Semua yang berada didalam ruangan itu menganga shock.. bagaimana mungkin seorang bocah berumur enam tahun mengingkan hal yang berbau dewasa?

Seohyun langsung melempar tatapan tajamnya pada Luhan seakan – akan orang itu telah mencemari otak polos anak didiknya. Sedangkan yang ditatap justru kebingungan setengah mati.

"Hiks…songsaenim…seokie yang meminta jangan pecat Luhan gege…" anak itu berurai air mata sambil memeluk kaki Luhan. Seakan tidak mau kehilangan.

Ia tak mengerti kenapa ia berbohong, walau sepenuhnya ia tak berbohong. Namun entah kenapa ia merindukan rasa hangat yang menjalar diarea tubuhnya, dan ia tak mau kehilangan itu. Dan ini terlihat dibuku dongeng yang selalu ibunya baca.

"…sang pencuri tersebut merasa ada yang menggelitik di perutnya, rasanya seperti kupu – kupu bertebangan disekitarnya kala ia kembali mengingat wajah sang tuan putri, rupanya ia telah Jatuh Cinta"

Apa yang diceritakan ibunya sama persis dengan apa yang ia rasakan. Otak polosnya berkata mungkin ia memang mencintai Luhan, mengingat hal itu ia semakin mengeratkan pelukannya pada kaki Luhan.

"Minseok sayang…hal yang dilakukan oleh Luhan gegemu tidak benar ia salah sayang" Taemin mencoba membujuk sambil mengelus kepala Minseok sayang.

'Seharusnya anak seperti mu sekalipun pacaran dengan pedofil, kau harus pilih – pilih sayang' ujar Taemin dalam hati kala ia mengenang saat Luhan menggodanya.

"Hiks…anni! Annimida! Selama Luhan hyung tidak menyakitiku aku rasa yang dilakukannya benar"

Seohyun menatap adegan itu jengah, sementara Kris dan Sehun? Ia merindukan 'sugar baby' nya. Mereka berangan – angan, akankah Tao dan Jongin juga melakukan hal yang sama? Ini semakin membuat kepala mereka pusing.

"Aku sudah menelpon Mr. Kim, dan selama itu Minseok dalam pengawasanmu Luhan. Dan segera ganti pakaian kalian dengan pakaian normal dan ingat! Kau tidak boleh macam – macam Luhan!" Seohyun mencari solusi.

Ia paham sekarang, Luhan memang tulus mencintai Minseok sekalipun Seohyun masih ragu bagaimana jika si Playboy pantat rusa ini meninggalkan Minseok. Seohyun juga punya hati. Setiap orang berhak mencintai seseorang dan perkataan polos Minseok menyadarkannya. Selama Luhan benar – benar akan menjaga Minseok, maka yang dilakukannya adalah benar. Sekarang kita tinggal tunggu putusan dari Kibum.

"Namun sebelum itu, Kris dan Sehun? Apakah kalian sama seperti Luhan?" dan pertanyaan Seohyun membuat dua pemuda itu memunculkan seringaian yang akan membuat semua orang bertekuk lutut untuk menjadi 'pemanis di ranjang' mereka.

"Ya, Aku mencintai Tao/Jongin" ujar mereka bersamaan.

"Dan bahkan sudah 'mencicipinya' sedikit" sambung Sehun dengan senyum aneh yang masih betah menempel di wajahnya.

Seohyun ingin melempar vas bunganya detik itu juga

~.~

KrisHunHan sudah mengganti baju mereka dengan pakaian normal. Mereka sama – sama menggunakan skinny jeans dan kemeja putih untuk Kris dan kemeja hitam untuk Sehun. Sedangkan Luhan menggunakan kaos berlengan panjang berwarna hitam namun lengannya berwarna putih dengan tulisan 'Wolf 88' di punggung kaos tersebut.

