Choronos Time

Chapter 7

Brace yourself, this chapter will be more longer than other chapter from Choronos Time

Entah bakalan ada humor ato nggak, yang pasti kali ini ide mengalir keras (?) untuk chapter yang satu ini, sebagai pula perpisahan kita (padahal di fic bara no tenshi ngomong nya hiatus, tapi kok masi apdet-_-Baka author emang, tapi sebenernya saya mau post satu cerita lagi fandom ff8, kan… kapan coba hiatus nya? -_-), karena saya akan hiatus karena saya akan menghadapi neraka (UN)

A Kingdom Hearts Fanfiction

Kingdom Hearts Owned by Square-enix & Disney

"kok bisa bebas sih?"

"Namine! Kita mau kemana?"


Chapter 7 : The Battle Begin

Roxas House-

Normal POV-

"Rox!" Panggil Sora dari pintu rumah

"Sora! Sudah siap?" Tanya Roxas yang sepertinya hendak melakukan sesuatu, sesuatu yang sangat besar

"Ya! Sudah aku siapkan semuanya! Kita tinggal menunggu Kairi melakukan apa yang harus dia lakukan" Jawab Sora

"Tapi… Kairi kan agak lemot, aku takutnya Namine akan bertindak semaunya sebelum Kairi menceritakan semua rencana…" tambah Sora ketakutan

"Memang sih Namine suka bertindak semaunya sendiri, seperti kemarin kan…." Kata-kata Roxas terhenti sampai situ

"Rox?" Sora kebingungan yang melihat Roxas tiba-tiba diam

Roxas mengingat semuanya, yang kemarin terjadi,

'Namine…untuk apa kamu melakukan itu.. apakah kau tidak tahu kalau aku akan melindungi sampai akhir? Kamu tidak perlu melawan ayahmu dan Vanitas sendirian, ada aku disini yang bisa menemani, menjaga, dan membantumu untuk melawan ayahmu dan Xemnas…. Nam….' Pikir Roxas panjang lebar yang membuat Sora bingung

"Helloooo~!" panggil sora dengan mendekatkan wajahnya ke Roxas

"Bwuuuh" Sora bersuara aneh sambil mengeluarkan wajah anehnya ( yang maen KH 2 pasti tau mukanya sora sekarang, yang waktu di deket-deket ending, dan di agrabah, scenenya ada yang menunjukkan wajah sora ini)

"Kyaaaa!" ZRET! Roxas kaget dan tersentak, karena kaget dia langsung menyabet wajah Sora dengan keyblade yang tiba tiba muncul di tangan nya , dan alhasil Sora langsung mewek ga jelas "KYAAAAAA! GYAAAAA! #PIIIIIIP#

Replay

"Hei Sora hentikan wajahmu! Kamu mau aku tampar?" Kata Roxas agak menantang, karena Roxas juga merasa pengen ketawa lebar karena muka Sora tapi Roxas pengen stay in cool makanya ngomong begitu, WAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAK *KENAPA MALAH AUTHOR YANG KETAWA GA JELAS? #dimutilasi

"Okay Rox! Santai! Maen-maen sedikitlah!" Kata sora mencairkan suasana

"Lebih baik sekarang kita memikirkan mereka berdua, itu dua anak gimana?" tambah Roxas

"Hmm… entahlah…"


Palace-

"Ayo.. Kai!" Ajak Namine untuk melakukan sebuah aksi

"Kau siap?" Tanya Namine lagi

"Si..siap? Siap untuk apa?!" Kairi bermaksud untuk bertanya tapi terlambat

"Heyaaaa!" Namine menghampiri penjaga tersebut sambil menarik Kairi dalam maksud menendang sang penjaga bersama-sama, tapi karena Kairi telat, kan dia gatau mau ngapain, penjaga nya masih terjaga sedikit

"KAI! " Jerit Namine untuk memberikan aba-aba pada Kairi untuk melakukan apapun yang ia suka

Dan tau dia ngapain?

A.N Teeet Tereeet, sebelum Lanjut , author mau kasih pertanyaan

Bagaimana selanjutnya?:

a. Kairi mukul penjaganya ala banci-banci kaleng #Plak

b. Kairi lari, kabur meninggalkan Namine sendirian

c. Kairi jadiin Namine pedang #WHAT?

d. Kairi mengambil tombak yang di pegang penjaga dan menusuk penjaga tersebut

Dan jawaban nya adalah… eng ing eng:

Kairi langsung mendekati penjaganya dan mengangkat tangan nya SYUUUT!

