NIGHT PLEASURES

.

.

.

Novel karangan Sherrilyn Kenyon. Disini saya hanya meREMAKE, saya sedikit merubah tempat,nama dan ada yang kurangi maupun ditambah untuk keperluan cerita. Ini series dari Dark Hunter, ini buku ke2 yang pertama berjudul Fantasy Lover. Fantasi Lover sudah ada yang ngeremake dengan cast KyuMin setau saya dan katanya lagi ada yg versi HaeHyuk YAOI

Cast : Donghae, Eunhyuk, Dan Yang Lain

GS!

TYPO, Banyak Kekurangan, DLL, DLDR!

.

.

.

Bab 5

Happy reading

.

Setelah donghae pergi, eunhyuk menelpon ryeowook, meyakinkan ryeowook bahwa ia aman, lalu cepat-cepat mandi dan meminjam baju milik sungmin. Ia duduk di sofa dengan sepiring spageti sementara sungmin dan si kembar beristirahat.

Kyuhyun datang dari dapur dan memberinya coke, kemudian duduk di kursi berlengan yang tadi di duduki sungmin. "nah, aku harus mulai darimana?"

Eunhyuk bahkan tidak perlu memikirkannya. "dari awal. Aku ingin tahu persis apa itu dark hunter dan daimon. Darimana datangnya apollite? Dan apa hubungan ketiganya?"

"kau tipe orang yang langsung ke pokok masalah ya?" kyuhyun memutar-muta gelas es teh ditangannya ketika sepertinya ia memikirkan cara terbaik menjawab pertanyan eunhyuk. "pada saat-saat seperti ini, aku berharap kynigostasia homer masih ada."

"kog-no... bla bla bla. Memangnya apa itu?"

Kyuhyun tertawa lagi, kemudian menyesap tehnya. "itu catatan kelahiran kynigstosi, para dark hunter, dan pasti bisa menjawab sebagian besar pertanyaan yang kau miliki tentang mereka. Catatan itu merinci kebangkitan kedua ras yang pernah mendominasi bumi. Manusia dan apollite."

"oke. Aku tahu manusia berasal darimana, tapi bagaimana dengan apollite?"

"beribu-ribu tahun silam, apollo dan zeus sedang berjalan-jalan ketika tiba-tiba zeus menyatakan keanggunan ras manusia. Dia menyebut manusia sebagai puncak kesempurnaan duniawi. Apollo mencibir dan berkata bahwa masih ada banyak hal yang harus diperbaiki. Dia bilang dia bisa menciptakan ras yang lebih unggul dengan mudah. Zeus menyuruhnya untuk membuktikan. Jadi, apollo mencari seorang nymph yang bersedia melahirkan anak-anaknya. Dalam waktu tiga hari, apollite pertama dilahirkan. Tiga hari kemudian, anak-anak itu tumbuh dewasa, dan tiga hari setelahnya, mereka sudah siap untuk menjadi penguasa dunia."

Eunhyuk mengelap bibirnya dengan serbet. "jadi, apollite adalah anak-anak apollo. Mengerti. Sekarang, apa yang mengubah sebagian dari mereka menjadi daimon?"

"karena apollite begitu mengungguli keindahan, dan kekuatan manusia. Zeus membuang mereka kepulau atlantis dimana dia berharap mereka akan tinggal dalam damai. Aku tidak tahu apa kau pernah membaca karya plato yang berjudul Dialogues..."

"jangan tersinggung, tapi aku menghabiskan seluruh waktuku di kampus untuk menghindari mata kuliah sejarah seperti itu."

Kyuhyun tersenyum. "bagaimanapun juga, sebagian besar yang ditulis plato mengenai atlantis memang benar. Mereka ras agresif yang ingin mendominasi bumi, dan pada akhirnya olympus juga. Apollo tidak keberatan karena dia akan menjadi dewa tertinggi kalau mereka menang."

"pasti membuat zeus tua senang."

