NARUTO BELONGS TO MASASHI KISHIMOTO

THIS STORY ORIGINAL BY ME

genre : romance, supranatual, humor

warning : gay, homo, yaoi, boyxboy, alur cepat

banyak typo, eyd gak jelas.

Chizu masihlah pemula dalam maka dari itu mohon bimbingannya

DAAAN BAGI SEMUA YANG SUDAH MEMFAVORITE MELIKE MEREVIEW TERIMA KASIH

MAKASIH YANG DARI AWAL UDA NGIKUTIN

AND NOW CHIZURU PROUDLY PRESENT

THE LAST CHAPTER 8


Denting jam terdengar memenuhi masion Uzumaki yang terlihat sepi, para pelayan yang biasa terlihat lalu lalang telah pulang lebih awal atas perintah Mito. Membuat Kyuubi sedikit menyengit heran dengan tingkah neneknya, tapi itu bukanlah suatu yang penting saat ini. Karena deruman mobil terdengar dihalaman luas masion Uzumaki membuat Kyuubi kembali melihat penampilannya. Celana jeans berwarna dark brown dengan baju v neck berwarna putih, dilapisi cardigan berwarna dark blue dan sebuah syal berwarna abu-abu membuatnya terlihat manly tapi manis sekaligus. Kaki manisnya dibalut sepatu berbahan kulit berwarna coklat yang senada dengan celananya.

'ting tong'

Suara bel memenuhi kediaman Uzumaki memberi sinyal bagi sang werewolf untuk segera menemui mate-nya. Itachi telah menunggunya dengan setelan jas mewah yang terlihat rapi, kacamata minus tampak membingkai wajah tampannya membuatnya tampak dewasa. Kyuubi bersemu merah ketika Itachi meraih tangannya dan menuntunnya ke mobilnya dengan senyuman menawan. Membukakan pintu seperti pasangan normal lainnya, Kyuubi merasakan perasaan yang menggelitik di perutnya. Semua perlakuan sang Uchiha membuatnya tak bisa membuatnya berhenti tersenyum malam ini.

~chezzlicious~

Mobil melaju dengan kecepatan rata-rata, mengingat kenyataan Itachi membawa sang terkasih saat ini adalah peringatan keras untuknya menjaga keselamatan sang werewolf. Hening melanda keduanya didalam mobil buatan Italy selama membelah kota Kyoto yang terlihat cukup ramai, sampai Kyuubi membuka obrolan dan memecah keheningan.

"kemana kau akan membawaku?" ucapnya sembari memalingkan wajahnya ke sang iblis.

"ke tempat dimana semua akan terukir dalam mimpi indahmu" mulut itu tak hanya indah namun sangat menjerat.

Kyuubi berdesir aneh, perasaannya mulai membuncah ia ingin segera mengungkapkan semuanya. Semua yang ia rasakan kepada pemuda dihadapannya. Dan Itachi mengerti arti tatapan itu, tatapan penuh cinta yang hanya ditujukan seseorang padanya, ia tersenyum. Hidup beratus-ratus tahun lamanya dan mengasingkan diri untuk tidak bertemu mate adalah hal bodoh yang kini ia runtuki.

.

~chezzlicious~

Hamparan kota Kyoto terlihat memukau dengan ribuan cahaya lampu yang berkilauan memanjakan mata. Dibawah sinar sang raja malam dan pengikutnya, Kyuubi terpaku ditempatnya, menatap kota Kyoto yang terlihat sangat indah dari gedung tertinggi. Menjadi saksi keindahan Kyoto kala malam menyambut, sang werewolf masih setia memandangi gemerlap lampu yang menghiasi Kyoto hingga sebuah tangan melingkar di perutnya. Nafas hangat Itachi menerpa leher jenjangnya kemudian mengecupnya pelan, perlakuan Itachi tentu saja mengundang hal lain pada Kyuubi yang sudah mati-matian dia tahan dan itu membuatnya cukup kesakitan.

