Akhirnya selesai juga, gomen karena telaaat banget apdetnya. Soalnya kemarin aku harus belajar buat persiapan ulangan, hehehe ^^" dan gomen kalo jadi sedikit OOT, wkwkwk XD
Btw, thanks buat lizzy-san buat ucapan HBD-nya ya :D
Oke, langsung saja ya...

Disclaimer: SS bukan punya milikku.

Sebelumnya di Constellations...

"Kalau sampai terlambat..aku tau bahwa semua ini akan berakhir menyedihkan, baik untuk kita maupun untuk Athena-sama" katanya lagi dengan suara pelan.

Tanpa harus menunggu hitungan ketiga, mereka semua berlari menuju kuil Pisces, walaupun Deathmask harus berlari dengan langkah menyamping, tapi kecepatannya bahkan bisa menyamai mereka berdua. Sementara Aiolia semakin cepat saja dalam berlari,dan memimpin mereka di barisan paling depan.

Sementara itu, Athena masih sibuk dengan urusan meni-pedinya di singgasana kekuasaannya tanpa tau masalah yang tengah dihadapi para anak buahnya...

Chapter 8

"Escape"

by: RedQueen19


Aiolia, Shaka, dan Deathmask berlari menuju kuil Pisces. Sesampainya di kuil Pisces…

Hening. Hanya suara angin yang terdengar.

"KYAAA~ ADA COWOK CAKEEEP~"

Jeritan itu memecah keheningan. Jeritan yang kedengarannya seperti jeritan seorang laki – la- maksudku, banci. Suara langkah kaki pun terdengar. Semakin dekat… dekat… dan…

"Aphrodite! Mengapa kau- ARGH! LEPASKAN!" Aiolia meronta – ronta karena tubuhnya dipeluk dengan sangat erat oleh saint Pisces itu.

"Kau tidak akan bisa kabur lagi, pangeranku~ huahahaha~" seru Aphro sambil mencubiti pipi sang Leo.

"sejak kapan si Aphro suka sama Lia? Aneh…" kata Shaka.

"iya… kok bisa yak…" kata Deathmask.

"HEI KALIAN! JANGAN MENGOBROL! CEPAT BANTU AKU UNTUK- buagh… TOLONG AKU…!" Aiolia menjadi susah untuk bernafas karena ulah Aphro.

"iiihh~ jangan gitu dong, beb… kita kan sudah berikrar sehidup semati…" kata Aphrodite, mempererat pelukannya.

"HUAAAA…! TIDAAAAK… mimpi apa gw semalem sampe di peluk – peluk banci gini…"

"Err… Aiolia… sepertinya aku harus kembali ke kuil ku. Aku harus membersihkan diriku dari piktor." Kata Shaka sambil berlalu meninggalkan mereka. "Ternyata selama ini ia berpacaran dengan Marin hanya untuk menutupi kedoknya saja…" gumam Shaka.

"SHAKAAA… JANGAN! KAU BENAR – BENAR TIDAK SETIA KAWAN! TOL- ARGH… APHRODITE, HENTIKAN! DEATHMASK! TOLONG A… APA YANG KAU LAKUKAN?! WHAT THE… TIDAAAAAKK!" Aiolia sangat terkejut Karena Deathmask sibuk mem-fo-to mereka.

"Lumayan kan… ntar gw mau ngasih liat Marin… MYOHAHAHA~"

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…!" jerit Aiolia dan memaksa Queen untuk menekan tombol capslock. Ia menutup matanya, berteriak sekencang – kencangnya berharap bahwa akan ada seseorang yang akan menolongnya.

###

Namun, secara tiba – tiba, ia sudah berada di sebuah ruangan yang ia rasa cukup familiar dengannya. Ia pun melihat sekelilingnya. Cermin besar masih ada di hadapannya. Ia pun memandang pantulan bayangannya di cermin. Masih seperti semula. Bulu – bulu singa memenuhi wajahnya. Ya, ia masih menjadi seekor singa. "Huft… tenyata itu hanya mimpi… syukurlah…" gumam Aiolia.

