Love Between Earth Girl & Sky Boy

Shingeki No Kyojin by Hajime Isayama

Pairing : Eren X Mikasa

Rating : T

Genre : Friendship,Adventure,Comedy,Fantasy,Mystery,Action,Romance

.

Chapter 8 : Rebellion

.

Takdir sudah menuliskan

Perang antara cahaya dan kegelapan akan pecah

Mau tak mau sejarah harus berubah

Tawanan yang diberikan sudah tidak bisa dianggap mudah

.

Recon Guild…

"Master Irvin masih tidak ada disini ya?" Tanya Mikasa kepada Eren. Mikasa terlihat celingak-celinguk karena mencari masternya.

"Aku rasa beliau belum datang. Beliau masih menghadiri rapat. Kita tunggu saja." Jawab Eren.

"Begitu ya…" kata Mikasa sedih sambil melihat jimatnya. Eren melihatnya dan member sebuah saran.

"Hei, kalau kau masih khawatir tentang jimat itu, lebih baik kita tanyakan kepada Levi saja." Saran Eren.

"Eh? Memangnya dia bisa mengetahui tentang ini?" kata Mikasa heran.

Eren mengangguk yakin.

"Ya. Levi bisa mengetahui isi kekuatan dari jimat itu. Dia lebih akurat kekuatannya daripada Armin." Kata Eren tersenyum.

"Baiklah kalau begitu. Kita coba." Kata Mikasa.

Eren dan Mikasa menghampiri Levi yang sedang duduk santai.

"Levi…"

"Ya?"

"Maukah kau mengetahui isi kekuatan dari jimat ini?" kata Mikasa sambil memberikan jimatnya kepada Levi. Dia mengambilnya, memegang, dan melihat jimat itu.

"Baiklah. Aku meminjam ini sebentar. Akan ku periksa dulu." Kata Levi. Mikasa mengangguk. Levi meletakkan jimat itu di atas meja dan menulis mantra-mantra sihir kuno yang ia miliki. Setelah selesai, beliau memasuki ruang imjinasi atau ruang yang berisi tentang kekuatan jimat itu. Dia menemukan banyak sekali keanehan dari jimat itu.

'Benda ini mencurigakan. Banyak sekali keanehan yang kulihat dari benda ini. Pria tua itu bilang kalau jimat ini adalah kunci nasib dunia ini…' batin Levi.

"Mikasa. Sebenarnya, jimat ini memiliki kekuatan rahasia didalamnya, yaitu kekuatan suci dan langka dari rasmu sendiri. Kalau jimat ini sampai jatuh ke tangan orang lain, maka dunia ini akan kiamat." Kata Levi.

Eren dan Mikasa terkejut. Mikasa teringat sesuatu yang dikatakan oleh Ayahnya.

Kau harus menyimpan jimat ini dengan baik selama kau masih hidup. Jimat ini dipercaya memiliki rahasia dan kekuatan suci dan langka dari ras kita. Kalau jimat itu sampai jatuh ke tangan orang lain, maka dunia ini akan kiamat. Tidak hanya dunia ini, duniamu, dunia manusia akan mengalami hal yang sama.

'Benar juga. Jimatku adalah kunci nasib antara dua dunia. Aku harus menjaganya sebaik mungkin.' Batin Mikasa sambil mengenggam erat jimat itu.

"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Eren kepada Levi.

Levi terdiam sebentar.

"Kau lupa akan misi kita kepadanya? Kita harus melindunginya hingga akhir request ini. Aku rasa itu sudah cukup namun sulit untuk dilakukan." Jawab Levi. Lalu, dia mendekati Eren dan berbisik sesuatu kepadanya.

"Hei. Perlu kau ketahui, dia adalah peramal terakhir yang kita miliki. Dia adalah kunci antara dunia kita dan dunianya."

"Kau memiliki perasaan padanya kan? Lindungilah dia."

Levi menjauhinya dan Eren mengangguk.

