8: FIREWORK FESTIVAL
"Ah, Mikoshiba-kun—" Sakura memotong perkataannya saat dia melihat siapa yang sedang bersama dengan Mikoshiba.
Rambut [hair color] dan mata [eye color] yang familiar—ya, laki-laki berambut merah itu datang bersama [Name]. Kedua orang itu berjalan bersebelahan, [Name] tersenyum dan tertawa kecil ke lawan bicaranya yang terlihat merah.
Memakai yukata sederhana dengan warna [favorite color] dan motif bunga-bunga yang indah di atasnya, [Name] terlihat seperti pasangan dengan Mikoshiba yang juga mengenakan yukata, walaupun laki-laki itu terlihat terkejut saat melihat Nozaki. [Name] sendiri tersenyum dan melambaikan tangannya saat melihat Sakura dan Nozaki.
"Ah, Sakura-san. Selamat malam," [Name] menyapa Sakura sambil tersenyum ke arah Sakura dan Nozaki yang ada di sebelah perempuan berambut jingga itu. "Nozaki-kun juga."
"Oh, halo [Surname]. Kamu bersama Mikoshiba?" tanya Nozaki, mengeluarkan buku catatannya dan terlihat seperti akan mencatat sesuatu.
"Aku mengajaknya kesini, dan Mikoto-kun menerima ajakanku," jawab [Name] dengan senang. "Aku belum pernah pergi ke festival sebelumnya."
"Tentu saja sebagai seorang gentleman, aku harus menemani [Surname] untuk pergi ke festival pertamanya," Mikoshiba yang mode ikemennya sudah menyala menjawab dengan senyum yang bisa membuat fansnya pingsan.
"Oh, jadi itu alasannya kenapa kalian berdua bergandengan tangan?" Nozaki bergumam sambil mengangguk-angguk dan menuliskan sesuatu di bukunya. "Ini ide bagus untuk chapter selanjutnya."
"I-Ini supaya [Surname] tidak terpisah di keramaian ini!" jawab Mikoshiba, melepaskan tangannya dalam kepanikannya. "Jangan salah paham!"
[Name] terlihat kecewa, dan dia memandang tangan kanannya yang tadi digandeng oleh Mikoshiba seperti seorang anak yang mainan kesukaannya baru saja diambil.
"Ah, [Name]-san terlihat sedih, Mikoshiba-kun."
"E-Eh? A-Ada apa [Surname]?" tanya Mikoshiba dengan khawatir, melihat [Name] dari atas ke bawah.
"Nn, bukan apa-apa, Mikoto-kun," [Name] tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya. "Bukan apa-apa..."
Nozaki melihat Mikoshiba dengan tatapan kosong, tapi bisa terlihat kekecewaan di matanya.
Sakura menatap Mikoshiba dengan tatapan 'apa-yang-kamu-lakukan-Mikoshiba-kun-cepatlah-bertindak'.
"[S-Surname]—"
[Name] terbelak saat dia merasakan kehangatan di tangan kanannya, dan dia melihat Mikoshiba yang merona dengan terkejut.
"Mikoto-kun…?"
Mikoshiba memalingkan pandangannya dari [Name, dan dia menggaruk kepalanya dengan tangan kanannya. "K-Kan sudah kubilang, kita harus terus berpegangan tangan agar tidak terpisah," gumamnya dengan malu. "J-Jadi peganglah yang erat."
[Name] tersenyum senang dan mengangguk, mengeratkan pegangannya sekaligus membuat rona pipi Mikoshiba menjadi merah padam. "Mm! Tidak akan kulepaskan, Mikoto-kun!"
kenapa chapternya pendek? namanya juga drabble, tolong maklum yah :v #gampar
kenapa jarang di update? manusia itu tidak ada yang sempurna (har har) #authormintagampar
tolong kerja samanya, dan terima kasih XD
