DAYDREAM

cast:

CHO KYUHYUN

LEE SUNGMIN

OTHER CAST

Rate: T


"Saya permisi dulu, Tuan."

Cklek.

Sekretaris muda itu menutup pintu ruang direktur utama di gedung kantor ini. Menyisakan dua lelaki yang mempunyai wibawa dan aura ketenangan yang sama. Selama beberapa detik, mereka hanya membiarkan mata mereka saling memandang. Pandangan dengan arti yang berbeda-beda.

"Silahkan duduk, Tuan Cho."

Tuan Cho tersenyum dan mengangguk. Mendudukan dirinya di depan Tuan Lee. Hanya meja yang membatasi mereka.

"Apa kabar anda, Tuan Cho?" tanya Tuan Lee dengan suara tenang. Padahal hatinya sudah penuh dengan tanda tanya.

"Baik, sangat baik." Tuan Cho kembali tersenyum, "tapi mungkin putra saya yang tidak baik."

DEG

Benar dugaan Tuan Lee, Tuan Cho datang kemari bukan hanya untuk berkunjung layaknya sahabat. Pasti ada maksud lain. Ya, Kyuhyun. Kyuhyun yang telah ia buat sakit hatinya. Kyuhyun yang telah ia rebut seluruh kebahagiaannya.

"Tidak usah memasang wajah bersalah seperti itu, Chun Hwa-ssi. Aku tidak akan menyalahkanmu. Ya, walau aku sangat marah padamu." ujar Tuan Cho dengan nada santai. Dia tidak ingin hubungan baiknya dengan Tuan Lee rusak karna dia tidak dapat mengontrol emosinya.

"Mianhae, Yeung Hwan-ssi." Tuan Lee menundukkan kepalanya dalam-dalam. Dia terlihat sangat lemah dihadapan temannya ini. "Percayalah, aku punya alasan."

"Ne, arra. Tidak ada orangtua yang ingin anaknya seperti itu." Tuan Cho memandang ke arah jendela di luar sana. Bibirnya menyunggingkan senyum tipisnya. "Ingin rasanya aku menukarkan ragaku untuk menerima hukumannya, menggantikan Kyuhyun agar dia terus bahagia."

Tuan Lee mendongakkan kepalanya, menatap heran sekaligus kagum pada orang dihadapannya. "Kau rela Kyuhyun masuk neraka?"

Pandangan Tuan Cho teralih kembali pada Tuan Lee yang sedang menatap heran kepadanya. Dia terkekeh kecil sebelum menjawab, "Hanya Tuhan yang tahu dimana Kyuhyunku dan Sungminmu akan melanjutkan hidupnya nanti."

"Tapi, hubungan mereka terlarang." Lirih Tuan Lee.

"Setidaknya aku masih bisa melihat kebahagiaan yang luar biasa dari mata mereka, dibanding hubungan yang tidak terlarang." Ujar Tuan Cho. Matanya terus memandang lelaki dihadapannya dengan penuh harap.

"Aku mohon. Bukan hanya untuk Kyuhyunku, tapi untuk Sungminmu juga. Kebahagiaan mereka adalah prioritasku." Senyum penuh kewibawaan itu lenyap dari wajah sang Pemilik Yayasan Pendidikan. Digantikan dengan wajah penuh harap dan sarat akan kesedihan.

"Aku..tidak bisa. Aku tidak bisa melihat Sungmin akan terpuruk nantinya bila public mengetahui hubungan mereka.." tutur Tuan Lee sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Berdirilah disampingku. Berdirilah dibelakang mereka. Mendukung saat tidak ada satupun yang memihak pada mereka." Tuan Cho menunduk, sangat menunduk. Kedua tangannya menggenggam. Tidak pernah dalam seumur hidupnya dia memohon seperti ini. Hanya untuk kebahagiaan sang putra bungsu, dia mampu meruntuhkan harga dirinya.

Lama mereka diam. Tidak ada satupun yang berniat untuk berbicara. Sampai..

"Pulanglah, Yeung Hwan-ssi."

