BinBin : Kyaaa… Akhirnya gue bisa update di sela-sela ulangan harian yang begitu menyiksa!!
Mayen : Jiahh.. Bin, lo besok remed Biologi kan? Kenape ga belajar?
BinBin : Hoee!!! Jangan ngomongin masalah itu!! Gue males tauk!!! Kita bales review aja..
Mayen : Iya deh. Review pertama dari Chizu Michiyo, Wahaha… Bayangin aja pasti kocak banget dah.
Ichigo : Kedua dari Kurou-chan, waduh.. sampai di kira gila karena fic ini? Ckckck.. parah banget dah ni fic ya..
Hitsugaya : Bukan parah lagi, tapi ancur. Udah gitu lama banget pula updatenya. Ketiga dari Kishina Nadeshiko, Haha… Nasib Byakuya tuh. Para Byakuya FC jga ga rela termasuk ni author juga.
BinBin : Huee… Seancur itu kah.. terus dari Sunako-chan, hahahaha.. Keren ya? Makasih deh!!
Byakuya : Dari Kazuka-Ichirunatsu23, Jiah.. dia berdoa Tousen dapet cewe di mars.
Tousen : Hah?! Di Mars mah ga ada cewe cakep! Next dari D31-ryuusei-hakuryuu, muahahahaaa… mau undangannya ya? Nih gue kasih satu –ngasih undangan warna pink ke Dei-. Wahh Aizen-sama lo di bilang bencong loh!
Aizen : HAH?! Gimana bisa gue yang super keren gini di bilang bencong?!! Lalu dari Shena blitz, hahaa… pasti tambah keren kan. Poor Gin.. ayo usaha buat dapetin Matsumoto donk!!
Gin : Iya, iyaaa.. next dari Ruki_ya_cH, Tousen kan memang budeg bangat!! Eh lo suka sama gue ya? Tapi sayangnya gue udah cinta sama Rangiku.
BinBin : Rangikunya cinta gat uh ma lo? Jangan-jangan bertepuk sebelah tangan lagi. Selanjtnya dari nekogirl2102, ya ampun.. dia malah ga sabar liat pernikahan nistanya Aizen ma Byakkun!! Ckckck..
Mayen : Huee… Gue ga rela Byakkun nikah!!!! NOOOO!!! Ehem. Selanjutnya dari Airis Hinamori, Wahaaa.. Jangan di bedah dunk! Gue kan lumayan kepincut sama Grimmjow. Wakakakaka… Halibel mah Kunti Hueco Mundo version.
Aizen : Kelamaan!!!! Ayo cepet mana ficnya!! Gue ga sabar mau nikah!!! –guncang-guncang pundak BinBin-
BinBin : STOOPP!!! Puyeng kepala w lo gituin. Yaudah deh.. selamat baca fic saia yang semain gaje dan ancur ini.
Disclaimer : Bleach tuu… punya seorang komikus jepang nan gaje bernama Tite Kubo. –taboked-
Shinigami Days
Chapter 8 : END
Rate : T
Hari Pernikahan 05.00 AM , Las Noches 4th Tower…
"Hoee.. Kita udah jalan sejauh ini tapi baru sampe di menara ke empat," keluh Renji yang tersender di dinding Las Noches.
"Cape, ternyata jarak dari satu menara ke menara lain itu jauh banget!" kata Ichigo sambil mengelap keringat yang menetes di keningnya.
"Kalian berdua jangan mengeluh terus donk, ini kan demi menyelamatkan Nii-sama dan patung Chappy gue yang tercinta!" seru Rukia pada Renji dan Ichigo yang udah kecapean setengah mati setelah berjalan sekitar 80 km dari menara kedua ke menara keempat.
"Ini jam berapa?" tanya Hitsugaya.
"Jam 5 pagi, 3 jam lagi akad nikah akan dilaksanakan," jawab Kira sambil melirik ke jam weker yang selalu dia bawa kemana pun dia pergi.
"Tapi kenapa Kuchiki-taichou tidak melawan ya, sampai sekarang gue ga ngerasain reiatsu Kuchiki-taichou yang bertarung," kata Hisagi yang heran sampai sekarang tidak merasakan reiatsu Byakuya meningkat.
"Gue juga kepikiran masalah itu. Emm.. Grimmjow apa sangkar yang mengurung Byakuya itu mempunyai kekuatan seperti menahan serangan misalnya," kata Hitsugaya.
"Ya, sangkar itu memang di buat khusus dan memiliki kekuatan untuk menahan serangan. Tetapi.." Grimmjow ragu-ragu memberitahukan semuanya.
"Tetapi apa?" tanya Hitsugaya.
"Sangkar itu hanya bisa di patahkan oleh zanpakutou yang memiliki kekuatan khusus seperti milik Aizen-sama."
"Maksud lo khusus itu apa?" sekarang Rukia yang bertanya.
"Gue juga ga begitu ngerti, tapi yang jelas khusus," jawab Grimmjow.
"Nee~ jangan ngebrel mulu. Gue lapeerrrr….." rengek Mayen sambil narik-narik baju Hisagi.
"Laper ya, tapi kita ga punya makanan apapun Kazumei kidou-taichou," kata Kira.
Muka Mayen langsung cemberut sedangkan cacing-cacing dalam perutnya makin keras berdemo menuntut di berikan makanan.
"Kalau mau makan aja nih pisang gue," tawar Renji dengan suka rela sambil menyodorkan sesisir pisang ke muka Mayen.
"Ogah, gue ga mau makan pisang dari lo. Ntar gue ketularan Baboon nya," kata Mayen yang langsung membuat Renji patah hati dan langsung pundung di pojokan. –ceilah-
"Tabahkan hati lo Baboon, itu memang kenyataan kok," kata Ichigo nyengir sambil nepuk pundaknya Renji.
"Taichouuuuuuuuu…….!!!!!" Semua mata tertuju pada seorang cewek yang lagi lari-larian ke arah Ichigo dkk.
Cewek itu makin dekat dan sasarannya adalah Hitsugaya. Hitsugaya keringat dingin.
"M-Matsumoto…" ucap Hitsugaya sambil memandang cewek yang ternyata Rangiku itu.
Gyuuuttt..
Rangiku langsung memeluk Hitsugaya yang tidak sempat menghindar dari pelukan maut itu.
"Ok..si..gen.." lirih Hitsugaya yang malang itu.
"Rangiku, sebaiknya lo lepasin tuh taichou lo. Kasian, kayanya udah mau sakaratul maut tuh," kata Ikakku yang ga tega liat taichou boncel itu di peluk ma monster berwujud shinigami macam Rangiku.
