Nae Lovely Namja
Summary :
Lee Seokmin seorang flower-boy tingkat sekolah, sedang gencar-gencarnya membuat pikiran dan perasaan Hong Jisoo berantakan bak perubahan iklim ekstrim yang menimpa Indonesia. Kadang penuh akan perasaan aneh yang memabukkan dan kadang perasaan itu hilang entah kemana. Bagaimanakah cara seorang Hong jisoo menghadapi bencana tersebut?
Cast :
Lee Seokmin / DoKyeom
Hong Jisoo / Joshua
Other Member Seventeen
Warning :
Boys Love / Yaoi / Gay / Homo
Komedi Garing / Romance Picisan
Typo bertebaran / Bahasa Labil / Pengarang Males
.
ENJOY PLEASE~
.
.
.
'TAIIIIIIK *poop*'
'Rusuh woy! Kalo mau boker kalem aja dong' - JosHong Grup Chat.
"Ah hong jisoo kutu tapir" dumel seungkwan sambil nepok-nepok paha.
'Tau nih! Kalo udah, tainya tinggal disiram doang' - CeongHan Grup Chat.
'Mungkin taik dia sudah berkerak' - JosHong Grup Chat.
'Geng, Demi 1549 episode sinetron uttaran! Gue ga mau ngebahas taik disini'
'Laaah? Dasar neneknya tapasha! Tadi elu duluan yang nongolin "TAIIIIK" ' - JosHong Grup Chat.
'Jis, "I"-nya kurang dua' - CeongHan Grup Chat.
'Please jangan panggil gue "Jis" ' - JosHong Grup Chat.
Muka seeungkwan jadi merah, dia mencet tombol buat voice note. "AAAAAAAAA! KAMPRET LU PADA DIEM DULU NAPA!"
'Voice Note'
.
'Ampun kanjeng' - CeongHan Grup Chat.
'Ampun kanjeng (2)' - JosHong Grup Chat.
Seungkwan ngetik dengan semangat. Kalo hpnya masih pake keyboard timbul, mungkin udah pada mendem #Tsadis.
'Gue sekelompok sama bernon!'
"Aish! Typo lagih!" seungkwan mau benerin sebelum temen-temennya yang sarap kambuh.
'Bernon? Bernad? Bernad Bear?' - JosHong Grup Chat.
Terlambat, jisoo berhasil lolos(?)
'*Vernon'
'Oh, Kenapa emangnya sama dia?' - CeongHan Grup Chat.
'Dia nembak lu? Cieee~ Pajak jadian boleh lah' - JosHong Grup Chat.
'Hong Jisoo minta dilemparin tombak *angry* '
'Mampus lu Jis wkwkwk' - Ceonghan Grup Chat.
' *Berlindung dari lemparan tombak syetan yang terkutuk* Jadi si vernon knp?' - JosHong Grup Chat.
"Sialan"
'GUE SEKELOMPOK SAMA VERNOOOON! NANYA LAGI, GUE KAMEHAMEHA LU BERDUA!'
'Lah? Yang tadi mah lu bilangnya sama bernon, bukan sama vernon. Yeeee~ *Melet-melet*' - JosHong Grup Chat.
"Iiiiih! MAMAAAAAAAAAAT~" teriakan seungkwan persih sama kayak dio exo yang nyanyi partnya di lagu MAMA.
Brak!
Seungkwan melotot horor, "Mamah?!"
"Kamu teriak lagi, mamah seret ke kandang guguk!"
Brak!
Sepeninggalnya mamah boo, seungkwan langsung ngetik kilat lagi di hpnya.
'Hong, tunggu ajal lu besok pagi di sekolah!'
'Besok? Besokan libur imlek wkwkwk' - JosHong Grup Chat.
"Aish si taik ini"
'BESOK GUE DATENG KERUMAH LU'
'Besok keluarga gue nyepi' - JosHong Grup Chat.
'Jis, gue ikutan nyepi dong!' - Ceonghan Grup Chat.