Dengan perlahan dilepasnya kedua tangan yang asik melingkar di pinggang rampingnya, membuat sang pemilik tangan sedikit terkejut namun memilih diam melihat apa yang akan dilakukan sang mate.

"kukira kau sudah tau Itachi" ucapnya membelah keheningan.

"..."

"aku tau kau juga sudah menyadarinya ketika kita pertama kali bertemu, kita—"

"mate" potong Itachi cepat yang hanya mendapat anggukan samar dari sang wolfie.

Keheningan kembali terjadi sebelum Itachi membawa Kyuubi ke dalam pelukannya di tengah atap gedung pencakar langit Kyoto. Kyuubi diam tak berani berkata apapun, namun sebuah tangan meraih tangannya dan menggengamnya erat.

"ini mungkin tidak seperti seromantis yang selalu kau pikirkan kyuu tapi aku sudah berjuang untuk memberimu ini" sebuah kotak berludru berwarna hitam kini terbuka menampilkan sepasang cincin berwarna perak dengan ukiran huruf-huruf kuno yang dapat diartikan sebagai 'kebahagian selamanya'.

"would you be my forever mate Uzumaki Kyuubi?" ucap sang iblis sembari bersimpuh dihadapan sang werewolve.

Kyuubi diam terpaku ditempatnya, selagi Itachi masih bersimpuh bersiap menerima apapun jawaban Kyuubi yang bahkan bisa membunuhnya. Tak ada suara hanya angin berhembus menerpa keduanya, hingga Kyuubi menubrukkan dirinya kepelukan sang Uchiha dan menangis haru.

"bodoh bodoh bodoh" racaunya disela tangisannya.

"..."

Kyuubi masih terus menangis hingga Itachi melepas pelukannya.

"jadi maukah kau membagi sisa umurmu dengan iblis ini? Membagi rasa sakit dan kebahagian bersama denganku wahai werewolf?" Itachi menatap kedua rubi dihadapannya dengan serius tak ada nada main-main dari kalimatnya.

"ikat aku dalam ikatan penyatuan wahai iblisku"

Itachi menciumnya menyalurkan kebahagiannya sekaligus rasa cintanya pada sang pemuda dihadapannya yang telah menjadi pasangannya. Waktu terus berjalan hingga ciuman manis itu terpaksa terhenti tak kala Kyuubi melepas ciumannya.

"tidak disini chi"

"yes my mate"

~chezzlicious~

Erangan terdengar mengalun merdu disebuah rumah berbentuk kayu yang sangat menawan, tak ada kehidupan manusia selain suara hewan-hewan malam yang bersahut-sahutan membalas pesan kawanannya. Rumah yang berada ditengah-tengah hutan dengan sebuah danau buatan dibelakangnya nampak terlihat sangat ramai dengan aktivitas dua makhluk kuno yang tengah mencoba mengikat satu sama lainnya.

Tangan itu saling mengenggam mencoba menyalurkan hangatnya perasaan cinta mereka, mata itu tertutup menikmati segala permainan yang mereka rasakan, ada getaran aneh yang sangat indah melantun di setiap urat nadi keduanya. Mereka merasakannya. Apa yang disebut cinta.

Itachi kembali mencium sang mate dengan ganas membuat bibir sang wolfie bertambah bengkak karena ciuman yang menuntut dari sang terkasih, tangannya mencoba meraba seluruh tubuh Kyuubi. Mengingat dengan jelas bagaimana bentuk sang mate yang seutuhnya. Kyuubi sedikit kewalahan menghadapi nafsu Itachi yang sudah memuncak kenyataan dirinya menahan segala nafsunya. Itachi terus menyerang Kyuubi menandai segala inci tubuh sang wolfie dengan ganas, sedangkan sang sumbissive tak mau semudah itu ditaklukkan.