"Hei. Kalian tadi sedang berbisik apa?" Tanya Mikasa kepada mereka.

"Ti-tidak. Tidak ada apa-apa kok…" jawab Eren sambil menampilkan senyum penuh kebohongan (?)

Mikasa hanya terdiam. Tiba-tiba, Mikasa merasakan sesuatu, tepat pada ramalannya. Di benaknya, dia melihat dia kembali diculik lagi oleh sekelompok yang berjumlah 3 orang namun mereka sangat kuat. Sebelum mereka menculik Mikasa, mereka mengebom habis-habisan gedung serikat terlebih dahulu. Kalau seluruh anggota serikat memberontak, mereka akan langsung menyerangnya hingga mereka lengah.

"Ada apa Mikasa?" Tanya Eren.

"Tampaknya… aku bisa merasakan sesuatu… sepertinya… akan ada pemberontakan besar yang terjadi disini…" jawab Mikasa sambil memegang kepala sebelahnya. Entah mengapa, ia sangat takut memikirkannya.

"Hah? Pemberontakan? Apa maksudmu?" kata Levi terheran.

Mikasa menggeleng.

"Sepertinya… pelakunya adalah… tim unggulan dari Black Dark Wings…" jawab Mikasa.

"APA KATAMU?! TIM UNGGULAN BLACK DARK WINGS?! Cih, kali ini, apa mau mereka kepada kita?" kata Levi geram.

BOOM! BOOM! BOOM!

Sura menggelegar mewarnai suasana serikat waktu itu. Gedungnya dibom habis-habisan sebanyak 3 kali. Setelah insiden pengeboman itu, suasana ruang utama serikat luluh lantak dan beracak-acakan, seperti kapal pecah. (?) Seluruh anggota serikat terpental namun mereka bisa bertahan dengan perlindungan seadanya.

"Mikasa! Kau baik-baik saja?" Tanya Eren menghampiri Mikasa sambil membantunya untuk berdiri.

"Su-sudah kuduga… kali ini, rencana mereka datang kesini adalah mereka ingin menculikku lagi…" kata Mikasa lengah.

Eren terkejut.

'Kurang ajar! Beraninya mereka datang kesini untuk merebut klien kami! Sial kalau begini…' batin Eren geram.

Lalu, ada 3 orang yang muncul dari balik kepulan asap. Persis yang dikatakan Mikasa, tim unggulan dari Black Dark Wings datang dan langsung menyerang mereka.

"Sepertinya, master kalian sedang tidak ada disini ya?" kata seorang cowok berambut pirang. Dia bernama Farlan.

Levi menatapnya dengan penuh kebencian.

"Nice timing. Kali ini, rencana kita akan berhasil." Kata gadis berambut merah. Dia bernama Isabel.

Farlan menatap Isabel dan tersenyum.

"Baiklah. Kedatangan kami kesini adalah kami menginginkan gadis itu yang sudah kalian jaga sekian lama." Kata Farlan sambil menujuk seorang gadis berambut hitam di belakang. Dia menunjuk Mikasa. Semua terkejut.

"Kalau kalian tidak mau menyerahkannya, maka kami akan membunuh kalian semua!" lanjutnya sambil menyiapkan pedang sihirnya dan bersiap untuk menyerang.

Seluruh anggota serikat terdiam. Ancamannya sangat kejam dan mereka langsung tertekan mendengarnya. Karena tidak ada pilihan lain, mereka memilih untuk tetap melindungi Mikasa dn menyerang mereka.

"TIDAK! KAMI MENOLAK!"

Mereka terkejut ketika mendengar suara dari seorang gadis berambut pirang dan diikat. Rambutnya juga berponi ke kanan. Ya, dia bernama Annie Leonhardt, atau biasa dipanggil Annie.

Annie maju kedepan dan bersiap melawan mereka bersama kedua sahabatnya, yaitu Reiner dan Bertholdt. Mereka adalah tim ketiga dari Recon Guild.