'Rumah gue terbuka untuk para jomblo *wink*' - JosHong Grup Chat.
Seungkwan baru mau bales dengan kata-kata kasar, eh tiba-tiba ada...
'Voice Note' - Woozi lee Grup Chat.
' *Kapak viking*' - Woozi lee Grup Chat.
'Gue ga mau buka vn itu' - JosHong
'Gue ga mau buka vn itu (2)' - CeongHan
'Gue ga mau buka vn itu (3)'
Setelah itu, Grup chat pun sepi.
Seungkwan tidur, dia ga mau buka vn woozi karena takut mimpi burung /eh/ buruk maksudnya. Mending seungkwan mikirin vernon...
"..."
.
.
.
Besok paginya seungkwan beneran udah ada dirumah jisoo.
Keluarga jisoo beneran lagi nyepi ga?
"Boro-boro nyepi, ini mah rame banget kayak dipasar ikan" ngaku seungkwan.
Keluarga dan sodara-sodara jisoo dari belahan dunia pada dateng kerumahnya. Soalnya sebagian keluarga hong itu adalah seorang pengendara yang mencari kitab suci(?) #Kras. Kalo kata jisoo dalam rangka arisan keluarga yang dimenangkan oleh bunda Hong.
Nah karena rame, mereka berdua ngungsi kerumahnya si jonghan.
"Rumah Jonghaan!" seru jisoo yang lagi dibonceng seungkwan.
"Berisik luh!" dumel seungkwan sambil mulai mengayuh sepedahnya. mencari kitab suci .
.
.
"Wih~ parkirannya penuh sama ferrari" - jisoo.
"Kayaknya keluarga Yoon lagi panen ferrari" - seungkwan.
Rupanya dirumah jonghan juga rame banget sama temen-temen papih yoon. Arisan? Bukan, kali ini dalam rangka merayakan keberhasilan team papih yoon yang memenangkan proyek besar.
.
Akhirnya, setelah berfikir miliaran kali. Mereka mutusin buat kerumah woozi. Tanpa ngasih kabar dulu ke yang punya rumah.
"Entar kalo woozi ngamuk gimana?" - jisoo.
"Pasang badan ajalah" - jonghan.
Dan mereka pun pergi dengan mobil jonghan. Ferrari? Bukan, cuman alpard. /anjay/.
"Sepedah gue?" - seungkwan.
"Derek aja dari belakang" - jonghan. Seungkwan cuman pasang muka 'oke sip'.
.
.
"Ngapain?" tanya woozi yang duduk di singgasana pemilik rumah.
Terus tamunya pada duduk di lantai?
Ya engga lah, mana tega sih woozi? /Iya kan? *ragu*/
Sebenernya main kerumah woozi itu biasa aja, ga ada serem atau tirannya sama sekali. Malahan dapet pelayan bintang lima dari para pelayan disini.
Tapi, ayah lee ini loh. Dia suka banget nimbrung kalau mereka lagi main dirumah woozi. Apalagi pas lagi gak kerja kayak gini. Father kompleks.
Kan jisoo, jonghan dan seungkwan yang cerewet pun jadi segan buat buka mulut. Udah gitu mereka ga pernah berani komplen sama woozi. Ga enak hati.
Tapi untuk hari ini,
Ayahnya woozi baru aja digandeng pergi sama ibu lee.
'IBU LEE PAHLWAN KITA' - JJS. /Jelas Jelas Sengklek #Plak/ (Jisoo, Jonghan, Seungkwan)
.
"Jadi kalian mau ngapain?" tanya woozi untuk yang kedua kalinya.
Seungkwan selaku koordinator unjuk gigi, "Main, hehehe"
"Oh, mau main apa?" tanya woozi sambil minum expreso-nya. Jisoo dan jonghan yang udah pernah nyobain minuman itu langsung nunjukin raut sepet-sepet asem. Untung ga diliat woozi. Bisa-bisa mereka di cekokin expreso 10 galon.
