Kinana : Minna~~~ akhirnya kita sampe di chapter 7
Yu-chan : Yups... kayanya mau end nih fic #tiup terompet#
Ichigo : Huh? Fic mau end kok Kina-chan malah seneng? #bingung#
Kinana : Tentu dong Ichi-nii itu berarti aku bisa nulis fic baru, dan kerjaan Ichi-nii sebagai pemeran berkurang, jadinya Ichi-nii bisa istirahat~~
Ichigo :#nod, nod# bener juga... jadi, selanjutnya mau nulis apa nih?
Yu-chan : Dia mah pengen nulis skuel WYH ini, dengan judul Kurosaki's Family~~~
Ichigo : Huft... akhirnya aku tetep harus kerja lagi kan...
Yu-chan : Habisnya~~~
Kinana : Tenang Ichi-nii... aku pengen coba ngurus dua fic yang masih balum complete, jadi nanti pengennnya aku ngeluncurin buat fandom naruto dulu, trus pas tuh fic buat naruto di chapter 2 ato 3 baru ngeluncurin fic Kurosaki's Family~~~
Yu-chan : Jadi Ichigo bisa santai sementara...
Ichigo :#mata berkobar semangat# Yosh! Aku mau ngajak Toushiro berlibur ke Hawai aahhh... #nyeret koper buat ngajak Toushiro#
Yu-chan : Yah, Ichigo pergi deh... #sweatdrop#
Kianana :#ikutan sweatdrop# Baiklah...dari pada ntar nih fic jadi ajang sweatdrop mending RnR minna~~
Yu-chan : Happy reading~~
.
Rate : T
.
Pairing : IchiHitsu, slight OCXOC (saya tidak ingin salah satu tokoh Bleach di pairings dengan OC saya dalam hal ROMANCE.), IshiHime, RenRuki, others pair too.
.
Warning : CHAPTER 7 BAKAL THE END DI SINI KALO KINANA LAGI MOOD BIKIN NI FIC END *dhuak, dzing, plaaakkk* OC, OOC, author punya imajinasi berlebihan, bahasa tidak baku, Don't flame 'cause the pairs ne?!. Masih mau baca? Silahkan~~ kalo jadi fujoshi ato fudanshi ga tanggung lho ya~~~ RnR Minna~~! onegai~~~~~
.
Disclaimer : Bleach itu punya Tite Kubo siemangakafudanshi...
.
With Your Heart Kinana
.
Hotarou Kaito Vizard belongs to Kinana
Kuroyuki Hina ½ manusia ½ penjaga neraka belongs to Kinana
Hanatarou Kaitani Hollownya Kaito belongs to Kinana
Lotus Raven Katana punya Hina belongs to Kinana
.
Summary : "Will you become my fiance? Will you wait me until I'm come back?"
.
With Your Heart
.
Chapter 7 : End?
.
Minggu pagi yang cerah di Karakura, burung – burung berkicau merdu, matahari membagikan sinarnya tanpa ragu, awan biru dan putih menghiasi langit seperti kapas yang halus, dan sepertinya hari ini awan hitam tak akan mengganggu sang matahari karena lelah mungkin? Ah lupakan kalimat terakhir yang di bacakan Kinana lebih baik kita intip keadaan di Seireitei, yang para penghuninya baru sejam lalu menerima majalah Shinigami Women Association edisi spesial karena di dalamnya banyak sekali adegan hot IchiHitsu yang dipotret Matsumoto beberapa waktu lalu tanpa di sensor.
.
.
DRAP...DRAP...DRAP...DRAP
.
.
DRAP...DRAP...DRAP...DRAP
.
.
"DUREEEENNNNN... KEMARI KAU! BERANINYA MELAKUKAN HAL 'ITU' DENGAN ANAK KU YANG IMUT..." teriak Ukitake Juushirou sang kapten divisi 13 sambil mengejar sesosok berambut oranye dengan zanpakuto mengacung, dibelakangnya banyak kapten yang lain dan para orang yang memberi nama diri mereka Hitsugaya FC –kecuali yang fujoshi dan fudanshi tentu saja– juga dengan zanpakuto masing – masing yang mengacung ikut mengejar sang shinigami daikou (tulisannya bener ga nih?) sementara itu di depan sana terdapat sang shinigami daiko dengan keringat dingin bercucuran dari pelipisnya, berlari, menghindari para mahluk tuhan paling marah(?) itu dengan niatan yang 100% asli.
