Title : My Husband is Perfect!
Author : Cho Sera
Rating : T+ dan tidak menutup kemungkinan bisa berubah menjadi M mengingat yang menulis fanfic ini adalah author mesum-,-
Summary : Kehidupan rumah tangga seorang penyanyi terkenal bernama Cho Kyuhyun dengan yeoja sederhana bernama Lee Sungmin. Akankah Kyuhyun bisa mempertahankan Sungmin dan cita-citanya dalam waktu bersamaan? Cerita pasaran yang mungkin sudah sering chingudeul baca di tempat lain, tapi karena ini fanfic GS pertamaku yah,, diriku butuh masukan, saran dan kritik dari chingudeul semua, semoga kalian suka:)
Disclaimer : sudah dipastikan Kyuhyun itu milik Sungmin dan Sungmin itu milik author, jadi kalian para pumpkiners relakan lah bias kalian mengarungi biduk rumah tangga dengan author seksi menggoda ini #Kyu buru-buru ambil jarum buat ngempesin author.
Warning : bagi kalian KyuMin Shipper mungkin agak risih ngebaca fanfic ini karena disini peran Sungmin oppa adalah sebagai yeoja, tapi demi tubuhku yang semakin lama semakin montok, aku menulis fanfic ini hanya untuk hiburan semata jadi jika ada chingudeul yang tidak suka baca fanfic GS kusarankan jangan baca fanfic ini, kita saling menghargai saja, oke?^^ dan mungkin bagi kalian yang masih dibawah umur, kusarankan lebih baik jangan baca fanfic ini, karena bisa membuat kalian lebih cepat dewasa #plak
DON'T LIKE DON'T READ! NO PLAGIAT! YES KYUMIN! *apasihhhhh*
CHO SERA PRESENT
.
My Husband is Perfect!
Part 8
.
.
Nb : untuk para YunJae Shipper aku benar-benar mohon maaf.. Untuk 1 part ini aku minjam Yunho oppanya dulu ya, sebentar aja koq, oke? ^^
Kata orang kebahagiaan itu selalu berdampingan dengan pengorbanan tapi menurutku itu salah!
Tidak hanya pengorbanan, darah dan air mata pun kuberikan untuk mendapatkan kebahagiaan tapi tetap saja hasilnya nihil.
Kata orang kesenangan itu selalu berdampingan dengan kesedihan tapi menurutku itu salah!
Tidak hanya kesedihan yang kurasakan, rasa takut dan cemas selalu menemani hari-hariku tapi tetap saja kesenangan itu tidak tampak.
Apa salahnya jika aku ingin bahagia?
Apa salahnya jika aku ingin hidup senang?
Apa semua orang terlalu iri kepadaku sampai mereka tega menahan kebahagiaanku?
Apa dunia ini terlalu kejam kepadaku sampai aku tidak bisa merasakan kesenangan?
Apa sulitnya memberikan Sungmin kepadaku?
Tidak, aku tidak membutuhkan apa-apa selain Lee Sungmin.
Apa sulitnya mempercayakan Sungmin kepadaku?
Tidak, aku berjanji tidak akan menyakitinya.
Apa sulitnya menitipkan Sungmin dihidupku?
Tidak, aku berjanji tidak akan mempersulit hidupnya.
Tuhan, jika Kau masih berbaik hati kepadaku tolong ijinkan aku memiliki ciptaanMu itu karena tanpa dia aku tidak bisa bernafas..
Tuhan, jika Kau masih menganggapku ada tolong ijinkan aku bahagia disampingnya karena tanpa dia aku tidak bisa hidup dengan baik..
Dan Tuhan, jika memang benar aku dilahirkan dari rahim wanita itu tolong ijinkan aku merasakan kasih sayang tulus darinya, sebelum aku benar-benar menghancurkannya..
#### **** My Husband is Perfect! **** ####
-Flashback-
Overprotective, itulah sikap yang ditunjukkan seorang Cho Kyuhyun ketika tahu ternyata Sungmin pun mempunyai pengagum rahasia!
Hey, anda salah jika menganggap pengagum rahasia Sungmin adalah seorang namja berkacamata yang selalu duduk dipojokan ruang kelas dan merupakan salah satu siswa yang terasingkan.
Anda berfikir seperti itu? Buang jauh-jauh pemikiranmu karena pengagum rahasia kekasih dari namja tampan bernama lengkap Cho Kyuhyun adalah Jung Yunho!
Yah, Jung Yunho. Namja tampan, kaya dan bertubuh atletis itu secara terang-terangan dan dengan sangat tegas berucap dia akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan hati Sungmin. Kyuhyun marah? Tidak marah hanya murka.
Jung Yunho adalah seorang tuan muda kaya yang mendedikasikan sebagian hidupnya untuk bermain basket. Tidak hanya menjadi kapten basket disekolahnya, Yunho pun terdaftar sebagai pemain inti di tim basket nasional Korea Selatan. Dan entah sejak kapan namja tampan itu menaruh perhatian lebih kepada Lee Sungmin.
Yunho bukannya tidak tahu jika sekarang Sungmin sudah tidak sendiri. Ada Kyuhyun yang setiap saat setiap waktu selalu siap menjaga kelinci imutnya itu agar tidak dimiliki siapapun selain dirinya. Hey tapi bukannya kesempatan itu selalu ada? Dan bukankah hubungan Kyuhyun dan Sungmin baru sebatas pasangan kekasih? Jika diusahakan dari sekarang siapa tahu takdir akan memenangkannya.
Ehmmm~ menurut sebagian namja yang bermata normal. Sebenarnya Sungmin itu termasuk salah satu yeoja tercantik disekolah. Mungkin tidak cantik, hanya saja wajah kelinci itu terlalu manis yang membuat siapa saja betah memandang wajahnya.
Dari bentuk tubuh, mungkin tubuh Sungmin tidak seindah yeoja Korea Selatan pada umumnya tapi tetap saja tubuh itu sangat menarik untuk dipandang atau bahkan untuk diraba (?)
Tapi sayangnya Yunho kalah cepat dengan Cho Kyuhyun yang bahkan berstatus sebagai dongsaeng di sekolah bertaraf internasional itu.
Jangan melihat dari otak atau sikap Sungmin yang selama ini selalu dianggap aneh oleh sebagian orang tapi lihatlah kebaikan hati yeoja manis itu yang membuat siapa saja kagum akan sosoknya.
Tapi sekali lagi, sayangnya sosok itu sudah ada yang memiliki!
Kata orang jika ada kemauan pasti akan menemukan jalan dan sekarang sepertinya jalan Yunho sudah sedikit terbuka, bahkan dewi fortuna sedang berbaik hati kepadanya. Dengan bantuan sahabatnya –Yoona- dia bisa selangkah lebih dekat untuk mengenal sosok Sungmin sesungguhnya dan tentu saja tanpa ada gangguan dari bocah evil yang jago matematika itu.
"Film apa yang kau suka?" tanya Yunho ketika Sungmin menepati janjinya untuk berkencan seharian dengannya.
"Aku suka film apa saja, tapi mungkin lebih senang dengan film-film romantis," jawab Sungmin yang sama sekali tidak menyadari ada sosok yang memperhatikan gerak-geriknya dari kejauhan. Hey~ bagaimanapun juga tidak ada manusia yang rela membiarkan kekasihnya kencan dengan orang lain kan?^^
"Ah baiklah, tunggu disini aku akan membeli tiket,"
Setelah hampir sepuluh menit, Yunho kembali dengan memegang dua tiket ditangan kirinya, "Aku sudah mendapatkan tiketnya, kurasa film ini cocok dengan seleramu semoga kau suka dengan pilihanku," senyum bahagia jelas terlihat dari wajah tampan itu.
