Disclaimer Naruto belongs to Masashi Kishimoto
And High School DxD belongs to Ichiei Ishibumi
Story by shirayuki-su
Rate T (maybe)
Warning : Au, OOC, tipo dll
"Pendragon"
Chapter 7
Sudah lebih dari dua bulan saat Kyuubi pergi ke Kyoto, lebih dari dua bulan juga perasaan Naruto jadi tidak menentu, ia sudah bertekad untuk mengatakan nya malam natal yang lalu, tapi entah kenapa ia serasa menyesali perbuatan nya. Hubungan mereka tidak akan sama lagi, entah itu jawaban iya atau tidak, meski Naruto sangat yakin Kyuubi akan menerima nya. Ia tidak sebodoh itu untuk tidak tahu perasaan wanita, tapi ingatan masa lalu tentang seorang wanita yang pernah ia dicintai sedikit menghantui pikiran Naruto.
Naruto sudah berusaha membuka diri dan mencari penganti dirinya, seperti pesan terakhir yang dia ucapkan, tapi jauh didalam sudut hati Naruto ada perasaan untuk belum bisa melepas. Naruto masih dapat mengingat senyuman wanita itu seperti baru kemarin ia melihat senyum itu, nyata nya sudah beradab-adab dia meninggal.
Mendongak kan kepala nya keatas melihat langit berwarna merah. Naruto sekarang berada di dimensi buatan Azazel, dimana ia mengawasi pertarungan antara B-Frost melawan Vali. Meski mata nya menatap pertarungan di udara tersebut, tapi pikiran nya melayang pergi. Naruto merebahkan tubuh nya menatap keatas, pikiran nya dengan cepat dibawa pergi ke masa lalu.
Berabad-abad yang lalu. Suara air mengalir dan daun yang bergesekan tertiup angin dapat didengar dengan sangat jelas, pohon-pohon besar menjulang tinggi sedikit menutupi sinar matahari yang berusaha menembus masuk menyentuh tanah. Hutan didaerah pedalaman yang nanti nya akan disebut dengan nama Eropa. Disebuah desa yang tenang yang kelilingi hutan, desa dengan jumlah penduduk yang dapat dihitung dengan jari, dari hutan tersebut mereka hidup dengan mengandalkan hasil dari hutan.
Mereka lebih memilih hidup terpencil dalam hutan dari pada tinggal disebuh kota kerajaan dengan dinding menjulang tinggi, alasan utama mereka adalah naga yang bisa menyerang kapan saja dan dimana saja tanpa ada peringatan datang nya makhluk tersebut, masa dimana naga lebih mendominasi dari pada manusia.
"Naruto pedang pesanan ku sudah jadi" suara seorang wanita terdengar memasuki indera pendengaran laki-laki yang masih menempa besi membara diatas alas tempa. Suara besi dan palu yang beradu berhenti seketika, Naruto menoleh kesumber suara, seulas senyum dengan cepat ia buat mengetahui siapa yang memanggil nya. Meletakkan besi yang belum selesai ditempa kedalam tungku pembakaran besi, Naruto berpaling dari tempatnya, menaruh palu smith di rak khusus, ia mulai berjalan menghapiri wanita tersebut dengan pedang yang masih terbungkus kain putih.
Naruto menyibakkan kain putih itu, cahaya terpantul dengan sangat jelas mengenai badan pedang tempaan nya, pedang panjang berwarna perak dengan diameter 10 cm, gagang pedang yang juga berwarna sama dengan pinggiran bermotif taring, pedang yang indah bagi yang melihat nya "Sudah selesai pedang pesanan mu Iris" Naruto sedikit mengayunkan pedang tersebut, mengangkat nya tinggi-tinggi memperhatikan bilah tajam dari pedang itu "Ini salah satu dari pedang tempaan ku yang terbaik" ia menyerahkan pedang tersebut pada wanita bernama Iris itu.
Mengambil pedang tersebut, Iris sedikit memperhatikan pedang pesanan nya itu, mengayunkan sedikit untuk menyesuaikan berat dari senjata yang akan ia gunakan. Senyuman manis ia buat merasakan pedang tersebut sesuai dengan keinginan nya "Pedang yang sangat bagus tidak salah kau disebut sebagai penempa terbaik Naruto" Iris meletakkan pedang tersebut diatas meja didekat nya, berjalan mendekat kearah Naruto "Tapi kau juga disebut sebagai petarung terkuat di daratan ini, apa aku benar Naruto?"