Tuan Lee membuang muka penuh sesalnya saat Tuan Cho menatap heran kepadanya.

"Pulanglah. Kau harus kembali bekerja, bukan?"

Tuan Cho menghelakan nafasnya sebelum dia berdiri.

"Aku harap kau masih mau melihat kebahagiaan Sungminmu, Chun Hwa-ssi. Annyeong."


"KYAAAAA!OPPA!"

"SJ SJ SJ SJ!"

Teriakan para fan-girl Super Junior mulai membahana saat ke sepuluh member berdiri di atas panggung dan membungkukkan badan kepada ribuan Elf yang senantiasa berada di samping mereka.

Hari ini seluruh member Super Junior menghadiri acara fansigning yang didatangi sekitar 2000 Elf. Semuanya terlihat bahagia karna bisa bertatap muka lagi dengan para fans yang selalu menjadi pelindung dan penyemangat mereka.

"Oppa, bisakah kau menulis wine couple di atas tanda tanganmu?"

Salah satu fans bertanya kepada Sungmin saat Sungmin mulai menggerakan tangannya membentuk tanda tangan di atas album Mr. Simple bercoverkan dirinya.

Sungmin hanya tersenyum miris dan mulai menulis wine couple beserta tanda Love di akhirnya. Kyuhyun yang tepat berada disampingnya hanya tersenyum simpul karna sempat mendengar permintaan salah satu vitaMIN itu.

"Oppa, teruslah menjaga Sungmin Oppa."

Kyuhyun terkekeh kecil mendengar permintaan seorang sparKYU yang menunggu dia menyelesaikan tanda tangannya. Kyuhyun mengangguk dan menjawab dengan senyuman di bibirnya, "ne. Aku akan menjaga Sungminnie."

Entah Sungmin yang berada disampingnya mendengar pembicaraan ini atau tidak. Kyuhyun hanya ingin semua Kyumin Shipper tahu kalau dia akan selalu menjaga Sungmin mereka.

"Haaaah, akhirnya selesai juga. Tanganku sangat lelah~" Sungmin meregangkan tubuhnya ke kanan dan kiri saat melihat ruangan itu sudah kosong. Menyisakan kesepuluh member dan beberapa staff yang sedang sibuk dengan kerjaannya.

Kyuhyun tersenyum simpul melihat Sungmin. Ingin rasanya dia mendekati Hyungnya itu dan memijat bahunya, kebiasaan Kyuhyun bila Sungmin sedang mengeluh kelelahan. Sebenernya bila Sungmin tidak mengeluh pun Kyuhyun akan memberikan pijatan gratis pada namja yang menyita hatinya tersebut. Sebisa mungkin dia akan menjaga kestabilan stamina Sungmin yang sering kali tidak diperhatikan oleh pemiliknya.

Tapi, bisa apa dia sekarang? Bahkan Sungmin tidak mengajaknya berbincang saat acara ini berlangsung. Mereka duduk bersebelahan dan tidak jarang Kyumin Shipper meminta mereka untuk melakukan fanservice, namun Sungmin hanya tersenyum. Bersikap seakan Kyuhyun sama dengan para member lainnya, bersikap kedekatan dia dan Kyuhyun hanya fanservice belaka di atas panggung.

"Kau lelah, Hyung?" tanya Kyuhyun. Di arahkannya bangkunya menghadap Sungmin yang masih merentangkan tangannya ke atas.

Sungmin mengangguk, "ne."

"Kau mau ak-"

Tiba-tiba Sungmin berdiri dan menghampiri Donghae. Berbicara sesuatu dan tertawa bersama. Meninggalkan Kyuhyun yang belum sempat menyelesaikan omongannya.

Kyuhyun tersenyum miris saat melihat sikap Sungmin yang seakan menjauhinya.

Apakah kau ingin melupakanku, Hyung?

Sungguh, jangan seperti ini.

Biarkan hubungan itu saja yang berakhir,

Jangan sampai perasaan kita ikut berakhir, Hyung..

