sebelahnya hanya sibuk memperhatikan poster-poster drama musikal yang sudah pernah diadakan di musical center itu. dia suka musik, Chanyeol bisa memainkan gitar, drum, dan piano. Tapi dia memang tidak pernah menunjukkan pada orang-orang. Hanya keluarganya saja yang tau.
"hyung, kau haus?" Kyungsoo ingin membelikan Chanyeol minuman, tapi Chanyeol menggelengkan kepalanya.
"tidak.. bagaimana denganmu?"
"aku sedikit haus. Aku beli minum dulu ya" Kyungsoo meninggalkan Chanyeol yang berdiri dengan tampannya disana. pria mungil itu membeli chocolate shake biasa... yang tidak terlalu mahal, setelah itu kembali ke tempat Chanyeol berdiri menunggunya.
"ayo, studionya sudah dibuka" Chanyeol mengulurkan tangannya, kemudian Kyungsoo menyambut tangan itu. keduanya tersenyum satu sama lain, meski canggung. Tapi Kyungsoo sangat menyukai Chanyeol yang seperti ini. Yang tidak memakinya dan melotot marah kearahnya seperti yang biasa dia lakukan di dapur.
Kyungsoo suka ketika Chanyeol marah-marah, itu membuatnya terlihat tegas.. tapi Kyungsoo lebih menyukai lagi Chanyeol yang tenang, membuatnya terlihat dewasa. Jauh jauh lebih dewasa dari Myungjoo yang bahkan mungkin beberapa bulan lebih tua dari Chanyeol.
Chanyeol menggandeng Kyungsoo menuju tempat duduk mereka, sesuai nomor yang ada di tiket. Setelah duduk, mereka hanya tinggal menunggu acara dimulai.
"ini musikal Swan Lake? Kenapa pasaran sekali.." keluh Chanyeol sambil memperhatikan tiketnya.
"kau tau Go Hyesun kan?" tanya Kyungsoo. Chanyeol yang tidak pernah tau perkembangan dunia entertainment ─atau bisa dibilang dia jarang menonton acara televisi─, Cuma menggeleng kepala saja. jangankan selebriti negara lain, selebriti negara sendiripun dia tidak tau. Yang Chanyeol tau hanya chef-chef atau pattisier terkenal saja, juga beberapa grup band asal Amerika dan Inggris yang dia sukai.
"ayolah, Boys Before Flowers?" untuk drama Korea yang sudah mem-booming ke seluruh dunia itu saja Chanyeol benar-benar tidak tau. "haahh.. Go Hyesun bermain di musikal ini. Selain dia jago berakting, dia juga punya suara yang bagus"
"kau penggemarnya?"
"iya, dia manis"
Oh, Chanyeol baru tau kalau ternyata Kyungsoo menyukai gadis yang manis. Padahal Kyungsoo tidak sadar bahwa dirinya sendiripun manis... setidaknya itu yang Chanyeol pikirkan.
Pertunjukkan baru saja dimulai. Kyungsoo terlihat tidak sabar, ketika lagu pembukaan saja Kyungsoo sudah tersenyum sumringah sambil bertepuk tangan kecil. Chanyeol memperhatikan para pemain musikal yang bernyanyi dan menari itu. mereka semua mempunyai suara yang bagus-bagus, beberapa ada yang seriosa.. Chanyeol merinding mendengarnya.
Lagu berakhir, lalu muncul lah sesosok gadis dengan gaun putih yang cantik. Terlihat ceria dan periang sekali.. apa dia Go Hyesun?
"ya ampun, manis sekali.." decak kagum terdengar dari mulut Kyungsoo. benar, itu Go Hyesun. Chanyeol jadi sedikit merasa terabaikan karena perhatian Kyungsoo sepenuhnya tertarik pada gadis tersebut. konyol sekali. ya... dia hanya menikmati pertunjukkan ini saja, dia tidak mau membuat Kyungsoo murung lagi seperti kemarin.
Go Hyesun mulai menyanyi, kali ini dengan lagu yang lebih riang... para penari latar muncul lalu ikut menari. Ternyata Go Hyesun memang punya suara yang bagus. Sayup-sayup Chanyeol mendengar Kyungsoo ikut menyanyi, apa anak itu benar-benar menyukai musik sampai hapal dengan lagu yang Chanyeol tidak pernah dengar ini?