Seulas senyum dibuat Naruto "Aku tidak tahu aku mendapatkan sebutan seperti itu" ia mendudukan tubuh dikursi, sedikit merentangkan tangan nya keatas merasakan sedikit rasa lelah dalam dirinya menguap perlahan, shappire itu menatap ke arah wanita didepan nya.
"Kebiasaan merendah mu itu harus aku akui" Iris menyilangkan tangan nya di atas dada, yang tertutupi armor ringan "Jadi apa nama dari pedang ini"
"Belum terpikirkan sebuah nama untuk pedang tersebut" Naruto memperhatikan lagi pedang hasil tempaan nya di atas meja, pedang yang mendapatkan bahan terbaik yang ia campur dengan taring seekor serigala, serigala besar yang memakan korban hampir sama dengan korban seekor naga "Kurasa nama Silver Fang cocok dengan pedang tersebut, mewakili bahan pembuat pedang itu sendiri"
Iris tersenyum senang mendengar nama yang bagus tersebut "Aku akan memakai nama tersebut, Silver Fang ya nama yang bagus untuk sebuah pedang" mengengam pedang itu dengan tangan kanan, mengeratkan pegangan nya "Berapa yang harus aku bayar untuk pedang ini" ia meletakkan lagi pedang itu dimeja didepan Naruto
"Sudah aku katakan dari awal kau tidak perlu membayar biaya pembuatan nya" Naruto berkata dengan santai
"Eh tapi aku tidak bisa menerima nya, meski kita sepasang kekasih tapi pekerjaan tetap lah pekerjaan Naruto" wanita itu sedikit memberikan tampilan cemberut, memajukan wajah nya sampai beberapa senti dari wajah Naruto, menatap shappire itu dengan intens
Naruto menghela nafas, melirik kesamping menghidari mata Azure milik Iris tersebut. "Baiklah kalau itu mau mu" Iris tersenyum senang mendengar ucapan Naruto "Tapi aku tidak membutuhkan uang sekarang" mengaruk pipi nya malu, Naruto menghindari melihat wanita tersebut "Kurasa sebuah ciuman itu sudah cukup bagiku"
Iris sedikit kaget mendengar Naruto mengatakan nya, tapi dengan cepat rasa kaget tersebut digantikan rasa malu dan senang, bergerak dengan cepat dihadapan Naruto, memelukkan nya erat dari depan, Iris menatap shappire didepan nya memajukkan wajah nya, sentuhan ringan terasa diantara bibir kedua nya.
Naruto melebarkan mata nya, ia tidak menyangka Iris akan melakukan nya. Sentuhan itu dirasakan Naruto tidak begitu lama, mereka mulai memisahkan diri meski masih memeluk satu sama lain, Naruto memperhatikan wanita yang sekarang ia peluk, rambut pirang pucat di biarkan tergerai dengan kepang pada ujung nya, mata berwarna biru azure yang mengambarkan langit cerah berbeda dengan shappire milik Naruto. Wanita itu mengenakan pakaian one piece berwarna putih dengan armor ringan pada bagian dada. Sepatu boots dan pelindung pada lutut dan lengan memperlihatkan kesan sebagai ksatria.