"Iiih.. nakal..nakal..nakal!" Kata Kairi sambil mukul penjaga ala banci-banci kaleng

#EH? WHAT? TUNGGU TUNGGU! BUKAN ITUUUU

Cut! Replay

Kairi mendekati penjaganya dan mengangkat tangan nya SYUUT!

Kairi langsung mengambil tombak yang di pegang penjaga dan menusuk penjaganya

ZLEB! BRUK!

"Kai…?" Panggil Namine

"?" Respon Kairi

"Kau menakjubkan!" Kata Namine sambil mengeluarkan wajah bermata Miss Piggy #Ditampar

Oh Cut, kenapa ni atu author ga bisa seriuss! Replay ah replay

"Kai! Bagus!" Seru Namine kepada Kairi , Kairi mau mengatakan sesuatu tapi

"Ayo Kai Cepat!"

"ah…Nam!…." Kairi seperti ingin mengatakan sesuatu tapi Namine tidak menghiraukan dan malah terus menarik Kairi


-Forest-

"Aduh… mana ini Kairi…." Roxas kebingungan

"Aku rasa… Kairi tidak bisa mengatakan nya kepada Namine, karena Namine sudah bertindak lebih dahulu" tambah Sora

"Aaarrgh… sial! Masa kita harus bertindak juga?" Kata Roxas agak kesal sambil mengacak-acak rambutnya

"Tapi.. tidak mungkin Rox.. kalo kita menyusul Kairi, rencana kita bisa gagaaal!" Sora ikutan mengacak-acak rambut, rambut siapakah? Pastinya rambut Roxas

"hh.. yasudahlah, Sora kamu susul mereka, biar aku yang jaga" Roxas pasrah

"Hah? Jangan, disini bahaya Rox, kamu saja yang susul, biar aku yang jaga" Sora menanggapi perkataan Roxas

"Ada juga kamu yang celaka, aku vampire, kamu manusia, lebih gampang di incar"

"Baiklah.. tapi hati-hati" Kata Sora sambil bersiap bangun, Roxas hanya menanggapinya dengan satu anggukan dan Sora pergi

"Aku harap… bisa berjalan lancar…"

-Mean a while-

"hh..hhh…Namine!" Kairi menjerit sambil di tarik oleh Namine

"Nanti saja bicaranya kai!" Kata Namine tanpa menghiraukan Kairi

Kairi tidak bisa membantah dan hanya bisa mengikuti Namine

Tiba-tiba Namine berhenti di ikuti oleh Kairi, tebak ada siapa?

"V…Va..Vanitas…."

"What are you doing here? I've already preparing our honeymoon, sweetheart"

"Pergi dari hadapanku Van! Aku tidak takut denganmu! Aku tau semua rahasiamu dengan ayahku! (bohong)"

"apa?" wajah Vanitas menantang dihadapan Namine

"…. Ya..yang pasti hal yang jahat!" Namine menjawab dengan nada yang takut

Vanitas mendekati Namine perlahan dan memegang dagunya

"Mau apa kau!?" Mata Namine menajam *tatapannya looh*

"Aku hanya mau kau menuruti perintahku nam" Vanitas hanya tersenyum licik dengan memperlihatkan matanya yang berwarna emas

"Ya..yayaya… mata itu… mata itu adalah kuncinya" Vanitas menunjuk mata Namine yang berwarna biru

PLAK! Namine menampar pipi Vanitas yang menyebabkan Vanitas melepas pegangan nya dan berhenti menunjuk , kemudian ia memegang pipinya

"Nam… Kamu itu tidak mengerti.. apa sih enaknya berteman dengan manusia? Lebih baik.. kamu minum saja darahnya" Keluh Vanitas licik sambil mundur perlahan sehingga jarak Vanitas dengan Namine jauh

"uh diam! Tutup mulutmu!"

"hm..hm..hahahahaha… ayo nam.. tunjukkan dirimu yang asli" Vanitas memancing Namine agar ia menggunakan kekuatan nya

"This is me, This is the real me, there is no other me, no other real me, because I am real" Kata Namine sambil memicingkan matanya

"Tapi.. bagaimanapun juga aku tidak bisa membiarkan kau pergi Namine" Vanitas langsung melebarkan tangan nya kedepan

"Blizaga…" Es meluncur ke arah Namine, dengan sigap Kairi berdiri jauh di depan Namine

"KAI!" Namine berlari ke arah kairi, es melaju sangat cepat, Namine tau dia tidak akan bisa mengejarnya tapi dia tetap berlari sampai seketika

