Elf
"What is it, Fall-in-Love?"
Chapter 8
Disclaimer :
Ini hanya khayalan. Tokohnya pun khayalan, cuma namanya mirip sama memberdeul super junior, kkkk~
Cast :
Super junior members
OC
Rate : K - T
Genre : Fantasy/Friendship
Summary :
Leeteuk menemukan yeoja di kamar Donghae. Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Donghae POV
Aku baru pulang dari Hagwon. Ooooh, ini sudah jam 8 rupanya. Lelah sekali. Ku lihat Teuki Hyung mondar-mandir di depan kamarku.
"Hyung, mwo hae?" tanyaku.
Ia masih menatapku dengan tatapan yang sulit ku artikan.
"Wae geuraeyo, Hyung?" tanyaku.
"Nuguya?"
"Na? Nan Donghae-ya. Kau lupa pada ku?" aku menunjuk hidungku.
"Geu Yeoja, Nugu?!" bentak Teuki hyung.
Geu Yeoja? Omo! Teuki hyung pasti melihat Elf!
Tapi, bukankah ia hanya muncul dihadapanku saja?
Aish, kenapa aku lupa, dia bahkan sudah berteman akrab dengan Eunhyuk. Ia juga sudah muncul didepan Kyuhyun, bahkan Heechul Hyung dan Ryeowook.
"LEE DONGHAE!" pekik Teuki hyung.
"N.. ne, hyung." Jawabku. Hhh… tidak ada pilihan lain selain menjelaskannya pada teuki hyung.
"A… Aku akan menjelaskannya. Aku taruh tas ku dulu." Ujarku.
Teuki hyung menyingkir dari pintu kamarku. Aku membuka kamar dan mendapati Elf sedang tertidur di tempat tidurku.
Aissshhh.. Dasar!
Teuki hyung ikut masuk ke dalam kamar.
"Aku… akan membangunkannya." Ujarku.
"Ya! Ireona!" Astaga badannya panas.
"Hyung, badannya panas sekali." Ujarku. Leeteuk hyung mengikutiku menyentuh kulit Elf.
"Lalu karena badannya panas, kau merasa harus membiarkannya tidur di kamarmu?" tanya Leeteuk hyung dingin.
"Tidak, hyung. Bukan begitu." Jawabku.
"Lalu kenapa dia bisa ada disini? Apa dia pacarmu?" cecar Leeteuk hyung.
"Aniyoooo!" Jawabku. Aisssh, Ottoke?
Keadaan Elf sekarang persis seperti saat dia jatuh dari pohon waktu itu.
Ah benar!
Kipas!
Aku mulai mencari apa saja yang bisa mengipasi Elf.
"LEE DONGHAE!" Teuki hyung masih marah.
"Jamsimanyo, teuki Hyung. Aku akan mendengarkan semua omelanmu nanti, setelah Elf bangun. Aku bisa menjelaskannya jika ia sudah bangun." Ujarku masih sibuk mencari 'kipas'.
Teuki hyung dengan sabar menungguku mengipasi Elf dengan buku tulis. Matanya sama sekali tak beranjak dariku. Rasanya aku sedang diintai singa lapar. Elf bangun lah!
Matanya terbuka.
Akhirnya!
"Ya! Gwenchanayo?" tanyaku.
Elf menoleh padaku. Mata Teuki hyung menatap curiga pada Elf.
"Kenapa tiba-tiba kau tidur disini?" tanyaku.
"Kenapa tiba-tiba kau tidur disini."
Khhh… aku lupa!
…
"Ige mwoya?" tanya Teuki hyung dengan sangat dingin.
"Ada apa hyung?" Kyuhyun yang sepertinya baru pulang masuk ke kamarku. Ia menatap heran semua yang terjadi. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Kalau aku menjelaskan pada teuki hyung sekarang, Elf akan menirukan semua kata-kataku, dan membuat semuanya runyam.
"Tunggu dia sembuh dulu ya Hyung." Mohonku.
"Aku ingin penjelasan sekarang." Tegas Teuki hyung.
"Kenapa tiba-tiba kau tidur disini ige mwoya ada apa hyung tunggu dia sembuh dulu ya Hyung aku ingin penjelasan sekarang." Mendengar Elf mengulangi dialog kami, aku menunduk putus asa.
'Apa yang harus aku lakukan?' batinku.
"Memangnya apa yang terjadi?" tanya Elf. Aku menatap Elf. Aku yakin Teuki hyung dan Kyuhyun juga sedang menatap kami.
