PANDORA ( another destiny )

Tittle : PANDORA

Author : FinaAhn

Main Cast(s) : Oh Sehun, KAI, Xi Luhan, Do Kyungsoo, Kris Wu, Lay Zhang

Genre : TG, YAOI, Fantasy, GJ, and WTH … -_- . Tapi tetep RCL ya …. ^^

Rate : belum M ^^

Setting Place : tempat semacam Red Riding Hood ^^

Warning : NO COPAS !

Notes :

Ini setting waktunya abad pertengahan ya, jadi kostumnya kayak orang-orang di abad itu (lebih jelasnya, kayak Narnia / Red riding Hood) . Terus, untuk bajunya The Wizards itu kayak kostumnyTohoshinki yang di MV Survivor (MV Japan) dan ini bukan cerita vampire loh, lebih mirip Avatar lah. Cuman author modifikasi, hehe :D . Buat readers, meskipun FF ini abal dan JELEK PARAH. Tolong beri komen ya, soalnya itu bakal jadi masukan buat author untuk kerja lebih baik lagi ^^ . Kamsahamnida ^^

'Another Destiny' begin …

Aku tergoda untuk memperhatikan penari erotis yang ada di aquarium itu. Sepertinya aku bisa memaklumi saat Chanyeol menatap intens mata penari itu. Dia sangat menggoda, dan percayalah meskipun ia seorang lelaki namun garis kecantikannya tidak bisa disembunyikan dari wajahnya. Mata kucing indahnya, bibir tipis munngilnya, hidung tipis mancungnya, seolah seluruh wajahnya terbuat dari porselen. Sangat halus, aku tidak menyentuhnya namun hanya dengan melihatnya kurasa aku cukup tahu tingkat kehalusan kulit penari itu.

Hanya satu yang membuatnya masih terlihat seperti lelaki, rahangnya yang begitu kuat. Tapi kurasa itu bukanlah sesuatu yang bisa mengalihkan perhatian kakakkuChanyeol. Ia tampak lebih tajam menatap manik mata penari itu. Hingga 30 menit waktu berjalan, dan ia kembali menuju permukaan aquarium. Show is over.

Wait a minute, sepertinya aku terlalu sibuk memperhatikan seisi ruangan ini hingga aku melupakan seseorang yang seharusnya bersamaku dan kakak-kakakku di sini. Tao. Ke mana anak itu pergi ?

"Chanyeol, di mana Tao ?"

Bodohnya aku, karena kakakku ini masih ada dalam alam bawah sadarnya bersama penari erotis tadi.

"Kris ? di mana Tao ?"

Kucoba bertanya pada Kris.

Well, dia juga masih dalam keadaan tidak sadarnya. Kulihat Kai yang tertidur di ujung sofa sambil menaikkan kakinya. Seriously, Apa ini rumahnya ? kenapa dia bisa sesantai itu ?

"mereka tidak akan menjawab pertanyaanmu"

Timpal Chen, kakakku yang ternyata masih sadar. Ia meminum segelas anggur, kemudian ia utahkan kembali.

"apa ini pelayanan terbaik mereka ?! lebih baik aku meminum lumpur"

Omelnya saat baru saja menyemburkan semulut penuh bir yang baru saja ia coba.

"bisa kau jawab pertanyaanku, karena sepertinya hanya kau yang sadar saat ini"

Chen menatapku, kemudian menganggukkan kepalanya.

"Kris memberikan misi tersendiri pada Tao"

"misi ? pribadi ?"

Chen menganggukkan kepalanya lagi.

Kutolehkan kepalaku pada Kris yang masih menatap kosong pada aquarium itu. Karena tidak sabarnya, kugoncang tubuh Kris dan menampar keras pipinya. Syukurlah itu berhasil.

"apa ?!" kagetnya.

"misi apa yang kau berikan pada Tao ?"