Mereka memakai sneakers, dan untuk Sehun dan Kris mereka membuka dua kancing baju atas dan menggulung lengan kemaja mereka sampai siku dan melepas wig serta membersihkan make up yang menurut mereka menyebalkan itu. Mereka tampak perfect untuk ukuran ibu –ibu penggosip yang menunggu anak mereka, babysitter yang masih melajang, bahkan pemuda – pemudi yang menunggu adik mereka pulang. Dan semua menatap mereka dengan tatapan memuja.

Tapi sepertinya orang – orang itu harus menelan harapan mereka pahit – pahit. Bagaimana tidak? Minseok tampak posesif dalam pangkuan Luhan –dan tumben Luhan tak menggoda balik orang – orang lain. Mungkin ia memang sudah Taubat- Jongin yang tampak asik bermain dengan Sehun yang melempar deathglare pada orang – orang yang menatap 'lapar' pada Jongin. Bahkan Jimin sampai dilempar botol air mineral karna ketahuan memfoto Jongin. Taehyung dan Yongguk hanya menepuk pundak Jimin.

"Yak, Hunnie aku juga mau bermain bersama Jonginie~~" ujar Jimin memelas

"Bahkan didalam mimpimu kau tidak pantas tahu!" Sehun langsung memeluk Jongin posesif. Yang dipeluk? Masa bodo dan kembali bermain dengan mobil –mobilannya.

Bagaimana dengan Kris dan Tao? Ah ini adalah pasangan yang membuat mata kalian iritasi saking romantisnya. Kris menghadiahkan satu box besar dengan motif panda kesukaan Tao -lihat chap one-. Tao yang membuka isinya menatap kagum isinya bermacam – macam pakaian, sepatu, bahkan bathrobe bermotif panda merek 'Gucci' kesukaanya. Kris juga menghadiahkan gantungan panda mini untuk tas Tao.

"Kris gege! Wo Ai Ni!" ujar Tao menerjang Kris untuk dipeluk. Kris hanya terkekeh kecil, baginya hidupnya berporos pada Tao.

'Tuhan kalau boleh jangan biarkan saat ini cepat berlalu…' Kris berdoa dalam hati.

Semenjak pengakuan Sehun beberapa saat yang lalu ia sudah siap raga dan batin untuk dipukuli oleh mertuanya – Huang Yunho- dan dimarahi panjang kali lebar sama dengan luas/? Oleh ibu Tao –Jaejoong-. Karna Seohyun sudah sudah menelpon kedua orang tua mereka.

"Peach, Jika nanti kamu tidak bisa bertemu gege, setidaknya tunggulah gege sampai kau dewasa oke?" ujar Kris sambil menggesekan hidungnya pada hidung Tao. Taopun mengangguk.

"Nde! Nanti Tao akan tumbuh besar sekali~~ lalu akan menjadi istri gege!" ujarnya. Yang ia tahu dari Jongin, istri adalah seseorang yang apapun dia minta akan dibelikan/?. Kris terkekeh geli.

Diruang bermain itu semua tampak serius memperhatikan Kristao, Hunkai, dan Lumin. Key-pun kini kena imbasnya

"Apa itu Hannie songsaenim…?" Key bertanya berbisik pada Jin yang ditanya pun kebingungan.

"Eung dari wajah sih sepertinya itu Hannie-nim tapi, masa ia berubah jadi laki –laki?" ujar Jin

"Ah! Aku tahu! Ia dikutuk oleh penyihir!" ujar Hyuna membuat keenam anak itu seketika ribut sendiri, Jimin, Taehyung dan Yongguk pun yang dipaksa menjaga anak – anak ini juga ikutan Nimbrung/? atau lebih tepatnya Jimin.

"Mwo? Jinjjayo!" Jimin kini ikutan nimbrung. Sedangkan Taehyung dan Yongguk mendesis berkata 'Stupid Jimin…'

"Nde Jimin ahjussi! Tadi Key ingin minta maaf tapi dia tidak menemukan dimana Hannie songsaenim!" ujar GD.

"Berarti penyihir nya ada diantara dua orang itu!" –Jungkook.

