.

.

.

Ma Chérie

Kim Junmyeon | Wu YiFan | FanMyeon | KrisHo

Warning : Typo's , Absurd , No Feel.

Rated : T

...

BunnyJoon's Present

...

.

.

.

Sudah lewat tengah malam namun Junmyeon masih saja mengoceh tentang bagaimana mereka harus menghabiskan malam tahun baru pertama mereka esok malam. BBQ, pesta kembang api, menonton serial televisi special tahun baru dan banyak lagi termasuk memilih-milih dalam angannya baju untuk mereka kenakan esok, katanya sih Junmyeon ingin berfoto bersama Yifan dan mencetaknya dalam sebuah frame besar.

Pokoknya banyak hal yang terus Junmyeon suarakan malam ini dalam dekapan Yifan, sementara Yifan sendiri sibuk berdamai dengan rasa kantuknya, serba salah juga jika Junmyeon ditinggal tidur wanita manja itu akan merajuk dan itu sangat-sangat tak baik, tapi jika dibiarkan Junmyeon yang seperti ini bisa-bisa mereka akan tidur saat subuh, duh~

"Sayang .."

"Besok kau ingin apa ? Daging ? Tentu saja harus ada daging kan ? Aku juga ingin sosis, ah .. apakah kita harus beli jagung juga ?"

"Sayangkuu .."

"Hmm .." Junmyeon mendongakkan wajahnya menatap wajah kantuk Yifan

"Kita beli semuanya, kau ingin membeli apa dan bagaimana pokoknya kita siapkan esok pagi. Sekarang kita harus tidur, bagaimana bisa berbelanja jika esok kita bangun kesingan ? Eumm ?" Yifan gemas juga sebenarnya dengan keceriwisan Junmyeon.

Junmyeon membalikkan tubuhnya, menyipit melihat jam yang ada di balik punggungnya, ahh setengah tiga pagi, Yifan benar "Hehe, maaf sepertinya aku terlalu bersemangat, baiklah kita tidur .." Yifan dengan semangat menyelimuti tubuh keduanya "tapi dengan satu syarat" Yifan mengerang, apalagi ?

"Kau harus memelukku sampai pagi, setuju ?"

"With My Pleasure Princess" Yifan menyembunyikan tubuh mungil Junmyeon dalam dekapannya, sesekali menepuk pelan punggung Junmyeon memberi kenyamanan, hingga wanita manjanya yang cerewet itu terlelap.

.

.

Itu mungkin karena pelukan hangat nan nyaman Yifan, atau karena mereka tidur nyaris pagi, atau karena udara dingin sehingga bergulung di bawah selimut menjadi pilihan terbaik pagi ini, entahlah .. yang Junmyeon tahu ketika Ia terbangun jam di nakasnya telah menunjukkan bawah sekarang telah nyaris tengah hari.

Junmyeon berteriak panik, yang benar saja!

"Yifaaannnnnn .." pekiknya nyaris menangis sementara yang diteriaki hanya mengerang malas.

"Yifaannn .. Banguuuunnnnn .." Junmyeon mengguncangkan tubuh raksasa menyebalkan itu

"Sayang, sebentar lagi" ujar Yifan tak jelas

"Tidak! Ini sudah jam setengah duabelas siang, apanya yang sebentar lagiiiiii!" pekik Junmyeon sebal "Cepat bangun! Atau aku akan marah Tuan Wu Yifan!" oke-oke, Yifan punya pilihan apa memangnya selain bangun ? Dengan wajah lesunya Pria itu duduk menghadap sang istri yang menatapnya dengan wajah super duper kesal.

"Kau bilang kita akan berbelanja pagi, kau bilang kita akan menyiapkan pesta bbq untuk nanti malam, tapi kenapa kau tidak bangun tepat waktu Wu Yifan!" cerca Junmyeon menumpahkan kesalahan 'bangun siang' mereka pada Yifan.

"Lalu kenapa kau juga tidak bangun tepat waktu ?"

"Ish kau ini, kalau aku bangun kesiangan kau seharusnya yang bangun pagi, apa semuanya harus aku ? apa aku tidak boleh bangun siang ? apa kalau kita kesiangan itu semua hanya salahku ? ha ?" bantal melayang tepat menghantam dada lelaki tinggi itu, baiklah Yifan menyerah, wanita selalu benarkan ?