"dia kegirangan," timpal kyuhyun dengan sinis. "tapi tidak segirang rakyat yunani yang malang. Mereka dihajar apollite. Muak dengan itu, mereka menyadari bahwa perlawanan mereka sia-sia. Maka mereka menyusun sebuah rencana untuk membujuk apollo supaya mau berpihak kepada mereka. Mereka memilih wanita tercantik yang dilahirkan ditengah-tengah mereka bernama ryssa untuk dijadikan menjadi gundik kesayangan apollo."

"lebih cantik dari helen of troy?"

"ini jauh sebelum helen dan ya, beberapa catatan menyatakan bahwa dia merupakan wanita tercantik yang pernah dilahirkan. Dan apollo tetaplah apollo, tidak bisa menolaknya, dia jatuh cinta pada ryssa dan akhirnya wanita itu melahirkan seorang putra untuknya. Ketika ratu apollite mendengar hal itu, dia murka dan mengirim sekelompok pembunuh untuk menghabisi ibu dan anak itu. Sang ratu memerintahkan para anak buahnya untuk membuat seolah-olah mereka dibunuh oleh binatang liar supaya apollo tidak membalas dendam kepada para apollite."

"apa apollo tahu?"

"ya, dia tahu, dan keadaan menjadi kacau. Kau mengerti, apollo juga merupakan dewa wabah penyakit. Dia menghancurkan atlantis dan pasti sudah menghancurkan setiap apollite kalau artemis tidak menghentikannya."

"waeyo?"

"karena apollite bagian darah daging apollo. Menghancurkan mereka sama saja dengan menghancurkannya dan dunia yang kita kenal. Dewa-dewa lain juga mencoba menghentikan apollo. Tapi tetap saja, apollo ingin membalas dendam. Dia mengusir apollite dari siang hari supaya dia tidak perlu melihat salah seorang dari mereka lagi dan teringat akan pengkhianatan mereka. Karena mereka membuat seolah-olah ryssa dibunuh oleh binatang buas, dia memberi karatertistik binatang kepada mereka. Taring, indra-indra yang peka..."

"bagaimana dengan kekuatan dan kecepatan?"

"mereka sudah memilki keduanya, beserta kekuatan gaib yang tidak bisa diambil apollo dari mereka."

Eunhyuk mengerutkan dahi sewaktu mendengarnya. "kukira para dewa bisa melakukan apapun yang mereka inginkan. Bukankah itu keuntungannya menjadi dewa?"

"tidak selalu. Mereka memiliki hukum dan semacamnya yang harus dipatuhi, sama seperti kita. tapi mengenai kekuatan gaib, begitu salurannya dibuka, saluran itu tidak bisa ditutup lagi. Karena itulah apollo tidak merenggut kemampuan cassandra saat wanita itu menentangnya tapi membuat supaya tidak ada orang yang mempercayai ramalan wanita itu lagi."

"ah, itu masuk akal. Oke, jadi para apollite memiliki kekuatan fisik dan supranatural, serta tidak bisa terkena sinar matahari. Bagaimana dengan minum darah? Mereka melakukannya atau tidak?"

"mereka meminum darah, tapi darah dari apollite lain. Mereka harus meminum darah satu sama lain setiap beberapa hari atau mereka mati. Itu termasuk kutukan apollo."

"menjijikkan. Beberapa dari mereka minum darah manusia kan?" eunhyuk bergidik saat membayangkan kehidupan seperti itu.

"tidak juga. Kalau berubah menjadi daimon, mereka akan mengeringkan darah manusia, tapi mereka tidak mengincar darah segencar mereka mengincar jiwa manusia."

Eunhyuk lagi-lagi mengerutkan dahinya ketika kengerian merambat dipunggungnya. Donghae tidak bercanda tentang aspek yang itu, bagus. "mengapa mereka harus mencuri jiwa manusia?"

"apollite hanya hidup selama tiga kali sembilan tahun. Pada ulang tahun yang ke dua puluh tujuh,mereka mengalami kematian yang sangat lambat dan menyakitkan dimana tubuh mereka benar-benar hancur menjadi debu dalam jangka waktu dua puluh empat jam."

Kali ini eunhyuk meringis karena memikirkannya. "mengerikan sekali. kurasa pesan moral dari cerita ini adalah jangan membuat dewa wabah penyakit kesal."