Kyuhyun terdiam sesaat sebelum melangkah kakinya keluar dari ruangan itu. Sungmin melirik pergerakan Kyuhyun, pandangannya benar-benar tidak bisa lepas dari namja itu, hanya saja, Sungmin dapat mengontrolnya.

"Pergi sana, kembali ke tempatmu, Hyung."

Donghae menyibakkan tangannya kepada Sungmin. Donghae tahu kalau Sungmin menghampirinya hanya untuk menghindari Kyuhyun, setelah dia melihat Kyuhyun keluar, namja ikan itu segera mengusir Sungmin agar Eunhyuk dapat menduduki bangkunya kembali.

"Iya, Iya. Kau ini, tidak bisakah bersikap sopan pada Hyungmu?" cibir Sungmin sambil berdiri. Saat dia ingin kembali ke kursinya, tangan Donghae segera memberhentikannya.

"Tunggu, Hyung."

"Eng?"

"Jangan sakiti dirimu sendiri. Walaupun kau tersenyum, aku bisa melihat luka yang lebar di mata mu saat kau memandangnya." Donghae melepas pegangannya pada pergelangan tangan Sungmin. "Aku tidak mau Hyung dan dongsaeng kesayanganku tersakiti."

Sungmin tertegun mendengar ucapan Donghae. Dia tidak beranjak dari tempat dia berdirinya. Matanya berputar-putar seperti ingin mengalihkan pikiran. Dengan satu helaan nafas, dia balikkan badannya.

"Percayalah, ini yang terbaik."

Donghae menyunggingkan senyum yang meremehkan, "dimana baiknya? Saling menyakiti hati satu sama lain. Katakan padaku, dimana letak terbaiknya?"

Eunhyuk dan Shindong yang sedari tadi melihat obrolan Sungmin dan Donghae ikut tertegun mendengar pertanyaan Donghae yang seperti out of character. Apalagi saat mereka melihat ekspresi Sungmin yang seperti menahan tangis.

"A-aku.."

"Katakan dan jelaskan itu pada Appamu, Hyung. Jelaskan dan yakinkanlah dia sebelum kau menghadiri pemakaman Kyuhyun yang tidak bisa menahan sakit terlalu lama." Donghae berdiri dan mulai berjalan meninggalkan Sungmin.

Tangan Sungmin terkepal kuat mendengar perkataan Donghae, "Hae-ah.."

"Hm?" gumam Donghae tanpa membalikkan badannya.

"Aku juga menahan sakit di sini.. Sungguh, ini sangat sakit." Tangan kanan Sungmin meremas kuat kemejanya di bagian dada. Tubuhnya bergetar menahan tangis.

"Benarkah? Kalau begitu, hilangkan sakit itu, Hyung." Donghae memutar kepalanya menghadap Sungmin, "secepatnya."


Don't try too hard to get far away

My body has already broken into pieces just like you want

I can't go a step closer to you


Jam sudah menunjukkan pukul enam sore, seluruh karyawan perusahaan yang bergerak di bidang e-billing ini pun sudah melangkah kakinya menuju masing-masing.

Namun, sang direktur utama, masih berdiri mematung menghadap jendela yang menampilkan ribuan kelap-kelip lampu dibawahnya.

FLASHBACK ON

"CHUKAE UNTUK KESUKSESAN SORRY SORRY!"

Seluruh orang yang berada di taman itu bersulang riang. Wajah mereka berbinar-binar dan tawa lepas dari mulut mereka.

Super Junior mampu menggebrak kembali dunia musik dengan album ketiganya, dan kesuksesan ini pun dirayakan dengan keluarga mereka di taman milik Tuan Choi yang sangat luas.

Tuan Lee melangkah kakinya menuju sang putra sulung yang terlihat sedang memilih-milih makanan. Namun langkah nya terhenti saat melihat seorang pemuda berambut ikal coklat menghampiri putranya.

"Kau ini. Jangan banyak-banyak makannya." Kyuhyun, pemuda itu, berkata sambil tersenyum manis pada Sungmin. Tangannya terangkat untuk mencubit pipi Sungmin yang terlihat menggembung.