Kyuubi meraih satu persatu kancing baju Itachi membukanya dengan sedikit kesal, kenyataan dirinya sudah terbuai adalah realita. Itachi terus menandai apa yang sudah menjadi miliknya tak mau seorang pun menyentuh yang ia miliki, Kyuubi miliknya dan itu mutlak. Ciuman itu terlepas nafas terengah-engah menghiasi keduanya.

"chi...hah..hah.. aku seorang royal omega ah ah.."

Itachi terdiam ia menatap langsung kedua rubi yang terlihat seperti bongkahan batu mewah tersebut. Dengan perlahan Itachi mengecup kening Kyuubi menghantarkan sengatan listrik berjuta volt ke tubuh sang wolfie.

"aku tau kyuu" jawab Itachi disela-sela kegiatannya menandai sang werewolf.

"anh...hn...AHH"

Itachi mengigit keras tonjolan manis di dada mulus sang werewolf menghantarkan ribuan volt kenikmatan pada Kyuubi. Desahan terus melantun indah bagai melodi tak bernada. Kyuubi terus mendesah, sedangkan Itachi terus memberikan kenikmatan dunia pada sang mate. Ciuman Itachi kini mulai turun ke perut menelusuri tekstur perut kekar milik sang Uzumaki meski tak ada bandingannya dengan miliknya yang memiliki delapan kotak menggiurkan.

Kyuubi mulai meracau ketika tangan Itachi dengan nakal menyusup dibalik celana jeans miliknya, meremas kejantanannya dengan lembut dan bermain-main pada kedua testis Kyuubi yang masih tertutup oleh kain. Perlahan Itachi melepas seluruh pertahanan Kyuubi menyisahkan sebuah tubuh polos yang membangkitkan libidonya.

"ahh...nghh...chii.."

Tangan Itachi terus bermain di kejantanan sang kekasih, mengocoknya perlahan hingga menimbulkan jejak-jejak suara yang cukup keras. Kini bukan hanya Kyuubi yang sudah telanjang namun Itachi sudah berada pada limit yang ia miliki.

"Kyuu apa kau siap?"

"lakukan chi"

Perlahan tangan sang iblis mulai bergeriliya diseluruh tubuh sang werewolf mengirimkan ribuan volt kenikmatan, cumbuan dan kecupan mesra tak luput dari sang iblis. Dahi, lacrimale, pipi, dan terakhir bibir yang menjadi pusat ciuman itu berlangsung. Ini bukan lagi sekedar ciuman kasih sayang namun sebuah ciuman mendesak dari sang Uchiha sulung kepada sang Uzumaki, keinginan mendominasi, keinginan memiliki, keinginan menghancurkan segala keraguan Kyuubi adalah inti dari segalanya. Itachi terus menunjukan kepemimpinannya atas segala yang dimiliki Kyuubi, lidahnya terus mengobrak-abrik pertahanan sang Uzumaki dan tangannya tak serta merta hanya diam namun mencoba membuat sang sumbissive berteriak lebih keras akan kenikmatan yang ia berikan. Kedua tangannya tengah asik bermain-main diarea dada Kyuubi menyentuhnya, memilin, bahkan mencubitnya dengan keras cukup membuat sang empunya berteriak karna kenikmatan dunia.

"aaah...engh.. hah...hah..chiii" desahnya disela-sela ciumannya, 7 menit berlalu hingga Itachi melepaskan ciumannya karena kebutuhkan oxigyen yang mendesak keduanya memutus penyatuan bibir itu, namun bukan Itachi jika membiarkan Kyuubi merasakan lega. Perlahan ciumannya beralih ke leher sang Uzumaki menandai kembali leher jenjang dan semua yang ada di tubuh sang mate, setelah puas bermain di area leher Kyuubi, Itachi mengalihkan perhatiannya ke arah kedua tonjolan di dada Kyuubi. Memandangnya dengan lapar kemudian menjilat dan mengulumnya dengan ganas, Kyuubi semakin bergerak liar mendapati titik sensitivenya kini di kulum oleh sang mate, Kyuubi menjambak pelan rambut hitam Itachi menahan kepalanya agar terus berada di dadanya. Itachi membagi adil perhatiannya kepada seluruh inci tubuh sang mate hingga di titik tersensitive sang sumbissive. Kejantanannya.