Mereka semua menatap lebar – lebar terhadap enam orang manusia disana. Taehyung pun geram melihat Jimin juga ikut –ikutan.

'Anak ini dimana otaknya!' kira – kira begitulah pemikiran Taehyung.

"Apakah yang memakai kemeja putih itu penyihirnya?" – Himchan bertanya.

"Kurasa tidak, itu tampak mirip Kristine songsaenim…" – Ji Eun mencoba mengira –ngira.

"Ah iya betul juga, jadi Kristine songsaenim juga ikutan disihir?" – Sohee

"Ah betul juga! Berarti my cutie dragie juga disihir" kali ini Jimin ikut menimpali. Yongguk sweatdrop.

"Jadi penyihirnya yang berkemeja Hitam?" -Ahra

"Mungkin saja! Wajahnya paling seram!" – Yura menimpali semangat.

Mereka pun lamat- lamat memperhatikan interaksi Sehun dan Jongin sampai pada dimana ketika Sehun mencoba mencium Jongin…

Mereka memperhatikan dengan mata kian membelo…

Sedikit lagi…

Terdengar suara 'gulp' dari arah anak – anak itu termasuk Jimin – astaga Jimin XD-

Hingga tinggal sesenti dan Sehun menutup matanya…

"KANIBAL!" Seru Key lagi –")/

Dan habislah badan sehun dilempari mainan dari Jimin and the genk :v –genknya berisi anak – anak tadi-

"AISHH! JERK U! PARK JI MIN!" amuk Sehun membuat Taehyung dan Yongguk merutuk.

Rest In Peace Park Ji Min '-')/

~.~

Dirungan kepala sekolah tersebut. Terisi Huang Yunho, Huang Jaejoong, Kim Kibum, Taemin dan Minho. Teruntuk untuk 2Min dan Seohyun yang harap – harap cemas karna ketiga orang penting dinegri tersebut telah melihat interaksi anak – anak mereka dengan tiga orang yang sebenarnya merupakan orang – orang penting juga di ruang bermain tadi –terkecuali adengan Hunkai failed kisseu karna mereka sudah ditarik keruang kepala sekolah-

"Seohyun-shi karna kau putri Mr. Seoo kupercayakan anakku bersekolah disini. Beginikah hasilnya? Anakku menjadi korban pedofilia!?" Jaejoong mengamuk.

Mr. Seo adalah orang kepercayaan keluarga Huang dari tahun ke tahun. Bahkan saat insiden dimana Qian –ibu Kris- ingin mencelakakan Jaejoong, Mr. Seo juga ikut andil dalam menyalamatkan Nyonya besarnya tersebut. Untuk itulah jasa keluarga Mr. Seo selalu dipakai.

"Minhamnida (formal) Jaejoong-shi ini semua diluar perkiraan saya" Seohyun terpekur mendengar bentakan Jaejoong. Taemin sudah meremas tangannya gugup, disampingnya Minho mencoba mengenggam tangan itu seakakan memberi ketenangan.

Kibum daritadi terdiam pikirannya bercabang. Yah ia masih memikirkan istrinya yang tampak mengenaskan tadi.

Flashback On

Kibum selaku menteri perekonomian, sedang memimpin rapat untuk persiapan Korea Selatan untuk satu tahun kedepan.

"Untuk saat ini Negara kita tengah bersaing dengan Singapura dalam peningkatan perekonomian untuk mencapai rangking dua setelah Jepang di Asia. Mengingat Hallyu yang semakin tenar di belahan dunia saya punya usul untuk membuat mereka menjadi bintang iklan dan brand ambassador untuk produk – produk buatan Negara. Sasaran kita ialah Negara dengan tingkat konsumtif paling banyak seperti Indonesia, Thailand dan China untuk itu-" ujar Kibum terputus saat seseorang mengetuk pintu ruangan tersebut. Rupanya Cha Sun Woon pelakunya.

"Ada apa Mr. Cha?" tanyanya.

