Glare, hold, love and song

Chapter 8

Disclaimer: FF ini punya saya loh *terus kenapa?* Sungmin punya orang tuanya, keluarganya dan biasnya, kalo Kyuhyun baru punya akuuu *ditimpuk batu sama SparKyu* hahahha

Happy reading, jangan lupa RnR ya chinggu!

Cast: Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Victoria, Lee Hyuk Jae, Kim Ryewook, Kim Jong Woon, Lee Donghae, Kim Heechul, Hankyung, Lee Teuk, Kangin

Summary: aku merindukanmu sampai duniaku berhenti berputar dan hanya kau yang bergerak tanpa pernah bisa aku tangkap.

Aku mencintainya tapi aku sadar kaulah nafasku

.

.

.

Mereka berempat kini sedang berkumpul di suatu ruangan rahasia. Ruangan ini ada di salah satu bagian rumah Donghae, yaitu loteng. Loteng ini dijadikan tempat berkumpul untuk membahas sutu masalah antara mereka atau dengan orang lain. Mereka sudah menjadikan loteng ini sebagai tempat rahasia semenjak mereka kecil. Di loteng ini suasananya sangat nyaman, Donghae mendekorasikan lotengnya seperti rumah kaca yang bisa melihat bintang kala malam hari, dia juga menyediakan tirai untuk menutupi sinar matahari jika terlalu silau. Tempat ini didominasi dengan warna putih dan hitam. Sofa yang putih, karpet yang hitam, televisi flat yang hitam, kulkas di pojok ruangan yang putih, juga beberapa lemari yang juga berwarna hitam. Mereka kompak sedang duduk melingkar di atas karpet.

"Baiklah, ini yang aku temukan di kamar Minnie" kata Eunhyuk pelan sambil menyodorkan sebuah kotak bertuliskan 'KYU'

"Apa kita boleh membukanya Hyukkie-ah?" tanya Donghae kepada kekasihnya

"Aku tidak tahu chagiya, tapi aku sangat ingin tahu semuanya"

"Bagaimana kalau kita tanya Minnie dulu saja" tanya Wookie

"Ah, kalian terlalu berbelit-belit" Yeye langsung membuka kotak itu dan melihat isinya, puluhan amplop langsung meluap karena selama ini ditumpuk-tumpuk dengan amplop yang ada di atasnya.

"Yeye "Wookie menjitak Yeye pelan.

"Minnie, itu sahabat kita. Bagian dari kita sama saja seperti kita selama ini , tidak ada rahasia. Jadi lebih baik kita membacanya saja"

Yesung mengambil beberapa pucuk surat lalu membacanya di pojok ruangan. Yang lain mengikuti apa yang dilakukan Yesung. Mereka masing-masing mengambil beberapa lalu mengambil posisi yang enak untuk membaca.

Beberapa menit kemudian..

"Minnie-yaaa" isak Yesung lebih mirip raungan dari arah pojok ruangan

"Hiks, Lee Sungmin mengapa cintamu bisa sebegitu besarnya pada laki-laki bodoh itu" tambah Wookie ikut menangis

"Ya! Lee Sungmin! kau memang payah sekali, kau pikir laki-laki hanya satu di dunia ini?" Sungut donghae dengan kesalnya

"Minnie-ya, aku tak tahu kalau kau menderita seperti ini"Donghae mendekati Hyukkie lalu memeluknya lembut

"Apa yang harus kita lakukan chagiya?" tanya Eunhyuk di dalam pelukan Donghae

"Kita akan membantu Minnie tapi tentu saja semuanya ada di tangan Minnie, kita tidak bisa melarangnya untuk mencintai orang lain sekalipun mencintai Kyuhyun membuatnya menderita"

"Kau benar, tapi dari yang kulihat namja itu sepertinya sudah mulai mencintai Minnie, kau dengar tadi suaranya di telpon? Dia sangat mencemaskan Minnie" tambah Eunhyuk

"Tapi mungkin saja dia baik karena rasa terima kasihnya juga rasa bersalahnya pada Minnie" Yesung selalu saja punya pikiran negatif jika orang yang sedang dibicarakan adalah Kyuhyun.

"Kali ini aku setuju padanya, ditambah lagi wanita yang dipanggil Vic itu juga sepertinya sangat mencintai Kyuhyun" Wookie memperkuat pendapat kekasihnya.