"Ga tau sih hehe". Alis woozi naik satu. "Eummm, Sebenernya gue ngumpulin lu semua karena mau kelarin curhatan gue yang semalem" kata seungkwan, akhirnya.
"Oh yang semalem bikin grup rame sampe hp gue geter dan terjun dari meja ye" curhat woozi.
Ketiganya cuman bisa nyengir. Mau ngakak, sayang nyawa.
Temenan sama woozi itu enaknya gini loh. Menantang maut. Tapi aman. Cuman suka bikin deg deg-an aja sama omongannya. Tapi kebanyakan bulshit. Tapi sedikit yang benerannya itu beuh! Mantap. Berkenan di kulit dan tulang masing-masing. Tapi ga sampe dirawat kok. Paling parah di kompres atau plester /wkwkwk/.
"Yaudah cerita aja" - woozi.
"Eumm... " entah kenapa, feel seungkwan buat curhat udah ilang entah kemana. Mungkin karena tekanan batin kali yak XD. Jisoo yang peka pun ngasih minum expreso ke seungkwan /ini mah iseng XD/. Tapi seungkwan tetep minum, walaupun lidahnya udah goyang pait-pait. "Makasih hong"
"Sama-sama boo" - jisoo.
"Jadi kan gue sekelompok sama vernooon." kata seungkwan sambil melototin jisoo dan jonghan supaya teragedi semalam tidak terulang. "Kalian juga pasti udah dapet kelompok belajar kan?". Ketiga pendengar pun mengangguk. "Nah kelompok belajar ini sampe kita lulus." seungkwan liatin temennya satu-satu. "DAN! Gue udah ngebayangin selama satu tahun, gue bakal berhubungan terus sama vernon"
"Berhubungan badan?" celetuk jonghan yang berhasil memperoleh tatapan leser dari WooKwan dan jempol kramat dari jisoo.
"Lu semua tau kan kalo gue suka sama vernon?"
"Oh jadi lu mau pamer?" tuduh woozi.
"Iya hehehe" rupanya itu bukan tuduhan -".
JiHan udah pasang muka derp. "Boo, sekarang sudah jelas. Bahwa yang kampret itu elu" - jisoo.
Seungkwan ngakak, meski di pukulin bantal sofa sama jonghan. woozi neguk expreso-nya. Sementara jisoo lagi bimbang, antara pamer atau engga kalau dia itu satu kelompok sama seokmin, /ciee~/
Buk!
.
-Flashback-
"Choi Seungchul, bawa kesini daftar kelompoknya" titah Shin seongsanim sambil pake kacamata bulatnya.
Seungchul pasang muka bingung, dia angkat tangan buat instruksi "Kelompok apa, saem?"
Shin seongsanim natap seungchul tajam "Kelompok belajar. Kamu belum buat?"
Seungchul geleng-gelng panik.
Sementara disebelahnya ada seokmin yang lagi ngakak. kepalanya ditaro dimeja, supaya ga ketauan Shin seongsanim.
"Belum. Karena saem belum pernah kasih perintah itu sama saya" protes seungchul.
Kening Shin seongsanim berkerut, "Seinget saya, saya udah pernah kasih tau anak kelas ini" /itu si seokmin, saem XD/
Muka seokmin sendiri seketika tegang. /wkwkw/
"Saya tidak tahu apa-apa saem" saut seungchul.
"Yasudah. Sekarang kalian buat enam kelompok yang berisi enam orang"
"Miss! Kalau misalnya satu kelompok hanya lima orang, boleh?" tanya jooheon si murid kesayangan Shin seongsanim. Iyalah, siapa yang nolak pesona aegyo kukukakang(?)nya jooheon /Kyaa~/
Shin seongsanim liat absen, "Kan muridnya pas ada 36 orang"
Jooheon geleng-geleng imut "Ralat saem. Yang bener itu ada 35 orang. Satu kuda" kata jooheon sambil nengok ke seokmin. Mukanya jooheon udah kayak matador banteng. Ngelek banget dimata seokmin.