"Maaf Mr. Kim, ada telepon dari kepala maid, Bibi Kim" ujar Sun Woon dengan gugup. Semua Menteri disana bahkan staff dan termasuk Presiden berjengit kaget. Yah jika seorang kepala maid telah menelpon artinya ada tanda 'bahaya'. Kibum pun melirik Presiden tersebut.

"Pergilah Kibum-shi." seolah tahu apa yang akan ditanya oleh Kibum.

"Maaf atas ketidaknyamanan ini, selebihnya akan dijelaskan oleh sekretaris saya Mr. Cha"

Kibum pun turun dari podium dan menghampiri sekretarisnya tersebut yang masih berdiri didepan pintu.

"Baro, apa yang terjadi? Ada hubungannya dengan Kyuhyun?" ujar Kibum melepas keformalannya tadi dengan memanggil nick name si sekretaris.

"Sepertinya begitu. Bibi Kim tampak panik saat menelpon tadi jadi aku belum menanyakan apa yang terjadi dirumah"

"Baiklah kau bisa pimpin rapat kan? Kau sudah tahu poin –poinnya bukan?"

"Nde Kibum hyung. Serahkan padaku, supir Jang sudah menunggumu di lobby parkiran"

"Baiklah kutitip tender ini padamu" ujar Kibum sambil mengambil handphone dan tas kerja yang diberi oleh Baro. Ia pun turun kebawah dan segera masuk kedalam mobilnya.

"Jang-shi antarkan aku kerumah sekarang juga"

"Baik Mr. Kim"

"Kyuhyun-ah….apalagi yang terjadi padamu…" ujarnya memijat pelipisnya sendiri.

~.~

Sudah sejak 15 menit yang lalu Kibum menggedor – gedor kamarnya sendiri. Bibi Kim masih sibuk mencari kunci cadangan dari 45 menit yang lalu. Kibum yang frustasi pun menanyakan pada salah satu maid disana

"Apa yang terjadi pada nyonya besar!?" ujarnya geram.

"Mianhamnida Tuan Besar Kim, setelah anda dan Tuan muda Minseok dan Jongin pergi. Seorang kurir mengantarkan paket kotak berwarna merah marun dengan pita putih sebagai penutupnya. Saya langsung menyerahkannya pada Nyonya besar karna memang paket itu untuk nyonya besar, setelah itu saya tidak tahu tiba – tiba saja Nyonya besar menyuruh untuk memperketat penjagaan dan tak keluar dari kamar sampai kami mendengar suara pecahan kaca dari dalam" ujar maid tersebut Nampak takut – takut.

"Lalu apa isi paket tersebut!?"

"Saya tidak tahu maafkan atas kelalaian saya Mr. Kim saya berhak dipecat" ujarnya Maid tersebut bersujud sambil menangis para maid disana mencoba membantu sang maid tadi untuk berdiri. Kibum menghela nafas Kim lari sambil tergopoh – gopoh.

"Tuan Besar, kami tidak menemukan kunci cadangannya"

"Shit!" ujar Kibum lalu mendobrak pintu tersebut dalam sekali hentak ia melihat kamarnya telah banjir dan air tersebut berasal dari kamar mandi dan dilantai yang basah tersebut ia melihat sekumpulan foto – foto dan surat tersebut, Ia juga melihat kaca dan…

Darah..

"Fuck You Yuan Zi Wei!" teriaknya.

Flash back off

~.~

Masih segar diingatannya, Kyuhyun yang menangis sambil berkata "aku jalang…aku jalang…." Berkali –kali dan sekarang anaknya ingin menjadi korban pedofilia?.

Oh andai kau tahu anaknmu yang paling bungsu sudah tidak perjaka lagi Kibum-shi.

Dan Kibum menatap tiga orang yang ada dihadapannya ini dengan bungkam. Ia kenal mereka bertiga Kris, Sehun dan Luhan.