"Mengapa semuanya menjadi rumit sekali? Sudahlah, kita diamkan saja dulu. Kalau memang Kyuhyun mencintai Minnie, baru kita akan bergerak" usul Hyukkie

"Minnie bukannya akan melupakan Kyuhyun?" tanya Yeye ragu

"Seorang Minnie yang sudah menulis puluhan kertas ini dan semua tulisannya tidak ada yang lain selain bilang 'aku mencintaimu Kyuhyun, semoga kau bahagia' kau pikir dia akan begitu mudahnya melupakan Kyuhyun? Dia sudah mencintai pria itu lebih dari setahun yang lalu, aku tidak yakin dia bisa melakukannya"

Semua terdiam mendengar kata-kata Donghae, siapa yang tidak sakit sekarang? Jangankan menjadi Minnie, membaca suratnya saja kita sudah bisa merasakan semua perjuangan Minnie demi cintanya kepada Kyuhyun

"Kita sudah berjanji akan membantu Minnie untuk melupakan Kyuhyun, jangan sampai kalian lupa itu, urusan bagaimana kelanjutannya kita lihat sajalah nanti" kata Wookie menyimpulkan dan mereka semua mengangguk pelan.

.

.

Kyuhyun membukakan pintu apartemen lalu masuk dan menyalakan lampu. Sungmin mengikutinya dari belakang dan langsung beranjak ke kamar

"Jangan lupa minum obatmu" kata Kyuhyun mengingatkan. Sungmin hanya mengangguk pelan lalu masuk ke kamarnya.

Kyuhyun memperhatikan Sungmin, sejak dalam perjalanan Sungmin hanya diam, tatapannya kosong seolah jiwa dan pikirannya ada di tempat yang berbeda. Kyuhyun duduk di sofa putihnya, beberapa saat dia hanya terdiam memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada sungmin. Mengapa Sungmin menangis seperti itu? Mengapa raut wajahnya selalu terlihat seperti dia sedang berpura-pura bahagia?

Karena buntu tidak menemukan jawaban, akhirnya Kyuhyun masuk ke kamarnya. Merebahkan tubuhnya yang letih karena berlari mencari Sungmin sampai berkilo-kilo meter. Perlahan dari kamarnya terdengar sebuah isakan kecil. Tentu saja itu pasti suara Sungmin. Kyuhyun bangkit dari kamarnya lalu membuka pintu kamar Sungmin yang tidak dikunci. Dilihatnya Sungmin sedang duduk di bawah tempat tidurnya. Kyuhyun ikut duduk di samping Sungmin lalu merangkulnya erat.

Sungmin sangat kaget karena tiba-tiba Kyuhyun sudah merangkulnya.

"Menangislah sampai kau puas Ming"

*kyuhyun pov*

Mengapa kau menangis lagi Lee Sungmin? apa kau tidak tahu tangisanmu itu membuat hatiku sakit. Seakan aku yang telah menyakitimu. Siapa yang telah membuatmu seperti ini?

Kau melepaskan dirimu dari rangkulanku lalu menghapus air matamu

"Aku baik-baik saja Kyu, kau tak perlu repot-repot begini" katamu lalu kau beranjak bangkit

"Sebenarnya kau kenapa? Apa aku telah menyakitimu lagi?" tanyaku. Dan entah mengapa itu yang keluar dari mulutku padahal jika ditalar sudah jelas aku selama ini sudah berubah baik padanya. Kau tersenyum pelan.

"Ini bukan soal dirimu Kyu, percayalah"

Aku tahu kau berbohong. Entah sejak kapan aku tahu kalau kau menyembunyikan sesuatu dariku dan sampai saat ini aku belum menemukan jawabannya.

Aku mencoba untuk tertawa "kemarilah, aku akan menghiburmu" Aku menarik tanganmu, sepertinya kau kaget tapi kau mengikutiku

*kyuhyun pov end*

Kyuhyun bergerak ke arah piano yang ada di ujung ruangan, Sungmin mengikuti dengan ragu lalu duduk di sebelah Kyuhyun.

"Apa kau bisa memainkannya?" tanya Sungmin sambil memperhatikan Kyuhyun yang sedang menyalakan piano listriknya.

