Hola minna~ saya kembali lagi. Maaf ya baru bisa update sekarang. Dikarenakan author yang baru sembuh dari wabah WB yang sering melanda. Selain itu saya juga baru sembuh dari penyakit dengan nama keren 'influenza' yg sebenarnya namanya tidak sekeren penyakitnya dimana lubang hidung akan tersumbat dan mengeluarkan cairan super menjijihkan. Yep, chapter kemarin sungguh imut-imut bin amit-amit ya? Haha! ^^ Saya nggak menyangka chapter sependek itu masih ada yang mau mereview. Saya sungguh terharu…

SPECIAL THANK'S FOR :

Hyull/ Namikaze jasmine/ nanaleo099/ hanafid/ Sibolis / akbar123/ Yuu-kio/hanazawa kay/ / zyln/ Tsuki Nigatsu No KinyobiNatsu/ / Aisanoyuri/Silent Reader/ vian / Nanami/ xxxSN/ FISIKA/ yuichi/ Ryunka Sanachikyuu/ Naru-chan / Onixynight/ .vikink.

.

.

NARUTO©Masashi Kishimoto

ROAD TO BLADE by Kuroi Sora18

Pair : SasuFemNaru slight SasuSaku

Rated : T or M ?

Warning : AU, Fem!Naru, abal , gaje, typo nyempil dimana-mana, and absurd.

Summary : Namikaze Naruto, seorang gadis berumur 16 tahun dari jaman modern harus terlempar ke masa lalu karena sebuah pohon sakura misterius. Di jaman Edo, dimana Naruto terdampar ia bertemu dengan Uchiha Sasuke, seorang samurai hebat berhati dingin namun juga pervert!"Siapa?"/"Kau sendiri siapa?"/"Sebentar lagi akan dimulai-"/"Jangan tinggalkan aku, Sasuke!"/"Gomen."/Rahasia dibalik tragedi Klan Uchiha perlahan terungkap.

.

.

.

.

ROAD TO BLADE

Chapter 8: Second Request

By : Kuroi Sora18

SREG~

Suara pintu geser yang dibuka membuat Naruto semakin menenggelamkan diri di balik selimut yang membungkus tubuh mungilnya.

" Dobe."

Sasuke telah sampai di kedai dimana ia meninggalkan Naruto begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Setiba disini pun ia harus melewati satu paman garang beserta anaknya yang tidak kalah garang yang menceramahinya tentang 'kekasih-yang-tidak-tahu-diuntung' dengan efek hujan badai di wajahnya. Oh jangan lupa dengan seorang pemuda maniak hijau yang terus berkoar-koar tentang 'masa muda yang gemilang '. Namun setelah berhasil melewati ketiga makhluk ababil itu, ia malah disuguhi pemandangan Naruto yang sangat cuek padanya. Apa dia segitu marahnya? Jangan ditanya lagi! Dia pasti marah. Sedangkan Naruto, ia bahkan tidak memperdulikan Sasuke yang diam mematung dibelakangnya dengan aura suram seperti sudah terlanjur kecewa! Melihat Naruto yang tidak juga merespon 'panggilan sayangnya' , Sasuke hanya bisa mengutuk dalam hati. Sebenarnya kisah macam apa yang sedang ia lakoni sekarang? Mengapa ia harus beradegan mellow seperti ini?

" Aku minta maaf ."

"…"

Sasuke mengepalkan tangannya kuat-kuat. Naruto benar-benar marah padanya. Apa yang harus ia lakukan? Meninggalkannya? Sebenarnya cara itu bukanlah ide yang buruk. Namun jika gadis itu kenapa-kenapa bagaimana? Masa depan bisa berubah. Ia tidak ingin hal itu terjadi. Oh~ betapa sasuke ingin menjambak rambutnya sekarang juga.

" Sudahlah, aku memang salah. Kau berhak marah padaku. Memukulku atau apapun itu." Sasuke sudah frustasi.

Ternyata ucapan Sasuke cukup efektif juga. Namun mungkin efeknya ia harus menyiapkan kepalanya setelah ini. Naruto menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya, lalu bangkit dan duduk.

" Ya, kau salah! Aku benci padamu teme!"

" Hn."

" Cih."

Naruto memalingkan wajahnya –sebal. Kenapa Sasuke malah bersikap sedingin itu padanya? Padahal ia kan sudah meninggalkannya begitu saja. Harusnya ia kan yang marah?

" Permintaan kedua."

Mata biru Naruto kembali menatap Sasuke tak mengerti apa maksudnya dengan 'permintaan kedua' ?

" Jika kau masih ingin ikut bersamaku, aku masih punya permintaan kedua dan ketiga. Dan sekarang aku akan mengatakan permintaan keduaku, dobe!"

" Jika aku ikut denganmu apa kau akan meninggalkanku lagi?"

" Hn. Tidak akan."

" Baiklah, apa permintaan keduamu? Kuharap permintaanmu tidak aneh-aneh teme!"