Benar juga, Elf bisa membaca pikiranku, dan menjawabnya tanpa mengulangi kata-kataku.
'Elf? Kau dengar aku kan?'
"Eum." Ujar Elf.
'Kalau begitu jelaskan pada mereka, siapa dirimu.'
Elf menoleh. Ia menatap Teuki hyung dan Kyuhyun.
"Bukan, Teuki hyung. Aku bukan pacar Donghae. Aku Elf. Aku….." Elf menjelaskan semuanya, awal bertemu denganku, perjanjiannya denganku, kisah hidupnya, dan tujuannya berada disini. Teuki hyung menatapnya heran. Mata Teuki hyung melebar, dan keningnya berkerut ketika Elf melanjutkan kalimat demi kalimat yang merupakan jawaban keheranan yang mungkin dipikirkannya.
"Ne, kita pernah bertemu sebelumnya, Kyuhyun-ah. Aku pernah muncul dihadapanmu saat kau berada diperpustakaan." Tutup Elf mengakhiri perkenalan panjangnya sambil menoleh pada Kyuhyun. Mata Kyuhyun membulat.
"Berarti…. kau hantu yang waktu itu?!" tanya Kyuhyun.
"Berarti kau hantu yang waktu itu." balas Elf.
Aku menepuk kepala.
Aish, seharusnya Kyuhyun tidak perlu bicara apa-apa. Ia cukup memikirkannya. Begini 'kan jadinya!
"Teuki hyung, Kyuhyun-ah. Ia sedang sakit. Ia akan menirukan semua kata yang kita ucapkan. Sebaiknya jangan mengatakan apapun." Ujarku.
Elf mengulangi kalimatku.
'Kau kenapa?' batinku.
"Aku sangat kelaparan. Dan aku terus berada di kamarmu."
'Kan di dapur ada banyak makanan!'
"Kalau aku mengambilnya begitu saja, berarti aku mencuri. Mana boleh aku melakukan kejahatan. Nanti sayapku tidak tumbuh-tumbuh. Lagipula ada seorang ajumma yang masuk ke rumah ini ketika kalian sekolah." Jawabnya.
'Itu Jang ajumma. Kalau begitu, tunggulah sebentar, aku akan mengambilkan makanan.' Aku berbalik, melangkah keluar kamar. Tak lupa aku melirik Teuki hyung dan Kyuhyun yang masih terbengong.
…
"Hyung, kau berteman dengan hantu?" Kyuhyun mengikutiku ke dapur.
"Bukan hantu, dia Elf." Jawabku.
"Y.. yaa.. tetap saja dia makhluk gaib." Dari suaranya Kyuhyun masih shock. Aku menoleh.
"Lalu kenapa kalau makhluk gaib?" tanyaku.
"Berarti benar apa kata eomma. Hyung berteman dengan makhluk-makhluk seperti itu." ujarnya.
"Kata eomma? Apa maksudmu?"
"Iya, kau dulu…." Ucapan Kyuhyun terputus.
"Kau dulu bicara sendiri, bermain sendiri, dan tertawa sendiri. Saat eomma tanya kau bicara pada siapa, kau bilang pada temanmu." Ujar Teuki hyung. Ia mengikuti kami ke dapur rupanya.
Aku bengong tidak percaya.
"Jongmalyo hyung?" aku tidak ingat.
"Eoh. Makanya eomma sangat khawatir saat kau bilang ada yeoja dikamarmu tempo hari. Jadi dia yeoja itu?" lanjut Teuki hyung. Aku mengangguk. Masih shock dengan cerita masa laluku.
"Tapi… sekarang kalian bisa lihat makhluk astral yang jadi temanku bukan? Berarti aku tidak mengada-ada, 'kan?" ujarku.
"Hyung, izinkan dia tinggal bersama kita ya, hyung. Dia hanya ingin berbuat baik agar sayapnya tumbuh. Lagi pula aku sudah menyanggupi untuk membantunya " Lanjutku memohon pada Teuki Hyung.
"Berapa lama dia akan tinggal disini?" Tanya Teuki hyung.
"Na do mollayo. Yang jelas hanya sampai sayapnya tumbuh." Ujarku.
"Berapa lama lagi sayapnya akan tumbuh?" tanya Teuki hyung lagi.
"Na ottoke ara?" Aku jadi frustasi kalau begini.