"ya, untuk mengelak dari takdir, kebanyakan apollite bunuh diri sehari sebelum ulang tahun mereka. Yang lain memutuskan untuk menjadi daimon. Sebagai daimon, mereka menyiasati hukuman mereka dengan mengambil jiwa manusia. Selama mereka mepertahankan jiwa itu, mereka bisa hidup. Tapi masalahnya adalah jiwa manusia tidak bisa hidup dalam tubuh apollite dan jiwa itu mulai mati setelah mereka mengambilnya. Akibatnya, daimon terpaksa terus berburu manusia setiap beberapa minggu untuk bertahan hidup."

Eunhyuk tidak bisa membayangkan betapa mengerikannya kondisi para korban daimon itu. "apa yang terjadi pada jiwa-jiwa yang mati?"

"mereka lenyap selamanya. Karena itulah kita mempunyai dark hunter. Tugas mereka adalah berusaha menemukan daimon dan membebaskan jiwa-jiwa manusia sebelum mati."

"dan mereka melakukannya dengan suka rela?"

"tidak, mereka dipilih."

"dipilih bagaimana?'

Kyuhyun menyesap tehnya lagi. Pandangannya tertuju ke lantai dan eunhyuk melihat kilat aneh dimatanya seolah ia sedang mengingat sesuatu dari masa lalunya sendiri. Sesuatu yang menyakitkan.

"saat seorang diperlakukan dengan sangat tidak adil." Kata kyuhyun dengan nada rendah. "jiwanya menjerit begitu keras hingga bergema di dinding-dinding olympus. Begitu artemis mendengarnya, dia akan mendatangi orang-orang yang menjerit seperti itu dan menawarkan kesepakatan. Untuk satu pembalasan dendam terhadap orang-orang yang telah bersalah pada mereka, mereka harus bersumpah setia kepadanya dan berperang bersama pasukannya melawan daimon."

Eunhyuk menarik napas dalam-dalam ketika seluruh informasi itu meresap kedalam otaknya. "darimana kau mengetahui ini semua?"

Kyuhyun mendongak dan tatapannya menghanguskan eunhyuk dengan intensitasnya yang kuat. "karena jiwaku mengeluarkan suara itu pada hari ketika anak-anakku meninggal."

Eunhyuk menelan ludah karena kebencian dan kepedihan yang ia lihat dimata kyuhyun. begitu murni sehingga ia ikut merasa sedih. "apa... apa artemis menawarkan kesepakatan itu?"

"ya, tapi aku menolaknya."

"waeyo?"

"aku ingin membalas dendam kepada dewa lain dan aku tahu dia tidak akan mengijinkannya."

Eunhyuk tahu persis cerita mengenai kutukan kyuhyun didalam buku. Tapi yang lebih menarik perhatiannya adalah donghae. "donghae menukar jiwanya untuk membalas dendam pada istrinya kan?"

Kyuhyun mengangguk. "tapi jangan terlalu keras menilainya."

"aku tidak begitu," kata eunhyuk dengan jujur. Ia tidak tahu apa yang telah dilalui oleh donghae, tapi sebelum mengetahuinya, ia tidak akan memandang keputusan pria itu sebagai sesuatu yang berlebihan.

"beritahu aku, kyu, apa ada cara yang bisa membuat dark hunter mendapatkan jiwa mereka kembali?"

"ada. Tapi nyaris tidak ada seorang pun yang berhasil, dan ujian yang diberikan kepada setiap dark hunter unik."

"berarti kau tidak bisa memberitahuku bagaimana donghae bebas."

"berarti aku tidak tahu bagaimana dia bebas."

Eunhyuk mengangguk sampai pikirannya teralihkan kepada masalah lain. "apa dark hunter juga minum darah?"

"tidak. Karena pada awalnya mereka adalah manusia, mereka tidak harus melakukannya. Kalau harus repot-repot mencari darah, tugas mereka untuk melacak daimon akan terganggu."

"jadi untuk apa mereka punya taring?"

"untuk melacak dan membunuh daimon secara efektif, mereka diberi karateristik binatang yang sama. Taring sudah sepaket dengan itu."

Kedengarannya masuk akal bagi eunhyuk. "apa karena itu sinar matahari juga mematikan bagi dark hunter?"