Itachi meremas kejantanan Kyuubi dengan pelan mengocoknya perlahan hingga membuat desahan-desahan Kyuubi tak pernah surut, lidah Itachi tak mau menanggur mulai menjilati perpotongan paha Kyuubi. Menggoda kejantanannya dengan lidah nakalnya sebelum memasukan seluruhnya ke mulut sexynya.

"Ahhh...chii...engh"

"aaahhh...aaahhh"

Itachi mengulumnya dengan tempo yang sedang membuat Kyuubi merasakan sensasi berada didalam mulut hangatnya, tangan kanannya berada di kedua testis sang pemilik mata rubi tersebut memainkannya seperti anak kecil. Semakin lama bukan hanya bibir Itachi yang bekerja namun Kyuubi mulai bergerak seirama kuluman Itachi atas kejantanannya, memasukkan lebih dalam miliknya ke mulut sang Uchiha yang tentu diterima dengan senang hati. Menit demi menit berlalu gerakan Kyuubi semakin tak beraturan nafasnya semakin tersengal-sengal akibat perbuatannya dengan Itachi.

"Chii.. aahh-aakuh...akan...kelua—AHHH.."

Semburan sperma Kyuubi kini memenuhi rongga mulut sang Itachi, dengan tenang Itachi menelan sebagian sperma Kyuubi sebelum membawa sperma yang masih berada di mulutnya ke ciumannya dengan Kyuubi, membiarkan Kyuubi dapat merasakan rasa dari miliknya sendiri. Setelah cukup puas membagi rasa dengan Kyuubi, Itachi kembali mendaratkan ciumannya pada cuping telinga Kyuubi titik lemah lainnya dari sang mate. Itachi bersiap sebelum memasuki menu utama yaitu ritual penyatuan. Itachi menuntun Kyuubi mengulum ketiga jari kirinya sebagai pelumas persiapan hole milik Kyuubi, dirasa cukup Itachi membuka lebar kedua kaki Kyuubi membuat hole sempit milik Kyuubi terpampang jelas. Berwarna merah dan basah. Itachi tidak mau menduga-duga seperti apa rasanya berada didalam hole milik Kyuubi ia hanya ingin merasakannya langsung.

Satu jari menghantarkan sang sumbissive ketidaknyamanannya

"sakit?"

"tidak lanjutkan chi.."

Dua jari ringisan kecil dari Kyuubi mulai terlihat

"sakit?"

"eum..sakit"

"tahanlah Kyuu ini belum seberapa"

Hanya anggukan samar menjadi jawaban pernyataan Itachi, Itachi kembali fokus dengan kedua jarinya membuat gerakan menggunting dan melebarkan untuk persiapannya.

Tiga jari kini bukan hanya ringisan dan ketidaknyamanan, namun Kyuubi merasakan sakit ketika tiga jari Itachi seperti memaksa hole sempitnya membuka meskipun sudah diberi pelumas.

"s-sakit chiiii..." rengekan Kyuubi saat ini tidaklah dapat menghentikan semuanya hanya elusan kecil dan ciuman kasih yang ia terima

"tahan Kyuu"

Ketiga jari Itachi kembali membuat gerakan melebarkan dengan perlahan keluar-masuk dengan pelan namun dalam, mencoba mencari titik terlemah Kyuubi hingga

"AHH..."

"disini rupanya"

Itachi kembali mengarahkan ketiga jarinya ke tempat dimana Kyuubi dapat terbang ke langit, Kyuubi yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya dapat mendesah dengan keras ketika titik terlemahnya disentuh. Itachi berulang kali menubrukkan ketiga jarinya ke tempat yang sama hingga Kyuubi merasa ia akan datang untuk yang kedua kalinya.