Rangiku akhirnya melepaskan pelukan mautnya dari Hitsugaya setelah Hitsugaya hampir mati karena kehabisan napas.
"Rangiku, lo dari mana aja?" tanya Yumichika. Rangiku yang di tanya Cuma jawab dengan cengengesan.
"Ada deh, itu rahasia Negara tumpah darah Indonesia," jawab Rangiku ngasal.
"Rangiku habis kencan ya?" muka Rangiku langsung memerah karena pertanyaan Momo.
"Cih, kami lagi susah-susah lo malah kencan sama srigala itu," gerutu Hitsugaya kesal.
"Ya maaf deh," kata Rangiku menyesal.
"Nee~ kapan makannya!!!" seru Mayen yang sekarang narik-narik lengan hakamanya Rukia.
Rangiku melirik ke arah Mayen yang mukanya makin cemberut karena kelaparan lalu menatap Mayuri, Zaraki dan Yachiru secara bergantian.
"Kazumei kidou-taichou, Zaraki-taichou, Kurotsuchi-taichou, Yachiru-chan!!" seru Rangiku yang ternyata baru liat kalo ada Mayen, Mayuri, Zaraki dan Yachiru di sana.
"Ape?!" sahut Mayen yang lagi bad mood. Rangiku yang kena imbas bad moodnya Mayen Cuma bisa menelan ludah saking takutnya.
"Ga ada restoran ya di sekitar sini?" tanya Renji sambil celingak-celinguk kanan kiri.
"Heh, Baboon. Di tempat kaya begini mana ada restoran, di Soul Society aja ga ada," sahut Soi Fon.
Grimmjow Cuma bisa sweatdropp karena ulah para shinigami yang seharusnya jadi musuhnya itu. "Kalo restoran sih ga ada, yang ada cuma warkopar," kata Grimmjow.
"Hah? Warkopar?" tanya semua shinigami itu bersamaan.
"Jadi, warkopar itu waru…"
"warung ketoprak tanpa bayar?" kata Hisagi motong perkataan Grimmjow.
"Bukan!! Warung ko.."
"Warung kosmetik artis kan…" kata Yumichika dan lagi-lagi perkataan Grimmjow terpotong.
"Halah, dasar lo banci taman lawang, yang di pikirin kosmetik mulu!" kata Zaraki sambil ngebenerin lonceng di rambutnya yang lepas.
"Yee.. Taichou ngiri aje!" seru Yumchika sambil meletin lidahnya ke Zaraki.
"Eh.. Berani bener lo ma gue!!" Zaraki langsung ngasi death glare ke Yumichika.
"Woi!! Dengerin gue ngapa, jadi warkopar itu warung kopi arrancar.." jelas Grimmjow.
"Di mana?? Ayo cepet kita kesana!!!" seru Mayen.
"Sabar donk manis.." kata Grimmjow yang nyuri kesempatan buat deket sama Mayen.
"Grimmjow… Cepat tunjukkan!!" kata Hitsugaya, Hisagi, dan Renji sambil ngasih death glare 10000 kb/sec pada Grimmjow.
"I-iya.." Grimmjow langsung gemeter karena kena death glare.
"Jadi, warkopar itu ga netep di satu tempat. Kalau kita mau manggil harus dengan gaya cheerleaders baru tu warkopar muncul," jelas Grimmjow. Ichigo dkk kecuali Mayen langsung cengo ngedenger syarat munculin tuh warkopar.
"What?! Kalo manggil nya kaya begitu mah malu-maluin banget, ga mau gue!! Harga diri gue sebagai kapten terkeren yang selama 20 tahun dengan susah payah gue dapetin bisa ancur lebur kalo gitu!" protes Hitsugaya lebay.
"Heh! Gelar kapten terkeren tuh punya Byakkun! Lo mah gelarnya kapten ter boncel," sahut Mayen yang emang cinta banget sama Byakuya.
"Jadi di panggil ga?" tanya Grimmjow. Ichigo dkk kecuali Mayen langsung geleng-geleng tanda ga mau.
"Gue ga mau nari cheerleaders!!" seru Ichigo dan Ikakku.
"Ohh… Jadi ga mau ya.." Mayen mengeluarkan aura seram berwarna hitam hingga membuat Ichigo dkk dan Grimmjow keringat dingin.
"Gue juga laper Ken-chan!!" seru Yachiru lalu berdiri di samping Mayen.
Ichigo dkk dan Grimmjow makin keringat dingin dan gemetaran saat Mayen berjalan mendekati mereka.
"Tetep ga mau lakuin?" kata Mayen sambil ngelepas kalung sabit berwarna hitam yang dia pakai. Setelah di lepas kalung sabit itu langsung berubah menjadi sebuah zanpakutou yang lumayan panjang.
"I-iya deh.. Kami lakuin, tapi cepet balikin Zayretsu itu ke bentuk semula," kata Rukia terbata-bata sambil nunjuk Zayretsu, zanpakutou nya Mayen.
"Hehe.. Nah, begitu donk," Mayen mencium Zayretsu dan dalam sekejap zanpakutou itu langsung kembali menjadi kalung sabit hitam yang sangat cantik.
"Lakukan!!" seru Mayen dan Ichigo dkk termasuk Grimmjow pun langsung membentuk garis sejajar.
"Give me W.. Give me A.. Give me R.." Ichigo dkk dan Grimmjow mulai bersorak layaknya cheerleaders di pertandingan-pertandingan basket.
"Stoooop!! Renji, cheerleaders tuh pake pom-pom bukan pake kulit pisang!!" tegur Mayen pada Renji yang penampilannya paling aneh. Renji langsung ngeganti kulit pisang yang dia pegang ama pom-pom –yang entah dapet dari mana-.
"Give me W.. Give me A.. Give me R.. Give me K.. Give me O.. Give me P.. Give A.. Give me R.. WARKOPAR YEAH!!!" para cheerleaders abal itu beraksi dengan sangat amatiran, itu terlihat dari Rukia dan Hitsugaya yang hampir jatuh saat melakukan aksinya.
"Gyahahahahahahahaaaa…" Mayen ketawa sampai keluar air mata dan guling-gulingan di lantai.
"Jihh.. Dia malah ketawa," gerutu Renji.
SRIIINGGG….
Tiba-tiba mereka langsung merinding, seperti akan ada sesuatu yang menyeramkan akan muncul.
"Kalian manggil gue?" tanya seorang cewek berambut hitam, dengan warna mata merah dan berpakaian seragam sailor warna hitam yang tiba-tiba muncul di hadapan Ichigo dkk.
"S-siapa lo?" kata Ichigo gemetar.
"Gue Enma Ai."