"KAIRRII MENGHINDAR!" Seseorang datang dan langsung cepat melompat ke depan kairi dan menangkis serangan es tersebut dengan senjata di tangan nya

"So….ra?" Mata Kairi terkaget

"Maaf aku terlambat, semestinya aku menyusulmu lebih cepat" Kata sora dengan Posisi yang sama seperti tadi

"Vanitas! Enyah dari sini!" Sora langsung berteriak dengan pose bertarungnya

"Ada juga kau yang enyah dari sini, ini bukan duniamu, tapi ini… Duniaku.." Vanitas melebarkan tangannya

"cih!" decih Sora sambil berlari ke arah Vanitas

"Apa boleh buat, keras kepala…" Vanitas siap meng-cast spellnya "Fire BALL!" Bola-bola api keluar dari tangan Vanitas dan datang menuju kea rah Sora

"UOOOOOOOOHHH!" Sora menangkis semua bola-bola api tersebut , "Enyah Enyah Enyah Enyaaaaak!" *kok enyak? Manggil emak Sor?* #PLAK

Replay

"Enyaaaaah! Vanitas Pergi kau!" TRANG TRANG TRANG Bola-bola api yang beruntun datang itu di tangkis Sora dengan mudah

"Tidak mungkin!" Mata Vanitas menunjukkan heran kepada Sora, semua apa yang di lontarkan nya dapat di tangkis dengan mudah

"Memang ini bukan duniaku!" Trang Trang Trang! "Tapi…" TRANG! "Aku harus menolong temanku! HEAAAA!" Selesai menangkis Sora langsung mengayunkan keybladenya nya ke arah Vanitas dari atas

TRANG!

Serangan Sora ditangkis , bukan oleh Vanitas tapi, sebuah lance tiba-tiba mendarat di depan sora dan Vanitas yang membuat serangan Sora terhenti

"Hey Kid, don't touch my brother" ,terdengar suara dari atas, seorang pria berambut hitam yang di sekitarnya terdapat lance 5 buah, lance yang menancap di bawah di tariknya kembali ke atas

"Siapa kau?!" Jerit Sora terhadap pria tersebut

"Siapa aku? Aku tak perlu menjawab, tapi… Siapa kamu?" pria tersebut langsung meloncat ke depan Vanitas

"Jangan kau usik saudaraku" ancamnya sambil mengerakkan ke enam lance nya

"Untuk apa kau kesini…. Xaldin?" Vanitas tiba-tiba menyela aksi nya

"oh? Memangnya aku tidak boleh menghadiri pernikahan adikku sendiri? Tapi ternyata pada saat aku kesini, malah melihat kau mau diserang seperti ini" Katanya sembari tersenyum licik

"oh.. tunggu dulu…" Kata Xaldin tiba-tiba seperti menganalisa senjata milik sora

"So you were the Choosen weilder?" Kata-kata Xaldin membuat Sora bingung

"Choosen.. Weilder?"

"aku sangat tidak menyangka dapat bertemu dengan kau" Xaldin tersenyum licik

"Hey… Tidak mungkin dia the Choosen one" Vanitas melipat tangan nya

"Vanitas… lihat senjatanya"

"Yea.. aku tahu.. tapi di antara para keyblader hanya 1 yang merupakan Choosen one"

"Yah.. tidak ada salahnya jika kita bermain sedikit dengan nya, sangat jarang loh menemukan seorang keyblader"

Xaldin langsung menyiapkan enam lance nya yang siap menyerang sora

"Prepare yourself, keyblader" enam-enam lance nya langsung menuju Sora

"Sora!"


Roxas Side-

"Baiklah… kenapa sekarang malah…. Sora ikutan ngilang?"

"Hadeh… pening..pening… Susah payah bikin rencana, apa gunanya kalo ga dilakuin?"

"hh.. payah"

"Tak ada gunanya, ah! Batal!" Roxas langsung bangun dan berlari mencari Sora, Namine, dan Kairi

TRANG! Keyblade Sora terlempar

"SORAA!" Kairi menjerit dan menghampiri Sora

"Xladin! Vanitas! Kalian keteraluan!" Mata Kairi menghadap ke Vanitas "Apa yang kau mau dari Namine?! Lepaskan dia, biarkan dia pergi!"

"Apa yang kubutuhkan?" Vanitas tertawa licik "baiklah.. mungkin sebaiknya aku memberitahu kalian apa yang kubutuhkan, sebagai salam perpisahan"

"Namine… Yang kubutuhkan darimu adalah.. kekuatanmu… A Shed Aero Tears of Vampire Heart…."