"Ne, gomawo Yunho-ssi,"
"Cukup memanggilku Yunho, atau jika mau kau boleh memanggilku Yunho~ah. Sepertinya itu akan membuat kita lebih akrab," seseorang yang mendengar ucapan itu dari balik tiang sudah mengepalkan tangannya kuat. Beberapa kali ia harus menarik nafas untuk meredam emosinya, "Kau ingin makan sesuatu? Makanan apa yang kau suka?"
"Aku suka dengan semua makanan,"
"Minuman?"
"Aku juga suka dengan semua minuman,"
Ini sangat berbeda! Ketika Sungmin berkencan dengan Kyuhyun, hatinya selalu berdetak kencang tapi sepertinya sekarang Sungmin tidak merasakan apapun. Jika boleh jujur, justru sekarang Sungmin sedang memikirkan kekasihnya yang sedang mengadakan gencatan senjata kepadanya.
.
.
.
Film romantis yang menampilkan artis-artis Korea papan atas sudah berjalan 75 menit, konflik dalam film pun sudah mulai memanas. Mata Sungmin sudah basah dengan air mata, terkadang emosinya tidak bisa terkontrol jika sang pemeran yeoja utama tersakiti. Yunho yang berada disampingnya tidak pernah bosan menatap wajah menggemaskan itu.
"DASAR NAMJA PABBO!" teriak Sungmin yang membuat semua mata tertuju kepadanya.
"Yaaa Sungmin~ah jangan berteriak seperti itu, orang-orang bisa merasa terganggu," dengan berbisik Yunho berusaha mengendalikan emosi Sungmin.
"Apa lagi yang namja itu cari! Bahkan yeoja cantik itu terlalu sempurna untuknya!"
"Yaaaa! Nona! Lebih baik kau keluar, kau benar-benar sangat berisik!" ucap salah satu ahjussi dan serempak semua kepala mengangguk setuju.
"Yaaa ahjussi, kenapa kau menyalahkanku? Kau tidak lihat betapa bodohnya namja itu karena meninggalkan Lee Hena-ssi? Dia yeoja yang sangat mengagumkan!" ucap Sungmin tidak mau kalah.
"Aigoooo gadis kecil ini! Kau buta? Yang kau lihat itu hanya sebuah film, bukan kisah nyata!"
"Cih, apa kau yang bodoh ahjussi? Kau tidak lihat, diawal film sudah jelas dikatakan film ini diadaptasi dari kisah nyata! Tentu saja ini nyata!"
Keributan-keributan yang Sungmin dan ahjussi itu ciptakan benar-benar mengganggu kenyamanan, Yunho pun hanya menundukkan wajahnya menahan malu. Pihak keamanan bertindak cepat melerai keributan dan menyeret paksa Sungmin dan ahjussi keluar studio, "Yaaa! Apa yang kalian lakukan! Aku belum selesai menonton! Yaaaa! Lepaskan!"
.
.
.
"Sungmin-ssi, mianhae ibu menelepon dan menyuruhku cepat pulang. Jeongmal mianhae, aku tidak bisa mengantarkanmu pulang,"
"Gwaenchana, pulanglah,"
"Ne,"
Dengan cepat Yunho meninggalkan Sungmin seorang diri di depan gerbang bioskop yang berada dipusat distrik Gangnam.
Seringai puas terlihat diwajah namja yang sejak tadi mengikuti Sungmin dan Yunho dari kejauhan. Sepertinya dugaannya sangat tepat. Tidak ada namja yang sanggup menghadapi keanehan Sungmin selain dirinya.
"Hhhaaahh~ aku sangat lapar," Sungmin merogoh tasnya dan menghitung uang didompet pink miliknya, "Ternyata aku sangat miskin,"
"Kau lapar nona? Ikutlah makan denganku lalu setelah itu beri aku satu ciuman," namja berkacamata hitam dan berjaket kulit cokelat itu menghampiri Sungmin yang sudah sangat kelaparan dengan tangan yang memegang perutnya.
"Yaaaa! Aku bukan yeoja seperti itu! Dasar kau namja mesum!"
"Tapi mengapa kau sangat menyukaiku? Semesum apapun diriku, tetap saja kau mencintaiku dan tidak bisa melupakanku,"
"Apa yang kau maksud bocah tengik!" Sungmin membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa orang gila yang sejak tadi mengganggunya.
Dengan lekat Sungmin memandangi namja itu dari atas ke bawah, "Kau mirip sekali dengan kekasihku yang tampan. Karena kau mirip Kyuhyunku, aku berbaik hati tidak memukulimu. Sudah pergi sana, jangan menggangguku!" Sungmin kembali membalikkan tubuhnya berniat pergi meninggalkan gedung bioskop.
Sang namja? Hanya bisa melongo tidak percaya.
"Yaaaa! Lee Sungmin! Kau tidak mengenaliku!"
Merasa namanya disebut, Sungmin menghentikan langkahnya, "Kau tidak mengenaliku? Kau tidak hafal dengan suaraku?"
"Anni, kau mengenaliku?"
"Ishhh! Yeoja ini! Aku Kyuhyun, Cho Kyuhyun!" Kyuhyun membuka kacamata dan topinya, "Kyu! Kyuhyun~aaaahhhhhh," Sungmin berlari dan dengan cepat memeluk tubuh kekasihnya erat.
"Kyuuuuu kau sudah tidak marah lagi?"
"Kau tidak mengenali wajahku?"
"Kau memakai kacamata dan topi, wajahmu tidak terlihat,"
"Kau tidak mengenali suaraku?"
"Anni, suaramu pasaran,"
"Aku bahkan mengenali wangi tubuhmu,"
"Benarkah? Woaahhh~ daebak! Kyuhyun~ah aku lapar lapar lapar lapar~"
"Aku bahkan mengenali suara langkah kakimu,"
"Makan jajangmyun yaaahhhh~"
"Aku bahkan mengenali bayanganmu,"
"Aku mau dua porsi!"
Perbedaan dalam suatu hubungan bukanlah suatu penghalang untuk membawa hubungan itu kearah yang lebih baik, jika pengertian lebih besar dari ego yakinlah perbedaan ada untuk membuat hubungan itu terikat lebih kuat :)
-Flashback end-
#### **** My Husband is Perfect! **** ####
Pagi hari di Cheongnam, sebuah kota kecil diselatan Kota Seoul itu memang tempat yang paling tepat untuk berolahraga. Banyak sarana olahraga yang disediakan oleh pemerintah untuk masyarakat khususnya warga kota Cheongnam.
"Yaaaa! Kau ingin menyiksa istrimu! Kakiku sakit Kyuuuuu~" keluh Sungmin saat bertelanjang kaki menyusuri jalan setapak berbatu yang katanya berkhasiat menyembuhkan segala macam penyakit.
"Ini cara yang paling tepat untuk menghilangkan lemak chagiya,"
"Omooooo~ ini sakit sekali Kyu!"
"Sebentar lagi sampai, bertahanlah,"
"Kyuhyun~ah, ketika aku kecil aku bermimpi mempunyai suami seorang atlet badminton," mata Sungmin kini terfokus di lapangan badminton yang berada di ujung kawasan olahraga Cheongnam.