"Naruto kau tidak lupa kan janji kita" Iris berkata, ia memundurkan diri nya mengambil jarak memisahkan kedua nya "Setelah pedang ku selesai kau akan menikahi ku kan"
"Aku tidak akan lupa dengan janji itu" Senyum senang dibuat wajah cantik Iris mendengar penuturan Naruto, "Iris apa yang akan kau lakukan setelah ini, kalau tidak ada yang dikerjakan aku ingin mengajakmu berjalan-jalan menyusuri hutan"
Iris hanya mengangguk-angguk kan kepala menjawab pertanyaan Naruto, Naruto mengambil pedang Silver Fang dan memasukkan nya dalam sarung pedang yang sudah ia siapkan sebelumnya, memberikan pedang tempaan nya itu pada Iris
"Tunggu aku diluar, aku akan berganti pakaian" kata Naruto, Iris mengikuti perintah tanpa banyak protes, keluar dari rumah Naruto yang sekaligus menjadi tempat menempa pedang. Iris menatap pemandangan hutan yang masuk dalam mata azure nya, cahaya matahari cerah dan mengangatkan terasa dikulit putih nya, ia tidak habis pikir kenapa Naruto memilih rumah nya ditempat seperti ini yang terpisah cukup jauh dari desa, merasakan hembusan angin yang membelai lembut kulit dan rambut nya 'Kurasa salah satu alasan Naruto memilih tempat ini karna pemandangan dan suasana nya'
"Maaf membuatmu menunggu" Iris mengalihkan pandangannya kearah suara Naruto yang keluar dari rumahnya, memperlihatkan Naruto yang sekarang mengenakan Armor pelindung badan tanpa lengan dan bahu berwarna perak dengan dalaman berwarna hitam, celana longar berwarna hitam dan sebuah sepatu yang mencapai lututnya berbahan metal, juga tambahan pelindung lengan yang mencapai siku nya di tangan kanan. Naruto terlihat seperti seorang prajurit bayaran, tak lupa sebuah pedang tergantung dipingang nya.
Iris tertegun melihat Naruto seperti ini, ia jarang melihat Naruto mengenakan pakaian armor nya jika tidak ada perburuan didalam hutan atau ada sebuah acara yang mengharuskan mengunakan pakaian tersebut, kebanyakan penduduk desa mengunakan armor sebagai pakaian sehari-hari, Iris juga termasuk di dalam nya. Menatap lagi wajah Naruto yang tersenyum kearah nya, melihat sebuah ikat kepala hitam dipakai Naruto, Iris tersenyum melihat nya.
"Kau memakai ikat kepala yang aku buat waktu itu" Iris menunjuk ikat kepala yang dipakai Naruto
Naruto menyentuh ikat kepala di kepala nya, "Ah iya kurasa saat aku mengunakan nya akan terlihat cocok, karena itu aku mencoba nya sekarang" Naruto menatap mata azure itu "Jadi apa terlihat bagus untuk ku"
"Kau terlihat lebih tampan dari biasanya" Iris berkata dengan senyum mengembang, dengan cekatan mengambil tangan kiri Naruto dan mengengam nya erat "Ayo"
Berjalan bergandengan tangan menyusuri hutan dan sungai yang tenang, angin berhembus dengan pelan menenangkan siapa saja yang merasakan nya, mereka berdua sekarang berjalan ke tempat paling indah yang ada didaerah itu, juga tempat rahasia mereka berdua. Suasana yang damai dan tentram seperti ini yang di inginkan Naruto, ia terlahir dikota kerajaan dimana mereka hidup dalam selimut dinding tebal dan tinggi yang membatasi kebebasaan nya, sampai akhirnya dinding kebangaan mereka runtuh karena serbuan dari naga. Naruto yang pada saat itu baru berumur sepuluh tahun harus kehilangan tempat tinggal dan juga keluarga nya, hidup dalam pengembaraan seorang diri sampai lebih dari lima belas tahun lalu ia menemukan desa ini, desa yang damai dan tentram seperti yang selama ini diimpikan Naruto saat kecil.
Naruto melirik kesamping melihat wanita bernama Iris tersebut, ia bertemu pertama kali dengan nya saat Naruto menyusuri hutan ini untuk menemukan desa yang dimaksud dalam perjalanan nya. Bertemu seorang gadis yang bertarung dengan seekor beruang besar di hutan ini, menurut Naruto waktu itu pertarungan yang berat sebelah dengan kemampuan Iris yang belum apa-apa melawan seekor beruang dengan luka disekujur tubuh nya yang memperlihatkan pengalaman dari beruang tersebut. Lamunan Naruto berhenti saat lengan nya ditarik dengan keras oleh Iris mengikuti wanita tersebut dengan cepat.
Pandangan mata Naruto dipenuhi oleh pemandangan danau. Danau dengan permukaan air berwarna biru yang tenang, padang rumput hijau yang terbentang luas, diselingi pepohanan dan berlatar belakang bukit hijau gelap. Langit terlihat biru jernih dan ia bisa mendengar gemeresik dedaunan yang ditiup angin. Naruto dapat merasakan belaian lembut dari angin menyentuh kulit nya, menenagkan.