Tapi…

Krek… pintu kamar terbuka. Seorang remaja berambut coklat muda memasuki ruangan itu. Figure itu mebelalakan matanya. "W-WA! I-ITU…"

Duh. Mampus gw… pikir Aiolia.

"WAAAAA… KUCING!" seru Regulus. Ia langsung berlari mendekati Aiolia. "KUCING… KYAA~ KAWAII~" Regulus langsung memeluk erat Aiolia yang ia sangka kucing. Sampai – sampai, Aiolia hampir mati karena susah napas.

Buagh… Urgh… T-tolong aku… jerit Aiolia dalam hatinya.

"Wah… Kucingnya besar sekali…"

Bakayarou… Ya jelaslah besar wong aku kan singa ==". Pikir Aiolia.

"Err… aku kasih nama apa yaa… Eto… Pusy? Ah, nggak mau… Pusy udah terlalu mainstream…"

Aku berharap nama ini akan keren. Pikir Lia.`

"Oh ya! Nyanko!"

Busettt… #Queen: yang udah nonton Natsume Yuujinchou pasti tau XD

"Ah baiklah, Nyanko-chan… aku akan mengajakmu berjalan – jalan keliling sanctuary…" kata Regulus sambil 'menyeret' Aiolia dengan paksa.

Gw punya firasat buruk… pikir Aiolia.

Akhirnya, si Regulus berjalan keluar dari kuilnya sambil memeluk Aiolia dengan 'segenap jiwa dan raganya'

Pada saat berkeliling Sanctuary, ia melihat saint – saint yang sedang berlatih. Ia pun berkata "Hei kalian… lihatlah peliharan baruku ini! ayo Nyanko-chan, katakan 'hi'!"

"Aauumm…" Aiolia mengaum.

"WAAA… s-singaaa…!" teriak saint – saint itu dan langsug kabur meninggalkan Regulus dan Aiolia.

"h-hei! Kalian mau kemana?! Woy!" panggil Regulus.

Tapi saint – saint itu tidak mengindahkannya.

"lah… kok mereka gitu sih sama Nyanko-chan…? Padahal Nyanko-chan kan cuman nyapa doang…" gumam Regulus.

Payah, masa takut sama singa. wakakaka~. Pikir Aiolia.

Akhirnya, Regulus melanjutkan jalan – jalannya.

###

"aku tidak bisa mempercayai itu! Bagaimana bisa Saori sialan itu mau mengorbankan Athena Sasha-sama?! Mengapa ia tidak mengorbankan dirinya saja?!" gerutu sorang saint dengan wajah penuh amarah. "Lalu, siapa yang akan kuberitahu tentang hal ini? Tenma kah? Tapi kayaknya nggak bisa deh… dia pasti langsung bertindak gegabah. Sisyphus-sama? Tapi pasti Sanctuary bakalan hancur gara – gara dia ngamuk," lanjutnya. "Kira – kira.. siapa ya orang ang paling tenang di Sanctuary ini? Errr…" Saint itu kemudian berpikir sejenak dan berkata "Sepertinya aku bisa menceritakan hal ini kepadanya." Saint itu langsung bergegas menuju ke kuil Aquarius.

Sesampainya di kuil Aquarius, ia langsung masuk walau suhu dingin di kuil itu terasa menusuk tulang.

"Tumben kau kemari, Yato. ada apa?" tanya Degel secara tiba – tiba yang mebuat Yato sedikit kaget.

"aku ingin memberitahumu sesuatu yang sangat penting, Degel –san," jawab Yato.

"Apa itu?" kata Degel sambil memegang sebuah buku yang tidak ditutupnya.