"Yaaaa! Suamimu seorang idol terkenal! Apa hebatnya menjadi seorang atlet,"
"Itu hanya impianku sejak kecil. Aku bermimpi meneriakkan nama Korea Selatan ketika ia sedang bertanding, dan aku bermimpi ketika ia menang dan meraih emas ia akan menyebutkan namaku dan berterima kasih karena selalu mendukungnya sampai akhir. Kekekeee~ itu sangat romantis," rona kemerahan nampak diwajah manisnya.
"Nanti juga aku akan menyebutkan namamu,"
"Andwae! Kau tidak bisa melakukannya, aku tidak mau hal itu terjadi. Aku masih ingin melihat idol Korea Selatan bernama Cho Kyuhyun menyanyikan sebuah lagu dengan suara indahnya," kedua tangan itu masih terpaut erat, Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin erat seolah tidak ingin melewatkan moment berharga ini.
"Bagaimana jika aku menuruti keinginanmu?"
"Keinginanku?"
"Ne,"
"Kau akan membelikan tiga porsi jajangmyun untukku?"
"Anni,"
"Lalu?"
"Berhenti menjadi seorang penyanyi, meninggalkan semuanya dan memulai semuanya dari awal bersamamu,"
Langkah Sungmin terhenti.
"Wae? Sebentar lagi kita sampai,"
"….."
"Kau tidak ingin merasakan hidup normal seperti keluarga pada umumnya? Lagi pula aku ingin cepat mempunyai anak Sungmin~ah,"
"Anni! Tidak boleh! Kau tidak boleh melakukan itu,"
"Waeyo? Bukankah itu yang kau inginkan?"
"Aa-aku, aku ingin terus melihatmu bernyanyi Kyuuu~ aku bahkan tahu betapa berartinya pekerjaan itu untukmu," kedua mata Sungmin mulai memerah. Ada rasa senang bercampur sedih saat Kyuhyun mengatakan akan keluar dari dunia keartisannya.
"Tidak perlu terus memikirkan aku, sesekali pikirkan juga kebahagiaanmu,"
"Kyuu~"
"Sudahlah, lagipula sampai kumati aku tidak akan pernah berhenti bernyanyi. Menyanyi adalah hidupku, aku tahu itu. Kajja, kita hampir sampai,"
.
.
.
"Ahjumma! Ahjumma! Lihat, dia suamiku! Tampan bukan? Yeoboooo~ fighting!" ucap Sungmin memberi semangat. Karena tidak mau membuat Sungmin kecewa karena tidak bisa mewujudkan cita-cita masa kecilnya mempunyai suami seorang atlet badminton, dengan terpaksa Kyuhyun menerima tantangan seorang ahjussi paruh baya untuk bertanding badminton.
Ahjussi itu mengaku jika dirinya adalah mantan atlet badminton Korea Selatan dan pernah membuat Negara berjuluk negeri ginseng itu bangga mempunyai atlet seperti dirinya, "Kau sudah siap kalah anak muda?"
"Keluarkan seluruh kemampuanmu ahjussi," ucap Kyuhyun sedikit terprovokasi.
"Baiklah, rasakan kehebatanku!"
Seketika lapangan badminton yang terletak di ujung kawasan olahraga Cheongnam menjadi pusat perhatian. Seorang namja tampan dengan ahjussi sedang bertanding seolah mempertahankan gengsi masing-masing untuk memenangkan pertandingan ini. Karena masih dalam kawasan perdesaan, Kyuhyun tidak perlu repot menutupi identitas idolnya, "Sepertinya aku pernah melihat pemuda itu, wajahnya sangat tidak asing untukku,"
Sungmin tersenyum melihat ahjumma disampingnya yang berusaha menajamkan pikirannya, "Tentu saja wajahnya sangat tidak asing! Suamiku sangat tampan, kau tahu kan Choi Siwon si aktor ternama itu? jika dibandingkan dengannya, suamiku jauh lebih tampan," Sungmin tersenyum puas. Ada sedikit rasa bangga menggelayuti hatinya, baru kali ini orang mempercayai ucapannya. Saat berada di Seoul orang-orang tidak akan percaya jika Sungmin mengatakan Kyuhyun itu suaminya!
Sudah seminggu lebih Kyuhyun tinggal bersama Sungmin di Cheongnam. Hidup sederhana jauh dari hiruk-pikuk masalah perkotaan sepertinya bukan tindakan yang buruk dan Kyuhyun mulai menikmati itu. Tapi sebelum merealisasikan keinginan Sungmin untuk tinggal sederhana disebuah desa, Kyuhyun terlebih dahulu harus menjalankan rencananya dengan Ryeowook untuk mengalahkan Nyonya Cho, "Ehm,, wajah itu benar-benar tidak asing untukku," ucap ahjumma yang rupanya masih ingin mengingat dimana ia pernah melihat Kyuhyun.
"Yaaa ahjussi, suamiku sangat tampan kan? Dia itu suamiku dan sangat mencintaiku, kekekeee~" bosan dengan ahjumma disamping kanannya, kini Sungmin mulai mengganggu seorang ahjussi yang duduk tepat disamping kirinya.
"Sayang sekali," ucap ahjussi singkat.
"Wae?"
"Anak gadisku lebih cantik darimu, tapi mengapa dia tidak bisa mendapatkan suami tampan seperti suamimu?"
"Kekekeee~ aku memang sangat beruntung, aku gadis beruntung kan?"
Di lapangan, Kyuhyun masih saja bertarung. Dengan gesit dan lincah, Kyuhyun meladeni semua permainan cepat lawannya, "Kau ingin kuberitahu sebuah rahasia ahjussi?" bisik Sungmin.
"Apa itu?"
"Namja tampan itu benar-benar tidak bisa hidup tanpa diriku. Jika aku tidak ada, dia akan sangat menderita. Dia benar-benar suami idaman setiap yeoja,"
"Boleh dia untuk anakku?"
"Yaaaa ahjussi!"
"Anakku bahkan jauh lebih seksi darimu,"
"Ahjussi!" Sungmin memonyongkan bibirnya dan menghentak-hentakkan kakinya, sepertinya mood yeoja manis itu sudah berubah hitam sekarang.
"Kalian pasangan yang sangat serasi," ucap Ahjussi singkat.
"Jeongmal?" dengan cepat wajah manis itu kembali memperlihatkan senyum manisnya.
"Ne,"
"Gomapseumnida ahjussi, KYUHYUN~AH FIGHTING! SARANGHAE NAE YEOBOOOO!"
"Kau hamil?"
"Mwo?" Sungmin yang tadi dengan semangatnya sedang mendukung sang suami, langsung terdiam ketika mendengar pertanyaan yang sangat asing untuknya.
"Kau sedang mengandung?"
"Anni,"
"Kalian tidak ingin mempunyai seorang putri yang cantik?"
"Aa-apa maksudmu ahjussi?"
"Ckckck,, suami istri jaman sekarang memang sangat aneh! Menunda memiliki seorang anak adalah perbuatan buruk. Jika kalian benar sudah menikah, sebaiknya kalian cepat mempunyai anak. Anak adalah berkah, dia malaikat yang dikirim Tuhan untuk mempersatukan kalian lebih erat, seberapa sulit hidup kalian jika kalian mempunyai anak pasti akan ada jalan yang terbaik," Sungmin yang mendengar perkataan ahjussi itu hanya bisa terdiam dengan mata yang memandang lekat kepada suaminya.
"Apa dengan aku hamil Nyonya Cho akan menerimaku?" tanya Sungmin kepada dirinya sendiri.