Chanyeol sadar suara Kyungsoo sangat bagus... lebih bagus dari suara Go Hyesun beserta backing vocalnya diatas panggung sana, Chanyeol tersenyum dan lebih memilih menikmati pemandangan disampingnya. Kyungsoo terlihat manis ketika menyanyi.
Tapi dia jadi teringat Baekhyun. Iya, ada kemiripan antara sahabatnya itu dengan Kyungsoo. Chanyeol baru menyadarinya. Kyungsoo dan Baekhyun sama-sama memiliki suara yang bagus ketika menyanyi, dan Baekhyun juga menyukai drama musikal seperti ini. Bedanya, Baekhyun memiliki tipikal suara tinggi, sedangkan Kyungsoo justru bernada rendah... dan Baekhyun itu sahabatnya, sedangkan Kyungsoo orang yang di sukainya.
Untuk yang terakhir itu makin membuat Chanyeol tersenyum tidak jelas. Dia sangat senang jika mengingat bahwa Kyungsoo orang yang sedang dia sukai saat ini.. dia merasa seperti bukan Park Chanyeol yang biasanya. Park Chanyeol yang hobi marah-marah.
"hyung, bagaimana? Go Hyesun manis kan? tapi tadi dia terlihat begitu cantik dengan gaun putih itu" Kyungsoo membuyarkan lamunan Chanyeol, Chanyeol mengangguk setuju dan Kyungsoo pun senang.
"hei, boleh aku minta chocolate shake-mu?" tanya Chanyeol kikuk, padahal tadi dia tidak merasa haus. Ini efek melamunkan hal yang tidak-tidak, mungkin.
"tentu" Kyungsoo mengangguk dan menyuguhkan chocolate shake tersebut pada Chanyeol, Chanyeol meminumnya sedikit. "kenapa sedikit?"
"tidak apa-apa" ujar Chanyeol lalu menonton lagi, sedangkan Kyungsoo melihat-lihat sekitar. Beberapa saat kemudian matanya membulat ketika melihat ke kursi di tribun atas.
"Yixing? Joonmyun?" kagetnya menunjuk kepada objek yang dia lihat diatas sana, objek Kyungsoo itu menganga lebar dan pura-pura melihat ke arah lain. Chanyeol yang mendengar Kyungsoo menyebut nama Yixing, langsung menoleh ke arah yang Kyungsoo tunjuk. Ah, sial.. ternyata benar, ini rencana konyol milik Yixing.
.
.
.
.
.
Luhan yang mengantar Baekhyun belanja malam itu, menerima pesan dari Yixing. Dia mengerutkan keningnya ketika membaca isi pesan tersebut.
From: Yixing
Luhan, mereka melihatku. Chanyeol dan Kyungsoo tau aku mengikuti mereka!
Kenapa Yixing bisa sebodoh ini? Kenapa pula dia harus menguntit Chanyeol dan Kyungsoo? biarkan saja mereka berdua menikmati kencan mereka. kalau begini bisa gawat.
To: Yixing
Itu urusanmu, bodoh. Aku tidak peduli... yang penting sekarang Baekhyun bersamaku. Itu salahmu sendiri!
Luhan menaruh ponselnya di saku jaket. Terkadang ulah Yixing bisa membuatnya repot seperti orang yang mengalami kebakaran. Dia kembali pada Baekhyun yang kini sibuk memilih-milih tas, mungkin dia mau membeli yang warna coklat itu.. sejak tadi Baekhyun melihat kearah sana.
"kau mau beli tas yang itu?" tanya Luhan, Baekhyun tersenyum. "iya. Bagus kan? aku mau beli" Luhan mengangguk, kemudian ponselnya bergetar. Panggilan dari Yixing, ini akan heboh... jadi Luhan harus menjauh sedikit dari Baekhyun.
"ada apa?" sapanya ketika mengangkat telepon.
"bantu aku! Masa kau tidak peduli?" suara Yixing terdengar panik.
"itu salahmu sendiri, kenapa kau menguntit mereka ketika kencan? Dasar kau memang bodoh!" umpat Luhan berbisik.
"apa kau sedang bersama Baekhyun? Kenapa suaramu jadi berbisik begitu?"
"aku sedang bersamanya, mengantarnya belanja!"
"oh, kalau begitu aku menelponmu di saat yang salah! Cepat matikan sebelum dia dengar!" rasanya Luhan ingin meninju Yixing hingga mental ke kutub selatan.