"Hmph. Kalian menolak ya? Baiklah. Kalau begitu, kami akan langsung menyerang." Kata Farlan sinis.

"Majulah kalau kau berani." Kata Annie sambil mempersiapkan sihir bela dirinya.

Sebenarnya, Annie sangat baik dalam hal pengunaan senjata sihir. Namun, ia lebih sering menggunakan sihir bela dirinya yang dia pelajari dari gurunya untuk bertarung. Maka dari itu, dia dijuluki The Karate Girl.

Farlan dengan sigap maju ke hadapan Annie. Annie bisa memprekdisikan kecepatan gerakannya. Dia langsung menemukan targetnya dengan cepat. Dia langsung menyuruh kedua sahabatnya untuk menyerangnya. Namun, Reiner dan Bertholdt langsung rubuh. Setelah itu, Farlan menghilang dan kembali muncul di belakang Annie. Annie tidak menyadarinya. Ketika dia akan menoleh ke belakang, Farlan langsung memukul leher belakangnya dan Annie langsung rubuh. Mereka sangat terkejut melihat tim Annie kalah.

Karena tidak ada pilihan lain, akhirnya, beberapa anggota serikat langsung meenyerang Farlan. Akan tetapi, Farlan memetikkan jarinya dan Isabel berlari kencang dan langsung merubuhkan mereka. Suasana semakin kacau dan kritis. Levi memutuskan untuk maju dan menyerang Farlan dan Isabel.

"Eren! Jaga Mikasa!" kata Levi sambil berlari maju.

"Baik!"

Levi langsung berlari kedepan, menyiapkan pistol sihir ganda dan melompat ke atas. Dia langsung menargetkan tembakannya ke arah Farlan. Tapi, Farlan mengetahui pergerakannya. Dia menengok ke atas dan melihat Levi akan siap menembaknya.

"Hmph. Tembakannmu masih payah."

Farlan langsung menghilangkan pistol gandanya dan menyerang Levi di depannya. Akhirnya, Levi rubuh.

"Ti-tidak mungkin…" kata Levi sambil berusaha untuk bangkit berdiri. Tapi, Farlan langsung mendekatinya dan menendangnya berkali-kali hingga dia tidak mampu untuk berdiri lagi.

Farlan langsung menatap Mikasa dengan wajah sinis. Mikasa melihatnya ketakutan. Akan tetapi, dia langsung menyingkirkan orang-orang di dekatnya.

"Kalian semua sampah! Minggir kalian dari gadisku!" seru Farlan sambil menyihir mereka dengan sihir reflection. Tubuh mereka melayang dan diputar-putar olehnya, termasuk Eren. Setelah itu, mereka menabrak dinding dan kembali jatuh tersungkur.

"Eren! Minna!"

Di belakangnya, ada seorang gadis berambut coklat panjang muncul dari lantai. Dia langsung menusuk Mikasa dengan pisau pembius dari belakang. Fungsi alat itu membuat orang yang ditusuk akan pingsan seketika. Mikasa langsung rubuh dan dibawa oleh Farlan untuk dieksekusi. Eren yang terluka ingin bangkit namun tak bisa. Tubuhnya luka-luka karena memar.

"Mi-Mikasa…"

"Kami akan bawa gadis ini untuk dieksekusi. Kami akan mengambil semua kekuatan cahaya yang dimilikinya dan kami akan menguasai dunia ini! BWA HAHAHAHAHAHAHAHHAHA!" seru Farlan sambil tertawa penuh kejahatan dan menghilang bersama Mikasa diikuti yang lainnya.

"Mi-Mikasa… kumohon… jangan pergi…" ucap Eren pelan dan bergetar. Tangannya ingin meraihnya, namun sayang, kini dia sudah tiada. Mikasa kembali jatuh ke tangan jahat yang akan mempertemukannya dengan maut yang sudah sekian lama menunggu kehadirannya.