"Oke-oke, aku minta maaf, eum ?" Yifan menarik Junmyeon dalam pelukannya "Kalau begitu ayo lekas mandi dan berbelanja, kita masih sempat pergi ke supermarket".

.

.

Junmyeon merengut nyaris menangis, matanya sudah berkaca-kaca, bibirnya sudah manyun luar biasa sebal. Mereka sudah pergi ke empat supermarket dan tidak ada satupun supermarket yang tidak penuh sesak. Setidaknya mungkin ini supermarket 'tersepi' diantara tiga lainnya, meski troly belanjaanya tidak bisa bergerak sama sekali setidaknya mereka tidak harus antri di depan pintu seperti di tiga supermarket lainnya, tapi tetap sajakan! Mau sampai kapan hanya berdesak-desakan seperti ini.

Entah ini salah keran air panas yang mendadak macet atau salah lalu lintas yang begitu padat sehingga mereka lagi-lagi 'kesingan' berbelanja. Junmyeon baru saja mendapatkan sekantung sosis, hanya itu. Stande penjual daging sangat penuh sesak sehingga Ahjussi penjualnya pun tak kelihatan, benar-benar tidak ada yang berjalan lancar hari ini, ugh~

"Kau lelah ?" Yifan sedaritadi terus memeluk tubuh mungil itu, menyembunyikan Junmyeon dalam coat panjangnya, Ibu-Ibu di dalam supermarket ini benar-benar ganas, Junmyeon berkali-kali terdorong bahkan berbenturan dengan rak-rak dan nyaris tersungkur.

"Bagaimana ini ? Ugh, kenapa ramai sekali" Junmyeon merengek dalam pelukan Yifan "Kita hanya mendapatkan sebungkus sosis, ish bukan malam tahun baru seperti ini yang aku mau Faann .." Yifan ? hanya bisa memeluk Junmyeon semakin erat, sesekali mengecup puncak kepala wanita itu ketika gerutuan Junmyeon semakin menjadi.

.

.

Pukul sembilan lewat tiga puluh menit Yifan dan Junmyeon baru sampai ke apartemen mereka, double sialan! Hanya mendapatkan sekantung sosis dan dua buah jagung saja membutuhkan waktu berjam-jam untuk membayar, belum lagi jalanan Seoul yang benar-benar padat membuat mereka benar-benar hanya membuang waktu.

"Jadi, semua rencana perayaan malam tahun baruku benar-benar hancur" Junmyeon terduduk lesu di meja makan, memandangi belanjaan mereka kesal. Benar-benar kesal, sungguh!

"Ingin aku buatkan teh madu ? Suhu tubuhmu dingin sekali" ujar Yifan setelah menempelkan punggung tangannya di dahi Junmyeon "Kita tidak perlu merayakan tahun baru jika kau merasa kurang sehat sayang" ujar Yifan mengaduk gelas teh yang telah Ia beri madu.

"Tapi kan ini tahun baru pertamaku bersamamu, tahun baru pertama kita. Biasanya setiap tahun baru aku hanya duduk dalam ballroom hotel dan merayakannya bersama collega bisnis Appa, aku ingin mengadakan pesta bbq dan bermain kembang api faannn .." Yifan mengela nafas, jika sudah seperti ini tak akan bisa dilarang, kekeras kepalaan Junmyeon sudah bukan rahasia lagikan ?

"Baiklah, sekarang habiskan teh madumu, minum multivitaminmu, aku akan ambilkan baju hangat yang lebih tebal, setelah itu kita akan lihat pesta kembang api" Yifan mengusak pucuk kepala Junmyeon, dan senyum wanita itu mengembang lebar, Yifan memang terbaik!

.

.

Itu bukan perjuangan sederhana untuk sampai di tepian Sungai Han sebelum malam pergantian tahun, syukurnya masih ada 10 menit sebelum pesta kembang api di mulai. Meski harus berjalan kaki agak jauh, setidaknya sekarang mereka telah sampai.