"tadi kan aku sudah bilang... kau juga, kabari aku soal Chanyeol dan Kyungsoo nanti!" Luhan langsung memutus sambungan. Yang benar saja, dia punya sahabat sebodoh Yixing? Luhan kembali pada Baekhyun, tapi...
"ada apa dengan Chanyeol..." Luhan menelan ludahnya, "...dan Kyungsoo?" tanya Baekhyun menyelidik.
.
.
.
.
.
Mobil Chanyeol berhenti didepan rumah Kyungsoo. Kyungsoo Cuma menunduk saja sejak Chanyeol melabrak Yixing tadi ketika pertunjukan selesai. Kyungsoo sudah sangat tau kini Chanyeol sangat marah, sepanjang perjalanan pulang Chanyeol juga diam saja.
"masuklah.. sudah malam"
Kyungsoo mengangguk, dia melepas sabuk pengamannya. "hyung, maafkan Yixing hyung. Dia tidak sepenuhnya salah"
"dia menyebalkan"
"tapi dia punya maksud yang baik"
"dengan menyatukan kita berdua? itu konyol sekali, Kyungsoo!"
Kyungsoo diam, mata bulatnya terus mengarah pada Chanyeol. "jadi, menyatukan kita berdua itu hal yang konyol?" Kyungsoo tiba-tiba saja merasa sakit dengan ucapan Chanyeol barusan. Pria itu tampak menyesali yang dia katakan, kini dia memegang tangan Kyungsoo.
"maksudku bukan begitu... tidak konyol, tapi kelakukan Yixing itu yang sungguh konyol"
Hening... lalu kemudian Kyungsoo mengangguk saja, Chanyeol menarik tangannya. "ada apa lagi? Aku mau masuk ke rumah"
Chanyeol menatap mata Kyungsoo, begitu pula yang Kyungsoo lakukan. Selanjutnya ciuman itu kembali terjadi, entah siapa yang memulai tapi bagi keduanya ini sudah lebih dari cukup. Chanyeol benar-benar menikmati bibir Kyungsoo yang menurutnya seksi itu. Kyungsoo butuh bernapas, jadi dia memukul pelan dada pria yang lebih tua
Mereka menghentikan momen berharga yang manis itu.. Kyungsoo terengah, lalu dia mengusap pipi Chanyeol lembut.
"selamat malam. Mimpi indah.." Chanyeol mencium pipinya. Kyungsoo sudah merah merona! Dia mengangguk dan turun dari mobil. Melambaikan tangannya ketika mobil Chanyeol sudah melaju pergi.
Sepertinya dia akan mimpi indah malam ini, Kyungsoo baru tau ternyata jatuh cinta itu memang seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik perutnya, seperti yang dikatakan Myungjoo. Bicara soal kakaknya itu, ternyata dia sudah ada didepan pintu.
"wah, kali ini pria berbeda yang mencium bibirmu ya" goda Myungjoo dengan seringai mesumnya. Ah, Kyungsoo sedang tidak ingin marah-marah dan melupakan kejadian tadi. Jadi dia lebih memilih meninggalkan Myungjoo yang penasaran setengah mati.
ChanSoo
Yifan menyibak selimutnya, dia keluar kamar dan mendapati Luhan yang sedang membuka sepatu didepan pintu.
"sedang apa kau?" tanya Yifan dengan wajah ngantuknya, dia sedang badmood sejak kemarin jadi dia hanya menghabiskan waktu di rumah dan tidak kemanapun.
"aku mau menginap. Tentu saja boleh kan?" Luhan melenggang masuk ke kamar Yifan, Yifan tau anak itu juga pasti sedang badmood sama seperti dirinya. Luhan langsung saja merebahkan tubuhnya diatas ranjang Yifan yang luas. Yifan perlahan ingin tau apa yang terjadi pada sepupu jauhnya itu.
"ceritakan padaku.." ujarnya sambil duduk disebelah Luhan.
"Chanyeol... brengsek... iblis"
Yifan mengangguk. Masalah mereka berdua ternyata berasal dari sumber yang sama... Yifan dan Luhan tidak bisa lagi menggambarkan bagaimana keadaan hati mereka sekarang.
"Baekhyun terus bertanya padaku tentang Chanyeol dan Kyungsoo, bahkan hampir menangis. Aku tidak mau melihatnya menangis.. apa lagi hanya karena si brengsek itu. jadi aku bilang padanya soal mereka berdua yang menonton drama musikal malam ini. Sudah pasti Baekhyun akan mengartikan itu sebagai kencan" jelas Luhan panjang lebar, dia menutup matanya dengan lengan. Yifan tau Baekhyun yang sangat Luhan sukai.