Sekilas Sasuke berhasil tersenyum tipis. Sebenarnya ia ingin bersorak-sorak sambil lompat-lompat ala kodok sih. Tapi apa kata dunia jika ia melakukannya?

" Maafkan aku dan percayalah padaku. Itu saja."

Naruto terpaku. Apa ini Sasuke yang dia kenal? Kenapa Sasuke yang biasanya menatapnya sadis bisa menatapnya selembut tadi? Apa matanya sedang rabun atau yang lebih parahnya –katarak?

" Kenapa? Ada yang salah dengan permintaanku, dobe?"

" Baiklah aku turuti permintaanmu teme. Tapi- kau!"

Naruto menunjuk sasuke yang berdiri menjulang di depannya dengan telunjuk.

" Kau, Uchiha Sasuke-teme. Kau harus menggendongku sampai ke distrik selanjutnya!"

" Nani?"

" Kau harus menggendongku ke distrik selanjutnya!"

Mata onyx sasuke berkedip beberapa kali sebelum akhirnya ia terbengong dengan tidak elitnya.

" Gara-gara kau, aku harus jonggok sambil menunggumu sangaaaaaaaaat lama teme! Itu membuat semua sendiku sakit."

" Aku tak menyuruhmu – menungguku." Jawab sasuke dengan nada yang terlampau lempeng. Sama sekali tidak ada nada menyesal di dalamnya.

" E-eh, Nani kure?!"

Kali ini Naruto bukan hanya marah, namun ia sudah murka dengan kelempengan wajah Sasuke yang menurutnya sangat amat menyebalkan itu. Ingin rasanya dia mencakar-cakar wajah stoic kebanggaan Sasuke sampai tidak dapat dikenali lagi.

" Sudahlah ayo kita pergi dari sini!" kata Sasuke sambil membawa [ menyeret ] Naruto keluar kamar.

" Kita akan pergi kemana?"

" Aku akan membawamu ke suatu tempat."

" Eh, chotto matte! Kenapa kita pergi tiba-tiba? Aku belum sempat mengucapkan terimakasih pada Ayame-nee dan Teuchi-jisan."

" Itu bisa lain kali. Tadi aku sudah bilang pada mereka untuk menyeretmu."

" Aku tidak percaya! "

Kimi no kaete da! [ terserahmu ] "

Sesampainya di depan kedai, tiba-tiba saja Sasuke naik ke atas kuda yang entah milik siapa.

" Naik." Suruh Sasuke sok bossy.

" Eh?"

" Gyaaaaa! Berhenti teme, brengsek!"

Naruto terus-terusan berteriak histeris ketika Sasuke semakin cepat memacu kuda yang ditungganginya. Bayangkan saja, seumur hidupnya ia baru sekali menunggang kuda. Itu pun dengan joki yang sangat gila menurutnya. Ia bersumpah akan menggetok kepala ayam Sasuke setelah ini. Cara berkuda Sasuke benar-benar GILA! Sedangkan yang diteriaki malah tersenyum miring mendapati Naruto yang memeluknya erat.

" Hentikan, Teme!"

Lagi. Naruto berteriak sekeras kerasnya. Tak ada jalan lain. Jika teriakan super membahana cempreng miliknya tidak mempan juga, maka ia harus menggambil jalan lain. Oh, mungkin sabetan zouri –alas kaki untuk perempuan- di kepala Sasuke akan menghentikan aksi gilanya menunggang kuda. Dan-

BLETAK!

Kuda itu pun sukses berhenti dengan segera ketika si 'joki gila' tiba-tiba menarik tali kekangnya.

" Kenapa kau memukulku, dobe?"

Sasuke menatap nyalang kearah Naruto yang sedang meniupi ujung zouri yang sedikit berasap. Berani- beraninya Naruto menggeplak kepala jeniusnya yang tidak ada duanya di dunia ini.

" Ah, akhirnya berhenti juga! Jangan terlalu cepat teme!" jawab Naruto santai. Seolah kemarahannya telah menguap begitu saja ketika berhasil 'memoles' kepala Sasuke dengan zouri yang dipinjamnya dari Ayame.

" Itu agar kita cepat sampai, dobe!"

" Tapi cara berkudamu itu benar-benar gila teme! Aku tidak mau lagi!"

Hah~ Sasuke menghela napas berat. Ia yakin kebahagiaannya kini akan berkurang jika terlalu banyak menghela napas. Hidup ini memang rumit. Ia pun menatap Naruto lalu beralih ke kakinya.

' Gara-gara kau, aku harus jongkok sambil menunggumu sangaaaaaaaaat lama teme! Itu membuat semua sendiku sakit! '

Mengingat ucapan Naruto, Sasuke pun turun dari kuda. Ia ingin menebus kesalahannya pada gadis berambut pirang yang menatapnya heran. Mata biru itu –ugh!

" Eh, apa ynag mau kau lakukan? Kenapa kau turun dari kuda teme?"

" Berisik. Sudah kubilang untuk jangan membantahkan! Itu permintaan pertamaku. Apa kau lupa, huh?"