"Kau akan menyesal karena meragukanku" jawab Kyuhyun penuh percaya diri. Sungmin tersenyum geli

"Baiklah, Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh penonton yang telah hadir, cinta kalianlah yang membuatku sampai di sini. Hari ini aku membawa seorang tamu spesial, dia adalah penggemar beratku dari Seoul, namanya Cho Sungmin. Dia sangat cengeng dan menyebalkan, kerjanya hanya menangis seperti bayi, jadi aku akan menghiburnya. semoga kalian menikmati dan terhibur" Kyuhyun tersenyum menatap Sungmin

Sungmin mencubit lengan Kyuhyun dengan sebal tapi kemudian dia tersenyum dan tercengang kala Kyuhyun mulai menekan tuts-tuts piano yang ada di depannya. Sebuah lagu klasik, dia kenal ini, dia pernah mempelajari kunci piano beberapa kali saat sekolah dulu. Ommanya mendaftarkannya ke tempat kursus musik yang dihadirinya setiap pulang sekolah pada hari rabu dan kamis.

"Uwaa, kau hebat" puji Sungmin

"Apa kau bisa memainkannya?" tanya Kyuhyun sambil terus menekan tuts, suara alunan nada-nada memenuhi ruangan emmbuat suasana menjadi hangat.

"Aku tahu yang ini"

Kyuhyun mencoba berhenti sejenak membiarkan Sungmin bermain. Dia tersenyum, Sungmin memang pintar dalam segala hal "Baiklah, kalau begitu aku akan bermain di kiri kau yang di kanan, yang kalah harus membuatkan masakan"

"Memangnya kau bisa memasak Kyu?" Tanya Sungmin meledek

"Kau jangan meledekku ya, aku bertaruh begitu karna kau pasti kalah"

"Jangan meremehkanku, ayo kita buktikan saja"

"Baik"

Kyuhyun memulai menekan tuts dan Sungmin mengikuti nada-nada 'String Quartet in B flat major' yang dimainkan Kyuhyun. Dimulai dari tempo yang lambat samapi tempo yang cepat, Sungmin tertawa karena Kyuhyun mulai kewalahan melawannya tapi kemudian Kyuhyun tersenyum licik dan merombak lagu Mozart menjadi Debussy. Tentu saja Sungmin kaget dan salah menekan tutsnya. Kyuhyun tertawa puas.

Sungmin memukul-mukul lengan Kyuhyun "Kau curang. Selain jahat dan menyebalkan kau juga curang." Omelnya sebal

"Aku tidak curang, kalau kau memang hebat kau pasti bisa mengikutiku" elak Kyuhyun sambil tertawa lebar

"Cho Kyuhyun kau memang menyebalkan" Gerutu Sungmin lagi, yeoja itu memanyunkan bibirnya yang tebal

Kyuhyun mencubit pipi Sungmin yang chubby "Baiklah, Kali ini aku mengalah. Kau ingin makan apa?"

Sungmin memandang Kyuhyun heran "Aku curiga dengan kebaikanmu, kau ini kenapa?"

"Ubahlah sikapmu yang selalu curiga padaku, menyebalkan sekali" Gerutu Kyuhyun sebal.

Sungmin tertawa geli melihat Kyuhyun cemberut. Kyuhyun terdiam menatap yeoja yang ada di depannya, hatinya tiba-tiba ikut bahagia melihat Sungmin tersenyum "Syukurlah kau sudah kembali Lee Sungmin" katanya pelan sambil berbalik menuju dapur. Sungmin berhenti tertawa lalu tersenyum.

"Terima kasih Kyu" kata Sungmin pelan, berharap Kyuhyun tak mendengarnya.

Kyuhyun sibuk menyiapkan ramyun, hanya itu masakan yang bisa dibuatnya. Itupun terkadang dia tak bisa mengukur banyaknya air yang harus dijadikan sebagai kuah. Setelah yakin masakannya enak, Kyuhyun meletakkan di meja makan dan menghampiri Sungmin. Dilihatnya Sungmin tertidur karena terlalu lama menunggu, mugnkin juga karena terlalu letih seharian di luar rumah.

Kyuhyun mendekati Sungmin yang tertidur di sofa. Memandang wajah Sungmin yang tengah tidur, seperti malaikat saja. Nafasnya begitu tenang dan damai, seolah di hidup ini segala masalahnya tidak terbawa ke alam mimpi, semoga saja begitu. Kyuhyun memperhatikan wajah Sungmin, dari mata foxy nya, hidungnya yang mancung tapi tidak semancung miliknya, pipinya yang mulus dan selalu menggambarkan semburat merah kala tersipu juga bibir yang berbentuk huruf M dan kemerahan yang selalu merangkai senyuman manis untuknya. Lama Kyuhyun hanya jongkok memperhatikan dari dekat.

"Lee Sungmin aku tidak tahu siapa yang telah menyakitimu tapi, bolehkah aku mencoba untuk menyembuhkannya?" ujarnya pelan dan tidak berharap Sungmin mendengarnya lalu terbangun.