"...bagaimana denganmu?" Luhan melanjutkan ocehannya, Yifan merasa sepertinya dia tidak usah bercerita, karena alasannya juga sama. Chanyeol dan Kyungsoo yang menonton drama musikal bersama. Entah apa yang mereka lakukan diluar sana, Yifan tidak mau membayangkan.
"sudahlah, tidak perlu di bahas. Kau laki-laki, Luhan... katanya kau manly. Jangan menangis hanya karena patah hati" Yifan menepuk-nepuk pundak Luhan lalu kembali berusaha tidur.
"kau juga tidak perlu pura-pura tersenyum, bodoh.."
"bagiku ini lebih baik daripada harus menangis" Yifan mengacak rambut Luhan. Luhan menatap langit-langit kamar Yifan yang serba putih itu. dia melihat wajah Baekhyun yang semakin memudar saja setiap harinya.. apa dia memang harus menyerah?
"Yifan, bagaimana kalau suatu saat kau merasa harus melepas Kyungsoo?"
"kenapa kau bertanya begitu?"
"jawab saja Ben Ben"
"aku akan melepasnya... jika itu membuatnya bahagia"
"jika melepaskannya untuk Chanyeol? Apa kau rela?"
"tentu tidak.."
Keduanya diam. Luhan bangun dan duduk dengan memeluk kedua lututnya yang ditekuk, disaat seperti ini memang lebih nyaman pulang ke rumah Yifan. Sudah menjadi kebiasaannya akan menumpahkan keluh kesah pada Yifan.
Luhan memeluk Yifan spontan, Yifan sendiri bingung dengan yang pria cantik itu lakukan. "hei, raksasa... kau harus membuatku tenang"
Ya, terkadang Luhan bisa jadi orang yang menyebalkan, tapi terkadang juga bisa bertingkah laku kekanakan. Apa bedanya? Jadi Yifan membalas pelukan Luhan dan mengusap punggungnya agar sepupunya itu bisa tenang.
.
.
.
.
.
Chanyeol mengawasi Kyungsoo yang membuat kue, sesekali dia akan membantu kalau memang Kyungsoo melakukan kesalahan, itupun hanya sedikit. Chanyeol tau Kyungsoo sudah sangat berbakat membuat kue, sejak dulu dia sudah tau. Tapi itu dulu ketika Chanyeol belum jatuh pada pesona pria mungil itu.
Yifan hanya memperhatikan lewat jendela, masih penasaran dengan yang terjadi kemarin saat mereka berdua nonton musikal bersama. Apa yang terjadi diantara mereka? yifan sangat ingin tau. Tapi, entah kenapa Yifan sudah merasa kalah.
"sebenarnya kemarin apa yang terjadi?" tanya Luhan berbisik pada Yixing, Yixing duduk di sebelahnya setelah mengantar pesanan pada pelanggan.
"aku mengajak pacarku untuk membuntuti mereka. aku harus melakukan itu untuk mengetahui perkembangan mereka, kalau berhasil kan kau juga yang beruntung"
"beruntung apanya? Kau tau, karna kau menelpon semalam... Baekhyun jadi bertanya-tanya padaku soal Chanyeol dan Kyungsoo!"
"apa? Jadi dia dengar pembicaraan kita? Kau ini bagaimana sih, Xiao Lu! Kenapa kau bodoh sekali?" Yixing memukul-mukul Luhan yang Cuma menunduk kesal. Yifan jadi penasaran pada apa yang mereka lakukan. "kalau begini jadi gawat kan? lalu kau jawab apa pada Baekhyun?" Yifan mencuri dengar pembicaraan mereka.
"aku mengatakan semuanya..." Yixing menganga. "tapi aku tidak bilang mereka kencan..." Luhan melirik Yixing sekilas, lalu kembali menunduk. "..tapi pasti dia akan menganggap mereka berkencan" bisik Luhan seperti menyesal. Anak yang malang..
"baiklah, begini saja.. sebisa mungkin aku akan membuat Chanyeol dan Kyungsoo lebih dekat lagi. Kau harus tetap berjuang menahan Baekhyun, mengerti?"
Luhan mengangguk pasrah. Yixing jadi kasihan melihatnya..