"Aku lapar, Kyunieeee." Sungmin mengerucutkan bibirnya. Kyuhyun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Kini tangannya berpindah untuk merangkul pinggang sang namja kelinci.

Tuan Lee masih belum melepaskan pandangannya dari kedua orang dihadapannya.

"Apa kau sudah makan?" tanya Sungmin, kepalanya menoleh ke arah Kyuhyun yang berjarak dekat dengannya.

"Belum. Eomma dan Kim Ahjumma sedari tadi mengajakku ngobrol, aku jadi tidak sempat makan." Jawab Kyuhyun sambil tersenyum manis pada Sungmin.

"Kau ini, tadi siang kan kau lupa makan karna keasyikan bermain dengan Changmin. Sekarang kau harus makan!" Sungmin agak menaikkan nada bicaranya.

Kyuhyun makin mengeratkan pelukannya pada pinggang Sungmin. Mengecup sekilas puncak kepala Sungmin yang lebih pendek darinya. "Aku tidak akan sakit bila kau yang menjagaku."

Pipi Sungmin langsung merona hebat, dia memalingkan wajahnya dari hadapan Kyuhyun.

"Wae? Kau malu, Hyung? Aigoo." Goda Kyuhyun.

"Aish. Buka mulutmu." Sungmin menyendokkan sendok berisi kimbab ke Kyuhyun. Kyuhyun menarik kedua ujung bibirnya, membentuk suatu senyuman tulus sebelum dia membuka mulutnya.

Berjarak tidak jauh di belakangnya, Tuan Lee masih membatu. Pancaran kebahagiaan dari mata Sungmin dan Kyuhyun dapat dia lihat dengan jelas. Walaupun dia sering melihat Sungmin tersenyum, namun kali ini berbeda. Senyum Sungmin begitu tulus di hadapan Kyuhyun. Sorot mata Sungmin begitu penuh cinta saat memandang Kyuhyun.

FLASHBACK OFF

"Hikss.. Mianhae, Sungminnie.."

Airmata Tuan Lee kembali mengalir di pipinya. Rekaman memori tentang kebahagiaan Sungmin dan Kyuhyun yang sempat dia lihat begitu saja terputar kembali di otaknya. Membuat rasa bersalah makin membuncah yang berujur penyesalan.

"Mianhae, Kyuhyun-ah.."

Bibir itu terus bergumam meminta maaf. Entah pada siapa. Hanya dia seorang diri yang berada diruangan ini.

"Maafkan Appa.."


Annyeoooooong."

Sungjin membungkukkan badannya pada Ryeowook, Yesung, Donghae, dan Eunhyuk yang sedang berada di ruang tengah Apartment lantai 11. Sungjin datang bersama Shindong yang tidak sengaja bertemu di lobby.

"Sungjin-ah~"

Ryeowook berdiri dan memeluk tubuh dongsaeng dari Hyung tersayangnya itu. "Apa kabar?"

Sungjin tersenyum lebar, "aku baik-baik saja, Hyung."

"Duduklah, Sungjinie." Donghae menggeser badannya agar Sungjin bisa duduk disampingnya. Sungjin pun menghampiri Donghae, Eunhyuk, dan Yesung yang masih di depan tv.

"Hyungmu tidak ikut?" tanya Yesung.

"Tidak. Sungmin Hyung menjadi pemurung dan penyendiri semenjak berpisah dari Kyu Hyung. Dia hanya keluar kamar bila sudah waktu makan atau ada pekerjaan. Selebihnya, aku bisa mendengar isakan tangis dari dalam kamarnya." Jelas Sungjin dengan raut cemas. Keempat Hyung yang berada di depannya pun tidak kalah cemasnya. Sampai kapan akan terus seperti ini.

"Disinipun kau bisa mendengar isakan tangis dari dalam kamar." Ujar Eunhyuk. Sungjin menaikkan satu alisnya. "Maksud Hyung?"