"Naruto ayo" Iris menarik tubuh Naruto, membawa nya ke sebuah pohon yang sudah menjadi tempat biasa mereka menghabiskan waktu berdua, Iris mendudukan dirinya ditanah yang ditumbuhi rumput-rumput hijau, menepuk tempat disebelah nya, menyuruh Naruto untuk duduk disana.
Naruto menuruti permintaan Iris, ia mendudukan dirinya disamping wanita tersebut. Memandang langit biru yang jernih tanpa awan "Suasana seperti ini yang ingin aku rasakan selamanya" mata shappire itu ia tutup perlahan merasakan kenyaman dari alam sekitarnya.
Iris yang berada disamping Naruto tersenyum melihat wajah laki-laki itu, ia juga ingin merasakan kenyamanan seperti ini selamanya jika bisa. Dirinya dan Naruto sadar bahwa ancaman dari dunia ini masih ada, naga yang bisa menyerang kapan saja, ia memperhatikan wajah Naruto yang damai, memperhatikan lebih pada laki-laki yang ia cintai itu. perasaan nyaman selalu ia rasakan jika berada didekat nya "Aku juga sama ingin merasakan seperti ini selamanya denganmu" Iris meletakan kepala nya dibahu Naruto, mata azure nya mulai menutup perlahan.
Mereka tidak melakukan apa pun, masih dengan posisi yang sama. Hanya merasakan kenyamanan dari kebersamaan mereka, langit biru yang cerah, suara gemerisik daun dari pohon yang menaungi mereka berdua dan angin yang bertiup dengan pelan, membawa kedua nya dalam dunia mereka sendiri.
Langit sudah mulai berganti warna menjadi jingga, cahaya matahari mulai meredup perlahan-lahan, suara dari hewan-hewan malam mulai terdengar memulai aktifitasnya, mereka berdua masih ditempat yang sama, menghabiskan waktu mereka berdua dengan kebersamaan.
Mereka mulai beranjak dari tempat itu, berjalan bersama menuju desa tempat mereka. Senyuman dari tadi tidak lepas dari wajah Iris, mengengam tangan kiri Naruto dan tidak ingin melepaskan nya, Naruto juga melakukan hal yang sama, tapi perasaan nya sedikiti resah entah kenapa.
Suara ledakan dan dentuman keras terdengar indera pendengaran mereka, suara yang berasal dari desa, melihat lagi kepulan asap hitam dengan kobaran api berasal dari desa. Dengan cekatan mereka berdua berlari ke arah desa,
Tatapan tidak percaya dibuat keduanya, desa mereka porak poranda kobaran api membakar semua bangunan, suara jeritan dan tangisan terdengar lebih keras dari bunyi api yang membakar. Pendengaran mereka menangkap suara pertempuran, dengan pengalaman yang sudah ada, Iris dan Naruto berlari ke sumber pertarungan dengan pedang yang sudah tergengam erat ditangan mereka berdua.
Mereka dibuat terbelalak melihat seekor naga berwarna hitam menghancurkan bangunan-bangunan, para petarung desa melancarkan serangan demi serangan ke arah naga tersebut, tapi tidak ada yang berhasil mengores kulit dari naga itu.
"Iris kau pergi saja dari tempat ini biar aku yang melawan naga itu"
"Tidak aku tidak mau, jika kita harus bertarung kita bertarung bersama, aku tidak mau berpisah darimu" Iris berkata dengan tegas, menatap shappire Naruto dengan serius
Naruto mengangguk kan kepala nya, mulai memposisikan diri untuk bertarung melawan naga didepan nya mengengam pedang Ravelt dengan erat, ia tahu kekuatan dari naga hitam itu, naga yang menghancurkan kota tempat tinggal nya, naga yang juga membuatnya kehilangan keluarga, naga dengan sebutan Duras.
Naruto melesat dengan cepat kearah Duras, naga dengan tinggi lebih dari sepuluh meter dan panjang lima belas meter itu mengaum dengan keras, membuka mulutnya lebar-lebar semburan api panas mengarah pada Naruto, dengan cekatan Naruto melompat kesamping menghidari api yang dapat menghanguskan nya itu. Naruto memberikan kode pada iris untuk maju menyerang selagi ia mengalihkan perhatian Duras.