"Banyak orang beranggapan jika orang tua selalu benar, tapi menurutku itu salah. Banyak orang tua yang bahkan lebih berdosa kepada anaknya sendiri. Lawan semua keburukan dengan kebaikan, ku yakin semuanya akan berakhir bahagia," ahjussi yang sebenarnya tidak Sungmin kenal itu pun memegang pundak Sungmin seolah memberikan semangat.
"Dia milikku, tolong lepaskan tanganmu ahjussi," Kyuhyun yang memang selalu tidak suka jika istrinya disentuh oleh siapapun langsung menghentikan permainannya dan menghampiri Sungmin.
"Arraso, dia akan menjadi milikmu selamanya," namja paruh baya itu tersenyum tulus dan berjalan pergi meninggalkan Sungmin.
"Apa selama kau menghilang banyak namja atau ahjussi yang menggodamu seperti tadi?" Kyuhyun menatap lekat wajah istrinya.
"Kyu, aku ingin hamil,"
"Mwo?"
"Aku ingin menjadi eomma,"
"Bb-bukankah setiap malam kita selalu berusaha membuatnya?" Kyuhyun yang tadinya benar-benar emosi melihat Sungminnya disentuh orang lain mendadak gugup ketika Sungmin mengatakan hal yang selama ini sangat diharapkannya.
Yah, selama ini Kyuhyun memang memimpikan seorang anak kecil dihidupnya dengan Sungmin, tapi selalu saja Sungmin menolak. Banyak faktor yang memang menjadi pertimbangan Sungmin untuk memberikan Kyuhyun seorang keturunan, "Kyuhyun~ah apa jika sekarang aku meminta uang 1 juta won kau akan memberikannya?"
"Maksudmu?"
"Sekarang kau pengangguran! Kau pasti sudah tidak mempunyai uang lagi, ahhh~ sepertinya mulai sekarang aku tidak bisa lagi makan daging," Sungmin menghentakkan kakinya kesal.
"Yaaa! Apa maksudmu Cho Sungmin! Uang tabunganku masih sangat banyak, bahkan jika kau meminta 1 milyar won aku akan langsung memberikannya kepadamu!"
"Jeongmalyo?"
"Tentu saja!"
"Kalau begitu beri aku 1 juta won, lalu aku akan segera memilikimu dan memberimu seorang baby!"
#### **** My Husband is Perfect! **** ####
Kehidupan normal seperti ini adalah impian terbesar seorang Lee Sungmin. Memandang wajah Kyuhyun setiap hari, memeluk tubuh Kyuhyun setiap hari dan menghirup wangi khas seorang Kyuhyun adalah kebahagiaan tersendiri untuknya.
Tidak, Sungmin tidak membutuhkan hal lain kecuali Kyuhyun. Hanya dari Kyuhyun-lah dia bisa merasakan dicintai dan mencintai. Hanya Kyuhyun-lah yang membuatnya merasa dibutuhkan dan hanya dari Kyuhyun-lah dia mendapatkan kenyamanan.
"Kyu, kau ingin membawaku kemana?"
"Lihat saja nanti kau pasti akan menyukainya," jawab Kyuhyun yang saat itu sedang mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata-rata.
"Kyuhyun~ah mianhae,"
"Untuk?"
"Sepertinya aku harus mengulang kembali kuliahku. Kyu, apa tidak sebaiknya aku berhenti kuliah? Aku bisa bekerja untuk mengisi waktu luangku,"
"Pekerjaan apa yang kau harapkan? Mencuci piring-piring kotor? Menjadi penjaga kedai ddubboki dipinggir jalan? Atau menjadi pengantar susu seperti yang dulu kau lakukan? Itukah yang kau sebut mengisi waktu luang? Aku tidak menginjinkannya," ucap Kyuhyun dengan mata yang masih fokus menatap jalan lengang kota Seoul.
"Aku bisa mencari pekerjaan yang lebih baik,"
"Aku ingin kau menjadi seorang guru seperti cita-citamu selama ini, kau mengerti?"
"Tapi, sepertinya itu terlalu sulit Kyu,"
"Tidak ada yang sulit jika kau terus berusaha, ku yakin kau bisa," tangan kanan Kyuhyun terjulur untuk mengelus rambut istrinya, "Sebelum membawamu liburan, aku ingin melakukan sesuatu terlebih dahulu,"
"Apa itu?"
Dengan hati-hati Kyuhyun memasangkan earphone ditelinganya dan berusaha untuk menghubungi seseorang, "Hyung, kau sudah mempersiapkan semuanya?"
"….."
"Pastikan semua berjalan sesuai dengan keinginanku,"
"…"
"Ne, gomawo hyung," Kyuhyun melepas earphonenya. Dihirupnya udara sebanyak mungkin dan membuangnya kasar, Kyuhyun hanya ingin menguatkan hatinya. Rencananya harus berhasil, apapun akan ia lakukan untuk selalu mempertahankan Sungmin walau ia harus rela melepaskan impiannya sendiri.
"Kau ingin memberiku kejutan? Woahhhh~ sebuah makan malam romantis? Apa sehabis itu kita akan melanjutkan usaha kita untuk memiliki baby? Oh ayolah Kyuuu~ aku maluuuu," dengan manja Sungmin memukul-mukul tubuh suaminya pelan, "Apa aku cantik memakai gaun putih ini? Ini pasti sangat spesial, kau yang terbaik Cho Kyuhyun! Aku mencintaimuuuuuu~"
.
.
.
Kyuhyun melangkah pasti menyusuri lorong hotel ternama di kota Seoul itu, tangannya menggenggam erat sebuah lengan kecil milik istri tercintanya. Bukan, ini bukan akhir yang diinginkan oleh Kyuhyun tapi merasakan hidup tanpa didampingi Sungmin membuat jantungnya seolah berhenti berdetak dan sepertinya ini adalah jalan terbaik.
Malam itu Kyuhyun mengenakan stelan jas berwarna hitam yang membuat yeoja mana saja kagum akan ketampanannya. Sedangkan Sungmin mengenakan gaun putih pendek yang memberikan kesan anggun dan elegan dalam waktu bersamaan.
"Apa kita akan bermalam dihotel ini? Aisshh~ aku tidak membawa baju ganti Kyuuu.. Berjanjilah kau akan bermain dengan sangat lembut, oke chagi?"
"Jika nanti kau takut, kau hanya perlu menggenggam tanganku erat jangan pernah melepasnya berjanjilah,"
"Takut? Ehm,, sebenarnya bukan takut, hanya saja aku sedikit gugup. Walau sudah sering melakukannya tapi tetap saja aku maluuuu~"
"Aku akan melepaskan impianku, aku akan melepaskan semuanya. Sehabis ini usai, kau harus berjanji tidak akan lagi meninggalkanku,"
Sungmin berfikir sejenak mendengar ucapan Kyuhyun, "Mengapa kau sangat gugup Kyuhyun~ah, hatiku jadi berdebar! Malam ini aku berjanji akan bermain agresif," ucap Sungmin dengan wajah yang memerah sempurna.
Kyuhyun berhenti disebuah ruangan, ada keraguan saat tangan itu ingin menarik daun pintu dan menyelesaikan semua ini dengan berani, "Kumohon jangan tinggalkan aku lagi, buatlah pengorbananku ini tidak sia-sia,"
"Maksudmu?"
Kyuhyun menarik nafas dalam dan dengan tenang membuka pintu itu lebar dan secepat kilat jepretan lampu flash kamera dan suasana riuh ramai terdengar diruang pertemuan yang sudah dipersiapkan khusus oleh pihak hotel dan manajemen Kyuhyun.
