WELCOME TO MY IMAGINATION

.

.

.

NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

.

.

Pair : Sasuke Uchiha x Hinata Hyuuga

.

Warning! : Sedikit (banyak) Out of Character. Typos. Alur cepet/bertele-tele.

.

GAK SUKA?! JUST GO AWAY!

.

Aku berimajinasi bersama :

Sushimakipark/Clareon/YanaKim/Mita622/KailaWu/RiccansMatahari/Nur/LinevyHimechan/IndriHyuga/NurmalaPrieska/ShitaYukarisELF/Mikyu/HyacinthUchiha/Enjelita923/Callistalia/DaisyUchiha/OnyxLave/CintyaCleadizzlibratheea/KimSohyun/NayasantJapaneze/MissLilyLavender/Fio/Wulan/HimeChan/Sxxjxng/MomoYuichan/SabakuNoDili/SabakuNoAira/Jullianna1/

.

.

NB : Disarankan ㅡjika berkenanㅡ untuk mendengarkan backsound Naruto sesuai dengan yang tertulis di [...] Agar bisa mengikuti suasana seperti yang penulis inginkan. Terimakasih^^

Playlist :

- Kokuten

- Samidare

- Genshi

- Homecoming

- Hyouhaku

.

.

Happy Imagining^^

.

.

[Kokuten]

Sebuah tali penyangga tiang terputus membuat dua orang yang tengah mengendalikannya terpental dan salah satu dari mereka tercebur ke laut.

"HINATAㅡ!" Teriak Sasuke saat ia melihat Hinata jatuh ke laut di depan matanya sendiri.

BYUR

"SASUKE!" Shikamaru berteriak saat melihat Sasuke yang tanpa pikir panjang segera menceburkan diri ke laut. Matanya beralih pada Sakura yang di dekati oleh Naruto yang masih bersimpuh di lantai.

"Sakura-chan.. Kau baik-baik saja? Apa kau terluka?" Naruto dengan panik mendekati Sakura. Membantu gadis itu untuk bangun.

"A-aku baik-baik saja, Naruto." Kata Sakura. Mata emeraldnya tiba-tiba melebar. "Hinata?!"

Naruto menatap Sakura sendu, "Aku yakin dia akan baik-baik saja. Sasuke akan menyelamatkannya."

"A-apa?!"

OoOoO

[Samidare]

Sasuke mencari keberadaan Hinata dari dalam air setelah ia menceburkan diri ke laut. Ia menemukan gadis itu tengah berusaha untuk berenang ke permukaan. Ia pun segera berenang mendekati Hinata dan membantunya ke permukaan.

"Sa-su-ke-kun!" Panggil Hinata dengan terengah.

"Kau baik-baik saja?" Tanya Sasuke khawatir seraya membantu Hinata untuk keluar dari air.

Hinata mengangguk, "aku baik-baik saja, Sasuke-kun."

Hinata mengedarkan pandangannya ke sekeliling mereka. Kapal yang membawa mereka tadi hilang entah kemana. Hujan badai masih menggelora. Ombak-ombak pun masih menggulung-gulung membuat mereka tidak bisa berdiri dengan tenang.

"Kau... tidak perlu menyelamatkanku, Sasuke-kun..." Ucap Hinata menunduk.

Sasuke diam. Ia menatap Hinata tidak mengerti.

"...aku bisa menyelamatkan diriku sendiri." Cicit Hinata lagi.

"Bodoh!" Decak Sasuke dengan nada kesal, namun ekspresinya tidak memperlihatkan kekesalan. Tidak tahukah gadis itu bahwa Sasuke begitu mengkhawatirkannya, tanpa memikirkan jika sebenarnya Hinata itu seorang Kunoichi?

Direngkuhnya tubuh Hinata yang telah basah membuat sang empunya terbelalak menerima perlakuan itu. Sasuke memeluknya erat. "Kau pikir, aku akan berdiam diri saat seseorang yang ku cintai terjatuh, hn?"