Kris hanya memandangku sekilas dan hendak menjawab ketika ia juga menyemburkan bir yang baru saja diteguknya. Beruntunglah aku pengendali air, aku tidak terkena semburan itu.

"aku menyuruhnya menemui Harmes, bertanya apa yang harus dilakukan pada Stuhn lemah seperti Kyungsoo" jawabnya sambil membersihkan sisa bir di mulutnya, tentu ditambah dengan umpatan yang tidak jelas.

Aku terdiam mendengarkannya, Dalam hatiku aku berdoa agar Harmes tidak menceritakan rahasiaku dengannya pada Tao. Walau aku tahu kemungkinan Harmes untuk membocorkannya adalah 0,1% . Kai terbangun dari tidur lelapnya yang kemudian tergoda untuk meminum bir yang ada di depannya. Tapi, dia menaruhnya kembali saat melihat warna dan bau bir yang tidak wajar.

Baru saja aku bertanya pada Kris, aku sudah tidak menemukan keberadaan Chanyeol yang tadinya di belakangku. Tebakanku mungkin dia berada di balik aquarium ini, mengingat tatapan terhipnotisnya saat melihat penari tadi. Jadi, kuputuskan untuk pergi menyusul Chanyeol yang diikuti oleh seluruh kakakku.

"Baekhyun !"

Kuhentikan langkahku saat melihat Chanyeol mencengkeram kuat lengan lelaki yang hanya memakai handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya saja. Tidak hanya itu, Chanyeol memanggil nama lelaki itu seakan sudah lama mengenalnya. Tapi, sepertinya mereka tidak dalam situasi yang baik saat kulihat pancaran kemarahan yang datang dari mata lelaki itu pada Chanyeol.

"hai Chanyeol"

Ujar lelaki itu dingin pada Chanyeol. Pancaran matanya mengisyaratkan bahwa dia benar-benar membenci Chanyeol. Sedangkan Chanyeol … entahlah aku tidak bisa melihat wajahnya yang berada membelakangiku.

Lelaki itu menatap kami berempat dengan tatapan tidak suka, apa dia cari mati ? berani sekali dia menatap The Wizards seperti itu ?

"wow, kau membawa Kai. Boleh kutahu alasan kuat apa yang membuat kalian menjejakkan kaki kalian berdua di tempat ini lagi ?"

Aku menatap Kai dan tampak raut penyesalan pada wajahnya. Tidak berbeda dengan Chanyeol, saat ia membalikkan badannya dan menatap kami seakan memohon untuk tidak menggunakan kekuatan kami dulu. Sepertinya itu memang diperlukan, melihat wajah Kris yang sudah tertimbun oleh raut amarahnya.

"tinggalkan dia Chanyeol" ujar Kris dingin sambil membalikkan badannya berniat untuk segera pergi.

"Tidak ! dia bisa membantu kita"

Kris membalikkan badannya dan menatap intens pada Baekhyun yang dengan sangat berani (atau mungkin bodoh) menatap mata Kris dengan keangkuhannya. Hebat sekali jika ia hanyalah manusia biasa, tapi mendengar kata-kata Chanyeol tentang 'ia bisa membantu kita' kurasa dia bukan manusia biasa.

Baekhyun melenggangkan badannya pergi meninggalkan kami berlima. Chanyeol pun memberi isyarat untuk mengikutinya, tidak ada pilihan lain selain mematuhinya bukan ? lagipula kami juga tidak tahu akan pergi ke mana lagi untuk mencari informasi.

"aku sudah tahu, cepat atau lambat kalian pasti kemari"

Kris mengernyitkan dahinya, mencari tahu maksud di balik pernyataan Baekhyun. Aku punya firasat buruk tentang ini.