Sungmin terkejut. Yeoja manis itu begitu asing dengan keadaan seperti ini. Walau mempunyai suami seorang idol, tapi keberadaannya sekalipun tidak pernah tersorot lampu kamera. Sungmin melepaskan genggaman tangan Kyuhyun dan berusaha lari. Sungmin hanya tidak ingin menyulitkan suaminya, bukankah mereka sudah sepakat untuk merahasiakan semuanya?
Sebelum melangkah lebih jauh, tangan Kyuhyun dengan sigap menahan langkahnya, "Ingat yang kubilang tadi? Jika kau takut kau hanya perlu menggenggam tanganku erat,"
"Kyuu,"
"Kau ingin menjalani pernikahan ini dengan normal bukan? Akan ku wujudkan semua keinginanmu,"
"Tapi tidak seperti ini,"
"Percayalah padaku, kumohon,"
Kyuhyun kembali menggenggam tangan Sungmin erat dan menuntunnya kembali keruang pertemuan. Lampu kamera terus menyorot pasangan suami istri itu seolah tidak ingin kehilangan moment sekecilpun. Dengan lembut Kyuhyun mempersilahkan Sungmin untuk duduk dibangku yang sudah dipersiapkan, dihadapannya sudah banyak wartawan yang sedang mempersiapkan laptop mereka untuk segera mencatat berita yang akan disampaikan oleh penyanyi kebanggaan masyarakat Korea itu.
Kyuhyun mengambil posisi tepat disamping Sungmin. Kedua tangan itu masih menggenggam erat satu sama lain, "Karena semua sudah siap sebaiknya confrensi press ini segera dimulai," ucap seorang namja yang Sungmin kenal sebagai manager Kyuhyun.
"Ne, annyeong haseyo Cho Kyuhyun imnida. Terima kasih karena kalian sudah menyempatkan waktu kalian untuk menghadiri acara yang sudah kupersiapkan sejak lama. Ku yakin kalian sangat penasaran dengan sosok seorang yeoja yang sekarang berada disampingku. Kuperkenalkan dia adalah Lee Sungmin, lebih tepatnya Cho Sungmin," Kyuhyun menghentikan perkataannya yang membuat wartawan semakin penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh idol tampan itu. Sungmin hanya bisa menundukkan wajahnya tidak berani menatap sorotan lampu kamera, tangannya sudah sangat dingin dan Kyuhyun bisa merasakan itu.
"Dia adalah istriku,"
Seketika ruangan berdesain elegan itu ricuh dengan ucapan-ucapan tidak percaya dari sekumpulan wartawan. Tidak hanya wartawan lokal yang menghadiri confrensi press, Kyuhyun juga mengundang wartawan dari berbagai belahan dunia agar seluruh dunia tahu siapa Sungmin sebenarnya.
"Apa kau bisa menjelaskan lebih jelas tentang perkataanmu Cho Kyuhyun-ssi?" tanya salah satu wartawan.
"Yeoja cantik yang berada disampingku ini adalah istriku, Lee Sungmin. Kami sudah menikah 5 tahun yang lalu, aku bersalah karena selama ini menyembunyikan identitasnya tapi sekarang aku ingin seluruh dunia tahu bahwa dia adalah milikku,"
"Apa ini semua berkaitan dengan skandalmu dengan Seohyun-ssi akhir-akhir ini?" wartawan lainnya mengajukan pertanyaan.
"Anni, ini tidak ada hubungannya dengan Seohyun-ssi. Masalah itu sudah lama terselesaikan, pengadilanpun sudah memutuskan aku tidak terbukti melakukan perbuatan rendah seperti yang telah dituduhkan,"
"Ini semua terlalu mengejutkan, apa ada alasan khusus mengapa kau secara tiba-tiba mengumumkan kepada publik jika sebenarnya kau telah menikah?" pertanyaan demi pertanyaannya terus diajukan oleh wartawan-wartawan dari berbagai jenis media itu.
"Tidak ada alasan khusus, hanya saja dalam kesempatan ini juga aku ingin mengumumkan pengunduran diriku dari dunia entertaiment Korea. Aku ingin fokus mengurus perusahaan keluargaku Cho Grup," lagi-lagi suasana ruang pertemuan menjadi ramai. Selama ini publik tahu jika Kyuhyun tidak memiliki hubungan baik dengan kedua orangtuanya walau mereka tidak pernah tahu apa alasan sebenarnya.
Sungmin yang mendengar kata 'Cho Grup' keluar dari mulut suaminya sangat terkejut dan menengokkan wajahnya kearah Kyuhyun, "Seperti yang kalian ketahui selama ini, aku adalah pewaris tunggal dari perusahaan keluargaku Cho Grup," Sungmin tahu ini bukanlah keinginan Kyuhyun yang sebenarnya. Sejak menikah dan membawanya pergi, Kyuhyun sudah membuang semua masa lalunya termasuk Cho Grup yang dulu akan diwariskan untuknya.
"Tapi ada kabar yang mengatakan hubunganmu dan Nyonya Cho sangat buruk dan terbukti Tuan dan Nyonya Cho mencoret namamu dari daftar ahli waris mereka, bagaimana pendapatmu?"
"Hukum Waris di Korea menulis semua harta peninggalan seseorang akan otomatis diwariskan kepada keturunan sedarahnya dengan syarat yang sudah ditetapkan dan aku yakin memenuhi semua persyaratan itu. Dan semenjak umur 5 tahun haraboji dan halmonie sudah memberikanku kekebalan dalam perusahaan. Semua saham yang dimiliki oleh Cho Grup 30% atas namaku. Tuan dan Nyonya Cho hanya menghapus namaku sebagai daftar Komisaris dan CEO tapi tentu saja aku masih memiliki kewenangan 30% dari saham keseluruhan Cho Grup dan mulai sekarang aku akan menjalankan kewajibanku sebagai seorang pewaris tunggal dari jajaran inventasi terbesar Korea, Cho Grup,"
Wajah manis itu terlihat sangat pucat. Dari dahi Sungmin, keluar butiran-butiran keringat. Kyuhyun yang tahu kondisi Sungmin, meremas lembut tangan istrinya seolah memberinya kekuatan lebih untuk sekedar bertahan. Kyuhyun berjanji, setelah semua ini usai ia akan memulai semuanya dari awal bersama Lee Sungmin yeoja yang sangat dicintainya. Kyuhyun akan mulai membangun rumah tangganya bersama Sungmin tentu saja dengan cara yang normal. Dan Kyuhyun pun tidak akan lupa tujuannya..
Melindungi Sungmin adalah tujuan utamanya saat ini.
.
.
.
Waktu confrensi press sudah akan selesai, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh seluruh wartawan sudah Kyuhyun jawab dengan sangat baik. Walau tidak berbicara sepatah katapun tapi Sungmin telah berhasil mempertahankan dirinya untuk tetap sadar dan berhasil memendam rasa takutnya hanya dengan menggenggam tangan Kyuhyun.
Para bodyguard sudah berkumpul untuk melindungi sang majikan dan istrinya yang cantik. Pagar betis sudah dipersiapkan untuk memuluskan langkah idol ternama itu.
Tidak puas memang para wartawan dengan waktu yang disediakan oleh manajemen Kyuhyun untuk confrensi press kali ini tapi, semuanya sudah Kyuhyun ungkap di depan publik dan itu membuat namja tampan itu sedikit lebih tenang.
Kedua tangan itu tidak pernah sekalipun terlepas, bahkan disaat media berdesakan untuk memotret wajah Sungmin lebih dekat dengan cepat Kyuhyun membawa istrinya pergi dari ruangan. Kyuhyun dan beberapa anak buahnya berhasil membawa Sungmin kedalam kamar yang memang sudah dipesan olehnya, "Gwaenchana?" tanya Kyuhyun ketika ia dan Sungmin sudah berada didalam kamar hotel.