Suasana di guild lebih dari yang dibayangkan oleh orang-orang yang tinggal di sekitar guild itu. Ruang utama hancur, mirip seperti kapal pecah dan atapnya rubuh dan berlubang karena dibom. Seluruh anggota guild terluka dan mereka diobati, terutama Eren. Eren diobati oleh Christa. Christa juga memiliki sihir yang sama dengan Petra, yaitu sihir penyembuh. Eren hanya bisa terunduk sedih dan mulai menangis. Dia merasa kesal dan bersalah karena tidak bisa melindungi Mikasa.

"Sial… Sial! Ini semua salahku! Aku tidak bisa melindunginya! Betapa bodohnya aku! Dan sekarang, apa yang harus kulakukan…?" kata Eren. Air matanya mengalir deras di pipinya. Levi mendengar kekesalannya merasa ikut sedih.

'Aku tak percaya. Mereka menyerang kita hingga seperti ini dan mereka seenaknya merebut Mikasa dari kami. Sekarang, aku harus apa?' batin Levi kecewa.

Tak lama kemudian, master Irvin datang bersama Hanji. Mereka sedikit terkejut melihat markasnya luluh lantak karena diserang oleh Farlan dan yang lainnya.

"Sudah kuduga mereka akan menyerang markas kami."

Suara itu terdengar oleh mereka. Suara itu dari master Irvin. Dia terlihat tegar melihat kondisi yang memprihatinkan ini.

"Master! Hanji!"

Levi langsung mendekati master Irvin dan mengucapkan permohonan maaf di depannya.

"Maafkan kami master. Kami berusaha sebaik mungkin menjaga guild ini selama anda tidak hadir. Dan kami juga membawa kabar buruk." Kata Levi. Master Irvin dan Hanji masih penasaran.

"Apa itu, Levi?" Tanya Hanji penasaran.

"Klien kita, Mikasa, telah diculik lagi oleh mereka." Jawab Levi.

Mendengar itu, mereka terkejut. Namun, mereka sudah tahu bahwa Mikasa akan diculik lagi oleh Farlan untuk dieksekusi.

'Tampaknya, takdir sudah mulai berjalan. Kini, kita harus menyelamatkan gadis itu. Kalau tidak, bisa-bisa gawat.' Gumam Master Irvin sambil memikirkan strategi tentang rencana penyelamatan Mikasa.

"Tim 1! Setelah ini, tolong temui aku dibawah!" kata Master dan pergi ke ruang bawah tanah. Mereka saling bertukar pandang dan mengangguk. Setelah itu, mereka memutuskan untuk pergi ke ruangan bawah tanah untuk menemui master.

Recon Guild memiliki ruangan rahasia, yaitu ruangan bawah tanah. Ruangan itu sama sekali tidak pernah mengalami kerusakan sekali pun karena pintu masuknya disegel. Di ruangan itulah, pertemuan rahasia diadakan.

"Eh? Jadi master sudah mengetahui kejadian ini?" Tanya Eren seakan tidak percaya.

Master Irvin mengangguk.

"Ya. Sangat pas sekali dengan topik rapat bersama dengan seluruh ketua serikat. Kelihatannya, takdir sudah mulai berjalan." Jawabnya.

"Seperti apa topik rapatnya?" Tanya Levi penasaran.

"Kami membahas tentang pergerakan Black Dark Wings yang akhir-akhir ini mencurigakan semenjak Mikasa datang ke dunia ini." Jawabnya.

Flashback – Meeting Room – Sora No Sekai

"Akhir-akhir ini, pergerakan Black Dark Wings mencurigakan semenjak gadis itu datang ke dunia ini. Ada yang bisa memberikan pendapat?" kata pemimpin perhimpunan seluruh ketua serikat. Dia bernama Pope Darius Zackley.

Seluruh ketua serikat tidak bisa memberikan pendapat mereka. Lalu, ada seorang ketua dari sebuah serikat di Ibukota yang bernama Military Sky berdiri dari bangkunya dan memberikan pendapat.