"Keurae hyung, kalau hyung tidak mengizinkan dia tinggal disini, setidaknya biarkan dia disini sampai dia merasa baikan. Eoh?" Aku mencoba bernegosiasi.
Kyuhyun masih terdiam. Entah apa yang ia pikirkan, yang jelas ia masih menatapku dengan kening berkerut-kerut, serta kuku jari telunjuk yang ia gigit-gigit.
"Kyuhyun-ah, dia sudah membantumu. Apa kau tidak mau membalas budi?" ujarku.
"Membantu apa?" jari telunjuknya ia jauhkan dari mulut.
"Kau kira karena siapa kau bisa berbaikan dengan Ryeowook kemarin?" tanyaku. Leeteuk hyung menatap Kyuhyun.
"Dia hanya mendatangiku ke perpustakaan, apanya yang membantu?" jawab Kyuhyun.
"Dia mendatangimu setelah memaksaku ke rumah Ryeowook dan menanyakan apakah Ryeowook marah padamu atau tidak. Kalau bukan karena dia juga, mungkin Ryeowook akan terlambat dibawa ke rumah sakit."
Kyuhyun berkedip dua kali menanggapi kata-kataku.
Aku beralih pada Leeteuk hyung.
"Hyung. Aku sudah berjanji untuk membantunya. Kita tidak boleh mengingkari janji, 'kan Hyung." Ujarku sambil melancarkan puppy eyes. Kata eomma puppy eyesku adalah yang terbaik di keluarga ini.
"Hhh.. baiklah, hanya sampai ia sembuh. Saat eomma appa pulang, dia tidak boleh ada disini, dan selain ini, jangan ada ulah aneh lagi!" tuh kan, Leeteuk hyung luluh.
"Ne." Aku mengangguk. Aaah, leganya.
Aku segera mengambil botol susu dan beberapa potong roti dari lemari. Kyuhyun ikut membantuku, ia mengambil gelas dan menuangkan susu. Dengan cekatan ia juga menata roti di atas piring. Tak lupa ia mengambil nampan dan menaruh sepiring roti dan segelas susu di atasnya.
Kyuhyun sudah mengangkat nampan itu, namun ia berhenti. Aku dan Teuki hyung menatapnya heran.
"Nah! Bawalah! Masa aku sudah menyiapkan, aku juga yang membawakan." Kyuhyun menyerahkan nampan itu padaku. Dasar Magnae ngerunjak!
Kami bertiga kembali ke kamarku. Elf masih berbaring.
'mokgo,' batinku.
"Gomawo…" ujar Elf. Ia mulai meminum susu.
Aku melirik ke arah Leeteuk hyung. Diwajahnya tidak ada raut kesal lagi. ia hanya memperhatikan. Di belakangnya Kyuhyun mengintip dengan seksama.
Donghae POV end
Author POV
Pagi hari.
Leeteuk sedang menyiapkan sarapan paginya dan dongsaengdeul.
Saat menata tiga piring di meja, ia berhenti sebentar, lalu mengambil piring satu lagi.
'Hhhh… anggap saja dia tamu.' Batin Leeteuk.
Yup, tamu harus dijamu.
Donghae berjalan menuju meja makan sambil mengancingkan seragam sekolahnya. Kyuhyun masih berbincang dengan Elf di ruang tv. Semua yang Kyuhyun pikirkan semalam ia tanyakan pada Elf.
Tadi malam ia tidak bisa tidur, karena memikirkan 'hantu' yang sekarang ada di rumahnya. Ia masuk ke kamar Leeteuk tempat Donghae tidur –kamar Donghae dipakai Elf– untuk menanyakan semua yang mengganjal, tapi Donghae malah mendengkur. Ia pun beralih pada Leeteuk.
"Na ottoke ara? Oleun ca!" Leeteuk menjawab dengan setengah malas dan setengah gemas pada magnae itu.
Paginya Kyuhyun bangun paling awal. Selesai mandi ia langsung menuju kamar Donghae. Ia membangunkan Elf, dan menuntaskan rasa penasarannya.
"Lalu.. kenapa kau mengulangi kata-kata orang lain saat kau sakit?" tanya Kyuhyun –entah pertanyaan yang keberapa.
"Untuk mengumpulkan kekuatan." Jawab Elf.
"Mengumpulkan kekuatan?" tanya Kyuhyun.
"Iya. Aku memakan kata-katamu."