"Jigoku shoujo! Lah, kok malah dia yang muncul?!" tanya Ikakku sambil menggaruk kepala botaknya.
"Terima ini, apabila lo benar-benar ingin mengirim orang ke neraka ada dua lubang. Gue akan mengirim orang yang lo dendam ke neraka, tetapi lo juga akan jatuh ke neraka," kata cewek bernama Enma Ai itu sambil menyerahkan boneka jerami ke tangan Ichigo.
'Gue mau ngirim Byakuya ke neraka, supaya ga ada yang ngalangin gue pacaran sama Rukia lagi,' gumam Ichigo licik dalam hati.
"Jika lo setuju, lepas tali berwarna merah pada boneka itu dan permintaan lo akan terkabul," kata Ai.
"Bentar.. Gue nih lagi laper! Bukannya makanan tapi kok malah cewek ini yang dateng! Grimmjow, gue minta pertanggung jawaban dari lo!!" kata Mayen sambil nunjuk-nunjuk Ai.
"Tenang Mayen, gue bakal nikahin lo kok," jawab Grimmjow dan lagi-lagi langsung kena death glare dari Hitsugaya, Hisagi dan Renji.
"Biasanya setelah ngelakuin tarian cheerleaders warkopar langsung muncul, ga kaya gini," kata Grimmjow lagi.
Ichigo yang sudah mau melepas tali merah itu tidak jadi karena ada dua orang asing lagi yang datang.
"Nona.. Syukurlah ternyata anda di sini," kata cowok bernama Ichimoku Ren sambil ngos-ngosan.
"Nona, anda salah tempat. Orang yang minta kita buat ngirim musuhnya ke neraka itu ada di Nuko Mundo bukan Hueco Mundo," kata seorang kakek bernama Wanyuudo.
"Ehh?? Berarti kita nyasar donk," Ai langsung mengambil boneka jerami yang dia serahkan ke Ichigo.
"Iya, makanya ayo kita cepat pergi dari sini, kelihatannya banyak makhluk aneh di tempat ini," kata Ren.
"Apalagi yang itu," sambung Ren lagi sambil nunjuk Renji yang lagi asik mojok menikmati pisang.
"Monyet jadi-jadian.. Ya, kalau begitu ayo kita kembali," kata Ai.
"Baik nona.." sahut Ren dan Wanyuudo. Mereka lalu langsung menghilang dari hadapan Ichigo dkk.
"Lah… Sekarang mereka menghilang, ini giman sih kok jadi kacau gini!!" kata Rukia kesal.
"Huaaa!! Gue bisa mati kelaparan kalau begini!!" jerit Mayen sambil megangin perutnya.
DUUUNNGGG….
Tiba-tiba terdengar suara aneh yang sangat misterius menggema dari ruangan itu dan sebuah bangunan tiba-tiba muncul melayang di atas Ichigo dkk.
"BUAHAHAHAHAHAHA... Maaf membuat kalian menunggu lama," kata orang di dalam bangunan yang melayang itu.
"Yammy, darimane aje sih lo? Kasian nie ada cewek cantik yang udah kelaparan," kata Grimmjow sedikit berteriak.
"Sorry, tadi gue kejebak macet. Oke, sebagai permintaan maaf gue bakal kasih makanan gratis," kata Yammy sambil mencet tombol warna merah yang bertuliskan 'Down'.
Setelah memencet tombol merah itu, bangunan melayang yang di duga –ceileh- sebagai warkopar itu langsung turun ke daratan tempat Ichigo dkk dan Grimmjow berdiri.
"Selamat datang di warkopar. Mau pesan apa?" tanya Yammy setelah bangunan warkopar itu mendarat di lantai Las Noches dengan sehat wal'afiat (?).
"SEMUANYA!!! Gue mau semua menu yang ada!!!" kata Mayen yang langsung duduk di salah satu kursi yang tersedia.
"Cantik-cantik tapi rakus," kata Renji cari mati.
"Heh? Ape lo bilang!!! Terima ini!!" Mayen langsung nendang Renji yang bernasip malang itu.
"UGYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…..!!!!!!!!!!" jerit Renji The Baboon yang melesat jauh sampai menembus atap Las Noches dan menghilang di langit Hueco Mundo.
"Yah.. Salah dia sendiri nyari masalah sama Mayen," kata Soi Fon sambil ngambil tempat duduk di samping Mayen. Sedangkan Ichigo dan yang lainnya mengambil tempat duduk sejajar dengan Mayen dan Soi Fon.
Yammy keluar dari ruangan khusus yang mungkin adalah dapur dengan membawa beberapa mangkok kare dengan asap yang mengepul yang menandakan makanan itu masih sangat panas.
Mayen dan Rukia menatap kare yang super duper hyper pedas itu dengan mata berkaca-kaca dan muka mewek.
"Mayen, lo juga ngerasain hal yang sama ma gue?" tanya Rukia masih sambil menatap kare super duper hyper pedas itu.
"Iya, ngeliat makan yang super pedas kaya gini ngingetin gue sama Byakkun, dia suka banget sama makanan yang pedas kan," jawab Mayen yang mukanya makin mewek.
"Hiks..Hiks.. Kangen Nii-sama….." Rukia langsung nangis, Ichigo yang duduk di sebelah Rukia langsung ngambil kesempata buat meluk Rukia.
"Iya,iya. Sabar, Byakuya nanti pasti selamat kok," kata Ichigo sok baek nenangin Rukia.
"Huu..Huu.. Byakkun.." rintih Mayen sambil melahap kare super duper hyper pedas itu.
"Cup..Cup.. Jangan nangis donk," kata Grimmjow caper.
"Mayen, makannya jangan rakus gitu nanti keselek loh," tegur Mayuri sambil memasukkan beberapa ramuan aneh yang dia bawa ke dalam kare tanpa bumbu pesanannya.
"Masa bodo!!" seru Mayen.
Beberapa menit kemudian ..
"Huaa… Akhirnya kenyang juga," kata Ikakku sambil memusut perutnya.
"Oke, karena semua sudah selesai makan, ayo kita lanjutkan perjalanan menuju ke menara utama!" seru Rukia sambil bangkit dari kursinya.
"Heh? Sekarang?" tanya Ichigo.
"Yaeyalah, masa tahun depan!!" sahut Mayen.
"Baiklah, kita berangkat sekarang. Kita hanya punya 2 jam saja untuk sampai ke menara utama. Persiapkan diri kalian, mungkin kita akan bertempur nanti," kata Hitsugaya serius sambil memandang sebuah menara bercat warna pink yang terlihat samar-samar.
"Baik!!" sahut Ichigo dkk sambil melangkah menjauhi warkopar milik Yammy itu.