"Yang Mulia, saya Nile Hawk dari serikat Military Sky akan memberikan pendapat. Saya mendapatkan teori berdasarkan hasil pemikiran saya sendiri bahwa selama anda tahu bahwa Black Dark Wings adalah serikat gelap terbesar di dunia ini. Mereka sudah berkali-kali bertindak kejahatan hingga para penyihir cahaya harus meregang nyawa saat melawan mereka. Kali ini, kekuatan mereka sudah melebihi ambang batas. Sepertinya, mereka akan menculik seorang gadis yang berasal dari dunia lain untuk diambil kekuatannya dan membunuhnya. Itu saja pendapat saya. Mohon sekiranya dimaklumi." Kata Nile mengakhiri pendapatnya dan kembali duduk. Pria berambut putih itu langsung melirik Irvin untuk memberikan pendapat.

"Apa kau memiliki pendapat, Irvin?" tanyanya. Irvin mengangguk lalu berdiri dan mulai menyampaikan pendapatnya.

"Saya Irvin Smith dari serikat Recon akan memberikan pendapat. Saya menyetujui teori dari Nile. Apa yang dikatakannya adalah benar. Soal gadis itu, dia bernama Mikasa Ackerman, seorang gadis yang berusia 16 tahun dari dunia manusia. Dia adalah orang terakhir dari ras Ackerman dan diduga memiliki kekuatan cahaya yang suci dan langka. Karena itulah, Black Dark Wings mencarinya selama 6 tahun ini. Serta ada rumor yang mengatakan, bahwa dia adalah kunci antara nasib dunia ini dan dunia manusia karena kekuatannya. Itu saja pendapat saya. Mohon sekiranya dimaklumi." Kata Irvin mengakhiri pendapatnya dan kembali duduk. Pimpinan itu mengangguk-angguk paham. Tiba-tiba, ada seorang asisten setianya menghampirinya dan berbisik sesuatu.

"Saya dengar tim unggulan Black Dark Wings kembali melakukan aksi pemberontakan di sebuah serikat. Dalam target penyerangannya, ada seorang gadis berambut hitam ada disana yang diduga adalah Mikasa. Mereka menculiknya lalu membawanya untuk dieksekusi." Katanya membawa berita mendadak (?). Seluruh ketua serikat terkejut mendengarnya, terutama Irvin. Selama ini, dia menyuruh kepada seluruh anggotanya untuk menjaga Mikasa sebaik mungkin.

'Tidak mungkin! Bagaimana mereka tahu kalau Mikasa ada di guild itu?' batin Irvin panik.

"Sepertinya, kita harus membahas tentang strategi penyerangan terhadap mereka dan menyelamatkan Mikasa." Kata Darius. Nile kembali mengungkapkan pendapatnya.

"Saya setuju terhadap usul Yang Mulia. Seperti yang kita ketahui, mereka sudah memulai aksi pemberontakan dan beraninya menculik gadis harapan dunia itu. Tapi, bagaimana caranya?" kata Nile bingung. Irvin kembali mengungkapkan pendapatnya.

"Saya memiliki strategi untuk penyerangan dan penyelamatan kali ini. Saya dengar bahwa Mikasa akan dieksekusi dengan cara ditenggelamkan di dalam kristal abadi dan dia akan tertidur selamanya dalam cahaya atau mati. Kalau kita tidak segera menanganinya dengan cepat, itulah yang akan terjadi. Dia akan dieksekusi di sebuah pohon emas. Rencana eksekusi itu mirip seperti sebuah ritual sihir. Strategi saya seperti ini. Kita akan menyatukan kekuatan dari seluruh serikat di dunia ini dan menyerang mereka bersama-sama. Lalu, tim unggulan dari serikat saya akan pergi menuju ruang utama dimana dia ditahan dan berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkannya. Sementara para penyihir yang lain akan bertarung di luar. Pokoknya di dekat pohon itu. Itulah pendapat tentang strategi saya. Mohon sekiranya dimaklumi." Ungkap Irvin tentang strateginya.

