A/N: Akhirnya update juga. Maaf updatenya lama. Ah, iya...Ini chapter terakhir, jadi jangan nangis ya..Saya gak bakal update ini cerita lagi soalnya udah tamat. Masa mau ditambahin jadi chapter 9, itu kan namanya maksa QAQ #gaje mode on. Oke, langsung aja...

Disclaimer: Hidekaz Himaruya, jalan/alur/ceritanya diambil dari film 'Anak Iblis Mencari Setan' cuma saya ubah dikit.

Warning: Typo(s), OC, OOC, OOT tiba-tiba, humor garing, human names, dll.

Nb: Don't Like Don't Read!


Allied Force Mencari Setan

Page 8: Rest Day 2 & Old Building 2


Hari kedua istirahat…


Pagi itu ke-empat anggota Allied Force sudah berada disekolah. Ada Arthur yang sedang bermain bola dengan imaginary friendsnya, Alfred yang sedang memakan hamburger sambil bermain lempar-tangkap bom dengan Ivan, dan Yao yang sedang jungkir balik.

"Tangkap ini kalau kau bisa Ivan! LEMPARAN HERO!" Teriak Alfred sambil melemparkan bomnya pada Ivan. Ivan yang sudah tau dia tidak bisa menangkap bom itu langsung menunduk.

DUAR!

Bom itu sukses mengenai kepala Arthur yang sedang menendang bola. "AARRGHHH!" Jerit Arthur kesakitan. "SIAPA YANG BERANI NGELEMPAR BOM LAKNAT INI KE MUKA GUE, BLOODY GIT!" Teriak Arthur.

Alfred langsung mengumpat dibalik badan Ivan yang tegap. Melihat prilaku Alfred, Arthur langsung tau kalau dia yang melempar bom kepadanya. Ia berjalan menuju Alfred. "Kau!" Gumam Arthur pada Alfred. Alfred hanya senyum-senyum panik.

"MATI KAU BLOODY WANKER!" Arthur hendak menendang Alfred. Tiba-tiba lampu kelas mati, Arthur menghentikan kegiatannya. "Ck, mati lampu lagi." Gumam Arthur.

Arthur berjalan keluar kelas. Baru dia membuka pintu, ia kesandung kain pel yang tergeletak disana. "Auch!" Hidung Arthur berdarah.

"Arthur!" Alfred langsung berlari menuju Arthur, tapi sayang ia tertabrak kencang lemari yang tiba-tiba berada didepannya dan membuat Alfred pingsan.

"Alfred!" Ivan langsung menolong Alfred, sedangkan Yao menolong Arthur. Mereka membawa Arthur dan Alfred ke UKS.

.

.

.

Dihalaman belakang sekolah, Francis dan Sey sedang jalan-jalan berdua.

"Diantara orang-orang Afrika sana, kau yang paling cantik sayang.." Gombal Francis. Alhasil Francis dijitak Sey.

"Bilang sekali lagi, kau akan mati!" Ancam Sey.

Wajah Francis langsung pucat. "I-Iya…" Ucap Francis. Lalu, mereka berdua berjalan memasuki gedung sekolah.

"Ah, dikit lagi bell. Aku pergi dulu ya." Ucap Sey disusuli senyuman Francis. Saat Sey hendak pergi, tiba-tiba sebuah pot bunga jatuh keatas kepala Sey.

"SEY! AWAS!" Francis mendorong tubuh Sey sehingga pot itu mengenai badannya. "Argh.." Gumamnya.

"Francis!" Seru Sey. "Kamu nggak apa-apa?" Tanya Sey panik.

Francis berdiri lalu membersihkan badannya. "Gak apa-apa kok. Aku balik ke kelas ya…" Francis-pun berlalu.


Di dalam kelas…


BRUK!

Francis dengan sekuat tenaga mendobrak pintu kelas. "ARTHUR! ALFRED! YAO! IVAN!" Teriak Francis membuat satu kelas diam dan memperhatikannya.

"Err, Francis. Mereka ada di UKS." Sahut Ludwig.

"Oke." Francis dengan cepatnya langsung menuju UKS.

Sesampainya disana, ia mendapatkan Alfred dan Arthur yang sedang terbaring dikasur, sedangkan Ivan dan Yao sedang menjaga mereka.

"Francis?" Gumam Yao.

"Kenapa mereka bisa begini?" Tanya Francis panik.

"Emm…begini…" Yao menjelaskan ceritanya dengan panjang dan lebar, tentunya dengan akhiran "aru" yang membuat Francis bosen mendengarnya.

"Begitu aru." Ucap Yao.

"….Eh, udah ya?" Seru Francis yang baru sadar dari lamunannya. "Jangan-jangan ini gara-gara kita gak ngerjain perintah dibuku itu lagi." Ucap Francis.