Tidak ada jawaban, Sungmin hanya bisa terdiam dan menundukkan wajahnya.
"Gwaenchana?"
Tubuh itu bergetar hebat. Sungmin terjatuh, yeoja manis itu tidak kuat lagi menopang bobot tubuhnya, "Yaaa kau kenapa? Kau sakit?"
"Hikssss,, mianhae Kyuuu~ mianhaeee~ jeongmal mianhaeee~ hikksss,," Sungmin memeluk tubuh Kyuhyun erat.
"Untuk apa? Untuk apa kau meminta maaf? Ini memang sudah keputusanku chagiya,"
"Seharusnya dari awal kita tidak bertemu, seharusnya dari awal aku tidak menerimamu, seharusnya dari awal aku tidak jatuh cinta kepadamu! Mianhaeee Kyuhyun~ah, hikkssss~" air mata itu mengalir sangat deras. Sungmin menangis sejadi-jadinya, demi dirinya Kyuhyun rela melepaskan keluarganya, demi dirinya Kyuhyun rela melepaskan status sosialnya, dan sekarang demi dirinya Kyuhyun rela melepas sebuah impian berharganya.
Kyuhyun melepaskan pelukan Sungmin dan mengusap air mata istrinya, "Kau takdirku Sungmin~ah, kita dipertemukan oleh Tuhan itu sudah takdir,"
"Aku bodoh, aku memang sangat bodoh! Tidak seharusnya dulu aku selalu mengikutimu, tidak seharusnya aku menggantungkan hidupku kepadamu. Aa-aku hiksss~ aku bahkan tahu apa arti menyanyi untuk hidupmu, mianhae jeongmal mianhae,"
"Bukan kau mengikutiku tapi aku yang selalu mengikutimu. Aku selalu mengikutimu karena ku yakin kau adalah takdirku bahkan dari pertama kali bertemu. Menjadi seorang penyanyi memang impianku sejak dulu, menyanyi memang hal yang paling kusukai lebih dari apapun. Tapi semenjak memilikimu aku sadar, aku sadar bahwa didunia ini ada hal yang lebih penting dari sekedar impian dimasa lalu. Aku ingin masa depanku bahagia, tanpamu walau masih bisa bernyanyi aku tidak akan bisa bahagia tapi tanpa menyanyi asal masih bisa bersamamu kuyakin pasti akan bahagia,"
"Mianhae," lagi-lagi Sungmin memeluk tubuh tegap Kyuhyun dengan sangat erat.
"Uljima, kau sangat jelek jika menangis,"
"Saranghae Kyu, jeongmal saranghae,"
"Nado saranghae Sungmin~ah, kau milikku untuk selamanya,"
"Bagaimana jika dikehidupan selanjutnya kita tidak bertemu?"
"Itu rahasia Tuhan, tapi aku sudah memberikan peringatan kepada Tuhan agar selalu menjodohkan aku denganmu,"
"Kau berani memperingatkan Tuhan?"
"Kenapa tidak?"
"Tidak sopan!"
#### **** My Husband is Perfect! **** ####
"Sssttt~ jangan berisik dia sedang tidur,"
Dengan hati-hati Kyuhyun memperingatkan YeWook dan HaeHyuk couple yang sengaja berkunjung ke hotel tempat dimana Kyuhyun dan Sungmin menginap. Dalam jarak waktu 2 jam semua kabar sudah tersebar cepat keseluruh penjuru dunia.
Tidak hanya SparKyu Korea yang gempar dengan berita yang baru saja Kyuhyun sampaikan tapi SparKyu dari berbagai negara pun benar-benar menyayangkan keputusan Kyuhyun untuk berhenti dari dunia hiburan.
Banyak yang membenci Sungmin tapi banyak juga yang kagum akan sosok yeoja manis itu. Sebuah petisi yang dibuat online oleh para SparKyu menjadi perhatian Kyuhyun saat ini.
Petisi yang isinya mewajibkan Kyuhyun menceraikan Sungmin dan kembali menjadi seorang Cho Kyuhyun yang hanya dimiliki oleh SparKyu sudah ditandatangani lebih dari 2 juta SparKyu. Tidak hanya itu, dalam waktu singkat lebih dari 500ribu SparKyu Korea sudah berkumpul didepan gedung SMent untuk memprotes kebijakan idol kebanggaan mereka.
"Saat genting seperti ini bisa-bisanya dia tertidur," ucap Eunhyuk yang langsung mendapat tatapan sinis dari magnae Ryeowook.
"Sehabis menangis dia langsung tertidur, mungkin dia sangat lelah saat ini," jawab Kyuhyun bijak.
"Tidak hanya tubuhnya yang lelah, kuyakin batinnya sudah sangat lelah menghadapi semua ini. Eonniku yang malang, kenapa yeoja baik sepertinya harus menerima semua ini! Aku tidak akan tinggal diam jika ada seseorang yang berusaha menyakitinya. Peringatan ini juga berlaku untukmu, Cho Kyuhyun-ssi,"
"Chagiya," Yesung berusaha meredam emosi Ryeowook yang kadang memang suka tidak terkontrol.
"Ah, aku hampir lupa. Ini, aku bawakan sedikit makanan untuk kalian, ku yakin kalian belum makan kan?" Donghae menyerahkan satu kantong plastik yang berisi jajangmyun dan ddubboki kesukaan Sungmin.
"Gomawo,"
"Nyonya Cho sudah mulai bertindak?"
"Belum, sepertinya dia tidak akan memulainya sekarang Ryeowook-ssi,"
"Ne, aku juga berpikir seperti itu. Lalu untuk saat ini apa rencanamu?"
"Sekarang seluruh masyarakat Korea tahu siapa Sungmin, kuyakin esok pagi fotonya sudah menghiasi sampul depan koran-koran seluruh Korea, kalian tidak mungkin selamanya bersembunyi kan?" ucap Eunhyuk ikut menanggapi.
"Anni, aku tidak akan bersembunyi. Minggu depan aku akan mulai bekerja diperusahaan, pengacaraku sudah mengurus semuanya. Walau Nyonya Cho mencoret namaku dari ahli waris keluarga tapi biar bagaimanapun namaku masih tercantum sebagai pemegang 30% saham Cho Grup kurasa itu sangat menguntungkanku. Dan yang kalian tahu, aku tidak mungkin mengurus perusahaan dan Sungmin dalam waktu bersamaan, oleh karena itu aku minta kalian menjaga Sungmin untukku,"
"Tidak usah kau pinta, aku juga akan tetap menjaga Minnie eonni,"
"Jeongmal gomawoyo Ryeowook-ssi,"
"Lalu untuk apa kau mengundang kami?" tanya Eunhyuk sambil menuangkan makanan yang mereka beli kedalam mangkuk.
"Kita akan berlibur, aku ingin mengajaknya berlibur,"
.
.
.
"Sse-sedang apa kalian?" betapa terkejutnya Sungmin ketika melihat sosok Ryeowook dan Eunhyuk yang sedang sibuk mengepak barang-barang yang akan mereka bawa untuk liburan.
"Eonni, kau sudah bangun?" Ryeowook berlari dan memeluk Sungmin, "Bogoshipo eonni, saranghae,"
"Yaaa Wookie~ah, kk-kau,"
"Mian, sebenarnya kami sudah tahu masalahmu sejak dulu. Kyuhyun-ssi sudah menceritakan semuanya kepada kami," ucap Eunhyuk.