Kyuhyun mengelus rambut Sungmin lalu menggendongnya. Membawa Sungmin ke kamarnya, merebahkan tubuh Sungmin di ranjang, menyelimutinya serta menngecup kening yeoja kelinci itu dengan lembut.

.

.

.

Hari ini adalah hari pertama Sungmin kembali kuliah di kampusnya. Setelah kemarin dokter mengizinkannya untuk membuka perban di kepalanya. Kyuhyun mengantarnya ke kampus, tidak seperti biasanya tapi Sungmin menganggap itu adalah hanya sebuah perhatian kecil Kyuhyun atas rasa terima kasihnya.

"Kalau terjadi sesuatu hubungi aku ya" kata Kyuhyun dari dalam mobil. Sungmin mengangguk pelan.

Mobil Audi A5 itu bergerak keluar kampus, Sungmin memperhatikan sampai mobil itu hilang di balik tikungan. Saat dia berbalik, empat sahabatnya tengah berdiri memperhatikan dari jauh. Sungmin kontan saja tersenyum geli, mereka sangat senang menjadi penguntit.

"Selamat datang kembali Lee Sungmin" empat orang itu memeluknya erat

"Gumawo, sejak kapan kalian berdiri di sana?" tanya Sungmin penasaran.

Wookie tersenyum malu " Sejak kau datang, bagaimana kabarmu?"

"Aku sudah sehat, Ibuku dan mertuaku selalu membawakan makanan yang banyak, lihat saja aku semakin gemuk" tutur Sungmin sambil menunjuk pipinya yang bertambah gembung

Mereka tertawa lucu "Syukurlah kau sudah sembuh Minnie-ya, kami sangat merindukanmu" Hyukkie tersenyum lega

"Tentu saja aku juga rindu dengan ocehan kalian" Sungmin tertawa lagi

.

.

Setelah jam kuliah usai mereka duduk di bawah pohon, cuaca sudah tidak begitu dingin, tapi tetap saja harus memakai pakaian yang agak tebal jika di luar ruangan. Sungmin sedang menikmati jus jeruknya sambil sesekali tertawa melihat kelakuan Donghae yang sedang menjahili Yeye.

"Minnie-ya, sebelumnya kami mau minta maaf sudah secara lancang membawa kotak yang ada di kamarmu dan membukanya" kata Wookie dengan ekspresi menyesal.

Suasana tiba-tiba menjadi hening, Sungmin lalu tertawa "Bukankah kalian sediri yang bilang kalau diantara kita sudah tidak ada rahasia?"

"Minnie-ya, kami sangat menderita membaca semua itu, aku tak bisa membayangkan jika itu adalah aku" hyukkie menambahkan dengan sendu

Sungmin mencoba tetap tertawa "Kalian simpan atau bakar saja semua itu, aku tidak memerlukannya lagi." Kata Sungmin, dia melemparkan botol jusnya ke dalam tempat sampah dengan gaya pemain basket dan botol itu masuk dengan indahnya. Sungmin tersenyum senang.

"Kau yakin?" tanya Donghae ragu.

Sungmin memejamkan matanya sesaat, sungguh sangat yakin kalau dia tak akan pernah bisa melupakan Kyuhyun. Melupakan Kyuhyun sama saja melupakan separuh bagian dari jiwanya.

"Aku akan mencobanya dan aku yakin aku pasti bisa. Asal kalian mau membantuku juga" kata Sungmin penuh optimis.

"Tentu saja kami akan membantumu" Yeye merangkul Sungmin erat

"Cha, kabar baiknya acara kemarin mendatangkan banyak donatur baru, salah satunya adalah perusahaan milik teman ayahku dan pemiliknya ingin bertemu kita hari ini. Bagaimana?" kata Donghae senang.

"jjinjayo? Wuaa daebak" Sungmin bertepuk tangan bangga

"kajja, jangan buat dia lama menunggu apalagi dia adalah pemiliknya, bisa-bisa hubungannya dengan ayahmu akan kacau" Wookie menggandeng Minnie dan Hyukkie menuju parkiran.

Mereka berjanji bertemu di sebuah kafe di dekat kampus, mereka duduk di tempat yang sudah di pesan oleh Donghae beberapa jam yang lalu, sambil menunggu mereka hanya mengobrol ringan bahkan Sungmin menenggelamkan wajahnya, membaca buku kuliahnya yang tebal untuk membunuh waktu.

"annyeonghaseo,apakah ini meja nomor empat?"