"Sa-sasuke-kunㅡ" Hinata tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Benarkah Sasuke mengatakan itu dengan kesadaran penuh?

"Aku bahkan tidak ingat jika kau seorang ninja yang hebat. Kau telah menjadi segalanya untukku, Hinata.."

"Aku mencintaimu, Hinata." Sebuah pernyataan dari Sasuke yang berhasil menjawab rasa keingintahuan Hinata akan sikap pemuda itu akhir-akhir ini.

Tubuh Hinata menegang. Sasuke... mencintainya? Sasuke mencintainya? SASUKE MENCINTAINYA?! Hinata terdiam. Ia tidak bisa membalas perkataan Sasuke itu. Terlalu cepat baginya untuk mengatakan hal yang sama pada Sasuke.

"Sekarang... kita pergi dulu dari sini, hm?" Ucap Sasuke lagi. Dalam pelukannya, Hinata mengangguk membuat Sasuke tersenyum tipis. Ia pun melepaskan pelukannya dan sedikit menjauh dari Hinata.

"KUCHIYOSE!"

Sasuke mengarahkan tangannya kebawah setelah sebelumnya sedikit menggigit ibu jarinya dan membuat sebuah segel tangan, lalu muncullah sebuah segel di bawahnya. Sedetik kemudian, muncullah hewan Kuchiyose Sasuke. Seekor elang yang langsung terbang tinggi menghindari ombak besar bersama Sasuke yang telah berada di punggungnya, meninggalkan Hinata di bawah.

Elang itu menukik kebawah setelah mendapat instruksi dari Sasuke. Pemuda itu turun dari punggung elang itu. Tangannya bergerak untuk menggendong Hinata yang tengah menunggunya. Sasuke kembali menaiki punggung elang itu bersama Hinata di depannya.

Elang itu kembali terbang tinggi. Kali ini terbang menembus awan hitam yang menutupi cakrawala.

"Indah sekali." Hinata berdecak kagum sambil sesekali melihat Sasuke dari ekor matanya ketika melihat indahnya awan sejauh matanya memandang. Langit biru cerah dihiasi awan-awan putih. Tidak ada lagi awan kelam dengan gemuruh yang menggelegar.

"Ah! Kita harus mencari teman-teman, Sasuke-kun." Ucap Hinata mengingatkan.

Sasuke bergumam, "dibawah sana masih hujan badai. Kita akan mencarinya setelah reda."

Hinata mengangguk, "Hm.."

OoOoO

[Genshi]

Awan hitam telah menyingkir digantikan oleh langit malam berhiaskan bintang-bintang yang berkelap-kelip cantik.

Shikamaru, Naruto, Lee, Kiba dan Akamaru tergeletak tak bertenaga di lantai kapal. Hujan badai telah berhenti sejak 1 jam yang lalu. Kini mereka telah kehabisan tenaga. Sakura duduk di samping Naruto, memeluk lututnya sendiri.

"Bagaimana nasib Hinata dan Sasuke?" Ujar Sakura bersedih.

Naruto bangkit dari tidurnya kemudian memeluk Sakura, mencoba untuk menenangkan gadisnya, "tenanglah Sakura. Mereka itu shinobi yang hebat. Mereka tidak akan mati begitu saja."

"Kuharap kau benar." Kata Sakura seraya membalas pelukan Naruto.

Suara hewan terdengar dari angkasa. Shinobi yang ada disana pun mengalihkan perhatiannya pada seekor hewan yang masih terlihat jauh itu. Seekor hewan sejenis burung terbang menuju ke arah mereka. Semakin mendekat hewan itu semakin terlihat besar, dan mereka kini tahu bahwa hewan itu adalah hewan kuchiyose. Dahi mereka berkerut, mungkinkah musuh?

BRUK

Sepasang manusia turun dari elang itu. Mereka yang ada disana terbelalak melihat siapa yang baru saja datang.

"Hinata!" Sakura berlari dan memeluk Hinata. "Syukurlah kau baik-baik saja." Lanjutnya.