"aku tau kau kuat" Yixing menepuk-nepuk pundaknya, Luhan memainkan jari-jarinya. Berpikir apakah yang dia lakukan ini benar. Bukankah justru dia seperti tidak menerima kenyataan? Luhan tidak suka seperti itu.. tapi dia sangat menyayangi Baekhyun, seperti Yifan yang tidak rela membiarkan Kyungsoo bersama Chanyeol. Dia pun begitu..
"hyung, ini kue selanjutnya" Kyungsoo tiba-tiba datang memberikan kue pada Yixing untuk di pajang di counter. Yixing menerimanya, dia tau itu kue buah melon... pasti segar.
"wah, kue buatanmu sudah mulai di sukai orang. Tadi ada beberapa orang yang memesan kuemu"
"benarkah? Doakan aku ya hyung" kata Kyungsoo pada tiga pria berbeda kepribadian di hadapannya tersebut. mereka semua mengangguk mantab, apalagi Yifan yang selalu luluh dengan wajah manis milik Kyungsoo itu.
Kyungsoo kembali ke dalam, tapi dia melihat Chanyeol yang sedang menerima telpon dan perlahan masuk ke kamar mandi. Apa telpon dari orang penting? Kyungsoo tidak mau jadi penguping hari ini. Dia memperhatikan meja kerjanya yang penuh dengan tepung. Kyungsoo ingin membuat kue lebih banyak lagi agar Chanyeol semakin bangga...
Tapi, sebenarnya hubungan dia dan Chanyeol itu seperti apa? Mereka sudah berciuman dua kali, dan belum ada yang menyatakan perasaan duluan. Akan sampai kapan terus seperti ini? Apa Kyungsoo hanya asisten dapur Chanyeol yang kelewat bodoh dan bisa di permainkan seenaknya? Kenapa Kyungsoo jadi berpikir seperti ini?
"ini kue terakhir, chocolat mango dengan sari buah kiwi... hei, kau kenapa?" Chanyeol kembali dari kamar mandi, Kyungsoo tersadar dari lamunannya. "ah, tidak apa-apa.. aku hanya bengong sebentar. Hehe"
Kyungsoo menyiapkan bahan-bahan untuk kue terakhir. Dia harus bisa menahan perasaannya, dia bukan anak gadis yang sewaktu-waktu akan menjadi melankolis jika mengungkit soal asmara.
ChanSoo
Liburan musim panas masih berlangsung. Seminggu lagi Kyungsoo akan masuk sekolah, tapi sepertinya teman-teman Kyungsoo sedikit rindu. Jadi hari ini mereka datang ke rumah Kyungsoo.
"maafkan aku yang waktu itu, aku juga tidak tau kalau Yixing sebenarnya mengajakku untuk membuntutimu" bisik Joonmyun ketika yang lain sibuk masing-masing, Kyungsoo mengangguk saja. dia mengerti kok.
"aku tau.. tapi sejak kapan kalian resmi berpacaran?"
"baru baru ini. Hehe..."
"kau kan sudah janji untuk traktir" cibir Kyungsoo dengan wajah sinisnya, Kim Joonmyun tidak bisa kabur.
"aku tau! Nanti aku traktir... aku tidak mungkin berbohong" mereka diam, kemudian Joonmyun berpikir untuk menanyakan sesuatu yang akhir-akhir ini memenuhi otaknya. "hei, kau berpacaran dengan pattisier itu?"
"apa? Tidak"
"jangan bohong, kalau tidak pacaran untuk apa kemarin kalian nonton musikal berdua? dan Yixing sampai harus repot-repot membuntuti kalian" Joonmyun memojokkan Kyungsoo, Kyungsoo mundur ke belakang.
"hei, kalian berdua... sejak kapan ada di posisi seperti itu?" tanya Jongdae, keduanya tersadar dan saling menjauh. Yang lain tertawa, bahkan Tao sampai memegangi perutnya.
"jangan tertawa!" teriak Kyungsoo, semua diam. Myungjoo membuka pintu kamarnya "kenapa? Ada apa? Kyungsoo mengamuk lagi?"
"tutup pintunya, mesum!" Myungjoo memberi hormat dan kembali menutup pintu.
"dia begitu karena sekarang sudah punya pacar.." sahut Joonmyun santai.
"Joonmyun!" Kyungsoo menutup mulut Joonmyun secepatnya, meskipun sudah terlambat.