"NgeHAHAAHA" sontak seluruh kelas ketawain seokmin yang udah misuh-misuh.
Shin seongsanim cuman geleng-geleng sambil mesem maklum. "Udah. Cepet bawa daftar kelompoknya ke saya"
"Yaaaa~" koor anak-anak kelas.
.
Seketika meja jisoo dan wonwoo dikerubungin kayak tumpukan baju diskon.
"Jeon, aku sekelompok sama kamu ya?"
"Aku juga nu!"
"Jeon wonwoo~"
"Wonu hyung~"
"Hyungnim! Biarkan aku ada dikelompok mu"
"Jeon wonwoo~ aku punya photocardnya seulgi yang baru loh~" orang yang bermodal ini berani kedipin dan colek wonwoo. Kalau ketauan mingyu, bisa-bisa dia di madiin oli panas nih.
Wonwoo pun jadi bimbang.
Sementara jisoo berusaha lepas dari dempetan ketek salah satu temennya. 'Anjrit! Siapapun! Tolongin gueee!'
"Cui! Kalo berdiri liat-liat dong. Itu ada yang nyangkut diketek lu" tegur seokmin yang datang disaat yang tepat.
Teman yang ditegur itu pun angkat keteknya. Dan bener aja ada si jisoo yang mukanya udah sepet banget. "Sorry" katanya ke jisoo.
Jisoo cuman ngangguk sambil angkat tangannya. Kondisi kritis.
Seokmin narik jisoo buat menjauh dari kerumunan."Soo? Lu gapapa? Perlu gue kasih napas buatan?"
Jisoo langsung pulih sepenuhnya. Walaupun dia tau seokmin cuman basa-basi, tapi cara ngomongnya itu manly banget dikuping jisoo. "Engga butuh" kata jisoo sok dingin. Padahal ingin. /ea/
"..."
"..."
Seokmin colek jisoo.
Dengan wajah manly tapi mau(?), jisoo nengok ke seokmin "Apa?" 'Duh! Ini kuda kenapa musti nyengir ganteng sih?!'
"Gue sekelompok sama lu kan?"
Jisoo buang muka, pura-pura liat ke kerumunan kelasnya yang belom bubar. Padahal mau ngumpetin pipinya yang merah dari seokmin /ea/ "Kan udah pernah gue iya-in"
Cengiran seokmin makin lebar, "Ntar kita sekelompok sama seungchul, kihyun, minhyuk. Terus itu si wonwoo itu sepaket sama lu kan?"
Jisoo langsung melotot 'WONWOO!'
Seokmin yang ngeliat jisoo tiba-tiba tegang, ngerasa aneh "Kenapa, jisoo?"
Jisoo nengok cepet ke seokmin "Gue belom ngajak wonwoo"
Mata seokmin melotot, mulutnya mangap tidak karuan "WHATS?"
Jisoo yang tiba-tiba melihat sosok valak dalam diri seokmin pun langsung lari ke tempat duduknya. 'Semoga wonwoo masih inget sama gue'
Satu persatu anak-anak yang ngerubungin wonwoo di tarik mundur sama jisoo. Sampai dia bertatapan sama wonwoo. "Wonwoo!" . Wonnwo kaget liat jisoo -kayak- kesurupan. "Lu sekelompok sama gue. Ya?"
'Anjir! Puupy eyesnya jisoo?!' wonwoo sempat ada rasa ingin memiliki jisoo. Tapi ditepis begitu kebayang eksotisnya kulit mingyu. "Pasti lah"
Jisoo melorot lega. Untung celananya ga ikutan XD /Kyaa~/
Padahal kemaren jisoo ngerasa dipermainin sama seokmin. Tapi kali ini dia -kayak- perjuangin banget buat sekelompok sama seokmin dan berusaha untuk ga ngecewain seokmin.
-flashback end-
Buk!
Buk!