Berlari dengan cepat pedang Silver Fang ia posisikan merendah menyentuh tanah, tepat dua meter dari sisi kanan Duras, Iris melompat memberikan tekanan pada pedang nya dengan kuat membuat tebasan vertikal, pedang tempaan Naruto itu berhasil memberikan luka pada kulit baja naga tersebut, Iris dengan cepat mengambil langkah mundur mendengar auman kesakitan yang kuat. Kibasan ekor hampir mengenai nya jika saja ia tidak menahan dengan pedang Silver Fang nya.
Naruto yang melihat itu tidak tinggal diam, perhatian Duras yang sudah teralih kepada Iris tidak ia sia-sia kan, menerjang maju dengan cepat, menebaskan pedang Raveltnya pada kaki Duras, darah mengalir dengan cepat dari luka serangan Naruto, semburan api dengan intensitas lebih kuat mengarah pada Naruto, sadar akan bahaya Naruto melompat mundur mengatur jarak aman antara diri nya dan naga tersebut.
Auman keras diperdengarkan naga hitam itu, menyemburkan api dari mulut nya kesegala arah, area desa dan hutan itu sekarang menjadi padang api yang membara, peluh menetes dengan deras dari wajah Naruto menerima serangan panas dari sekitarnya, ia mulai melangkah mundur menghidari serangan semburan api dari Duras. Naruto dengan perlahan mendekati tempat Iris, melihat wanita itu juga merasakan panas pada kulit nya.
"Kita tidak bisa menang jika seperti ini, tempat ini tidak mendukung serangan kita" kata Naruto cepat, mengobservasi sekitar yang sudah tertutupi api
"Apa yang harus kita lakukan"
"Aku punya ide, kita pancing naga itu menuju danau didekat bukit" kata Naruto "Itu kesempatan terakhir kita, aku tahu tempat itu menjadi tempat yang sering kita habiskan bersama, tapi kita sudah tidak ada waktu lagi untuk memikirkan nya" mendapati raut tidak suka diwajah Iris, Naruto mengemgam tangan wanita itu dan berkata "Aku janji jika kita berhasil mengalahkan naga itu kita cari tempat yang lebih indah dari danau itu"
Mereka berdua mulai berlari dengan cepat kearah danau yang mereka singahi siang tadi, naga itu mengikuti mereka dengan cepat, sesekali menyemburkan api panas yang membakar hutan.
Dentuman keras terjadi membuat retakan-retakan di padang rumput dekat danau ketika Duras mendaratkan tubuh besar nya ditanah, mata kuning naga itu mengobservasi daerah itu mencari mangsa nya. Suara pekikan dikeluarkan Duras merasakan kaki belakang nya terkena tebasan yang dalam, memutar kepala nya dengan cepat, menatap tajam manusia yang berani melakukan nya.
Naruto menghidari lagi semburan api yang mengarah pada nya, berlari dengan cepat, mengambil momentum dalam berlari, ia menendang tanah membawanya melompat tinggi diudara. Menantapkan pedang Raveltnya dipunggung Duras, guncangan dari tubuh naga itu menjadi-jadi menerima serangan dipunggung nya. Sayap hitam itu mulai memberi tekanan untuk terbang, tidak tinggal diam Naruto mencabut pedang nya berlari menyusuri punggung Duras dengan cepat mengarakan pedang nya menebas sayap besar itu secara horizotal.
Crass
Darah dari naga itu mengalir dengan deras, sebelah sayap nya jatuh menyentuh tanah. Auman keras dikeluarkan naga hitam itu, semburan api mengarah kemana-mana, tubuh Duras jatuh menghantam tanah menerima serangan tersebut.
Iris yang berada cukup jauh dari tempat pertarungan Naruto dan Duras menatap takjub, ia tidak menyangka Naruto bisa mengimbangi pertarungan dengan naga hitam itu. Iris sekarang baru percaya rumor yang mengatakan Naruto adalah petarung terkuat didaratan ini yang sanggup mengimbangi naga. Ia dengan cepat menutup telinga nya mendengar auman keras yang dapat memekakkan telingga dari Duras, serangan yang berhasil memotong sebelah sayap naga itu memberikan efek yang cukup besar pada Duras.
Naruto melompat mundur mengatur nafas yang mulai memburu, tebasan yang barusan ia lakukan menguras cukup banyak stamina nya, suara terjangan menjadi perhatian Naruto, melihat Duras berlari dengan cepat kearah nya, mengambil pedang Silver Fang yang tadi ia pinjam dan memegang nya ditangan kiri. Serangan berupa cakaran dilancarkan Duras, tidak ada waktu untuk menghindari Naruto menahan berat dari salah satu kaki depan naga itu dengan kedua pedang nya 'Sial kekuatan gila macam apa ini, seluruh tubuhku kehilangan tenaga hanya untuk menahanya!'