"Dari dalam kamar itu, kau bisa mendengar nyanyian yang terdengar miris di hatimu. Mungkin keadaan orang di dalamnya tidak jauh dari Hyungmu. Tapi aku berani bertaruh, orang itu lebih menderita." Eunhyuk menunjuk suatu kamar yang terpampang 'KYUMIN ROOM' di depan pintunya.

Sungjin terdiam. Sebenarnya tujuannya ke sini juga bukan untuk mengunjungi atau bermain. Dia ingin melihat keadaan Kyuhyun. Dia ingin memastikan bahwa Kyuhyun mampu bertahan sampai ini selesai. Ya, walah Sungjin tidak tahu kapan ini akan selesai.

"Aku ingin menemui Kyu Hyung, boleh?"

.

.

Cklek.

Sungjin membuka pintu itu tanpa meminta ijin terlebih dahulu. Ryeowook sudah mengatakan bila Kyuhyun tidak akan membukakan pintu bila sudah berada di kamar.

"Kyu Hyung?"

Sungjin mengedarkan pandangannya pada penjuru kamar ini namun dia tidak menemukan Kyuhyun. Sesaat matanya teralihkan pada pintu balkon yang terbuka.

Kakinya melangkah pasti pada balkon itu. Saat sudah sampai di pintu balkon, Sungjin dapat melihat punggung seorang namja yang sangat ia kenal.

"Hyung, kulitmu bisa terbakar bila berada di bawah terik matahari seperti ini." Sungjin menyentuh pundak Kyuhyun. Membuat namja berkulit salju itu tersadar dari dunianya.

"Sungjinie?"

Sungjin mengangguk, "Apa kabar, Hyung?"

Kyuhyun tidak menjawab. Pandangannya dia alihkan lagi pada jalan raya Seoul di siang hari. Perlahan mulutnya terbuka, "bohong bila aku mengatakan aku baik-baik saja."

Sungjin tersenyum pahit mendengar jawaban Kyuhyun. Ternyata sama saja dengan sang kakak.

Sungjin teringat lagi pada maksud tujuannya kesini. "Hyung, ada yang ingin aku katakana padamu."

Kyuhyun menoleh pada Sungjin yang berada di sampingnya. "Mwo?"

"Appamu menemui Appaku, Hyung."

Namja yang berada di depan Sungjin melebarkan matanya. wajahnya benar-benar terkejut mendengar Appanya menemui Appa Sungjin yang berarti Appa Sungmin.

"Mereka membicarakan apa?" tanya Kyuhyun.

"Hubunganmu, Hyung."

Kyuhyun terlihat berpikir. Kedua Appa saling bertemu untuk membicarakan hubungan dia dan Sungmin. Harusnya dia bahagia, bisa saja membicarakan hal yang bagus. Namun entah kenapa, dia malah merasakan dadanya semakin sesak.

"Appa tetap mempertahankan Sungmin Hyung."

DEG

Refleks, Kyuhyun menarik satu ujung bibirnya. Seringainya tidak menakutkan sekarang, malah menyedihkan. Dia sudah tahu kalau akan seperti ini pada akhirnya.

"Aku tidak akan mengambil Hyungmu.." lirih Kyuhyun. Sungjin tidak menanggapi lirihan Kyuhyun. Matanya ikut memandang Seoul dari lantai 11. Mengikuti Kyuhyun yang sedari tadi betah dengan posisi ini.

"Apa Hyungmu baik-baik saja?" Kyuhyun melirik Sungjin yang masih terdiam.

"Bohong bila aku mengatakan dia baik-baik saja." Jawab Sungjin yang menyamai jawaban Kyuhyun sambil tersenyum untuk mencairkan suasana. Kyuhyun pun ikut tersenyum walaupun kaku.

Sedetik kemudian pemuda berbeda usia itu terdiam lagi. Berdiri bersampingan sambil menatap ke bawah, suasana jalanan yang ramai oleh pejalan kaki atau transportasi. Mereka tenggelam pada pikiran masing-masing. Walaupun mereka sama-sama memikirkan hal yang sama.