"KUROSAKI ICHIGOOO... BERHENTI SEKARANG JUGA! AKU INGIN MENCINCANG MU KARENA KAMU MEMBUAT KU GAGAL MENGEMBAN AMANAT MY LOVELY HISANA" ohh... bahkan Byakuya pun sampe OOC
"JUSTRU KARENA KALIAN MAU MEMBANTAI KU, AKU JADI SEMAKIN BERNAFSU UNTUK MENJAUH DARI KALIAN" teriak Ichigo sambil tetap berlari dengan semangat kemerdekaan.
"RYUJIN JAKKA!" teriak Yama-jii sambil melempar serangan ke Ichigo, melihat itu Ichigo langsung menghindar
"Huuufffftttt untung...untung...untung" Ichigo bernafas lega sambil terus berlari, dia menambah kecepatan kakinya.
"MENARILAH...SEBONZAKURA (annooo... bener ga nih?)" teriak Byakuya, lalu munculah beribu – ribu kelopak sakura yang melilit tubuh Ichigo dan menelannya ke dalam. Dengan gaya dramatis yang lebay bin alay, Ichigo menganggkat tangannya saat dirinya di timbun ribuan kelopak sakura itu.
"NOOOOOO..." dan terdengar lah teriakan melengking yang dramatis bin lebay bin alay dari seorang Kurosaki Ichigo. Oh... mari kita doakan semoga dia di terima di sisinya~~
I'm Hitsugaya Toushiro line-breaker. I'm belongs to Kurosaki Ichigo.
.
Beberapa menit kemudian...
.
"Adaww... sakit Yuki Hime..." Ichigo meringis kesakitan saat Toushiro menempelkan kapas yang sudah dilumuri betadine ke luka – luka yang di dapatnya 'kenang – kenangan' dari orang – orang di Seireitei.
"Adudududududuhhhh... sakitttt..." rengek Ichigo a la anak balita umur 3 tahun. Bosan dengan rengekan itu Toushiro memencet kapas yang sedang dia telmpelkan di luka Ichigo, menekan luka itu sehingga mungkin tambah infeksi.
"Ck. Dasar fuku-taicho bego. Pasti sekarang tuh orang lagi berfoya – foya di luar sana" Ichigo meratapi nasibnya dengan air mata mengucur a la perempuan yang tersiksa di komik – komik cantik. Poor Ichi-nii...
"Huft. Lagi pula, kenapa harus melakukan 'itu' siang hari" kata Toushiro datar, sedatar triplek
"Habisnya..." kata Ichigo menggantung sengan aura suram.
.
.
BRAAAKK
.
.
Pintu kantor divisi 10 itu terbuka, menampilkan seorang gadis dengan bungkusan kecil di tangannya.
"Ichi-nii, Hitsugaya-taichou, ini buat kalian" kata Hina datar, lalu menaruh bungkusan itu di meja kerja Toushiro dan pergi keluar ruangan itu setelah berbalik.
.
.
Beberapa menit kemudian...
.
Hinamori Momo berjalan dengan riang gembira, menyusuri seluruh koridor untuk mencari taichonya yang malas mengerjakan paper work a.k.a Kurosaki Ichigo, seprti ada bolham yang menyala diatas kepalanya dia bersiul riang lalu memutar halauan kakinya, melangkah ke barak divisi 10, ke ruangan adiknya tercinta, siapa lagi kalo bukan Hitsugaya Toushiro-taicho a.k.a Shiro-chan –begitulah cara Hinamori memanggil sang kapten mungil itu– dia yakin taichonya pasti sedang berduaan dengan adik imutnya yang vsatu itu.
.
Pintu barak divisi 10...
Tadinya Hinamori ingin membuka pintugeser itu dan berteriak 'Taichoo' dengan suara TOA plus-nya tapi niatnya urung seketika saat mendengar suara – suara aneh dari dalam, dia meneguk ludahnya susah payah, dengan keringat dingin yang mengucur dari pelipisnya dia mendekatkan telinganya ke pintu itu, ingin menguping.
"Haaahh...hah...panas sekali Kurosaki... haaahh" terdengar suara Toushiro yang err... mendesah?
"Yeah, aku tak berfikir rasanya akan jadi seenak ini" kali ini suara Ichigo
"Ini sungguh enak"
"haaahh...haaahh...hyaaaahhh"
.