Kibum cukup tau ketiga orang ini ditambah Minho, karna Negara pernah berhutang budi pada 'Ace' dalam memberantas sindikat terorisme dari Negara tetangga Korea Utara.

"Apa kau sungguh mencintai anakku…?" tanya Kibum serius.

Sehun dan Luhan terkejut.

"Apa maksudmu? Tuan Kim?" ujar Luhan serius.

"Aku butuh bantuanmu untuk mengalahkan 'Feng Gang' Kris" ujar Kibum serius menatap Kris, selaku pemimpin 'Ace'.

"Maaf saja Kibum aku tak akan mau membiarkan putra sematang wayangku dijadikan balasan atas bantuan mereka. Taoku bukan barang yang-"

"Qian juga ikut bersama Feng Gang Jaejoong." Jaejoong membeku.

"Baik akan kubantu. Bukan karna aku ingin dibalas tapi karna murni aku mencintai Tao" semua yang disana terdiam.

"Kami mungkin brengsek, ibuku juga tapi hal yang paling penting didunia ini adalah Tao. Nyonya Huang kau tak perlu khawatir sekalipun aku mengambil tugas Tuan Kim aku tak akan meminta imbalan apapun. Asal aku tahu dia baik – baik saja dan bahagia aku rasa baik aku Sehun ataupun Luhan juga senang melakukan tugas ini"

Jaejoong tertunduk diam. Bisakah ia percaya Kris? Yang notabennya adalah anak dari orang yang hampir membunuh panda kecilnya? Sanggupkah ia? Tapi melihat interaksi panda kecilnya dengan Kris diruang bermain tadi…

Tao tampak bahagia…

Sanggupkah Jaejoong melepas Tao untuk Kris? Atau sanggupkah ia kehilangan senyum Tao selamanya?. Ia sibuk dengan pemikirannya sampai Yunho membisikkan kata penenang.

"Sudah saatnya kita memperbaiki hubungan dengan keluarga Wu boojae, aku melihat kesungguhan didalam mata anak itu. Ia serius. Dan instingku sebagai ayah tak akan meleset" Jaejoong melihat Yunho yang tersenyum padanya. Ia juga melihat Kibum yang tampak putus asa ia cukup kenal istri Kibum dan masa lalunya. Ia cukup tahu akan sulit bagi Kibum untuk melepas anaknya pada pemuda itu karna jelas amanat Kyuhyun mengatakan bahwa ia tak mau anaknya menjadi korban yang sama seperti dia.

Jaejoong juga sama. Bagaimana bisa Jaejoong membayangkan Tao jadi korban pedofilia? Tapi yang tak akan sanggup ia bayangkan adalah ia kehilangan anaknya untuk selama –lamanya. Ia kenal Qian dan tau seberani apa perempuan itu.

Jaejoong mengambil nafas.

"Selagi Tao aman dan baik – baik saja…kuijinkan kau…bersamanya…"

Dan semua yang ada diruangan itu terbelalak kaget. Terkecuali Huang Yunho, ia tersenyum senang mendengar penuturan istrinya.

To Be Countinued

Author's Note : holaa! wah tak terasa Uri Congcaenim sudah sampai chap 8 dan sebentar lagi akan mau selesai/?. bagi yang minta update panjang ini sudah panjang ya kalau mau yang lebih panjang lagi nanti author sodorin Tao ;-;. oh ya admin juga minta maaf baru bisa update sekarang maklum habis UN dan sibuk menulis fanfics baru karna fanfics author yang 'One Find day in Winter' dihapus pihak ffn ;-;. sedih sih bagaimanapun itu fanfics pertama Author tapi yasudahlah tak apa yang penting Author sudah membuat penggantinya judulnya Central Intelligence Agency (CIA) bagi yang berminat silahkan baca teasernya disebelah hohohoho :V. DAN UNTUK PEMENANG CHAP KEMARIN SELAMAT UNTUK V3 .-.v /author telat/ /huuu/ /ditimpuk/

SALAM PANDA TEGUH! :v