"Sampaikan padanya untuk terus tersenyum apapun yang terjadi." Kyuhyun mengambil jeda sejenak. "Tolong jaga dirinya, Sungjin-ah."

"Masih ada kau yang menjaganya, kenapa harus aku?"

"Sangat sulit untuk menggapainya saat ini, Sungjin-ah."

Sungjin mengangguk. Dia mengerti maksud Kyuhyun tanpa harus diberi penjelasan.

"Hyung."

"Ya?"

"Percayalah, masih ada aku dan Hyungdeul yang menjaga kalian."


"Kyuhyun belum keluar kamar juga, Hyung?"

Ryeowook bertanya pada Yesung yang sibuk mengurusi kandang ddangkoma. Yesung hanya menggeleng.

"Aku khawatir."

"Bukan hanya kau saja yang khawatir, Wookie. Seluruh member termasuk Sungjin sangat mengkhawatirkan keadaannya. Dia tidak akan keluar kamar selain karna pekerjaannya. Entah apa yang dia kerjakan di kamarnya." Yesung menghempaskan tubuhnya di kasur. Berbaring disamping Ryeowook yang sibuk mengotak-atik laptopnya.

"Kau tahu, Hyung? Aku rasa Kyuhyun hanya rindu pada Sungmin Hyung. Hanya dengan wangi harum Sungmin Hyung yang tertinggal di kamar mereka berdua, yang dapat mengurangi rasa rindu Kyuhyun." Jelas Ryeowook tanpa melepas pandangannya dari layar laptop.

"Eh? Mereka bertemu setiap hari di lokasi, Wookie. Aku rasa kau tahu hal itu. Kita satu group, mustahil bila tidak bertemu. Apalagi kita masih promosi album."

"Dan aku rasa kau juga tahu suatu hal. Sungmin Hyung selalu menganggap Kyuhyun orang lain saat mereka bertemu. Hanya menyapa, menanyakan kabar, dan wusss. Dia pergi begitu saja."

Yesung menganggukan kepalanya. Benar, yang dikatakan Ryeowook adalah benar. Sungmin seperti membuat jarak dengan Kyuhyun.

TING TONG

Suara bel Apartment mereka berbunyi. Segera mereka berdua berdiri dan berjalan menghampiri pintu. Maklum, Ahjumma yang biasa membereskan dorm sudah pulang.

Tanpa bertanya siapa yang berada di balik pintu, Yesung langsung menarik kenop.

"Lee Ajusshi?"

Yesung mengernyit heran saat melihat Appa Sungmin berada di hadapannya.

"Aku membawakan kalian makanan." Tutur Tuan Lee sambil mengangkat satu tangannya yang membawa sekantong plastic putih.

"Kamsahamnida." Ryeowook segera menghampiri Tuan Lee dan mempersilahkannya masuk. "Duduklah, Ahjusshi. Akan ku buatkan minuman."

"Tidak usah, Wookie. Aku tidak lama. Aku hanya ingin menemui seseorang." Cegah Tuan Lee saat Ryeowook ingin menuju dapur.

Yesung yang sekarang sedang berdiri di samping kursi Tuan Lee menatap heran, "Sungmin tidak ada disini, Ahjusshi."

Tuan Lee tersenyum hangat, "bukan. Bukan Sungmin."

Yesung dan Ryeowook menaikkan satu alisnya saat Tuan Lee mulai berdiri dan melangkah menuju kamar Kyumin.

"Bisakah aku bertemu dengannya?"


Erasing memoried we had together as if nothing happened

I say I don't know you but my heart recognize you at first

All the time spent with you is waiting for you

My last love, It's only you.


TBC

HEHEHEHE update lagi._.

demi apa aku tersanjung sampe mau ngeluarin air mata liat reviewers yang bener2 daebak bgt

JEONGMAL GOMAWO *bow*

tanpa kalian aku bener2 mentok loh mikir ff ini muehehehe

ohyaaa, follow twitterku dong._. TavianiMing

JEONGMAL GOMAWOOO3