Hinata tersenyum hangat melihat kekhawatiran sahabatnya itu. Ia mengusap punggung Sakura pelan berharap bisa sedikit mengurangi rasa khawatirnya.

"Sasukeㅡ" Naruto berjalan mendekati Sasuke.

Sasuke mengalihkan perhatiannya sejenak pada elang yang masih terbang di atas kapal, "kau boleh pergi. Terimakasih."

Setelah mengatakan itu, elang itu pun menghilang dari pandangan mereka. Naruto menepuk bahu Sasuke dan tersenyum, "kau menyelamatkan Hinata. Hebat!"

"Mungkin paman Hiashi akan mempertimbangkanmu untuk dijadikan sebagai menantu." Gumam Naruto seraya pergi meninggalkan Sasuke yang merasa bingung atas ucapan Naruto.

OoOoO

[...]

Perjalanan pulang menuju desa Konoha dilalui tanpa halangan yang berarti. Naruto yang sesekali bertengkar dengan Lee memperebutkan Sakura. Kiba yang berusaha untuk menjauhkan Hinata dari Sasuke -yang entah bagaimana selalu tidak berhasil- karena Sasuke sudah lebih sering menunjukkan perhatiannya pada Hinata di depan para nakama. Sedangkan Shikamaru hanya menunjukkan ekspresi yang tidak tertarik pada apa yang di lakukan teman-temannya.

[Homecoming]

Tidak terasa dua hari telah berlalu sejak mereka berlabuh di pelabuhan desa dekat perbatasan. Desa Konoha berada 100 meter di depan sana. Sebuah gerbang besar dengan pintu berwarna hijau menyambut kedatangan mereka. Matahari telah berada diufuk barat. Warna jingga terlihat menghiasi langit negara api ini. Angin sepoi-sepoi menerpa setiap wajah menerbangkan helaian rambut seakan mengucapkan selamat datang.

Sasuke menghentikan langkahnya, melihat gerbang yang masih berdiri kokoh dan mengamati penampakan akses masuk ke sebuah desa di depan matanya. Ia berpikir, sudah berapa lama ia tidak menginjakkan kakinya di desa ini?

Hinata memutar kepalanya saat ia menyadari bahwa sosok Sasuke yang berjalan disampingnya berhenti.

"Sa-sasuke-kun?!" Panggil Hinata ragu dan itu membuat beberapa temannya yang berjalan didepan menghentikan langkah kaki mereka lalu mengalihkan pandangan mereka padanya dan Sasuke.

"..."

"ㅡHn?"

Seakan tersadar dari pemikirannya, Sasuke menatap Hinata yang melihatnya heran sekaligus khawatir. Apa yang perlu dikhawatirkan gadis itu? Apa gadis itu berpikir jika Sasuke akan 'melarikan diri' lagi?

Tap

Tap

Hinata memberanikan dirinya untuk mendekati Sasuke. Diraihnya tangan pemuda itu, menggenggamnya. Ia tersenyum lembut lalu sedikit menarik tangan Sasuke agar pemuda itu kembali melanjutkan perjalanannya.

Sasuke memandang tangannya yang berada dalam genggaman Hinata. Ia sedikit tidak percaya, gadis itu memegang tangannya di depan teman-temannya. Kemana Hinata yang sangat pemalu itu?

Sedikit mengembangkan senyum di wajahnya, Sasuke melepaskan genggaman Hinata, kemudian melingkarkan tangannya itu di pinggang Hinata. Mendekap tubuh gadis itu. Satu detik kemudian ia telah berhasil membawa Hinata bersama dengan dirinya melompat dari atap ke atap.

"SASUKE! KITA HARUS MELAPOR!" Teriak Shikamaru.

"Oii! KAU MAU KEMANA?! SASUKE?!" Tambah Naruto yang sepertinya percuma saja. Sasuke tidak akan menghentikan kakinya hanya untuk mendengarkan teriakan itu.

"Merepotkan!" Desah Shikamaru.