"Chiii... aaahhh... aku ra-sa.. akuh...aahhh..engh..akan..."

Sebelum sempat merasakan ejakulasi Itachi mencabut ketiga jarinya dari lubang sang Uzumaki, membuat sang sumbissive merasa kecewa karena tidak jadi mengeluarkan sari dalam dirinya. Namun sang tersangka dengan asyik menjilati ketiga jarinya mencoba merasakan rasa dari hole sang kekasih.

"jangan kecewa Kyuu setelah ini kau akan merasakan yang lebih"

Kyuubi hanya menatap Itachi dengan nafas yang tersengal-sengal hingga Itachi kembali menindih Kyuubi dan menciumnya dengan ganas. Ciuman itu tak berlangsung lama hanya sampai Itachi merasakan miliknya sudah tak sabar ingin merasakan hole milik kekasihnya dan menjadikan Kyuubi seutuhnya matenya. Onyx dan rubi bertemu menyalurkan sejuta makna tersirat di kedua bola mata yang berbeda warna itu. Itachi sekali lagi mencium dahi sang Uzumaki kemudian tersenyum manis sebelum membawa Kyuubi pada ciuman memabukkan. Hingga Itachi mendorong kejantanannya masuk ke hole milik Uzumaki membuat sang empunya mengeluarkan air mata. Ini tidak sebanding dengan ketiga jarinya!

"AHHHHHH...HAH...HAH...SAKIT... KELUARKAN CHII INI SAKIT!"

"stt tenanglah Kyuu tenang rileks"

"ini sakit chiii"

Namun Itachi terus berusaha mendorong miliknya hingga tertanam penuh, mengerti akan semakin sakit jika ia terlalu hati-hati dan lama, Itachi dengan cepat menusukkan miliknya hingga masuk diiringi tangisan dan rintihan sang Kyuubi. Keheningan terjadi hanya tangisan rintihan dari Kyuubi yang mewarnai suasana. Itachi tak bergerak menanti Kyuubi membiasakan diri dengan miliknya yang tidak bisa dibilang kecil.

"Kyuubi tatap aku"

Dengan linangan air mata yang masih belum mengering Kyuubi menatap onyx dihadapannya. Dia adalah Uchiha Itachi seorang yang sebentar lagi akan seutuhnya menjadi matenya. Orang yang nantinya akan membagi umur, rasa sakit, dan menjadi pelabuhan terakhirnya. Tanpa sadar Kyuubi tersenyum meraih Itachi untuk kembali menyatukan bibir mereka, membagi perasaan tanpa harus dengan perkataan, sampai akhirnya Itachi menyudahi acara ciuman mereka dan menatap rubi dihadapannya.

"Uzumaki Kyuubi maukah kau menjadi mateku seutuhnya, membagi umur dan rasa sakit denganku, melabuhkan kisah hidupmu denganku hingga ajal menjemput?"

Ritual penyatuan dimulai

"aku bersedia Itachi dan Uchiha Itachi maukah kau menerimaku apa adanya, membagi umur dan kebahagian bersamaku hingga ajal menjemput?"

"ya aku bersedia"

Ciuman panjang tak ada hasrat menjadi pertanda persetujuan mereka, kini kedua mata itu saling menatap. Itachi merubah warna matanya menjadi merah dengan manegkyo sharingan yang menjadi tanda ia adalah iblis dengan posisi diatas sedangkan Kyuubi merubah warna matanya menjadi orange dengan pupil kecil yang memanjang membentuk vertikal seperti rubah. Hening. Hingga perlahan Itachi memunculkan taring tajamnya begitu pula Kyuubi saling beradu kemudian menancapkan taring mereka di masing-masing leher sang pasangan, menusuk hingga ke dalam pembuluh nadi sakit dan panas terasa di setiap aliran tubuh mereka. Itachi dan Kyuubi saling mengecap rasa satu sama lain, menelan sebagian kemudian membaginya didalam ciuman mereka. Tetesan liquid merah menetes dari dagu hingga leher sang Kyuubi menukar darah dari masing-masing sebelum menelannya, setelah itu masing-masing kembali menancapkan taringnya di tempat mereka membuat tanda untuk membuat sebuah ukiran yang menjadi tanda penyatuan mereka.