Sasuke mulai menarik tali kekang kuda itu dan mulai menuntunnya berjalan. Sementara Naruto masih diatas kuda.

" Aku… hanya minta untuk tidak cepat-cepat kan. Kenapa kau malah turun dari kuda?"

" Nani mo nai. "

" Tapi kau bilang kau ingin cepat sampai."

Sasuke memejamkan matanya menahan emosi yang berkobar di dalam hatinya.

" Sudah kubilang tidak apa, dobe!"

" S-sasuke-"

" Apa?!"

Sasuke melotot kearah Naruto yang tidak henti-hentinya mengoceh ini itu. Tidak tahu apa kalau telinganya sudah perih?

" A-arigatou."

Namun mendengar apa yang diucapkan oleh gadis pirang itu, mau tidak mau hati Sasuke luluh juga. Akhir-akhir ini kenapa ia tidak bisa marah jika menatap mata biru itu? Apa dia jatuh cinta? Atau hanya sebatas rasa kasihan? Sasuke pun bingung. Bagaimana perasaannya ini.

" Hn."

Sepertinya ini akan menjadi malam yang panjang yang akan mereka lewati.

" Pagi ini cerah sekali!"

Sakura berjalan menuju Shikamaru yang sedang tidurang di atas teras.

" Ya~" Sahut Shikamaru singkat.

" kemana Sasuke-kun? Bukannya semalam bersamamu?"Tanya Sakura sambil mendudukan diri di samping Shikamaru. Sedikit meringais kesakitan karena luka di bahunya belum sembuh.

Masih dengan mata tertutup Shikamaru menjawab pertanyaan Sakura.

" Dia pergi menemui seseorang."

" Hanya opini atau fakta ?"

" Opini mungkin." Sahutnya malas.

Sakura terkekeh geli. Baik sifat Sasuke maupun Shikamaru sama sekali tidaklah berubah. Dari dulu tetaplah seperti itu. Shikamaru si rusa pemalas berotak jenius dan sasuke si pangeran kutup irik kata. Begitulah julukan sakura untuk mereka berdua sewaktu kecil.

" Bagaimana lukamu?"

Shikamaru melirik kearah Sakura yang sedang diam menatap langit.

" Baik."

" Mendokusai~ kau mendapat luka sabetan pedang di bahumu. Mana mungkin baik?"

" Baiklah ku ganti jawabanku."

Sakura sedikit berdehem lalu ia beralih menyentuh bahunya sambil memasang ekspresi kesakitan.

" Ouch, lukaku sakit sekali. Rasanya seperti ada 20 ekor harimau yang menggigit bahuku. Ohh, sepertinya aku akan mati sebentar lagi."

" Ck, menggelikan."

" Kau yang membuatku jadi seperti itu "

Shikamaru terkekeh geli.

" Yang benar saja!"

" Arigatou, Shika!"

Shikamaru terdiam mendengar Sakura yang tiba-tiba mengatakan terimakasih kepadanya.

" Dou itashimashite, Pinku."

Dahi sakura mengerut mendengar panggilannya ketika kecil.

" Mou, jangan panggil aku seperti itu, Rusa!"

" Hmm, Pinku cocok untukmu."

" Nani?! Rusa juga cocok untukmu!" balas Sakura tidak mau kalah. Meskipun rambutnya memang berwarna merah jambu tapi ia merasa terhina tedang panggilan itu. Setidaknya panggil dia Momo, itu lebih terdengar imut untuknya.

" Ck, merepotkan."

Sakura hendak membalas ejekan Shikamaru lagi sebelum sebuah suara cempreng tiba-tiba menyambangi pendengarannya.

" Jangan menyebutku, 'dobe' teme!"

Apa itu 'dobe' dan 'teme'?

" Sekali dobe, tetap dobe!"

Ne, sepertinya Sakura kenal suara baritone itu.

" Arrgh… kau membuatku frustasi teme!"

" Kau semakin sexy ketika frustasi."

Sexy? Apa-apan kosa kata itu? Ia yakin yang mengucapkan itu adalah orang yang super duper ero.

" Berhenti menggodaku, teme!"

Orang itu terkekeh. Sepertinya ia menikmati sesi adu mulut yang dilakoninya saat ini.

" Aku akan terus menggodamu sampai kau mati, dobe!"

Naruto melongo, Sasuke terdiam, Sakura melotot, dan Shikamaru menguap lebar….

Tak disangka oleh Naruto kalau Sasuke akan membawanya ke tempat-

' Sakura ' ?

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC…

Huwahaha, akhirnya-akhirnya chapter ini di publish juga. Bagaimana? Bagus kah? Awesome kah? Gaje kah? Ne, silahkan kirimkan kesan minna di kotak review saya *senyummaksa*. Untuk semua yang sudah bersedia baca apalagi bersedia mereview,

ARIGATOU GOZAIMASHITA! :D See You Next Time!

Monday, May 12, 2014 – Kuroi Sora18