"kurang lebih begitu. Tapi dalam kasus dark hunter, itu lebih berhubungan dengan fakta bahwa mereka melayani artemis, sang dewi bulan, dan dibenci oleh apollo."

"sepertinya tidak adil."

"para dewa memang jarang bersikap adil."

-night pleasures-

Berjam-jam kemudian, donghae duduk dimobilnya, mengutuk pikirannya yang membangkang. Ia masih bisa melihat eunhyuk. Mendengar suara eunhyuk. Merasakan tubuh eunhyuk yang menempel ketubuhnya.

Sudah lama sejak terakhir kali ia menginginkan seorang wanita seperti ini. Ia pikir ia sudah membuang bagian dari dirinya yang itu pada malam ketika ia menjadi seorang dark hunter. Seiring dengan bergantinya abad, ia hanya sesekali merasakan hasrat terhadap wanita, tapi ia sudah belajar mengendalikannya. Belajar menguburnya. Sekarang hasrat yang sudah lama terlupakan itu dibangunkan oleh sentuhan seorang penggoda yang berbahaya bagi kebaikannya sendiri. Pikiran-pikiran tentang eunhyuk mengusiknya, menyiksanya secara perlahan.

Ia menginginkan eunhyuk dengan cara yang nyaris membuatnya merana. Mengapa? Ada apa dalam diri eunhyuk yang sangat ia dambakan? Ia tidak tahu apa-apa tentang eunhyuk selain fakta bahwa wanita itu memiliki selera humor yang bagus dan keanggunan luar biasa saat berada dibawah tekanan. Namun, ia mendambakan eunhyuk lebih dari wanita manapun. Bahkan istrinya sekalipun.

Donghae mematikan mesin mobil, ia keluar dari mobil dan masuk rumahnya. Ia melempar kunci ke atas konter dapur dan terdiam. Rumah itu benar-benar hening kecuali suara klik pelan yang datang dari lantai atas.

Donghae melewati ruangan-ruangan yang gelap dan menaiki tangga mahoni yang penuh hiasan hingga sampai dilantai atas, didepan pintu ruang kerjanya. cahaya terpancar keluar dari pintu yang tertutup, melewati karpet persia. Tanpa bersuara, ia memutar kenop dan membuka pintu.

"giljun-ah, apa yang kau lakukan disini?"

Mengumpat keras-keras, squirenya itu melonjak bangun dari kursi. Donghae harus menahan tawanya ketika giljun terlonjak. Mata giljun memancarkan api sementara rahangnya berdenyut-denyut. Giljun merapikan rambutnya yang berntakan. "yaampun donghae hyung, apa kau bisa belajar untuk bersuara saat bergerak? Kau membuatku ketakutan setengah mati."

"kukira kau pulang lebih cepat."

Giljun memperbaiki posisi kurisnya dan kembali duduk. "tadinya aku berniat begitu, tapi aku mau menyelesaikan riset desiderius untukmu."

Donghae tersenyum, mungkin kang giljun sering lekas marah, bermulut pedas, dan menyebalkan, tapi ia selalu dapat diandalkan. Karena itulah donghae memilihnya untuk menjadi squire dan mengijinkannya memasuki dunia dark hunter.

"ada yang baru?"

"bisa dibilang begitu. Aku sekarang tahu usianya sekitar dua ratus lima puluh tahun."

Donghae kaget dan mengerutkan dahi. Setahunya, tidak ada daimon yang pernah hidup selama itu. "bagaimana mungkin?"

"aku tidak tahu. Para dark hunter memburunya, tapi dia selalu berhasil membunuh mereka. Sepertinya teman kalian itu senang mebuat kalian menderita. . Basis data Acheron tidak menyebutkan apa-apa tentang modus operasinya. Dan waktu aku bicara dengan hangeng tadi, dia bilang dia tidak tahu darimana desiderius berasal atau siapa saja targetnya, tapi kami sedang mencari tahu.

Donghae mengangguk.

"oh, ngomong-ngomong. Kau kelihatan berantakan,hyung."

"pasti begitu,semua orang yang kutemui malam ini sudah mengatakan padaku."