Ia membawa kami menuju ruangan pribadinya, satu kata untuk ruangan ini adalah 'mistik'. Aku bisa menghirup aroma nenek-nenek penyihir saat memasuki ruangannya yang dipenuhi warna putih dan merah, cermin rias yang besar di pertengahan tembok ruangan yang pinggirannya berbentuk seperti ular yang meliuk-liuk dengan lampu di sekujur tubuhnya, sebuah meja bundar yang berada tidak jauh dari cermin itu dipenuhi dengan kartu tarot, papan feng shui, bola ramalan, kalender bulan dan yang paling kukenal. Kalender reinkarnasi para dewa. Aku mencoba bersikap tenang walau sebenarnya aku sangat aku sangat terkejut melihat ia yang mempunyai kalender itu.

Baekhyun berjalan menuju ujung kiri ruangan di mana ia menyembunyikan tubuh kecilnya di balik papan ganti. Chen yang sepertinya sangat ingin melihat lekukan tubuh itu lagi menatapnya lekat-lekat. Bodoh. Baekhyun keluar dengan memakai baju lelaki yang sedikit, entahlah … menggoda ? dengan kerah rendah yang berenda dan ukuran baju yang kebesaran membuatnya terlihat lebih seksi.

"duduklah"

Kami duduk mengitari meja bundar besar yang berada di situ. Seketika itu, bola ramalan bersinar berwarna kuning-orange. Chanyeol dan Kai duduk di antara Baekhyun yang berada di tengah.

"aku benci berada di posisi ini"

Aku menatap wajah Chanyeol dan Kai, kemudian menatap Kris yang ternyata juga menatapku. Kami berdua mengernyitkan dahi kami, sama-sama tidak mengerti apa yang terjadi pada mereka bertiga.

"jadi, tanyakan apa yang ingin kalian ketahui"

"keturunan Amon dan Nut, di mana dia berada ?"

Nada tanya Kris yang tidak bisa dibilang lembut itu benar-benar menghancurkan suasana hatiku.

"wow, kau sangat terburu-buru Wizard"

Baekhyun menyingkirkan seluruh benda di mejanya hanya dalam satu jentikan jari. Aku mengerti sekarang, dia peramal namun juga penyihir. Kami sering menemui seseorang seperti Baekhyun salah satu yang kami temuipun pernah mencuri hati … lupakan, aku tidak mau menjelaskan terlalu jauh.

Ia membuka gulungan besar di hadapan kami, kalender reinkarnasi para dewa yang paling kubenci. Ia menatap Kris dengan senyuman mistik di bibirnya.

"kau pasti tahu tentang reinkarnasi para dewa bukan ? Kris ?"

Kris menatap Baekhyun sambil mengernyitkan dahinya. Dia tidak tahu.

"oh tuhan, lalu bagaimana kau bisa menemukan keturunan Amon dan Nut ? baiklah, akan kujelaskan …"

Tangan lentik Baekhyun menunjuk ujung kiri di kalender itu. Angka satu tertulis pada ujung it, aku bisa membaca itu sebenarnya namun tidak seorangpun dari kakakku mengetahui hal ini.

"ini adalah zaman di mana seluruhnya dimulai. Di mana 5 dewa besar dilahirkan dari 1 rahim dewi langit Nut, kelima dewa itu adalah Osiris sang dewa alam baka, Isis sang dewi kecantikan, Horus sang dewa perang, Set sang dewa merah atau kekacauan dan Nephtys sang dewi sungai. Ayah mereka adalah dewa Geb. Tapi seiring waktu dan zaman, para dewa mengalami reinkarnasi. Hingga reinkarnasi terakhir mereka, Nut menjadi istri Amon di mana ia tidak mempunyai seorang anak, tapi ia mempunyai seorang keturunan seorang wanita cantik yang keanggunan dan ketangkasannya seperti Nut dan Amon dan sayangnya ia adalah manusia. Yang mana, aku sangat sulit untuk melacaknya"

Kris menghirup nafasnya dengan kasar lalu menggebrak meja itu.

"hanya itu ?!" bentaknya pada Baekhyun yang hanya tersenyum meremehkan.