Duras memberikan tenaga lebih pada kaki nya, tanah yang Naruto pijak mulai retak dan hancur 'Tulangku seperti retak... Otot-ototku seluruhnya kaku... Aku tidak bisa mengerakkan jari, bahkan ototku... Sial kalau seperti ini terus aku akan dihancurkan'
Memutar kepalanya kearah kaki, Duras membuka mulutnya lebar-lebar api panas mulai keluar dengan intensitas yang kuat, Naruto dengan cepat memutar tubuhnya dengan bertumpu pada kaki kanan nya, mengarahkan pedang Silver Fang kebawah, menahan serangan kaki naga dengan satu pedang. Dengan tenaga nya Naruto menusukkan pedang Iris ketelapak kaki Duras, pekikan rasa sakit dikeluarkan naga itu, semburan yang seharusnya mengarah pada Naruto, melenceng kearah atas.
Mencabut pedang Silver Fang, dan mengambil langkah mundur melihat naga itu mengeliat kesakitan. Naruto mulai mengatur nafas nya yang memburu, seluruh tubuhnya terasa berat, otot-ototnya terasa kaku dan sulit untuk ia gerakan, pandangan nya mulai kabur. Dengan sisa tenaga nya Naruto menerjang maju dengan kedua pedang ia gengam dengan erat, menendang tanah mengambil momentum untuk melompat tinggi.
Tebasan demi tebasan dilancarkan Naruto, luka sayatan dari pedang terlihat mengangga ditubuh Duras, Naruto menebas horizontal kaki depan Duras, memotong dengan telak kaki tersebut. Tubuh naga itu jatuh dengan suara dentuman yang keras, kehilangan salah satu penopang tubuhnya berdiri. Naga hitam itu menatap Naruto dengan tajam dan marah mengibasan ekor mengarah pada Naruto dengan cepat, suara benturan keras mengema, darah keluar dari mulut Naruto, kibasan ekor itu mengenai telak dirinya, duri-duri diekor tersebut menembus perut dan dada Naruto.
Naruto terhempaskan jauh menerima serangan tersebut, Iris yang melihat nya berlari kencang menuju Naruto, air mata menetes dengan cepat melihat kondisi Naruto, sesekali Naruto memuntahkan darah segar yang membasahi tubuhnya. Mata shappire itu mulai meredup menatap wanita didepan nya yang menangis.
"Jangan menangis... " Naruto memuntahkan darah lagi, tangan kanan nya berusaha menyentuh wajah wanita tersebut, perasaan hangat terasa saat ia berhasil menyentuh kulit wajah Iris.
"Hiks hiks Naruto kau berjanji kan hiks untuk berada hiks disampingku" air mata mengenangi mata azure itu, menetes menyentuh tubuh penuh luka Naruto.
Naruto tersenyum lemah, perlahan mata shappire itu mulai menutup, kesadaran naruto terbawa kedalam kegelapan.
Dingin...
Mengapa punggungku terasa begitu dingin...?
Tubuhku terasa berat sekali.. aku hampir tidak...
..Ah, mungkin.. seperti inikah rasanya.. mati itu...?
...aku, aku takut...
AKU BELUM INGIN MATI...!
Perasaan apa ini... begitu hangat... nyaman...
Iris merentangkan tangan nya kedepan cahaya keluar dari telapak tangan nya, mulai menyelimuti Naruto, kemampuan dari Sacred Gear milik nya God Light. Tubuh Naruto perlahan-lahan pulih, luka mengangga ditubuhnya perlahan menutup, warna kulit nya kembali seperti semula.
Naruto mengerjabkan mata nya beberapa kali 'Apa aku sudah mati'. Tubuh nya terasa hangat, melihat kesegala arah mendapati tubuh nya terselimuti cahaya kuning terang, perlahan tubuh nya terasa pulih, tenaga dan stamina nya kembali seperti semula. 'Jangan-jangan ini!'