"Kalau begitu, dengan makan kata-kata, kau bisa kenyang dan mendapatkan energi, begitu?"
"Eum."
"Kalau begitu kau tinggal menemui seseorang dan mengikuti semua ucapannya kan? Kenapa kau sampai sakit seperti kemarin?"
"Aku tidak boleh sembarangan muncul dihadapan orang-orang, nanti aku dikira peri." Jawab Elf.
'Dia kan memang peri.' Batin Kyuhyun.
"Iya, aku tidak ingin diketahui sebagai peri, aku ingin dianggap manusia juga. Lagi pula kata-kata itu tidak enak. Itu alternatif terakhir, kalau aku sudah tidak punya pilihan."
"Oooooh…" Kyuhyun mengangguk-angguk.
"Tapi tadi kau mengulangi kata-kataku juga. Padahal kau kan sudah sehat." Interogasi Kyuhyun masih berlanjut.
"Aaah, kata terakhir kalimat pertamamu tadi? Itu hanya kebiasaan, untuk menandakan bahwa aku menanggapi kata-katamu. Semua bangsa Elf melakukannya." Jawab Elf.
"Kenapa begitu? Aku menanggapi ucapanmu tanpa harus mengulangi kata terakhirmu, dan kau tahu aku menanggapimu." ujar Kyuhyun.
"Kami tidak ada yang punya nama, jadi untuk menandakan seseorang menanggapi kata-kata salah satu dari kami, ia akan mengulangi kata terakhir kalimat kami." Jelas Elf.
"Kenapa kalian tidak punya nama?"
"Agar kami tidak unik." Jawab Elf.
"Eh?"
"Tepatnya agar peri bersayap tidak bisa menandai kami. Kami tidak boleh punya identitas. Kalau kami punya identitas, peri bersayap akan mudah mencatat record kejahilan kami."
'Oh, jadi karena itu dia hanya dipanggil Elf.' Batin Kyuhyun sambil mengangguk-angguk lagi.
"Tidak juga. Donghae yang memberiku nama itu."
"Kenapa dia memberimu nama itu?"
"Dia bilang karena aku bangsa Elf." Jawab Elf.
"Heee?"
"Kyuhyun-ah, kemanhae. Nanti kau terlambat. Ayo sarapan. Elf… kau juga." ujar Leeteuk.
"Ne Teuki hyung." Sahut Kyuhyun dan Elf. Kyuhyun beranjak dari sofa. Elf melonjak saking gembiranya diajak sarapan oleh Leeteuk.
Author POV end
Donghae POV
Aku dan Kyuhyun berjalan ke sekolah setelah turun dari bus di halte dekat sekolah.
"Hyung bagaimana kalau kau kupanggil Manusia hyung?" ujar Kyuhyun
"Heee?" Aku menoleh. Pertanyaan macam apa itu.
"Hahaha, kau memanggilnya Elf karena dia elf, Kalau begitu kenapa namamu bukan Manusia, kau kan bangsa manusia."
Khhh…. Lame joke!
"Kau tidak akan menceritakan hal ini pada Ryeowook dan Kibum kan?" tanyaku.
"Aku hanya akan ditertawakan jika bercerita pada mereka."
"Baguslah, kau konsentrasi saja pada olimpiade mu itu." Ujarku membelok ke tangga.
"Kau tak perlu menyuruhku untuk sesuatu yang pasti kulakukan." Seru Kyuhyun dari lantai bawah.
Dasar ngerunjak! Padahal aku berusaha menunjukkan perhatianku dengan memberinya semangat.
Donghae POV end
Author POV
Malam itu, Donghae pulang lebih dulu dibanding Kyuhyun dan Leeteuk. Sesampainya di rumah, ia langsung menuju kamar tidurnya. Namun ia membatalkan niatnya untuk masuk, karena pasti ada Elf disana. Akhirnya ia hanya melempar tasnya di sofa ruang tv, kemudian membanting diri di sofa panjang.
"Kau sudah pulang?" Elf tiba-tiba muncul di atas kepalanya.
Donghae yang terkejut langsung terbangun, terduduk.
"Bisa tidak, kau muncul dengan pemberitahuan?" ucap Donghae jutek setelah menenangkan keterkejutannya.
"Pemberitahuan. Mian~ hehe" Elf nyengir.
'Bagaimana kalau mulai sekarang aku berbicara dalam hati saja, jadi kau tidak perlu mengulangi kata-kata terakhirku.' Batin Donghae.