Selama flashback jisoo, jonghan masih nafsu buat gebukin seungkwan yang pasrah dan tabah.
"Geng, sebenernya gue juga sekelompok sama seokmin" pamer jisoo, akhirnya.
Bruk!
"Lu gebuknya beringah banget sih!" omel seungkwan yang bangkit dari jatuhnya akibat serangan Jonghan duchman.
"Serius luh jis?" - jonghan.
Jisoo ngangguk.
"Wah bisa-bisa program move on lu gagal, hong" ledek seungkwan yang udah duduk diposisi normal.
"Ngomongin soal seokmin, gue ngerasa ada sesuatu yang harus gue bilang ke elu jis" kata jonghan sambil garuk-garuk rambut. Jangan kira jonghan kutuan. Karena jonghan lebih milih ternak kelinci dari pada kutu.
"Udahah! Gue ga mau bahas dia dulu." seru jisoo. Yang lain diem. "Mumpung ortu woozi lagi pergi, mending kita senam air yok. Gue ada gerakan senam baru nih"
"Emangnya lu bawa baju ganti?" - seungkwan.
"Yaelah, pake boxer aja. Ntar pulang ga usah pake boxer" sahut jisoo simple. Tapi menyulut amarah warga.
"Enak aja luh! Gue ga mau 'itu' gue ke jepit gara-gara ga pake boxer" protes seungkwan.
Jisoo nge-derp, "Pake celananya pelan-pelan dong sayang. Atau mau om pakein?"
Seungkwan jijik liat alis jisoo yang naik turun. 'Sugar daddy?!'
Bruk!
"Aduh! YEH! DAsar..." jisoo mau ngomel, tapi ketahan diujung. /duh XD/ . Rupanya yang nimpuk dia dengan keteguhan iman adalah woozi.
"Apa?! Dasar bule mesum!"
Jisoo hanya mampu manyun-manyun begitu diomelin woozi.
"Kalo lu semua mau berenang, ntar gue pinjemin baju sama celana buat renang" tutur woozi. Tiba-tiba rasa gondok jisoo kepada baginda woozi hilang dibawa kentutnya.
Wajah jisoo berseri-seri, "Pinjemin boxer lu aja, zi."
"Ok jangan nyesel ya" woozi pun pergi dari ruang tamu.
Seungkwan merasa aneh dengan kata-kata terakhir woozi. 'Jangan nyesel? Apa dia mau minjemin baju limited edition-nya? Ah tapi setau gue, sekaya-kayanya temen gue. Bajunya masih di merek standar kok. Bodoah!'
Jisoo sendiri udah buka baju otw buka celana levisnya. Tapi ditengah jalan(?), dia liat jonghan yang lagi bengong. "Han!"
Jonghan tersadar."?!" dia kaget liat jisoo yang udah setengah telanjang. Dan hampir aja jisoo mau dia tampar karena buka aurat disembarang tempat. "Lu ngapan jisooo?!"
"Lah? Kan kita mau senam air".
Jonghan mikir. 'Gue kan ga bawa baju ganti'
"Soal baju, tenang aja. Woozi bakal minjemin kita"
"Oh~"
.
.
'Demi tiket mudik ke LA yang mahal. Niat gue cuman mau senam air bareng temen-temen ogeb gue.' batin jisoo yang udah ada kolam renang, nutupin dadanya sambil pengen nangis. 'Dan bukannya mau pamer badan sama manusia-manusia itu~' "Haaah~ Mamiiih~" ringis jisoo sambil remes-remes 'punya' seungkwan tangan seungkwan.
'Seharusnya tadi gue ga ngikutin saran bule ini!' batin seungkwan yang sama nasib dan perasaan(?)nya kayak jisoo.
.
Rupanya, setelah sepuluh menit jisoo, jonghan dan seungkwan nyebur dikolem. Woozi dateng bawa pacarnya beserta rombongan kawan-kawan marawis hoshi.
Jadilah sekarang jisoo dan seungkwan mojok di pinggir kolam yang kelam.