Giljun tersenyum hingga ia melihat apa yang dipakai oleh donghae. "mengapa kau tidak mengenakan pakaian-untuk-membunuh-daimon yang terlihat garang?"

Donghae sedang tidak ingin membahasnya. "tentang itu, tolong belikan aku mantel kulit yang baru."

Kecurigaan melintas dimata giljun. "wae?"

"yang lama sudah berlubang dibahu."

"waeyo?"

"aku diserang. Kenapa lagi?"

"kau baik-baik saja?"

"apa aku kelihatan baik-baik saja?"

"kau kelihatan berantakan,hyung?"

"aku baik-baik saja. Sekarang, tidurlah disalah satu kamar tamu. ini sudah jam empat pagi."

"aku akan tidur sebentar lagi. Aku akan menyelesaikan ini dulu. Selain itu, aku sudah nyaris mengetahui apa yang dilakukan onew sehingga membuat hangeng kesal."

Donghae mendengar suara 'uh-oh' yang memberitahu giljun bahwa ia mendapat instant message baru di komputer. "beritahu jinki sebaiknya dia berhenti mengganggu hangeng sebelum dia menyesal."

"jinki?"

"Lee Jinki, nama asli onew. Kukira kau sudah tahu."

"tentu saja belum. Tapi aku mengenal beberapa squire yang bersedia membayar dalam jumlah besar untuk mengetahuinya. "pierrot juga bukan nama asli kan?"

"bukan. Nama aslinya Lee Hunjin."

Giljun mengeluarkan suara kegirangan. "nah, yang itu benar-benar sepadan dengan banyak uang."

"tidak. Sepadan dengan dihajar habis-habisan kalau pierrot tahu kau mengetahuinya."

"benar juga. Aku akan memasukkannya folder pemasaranku kalau-kalau aku membutuhkan bantuan dari seorang dark hunter."

Donghae menggelengkan kepala. Pemuda itu benar-benar parah. "sampai jumpa nanti malam."

"Ya, malam."

Donghae menutup pintu dan menyusuri lorong yang panjang yang mengarah ke kamar tidurnya. Kamar besar dan mewah itu menyambutnya dengan warna-warna gelap dan menentramkan yang tidak menyakiti matanya yang sangat sensitif. giljun sudah menyalakan tiga batang lilin ditempat lilin kecil di dinding, dan cahaya redupnya bekerjapan di kertas dinding merah kecoklatan. Kamar ini menjadi tempat bernaung donghae pada siang hari. Ia memerintahkan agar jendela ditutup dan dilapisi begitu membeli rumah bergaya era perang saudara itu. tidak ada seorangpun dark hunter yang mau tidur ditempat dimana sinar matahari bisa menemukannya secara tidak sengaja.

Donghae menanggalkan pakaiannya dan berbaring di tempat tidur besar yang sudah ia gunakan sejak abad keempat belas, tapi pikirannya yang tidak bisa ditenangkan terus berputar-putar dibenaknya. Desiderius menghindarinya, dan selama beberapa hari kedepan, daimon itu pasti berada diluar jangkauannya.

Sial. Tapi tidak ada yang dapat ia lakukan. Tidak ada selain menunggu dan bersiap kalau-kalau desiderius muncul. Setidaknya ia bisa tenang karena tahu desiderius akan mencarinya lebih dahulu. Ia jadi punya waktu untuk mengamankan eunhyuk dan ryeowook.

Eunhyuk….

Nama itu melayang-layang dibenaknya, bersama dengan bayangan mata hitam wanita itu. Selangkangannya langsung menegang diseprei satin yang sejuk. Ia menggeram karena kerinduan mendalam yang membakarnya.

"dia bukan milikku." Bisiknya.

Dan demi semua dewa di Olympus, eunhyuk tidak akan pernah menjadi miliknya, betapapun kepingan hatinya yang masih tersisa berharap sebaliknya.

.

.

.

TBC

.

.

Gimana chap 5nya? Semoga suka yah~~ maaf gak bisa bles review karena emang bukan gak sempet tapi waktunya gak ada, eh apa bedanya. Tapi aku baca kok. Maksih ya yang nungguin kelanjutan ini ff. Gomawoyo~~~ maaf juga updatenya ngaret