Yammy mengerutkan alisnya. Otaknya memikirkan sesuatu yang akan menjadi seru jika itu terjadi. Sesuatu yang akan membuat orang yang sok kuasa di Hueco Mundo bisa berteriak ketakutan. Wajah gendutnya tersenyum tipis setelah memutuskan akan memberitahukan hal itu pada para shinigami yang seharusnya jadi musuhnya.
"Tunggu! Gue akan kasih tau satu rahasia untuk mengalahkan Aizen-sama," kata Yammy tiba-tiba menghentikan langkah Ichigo dkk dan Grimmjow.
"Rahasia apa?" tanya Mayen.
Yammy bergerak mendekati Mayen yang berdiri dengan pose tangan di lipat ke dada lalu Yammy mulai berbisik ke telinga Mayen. " Jadi begini…"
"Ohh.. Begitu ya. Makasih ya Yammy-san!" kata Mayen sambil tersenyum licik.
07.35 AM, Aizen's Room
"Ayo donk Gin semangat.." kata Tousen menyemangati Gin yang dari kemarin Cuma pundung di pojokan.
"Iya Gin, masa di hari bahagianya Aizen-sama lo masih murung kaya mayat hidup gitu," kata Halibel.
"Gue mau Rangiku..Rangiku..Rangiku..!!!" seru Gin sambil memukul-mukul kan tangannya ke dinding.
"Eh.. Matsumoto? Kalau mau ketemu makanya pake baju yang rapi kaya gue nih," Tousen menyerahkan sesetel jas warna putih susu yang daritadi dia pegang.
"Memangnya dia akan datang?" tanya Gin hampir frustasi.
"Tentu saja, lo ga ngerasain reiatsunya?" Gin langsung berkonsentrasi untuk mencari reiatsu milik Rangiku.
"Ah iya, gue bisa ngerasainnya. Mereka sudah dekat ya," kata Gin bangkit sambil mengambil jas putih yang di serahkan Tousen.
"Lah? Kok sama ma yang lo pake?" kata Gin bingung setelah melihat jas putih yang di serahkan Tousen ke dia sama kaya yang di pakai Tousen.
"Hehe.. Kita kan kembaran, keren kaaann…" kata Tousen sambil senyam senyum girang.
"Hah? Kembaran dari Hongkong, lo aja item sedangkan Gin putih cakep gitu," komentar Halibel dan langsung dapat death glare dari Tousen –mang bisa?-
"What?! Kembaran ma lo? Ga sudi gue! Ga ada jas yang laen apa?!" kata Gin yang ga terima kembaran sama Tousen.
"Ga ada lagi, salah lo juga waktu pembagian jas malah kencan sama Matsumoto. Masih untung juga gue ambilin, tadinya tu jas mau di rebut sama Szayel," kata Tousen.
"Yaudahlah Gin, pasrah aje lo pake itu,"
Gin menghela napas. "Iya deh, daripada ga ada," kata Gin pasrah.
Pintu ruangan Aizen terbuka. Gin, Tousen dan Halibel langsung menatap ke arah pintu itu menunggu siapa yang akan masuk.
"Eh, Aizen-sama di mana?" tanya orang yang ternyata Ulquiorra itu.
"Jiah, ternyata si Ulqui. Aizen-sama lagi ada di ruang rias tuh, kita samperin yuk!" ajak Halibel pada tiga teman cecunguknya itu.
"Tidak perlu, karena gue udah selesai di rias," kata Aizen yang datang tiba-tiba dengan Byakuya.
Halibel, Gin, Ulquiorra dan Tousen Cuma bisa cengo ngeliat Aizen yang memakai jas warna hitam walau dengan aksen yang 'feminim' dan Byakuya yang semakin bertambah keren karena memakai jas hitam dengan aksen sederhana tetapi mewah.
"Aizen-sama ga jadi pake kebaya?" tanya Halibel karena sebelumnya Aizen bilang dia sangat ingin pakai kebaya kaya orang kartinian.
Aizen menatap Halibel dengan dingin. "Kebayanya ga muat, sial!" seru Aizen kesal sedangkan Halibel menutup mulut dengan telapak tangannya untuk menahan supaya ga ketahuan kalo dia lagi ketawa.
"Hei, pangeran, kenapa lo senyam-senyum aje daritadi?" tanya Aizen yang heran karena Byakuya dari tadi senyum gaje.
"Gak apa-apa kok, akhirnya semua ini akan berakhir," jawab Byakuya.
"Oh, jadi sekarang lo udah rela nikah ma Aizen-sama?" kata Tousen penasaran.
"Hm.. Lihat saja nanti," kata Byakuya sambil tersenyum misterius.
'Gue ga nyangka lo bakal ngelepasin gue dari sangkar sialan itu secepat ini," gumam Byakuya masih sambil tersenyum lalu berlalu dari hadapan Aizen dan para anak buahnya itu.
"Byakuya, lo mau kemana?" tanya Gin dengan senyum srigalanya yang sudah kembali setelah murung karena patah hati.
Byakuya tidak menjawab. Ia terus berjalan meninggalkan Aizen dan para anak buahnya itu dengan cengiran licik yang tidak pernah ia perlihatkan selama ini lalu menghilang di balik pintu.
"Aizen-sama, apa ini tidak apa-apa?" tanya Halibel.
"Biarkan saja dia."
Byakuya berjalan menuju ke sebuah ruangan yang di penuhi dengan barang-barang berwarna pink. Mata abu-abunya mencari sebuah benda yang menjadi tujuan awalnya datang ke Hueco Mundo. Setelah beberapa lama Byakuya akhirnya menemukan apa yang dia cari. Patung Chappy warna pink yang beberapa hari yang lalu khusus dia buat untuk adiknya tercinta dan tersayang. Rukia.
Drrtt.... Drrt…
Byakuya mengambil handphone nya yang bergetar dalam saku jasnya. Ia sedikit tersenyum saat melihat layar handphone nya yang bertuliskan orang yang menelponnya. Yamamoto Sou-taichou.
"Moshi moshi..Sou-taichou, tugas dadakan? Oke, baiklah dan kalau itu mau mereka gue sih ga keberatan. Malah bagus kalau mereka datang ke Hueco Mundo," kata Byakuya lalu mematika handphone nya.
Byakuya mengelus patung Chappy itu. Sedikit memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa lolos dari Aizen si maniak pink itu dan membawa pulang patung chappy.
Byakuya mengerutkan alisnya ketika merasakan sesuatu yang tidak asing baginya. "Reiatsu ini…"
BRUUUAAAAAGGGGG……
Renji dengan sukses menjebol langit-langit ruangan tempat Byakuya berada dan mendarat dengan posisi kepala duluan tepat ke lantai ruangan itu.