Kira yang lewat dan melihat Hinamori di depan pintu taicho divisi 10 langsung menghampiri gadis itu awalnya dia ingin bertanya tapi setelah mendengar suara – suara dari dalam kantor itu dia langsung membatu. Setelah sadar dari acaranya menjadi batu dia segera berlari memanggil para taicho untuk mengikutinya ke barak divisi 10. Para taicho yang mengikuti Kira sangat bingung karena cowok itu datang dengan kalang kabut sebenarnya mereka ingin bertanya tapi mereka langsung membatu begitu mendengar suara – suara dari dalam ruangan itu.
"haaahh...haaahhh... ini terasa hot, tapi aku nggak bisa berhenti Kurosaki"
.
Suara Toushiro terdengar oleh para taicho yang menguping plus Kira dan Hinamori.
.
"Haaahh...haaahh...kau benar Yuki Hime... aku ingin lagi..haaahh"
"Haaahhh...haaaahh... Kurosaki aku mau-"
.
.
.
BRAAAAAKKKKK
.
.
.
"-minum"
Ichigo dan Toushiro cengo melihat para kapten plus Hinamori dan Kira yang sedang bergubrak ria di pintu kantor divisi 10 dengan darah yang mengucur dari hidungnya. Hinamori tertawa gugup
"Ha-ha-ha-ha...apa yang kau lakukan bersama Ichigo, Shiro-chan?" tanya Hinamori setelah berdiri dan menghapus aliran darah yang keluar dari hidungnya. Setelah sembuh dari cengonya, Toushiro menunjuk piring putih yang ada dihadapannya dan Ichigo dengan beberapa potong buah dan bumbu berwarna coklat kemerahan.
"Dari Hina-chan, namanya rujak, kata Hina-chan kemarin pengasuh setia keluarganya baru datang dari tour di Indonesia dan membawakan ini untuk oleh – oleh" kata Toushiro dengan nada plus muka datar sedatar triplek, entah hilang kemana pedas tingkat dewa yang dirasakannya tadi, karena yang jelas sekarang dia tidak merasakan pedas sama sekali.
"Uhm. Rujak ini enak sekali lho~~" kata Ichigo sambil mengacungkan ibu jarinya, berniat promosi.
"Sayang tinggal sedikit, jadi... aku pikir nggak cukup untuk kalian semua" kata Ichigo lagi. Hinamori cuman bisa ketawa gugup, setelah berpamitan dengan kedua kapten itu Hinamori langsung menyeret seluruh kapten plus Kira yang ada di situ supaya keluar, entah dari mana dia mendapatkan tenaga sebesar itu.
.
I'm Snow White line-breaker. I'm died 'cause my stepmother was jealously.
Setelah menghela nafas panjang, Toushiro berdiri dari posisi duduknya, Ichigo juga ikut berdiri lalu tiba – tiba dia memeluk Toushiro dari belakang dan menyamankan kepalanya di pundak taicho mungil itu.
"Ada apa Kurosaki?" tanya Toushiro lembut, dari cara Ichigo memeluknya dia bisa tau kalau cowok berambut orange mencolok ini sedang galau tingkat dewa. Ichigo menggeleng pelan.
"Tidak. Hanya saja...aku akan pergi ke Amerika setelah lulus SMA nanti" kata Ichigo pelan. Toushiro menegang dalam pelukan Ichigo, sebelum akhirnya menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, mencoba untuk rileks.
"Kapan?" tanya Toushiro tenang. Diam – diam Ichigo kagum atas kemampuan Toushiro akan mengendalikan suasana dan bersyukur memiliki kekasih seperti kapten mungil ini.
"1 minggu lagi. Aku akan di Amerika selama 5 tahun untuk menempuh pendidikan kedokteran, 5 tahun itu sudah termasuk planning S2" kata Ichigo berbisik di telinga Toushiro lembut
"5 tahun? Kurasa itu waktu yang cukup singkat untuk mengambil pendidikan S2 secara tamat. Kau tahu, setidaknya kamu butuh waktu 10 tahunan untuk lulus S2" kata Toushiro heran.
"Mana bisa selama itu... kau tahu kan aku pasti akan sangat sangat sangat sangat merindukan mu" kata Ichigo. Seketika, muncul semburat pink di pipi Toushiro
"Jadi...aku mengambil 5 tahun. Aku memaksa pada pemilik kampus untuk memercayiku bahawa aku bisa menyelesai kan semuanya dalam waktu 5 tahun dengan kemampuan otak ku" kata Ichigo
"Yeah. Berjanji saja supaya kau kembali tepat waktu dan tidak melirik wanita atau pria imut lain di sana" kata Toushiro sambil mendengus. Ichigo tertwa renyah.
"Kau cemburu Yuki Hime" kata Ichigo lebih mirip pernyataan dari pada pertanyaan. Meskipun begitu, Toushiro tetap menjawabnya.