"Tunggu dulu. Strategi yang anda berikan terlalu beresiko bagi kita!" kata Nile.

"Kita tidak memiliki pilihan lain! Hanya itu satu-satunya cara yang kita gunakan. Saya memprioritaskan nyawanya dan dunia ini, juga serikat saya. Mau tak mau, Mikasa harus bisa pulang ke dunia asalnya dalam keadaan hidup." Kata Irvin sedikit egois.

Mendenga itu, Nile hanya bisa terdiam dan terpaksa menyetujui usulan strategi dari Irvin. Akhirnya, dari sebuah rapat itulah, mereka mendapatkan sebuah hasil dan strategi penyerangan kali ini.

"Baiklah. Saya sudah memiliki keputusan bulat. Bahwa seluruh serikat akan bersatu dan melawan Black Dark Wings. Sedangkan tim unggulan dari serikat Recon akan menyelamatkannya. Mikasa adalah tanggung jawab kita semua! Tanggung jawab dunia ini! Rapat selesai!" kata Darius mengakhiri rapatnya.

Flashback End

"Jadi. Akhirnya, master memberikan strategi kepada mereka ya?" Tanya Jean.

Master Irvin mengangguk.

"Ya. Strategi saya seperti ini. Nantinya, seluruh serikat di dunia ini akan bersatu dan melawan mereka bersama-sama. Lalu, kalian sebagai tim 1 akan pergi ke ruangan utama dimana Mikasa akan ditahan. Kalau kalian tidak menyelamatkannya dengan cepat, dia terancam mati di dunia ini." Jawabnya jelas.

Mereka terkejut mendengarnya, terutama Eren. Dia sangat khawatir kepada Mikasa karena dia memiliki ikatan padanya.

"Kita akan memprioritaskan nyawanya. Paling tidak, dia harus bisa pulang ke dunia asalnya dalam keadaan hidup. Aku tak mau dunia ini akan hancur karena kita kehilangan seorang gadis harapan dunia ini dan dunianya." Lanjutnya

Mereka mendengarkannya dan paham.

"Eren! Aku mengandalkanmu dalam perang ini. Selamatkan dia dengan segenap jiwamu. Aku yakin kau memiliki ikatan yang dekat padanya." Lanjutnya sambil meminta Eren untuk menyelamatkan Mikasa kali ini.

"BAIK!" jawabnya sigap.

Tenang saja Mikasa. Aku akan menyelamatkanmu. Aku rela mati untukmu. Demi dirimu, akan kulakukan semua, agar kau masih bisa bernafas dan tersenyum di sisiku lagi. Aku akan mengantarmu pulang.

Pasti…

.

Janji suci antara dua insan kembali terucap di sanubari

Sumpah hidup dan mati saksi mereka

Di tengah dunia yang kejam ini

Dia rela mengorbankan nyawa demi satu orang

.

To Be Continued

A/N : Hello readers! Gimana kabarnya?

Akhirnya, UPRAK sudah admin jalankan 5 hari (yeey!) dan sekarang admin sudah bebas. Tapi belum sepenuhnya bebas sih (peace) karena admin masih harus menghadapi US minggu depan! Boss kedua dalam hidup admin! Mohon doa'nya ya minna-san! Nasib lulus atau tidak ada di tangan Tuhan ^^

About the fanfic

Yak! Akhirnya admin ada waktu untuk melanjutkan fanfic ini. BTW, sensasi Actionnya gimana minna-san? Masih kurang? Tenang saja! Admin bakal lanjutin lagi Action Scenenya sampe chapter 11!

Kalian penasaran kan nasib Mikasa akan seperti apa? Biar rasa ke-kepo-an kalian terobati, stay tuned terus di Love Between Earth Girl and Sky Boy! ;)

Comment,Tanya,Review,DITERIMA

Salam manis,

Shiyura Mirashi