"A power from your beloved dad"

"?!" Namine terkaget dengan perkataan Vanitas

"Maksudmu… kekuatan dari baginda XIGBAR?" Mata Namine melebar, tentu ia kaget, karena ayahnya tidak pernah memberitahukan nya kekuatan nya

"Ah… jadi kamu tidak tahu? Sungguh lugu…" Vanitas tersenyum licik (again) "Baginda Xigbar hanyalah ayah angkatmu… mengerti?"

"Ti…TIDAAAAAAAAK!" Namine menjerit dan meringkuk sambil menutup kedua telinganya

"Hentikan itu semua! Aku tidak mau mendengarnyaa! AAAAAAAAA!"

"Xigbar mengangkatmu sebagai anak,bukan karena ia ingin menyayangimu, tapi karena dia ingin menjadi Raja, ayah Xigbar dulu pernah ingin mengangkat Xigbar sebagai raja, tapi karena Xigbar belum punya anak.. maka ayahnya batal mengangkatnya, bagaimana Xigbar bisa punya anak jika dia… tidak pernah bisa menikah?"

Namine terus menutup telinganya, sedangkan Vanitas melanjutkan bicaranya

"Maka dari itu, Xigbar bercerita dengan ayahku .. dan ayahku membunuh ayahmu karena ayahku merasa kamu yang mewarisi kekuatan nya akan sangat meroptkan, makanya dia memilih ayahmu untuk di bunuh dan mengambilmu untuk diberikan kepada Xigbar…. Dan Xigbar memperkenalkan kau yang masih bayi pada ayahnya, dan membuat berbagai kebohongan seperti… ibumu meninggal, sehingga membuat ayahnya percaya dan akhirnya Xigbar bisa menjadi raja"

"Bohong… Vanitas… KAU BOHONG! BOHOONG! YOU'RE A BIG FAT LIER!" Tangis Namine pecah, hatinya sangat teriris begitu mendengar kalau… ayahnya menganggapnya anak hanya untuk cara agar dia bisa menjadi Raja The World that Never Was…

"Ayah… kenapa… aaaaaaaaaa!" Namine menjerit berbareng dengan tangisan nya yang tidak bisa dia tahan

"Dan Bahkan sekarang dia ingin memanfaatkanmu untuk kesenangan nya sendiri" Vanitas terus melanjutkan perkataan nya

"VANITAS HENTIKAN SEMUA INI!"

Vanitas membalikkan badan nya dan bisa melihat…..

"Ba…Bagaimana kau bisa…."

"Bagaimana aku bisa kabur? Bagaimana aku bisa terbebas dari spell mu?"

"?" Mendengar Vanitas dan seseorang itu berbicara, Namine langsung mengangkat kepalanya dengan wajah yang dan mata yang basah, bisa dilihat disitu, pemuda yang paling disayanginya sampai kapanpun

"ROOXASS!" Namine langsung menjerit dan berlari ke arah Roxas, dia langsung melompat dan di tangkap oleh Roxas

"Roxas! Vanitas bohong kan? Dia bohong kan? Iya kan?" Mata Namine terus berlinang air mata dan ia terus menanyakan pertanya seperti 'iya kan? Dia tidak benar kan? Apa benar begitu? ' dan sebagainya

"Roxas! Kamu tahu kekuatanku! Jadi pasti Vanitas berbohong! Iya kan?!" Namine terus menanyakan pertanyaan nya berulang kali, Roxas tidak bisa menjawab, yang bisa lakukan hanyalah mengeluarkan wajah yang seperti berduka cita

"ROXAS! JAWAB AKU!"

"Ayahku… adalah… Sahabat ayahmu… sehari sebelum ayahmu di bunuh… ayahmu menceritakan semuanya.. dari Xemnas yang menargetkan ayahmu untuk dibunuh.. sampai kekuatanmu… sehari setelah ayahmu meninggal.. ayahku mengetahui bahwa kau di angkat oleh Xigbar untuk menjadi anaknya, dan ia memrintahkanku untuk bekerja menjadi butlermu agar aku bisa melindungimu… tentu dengan nama samaran… maaf Namine…"

"…. Nama… samaran…? "

"Nama asliku…." Roxas agak susah untuk menjawab dia diam saja ketika ditanya Namine

"Jawab.. Roxas! Kenapa kamu tidak memberitahuku dari awal? Kenapa kamu bohong padaku!?" wajah Namine sekarang menunjukkan kekesalan "kamu… orang terpecayaku Rox… kenapa kamu…" Namine mengeluarkan wajah stressnya

"Maaf… Namine… aku takut kamu tidak siap menerima semua ini… maka dari itu.. aku tidak pernah menceritakan yang sebenarnya…." Roxas memegang kepala Namine

"Wah.. wah… ternyata putra semata wayang Tidus berani menyamar segala ya…" tiba-tiba Xaldin angkat suara

Roxas langsung mengubah arah nya kea rah Xaldin "KAU?!"