"duduklah pria angkuh, masih ada cerita lainnya"

Jangan, tolong … jangan cerita ini. Baekhyun melihat wajahku yang sepertinya sudah mulai panic, ia hanya mematrikan senyum nya.

"tahukah kau bahwa satu pasangan dewa lagi juga mempunyai keturunan ? Horus dan Isis. Dewa perang dan dewi kecantikan. Namun, kau tahu sifat mereka yang sangat buruk jadi itu mungkin akan mempermudah kau untuk menemukan mereka"

Aku menatapnya dengan penuh harap untuk tidak menceritakan hal ini. Namun ia hanya mematrikan senyum liciknya.

"dewa perang Horus, diceritakan dalam mitologi bahwa dia sangat tampan, cerdik namun sangat keras kepala. Dewi kecantikan Isis, dia adalah dewi tercantik dari yang paling cantik bahkan lebih dari Andromeda yang terkenal dengan kecantikannya. Namun, dalam reinkarnasi sebelumnya telah diceritakan bagaimana liciknya ia dalam meracuni rajanya sendiri Ra, dewa matahari paling agung dan yang yang paling disegani agar suaminya dapat menguasai seluruh alam semesta. Tapi dari apa yang dilakukannya kau pasti mengerti bahwa Isis akan melakukan apapun demi orang yang sangat ia cintai"

Berita buruk, Kris sepertinya tertarik dengan cerita ini dan semakin menajamkan pendengarannya pada cerita Baekhyun. Tanpa ia sadari aku sedang berteriak dalam hatiku.

"lalu, apa hubungan mereka dengan keturunan Nut ?"

Tanya Kris antusias dengan matanya yang berbinar-binar. Sedangkan aku sudah hampir kehilangan pasokan oksigenku namun masih tetap menunjukkan sikap biasaku.

"keturunan atau lebih tepatnya anak dari Horus dan Isis adalah ancaman terbesarmu. Dia mempunyai takdir untuk menjaga keturunan Nut, dan berita buruknya. Perasaan cinta anak Horus dan Isis sudah tercipta pada keturunan Amon dan Nut. Dan kau tahu yang lebih buruk, ia jauh lebih kuat darimu Kris"

Baekhyun menatap kami semua dan berhenti menatapku penuh arti, namun beralih menata Kris lagi. Tatapan itu, aku tidak mengerti. Lebih kuat ? aku tidak merasa seperti itu.

"apa dia manusia ? apa kau bisa menemukannya ?" tanya Kris antusias.

Baekhyun tersenyum licik padaku dan kemudian menutup gulungan besar itu.

"dia adalah anak dari kedua dewa itu dan jelas ia bukanlah manusia. Akan lebih menarik jika kau menemukannya sendiri Kris"

Raut wajah Kris menunjukkan bahwa ia berfikir dengan begitu keras. Mengingat semua penjelasan Baekhyun yag memang sangat berarti bagi tujuannya, membangkitkan Pandora. Tapi kuharap ia tidak menemukan anak Horus dan Isis dalam waktu dekat ini, karena akulah anak dari Horus dan Isis. Aku mengetahui hal ini, saat aku dan Kris mengunjungi Harmes, tapi Harmes menyuruhku untuk tidak pernah megatakan ini pada Kris atau kakakku yang lain. Karena mereka akan membunuhku jika mereka tahu tentang hal ini.

Aku melihat ke-tiga orang yang tadinya berada di hadapanku sudah menghilang. Chanyeol dan Kai sepertinya mengikuti Baekhyun yang pergi dari ruangan ini. Tanpa sepengetahuan Kris dan Chen aku melangkahkan kakiku mengikuti mereka. Itu mudah karena Kris tengah berfikir keras saat ini dan Chen yang juga ikut terbebani dengan cerita Baekhyun.