.
Jonghan lagi ditahan seungchul disisi lain dari zona aman JiKwan.
"Kok baju kamu dipake lagi sih, han?" - seungchul.
"Kenapa emangnya? Mau mesum ya?!" - jonghan.
Seungchul mesem-mesem.
Jonghan langsung nunjukin bogemnya.
.
Woozi sama hoshi lagi main DJ-DJ-an(?).
"Yang, ini kan sabtu ceria. Aku setel lagu shinee ya?" rayu hoshi sambil colek-colek dagu woozi.
Hari ini woozi manis banget pake baju rumahan.
"Terserah, tapi pembukaan dan seterusnya pake lagunya sistar ya" kata woozi sambil benerin letak kaca mata hitamnya.
"Itu mah bukan terserah, yang" dumel hoshi, pelan.
.
Jun sama minghao lagi berduaan di meja jamuan dadakan yang muncul dua menit lalu, the power of orkay.
"Hao, apapun yang terjadi. Kamu jangan pernah minum itu" - jun.
Minghao ngeliatin minuman yang jun maksud, "Kenapa emangnya ge?"
"Pokonya jangan diminum deh. Kamu ga bakalan kuat hao"
Minghao natap tajam ke jun, "Gege jangan ngeremehin aku dong. Apa galeri piagam wushu minghao itu kurang meyakinkan gege?!" minghao ambil minuman itu. "Aku masih bisa minum minuman selain susu sirsak kok. Apalagi kalau cuman segelas kecil gini" minghao pun menegak minuman tsb.
Brush!
"PAIIIIIT~" rengek minghao.
"Kan gege udah ngelarang hao. Kamu tuh ga bakalan sanggup minum expreso. Lagian si woozi ini ada-ada aja, masa tamunya masih pada piyik gini dikasih expreso" - jun.
Minghao goyang-goyangin tangan jun, "Gege beliin aku susu sirsak, sekarang!"
'Tuhkan, jadinya ngeribetin' batin jun.
.
Mingyu lagi maksa wonwoo buat buka baju /ehh?/ mau ngajarin berenang katanya /oh~/.
"Ayo dong, ay. Kamu ga usah khawatiran baju ganti. Aku udah siapin baju couple nih" rayu mingyu sambil nunjukin boxer mickey-minnie mouse./niat banget dia XD/
"Kamu aja deh yang berenang, aku ngeliatin dari pinggir." tolak wonwoo, malu-malu.
"Kalau kamu takut tenggelem, nanti kamu aku peluk terus" /Ahanjir mingyu modusnya level dewa XD/
Muka wonwoo udah merah. "Yaudah"
'YES! Happy hollyday mingyu' batin mingyu sambil mesem-mesem.
.
Sisanya, Seokmin, vernon sama dino lagi main air. Tepatnya seokmin sama vernon lagi main(?) dino dalam air.
Asal dino mau naik keatas, langsung didorong vernon atau ditarik seokmin dari bawah. #PoorDino.
"Hyuuung~ kalo narik aku lagi. Aku aduin mamah ya" akhirnya dino berontak.
"Kalo masih ada tenaga buat ngadu" seokmin nunjukin smirknya. Dia berani gini karena tadi mamah lee bilang kata-kata mutiara...
"Tolong kamu ajak si dino keluar. Suruh gerak. Jangan diem mulu kayak gitu. Mamah ga mau saingin montok sama anak sendiri" mamah lee's command.
"Hyuuuung~" dino kabur dari ketiranian kakak dan partner kakaknya.
Seokmin plus vernon ngikutin dino sambil cecekikan. Auranya udah kayak pedopil yang sedang mencari mangsa. /kayak lagu..?/
.
"Hyung, lindungi aku hyung!" - dino.
"Dino kamu tuh kalo minta perlindungan sama tuhan, jangan jadi musyrik" - jisoo.
"Hong, gue denger lu kotbah lagi. Gue cubit itu lu" ancam seungkwan.