"Hai.. Nice to meet you, or maybe I'll say… Long time no see?" Kata Xigbar sambil melambai tangan nya

Sepertinya Roxas sangat benci dengan Xaldin, langsung dia berlari menuju Xaldin dengan tangan kosong yang tiba-tiba terdapat keyblade, Xaldin terkaget dan langsung menggerakkan lance nya untuk menangis serang Roxas dan terkaget karena senjata yang dikeluarkan Roxas adalah keyblade

"Keyblader?!" Xaldin benar-benar terkejut dengan senjata yang Roxas keluarkan

"I didn't know what I use to attack you, but I didn't care what it is" Roxas terus menyerang Xaldin yang kewalahan menangkis Roxas dengan six lancenya

"Uuh… Vanitas! Bantu aku!" Jerit Xaldin sambil terus menangkis serangan Roxas

"Okay..okay.. masa tikus seperti itu tidak bisa kau lawan?" Vanitas baru akan meng-cast spell dengan tangannya yang sudah di lebarkan, tapi

"Jangan sentuh temanku!" Sora yang sedari tadi sudah mengambil keyblade nya yang terlempar langsung berlari menuju Vanitas dan siap menyerangnya

"Ap… cih! SHIELD!" di depan Vanitas muncul sebuah tameng, tapi tameng nya dapat di pecahkan oleh sora

Pertarungan antara Sora dan Vanitas terus berlanjut begitu pula Roxas dan Xaldin, sedangkan Namine hanya bisa terpaku di seberang sana, Kairi yang melihat Namine langsung mendekatinya, tapi tentu saja ia berhati-hati menyebrangi orang-orang yang sedang berkelahi tersebut

"Nam..Nam!" Kairi menghampiri Namine, dan menguatkan nya

"Namine! Jangan perdulikan perkataan Vanitas, Kau adalah Kau! Walaupun orang tua mu bukan baginda, setidaknya kamu tau kebenaran nya dan kamu harus bisa menghadapi itu.. You must face it… No matter what!"

Wajah Namine kosong, dia benar-benar tidak tahu harus apa, yang bisa Namine pikirkan hanyalah 'ayah kenapa kau begitu..ayah kenapa kau tidak menceritakan sebenarnya… Roxas kenapa kamu tidak cerita….Xemnas teganya kamu membunuh ayah kandungku…' Namine komat kamit ga jelas #DUAGH!

"Namine! Tolong jangan seperti ini!"Kairi menjerit kepada Namine

"KAI AWAS!" Kairi terkaget dan langsung membalikkan badannya, ia bisa melihat ada bola-bola api nyasar ke tempatnya dan Namine, dia langsung mengepal tangannya di depan wajahnya, tiba-tiba

TRANG! Bisa di lihat, bola-bola api itu terpental, setelah diteliti, ada sesuatu yang muncul di tangan Namine…. Sebuah.. keyblade, sedangkan di tangan satunya terdapat sebuah Shield

Wajah Vanitas terkaget karena begitu banyak keyblader di sekitarnya, apalagi orang yang paling tak terduga.. Kairi, dia sempat berfikir bahwa salah satu di antara mereka bertiga ada seorang yang merupakan the Choosen One, seseorang yang powerfull.. the wielder yang dapat mengalahkan kekuatan Namine, lebih kuat daripada kekuatan Namine, A Shed Aero Tears of Vampire Heart, yang bahkan tidak diketahui ujung kekuatan nya sampai mana

"A..ah?" Kairi tercengang melihat sebuah keyblade dan shield di kedua tangannya #oke maruk amat pake 2 senjata#

Keyblade kairi lebih terkesan rumit daripada keyblade Sora dan Roxas, Miliknya lebih terlihat seperti bunga-bunga di ujung nya dan bertuliskan 'Destiny Embrace'

"Destiny… Embrace?"