Seseorang berdiri di samping Donghae lalu Donghae mengangguk "Benar" katanya singkat

"Ah, apakah kalian wakil dari panti asuhan..?"

Tiba-tiba semuanya langsung berdiri kecuali Sungmin yang tetap membaca bukunya, suatu kebiasaan Sungmin jika sudah membaca buku, lupa diri.

"Minnie-ya, Minnie-ya" Panggil Hyukkie sambil menggoncangkan bahu Sungmin

Sungmin mendadak sadar dan mengangkat wajahnya lalu ikut berdiri menyambut orang yang ada di depannya.

"Josonghamnida, kalian pasti menunggu lama" kata orang itu lagi

"Annimida, silahkan duduk" jawab Yeye sambil mengarahkan tangannya ke kursi kosong di depan Sungmin

"Kamsahamnida, perkenalkan saya dari GoldWise Corporation Choi Siwon-imnida" Orang itu membungkuk lagi, yang lain membalas. Tak lupa menyebutkan nama mereka masing-masing.

Wookie dan Hyukkie tampak berbinar-binar melihat laki-laki yang ada di depannya, wajahnya yang tampan, tubuhnya yang proposional dibungkus dengan pakaian yang tentu saja mahal. Tak lupa senyumnya yang sangat manis membuat komposisi sempurna menjadi lengkap.

Dua laki-laki lain yang ada di sana tentu saja menatap kekasihnya dengan keki tapi, tak bisa dipungkiri kalau laki-laki yang duduk diantara mereka memang sangat sempurna dilihat dari sudut pandang manapun.

Sedangkan Sungmin? dia hanya terdiam menatap ke jendela dengan sesekali menyeruput jusnya pelan.

"Ah, jadi bagaimana? Apa aku bisa mendaftar menjadi salah satu donatur di sana?" tanya Siwon dengan ramah

"Tentu saja Siwon-ssi, apa kau pemilik perusahaan GoldWise?" Yeye bertanya penasaran

"Benar, Ayahku belum lama menyerahkan segala urusan perusahaan kepadaku ketika aku pulang dari London" jawabnya penuh dengan kesopanan

"Wah, sangat hebat sekali ya? Kudengar perusahaan itu sangat besar loh" Wookie berdecak kagum dan Yeye menyenggolnya dengan keki. Melihat Yeye dengan ekspresi tidak sukanya Wookie langsung diam. Siwon tersenyum lebar.

"Aku masih sangat baru dan butuh bimbingan. Apa kalian semua baru pulang kuliah?''

Siwon memperhatikan orang-orang yang di depannya tanpa bermaksud untuk menelanjangi orang itu satu-satu dan matanya bertemu dengan mata foxy Sungmin yang tidak sengaja menatapnya.

"Ya, kami masih kuliah. Ah kau ingin pesan apa Siwon-ssi?" tanya Donghae mencairkan suasana

"Panggil saja aku Siwon, aku masih seumuran kalian. Aku pesan Americano saja"

"Baiklah" Donghae memanggil pelayan lalu menyebutkan pesanannya "Minnie, kau mau tambah jus?" Tanya Donghae begitu melihat minuman Sungmin sudah habis

"Tidak usah Donghae-ya, aku sudah terlalu banyak minum" tolak Sungmin

Hyukkie tak sengaja memperhatikan tatapan Siwon ke arah Sungmin, sangat berbeda. Padahal mereka baru saja bertemu. Tiba-tiba ada sesuatu yang membuatnya tertarik. Dia lalu tersenyum.

"Lalu apa yang membuatmu tertarik untuk menjadi donatur?" tanya Hyukkie

Siwon lagi-lagi tersenyum setelah melirik ke arah Sungmin "Itu, aku sangat menyukai cara kalian mengajar anak-anak dan aku rasa akan ada banyak anak-anak di negara ini yang masih perlu bantuan, jadi aku sempat merundingkan ini dengan ayahku. Syukurlah ayahku menyetujuinya"

"Kami sangat senang bisa mendapatkan donatur baru, terima kasih atas perhatianmu pada panti asuhan kami" kata Yeye.

"Aku yang berterima kasih kepada kalian karena telah menerimaku"

.

.

Pertemuan dengan Siwon memakan waktu dua jam, ternyata Siwon orang yang sangat cepat akrab dengan yang lain, hanya mengobrol setengah jam saja sudah membuat suasana menjadi hangat. Donghae dan Yesung yang awalnya keki dengan kehadiran Siwon karena membuat kekasihnya mendadak jadi sangat salah tingkah pun sudah bisa menerima Siwon.