"Aww.. Dasar Kazumei kidou-taichou itu ga bisa di ajak becanda dikit langsung main tendang aja," keluh Renji.
"Nah lo, kok rada empuk ya. Apa semua lantai Las Noches kaya gini," kata Renji lagi setelah merasakan dia menduduki sesuatu yang empuk.
"Renji…" Renji menengok ke kanan dan kiri layaknya orang mau nyebrang jalan saat ia mendengar ada seseorang memanggilnya.
"Siapa ya?" tanya Renji dengan innocent nya.
"Abara Renji.."
"Siapa sih? Iseng banget deh.."
"RENJI SAMPAI KAPAN LO MAU DUDUK DI ATAS GUE HAH!!!" Renji loncat saking kagetnya. Ternyata dia jatuh tepat di atas Byakuya.
"Ta-ta-ta-ta-taichouu…" kata Renji nista.
"A-apa kabar taichou? Lama tak bersua ya. Makin cakep aja deh pake jas hitam itu.. ehe..hehehe.." kata Renji lagi dengan nista.
"Chire, Senbon…"
"Kyaaaa…. Taichou jangan bunuh gue!! Gue belum nikah, belum punya anak, belum jadi taichou juga. Ampuuunnnnn!!!!!!!!" jerit Renji sambil sembah sujud di kaki Byakuya.
"Renji, lo Cuma sendiri?" tanya Byakuya sambil memasukkan Senbonzakura ke dalam sarungnya lagi setelah ga jadi di pake buat membantai Renji The Baboon.
"I-iya.." jawab Renji yang lega karena ga jadi kelelep dalam ribuan kelopak sakura.
"Bagus. Kalau begitu cepat bawa patung ini keluar," perintah Byakuya.
"Eh? Kenapa gue? Kenapa taichou ga langsung kabur aja dari sini.."
"Gue masih ada urusan di sini, sebelum ada yang sadar kalo lo ada di sini cepat bawa patung chappy ini. Tujuan utama kita ke sini untuk mengambil ini kan," kata Byakuya.
"Baiklah taichou, gue akan bawa patung ini ke tempat yang aman baru nanti gue balik lagi kesini."
"Lah? Ngapain lagi lo kesini?"
"Yahh, taichou. Kan gue request pisang sama Aizen dan kayanya request gue di kabulin, gue mau makan pisang khas Hueco Mundo yang katanya rasanya beda gitu," jelas Renji dengan semangat kebaboonan (??).
"Bisa ga sih sehari aja ga ngomongin pisang, gue ga mau lo nularin virus Baboon lo ke gue, Rukia ataupun Mayen," keluh Byakuya yang bosen denger kata yang berbunyi 'Pisang'.
"Maaf taichou, permintaan lo yang itu ga bisa gue kabulin. Pisang tuh udah segala-galanya buat gue," balas Renji.
"Nyesel gue punya fuku-taichou kaya lo. Yasudah pergi sana!" perintah Byakuya.
"Sampai jumpa taichou!! Jangan sampai di kawinin sama Aizen ya…" kata Renji sambil menyeret patung Chappy itu keluar dari ruangan tempat Byakuya lewat lubang di atap yang tadi di jebolnya.
Keadaan kembali hening. Byakuya sedikit lega karena patung masterpiece nya itu sekarang sudah di pastikan aman. Ia lalu berjalan melangkah keluar ruangan itu.
"Ehemm…Your attention please, pesawat Mandala Air dengan nomor penerbangan DA29102 tujuan Jogjakar… Aww!!! Sakit tau! Kenapa lo mukul gue!!" protes Halibel masih sambil memegangi toa yang dia pake buat ngumumin itu hingga suara protesnya bisa terdengar ke seluruh penjuru Las Noches.
"Baka! Kita tuh di suruh manggil Byakuya pake toa ini, tapi kok lo malah jadi kaya di bandara," kata Szayel kesal.
"Ya maap deh, gue keinget waktu di bandara. Udah lama gue gak ke bandara sih,"
"Perhatian kepada shinigami super cool bernama Kuchiki Byakuya di harap segera menemui Aizen Sousuke," terdengar suara Halibel dengan menggunakan toa hasil nyuri dari mesjid RT sebelah (?) itu.
"Byakuya… My prince…" panggil Aizen dengan menggunakan toa yang sama.
Byakuya mengerutkan alisnya mendengar pengumuman norak dan Aizen yang berteriak mencarinya. Seandainya Sou-taichou tidak memberikan tugas dadakan padanya dia pasti sudah pergi dari tempat nista ini.
"My prince…" panggil Aizen lagi. Suaranya semakin keras menggema di lorong-lorong Las Noches.
Setelah beberapa menit Aizen teriak gaje manggil-manggil nama Byakuya akhirnya orang yang di panggil pun muncul batang idungnya.
"Ah.. Byakuya My prince. Ayo kita keluar, sebentar lagi pernikahan kita di mulai," Aizen langsung menarik tangan Byakuya yang cuma bisa diem pasrah di seret sama mantan shnigami maniak pink itu.
07.55 AM, In Front of Central Tower, Las Noches…
Semua tamu yang sudah di undang oleh Aizen mulai berdatangan. Susana riuh karena pertunjukan dari para penghibur dan artis-artis yang beraksi di atas panggung. Keadaan semakin menggila saat Dewi Berisik dengan goyang clurit (?) nya tampil di atas panggung hingga membuat panggung nyaris saja roboh.
Para tamu makin heboh ketika Nel dan Dude Herlino (?) mempersilahkan Aqua Timez, salah satu band yang terkenal di Jepang dan nyasar sampai ke Hueco Mundo naik ke atas panggung untuk tampil. Mereka menyanyikan lagu Sen No Yoru Wo Koete yang sukses membuat Hueco Mundo hampir tenggelam oleh air mata para tamu.
Sen no yoru wo koete ima anata ni ai ni yukou
Tsutaenakya naranai koto ga aru
Aisaretai demo aisou to shinai
Sono kurikaeshi no naka wo samayotte
"Huaa… Hiks..Hiks.." tangis Gin sambil melap air mata nya dengan sapu tangan yang senada dengan jas yang dia pakai.
"Gin, lo jangan nangis donk. Gue jadi ikutan nangis juga nih. Hiks…" kata Halibel yang juga terharu denger lagu dari Aqua Timez itu.
"Kok pada nangis sih, perasaan lagunya biasa-biasa aja deh. Sedihan juga lagu potong bebek angsa," kata Tousen yang langsung di sambut dengan tatapan 'serius lo?' dari Gin dan Halibel.