"Vanitas! Cepat bunuh perempuan itu! Dia seorang keyblader dan guardian! Dia bisa lebih berbahaya daripada Sora dan Roxas, cepat sebelum dia bisa terbiasa dengan kekuatan nya, dia bukan the Choosen One, Bunuh Dia!" Jerit Xaldin seraya memainkan six lance nya yang berterbangan melawan serta menangkis serangan Roxas

"Shield?"

Sementara Kairi terbingung dengan dua buah senjata yang muncul di tangan nya, "Vimuku!" Vanitas menumbuhkan sayap pada punggung nya dan melebarkan tangan nya, sambil terbang dia meng-cast spell kepada Kairi, "Death!"

"KAI!"

"huh?!" Kairi mengangkat kepalanya ke arah Vanitas, bisa terlihat sebuah dewa kematian yang membawa Death Scythe keluar dari tangan Vanitas , Kairi langsung menggunakan Shield nya dan Shield itu langsung mengeluarkan sebuah cahaya yang mendorong Shinigami itu kembali kebelakang

"Beat That! HAAAAA!" Setelah cahaya terang tersebut mulai pudar, Kairi langsung mengambil sebuah pijakan untuk dia injak untuk melompat ke arah Vanitas,

"Maaf Vanitas… tapi aku harus membantu Namine!" Katanya sambil mengayunkan pedangnya "Destiny POWER!" sedikit lagi Vanitas terkena serangan Kairi, akan tetapi TRANG!

Lagi-lagi seseorang membantu Vanitas

"A..Ayah!" Vanitas terkaget tiba-tiba melihat sebuah tameng berwarna hitam di depan nya

"Hey… sedang terdesak?" Kata Xemnas Santai sambil bersiap menyiapkan serangan nya

Kairi yang baru berpijak di lantai langsung lari ke arah Namine dan membawanya kabur, Roxas dan Sora juga kabur dengan sedikit waktu

DUAAAR!! Sebuah jaring-jaring berwarna hitam memenuhi lorong tersebut

"Ayah.. Hentikan.. Mereka hilang" Kata Xaldin santai sambil mencoba menarik salah satu dari six lancenya yang menancap di atap (?)

"Oh.. sudah kabur…" Kata Xemnas dengan tampang-tampang bego gimana gitu #DOOORR!, sambil menarik kembali kekuatan nya

"Untuk sementara ini biarkan kita menyusun rencana dulu, Namine sudah mendapatkan Guardian yang kebetulan juga seorang keyblader, bahkan dia dibantu oleh 2 keyblader lain nya…"

"Sora… dan Roxas…" Kata Xemnas melanjutkan perkataan Vanitas

"ngomong-ngomong… wanita berambut merah tadi.. seorang Guardian?" Xemnas melipat tangan di depan nya sambil berdecih ria

"Ya… tak kusangka seorang Keyblader dan Guardian seperti dia berada di sisi Namine, Kalau tidak dia bisa kita manfaatkan" Xaldin sangat santai, nng… sebenarnya tidak.. daritadi dia berusaha menarik salah satu lancenya yang nancap di atap(?) sambil berngeden ria (?) #JePLAK

"Tapi… Kekuatan nya masih kalah dengan Choosen One.. Lebih baik kita focus dan mencari siapa The Choosen one itu… Kairi hanya memiliki power keyblade yang nanggung, tapi justru kita harus menghawatirkan Shieldnya, jika kita sudah menemukan The Choosen One dan dapat menariknya ke sisi kita.. Kita tinggal mencuci otak Kairi supaya dia memihak kepada kita… dan… otomatis dengan Choosen One dan Guardian… Kita dapat mengalahkan Namine… Sekuat apapun dia!" Vanitas sedikit panjang lebar, sambil turun dan berpijak lantai

"Baiklah… mari kita temui Baginda dahulu… Xaldin, kamu ayah panggil untuk membantu bukan mengacaukan masalah.. oke?"

"Yea..yea..yea.. aku kan bukan Zexion yang kerjaan nya suka ngelantur" Kata Xaldin sambil memanjat tembok untuk menarik salah satu lancenya yang menancap di atap (?)… *astaga.. masih ngurusin lance nancep -_-*


"Hey… Nam!" Panggil Kairi terhadap Namine yang sedang terbengong di sebuah sungai

"…." Wajah Namine benar-benar kosong

Kairi membalikkan badan nya dan melihat kea rah Roxas sambil mengangkat bahunya, kemudian dia bangun dan berjalan kea rah Roxas

"Bagaimana dengan Namine?"