"Ternyata dia satu tempat fitness denganku" kata donghae senang ketika dalam perjalanan pulang

"Dia juga mendonasikan uangnya sangat banyak, ini cukup untuk biaya pendidikan semua anak-anak selama setahun" tambah Yeye

"Minnie-ya, menurutmu Siwon bagaimana?" tanya Hyukkie tiba-tiba kepada Sungmin yang sedang menatap jalan raya di depannya

"Maksudmu?" jawab Sungmin tidak mengerti

Wookie dan Eunhyuk bertukar pandang aneh, sedangkan dua laki-laki yang ada di depan mendengarkan dengan antusias, ignin tahu jawaban Sungmin.

"Oh, Siwon-ssi.. "Sungmin tampak berfikir sebentar mencari jawaban "Ah, dia sangat baik sekali"

Jawaban Sungmin disambut dengan tawa empat orang yang ada di sekelilignya

"Minnie-ya, kau benar-benar keterlaluan! Bukan itu yang aku maksud, menurutmu Siwon orangnya seperti apa?" kali ini Wookie yang melanjutkan

"Wookie-ah mana ku tahu, aku kan baru saja mengenalnya"

Merasa ditertawakan Sungmin memasang wajah cemberutnya "Kalian sedang meledekku ya?"

"Minnie-ya, apa menurutmu Siwon tidak tampan?" tanya Donghae penasaran

"Jadi itu yang ingin kalian tanyakan? Ck,ck,ck" Sungmin menggelengkan kepalanya heran

"Dia tampan, lihat saja wajah Yeye dan Donghae sewaktu kalian berdua menatapnya dengan genit" balas Sungmin. kontan Donghae dan Yeye mengangguk setuju

"Siapa yang menatapnya dengan genit?" elak dua wanita itu hampir bersamaan

"Minnie benar, aku kesal sekali. Kalian berbahaya juga ternyata" Gumam Donghae sebal

"Ya! Aku tidak begitu Lee Donghae" Eunhyuk mencoba membela diri

Sungmin tertawa melihat dua pasang sahabatnya yang sedang beradu argumen, sudah lama sekali tidak merasakan puas bisa mengerjai seseorang karena selama ini yang ada dipikirannya hanya laki-laki itu, bahkan di saat Wookie dan Eunhyuk menatap Siwon dengan kagum yang ada dalam pandangannya justru orang lain. Empat sahabat itu juga menyadari kalau apa yang ditulis oleh Sungmin semuanya benar, Sungmin seakan buta tidak bisa melihat siapapun kecuali Kyuhyun. Hanya Kyuhyun.

.

.

Victoria menatap ke arah ponselnya dengan cemas, sudah setengah jam dia menunggu Kyuhyun di taman kapel tapi belum juga datang. Selain takut akan terjadi hal yang tidak diinginkan dia juga takut akan sesuatu hal yang dibicarakannya nanti akan membuat Kyuhyun marah.

Bayangan Kyuhyun akhirnya tiba di depan kapel setelah lima menit kemudian, Victoria langsung berlari ke arah Kyuhyun dan memeluknya erat seolah sudah bertahun-tahun tidak emlihat kekasihnya. Kyuhyun menatap Vic dengan heran.

"Kau kenapa Vic?"

"Apa aku tidak boleh memelukmu?" Victoria memandang Kyuhyun dengan sebal, kyuhyun tertawa lalu menggandeng Vic menuju kursi taman

"Tentu saja boleh, tapi kali ini kau lain dari biasanya. Apa ada hal yang mengganggu pikiranmu?" Kyuhyun mengelus rambut Vic dengan lembut. Victoria membuang pandangannya ke arah kolam ikan.

"Apa Minnie sudah sembuh?" tanya Vic ragu

"Sudah, dia sudah berkelahi denganku seperti biasa" Kyuhyun tersenyum begitu ingat adu argumennya dengan Sungmin setiap pagi dan setiap dia pulang kerja.

Ada saja hal kecil yang membuat apartemennya ramai, misalnya saja Sungmin lupa minum obat karena seharian membaca buku tentu saja Kyuhyun marah dan Sungmin tidak terima. Atau Kyuhyun yang baru datang tiba-tiba mematikan lampu kamar mandi ketika Sungmin sedang di dalam kontan Sungmin berteriak dengan kerasnya. Seperti itulah sehari-hari mereka.

Victoria menatap Kyuhyun lagi "Mengapa akhir-akhir ini aku merasa kau perhatian sekali kepada Minnie?"