"Mungkin, da." Gumam Ivan.

"Oke, gini aja. Kasih tau mereka kalau sudah sadar. Besok kita harus menjalankan tantangan terakhir ini. Oke, segitu aja. Nah, aku harus pergi ke kantin. Mau ketemu my beloved lil' sis, Mona. Bye~" Seru Francis dengan gayanya yang sangat menjijikan. Ivan dan Yao sweatdrop.


Keesokan harinya.


Semua anggota Allied Force sudah berkumpul semua di halaman belakang sekolah.

"Ja-Jadi kita beneran ngejalanin nih?" Tanya Alfred merinding ketakutan.

"Iyalah git! Daripada lo mati!" Ancam Arthur.

Alfred langsung tambah merinding. "I-Iya…"

"Oke, jadi mana bukunya?" Tanya Arthur. Ivan mengeluarkan buku laknat itu dan memberikannya pada Arthur.

"Hm…" Arthur membuka buku itu. "Bab 7, memanggil kuntilanak di sebuah gedung tua. Caranya dengan mandi kembang 7 rupa danberdiri dijendala yang berjarak 5 meter diatas tanah disebuah gedung tua dan dekat jendela terbuka." Jelas Arthur.

"Ehh, kalo gitu kita butuh satu cewek dong." Ucap Francis. Arthur hanya mengangguk pelan.

"Ada yang punya usulan, ceweknya siapa?" Tanya Arthur.

"Hm…" Gumam Francis.

"Adikku saja, da." Ucap Ivan tiba-tiba.

Semua langsung menghadap kearah Ivan. "Eh? Natalia (aru)?" Ucap yang lainnya kaget.

"WHAT THE HELL, DEMI BURGER GW YANG HERO INI! NATALIA!" Teriak Alfred shock.

Tiba-tiba seseorang menodong leher Alfred dengan pisau. "Kenapa?" Tanya Natalia yang tiba-tiba datang. Yang lainnya kaget melihat kedatangan Natalia yang tiba-tiba.

"Malam ini, kau ikut aku keluar, da." Ucap Ivan singkat.

"Kalau itu permintaan kakak, boleh saja. Tapi, sebagai gantinya…Nikahi aku kak!" Seru Natalia yang telah melepaskan Alfred dan siap-siap mengejar Ivan. Sedangkan, Ivan juga sedang bersiap-siap untuk kabur.

"TIDAK!" Teriak Ivan yang telah dikejar-kejar Natalia. Yang lain hanya sweatdrop.

"Emm….Aku boleh ikut gak?" Tanya seorang perempuan yang tiba-tiba ada dibelakang Yao.

"Eh, monyong aru!" Latah Yao.

"Elizaveta?" Ucap Francis.

Elizaveta tersenyum pada Francis dan yang lainnya. Bukan senyum manis, tapi senyum yanderenya yang keluar. "Boleh?" Tanya-nya sekali lagi.

Semuanya langsung mengangguk melihat muka Elizaveta yang berubah menjadi seperti seorang iblis yang habis nyabut ekor kucing yang lagi gali lubang buat ngedapetin cacing terus dikasih ke anak burungnya.

Oke, yang tadi lupakan. "Hm…" Elizaveta tersenyum lagi lalu pergi dari tempat itu.

"Yang bener aja, Elizaveta?" Seru Arthur. "Udah Natalia, ditambah dia. Bisa jadi apa nanti malem." Sambung Arthur. Muka yang lain langsung pucat mendengarnya, membayangkan kejadian tragis yang terjadi nanti malam.

.

.

.


Pukul 23.55.


"Hoam...Ngantuk." Ucap Alfred sambil mengucek-ngucek matanya.

"Hm…Jadi ini bangunannya, Arthur?" Tanya Francis.

Arthur mengangguk mantab. "Ya, ini bangunan tertua diwilayahku. Bangunan ini didirikan tahun 1832, pada jaman penjajahan Malaysia." Ungkap Arthur yang jelas-jelas itu NGARANG!

"Gue gak nanya. Daripada itu, adikmu dan Elizaveta mana, Van?" Tanya Francis pada Ivan.

"Sedikit lagi mereka datang, da." Ucap Ivan.

Tidak lama kemudian, terlihat Natalia dan Elizaveta dari kejauahan. "Ah, ELI—"

"KENAPA KITA GAK DIJEMPUT JUGA!" Bentak Elizaveta yang memotong ucapan Francis. Arthur dan Yao yang sedang ngobrol tiba-tiba berciuman karena kaget, Francis langsung jantungan, Alfred keselek hamburgernya, sedangkan Ivan….Cuma senyum-senyum doang.

"Akhirnya kalian datang, da." Ucap Ivan dengan santai. Tapi, ucapan Ivan membuat Elizaveta menjadi diam.