'Kenapa... kenapa... kau mengunakan Sacred Gear mu Iris kenapa...' air mata mulai mengenang dipelupuk mata shappire itu, menatap wanita disebelah nya. Darah keluar dari mulut Iris, dada Naruto terasa tertusuk pisau berkarat melihat wanita yang ia cintai berkorban untuk nya.
"Naruto... Aku ingin kau tetap hidup... Aku yakin suatu hari nanti entah kapan kau bisa mencari penganti diriku... " kata Iris dengan pelan dan lemah, darah merembes dari sudut bibir nya, seulas senyum manis dibuat wanita itu "Karena aku yakin... laki-laki yang aku cintai bisa melakukan nya"
Iris memeluk tubuh Naruto dengan erat, menatap shappire yang terus mengeluarkan air mata, sebuah kecupan singkat Iris berikan pada Naruto "Selamat tinggal Naruto" tubuh Iris yang memeluk Naruto bersinar dan perlahan-lahan menghilang, menjadi partikel-partikel cahaya yang ikut terbawa angin.
Naruto hanya meratapi dirinya, memandang langit malam tanpa bintang, pandangan mata nya kosong, air mata masih terus mengalir dari shappire itu.
Sekarang. Tanpa sadar air mata mengalir dimata Naruto mengingat masa lalu nya, mengusapnya dengan kasar dengan tangan kanan, senyum sedih ia buat mengingat kejadian tersebut 'Iris aku sudah menemukan pengantimu jadi beristirahatlah dengan tenang' Naruto mendudukan dirinya menatap dengan mata yang masih sedikit sembab pertarungan yang masih berlanjut antara B-Frost dan Vali.
Naruto berjalan pergi dari dimensi buatan Azazel, mengembangkan sayap naga berwarna biru dengan aksen hitam dibeberapa bagian, mengepakan dengan kuat Naruto melesat pergi dari Grigori, ia ingin menenangkan dirinya, air matanya masih turun perlahan dari shappire milik Naruto. Ia ingat Sacred Gear God Light milik Iris yang menyelamatkan nyawa nya, Sacred Gear dengan kemampuan menyembuhkan dengan konsekuensi akan merasakan rasa sakit orang yang disembuhkan kedalam dirinya sendiri, dengan kemampuan Balance Breaker mengantikan nyawa seseorang dengan nyawa nya sendiri dan tubuh pemilik yang mengunakan Balance Breaker akan berakhir memudar menjadi cahaya.
Menghempaskan sayap nya dengan lebih cepat, udara serasa bergetar menerima kecepatan Naruto yang terlampau cepat, udara hangat musim semi dapat Naruto rasakan menembus baju kemeja putih nya, menghempaskan lagi sayap naga nya menambah momentum untuk terbang lebih cepat ke apartement milik nya.
Naruto mendudukan dirinya dengan keras disofa apartement nya, mengambil remote tv dan menekan nya menampilkan acara berita, tapi pikiran Naruto tidak mengarah pada acara tersebut. Ia mengingatnya dengan jelas, setelah kematian Iris yang mengorbankan nyawa untuk dirinya, Naruto membunuh naga bernama Duras tersebut dan mendapatkan tanda kutukan ditangan kanan, dengan penuh penyesalan Naruto mengelilingi dunia untuk membunuh naga yang menyerang manusia, dulu Naruto berpikir dengan cara itu ia dapat menebus kesalahan nya pada Iris, tapi akhirnya Naruto sadar perbuatan nya salah. Pertemuan dengan Kyuubi sedikit menyadarkan nya tentang arti kehidupan.
TBC
Kolom tanya jawab
Interaksi antara Naruto dan para iblis di Kuoh setelah chapter ini. Dan masalah mengenai berapa peliharaan naga dari Naruto aku masih bingung untuk nentuin nya, ada kah saran dari reader .mengenai ini, kalau ada beri nama naga dan kemampuan dari naga tersebut, terima kasih.
Yang terakhir saya ucapkan terima kasih pada para reader yang sudah mereview fict saya ini, aku sudah berusaha menulis menurut saran-saran dari para reader sekalian kalau ada salah atau apa bisa beri saya kritikan mengenai hal tersebut, biar bisa saya perbaiki.
"Masa lalu adalah pengetahuan"
"Tidak peduli apa yang terjadi dimasa lalu, itu adalah ulah akibat manusia sendiri yang harus kita terima" By Clover (One Piece)