Junmyeon merelakan pesta bbq yang dia impikan, juga merelakan foto bersama Yifan, tapi setidaknya mereka masih akan menikmati pesta kembang api meskipun itu di Sungai Han dan di sini benar-benar sangat dingin.

"Dingin ?" Junmyeon mengeratkan pelukannya pada Yifan "Dingin sekali" keluh wanita itu dengan wajah sayu, padahal Yifan sudah memilihkan pakaian hangat yang paling tebal, ditambah Junmyeon yang Ia 'sembunyikan' dalam coatnya dan memeluk wanitanya dengan sangat erat.

"Kan sudah kubilang jika kau merasa kurang sehat kita tidak perlu merayakan malam tahun baru Sayangku .." Yifan seringkali kewalahan menghadapi kekeras kepalaan wanitanya.

"Diamlah, peluk aku lebih erat, ini dingiinn" Junmyeon merengek, Yifan terkekeh memeluk wanitanya semakin erat.

.

Sudah waktunya, ayo menghitung mundur! Jerit seseorang diantara kerumunan, membuat Junmyeon buru-buru melepaskan diri dari pelukan Yifan dan membaur diantara mereka dengan ikut meneriakkan penghitungan mundur.

5 .. 4 .. 3 .. 2 .. 1!

Bunyi terompet dan ledakan kembang api seolah membakar langit malam yang dingin, Junmyeon mendongak dibuat takjub dengan ledakan-ledakan kembang api yang seolah menari-nari diatas langit, mewarnai langit gelap diatas kepala mereka "Yifan, lihat-lihat" ujarnya bersemangat menunjuk-nunjuk ledakan kembang api sementara Pria itu terlihat tak begitu menikmati karena berusaha mengawasi Junmyeon lebih ketat agar tidak kehilangan wanitanya karena kerumunan manusia benar-benar terlihat bisa menelan si mungil.

Namun pandangannya teralihkan ketika melihat Junmyeon menangkup kedua tangannya di depan dada dan menutup matanya, seolah sedang berdoa dengan khidmat "Kenapa menutup matamu ? Bagaimana bisa melihat kembang api jika kau menutup matamu ?" Yifan terkekeh, menarik Junmyeon menjauh dari kerumunan kembali mendekap si cantik.

"Aku kan sedang berdoa"

"Berdoa ?"

"Iya, berdoa untuk kita di tahun yang baru ini"

"Memang apa doamu ?"

"Tidak banyak, hanya ingin merayakan tahun baru bersamamu lagi, lagi, lagi dan lagi, selamanya!" Junmyeon berseru girang, Yifan tak tahan untuk tak mengecup bibir peachnya itu.

"Selamanya ? Selamanya itu lama loo" goda Pria itu, membuat alis Junmyeon berkerut

"Memangnya selama apa ? Apa lama, lama, lama sekali ?"

"Eum" Yifan menagngguk "Lama, lama, lama sekali, apa kau tidak apa-apa bersama denganku selamanya ?" Yifan menatap manik bersinar milik Junmyeon

"Tentu saja! Aku ingin bersamamu selamanya, meskipun selamanya itu lama, lama, lama sekali, asalkan bersamamu aku tidak apa-apa kok" serunya penuh keyakinan.

"Baiklah, kalau begitu kita akan bersama selamanya, selamanya yang lama, lama, lama sekali" Yifan mengecup bibir Junmyeon sayang.

.

.

.

fin

.

.

.

Mungkin Joon yang lupa bilang atau gimana, FF ini isinya cuma drable KrisHo yang sebenernya gak nyambung-nyambung banget antara chapt satu dengan chapt yang lain alias bukan FF chaptered.

Terus kenapa 'completed' karena Joon emg gtau kapan bakal bikin FF ini bener-bener END jadi mungkin aja ending di chapt ini, atau mungkin ada chapt lain makanya disetiap chapt ditulis 'fin'. Yang jelas selagi masih ada ide dan imajinasinya ini bakal tetep lanjut.

Itu aja~ yang masih sayang KrisHo mana suaranyaaa ? Sejujurnya feels rasanya udah hilang, tapi gimana ya :D Oh ya, review donk~ biar ada semangat nulis gitu~

.