Boku ga mitsuketa kotae wa hitotsu kowakutatte kizutsuitatte
Suki na hito ni wa suki tte tsutaeru n da
"Huaa… Rangiku.. I love you.. Hiks..Hiks.." kata Gin yang semakin mewek.
Keadaan menjadi hening. Para tamu menikmati lagu itu dengan khidmat dan penuh penghayatan yang amat dalam sedalam lautan Samudra Pasifik. Tisu-tisu yang basah akibat air mata memenuhi tong sampah yang telah di persiapkan oleh panitia pelaksana upacara bendera pernikahan Aizen dan Byakuya.
"Sedih banget ya, lagunya ngena banget.." kata Halibel sambil mengambil tisu dari kotak makanan yang tadi di bagikan Stark.
"Lebih ngena juga potong bebek angsa. Potong bebek angsa, angsa di kuali.. nona minta dansa, dansa empat kali.. soro… UMPHH!!"
"Tousen, please deh jangan ngacauin suasana. Lagian juga apa yang ngena dari lagu potong bebek angsa kebanggaan lo itu," protes Halibel yang nyumpel mulut Tousen pake tisu bekas air matanya tadi.
Sono omoi ga kanawanakutatte suki na hito ni suki tte tsutaeru
Sore wa kono sekai de ichiban suteki na koto sa…
Lagu berakhir di sambut dengan tepuk tangan yang menggema dari para penonton. Acara demi acara pembukaan berlalu. Mulai dari goyang clurit Dewi berisik yang bikin panggung hampir roboh, Hueco Mundo yang hampir tenggelam gara-gara lagu Sen No Yoru Wo Koetenya Aqua Timez, sampai pertandingan tinju antara Nnoitra vs Crish John yang di menangkan Nnoitra setelah dia dengan liciknya ber ressureccion –bener ga tulisannya?- hingga membuat Crish John yang malang melayang ke Mars.
"Oke, sekarang saatnya kita sambut kedua pasangan yang berbahagia pada hari ini. Aizen Sousuke dan Kuchiki Byakuya!!" seru Nel dan Dude Herlino bersamaan dan tepuk tangan bergema di halaman Las Noches pagi itu.
Lalu muncullah Aizen sambil menggandeng Byakuya yang di belakang mereka di iringi dengan rombongan ondel-ondel, barongsai, debus dan pasukan pengibar bendera merah putih -?-. Beberapa hollow langsung bersiul melihat Aizen dan Byakuya yang bergandengan sementara hollow para crew dari Tabloid HM Hot Gila langsung jeprat jepret pakai kamera digital.
"Byakuya yang malang…" kata Halibel pelan sambil melihat Aizen dan Byakuya yang sekarang sudah duduk di depan Barragan yang bertugas sebagai penghulu.
"Eh, ngemeng-ngemeng Grimmjow mana ya? Sampai sekarang ga kelihatan," kata Tousen setengah berbisik karena akad nikah sebentar lagi dimulai.
"Memangnya lo bisa ngeliat?" tanya Halibel sambil mengeritkan alisnya. Sementara di atas panggung Barragang membuka sebuah catatan kecil yang tadi dia ambil dari dalam saku bajunya.
"Sstt.. Acara puncak udah mau dimulai tuh," bisik Gin.
"Kepada saudara Aizen Sousuke, apa anda bersedia menerima saudara Kuchiki Byakuya apa adanya dan terus mencintainya sampai akhir hidup mu?" kata Barragan dan di sambut dengan anggukan antusias dari Aizen.
"Tsugi no Mai, Hakuren!!" serangan itu membuat Barragan sang penghulu membeku namun sayangnya Aizen berhasil menghindari serangan Rukia itu.
Para tamu undangan langsung lari kocar-kacir ketakutan karena serangan mendadak dari Rukia itu. Sementara itu Ichigo dkk langsung di hadang oleh para Espada dan Gin yang pastinya berhadapan dengan Rangiku.
"Rangiku!!" seru Gin yang girang karena ketemu sama Rangikunya yang tercinta.
"Gin, kalau lo coba-coba untuk menghalangi gue. Gue ga akan segang buat nyerang lo," kata Rangiku dingin.
Beberapa meter dari Rangiku dan Gin ada Rukia, Hitsugaya dan Ichigo yang sedang melawan Aizen, Mayuri melawan Szayel, Zaraki dengan Nnoitra, dan Soi Fon melawan Halibel.
"Grimmjow, gue ga nyangka lo bakal jadi pengkhianat," kata Tousen yang berhadapan dengan Grimmjow.
"Gue ga berkhianat, mereka menyandra gue. Jadi ya, apa boleh buat.." sahut Grimmjow.
Sementara pertarungan sengit berlangsung mereka tidak menyadari kalau Garganta, pintu penghubung antara Hueco Mundo dan dunia lain terbuka. Garganta terbuka semakin lebar berpuluh-puluh atau bahkan ratusan shinigami menyeruak ke lapangan Las Noches. Byakuya tersenyum tipis melihat para shinigami yang berhamburan memenuhi lapangan itu.
"Akhirnya mereka datang…. Para fans gue," kata Byakuya pelan.
"Bebaskan Byakuya-sama!!!"
"Bebaskan Byakuya-sama dari pernikahan nista ini!!" seru para shinigami yang ternyata adalah Byakuya FC yang dikirim Sou-taichou karena mereka mendesak untuk menyelamatkan idola mereka, Kuchiki Byakuya.
Sonta Ichigo dkk dan para Espada yang sedang bertarung langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Byakuya FC itu.
"Fansnya Nii-sama? Kenapa bisa ada disini.." kata Rukia bingung ngeliat kumpulan shinigami yang membawa spanduk bertuliskan 'Bebaskan Pangeran Kami, Kuchiki Byakuya!!'.
Sedangkan Renji yang baru aja datang langsung mendekati sebuah meja yang di penuhi dengan pisang tanpa mempedulikan situasi yang semakin ricuh.
"Bebaskan Byakuya-sama!!" seru Byakuya FC semakin keras dan menggerumbungin Aizen yang terpojok.
"Yeah!!! Turunkan juga harga togel!!" seru Hisagi ga nyambung.
"Harga kosmetik juga!! TURUNKAN!!!" sorak Yumichika dan Halibel yang ikut-ikutan.
"Menyerahlah Aizen, semua anak buahmu sudah berhasil kami tundukkan," kata Byakuya sambil menunjuk Halibel yang ikutan demo bareng Yumchika, Gin yang malah berduaan sama Rangiku, Szayel yang bikin ramuan aneh bareng Mayuri, Nnoitra yang main catur sama Zaraki, Grimmjow dan Tousen yang malah main gaple bareng Soi Fon, Kira. Sampai Ulquiorra yang main petak umpet sama Yachiru dan Momo.