Jisoo mengkeret.
Dan dino berlindung dibalik punggung mulus jisoo dan seungkwan. Otomatis...
Seokmin dan vernon juga otw JiKwan.
Seungkwan yang liat vernon lagi jalan kearahnya, refleks udah balik badan dan berlindung dibalik jisoo. Tinggallah jisoo yang lagi melotot horor menjadi benteng utama.
Tiga langkah didepan dari jisoo, ada seokmin dengan tampang ambigu. Karena tiba-tiba wajahnya tertutup kedua telapak tangannya. Kan jadi ambigu saya :3 #Kras
Dibelakangnya ada vernon pasang muka ga terima. /Emang dikasih apa dia? :v/. Dia ga terima dikasih pemandangan DiKwan yang hadep-hadepan dengan jarak setipis triplek. Hampir aja skinship. "Diki, adek lu ternyata udah gede ya"
Seokmin nengok ke vernon, masih dengan wajah tertutup tangan. "Masa sih?" seokmin negok ke bawah.
Jisoo yang lagi deg-deg-an pun sempet-sempetnya nengok ke 'situ'. Mukanya langsung merah.
"syukurlah kalau dia tumbuh sehat" - seokmin.
Plak!
Vernon nepok pundak seokmin. "Maksud gue itu si dino noh! Lagi skinship sama seungkwan"
'APA?!/WHATs?!' seungkwan sama dino refleks dorong-dorongan dan berimbas pada jisoo yang lagi berdiri kemayu. Terdorong kedepan.
.
Jatuh dipelukan seokmin.
Jisoo ga kuat buat angkat muka dari dada seokmin /Jisoo mulai modus XD/. Rasanya didada seokmin ada magnet yang menarik jisoo buat terus lama-lama didada seokmin.
Seokmin sendiri yang jadi landasan jatuh jisoo, refleks meluk punggung jisoo. Tangan seokmin juga berasa distreples di punggung mulus jisoo.
.
"Oemji..." seungkwan bingung harus ambil tindakan apa, setelah melihat seoksoo. Dia merasa bertanggung jawab karena udah ngedorong jisoo. Tapi di lain pihak, dia mau liat adegan seoksoo yang lebih hot. Dan malah sekarang kalau boleh, dia mau gabung seoksoo barengan cogan didepan sana. 'Dia ngeliatin gue! Mungkinkah ini sinyalnya?' . Manusia memang mudah berubah. Tadi seungkwan takut buat ngeliat/diliat vernon, eh sekarang malah minta 'gituan'.
.
'Sadar hong jisoo! Lu mau move on dari dia!' jisoo lepasin tangannya dari pundak seokmin dan pindah kepinggang seokmin, ini ceritanya dia mau ngedorong seokmin menjauh /Anjir modusnya si jisoo, bisa bisa XD /. "Seokmin, please fo-"
LETS GO!
TOUCH MY BODY~ BODY~
TOUCH MY BODY~ BODY~
TOUCH MY BODY~ BODY!
'Anjir! Lagunya!' - jisoo, seokmin, seungkwan, vernon, dino.
Byur!
Jisoo kabur setelah dorong seokmin sampe tiduran dikolam renang.
"Hong jisoo!" seungkwan ngibrit ngikutin jisoo.
"Hyung!/Seokmin!" dino sama honsol buru-buru nolongin seokmin. Takutnya seokmin keenakan tiduran didalem kolam kan bisa bahaya.
"Uhuk! Uhuk!"
"Minum hyung! Minum!" dino dorong kepala sokmin kekolam. Tapi langsung kena tebasan tangan seokmin.
"Gue bukan lagi keselek bakwan, dino!" seokmin gondok.
"Udah ayo naik" ajak vernon sambil seret seokmin dan adik kesayangan -mamih-nya.
.
Sementara itu, jisoo dan seungkwan lari-larian dipinggir kolam. Ga tau maksudnya apa.