"Ide bagus." Ucap Elf sambil mengangguk-angguk.
"Ngomong-ngomong tadi ada seseorang yang mengetuk pintu rumah ini. Tapi aku tidak membukakannya." Lanjut Elf.
"Kenapa?" tanya Donghae.
"Karena bisa saja itu peri bersayap." Jawab Elf.
'Aah, prasangka buruk juga kejahatan loh.'
"Aku tidak berprasangka buruk. Aku hanya waspada." Ujar Elf.
"…" heniiiiiiing….
"Jadi, kau sudah bertemu orang yang butuh bantuan lagi?" tanya Elf.
'Kau ini benar-benar tidak sabaran ya! Memangnya aku tinggal di sekitar orang-orang susah dan selalu bermasalah?'
"Aku ingin cepat punya sayap." Tutur Elf sambil menunduk.
"Ohiya, seperti apa bibit sayap itu?" Kyuhyun tiba-tiba ikut bergabung.
"Kyuhyun-ah, onje wasseo?" tanya Donghae.
"Bang geum. Aku lihat kalian berdua disini, jadi aku bergabung." Ujarnya.
"Bergabung. Selamat datang Kyuhyunnie~" ujar Elf sambil tersenyum. Kyuhyun balas tersenyum. Wajah Donghae masam.
"Saat aku datang kau tidak menyambutku begitu." Gerutu Donghae.
"Begitu. Saat aku mau menyambutmu kau malah mengomeliku karena aku datang tiba-tiba." Ujar Elf.
"Ohiya, tentang kebiasaanmu itu, kau bisa mengubahnya. Itu termasuk latah." Ujar Kyuhyun mengacuhkan gerutuan Donghae.
"Latah. Bagaimana caranya?" tanya Elf semangat.
"Caranya, Kyuhyunnie, kau bicara dengan Elf menggunakan bahasa kalbu. Dengan begitu dia tidak akan mengulangi kata-katamu." Ujar Donghae menyela pembicaraan Kyuhyun dan Elf.
"Apa sih kau Hyung. Aku sudah susah payah mencarikan artikel tentang latah untuknya." Ucap Kyuhyun kesal.
"Untuknya. Ternyata Kyuhyun sangat perhatian, ya. Aku jadi tersentuh~ Aku menyukai Kyuhyun." Seru Elf. Wajah Donghae masam lagi.
'Waktu itu kau bilang menyukai Eunhyuk, lalu Heechul hyung, sekarang Kyuhyun. Dasar baram!' rutuk Donghae dalam hati.
"Aku juga menyukai Donghae, jauh sebelum aku menyukai Eunhyuk, Heechul hyung, dan Kyuhyun." Ujar Elf.
Donghae terdiam salah tingkah.
"Ke… keurom. Aku mau mandi dulu. Huaaaah, badanku lengket semua." Donghae melangkah cepat menuju kamar mandi.
Kyuhyun dan Elf terkikik tertahan. Mereka duduk di Sofa.
"Kau ini suka menggoda Donghae hyung ya." Ujar Kyuhyun.
"Ya kalau aku tidak bicara begitu, Donghae akan sebal padaku. Tapi aku memang suka Donghae." Ujar Elf. Kyuhyun menaikkan alisnya.
"Kau jatuh cinta pada Donghae hyung?" tanya Kyuhyun.
"Jatuh cinta?" Elf memiringkan kepalanya.
"Iya, kau ingin berpacaran dengan Donghae hyung!" jelas Kyuhyun.
"Berpacaran?" Kepala Elf semakin miring (?).
"…." Mata Kyuhyun menatap sebal. Ia mengalihkan matanya pada remote tv. Ia mulai menyetelnya. Elf juga ikut menonton tv.
Kyuhyun diam saja selama menonton tv.
"Kyu, kenapa tidak mengobrol?" tanya Elf.
"Kau sakit lagi ya?" tanya Kyuhyun. Elf menggeleng.
"Kalau begitu, kenapa kau mengulangi kata-kataku lagi?!" tanya Kyuhyun bete.
"Oh, yang tadi, aku tidak bermaksud mengulangi kata-katamu, aku tidak mengerti dengan istilah-istilah semacam itu. Jatuh cinta itu…, saat manusia akan punya bayi 'kan? Karena peri tidak berreproduksi seperti manusia, jadi aku tidak jatuh cinta pada Donghae." Jelas Elf.
"Memangnya bagaimana bangsa peri berreproduksi?" tanya Kyuhyun.