"Udah, gak usah lama-lama lagi. Ayo cepat masuk!" Perintah Natalia dingin. Semuanya menurut lalu memasuki bangunan itu. Tapi, karena beberapa alasan Ivan dan Yao tetap tinggal dibawa dan tidak ikut masuk kedalam bangunan itu.

Semuanya pun menuju lantai dua bangunan itu, memasuki salah satu ruangan, dan berjalan menuju balkon. "Nah, sekarang, Natalia kau siap-siap." Ucap Arthur.

"Tidak usah memerintahku! Aku sudah tau!" Bentak Natalia. Arthur langsung facepalm. Ia mengambil sebuah baskom yang berisikan air kembang 7 rupa lalu memberikannya pada Elizaveta.

Francis dan Alfred hanya melihat kegiatan mereka sambil merekamnya dengan handycam.

Natalia berjalan menuju jendela, lalu berdiri disana. "Aku sudah siap." Ucap Natalia mantab. Elizaveta lalu memercikan air kembang 7 rupa itu pada Natalia. Natalia memejamkan matanya.

Yang lain menunggu kedatangan kuntilanak itu. Suasana menjadi tegang. Tidak ada yang bersuara, hanya terdengar suara percikan-percikan air yang dilakukan oleh Elizaveta.

.

.

.

Setelah menunggu beberapa lama, tiba-tiba terasa hawa dingin yang menusuk. Angin-pun berhembus kencang. "U-Ugh….Tambah dingin." Ucap Alfred pelan.

"O-Oi, Elizaveta. Kalau kau nyipratin air banyak-banyak lagi lantai bisa basah dan aku bisa jatuh." Ucap Natalia yang….Agak panic.

"Yee, gapapa lagi. Emangnya kamu bisa mati?" Sindir Elizaveta sambil tertawa.

Tiba-tiba Natalia terpeleset dan jatuh kebawah. "UWWWAAAAAAA!" Jerit Natalia.

"NATALIA!" Elizaveta, Arthur, Alfred, dan Francis langsung berlari menuju jendelanya dan melihat kearah bawah. Disana terlihat tubuh Natalia terbaring dengan kepala mengeluarkan banyak darah.

"NATALIAAA!" Teriak Alfred. Ia hendak turun menolong Natalia, tetapi tangannya dicegah Arthur.

"Kita harus merekam ini dulu!" Seru-nya.

"Ta-tapi…" Alfred hendak membantah, tapi niatnya ia kurungkan karena melihat tatapan Arthur yang tajam.

"Kalian ini..!" Elizaveta yang geram segera berlari turun kebawah, hendak menolong Natalia.

"Biarkan dia, kita lanjutkan tugas kita!" Perintah Arthur. Yang lainnya mengangguk pelan. Ia pun kembali ketempat semula dan menyiapkan handycamnya.

Saat ia merekam keadaannya, muncul sesosok kuntilanak yang wujudnya menyerupai, "Natalia!" Ucap Alfred kaget. Matanya membulat, ia-pun berjalan mendekati Natalia. "Natalia!" Ucap Alfred lagi.

"Jangan Alfred!" Seru Francis lalu menarik tangan Alfred.

"Ta-Tapi…Natalia!" Ucap Alfred.

"Dia sudah bukan Natalia yang kita kenal Alfred! Ayo cepat keluar dari sini!" Seru Arthur. Mereka-pun kabur kelantai bawah.

Baru sampai diujung tangga, mereka melihat mayat Elizaveta yang tergeletak. Terlihat kepalanya yang bocor dan darah yang keluar dari mulut dan hidungnya. "ELIZAVETA!" Teriak Francis.

"Sudah, ayo kita pergi!" Seru Arthur. Saat mereka hendak pergi, tiba-tiba kaki Francis tertahan oleh sesuatu.

Sontak, Francis melihat apa yang menahan kakinya itu, dan ternyata…"UWAAAA!" Jerit Francis yang sekarang terseret oleh Elizaveta yang tadinya menahan kaki Francis.

"FRANCIS!" Teriak Alfred dan Arthur. Alfred dan Arthur ketakutan dan langsung berlari kearah pintu keluar.

Saat Arthur mencoba membuka pintunya, ternyata pintu itu terkunci. "Bloody git! Pintunya terkunci!" Ucap Arthur. Ia-pun mencoba mencari jalan lain, matanya menangkap sebuah jendela yang terbuka didalam sebuah ruangan.

"Alfred ikut aku!" Seru Arthur lalu berlari kearah ruangan itu. Alfred mengikuti Arthur dari belakang.

"Arthur, di depanmu!" Teriak Alfred sambil menunjuk sesosok kuntilanak didepan Arthur. Alfred menyipitkan matanya, "Elizaveta!" Alfred tambah ketakutan.

Arthur tetap berlari, lalu menahan Elizaveta. "Cepat pergi Alfred! Aku akan menahannya!" Teriak Arthur.