"Tidak" kata Toushiro singkat
"Iya~~" kata Ichigo dengan nada menggoda
"hhh... terserah kau saja deh" kata Toushiro dengan semburat pink yang semakin kentara. Ichigo tersenyum lebar
"Aku suka kalau kamu cemburu" kata Ichigo
"Kamu suka, tapi aku tidak" kata Toushiro.
"Baik laaahh... kalau begitu supaya kita tidak kehilangan satu sama lain, jadi Yuki Hime... Will you become my fiance? Will you wait me until I'm come back?" tanya Ichigo disertai kecupan ringan yang mendarat di pipi Toushiro.
.
.
.
.
Dengan efek slow motion Toushiro mengangguk. Ichigo mempererat pelukannya lalu memasangkan cicin dari platina di jari manis Toushiro tanda bahwa mereka telah bertunangan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
I'm Time line-breaker. This is the future for you!
.
.
13 tahun kemudian...
.
Mentari menyembul malu – malu dari singgasananya, pagi menghiasi langit biru, cahaya terangnya menembus gorden memasuki jendela, seakan menyapa sang pemilik ruangan yang masih asyik di alam mimpi. Biarpun sinarnya menerpa tepat di wajah, tetap saja cowok dengan surai oranye satu ini tetap berbaring di kasur king sizenya tanpa membuka kelopak mata.
.
.
TAP
.
.
TAP
.
.
TAP
.
.
Derap langkah kaki yang berirama ceria mendekat ke kamar cowok bersurai orange itu.
.
CKLEK
.
Kali ini suara pintu yang dibuka sebelum suara langkah kaki yang sama terdengar lagi.
.
.
TAP
.
.
TAP
.
.
TAP
.
.
BRUK
.
.
Si surai orange menggeliat saat merasakan sesuatu menindihnya, dengan terpaksa dan malas dia membuka kelopak matanya, menampakkan iris coklat musim gugurnya. Hal pertama yang dia lihat adalah surai orange yang di kuncir dua, teal cemerlang, dan senyuman lebar. Kurosaki Ichigo berusaha mengembalikan nyawanya yang hilang.
"Otoo-san...bagun. Kaa-san dan Karu-nii sudah menunggu" suara cempreng si pemilik sepasang iris teal cemerlang dan surai orange yang di kuncir dua itu terdengar.
.
Lima tahun kemudian...setelah Ichigo kembali dia langsung menikahi Toushiro di hari ke limanya di Karakura lalu beberapa bulan kemudian Toushiro hamil dan akhirnya saat Toushiro selesai melahirkan anak mereka dia dan Toushiro kini mempunyai dua anak kembar yang cantik dan tampan. Sekarang setelah 8 tahun berlalu, anak Kurosaki Ichigo dan Kurosaki Toushiro sudah duduk di bangku kelas 6 SD berkat otak cerdas yang diwariskan kedua orang tua mereka. Anak yang lahir beberapa menit lebih awal bernama Kurosaki Hikaru berjenis kelamin laki – laki. Hikaru itu adalah duplikat sempurna dari Toushiro, dia punya sepasang iris teal cemerlang, kulit putih, rambut putih yang mencuat melawan gravitasi, otak encer, wajah oke, sikap dingin dan cuek, juga sifat lainnya yang persis seperti Toushiro, benar – benar duplikat sempurna Toushiro. Sedangkan adiknya bernama Kurosaki Hikari memiliki jenis kelamin perempuan. Hikari memiliki sifat dan warna rambut ayahnya dan iris teal cemerlang plus otak 'ibunya', sayang sifat Ichigo yang rada malas itu nurun ke Hikari, ini membuatnya terlihat...lebih bodoh dari kakaknya. Awalnya mereka bingung bagaimana cara memanggil Hikaru dan Hikari, nama mereka hanya beda satu huruf kan. jadi setelah berembung mereka sepakat akan memanggil Hikaru dengan 'Karu' dan Hikari dengan 'Hika', sebenarnya rada aneh sih dengan nama panggilan Hikaru itu, tapi mau bagaimana lagi... lagi pula Hikaru cuek aja di panggil dengan 'Karu-kun, Karu, Karu-san' dll asal tidak menambahkan dengan –chan pasti dia tidak akan marah.
"Hai'...hai'... otoo-san bangun" kata Ichigo lalu menggandeng Hikari dan berjalan keluar kamarnya dan Toushiro.