"Peri baru akan lahir saat kuncup bunga mekar." Jawab Elf.
"… Oh!" Kyuhyun terdiam lalu menanggapi pendek.
'Hanya begitu jawabannya?' batin Kyuhyun.
"Memang Kyuhyun ingin jawaban seperti apa?" tanya Elf.
"Jangan membaca pikiran orang sembarangan, dong!" bentak Kyuhyun. Elf terlonjak kaget. Donghae yang baru selesai mandi sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk, berjalan mendekat.
"Wae geurae?" tanya Donghae.
"Anio. Amugotdo!" jawab Kyuhyun. Ia mengambil tas nya menuju kamar.
"Ada apa dengan Kyuhyun?" tanya Donghae.
"Kyuhyun. Dia bilang aku jatuh cinta pada Donghae." Jawab Elf.
"Kau? Jatuh cinta padaku?" tanya Donghae. Wajahnya masih menatap Elf heran, tapi terus berjalan lalu duduk di sofa.
"Itu…" ucapan Elf belum selesai.
"Dengar, kau hanya akan menyesal jatuh cinta padaku." Ucap Donghae sambil duduk bersandar.
"Kenapa?"
"Sebab aku sudah jatuh cinta pada orang lain." Jawab Donghae dengan senyum terkembang.
"Benarkah? Pada siapa?" Tiba-tiba Leeteuk bergabung. Ia menempatkan kepalanya di sandaran Donghae.
"Yak! Teuki hyung! Kenapa semua orang senang sekali muncul tiba-tiba begini?" gerutu Donghae yang segera bangkit dari sandarannya.
"Teuki hyung, selamat datang." Sapa Elf. Leeteuk tersenyum canggung. Kemudian duduk disamping Donghae.
"Jangan mengalihkan pembicaraan. Siapa yeoja yang membuatmu jatuh cinta itu?" todong Leeteuk sambil menaik-naikkan alis.
"Hmmmm… tadi, saat aku pulang, ada mobil box yang sedang menurunkan muatannya. Sepertinya pindahan. Kemudian ada satu mobil lagi datang, dan tetangga baru kita itu saaaaangat cantik! Neomu neomu neomu yeppo!" Donghae mengembangkan Senyumnya.
"Keurae? Nuguya?" Leeteuk membenarkan posisi duduknya. Elf juga mengambil posisi mendengarkan dengan seksama.
"Aku belum tahu namanya. Tapi meskipun aku tahu, aku tidak akan memberitahumu, hyung." Donghae menjulurkan lidah. Elf terkikik.
Ting.. tong…
Donghae dan Leeteuk saling menatap. Saling menyuruh membuka pintu dengan kedipan mata.
'Aku lelah, kau yang buka pintu sana.' Kata mata Leeteuk.
'Kau yang lebih dekat dengan pintu, Hyung.' Jawab mata Donghae.
"Kalau begitu, aku saja yang membantu membukakan pintunya." Ujar Elf. Ia langsung menuju ke depan.
Namun sesaat kemudian, Elf kembali ke ruang tv sambil menunduk.
"Waeyo?" koor Leeteuk dan Donghae.
"Waeyo. Bagaimana kalau itu peri bersayap yang sedang memburuku?" tanya Elf horror.
"Ck, kalau biar begitu aku saja." Leeteuk bangkit dari duduknya.
"Saja. Leeteuk hyung, jangan marah. Aku akan membukakan pintu, tapi Leeteuk Hyung harus memegangiku, siapa tahu nanti aku langsung ditarik oleh peri bersayap itu." ujar Elf sambil mensejajari langkah Leeteuk.
"Eoh, arasseo."
Sampailah mereka berdua di belakang pintu pagar.
"Cepat buka." Ujar Leeteuk.
"Pegang tanganku, Hyung." Terdengar nada ketakutan.
"Ne." Leeteuk memegang lengan Elf.
Elf mulai membuka pintu dengan sepenuh hatinya yang berdegup.
Krieeeettt... engsel pintu berbunyi
Dug dug dug dug dug dug dug dug... jantung Elf berdebum.
Saat melihat sesosok yeoja di balik pintu itu, Elf mulai panik, dan…
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARGH!"
To be Continued
^^v
Annyeong, saya datang dengan episode baru~ Semoga readers tidak bosan ne~ saya terus memperbaiki tulisan saya kok, hehehe :D
Mohon di review~ ^^