Kyuhyun tak percaya apa yang baru dia dengar dari kekasihnya, kontan Kyuhyun tertawa "Chagiya, jangan bilang kau cemburu dengan Minnie?" tebak Kyuhyun. Victoria menggeleng cepat

"Untuk apa aku cemburu dengan Minnie? Dia kan sahabatku" elaknya

Kyuhyun tetap tertawa "Baguslah, aku pikir kau cemburu. Minnie itu sangat baik kepadamu, aku hanya merasa mempunyai utang budi kepadanya, bagaimanapun juga dia sudah menyelamatkanmu Vic" Victoria tersenyum pelan

"Aku tahu, aku hanya ingin Minnie bahagia. Itu saja.." jawab Vic sendu

"Maksudmu?" tanya Kyuhyun

"Jika dia mencintaimu aku akan melepasmu untuknya" Kata Vic pelan.

Kyuhyun terdiam dan tiba-tiba amarahnya naik "Vic, kau anggap aku ini apa? Berhentilah bersikap kekanakan, Sungmin dan aku hanya berteman. Aku perhatian padanya karena aku berterima kasih dia telah menyelamatkanmu"

Victoria menangis "Aku hanya takut kau akan meninggalkanku Kyu, aku tak ingin kau pergi dariku tapi aku juga menyayangi Minnie"

Kyuhyun memeluk kekasihnya lagi "Sungmin tidak mencintaiku, aku tahu itu. Aku hanya ingin menghiburnya saja. Bagaimana mungkin kau bisa berfikir seperti itu? Aku tidak akan meninggalkanmu Vic, tentu saja tidak akan pernah aku membiarkanmu sendirian"

Kyuhyun melepas pelukannya lalu menghapus air mata Victoria "Jangan seperti ini lagi ya?aku sangat sedih mendengarnya."

Victoria tersenyum lalu memeluk Kyuhyun lagi "Aku mencintaimu Kyu. saranghae"

Kyuhyun tersenyum "Aku juga" jawabnya pelan.

Entah apa yang ada dipikirannya sekarang tapi Victoria hanya takut semua kekhawatirannya benar. Dia tidak tahu harus bagaimana kalau tak ada Kyuhyun. Dia takut kehilangan Kyuhyun. Sewaktu dia melihat Kyuhyun memeluk Sungmin di depan matanya entah tiba-tiba dia langsung berfikir kalau bisa saja Kyuhyun yang mencintai Minnie. Setelah bicara dengan Kyuhyun hatinya menjadi lega. Dia semakin yakin kalau memang perasaannya kepada Kyuhyun yang begitu besar bukanlah suatu kesalahan.

.

.

Sungmin sedang duduk di taman memperhatikan anak-anak yang sedang bermain dengan riang. Kadang dia ikut tersenyum kala melihat tingkah salah satu dair mereka yang sangat lucu. Jujur, Sungmin sudah merasa lebih baik sekarang, hatinya sedikit demi sedikit mulai terbiasa lagi dengan apa yang dijalaninya. Sungmin sudha tak ingin tahu lagi hubungan Kyuhyun dengan Victoria. Dia hanya ingin menjalani hidupnya dengan tenang. Kalau tiba-tiba dia ingat dengan perasaannya cepat-cepat dia mengalihkan perhatian dengan membuat kesibukan meskipun pada akhirnya itu tidak terlalu berefek.

"Selamat siang Lee Sungmin-ssi"

Sungmin menoleh ke arah suara itu, di depannya telah berdiri sesosok pria tampan dengan membawa beberapa kertas karton ditangannya

"Ah, Kau.. Choi Siwon-ssi selamat siang" Sungmin membungkuk memberi salam

"Apa kabarmu?" sapa Siwon ramah

"Aku baik, kau? Apa yang membawamu kesini?"

"Aku membawakan roti untuk mereka"

Siwon menunjukkan beberapa kantong roti kepada Sungmin. sungmin tersenyum "Wah, kau tak perlu repot-repot Siwon-ssi, mereka sudah makan siang" kata Sungmin tidak bermaksud untuk membuat perasaan Siwon tidak enak

"Benarkah? Sayang sekali.." Gumam Siwon

Sungmin tampak berfikir sebentar "Ah, begini saja.. aku akan memberikan ini kepada mereka setelah pulang sekolah nanti, aku akan beritahu kalau ini semua dari mu"

Siwon tampak setuju dia mengangguk "Baiklah, terima kasih Sungmin-ssi"