"Ohayou Kurosaki-sama...Ojou-sama...Bochama dan Istri anda sudah menunggu di meja makan" sambut kepala pelayan di rumah itu begitu Ichigo dan Hikari masuk ke ruang makan.
"Hari ini menunya apa?" tanya Ichigo
"Saya tidak tahu Kurosaki-sama... seperti biasanya yang memasak istri anda sendiri, bukan maid" kata kepala pelayan itu
"Kata kaa-san pagi ini dia masak sandwich dan kentang untuk sarapan. Sedang kalau untuk bentonya aku belum tahu" kata Hikari
"Baiklah... terima kasih. Kau boleh pergi" kata Ichigo memerintah kepala pelayannya
"Saya undur diri Kurosaki-sama...Ojou-sama. Semoga sarapan anda menyenangkan" kata si kepala pelayan lalu menutup pintu ruang makan itu. Ichigo berjalan ke arah meja makan lalu duduk di sebelah 'istri'nya yang tak lain dan tak bukan adalah Kurosaki Toushiro nee Hitsugaya.
"Ohayo Yuki Hime-chan~~ ohayo Karu" kata Ichigo menyapa anak laki – laki dan istrinya
"Hn. ohayo" jawab Toushiro dengan nada yang kelewat datar
"Ohayo too-san" sapa Hikaru balik dengan nada yang sama datarnya dengan 'ibu'nya. Ichigo menoleh ke arah Toushiro
"Ne, Yuki Hime" panggil Ichigo
"Nani?" tanya Toushiro
"Morning kiss ku mana?" tagih Ichigo dengan gaya a la renternir
"Ck. Masih ada Hikaru dan Hika-chan disini. Aku nggak mau otak mereka jadi mesum bin hentai seperi punyamu" kata Toushiro yang pipinya mulai muncul semburat pink. Ichigo menyeringai.
"Mesum karena kamu Yuki Hime~~" kata Ichigo menggoda Toushiro, lalu tanpa permisi langsung mencuri ciuman dari bibir mungil sang juuban tai-taicho itu. Sementara itu Hikaru yang sudah mengendus adanya bau – bau adegan berbahaya untuk otak adiknya yang masih polos langsung menutupi kedua mata Hikari menggunakan telapak tangannya. Lima menit berlalu, tapi adegan morning kiss itu tak berhenti juga sampai akhirnya...
"Too-san...cepat lah aku sudah capek menutupi mata Hika-chan, dan aku lapar" kata Hikaru dengan pandangan bosan menginterupsi kegiatan Ichigo. Dengan sangat tidak rela Ichigo melepas ciumannya lalu menatap anak laki – lakinya tajam. Sedangkan yang ditatap cuek bebek, dengan santainya melepas telapak tangannya dari mata Hikari lalu menggambil sepotong sandwich tuna dari piring saji di tengah – tengah meja makan
"Kau harus membantuku nanti malam Hikaru" kata Ichigo sambil menyeringai mesum.
"Hn. Terserah" jawab Hikaru sambil terus mengunyah sandwich tunanya lalu ikut – ikut menyeringai lebar setelah menelan sandwichnya. Sedangkan Hikari yang duduk di sebelah Hikaru hanya bisa memandang kakak dan ayahnya dengan pandangan bingung. Sementara itu Toushiro yang duduk di samping Ichigo begidik ngeri.
'Malam ini aku harus menginap di Seireitei nih kalau mau menghindari serangan Ichigo' kata Toushiro dalam hati sambil mengunyah sandwich kalkunnya pelan – pelan.
End dengan gaje-nya
Kinana's Talk
Kinana : Minna~~~ udah end nih fic...
Yu-chan : Ga mungkin bisa lanjut tanpa dukungan kalian~~~ #bercucuran air mata#
Toushiro : Apaan nih? #tunjuk – tunjuk naskah#
Kinana : Eh...chibi-tan... tumben nih di sini
Yu-chan : Iya tumben
Toushiro : masa dari chapter awal ampe akhir Ichi terus yang muncul. Aku kan juga pengen...
Kinana : Iya jugaaaaaaaaaaa =_=a
Toushiro : Hn. Untuk nih chapter aku yang tutup ya... #puppy eyes no jutsu#
Yu-chan + Kinana :#glup# Kawaiii~~~ iya deh boleh!
Toushiro : Minna-san~~~ read and reaview ya~~~ #wink#
Todays Quote : Saat sayap seorang peri patah maka keajaiban yang ada dalam dirinya musnah tak bersisa
.
.
Nb : Ma'af quote-nya aneh... ga ada ide sih... #bows#