Aizen sweatdropp ngeliat semua anak buahnya yang ga becus itu sedangkan ia terus terdesak oleh para Byakuya FC yang semakin menggila dengan spanduk-spanduk yang menuntut di bebaskannya Byakuya.
"Kau sudah terpojok Aizen," kata Hitsugaya yang berdiri tepat di hadapan Aizen.
"Sudah tidak ada celah buat lo untuk kabur," kata Ichigo yang berdiri di sebelah Hitsugaya. Sementara Hitsugaya, Byakuya, Ichigo dan Rukia menghadapi Aizen, Mayen yang sedari tadi menghilang diam-diam ikut menyusup dalam barisan Byakuya FC dengan membawa sebuah kotak yang isinya mencurigakan lalu membuka kotak itu sambil tersenyum horror.
"Cih, kalian pikir gue ga bisa ngapa-ngapain," Aizen mengambil zanpakutounya dari sarung yang membuat Byakuya, Hitsugaya, Rukia dan Ichigo juga bersiap dengan zanpakutou mereka masing-masing.
"Kudakero, Kyoka…. HUAAA KECOAAAAA!!!!!!!" jerit Aizen langsung loncat-loncat gaje. Ternyata Aizen paling takut sama kecoa saudara saudara!!
"OH NO!! KECOAAA MENYINGKIR!!!!" jerit Aizen tetapi kecoa-kecoa itu malah makin mendekat ke arah Aizen. Byakuya, Hitsugaya, Rukia dan Ichigo sweatdropp ngeliat Aizen yang teriak gaje sambil loncat-loncat kaya kodok kaga jadi kawin.
"BEBASKAN BYAKUYA-SAMA!!!" seru Byakuya FC pake toa yang di pinjem dari Halibel.
"TURUNKAN HARGA TOGEL!!!!" (Hisagi)
"SERAHKAN SEMUA PISANG KE GUE!!!" (bisa kita tebak ini Renji)
"NIKAHKAN GUE DENGAN DUDE HARLINO (?)!!!" (Nel)
"Gyahahahhahahaaaaa….." semua mata tertuju pada Mayen yang ketawa ngakak sambil masih memegang kotak yang ternyata isinya adalah kecoa.
"Mayen, dari mana aja lo? Bikin gue khawatir aja," kata Byakuya menepuk-nepuk kepala Mayen.
"Hehehe… Maap Byakkun, tadi gue sempet nyasar gara-gara di tinggalin ma mereka," jelas Mayen. Mata abu-abunya terlihat bersinar karena bertemu dengan Byakuya.
"Sialan lo Mayen!! Dari mana lo tau gue paling takut sama kecoa!!" seru Aizen yang sekarang naik ke atas meja untuk menghindari serbuan kecoa dan Byakuya FC.
"Hihihi… Itu dari..."
FLASH BACK…
"Gue akan ngasih tau cara ngalahin Aizen-sama," bisik Yammy ke telingan Mayen yang sedikit tertutupi oleh rambut lavendernya yang tergerai.
"Apa? Ayo cepat katakana!!" seru Mayen penasaran.
"Jadi, Aizen itu sebenarnya sangat takut dengan kecoa. Kalau saat bertarung dia melihat kecoa, dia pasti akan ketakutan setengah mati sambil jerit-jerit. Itu kelemahannya."
"Tapi… Dimana gue bisa nemu kecoa?" tanya Mayen.
"Ga perlu nyari. Nih gue punya banyak, sisa waktu ngerjain Aizen-sama pas ultah," jawab Yammy sambil menyerahkan sebuah kotak pada Mayen.
Mayen tersenyum licik. "Em.. Tapi kenapa lo ngasih tau kelemahan bos lo ke gue?"
"Karena gue sebel ma dia, dia belum bayar gajih gue sebagai Espada selama 9 bulan 10 hari."
"Hohoho… Begitu ya. Terima kasih banyak ya Yammy-san!"
END FLASH BACK…
"YAMMY!!!!!!! AWAS LO NTAR!!!" seru Aizen yang dendam banget sama Yammy.
"Byakkun, tadi sou-taichou nelpon gue katanya ada tugas dadakan ya, tugas apa sih?" tanya Mayen sambil meletakkan kotak yang dia bawa ke tanah pasir Hueco Mundo.
"Hmm.. Tugas itu adalah untuk menangkap dan memasukkan Aizen ke RSJ khusus di Soul Society." Aizen membelalak. Segera turun dari atas meja dan hendak menarik zanpakutounya yang menancap di pasir Hueco Mundo.
"Bakudou no 61, rikujoukorou!" belum sempat Aizen meraih zanpakutounya dia langsung terkurung oleh enam pilar cahaya yang di buat oleh Byakuya.
Aizen memberontak. Ia berusaha melepaskan enam pilar cahaya itu dengan segenap kekuatannya tetapi percuma karena kidou itu terlalu kuat.
"Ughh!! Lepasin gue!" kata Aizen masih berusaha lepas dari kidou itu.
"Menyerahlah atau lo akan mati sia-sia melawan kami," kata Ichigo. Semua shinigami berkumpul di hadapan Aizen yang sudah tidak berdaya lagi. Mereka memandang Aizen dengan tatapan nista.
"Hisagi, lo kawal Aizen. Saatnya kita kembali ke Soul Society sekarang," perintah Byakuya dan Hisagi langsung menggiring Aizen dari belakang.
"Yokatta!! Nii-sama, gue seneng lo ga jadi nikah sama maniak itu," Rukia langsung memeluk Byakuya yang langsung membuat Ichigo menggerutu gaje.
"Tapi mana patung Chappy nya?" tanya Rukia.
"Tenang! Patungnya selamat kok!" seru Renji yang datang sambil menyeret patung Chappy berwarna pink itu. Wajah Rukia langsung berbinar, ia berlari ke arah patung itu lalu memeluknya.
"Chappy!! Chappy!!" kata Rukia sambil ngelus-ngelus patung itu dengan penuh kasih sayang sampai membuat yang lain sweatdropp.
"Hidup Byakuya-sama!! Hidup Byakuya-sama!!!" sorak sorai para Byakuya FC menggema di lapangan Las Noches membuat tempat yang semula di penuhi oleh para tamu undangan pernikahan Aizen dan Byakuya namun telah kabur menjadi ramai dan riuh.
"Kurotsuchi-taichou, cepat buka Garganta," perintah Hitsugaya pada Mayuri yang masih asyik masukin berbagai benda aneh ke dalam sebuah panic bersama Szayel.