"Sebenarnya Athena abad 20 yang bernama Saori datang kemari dan blah blah blah…" Yato pun menceritakan semuanya, dari Gold Saint yang berbubah menjadi binatang, tentang Saori, dan semua yang ia dengar. Pada akhirnya ia berkata "Dia meminta Athena Sasha-sama untuk mengorbankan dirinya dan Athena-sama mengiyakan permintaanya itu,"

Kemudian, Degel munutup bukunya. ia langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Yato. tiba – tiba, menoleh ke Yato dengan deathglare-nya "Mana yang namanya Saori…" dan hawa dingin pun terasa menusuk tulang.

Sial, gw curhat ke orang yang salah… kata Yato dalam hati.

###

Sementara itu, Regulus dan Aiolia yang sedang asyik jalan – jalan, secara tidak sengaja bertemu dengan Dohko.

Bukankah itu Dohko? Wah, ternyata dia berbeda dengan Dohko peyot di masa depan. Pikir Aiolia.

"Dohko-san! Lihat kucingku… imut kan?" kata Regulus.

WTF?! Dia masih mikir kalo gw itu kucing?! Gw ini singa! kata Aiolia dalam hati.

"wah wah… kucingmu memang imut ya…" kata Dohko.

Satu lagi orang gebleg. Masa sih singa segede ini disangka kucing. Kata Aiolia, sweatdrop.

"lihat ni… aku juga punya tato kucing, tapi lebih keren dari kucing peliharaanmu…" sambil melepas bajunya dan memamerkan tatonya. #Queen: harimau kaleee =3=

Karena tersinggung dengan perkataan Dohko, Aiolia langsung mencakar punggung Dohko. Dalam hati, Aiolia berkata dalam hatinya "Mati kau! Hahahaha…" Dohko pun akhirnya lari tebirit – birit dikejar oleh Aiolia yang mengamuk. Wahahaha~ lumayan bisa ngerjain Dohko kayak gini… heuheuheu… pikirnya. Regulus hanya terdiam melihat adegan kejar – kejaran yang romantis itu.

###

Malamnya, pesta pun dimulai. Para tamu undangan berdatangan. Dari para saint perunggu sampai saint perak juga menghadiri pesta itu. Di sana terlihat gold saint, termasuk Sisyphus yang sedang tebar pesona di depan Sasha. Ia memakai tuxedo hitam ciri khasnya dan satu –satunya. Para gold saint abad 20 yang telah menjadi hewan terlihat mondar – mandir nyolong makanan dan juga ada sesosok tamu undangan yang mengenakan pakaian seperti astronot, sehingga membuat pesta tersebut terlihat seperti perkumpulan cosplayer.

"Terima kasih atas kedatangan para tamu undangan di pestaku," kata Sasha. "dan juga-"

DUAKK!

Tiba – tiba pintu terbuka dengan suara yang sangat keras sehingga mengagetkan para tamu undangan. Hawa dingin yang sangat dingin memenuhi ruangan pesta. Dalam sekejap, minuman yang disediakan di pesta itu membeku. Mulut Sisyphus yang sedang meneguk minuman pun membeku bersama airnya. Gelasnya pun menempel dan tak bisa lepas.

"hentikan pesta ini," kata Degel. "aku tidak terima pesta ini diadakan untuk perpisahan dengan Athena-sama karena dia akan dikorbankan menggantikan Saori [saus tiram]," lanjutnya.

Para saint yang mendengar kata – kata Degel pun sontak terkejut.

Jadi dia yang menguping tadi siang itu… pikir Shaka.

Semua gold saint abad 20 saling bertatapan.

"Benarkah itu, Athena Sasha-sama?" tanya Manigoldo.

"iya, itu benar." Jawab Sasha

Seluruh saint Athena Sasha pun serentak berteriak "GUSUR SAORI! GUSUR SAORI!"

W-waa… kalo gw diem disini terus, bisa mampus gw… pikir Saori.

"J-jangan! Hentikan…" kata Sasha.

Khawatir akan keselamatan Saori, gold saint abad 20 mencegat para demonstran anarkis.

Kemudian, astronot misterius tiba – tiba berteriak. "TUNGGU DULU!"