"Entahlah… aku tidak tahu harus melakukan apalagi… di luar dia memang terlihat sangat kuat… tapi… di dalam dia sangat rapuh…. Tolong kamu bantu Namine.. aku sudah angkat tangan" Kairi tersenyum pahit sambil menepuk pundak Roxas seperti menyuruh Roxas untuk berbicara dengan Namine

Setelah mereka berhasil keluar dari kastil mereka bertiga lari sejauh-jauhnya keluar dari kota The world That Never Was sambil membawa Namine yang penuh bengong. Dan sekarang mereka sedang beristirahat di sebuah tempat di tengah perjalanan…

Namine POV

'Ayah…' aku tidak dapat berfikir sekarang… Ayahku… yang sangat baik padaku.. mungkin terkadang memang menyebalkan.. tapi setidaknya.. aku dirawatnya dengan kasih saying.. dia selalu memenuhi keinginanku dulu… memang akhir-akhir ini ayah berubah… ternyata.. ayah ingin…. Aku tidak mau memfikirkan nya…

"Nam?" aku mengangkat kepala ku perlahan dan melihat Roxas duduk di sampingku

"Kamu tau? Ayah selalu bermain denganku waktu aku kecil, dia menjagaku dan merawatku sampai sebesar ini… aku-"

"Tidak semua orang bisa berubah secepat itu Nam.. walaupun bisa berubah.. pasti ada sesuatu yang membuatnya berubah, Godaan yang susah ia tolak" aku tau Roxas mengatakan itu karena ia ingin menghiburku

"tapi… kenapa kamu berbohong?" Kucoba untuk kembali ke topic yang belum jelas

"uhm… kan aku sudah bilang, aku takut kamu tidak siap" Wajah Roxas jadi ikut-ikutak muram setelah menjawab itu

"Roxas…."

"?"

"aku ingin Tanya….. sesuatu…"

"apa?"

"Siapa Nama ayahku?"

….

..

.

.

To Be Continued

A.N : WOKEEEEEE! Eiiittss jangan review dulu! (Author Geer sapa juga yang mau ripiew?) maksudnya, jangan di close dulu, cerita buat ente masih panjang, CHAPTER BONUS EGEIN~ CEKIDOT~

Chapter Free : The One and only Xion, The Short Bob Black Girl

-Twillight Town-

"Olette! AWAAAAS!"

"KYAAAAAAAAAA!"

BUAAKK!

"HAYNERRRR!" aku menjerit ke arah pemuda yang suka seronok ini

"Aduh… Maaf! Kau lihat Xion tidak?" Tanya nya sambil membantuku bangun

"Entahlah… mana aku tahu.. aku tidak bertemu dengan nya dari tadi pagi"

"okay.. Thank's!" Hayner langsung menaiki Skatenya dan pergi

Xion…. Wanita periang dan ceria itu jadi berubah semenjak insiden menghilangnya sora ditambah rasa sukanya kepada pemuda yang tidak sengaja dikenalinya, Wanita berambut bob hitam pendek itu… terasa sangat sepi…

"Xion!"

Dan akhirnya pun aku menemukan Xion di sebuah tangga di SandLot, dia terlihat sangat kesepian…

"Hei Xion" Kutepuk Pundaknya

"Olette… aku… aku ingin mati…"

"Xion! Kamu bicara apa?!" aku benar-benar terkejut dengan perkataan Xion yang benar-benar tidak masuk akal, sesaat aku bertanya itu tiba-tiba Xion malah mengangkat kepalanya dan dia melihat sesuatu, jika kutebak.. dia sedang melihat Fuu dan Seifer yang ada disana, Kurasa Xion iri dengan mereka

"Xion… Kamu tak perlu begini… masih ada pria lain kok" yah… difikiranku sih hanya Hayner, hahahaha… memang Hayner itu paling peduli sama Xion, walaupun Xion pedulinya sama Sora

"Siapa? Hayner?"

"yaah… hei… darimana kau tahu Hayner suka padamu?" Kutanya pada Xion karena aku merasa agak terkaget

"Barusan…."

-Flash Back-

"Hey… Xion"

"?"

"aku… aku suka padamu…"

-End of flash back-

"Hayner langsung mengatakan nya tepat di depanmu?!"

"yah.. kuakui dia seorang pemuda yang berani.. tapi saat ini yang dapat merebut hatiku dari Sora hanya seorang pria yang tak kukenal itu"

"Lagi?"

"huh?"