"Yare..Yare.. Mau pulang sekarang?" tanya Mayuri yang masih betah di Hueco Mundo.
"Yaeyalah!! Gue udah kangen sama mansion Kuchiki," kata Byakuya. Mayuri langsung menjentikkan jarinya yang berkuku panjang itu dan seketika Garganta pun terbuka dengan lebar.
Mereka memasuki Garganta secara bergantian. Gin dan Tousen hanya bisa menatap para shinigami itu memasuki Garganta dan juga Aizen yang di seret masuk oleh Hisagi.
"Gin, kenapa lo ga ikut balik ke Soul Society aja?" tanya Rangiku yang berdiri di depan Garganta.
Gin dan Tousen saling berpandangan. "Apa kami masih boleh ke sana?" tanya Tousen dengan wajah sendu.
"Tentu saja! Kenapa tidak," jawab Mayen yang langsung mendapat tatapan heran dari Hitsugaya dan Byakuya. Mayen tersenyum pada Hitsugaya dan Byakuya sambil mengangguk, anggukan yang berarti biarkan-saja-mereka-ikut.
"Ya, gue pikir ga ada masalah kok," kata Byakuya akhirnya. Gin dan Tousen tersenyum lalu berlari ke arah Garganta dan ikut masuk ke dalamnya.
"Grimmjow, Ulquiorra, Halibel!! Jaga diri kalian baik-baik ya!" kata Gin sambil melambaikan tangan pada teman cecunguknya yang dia tinggalkan di sela-sela Garganta yang perlahan tertutup.
Halibel menatap sekeliling nya yang sekarang hanya tersisa sampah-sampah bekas pertempuran gaje tadi. "Sepi juga ya, kalau ga ada Aizen-sama, Gin dan Tousen," katanya.
"Huaa… Mayen!! Jangan tinggalkan gue!!!" jerit Grimmjow dengan muka frustasi.
"Diamlah Grimmjow! Iya juga, sepi ga ada mereka. Yasudahlah, ayo kita kembali," kata Ulquiorra lalu berjalan menjauh dari lapangan Las Noches itu.
"Iyaa…!!" sahut Grimmjow dan Halibel bersamaan lalu mengikuti langkah Ulquiorra.
BinBin : Wuaa!!! Gaje gaje gaje gaje!! Maap ya kalo jadi makin gaje gini!! Ya ampung garing banget pula.. –pundung di pojokan-
Mayen : -ngelirik judul END- What?! Bin, nie uda tamat??
BinBin : Emm.. Cerita Hueoco Mundo udah tamat, seharusnya ini udah jadi END sih, tapi gue mau bikin Final nya. Cerita nya tentang kehidupan para shinigami setelah balik dari Hueco Mundo.
Ichigo : Hah?? Tentang apaan lagi tuh? Genre.a apa?
BinBin : Romance.. ada IchiRuki nya loh.. –senyum gaje ke arah Ichi-
Ichigo : Hehehe.. Kalo gitu bikin aja!! Gue setuju banget!!!
Mayen : Ckckckck.. Giliran ada IchiRuki mereka langsung akrab. Oke terusin bales review. Dari Jigoku-Ai-Risa-Toushirou, Iya ini udah update kok.
Aizen : Huaa!! Gue batal nikah!! Author!! Gue nuntut ganti rugi!!!! Selanjutnya dari MikidaCAT, Hahaha.. sekarang kan hallowen bukan natal. Kug ada santa nyasar!!
Byakuya : Syukur deh gue ga jadi lebih menderita. Author memang baik deh sama gue! –meluk BinBin-. Next dari RabicHan kawaii na, mereka berdua memang pasangan bego yang klop dan kompak.
BinBin : -pingsan setelah di peluk Byakuya-
Mayen : Kyaa!! Bin, lo curang!! Gue juga mau di peluk Byakkun!! Terus dari DiLLa-SaGi GaK Mau LoGiN, gpp kok. Asal review aja. Hah? AiByaku? Ya ampun itu pair bisa bikin dunia kiamat!! Eh? Mau ngegambar gue.. BOLEH BANGET KOK!!!! Bin, sadar! Lo di bilang keren tuh…
BinBin : -masih tepar dengan hidung mimisan-
Rukia : Nii-sama parah banget lo sampe bikin nie author tepar gini. Dari tako-agni, haha.. Gin lo di suruh sabar tuh. Wah itsumo arigatou agni-san karena udah mau benerin di mana letak salahnya nie author.
Gin : Cih.. Gue selalu sabar kok. Makanya sekarang gue dapat berkah dengan boleh ikut balik ke Soul Society. Lalu dari Suza Tamaki-chan, Ini udah update kok mas…
Hitsugaya : Lagian juga kenapa kidou taichou childish itu ngebolehin mereka ikut balik sih. Dari Mayonakano Shadow Girl, Hahaa.. untungnya dia ga jadi nikah ya..
Aizen : Hiee!! Pangeran! Teganya lo mau ngirim gue ke RSJ!!! Next dari shiNomori naOmi, Iya tuh Grimmjow penyakit playboy nya memang bikin sengsara.
Mayen : Oii Bin.. sadar donk!! Bales review juga dunk!! –ngasi daun sirih-
BinBin : -bangkit, nyumpel idung pake daun sirih- Umm.. Selanjutnya dari Hitsuika, lucu ya? Makasih deh…
Ichigo : Huee.. darahnya netes tuh Bin!! Terus dari Mr Konnichiwa lagi ngompol, wah.. nama yang aneh. Hahaha… kreatip ya.. ckckck.. ada juga yang bilang ini fic kreatip yah.
Byakuya : Kreatip dalam hal nyiksa gue. Dari June Narcieuqe, nah. Ada lagi yang bilang keren. Ya ampun.. iya ini udah update kok.
Renji : Dan yang terakhir dari Sunako-chan .. WHAT?! Dia lagi? Ya amun ga sabaran banget sih ampe review dua kali. Ini udah update..
BinBin : Iyee…. Makasih banyak buat reviewnya. Tanpa review kalian semua gue ga ada semangat buat ngetik di sela banyaknya ulangan harian. Sekali lagi terima kasih ya dan jangan lupa review lagi!!!
Mayen : Jangan lupa juga kalo masih ada chapter FINAL yang di jamin gaje. Jadi tunggu aja ye…
All character : MOHON REVIEWNYA!!!! SAMPAI JUMPA DI CHAPTER FINAL!!!!
AYO TEKAN IJO-IJO DI BAWAH DENGAN IKHLAS DAN BERIMAN -?-