Kulangkahkan kakiku menuju tempat sempit yang lebih mirip seperti lorong kecil yang menghubungkan ruangan Baekhyundengan ruangan penari lainnya. Samar-samar, kudengar pembicaraan mereka bertiga.

"tidak bisakah kau memaafkanku ?!"

Kudengar suara Chanyeol yang sepertinya membentak Baekhyun, aku tidak bisa melihat jelas apa yang ada di depanku karena lorong ini sangatlah gelap.

"jika kau berfikir aku bisa memaafkanmu, maka aku pasti sudah gila"

Chanyeol terdiam mendengar suara baekhyun yang terdenar sangat menyakitkan.

"semua sudah berakhir Chanyeol, masa lalu yang payah akan lebih baik bila kita membuangnya. Jangan anggap aku sebagai yang terpenting lagi dalam hidupmu"

Suara Baekhyun terdengar sedikit parau namun masih tetap angkuh seolah dia menahan tangisnya. Atau memang ia menahan tangisnya ? Aku mencoba mendekatkan jarakku, kulihat bayangan Chanyeol, Baekhyun dan Kai yang berhadapan. Baekhyun tengah menutup wajahnya dengan kedua tangannya, sedangkan tangan Chanyeol yang sepertinya memang sudah tidak tahan memeluknya erat.

"bagaimanapun, kau adalah hal mutlak yang harus selalu kujaga Baekhyun. Aku tidak peduli, aku akan mengorbankan jiwaku untukmu bila itu perlu"

Bisa kulihat Baekhyun mendorong Chanyeol untuk melepaskan pelukannya. Kemudian ia tampak akan meninggalkan tempat itu saat Kai menghadangnya.

"di mana kakakku ?" tanya Kai dengan suara paraunya.

Kakak ? Kai mempunyai kakak ? Inikah yang membuat Baekhyun sangat marah pada Kai dan Chanyeol.

"kau masih peduli ? kakakmu telah tertangkap bangsa Stuhn saat ia berburu. Jika kau beruntung mungkin kau masih bisa menyelamatkannya, bangsa stuhn hanya akan memakan jantung mangsanya pada saat bulan sabit yang berarti malam ini, tapi mungkin kau tidak akan melakukannya. Kau terlalu terobses pada Pandora hingga melupakan kakakmu sendiri"

Kai menundukkan kepalanya dalam-dalam seolah sangat menyesal dengan apa yang ia lakukan, apalagi saat ia mendengar penuturan Baekhyun yang penuh akan sarat kebencian. Meskipun aku tidak yakin dengan apa yang ia dan Chanyeol lakukan di masa lalu, kurasa itu adalah kesalahan terbesar yang pernah mereka buat pada Baekhyun dan 'kakak' Kai.

"maafkan aku dan Chanyeol, jika dulu kami tidak begitu egois untuk pergi meninggalkan kalian berdua semua ini tidak akan terjadi"

Baekhyun tampak menghembuskan nafasnya kasar, seolah lelah dengan semua penuturan Kai. Namun sepertinya ia mencoba untuk lebih lembut kali ini.

"aku tahu kalian menyesal. Tapi itu tidak akan membawa kalian pada masa lalu, satu hal yang harus kalian tahu sekarang adalah. Membangkitkan Pandora tidak akan menyelesaikan semuanya, jujur saja aku tahu siapa anak dari Horus dan Isis. Namun, aku tidak akan memberi tahukan itu semua pada kalian. Mengertilah, bahwa pembalasan dendam yang kalian rencanakan akan membawa dampak yang lebih buruk pada kehidupan kalian"

Chanyeol dan Kai menghembuskan nafasnya kasar lalu menundukkan kepalanya. Aku tahu mereka tidak menyukai nasehat yang diberikan Baekhyun. Membangkitkan Pandora adalah obsesi mereka semenjak bergabung dengan Kris dan aku, jadi kurasa aku bisa memahami itu. Tapi semenjak aku tahu siapa diriku sebenarnya, aku membenci obsesi itu.