Tapi jonghan yang notice mereka itu ngambil hikmah kalau jisoo lagi kepedesan, soalnya mukanya merah banget. "Jisoo~jisoo~. Padahal udah gue ingetin berkali-kali kalau buah yang bentuknya kayak p**** seungkwan itu namanya cabe. Tapi masih aja dikira anggur lonjong. Bener-bener nih, bikin repot orang aja" jonghan bangun dari duduknya.
"Mau kemana, han?" seungchul nahan tangan jonghan.
Jonghan nunjuk JiKwan.
Seungchul ngeliatin JiKwan tapi pegangannya ke jonghan belum lepas. Dia nunduk sambil ngehela napas. "Han, walaupun mereka manis-manis kayak tomat berjalan, tapi tetep kamu yang aku inginkan" seungchul senyum ke jonghan. 'Dafuq! Bahaya!'
Byur!
Dengan muka nge-derp, jonghan pergi nyusul JiKwan setelah ngedorong seungchul ke kolam.
.
.
Dirumah kaca punya keluarga lee,
JiKwanHan cross, mengadakan perkumpulan dadakan.
.
Jadi tadi setelah jonghan berhasil nyamperin jisoo, dia langsung ngeluarin nasehatnya, "Jis! Keluarin lidah lu juga biar pedesnya cepet ilang"
Jisoo ngeliatin jonghan dengan tatapan terkejut "Lu kok ada disini?" jisoo udah berhenti lari.
"Gue ga nyangka efek kepedesan cabe bisa buat lu lupa ingatan sesaat, jis" - jonghan.
"Gue ga lagi kepedesan"
"Terus lu ngapain setengah telanjang, muka merah sambil lari dipinggir kolam?"
Jisoo panik dan liat sekitar. Disekelilingnya banyak orang, walaupun ga pada merhatiin dia. Tapi disini banyak orang. Belom lagi masih ada seokmin yang lagi nolongin seungchul keluar dari kolam 'Dan gue lari-lari dengan kondisi begini?! Gosh!' jisoo langsung meluk jonghan.
"Duh, akhirnya lu berhenti juga, hong" kata seungkwnan yang baru nyampe(?) sambil nyerahin handuk kejisoo.
Jisoo lepasin pelukannya ke jonghan dan make handuk itu buat nutupi badannya.
.
"Gue ga kuat kalau kejadian begini keulang lagi" curhat jisoo sambil ngumpetin wajahnya di dengkulnya. /tau posisi yang saya maksud kan?/
"Jis, Gue jadi keinget sama cerita seokmin?" - jonghan.
"Cerita? Jangan bilang cerita tentang rubah yang terkurung dalam tubuh anak kucing?"
Jonghan getok kepala jisoo "Gak! Bukan itu. Tapi cerita tentang masa lalunya"
.
Jonghan pun menceritakanpertemuan seokmin dengan jun.
"Gila! Mereka klop banget! Ngatau apa yang diomongin, tapi akur. Ah.. Gue makin pundung"
.
Terus jonghan juga cerita kedatangan orang kedua, minghao. Seokmin dan jun yang mulai menjauh. Terus seokmin yang sempet jadi anak desa. Sampe seokmin yang mtusin buat nunggu jun. Meski udah tau kalau jun udah jadian sama minghao. Karena selama janur kuning belum melengkung, seokmin ga akan nyerah buat nuggu jun.
"Amazing! Padahal seokmin sama minghao itu satu geng. Dan yang selama ini gue liat itu, seokmin akur sama minghao. Gila! Sumpah si seokmin pantang banget"
"Jadi? Apa hikmah yang bisa kau ambil dari cerita ini, anak ku?" - jonghan.
"Aku akan terus berusaha mendapatkan keinginan ku tanpa rasa baper ataupun dendam, ibu peri" - jisoo
"Very Nice"
.
.
.
tbc.
Q : Apakah ceritanya udah melenceng dari summary?
Sekian.
TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA *BOW*
-I LOVE ME-