"Xion.. aku tidak tahu dari mana kamu bisa mengenal pemuda ini, tapi bagaimana kamu bisa tiba-tiba suka dengannya?" aku bangun dan berkacak pinggang di depan nya

"Xion! Dunia itu luas! Pemuda itu banyaak! Tidak Cuma SORA! Ataupun pemuda yang tidak dikenal itu!" Kataku sambil teriak dan mangkat tanganku kemudian berputar-putar

"Ayo Xion! Aku akan membantumu menghilangkan rasa sedihmu!" aku menarik tangan Xion kemudian kami pergi ke market palace

Ditengah jalan aku dan Xion bertemu dengan hayner

"Hei! Hayner!" Sapaku terhadapnya

"Oh.. Olette!"

"Oh… Kau rupanya Xion…" Wajah Hayner tertunduk, dan wajah Xion pun ikut tertunduk

"Hayner.. Maaf atas perlakuan ku pada mu tadi.. aku tidak ada maksud untuk memarahimu"

"yah… aku pun tidak sopan" Hayner terlihat tersenyum kecewa didepan Xion

"umm… Hayner.. Kemari!" aku menarik tangan hayner dan berbicara dengan nya sebentar

"Kamu temani Xion ya! Aku ada urusan! Buatlah dia bahagia!" Kataku kepada Hayner

"He..Hei! Kenapa harus aku? Kan ada kau?!"

"Aku ada urusan! Ya!, sana! Disana ada wanita berambut bob hitam pendek, The One and Only Xion, tidak akan ada lagi orang seperti dia! ayo Rebut Hatinya! Go Hayner!" aku langsung berlari pergi meninggalkan Hayner, lalu mengambil posisi 'Sneek a Peak'

"Hehehehe… mari kita lihat seberapa berani Hayner?" aku mengikuti gerak gerik mereka, aku tidak bisa mendengar perkataan mereka dengan baik, yaaah… ku ikuti saja, siapa tahu Hayner bisa membuat Xion ceria lagi

Pertama Hayner mengajak Xion untuk berjalan-jalan mengelilingi pasar, kemudian Hayner terlihat seperti membelikan nya sebuah barang… apa itu?... HA?! CINCIN?

'Cincin? Sejak kapan Hayner segila itu, perasaan walaupun Hayner Suka pada Xion dia tidak segitunya sampai membelikan Xion cincin… Kurasa perasaan nya sangat besar.. hahahaha'

Kuterus mengikuti mereka berdua, sedikit demi sedikit aku bisa melihat Xion tertawa… tapi… eh… aku kehilangan jejak mereka!

"Kemana Hayner dan Xion?!" aku terus melengak lengok untuk mencari keberadaan nya sampai…

"Hey Olette!" Sebuah suara pemuda yang membuatku membatu dan perlahan kbalikan kepalaku

"Ha…Hayner! Xi…XION!?"

"apa yang kau lakukan disini? Katanya ada urusan… urusan… mengintip kami HA?!" Hayner mengeluarkan wajah Doom nya yang sangat menyeramkan

"K…KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

Kisah Perjalanan Xion belum berkahir sampai sini… aku harap… Xion bisa terus ceria walaupun tidak ada Sora dan pemuda yang tidak dikenalnya, Xion.. Wanita berambut bob pendek satu-satunya, The One and Only Xion

….

..

.

To Be Continued

Choronos Time

Kyahahahkyahahahkyahahahkyaa ah

AKHIRNYAA! KITA TAU NAMA BAGINDANYA YEAAAAH~ MARI BERI APPLAUSE! PROK PROK PROK

Ngomong" kenapa gw bisa berfikir baginda nya itu Xigbar ya?

Bodo amat yang penting Hepi, keknya ini bener-bener fic terakhir deh… tapi gatau juga.. yah pokoknya nantikan saja, soalnya terkadang walaupun saya ngomong Hiatus, saya bakal tetep…. 'Nulis Fanfiction' *Di gaplok emak*

CURCOL CUROL!

Buat Reviewer Etalyrca-Etalirka: Don worey~ Xion udah saya pasangin sama yang lain kok. hwhwhwhwh, Thak's for the review, ini uda lanjut wkwkwk

OKDEH! SEE YOU NEXT TIME!

GUE KASIH BOCORAN BIAR PADA STRESS MIKIRIN LANJUTAN NYA! MWAHAHAHAHAHA #licik

"TIDAAAAAAAAAK!"

/

"Ku…Kumohon.. JANGAAN!"

/

"Aku suka padamu"

"hah?"

Love, Leonhart Riu, Author Fanfiction paling abal sedunia

Arigatou Gozaimazuu~