Tanpa basa-basi Alfred langsung berlari cepat menuju ruangan itu. Saat memasuki ruangan itu, pintunya terkunci tiba-tiba. "A-Arthur!" Teriak Alfred.

Alfred-pun mencoba keluar lewat jendela disana. Saat menyusun kursi untuk menaiki jendela itu, tiba-tiba sesosok kuntilanak yang rupanya menyerupai Natalia muncul lagi.

"Natalia!" Seru Alfred.

"Kau harus mati disini~" Ucap Natalia dingin.

"Hah!" Alfred tidak percaya kata-kata yang keluar dari mulut Natalia. Natalia-pun mendekati Alfred, lalu mencekiknya.

"Na-Natalia?" Alfred mulai sesak, ia hampir tidak bisa bernafas. Rupanya Natalia tidak bermain-main.

"Kalau itu maumu, baiklah. Tapi, aku cuma ingin mengatakan kalau aku men—" Ucapannya terpotong.

Ternyata Natalia meletakkan telunjuknya didepan mulut Alfred dan melepaskan cekikannya. "Aku cuma bercanda, Alfred~" Ucap Natalia.

"Eh?" Alfred tidak mengerti apa yang dikatakan Natalia.

"Aku bilang, aku hanya bercanda. Alfred F. Jones! Apa harus kuulangi sekali lagi?" Seru Natalia mulai sedikit dingin.

"Ta-tapi, tadi kau kan…"

"Keluarlah, maka kau akan tau jawabannya." Suruh Natalia. Alfred-pun menurutinya dan keluar dari ruangan itu. Dilihatnya Arthur dan Francis yang pingsan. Dan disana juga ada Matthew, Peter, Cuba, Mei, Wy, Gilbert, Antonio, Sey, dan Elizaveta yang terlihat masih sehat.

"Eh?"

"Bingung ya?" Ucap Elizaveta tertawa pelan. "Oke, aku jelaskan dari awal."

"Buku itu kita semua yang bikin untuk menjahili kalian bertiga." Ucap Elizaveta.

"Bertiga? Maksudmu?" Alfred kebingungan.

Elizaveta mendesah pelan, lalu melanjutkan kata-katanya. "Ivan dan Yao dari awal sudah kuberi tau rencananya. Kami ingin mengerjai kalian." Jelas Elizaveta.

"La-Lalu, kenapa setannya beneran muncul?" Tanya Alfred.

"Nenek-nenek yang waktu itu adalah Mei yang menyamar, lalu tuyul waktu itu adalah Peter, setan di WC itu Wy, kakek-kakek di gedung tua pertama itu Ma…Siapa?" Tanya Elizaveta.

"Matthew, dayo." Ucap Mat….Adiknya Alfred.

"Ah, iya…Matthew, lalu pocong itu Gilbert, genderuwo Cuba, dan yang terakhir…Kuntilanak adalah aku dan Natalia. Sebenarnya saat Natalia jatuh, Ivan dan Yao sudah menyiapkan trampoline. Lalu saat Natalia sudah jatuh, ia langsung berganti kostum dan dandanan. Sama seperti aku yang tadi turun duluan." Jelas Elizaveta dengan senyum jahilnya.

"T-Terus, kenapa harus kita bertiga yang dikerjain?" Tanya Alfred lagi.

"Pertama, karena kau itu penakut Alfred. Kedua, karena Arthur sok jagoan, eh ternyata sekarang malah pingsan. Ketiga, Sey mengusulkan Francis juga dikerjain." Ucap Elizaveta santai.

"Kesesese~ Dimasukin Y*uT*b* boleh juga nih." Seru Gilbert.

"Diam kau, bloody git!" Bentak Arthur yang tiba-tiba bangkit dari alam bawah sadarnya.

"Sey, sayangku…Kenapa aku juga kena dikerjain gini?" Tanya Francis dengan nada manjanya.

"Diam kau, jijik tau!" Bentak Sey.

Semuanya pun tertawa terbahak-bahak.

"Err…Nat-Natalia, yang tadi…Errr."

"Tidak apa-apa kok Alfred, aku juga." Balas Natalia dengan senyum manisnya yang baru kali ini ia keluarkan lalu mencium pipi Alfred. Alfred langsung nosebleed dan pingsan seketika.

"E-Eh!"

Yang lain langsung membopong Alfred dan dibawa kerumahnya.


-The End-


A/N: Akhirnya selesai juga, maaf Endingnya ngegantung, kurang panjang, dan humornya gak kerasa. Btw, minta maaf juga bagi yang character ceweknya gak di tayangin (?) Soalnya yang paling banyak itu ngevote Elizaveta. Oke, untuk pembaca yang baek...yang jahat juga gapapa review ya. And, see you next time ^^.