"apapun pendapatmu, kami akan tetap membangkitkannya"

Sudah kuduga, Chanyeol pasti akan mengatakannya. Aku hanya memejamkan mataku, tolonglah jika seperti ini maka akulah yang akan tersiksa sendiri.

"baiklah, jika kau masih tetap beranggapan seperti itu. Park Chanyeol"

Baekhyun berlalu meunuju arahku, dengan cekatan aku membalikkan tubuhku. Namun terlambat, ia sudah memergokiku terlebih dahulu. Tapi ia tidak berteriak histeris atau hal spontan lain yang biasanya orang lakukan. Ia malah memintaku untuk mengikutinya dengan menggunakan bahasa jarinya.

Aku mengikutinya dan kami sampai di sebuah ruangan kaca. Sangat menakjubkan, itulah kesan pertamaku. Ruangan itu berbentuk persegi enam dengan symbol yang tidak kumengerti ditengahnya. Baekhyun duduk di kursi kaca yang ada tepat di tengah ruangan itu, aku takut kursi itu akan pecah. Namun, ketakutanku mungkin adalah sesuatu yang bodoh.

"duduklah"

Ucapnya padaku untuk duduk di kursi depannya yang juga terbentuk dari kaca hitam. Akupun menurut saja, toh aku adalah tamunya.

"ruangan apa ini ?" tanyaku padanya.

"menurutmu ?"

Ia mengeluarkan bola krystal yang sepertinya sedari tadi ia simpan pada jubahnya. Ia merapalkan beberapa mantra pada bola krystal itu dan … aku melihat seluruh pantulan wajah orang-orang yang tidak kukenal.

"dia adalah Osiris … pengendali bawah tanah, penguasa yang agung dan suami Isis pada reinkarnasi ke 66665"

Ia menunjukkan wajah seorang laki-laki yang sangat berwibawa, tapi ia berwarna biru ?

"dan pada reinkarnasi ke 66666 Isis menjadi istri Horus dan melahirkanmu, ini adalah ibumu … Isis"

Seorang wanita yang sangat cantik dan anggun memakai gaun putih yang sangat halus dengan rambut keriting halus berwarna coklat muda dan mata bersinar berwarna coklat keemasan yang ada dalam pantulan kaca saat ini. Pahatan wajah yang begitu sempurna, apa aku boleh percaya bahwa ini ibuku ? atau memang ini adalah ibuku ?

"aku tidak pernah menemuinya, sulit untuk mempercayai ini"

Baekhyun hanya menatapku penuh arti dengan senyuman manisnya.

"percaya atau tidak, inilah kenyataannya Sehun mereka menurunkanmu ke Bumi dan memberikanmu nyawa layaknya manusia di bumi hanya dengan satu tujuan, mereka tahu bahwa takdirmu adalah melindungi keturunan Nut dan Amon yang sudah kau ketahui siapa itu"

Aku terdiam mendengar penjelasan Baekhyun, meski aku pernah mendengarnya dari Harmes tapi saat berbeda saat mendengar penjelasan Baekhyun yang penuh dengan sarat emosi.

"Selanjutnya, ini adalah ayahmu"

Wow, itulah kesanku saat melihat gambarnya di pantulan kaca ini. Dia sangat…tampan ? berwibawa, tegas dan garis kedewaan tampak sangat jelas pada raut mukanya yang serius. Ia memakai pakaian khas perang bangsa romawi sambil membawa tombak perak besar pada tangan kanannya. Apa ini benar ayahku ?

"Sehun, aku ingin menanyakan sesuatu padamu …"

Ucap Baekhyun dengan nada halusnya padaku. Raut mukanya benar-benar mengajakku untuk berbicara serius.

"okay …" persilahkanku padanya.