"Kk-kalian tahu semuanya?"
"Ne eonni, mian,"
"Sungmin~ah, Donghae membelikanmu jajangmyun kau makanlah sehabis ini kita akan berlibur bersama," Eunhyuk mendorong tubuh Sungmin ke meja makan dan memberikannya jajangmyun yang sudah mulai dingin.
"Sekarang kalian percaya padaku kan? Aku tidak pernah berbohong jika Kyuhyun itu adalah suamiku,"
"Ne, sekarang kau makanlah,"
"Aku tidak pernah bermaksud membohongi kalian tapi keadaanku ini sangat sulit untuk dijelaskan," Sungmin terus saja berkata kepada kedua sahabatnya itu.
"Arrayo eonni, sudah sekarang kau makan,"
"Kemana Kyu? Aku tidak melihatnya?"
"Kyuhyun-ssi, Yesung-ssi dan Donghae sedang pergi membeli semua perlengkapan untuk berlibur," jawab Eunhyuk.
"Kyu keluar? Tapi diluar sana banyak sekali wartawan,"
"Yaaa eonni! Sebelum aku kehilangan kesabaranku sebaiknya kau makan sekarang juga! Jangan mengkhawatirkan Kyuhyun-ssi! Dia aman, Donghae dan Yesung oppa bersamanya,"
Tanpa banyak buang waktu langsung saja Eunhyuk mengambil mangkuk jajangmyun dan menyuapkannya ke Sungmin, "Gomawo," ucap Sungmin dengan mulut penuh makanan.
"Untuk?"
"Karena kalian selalu ada untukku,"
"Kita ini mempunyai ikatan yang lebih kuat dari sekedar teman, kau juga harus berjanji jika punya masalah jangan disimpan sendiri berbagilah kepada aku dan Wookie. Walau aku tidak sebaik Wookie yang selalu bisa menjagamu setiap waktu, tapi aku juga menyayangimu,"
#### **** My Husband is Perfect! **** ####
Sebuah pulau yang berada di selatan negara Republik Rakyat China menjadi pilihan Kyuhyun untuk berlibur bersama istri tercinta, Pulau Guam. Pulau yang menyimpan banyak keindahan menjadi pilihan utama berbulan madu bagi pasangan suami istri.
Laut yang bersinar indah karena pantulan sinar matahari merupakan pemandangan indah yang bisa Sungmin lihat dari balkon hotel tempatnya menginap. Burung-burung silih berganti berterbangan tepat didepan jendela kamar hotelnya.
Sungmin menghirup udara Guam sebanyak-banyaknya dan menghembuskannya pelan. Dirasakannya angin sejuk pulau wisata yang menjadi kebanggaan rakyat China. Sejak menikah dengan Kyuhyun, mungkin ini kali pertama ia mengunjungi tempat-tempat seperti ini. Biasanya mereka akan menghabiskan waktu liburan hanya dengan memasang tenda di tepi pantai atau menghabiskan waktu bersama di apartment.
"Kau menyukainya chagi?" Kyuhyun menghampiri Sungmin di balkon hotel dan memeluknya dari belakang.
"Aku sangat menyukainya Kyuuuu~ jeongmal gomawoyo,"
Tidak puas hanya memeluk tubuh mungil itu, bibir Kyuhyun mulai melancarkan aksinya dengan mengecup lembut pundak dan leher istrinya, "Aku menginginkanmu sekarang chagi," suasana ini benar-benar sangat mendukung untuk melakukan 'itu' kan? Kamar hotel, pemandangan indah, angin laut yang menyegarkan ditambah tubuh Sungmin yang hanya berbalut baju tipis khas pantai menambah keinginan Kyuhyun untuk secepatnya melahap Sungmin dan tidak membiarkan yeoja manis itu keluar kamar hotel untuk tiga hari kedepan.
"Kyuuu~ jangan sekarang, aku lapar,"
"Aku juga sangat lapar chagiiii~ tubuh ini membuatku sangat lapar," ciuman demi ciuman masih Sungmin rasakan di seluruh pundak dan lehernya. Sungmin sudah sangat hafal dengan kebiasaan suami tercintanya, jika sudah begini biasanya Kyuhyun tidak akan pernah tidak mendapatkan apa yang menjadi keinginannya.
"Kyuuu~ geli!"
Kyuhyun menghisap kuat leher putih itu dan membuat tanda merah tepat dititik sensitif Sungmin, "Aaaahhh~ Kyuuuu~ sudah cukup.. hentikan,,"
"Kenapa harus berhenti chagiiii~ aku sudah tidak tahannn," tanpa banyak bertanya, Kyuhyun membopong tubuh itu keranjang.
Dengan cepat Kyuhyun membuka satu demi satu kancing yang menjadi penghalang tubuh mulus menggoda itu, Sungmin yang tadi masih berusaha menghentikan kegiatan suami mesumnya kini sudah pasrah dan mencoba menutup mata untuk merasakan kenikmatan yang sebentar lagi akan diberikan Kyuhyun untuknya.
Dua buah benda kenyal itu sudah tersingkap dari penghalangnya. Salah satu bagian tubuh Sungmin yang sangat Kyuhyun sukai dan menjadi tempat ternyamannya ketika namja tampan itu ingin tidur lelap.
Secara lekat kedua mata itu menatap kagum tubuh polos Sungmin. Memang tidak sesempurna yeoja-yeoja Korea jaman sekarang, tapi tetap saja hanya tubuh ini yang membuat Kyuhyun tergila-gila.
"Kyaaaaaa! Kalian mesummmmmmmm!" teriak Wookie dengan menutup kedua matanya.
Refleks, Sungmin dengan tergesa-gesa menutupi tubuhnya dengan selimut tebal, "Yaaa! Bagaimana kau bisa masuk Kim Ryeowook!" ucap Kyuhyun tidak kalah kaget.
"Pintu kalian tidak tertutup! Aku hanya ingin mengatakan, Yesung oppa, Donghae dan Hyukkie eonni sudah menunggu kalian dibawah, kita akan mencari makan kami lapar. Sebaiknya eonni cepat berpakaian, annyeong," Ryeowook berlari meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin.
"Issshh, aku bilang apa! Sebaiknya kita makan dulu! Dasar mesum!" Sungmin memunguti pakaiannya dan memakainya kembali.
"Tapi aku ingin sekarang chagiyaaaaa~"
"Aku lapar!"
"Hanya sepuluh menit, boleh? Aku akan melakukannya cepat,"
"Andwae!"
"Wae! Wae! Wae!"
.
.
.
Wajah Kyuhyun terlihat sangat berantakan. Rencananya untuk merasakan tubuh Sungmin secepatnya gagal total karena ulah yeoja kecil bersuara cempreng bernama Kim Ryeowook! Sejak tadi pun Ryeowook hanya menundukkan wajahnya tidak berani menatap Kyuhyun ataupun Sungmin.
"Kyu, kau ingin makan apa?"
"Aku ingin tubuhmu!" sergah Kyuhyun yang membuat semua perhatian tertuju kepadanya, "Apa maksudmu Kyuhyun~ah, jangan membuatku malu," Sungmin mencubit kecil pinggang sang suami yang membuat Kyuhyun meringis kesakitan.