"apa? Sejak kapan Kyungsoo?" tanya Moonkyu kaget. Kyungsoo menggigit bibirnya, ah Joonmyun memang perusak suasana!
"sudah sudah, jangan ganggu privasi Kyungsoo. kau mau dia kabur seperti waktu itu lagi?" Sehun mencairkan suasana. Yang lain akhirnya sibuk lagi dengan aktivitas masing-masing. Moonkyu dan Jino yang membaca komik, Jongdae dan Joonmyun yang bermain video game, Tao yang iseng memainkan boneka Kyungsoo, dan Jongin bersama Sehun duduk di atas ranjang Kyungsoo.
Kyungsoo duduk di belakang mereka, memperhatikan dengan seksama. Sejak kapan dua saudara kembar itu berbaikan lagi?
"kemarin aku ke toko kaset... ada film yang waktu itu sangat ingin kau tonton" Jongin tersenyum pada Sehun.
"benarkah? Kenapa kau tidak beli? Itu kan film komedi... kau bisa nonton bersama Krystal"
"aku ingin nonton bersamamu.."
Sehun diam, apa lagi Tao yang ada di pojok ruangan sana. Dia memukul-mukul boneka Kyungsoo lalu Kyungsoo menjitaknya. "itu boneka dari Yifan hyung!" Kyungsoo merebut boneka kucing tersebut sementara Tao meringis sakit.
"Jongin, kau jangan bercanda" meskipun Jongin dan Sehun bicara dengan intensitas suara yang tidak begitu tinggi, tapi bagi Kyungsoo, Jino, dan Moonkyu yang duduk tidak jauh dari mereka, ketiganya bisa mendengar dengan jelas.
Kyungsoo menganga, Jongin gahar sekali. dasar mesum.. lihat saja seringaian itu. "ah, apa kau berpacaran dengan Yifan hyung sekarang?" tanya Jino mengalihkan suasana panas di kamar tersebut.
"tidak kok. Aku tidak berpacaran dengan siapapun!"
Sehun diam saja, padahal dia tau ada seseorang yang spesial bagi Kyungsoo. entahlah, dia hanya tidak mau Kyungsoo marah dan kabur dari rumah lagi.
.
.
.
.
.
"huft... lemaskan tangan.." Kyungsoo berhenti sebentar dari kegiatan mengocok adonannya, lalu kembali konsentrasi lagi. Dia mau coba seperti Chanyeol, membuka cangkang telur hanya menggunakan satu tangan. Tapi tidak bisa, jadinya berantakan.
Sepertinya dia masih jauh jika ingin di sandingkan dengan Chanyeol, walau hanya sekedar membuka cangkang telur dengan satu tangan. Kyungsoo terkekeh sendiri. Dia melihat keadaan kedai yang sepi, baru dia saja yang datang. Tapi kemudian pintu kedai terbuka.
Kyungsoo mengintip dari jendela dapur, mungkin itu Luhan atau Yixing. Tapi ternyata saat orang itu muncul di dapur... Kyungsoo sedikit terkejut.
"hai, kau masih ingat aku kan?" tanya Byun Baekhyun di depan pintu. Kyungsoo perlahan mengangguk.
"aku Baekhyun, temannya Luhan dan sahabat Chanyeol" Baekhyun mendekati Kyungsoo. dua pria mungil itupun saling tersenyum canggung.
"iya aku masih ingat, tentu saja"
"kau sedang membuat kue? Wah, pasti kuemu enak.. nanti boleh aku mencicipinya?"
"tentu. Tapi kueku, belum seenak kue buatan Chanyeol hyung"
"ah, kue buatannya itu standar dengan kue buatan orang lain. Dia saja yang terlalu sombong" keduanya tertawa, menyetujui ucapan Baekhyun.
Baekhyun adalah orang yang ceria dan selalu tertawa, dia akan mengatakan bahwa dia tidak suka jika memang dia tidak suka. Sama saja seperti Kyungsoo. tidak perlu basa-basi.
"aku tau kau punya hubungan yang baik dengan Chanyeol"
Kyungsoo diam, dia hanya mendengarkan kelanjutan ucapan Baekhyun, "tapi.. bisakah kau tidak membalas perasaannya?" kini Kyungsoo membulatkan matanya. Berani sekali Baekhyun bicara seperti itu.
"bisakah relakan dia untukku?"
.
.
.
TBC