"orang tuamu sangatlah membenci Pandora dengan alasan yang tidak bisa aku katakan saat ini, mereka mengunci Pandora di dalam kubus kecil dengan mantra yang sangat kuat dan butuh ritual yang sangat rumit untuk membebaskannya, bahkan Set yang dulunya ingin membebaskannya gagal karena ia tidak mempunyai darah keturunan Amon dan Nut. Pertanyaanku saat ini adalah, akankah kau membebaskan makhluk yang sangat dibenci oleh kedua orang tuamu dengan mengorbankan gadis yang kau sayangi ?"

Aku memikirkan keras tentang pertanyaan Baekhyun. Sepertinya ia benar saat aku mewarisi sifat ibuku, mengorbankan apapun demi seseorang yang sangat aku cintai. Aku tidak dapat berbohong lagi, aku mencintai Luhan. Mungkin terdengar sangat konyol bagi kalian karena aku pernah berkata bahwa The Wizards tidak akan pernah jatuh cinta. Sepertinya aku salah akan itu, setiap makhluk mempunyai rasa cinta. Seburuk apapun mereka, dan karena ini kesalahanku maka aku akan menebusnya.

Aku tidak akan pernah memberikan ruang bagi Kris atau siapapun itu untuk mengambil barang satu tetespun darah yang mengalir di tubuh Luhan. Selama aku masih berada di dunia ini, tidak akan kubiarkan hal itu terjadi.

Kami berjalan keluar dari kota Gosrack dengan langkah gontai. Masing-masing dari kami benar-benar mempunyai pikiran yang sangat rumit di kepala kami saat ini. Kris tidak banyak bicara, Kai dan Chanyeol terus menundukkan kepalanya, Chen melihat ke arah depan tanpa tahu persis apa yang dilihatnya, dan Tao entahlah di mana anak itu sekarang. Keinginan kami untuk menjarah kota Gosrack kami batalkan, setelah mendengar seluruh cerita Baekhyun kurasa kami sudah cukup puas dan pusing untuk memikirkannya.

"kalian sudah datang ?"

Panggil Luhan yang berada pada jarak 5 meter di depan kami. Raut wajahnya terlihat sangat lelah. Kyungsoo berjalan dengan tertatih di belakangnya. Mukanya tampak pucat.

"apa kau lelah ?" tanyaku pada Luhan yang saat ini sudah berada tepat di depanku.

"tidak, aku baik-baik saja. Kyungsoo berkata bahwa dia lapar, tapi aku tidak bisa meninggalkannya sendirian di sini"

Jelasnya dengan mata khawatirnya yang melihat Kyungsoo yang sudah berada di sampingnya. Stuhn ini sangat lucu, ia hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam saat Luhan mengatakan itu. Apa dia malu ?

"kau lapar ?"

Aku dan Luhan menatap Kai yang sudah berada di hadapan Kyungsoo. Ia memegang dagu Kyungsoo dan mengangkatnya agar lebih tegap dan Kai dapat menatap wajahnya.

"ti..tidak, hanya saja …"

"makan ini"

Kai melempar sebuah roti yang ada di sakunya. Tunggu dulu, sejak kapan ia mempunyai roti ? kemudian Kai mengajak Kyungsoo untuk duduk di batu besar yang sebelumnya ditempati oleh Luhan dan Kyungsoo untuk menunggu kami. Aku, Luhan beserta kakakku pun mengikutinya, kami juga butuh tempat beristirahat untuk mengistirahatkan pikiran kami.

"Kyungsoo, bisa kau membantuku ?"

Pertanyaan Kai pada Kyungsoo membuat kami semua menoleh padanya. Bukannya meremehkan, tapi Kyungsoo adalah Stuhn yang lemah. Kenapa Kai ingin meminta pertolongan padanya ?

"a..apa yang bisa kubantu ?"

"bukan hanya kau, tapi seluruh The Wizards dan juga Luhan"

Kai menundukkan kepalanya. Wait, apa dia berencana untuk ?