"Panggil saja aku Minnie, yang lain memanggilku begitu. Kalau Sungmin-ssi aku terlihat tua" tutur Sungmin polos, Siwon tertawa geli

"Ada yang lucu?" Sungmin menatap Siwon heran

"Kau yang lucu" jawab Siwon

"Aku?" Sungmin menunjuk dirinya sendiri

"Ya, kau sangat lucu. Kau juga hebat bisa bertahan karena kecelakaan itu"

"Bagaimana kau bisa tahu itu aku?" tanya Sungmin tidak mengerti

"Aku datang sewaktu acara festival itu dan aku ada bersama yang lain sewaktu kecelakaan itu terjadi"

Sungmin mengangguk paham "Wah, aku tidak tahu kalau kau datang. Kau benar, aku bersyukur Tuhan masih menyelamatkan aku" Sungmin tersenyum lebar

Sungmin kembali menatap anak-anak yang sedang bermain, takut dia tertinggal sesuatu. Bisa saja anak-anak berkelahi begitu saja hanya karena hal sepele

"Mengapa kau mau mengajar di sini?" tanya Siwon lagi

"Aku jatuh cinta dengan tempat ini dan kebetulan mengajar adalah cita-citaku. Kalau kau? apa yang membuatmu suka dengan tempat ini?" tanya Sungmin

Siwon tampak berfikir sebentar " Aku menyukai tempat ini karena ada kau.."

TBC-

Tuh tuh yang mau si Kuda dateng ceulammeuddh eeakkk :P

Aku mau minta maaf karena telat update, tugasku banyak,dosenku nyuruh ngeresume 1 bab cobaaa, banyak bangeettt ditambah besok aku presentasi jadi mesti bikin pptnyaaa *gantung diri*

ini aja udah jam dua pagi aku bela-belain update deh buat kalian padahal besok aku kuliah jam 8 pagi *nangis darah*

tapi gapapa, aku juga penasaran sama lanjutannya #plaakk

tuh sungminnya udah senyum lagi, yang sangat ngarep kyuhyun sakit dan menderita tahan dulu ya, masa iya aku langsung bikin dia nangis2 gak jelas sih, kasian air matanya #author diinjek readers

yang kurang setuju sama ada siwon, liat dulu aja yaaa :3 ikutin dulu aja *ketawa setan* kita liat siapa yang bisa nebak dengan benar haha

makasih yang udah mau review, jangan nangis lagi ya, aku jadi gak enak menyebar kegalauan Minnie kemana-mana^^

kayaknya mulai hari ini aku gak bakal tampilin nama kalian deh, sumpah banyak banget dan nama kalian susah banget di ketiknya hahaha

nanti pas akhir chapter aku bakal sebutin semuanya satu-satu, janji, suwer. Aku baca kok review kalian, malah selalu aku tungguin tiap menitnya #lebay

aku bener-bener terima kasih atas appresiasi kalian sama cerita akuuu, duh iniloh yang bikin aku semangat akhir akhir ini #ceilleehh

banyak readers baru ya? Dan mereka baca punya aku. duh senengnya sampe terbang ke langit.

Tungguin terus cerita kelanjutannya yaaa :B aku sadar kalianlah yang bikin cerita ini tambah seru untuk dibaca :3

Tetep review, wajib. Harus. Eh yang silent reader, mungkiin aku gak tahu kalian baca tapi Tuhan liat kalian loh #gak nyante

Becanda ding, becanda~~~ aku sayang kaliaan bangettt, yang silent maupun yang engga, mau ngabisin waktu untuk nge-klik judul ini dan men-scroll sampe habis aja aku udah seneng banget apalagi yang mau tinggalin komen :3 kalian sangat perhatian lagi sama akuuu :*

Kuliahku lancar kok, tenang aja. Intinya kalo udah mulai gak lancar ini ff gak bakal ada lanjutannya hahahha #plaakk oiah besok aku mau jalan-jalan nih ke kota tua sama temen kampus, kalo ketemu aku di sapa ya *abaikan* maka itu kayaknya update selanjutnya bakal molor lagiii hihihiii

Udah ya? Ngantuk nih belum tidur dari tadi. Sekali lagi makasi yaa :P salam kenal yang baru mampir, salam kangen dan sayang yang dari kemarin nungguin ff ini dan udah jadiin ini cerita favorite kalian

Tetep baca, tungguin , tebak ceritanya dan review

Dadaaaahhh *lambai-lambai tangan unyu* aku sayang kaliaaan :3

See ya next chapter :B