Sebuah ukiran memanjang berbentuk bunga mawar memanjang dari leher hingga punggung Kyuubi dan Itachi, tanda bahwa mereka kini adalah sepasang mate seutuhnya. Dimana mereka akan membagi umur dan kesakitan, tak ada kebohongan diantara mereka karena mereka terhubung mereka adalah satu.

Setelah proses penyatuan usai Itachi menatap sang mate dibawahnya yang tengah tersenyum kepadanya "bergeraklah chi". Seolah magis Itachi langsung menurut dengan sang kekasih, ia memaju-mundurkan pinggulnya dengan ritme sedang menyesuaikan dengan gerakan Kyuubi

"ah..aahh..engh..terus...chii... lebih cepat.."

Itachi kembali menambah ritme permainannya semakin cepat

"terus chii... ah...ahhh..engh...faster..."

Itachi kini semakin brutal menyodok anus Kyuubi hingga menemukan titik terlemahnya

"AHHH...ENGH.. YAH YAH.. DISITU CHI... LAGI"

Itachi dengan cepat kembali menyodok titik terlemah sang Uzumaki berkali-kali membuatnya mendesah berkali-kali.

"AHHH.. HARDER.. FASTER CHI..."

"Kyuu"

"CHIII...ENGH...AH.. LEBIH AHHH... CEPAT AAAH..."

"..."

"AHHH...DISITUUUH...AH LAGIII...CHIII"

"..."

"CHIII AAAHHH... AKU...AKAHH...ANN..."

"bersama Kyuu enhgh..."

"CHIII"

"KYUU"

Nafsu telah berkobar

Membakar jiwa

Melelehkan keringat

Dan melebur menjadi satu kesatuan yang indah

Malam menjadi saksi penyatuan dari kedua makhluk-Nya dalam ritual suci, membagi semuanya dalam aliran darah keduanya. Menjadikan mereka satu kesatuan suci yang tak terpisahkan hingga ajal menjemput. Bersumpah atas nama-Nya saling membagi dalam keadaan apapun, bersama dalam susah maupun senang, menjalani sisa hidup mereka dalam ikatan cinta yang kekal.

Uchiha Itachi dan Uzumaki Kyuubi.

~SJCS~

(SAMPAI JUMPA di CHAPTER SELANJUTNYAAA~)


Asli sebenernya aku sendiri lupa kapan pertama kali aku bikin cerita absurd ini

pertama kali terjun jadi author itu beneran kacau balau, tanda baca dsb dibawah kkm dan harus remed

gatau gimana setiap post new chapter itu aku langsung yang gloomy abis, takut mengecewakan para readers

tapi aku beneran mau jungkir balik sambil koprol liat semua review membangun semua review ngasih semangat sampai review kayak nagih utang

aku seneng banget karena the last ditunggu-tunggu engga nyangka bakalan kayak gini bahagia banget.

aku beneran gak bosen buat berterima kasih sama semua yang uda support

ngasih review, ngefavorite, ngefollow suer kalian pengen rasanya gitu chat langsung bilang makasih tapi apa daya terkadang tugas membahana

ini sebenernya update yang amat sangat lambat karena kepotong sama hal-hal diluar naskah sebagai fujoshi jadi mohon maaf banget

dan sekali lagi makasiiiih~

dan btw aku juga masih butuh review kalian jika ada penulisan dll yang salah dan kurang nyaman karna aku masih pemula mohon bimbingannya minna~!

ps: aku ganti dari tbc ke SJCS karna aku kesel liat cerita yang aku baca tbc mulu jadi saking betenya aku ganti hahhaha /gaksadardiri