"aku ingin membebaskan kakakku yang disandera oleh bangsa Stuhn"

Kris menatap tajam pada Kai, begitu pula dengan kami, bahkan mata bulat Kyungsoo menjadi lebih lebar dari sebelumnya. Apa anak ini sudah gila ? menyelamatkan seseorang dari bangsa Stuhn berarti adalah mengorbankan nyawa kita untuk sesuatu yang tidak berguna.

"aku tahu ini benar-benar bodoh. Tapi tolong, dia adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki"

Kris berdiri di hadapan Kai. Chanyeol, aku dan Chen sudah bersiap-siap dengan perkelahian yang akan terjadi di antara Kris dan Kai.

"ayo, kita lakukan"

Kami mengangakan bibir kami selebar mungkin, Kris ? dia mau membantu untuk melawan bangsa Stuhn. Great, sepertinya satu pertarungan lagi akan kami jalani dan sepertinya ini bukan hanya 'pertarungan' lebih mirip seperti perjuangan tanpa batas, mengingat lawan kami adalah bidadari terganas di dunia.

Huang Zi Tao's Side

Kris mungkin benar saat ia menyuruhku untuk pergi ke Harmes dan meminta bantuan atau lebih tepatnya saran untuk Stuhn lemah itu. Tapi, tidakkah dia ingat bahwa aku sangat payah untuk mengingat jalan pulang dan hanya bisa membuka portal saat tengah malam tiba ?

Perlu kalian tahu saat ini, aku tersesat. Aku tahu, mungkin kau hanya akan berfikir ini adalah masalah kecil bagi Wizard sepertiku. Tapi bagiku ? ini adalah hal yang paling membuatku pusing saat ini, belum lagi saat mengingat cerita Harmes tentang Nut dan Amon yang sama sekali tidak kumengerti. Sebut aku bodoh karena aku memang benar-benar tidak mengerti saat orang atau bahkan roh menceritakan tentang reinkarnasi dewa atau apalah itu.

Aku sudah berjalan menuruni bukit, namun tetap saja tidak menemukan makanan dan tidak ada seorang pun yang tinggal di sini. Well, banyak serigala di sini jadi aku bisa mengerti kenapa orang tidak mau tinggal di sini.

"Huang Zi Tao ? kaukah itu ?"

Sebuah suara memanggilku lembut, tungggu dulu aku tahu suara ini. Suara yang selalu membuat salah satu saudaraku jatuh cinta.

Kubalikkan badanku dan mencoba mencari tahu siapa yang memanggilku, tepat sekali itu dia. Peramal sihir gunung yang dulu pernah membantu saat salah satu dari kami terluka di pegunungan ini.

"bagaimana kau bisa berada di sini ?" tanya nya lagi.

Wow, dia terlihat lebih cantik dari biasanya ? maaf, dia laki-laki namun aku selalu mengatakan dia cantik. Itu tidak masalah menurutku karena dia sendiripun juga tidak keberatan untuk disebut cantik

"aku pergi menemui Harmes"

"hanya kau ? astaga, naga itu selalu lupa dengan kelemahanmu. Ikut aku, kau tunggu saja di rumahku hingga tengah malam tiba"

Penuturan yang halus itu, aku sangat merindukan orang ini. Kasih sayangnya seperti ibu yang selalu ada untukku.

"baiklah … Lay …"

Aku menganggukkan kepalaku dan mengikutinya menuju rumah kecilnya. Aku tidak sengaja menatap ke arah langit dan merasakan sesuatu yang aneh di sana. Bulan sabit, apa yang terjadi pada saudara ku ?

'ANOTHER DESTINY' end here …

Jeongmal mianhamnida TT . Niatnya mau aku pendekin tapi tetep sepanjang ini, TT . Jeosonghamnida readersdeul .. mengecewakan sekali part ini TT :( . Minthor bener-bener minta maaf ya TT . RCl juseyo …