Semua mata tertuju pada si astronot. Sesosok misterius itu pun membuka pakaiannya dengan cara merobek dadanya seperti superman yang ganti kostum. Dan ternyata ia adalah pria yang sangat cantik. Semuanya terkejut karena dia itu adalah gold saint dengan tubuh beracun, Albafica.

"wahhh… cantiknya…" kata Kanon dan Milo kompak.

"tapi sayang dia laki – laki…" sambung Saga dengan nada sedikit kecewa.

Aphrodite yang terkejut karena melihat kecantikan Albafica pun menangis dan meratapi nasibnya. "mengapa selalu ada orang yang menyaingi kecantikanku… hiks hiks…"

"emang lu nya aja yang jelek kali…" celetuk Deathmask. Untungnya perkataannya itu tidak didengar oleh Aphrodite.

Albafica melempar sekuntum mawar merah ke hadapan Saori, sambil berkata "Gusur Saori…"

Seluruh saint abad 18 berteriak "HUUUAAAGGHH… GUSUR SAORI!" #Queen: Albafica jadi provokator kedua ==a

"HENTIKAN!" seru Camus si Gentong Ajaib dkk.

Para saint Athena Sasha terkejut kecuali Sisyphus yang sibuk melepaskan gelas yang menempel di mulutnya.

Mu angkat bicara. "Sebenarnya, kami adalah gold saint abad 20 yang datang kesini untuk Bla bla bla bla…" Mu menceritakan awal kejadian sampai akhir.

Situasi pun mulai tenang. Para saint abad 18 pun mengurungkan niatnya untuk menggusur Saori. Akhirnya Sasha berkata, "Tidak masalah jika aku hidup atau mati… yang terpenting adalah kalian tetap hidup dan menjaga kedamaian dunia… ini sudah takdirku… yang terpenting dari semua ini adalah… melindungi masa depan, Yaitu Athena Saori dan para gold saint abad 20 yang ku sayangi…"

Semuanya terharu karena mendengar kata – kata Sasha dan para gold saint abad 20 pun mengucurkan air mata karena kagum mendengar kata – kata menyentuh Athena yang selama ini tidak pernah didengar dari Saori.

"gw salut sama Athena Sasha-sama…" kata Aiolos.

Deathmask pun berkata "Luar biasa… rasanya ingin… GUSUR SAORI!"

Suasana kembali menjadi panas. Semuanya kompak ingin Saori dikorbankan. Saori menjadi sangat panik, takut menjadi korban amukan warga. Ia pun berlari meninggalkan pesta itu sambil dikejar – kejar oleh seluruh saint yang menghadiri pesta. Ia mulai kelelahan, ia bahkan mulai kehabisan nafas. "Mama… oh mama… aku ingin pulang…" Saori bersanandung sambil menitikan air mata. Namun, dalam pelariannya menuruni tangga Aries, tiba – tiba datanglah kereta kuda. Dari kereta kuda itu, keluar sesosok pria tampan yang ternyata adalah Alone (Hades).

"Selamatkan aku…" kata Saori memohon.

Alone pun mengulurkan tangannya sambil tersenyum.

"Ahh… pangeranku~" kata Saori.

Alone pun menggenggam erat tangan Saori… dan tiba – tiba…

"HYAAATTT…" teriak Alone sambil melempar Saori jauh ke langit sampai tidak terlihat kemana arah jatuhnya.

Alone pun berkata "Tadi itu siapa yah? Aku nggak kenal... aku kesini kan cuma mau numpang mandi…" maklum di Underworld air dari PDAM-nya macet... lanjutnya dalam hati.

Sementara itu, Saori mendarat darurat disuatu tempat. Ia secara perlahan membuka matanya. Terlihat seseorang duduk di sampingnya dan berkata"Saori, tak kusangka kita akan bertemu disini."

To be continued...


Bagaimanakah cerita selanjutnya? I tag Pelayan Hermes.
jaa ne~

Tag to go :

Mini Author Gita / Saint-Chimaira Kuo /Seika Hoshino / Kenedict leo / LittleSunion / LittleScarlet.