"Aku sudah tidak tahan chagiya,"
"Kyuhyun-ssi, aku sudah bicara dengan appaku, dia setuju untuk menanamkan modalnya di Cho Grup yang akan kau alihkan. Sebagai gantinya appa menyuruhku untuk menjadi CEO muda di perusahaannya," Donghae memulai pembicaraan serius. Kebetulan Donghae dan Yesung sama-sama putra pemilik perusahaan besar di Korea, walau tidak sebonafit Cho Grup tapi sepertinya berinvestasi dengan perusahaan keluarga Donghae dan Yesung akan memuluskan langkah Kyuhyun untuk mencapai tujuannya.
"Aku juga sudah berbicara dengan appa, dia sangat tertarik berkerjasama denganmu," ucap Yesung yang sedang membantu kekasihnya menyediakan makanan.
"Aku sangat berterima kasih atas bantuan kalian hyung. Tapi Donghae hyung, apa kau setuju dengan permintaan orangtuamu? Kudengar dari Hyukkie-ssi, kau bercita-cita menjadi seorang penari,"
"Aku memang senang menari, tapi aku tidak akan pernah melepaskan tanggung jawabku kepada keluargaku. Lagipula sepertinya menjadi seorang CEO muda lebih menguntungkan,"
"Aku setuju! Donghae~ah ingatlah kau harus menghasilkan banyak uang untukku, kau tahu kan aku sangat mencintai uang," kata Eunhyuk yang langsung di iyakan oleh sang kekasih.
"Aku juga akan mulai menggantikan appa di perusahaannya, jika tidak memulainya dari sekarang aku tidak yakin akan memimpin perusahaan dengan baik. Kita bertiga akan menjadi partner yang luar biasa," ucap Yesung optimis.
"Minggu depan aku akan menghadap pengacaraku untuk membuat akta pelepasan kekuasaan saham. Dengan begitu aku akan membuat perusahaanku sendiri tanpa ada bayang-bayang Cho Grup dibelakangnya. Akan kutunjukkan kepadanya aku bisa membangun perusahaanku sendiri dan menghancurkan Cho Grup, aku berjanji,"
#### **** My Husband is Perfect! **** ####
Jendela kamar itu terbuka sangat lebar, mempersilahkan angin laut masuk untuk menyapa kedua sejoli yang sedang melakukan ritual penyatuan tubuh. Tubuh mungil sang yeoja menggeliat erotis diranjang putih berbaur kelopak bunga mawar yang menambah kesan romantis malam itu.
Sang namja yang berada diatasnya terlihat sangat gagah saat menggenjot tubuh mungil itu cepat. Suara-suara desahan mengalun indah menambah kesan sensual, keringat membasahi tubuh keduanya. Tatapan mata sayu sang yeoja menyiratkan kenikmatan tiada tara yang sedang ia rasakan.
Sang pengendali permainan juga seolah tidak mau kalah oleh waktu yang terus berjalan, makin lama semakin cepat menggoyangkan tubuhnya untuk mendapatkan titik ternikmat dalam hidupnya. Kedua lengannya mempermainkan gundukan payudara yang selalu menjadi bagian favoritnya.
"Kyuuuu~ akhhh~ lebih cepatttt~ oshhhh,"
Hantaman demi hantaman batang tumpul yang bersarang didalam tubuhnya membuat Sungmin seperti melayang mencari kenikmatannya sendiri, "Akkhh! Yah benar disitu Kyuuuu~ oh Gooddd!"
"Ah ah ah oh yesss~ ouwhhh Kyuuuu aku sampaiiiii!"
"Saranghae Sungmin~ahhhh,"
"Nado Kyuuuu~"
Kyuhyun terjatuh tepat menimpa tubuh sang istri. Nafas keduanya beradu untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya. Cairan lengket sudah tersebar diseluruh penjuru ranjang sejak tiga jam yang lalu.
Tapi ini masih kurang! Kyuhyun bisa saja mengerjai tubuh mungil itu hinggal lima atau tujuh jam tergantung kesanggupan Sungmin, "Kau lelah chagi? Kau boleh istirahat tapi tidak boleh tidur, aku masih membutuhkanmu," Kyuhyun mengecup lembut kening Sungmin.
"Sudah Kyuuu, aku lelah,"
"Tidak chagiii, ini belum usai,"
"Hoekk!" rasa mual mendadak Sungmin rasakan, perutnya seolah-olah menggeliat tak karuan, "Chagi, gwaenchana?"
"Hoek!" Sungmin mendorong tubuh Kyuhyun agar mejauh darinya dan langsung berlari ke wastafel yang berada dipojok kamarnya.
"Chagi, gwaenchana?"
"Hoekk! Perutku sakit Kyuuuu, hoek!"
Namja tampan itu tentu sangat panik melihat keadaan istri tercintanya, setahu Kyuhyun Sungmin adalah tipe yeoja yang jarang sekali sakit, "Perutmu sakit? Apa yang harus kulakukan? Kita ke dokter sekarang, kau bisa jalan?"
.
.
.
Dengan memakai pakaian seadanya Kyuhyun membawa Sungmin pergi kerumah sakit terdekat. Setengah jam yang lalu Sungmin sudah mendapatkan perawat intensif dari dokter, sekarang hanya tinggal menunggu hasilnya.
Sungmin masih terbaring lemas diranjang rumah sakit dan sang suami tidak henti-hentinya meremas tangan Sungmin seolah mengurangi rasa cemasnya.
"Apa mungkin aku hamil Kyu?"
"Hamil? Benar kau hamil?"
"Molla, tapi jika dilihat di drama-drama sepertinya ini adalah gejala kehamilan,"
"Jeongmal?"
"Aku tidak tahu Kyu, ini hanya perkiraanku,"
Senyum bahagia tergambar di wajah sang namja tampan, "Kita hanya perlu menunggu hasilnya. Aku akan mempunyai anak, aku akan dipanggil appa, akan diberi apa nama anak kita? Aku belum memikirkannya,"
"Kyuuu!"
"Mr. Cho?" merasa namanya dipanggil, Kyuhyun lalu membantu Sungmin bangun dan berjalan menghampiri dokter berkacamata itu.
"Cho Kyuhyun? Sang idol Korea?" Tanya dokter dengan menggunakan bahasa Korea.
"Ne, kau orang Korea?"
"Tentu saja, aku dipindah tugaskan sementara di pulau Guam," wajah dokter itu sangat cantik, jika dilihat sekilas orang tidak akan menyangka jika ia warga Korea. Wajah itu sudah sepenuhnya tercampur ras barat.
"Pasti kau Lee Sungmin?"
"Ne,"
"Istrimu cantik sekali, kalian serasi," dokter itu tersenyum manis.
"Gomawo," sahut Kyuhyun dan Sungmin bersamaan.
"Apa yang terjadi dengan istriku? Apa ia hamil?" tanpa mau banyak membuang waktu, Kyuhyun langsung saja memberondong sang dokter dengan banyak pertanyaan.
"Ne, istrimu sedang mengandung. Kandungannya menginjak usia dua minggu,"
Betapa senangnya kedua pasangan itu mendengar kabar baik yang sudah lama mereka harapkan. Air mata tanpa ampun keluar dari sudut mata indah Sungmin, Kyuhyun pun memeluk tubuh Sungmin erat.
"Maaf,"
"Terima kasih dokter, aku akan menjaga istri dan anakku. Sekali lagi aku sangat berterima kasih kepadamu,"
"Maaf Cho-ssi,"
"Ne?"
"Sebaiknya kalian tidak mempertahankan janin itu,"
"Mwo?" Perlahan senyum itu menghilang dari wajah Kyuhyun.
"Sungmin-ssi harus menggugurkan kandungannya jika ia tidak ingin menurunkan penyakitnya kepada anak kalian,"
"Aa-apa maksudmu?"
TBC