OoOoO

Sasuke masih mendekap erat tubuh Hinata, membawa gadis itu menuju kearah utara desa Konoha. Melewati beberapa meter lahan penuh pepohonan.

"Sasuke-kun... Kita akan pergi kemana?" Tanya Hinata dengan perasaan was-was.

"Ke suatu tempat." Jawab Sasuke singkat.

"Kalau begitu... biarkan aku berjalan sendiri." Kata Hinata. Ia sedikit tidak nyaman saat tubuhnya menempel pada pemuda Uchiha itu, bukan apa-apa, ia hanya sulit mengendalikan detak jantungnya yang tak menentu.

"Tetaplah seperti ini."

Hinata diam, memutuskan untuk membiarkan pemuda itu membawa dirinya. Perjalanan mereka terhenti di sebuah tempat dimana terdapat puluhan atau bahkan ratusan batu nisan. Ya, pemakaman korban pembantaian yang di lakukan oleh Itachi di masa lampau.

Sasuke kembali membawa Hinata untuk lebih dekat pada dua buah batu nisan yang bertuliskan 'Fugaku Uchiha' dan 'Mikoto Uchiha' yang berada dibarisan depan.

Sasuke menurunkan perlahan tangannya yang berada di pinggang Hinata. Ia menatap dua batu nisan di depannya dengan sendu. Matanya tampak berkaca-kaca dan Hinata melihat itu.

Melihat pemuda Uchiha yang terkenal menyeramkan kini tengah menitikkan air matanya. Hinata ikut memandang dua batu nisan itu.

"Ayahㅡ ibuㅡ" panggil Sasuke tertahan.

Tangan Hinata terangkat, menyentuh punggung Sasuke. Menepuk-nepuk punggung itu pelan.

"Ibuku pernah bercerita, kalau Ayah sering membicarakanku. Sampai sekarang, aku ingin mengetahui apa yang Ayah bicarakan tentangku."

"Aku yakin, Ayahmu membicarakan hal-hal hebat tentangmu, Sasuke yang tampan, Sasuke yang pintar, Sasuke yang..."

Mengesampingkan rasa rindunya pada ayah dan ibu, Sasuke terkekeh pelan, apa saat ini Hinata sedang memujinya?.

"Kenapa tertawa, Sasuke-kun?" Tanya Hinata heran.

Sasuke menggeleng pelan, "tidak apa-apa. Ayo kita pergi!"

Sasuke kembali meraih tangan Hinata. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan sampai ke gedung Hokage. Tidak ada sepatah kata yang terlontar disepanjang jalan. Mereka hanya saling menggenggam. Sasuke yakin, Hinata mengerti arti genggaman itu. Tetapi Hinata? Sasuke tidak yakin akan perasaan Hinata padanya. Mungkinkah gadis itu bersikap baik padanya karena menyukainya? Ataukah karena mengasihaninya?

OoOoO

[Hyouhaku]

Naruto melihat Sasuke yang berjalan kearahnya sambil menggandeng Hinata dengan tatapan sebal. Bisa-bisanya pemuda Uchiha itu membuatnya dan beberapa teman-temannya menunggu selama hampir 1 jam di depan gerbang kantor Hokage.

"Oiii! Darimana saja kalian? Aku sudah hampir mati kesal disiㅡ"

"Diamlah Naruto!" Potong Sasuke dan langsung berlalu begitu saja, melewati teman-temannya yang menunggu sedari tadi.

"Keterlaluan sekali bocah itu!" Decak Kiba. "Rasanya ingin ku hancurkan wajah sok tampan itu!" Lanjutnya geram.

"Sudah-sudah.." Sakura melambaikan tangannya menengahi sambil tersenyum senang. "Dengan begitu, aku semakin yakin jika Sasuke-kun mencintai Hinata." Katanya seraya melangkah meninggalkan teman-temannya dengan hati riang gembira.

"APA?!"

.

.

.

TO BE CONTINUE

A/N :

Bagaimana pendapat kalian tentang chapter ini?

See you^^