CHAPTER 5 (PART 3)

IS IT WAR?


Melihat Xi Luhan lagi ibarat membuka luka lama untuk Minseok. Dan yang Minseok tidak percaya adalah Sehun, si tuan wajah datar itu tergila-gila dengan Luhan. Well, siapa sih yang bisa menolak pesona Luhan? Bahkan Jongin saja terpesona dengannya.

"hyung.." panggil Jongin, membuyarkan lamunan Minseok.

"memikirkan Sehun?" Minseok menggeleng. "Luhan hyung?" Minseok menggeleng lagi, ia malah mengalihkan pembicaraan.

"Ada apa kesini?"

"Satu supplier bermasalah hyung, barang-barangnya tidak ada yang fresh dan jumlah barang yang dia kirim tidak pernah sesuai order. Hyung ikut aku, kita lihat semua barangnya."

Jongin menarik Minseok ke walk in freezer dan walk in chiller di inventory. Minseok mengecek semua barang bersama Jongin, ia juga mengecek ke outlet-outlet banquet. Distributor yang dipakai untuk banquet kitchen dan restaurant kitchen memang berbeda, jadi Minseok lega setidaknya ia bisa meminta sedikit kelebihan barang yang dimiliki oleh restoran-restoran untuk menambah persediaan di banquet kitchen. Selain itu ia sedikit lebih tenang karena dua distributor lain yang biasa mengirim barang ke hotel ini juga tidak sulit untuk dihubungi.

Minseok mengecek ke bagian purchasing, ia meminta nama distributor bermasalah yang mengirimkan barang untuk banquet kitchen. Ia juga meminta orang purchasing untuk membuat order baru untuk mengganti barang-barang yang rusak itu.

Yixing yang sedang sibuk menelpon Yifan langsung mematikan teleponnya setelah melihat wajah Minseok yang sedang tidak bersahabat itu.

"Xing, istirahat nanti Yifan menemuimu kan? Aku ingin minta bantuan Yifan."

"bantuan apa hyung?"

"Minta dia menghubungi supplier, lalu menanyakan alamatnya. Biar kita yang mencari tau selanjutnya."

"baik hyung."


"kau mengajak Yifan ke warung jajangmyeon langganan kita, Xing?"

"iya hyung.."

"yakin dia doyan ?"

"sumpal saja mulutnya dengan jajangmyeon kalau dia tidak mau makan."

Yixing dan Minseok melanjutkan pembicaraan mereka sambil berjalan kaki. Jarak warung ddeokbokki langganan mereka dengan hotel memang dekat, jadi mereka lebih memilih berjalan kaki, mereka juga cukup sering makan disana.

"Annyeong ahjumma.. aku pesan jajangmyeonnya 3 ne." ujar Yixing. Ia menghampiri Minseok yang sudah duduk terlebih dahulu. Mereka menunggu Yifan,

"Ah.. itu Yifan. Ugh, aku benci kalau dia menyamar hyung."

"Makanya ungkap hubungan kalian ke publik."

"Makanya kontrol inner fanboy hyung kalau ada di dekat Sehun."

"YIXING!" ujar Minseok kesal, yang dibalas Yixing dengan mehrong.

"Maaf membuat kalian menunggu." ujar namja dengan tinggi diatas normal menghampiri mereka, ia melepas masker yang dipakainya dan memberi kecupan singkat pada pipi Yixing.

"ugh, hati-hati dengan paparazzi bodoh! kalau me-" ujar Yixing.

"Nah, Minseok hyung apa yang bisa kubantu." ujar Yifan mengacuhkan Yixing.

"Telpon ke nomor ini, lalu minta alamatnya. Setelah itu biar kami yang urus." ujar Minseok menyerahkan kertas yang berisi nomor telepon.

Yifan mengangguk dan langsung menghubungi nomor yang ada di kertas menggunakan ponsel yang dia pinjam dari manajernya. Yifan berbicara sambil menuliskan sesuatu di kertas, sepertinya alamat distributor itu. Yifan lalu memberikan kertas itu ke Minseok dan Yixing. Yixing dan Minseok memperhatikan alamat yang diberikan Yifan.

"mereka langsung memasok barang ke hotel hyung. Tidak memakai jasa agen seperti pemasok lain. Alasannya karena mereka memiliki orang dekat di hotel kalian."

"Hyung, siapapun orangnya pasti lebih berkuasa dari kita dan orang-orang purchasing. Minimal memiliki backing yang kuat untuk menyelundupkan barang."

"Tapi tanpa tanda tangan dari staff kichen semua barang tidak akan masuk Xing."

"Saranku kalian datangi saja dulu tempat ini, bagaimananpun juga masalah kan berawal dari supplier ini."

"Baiklah, aku setuju dengan Yifan. Xing, hari ini kita tidak sibuk kan?"

"Tidak hyung. Ah.. Chanyeol juga sedang off"

"Hubungi Chanyeol, kita ke tempat ini sekarang. Yifan kau ikut?"

Yifan mengangguk.


"Ini tempatnya hyung?" ujar Chanyeol sambil memperhatikan papan nama bertuliskan "EXOTIC FOOD SUPPLIER AND DISTRIBUTOR" yang dijawab anggukkan oleh Minseok.

"Hyung biar aku dan Yifan hyung saja yang turun. Kalian berdua disini."

"Ta-"

"Tidak ada bantahan, Xing. Lagipula kalian berdua kan staff kitchen, kemungkinan besar salah satu pekerja mereka pernah melihat kalian."

Yifan langsung menutup pintu mobilnya dan berjalan menyusul Chanyeol yang sudah menunggu di depan pintu masuk kantor supplier itu.

Lima belas menit kedua namja manis itu menunggu, dan mereka sudah tidak sabar ingin mengetahui hasilnya. Keduanya benci saat seperti ini, saat mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menunggu. Setelah melihat dua namja tinggi itu keluar dari kantor, ditemani oleh seorang ahjussi tua bermata bulat. 'Do ahjussi' bisik Minseok.

"Kau mengenal ahjussi itu hyung?"

"Itu ayah Chef Do Kyungsoo."

"Aaaahh.. Chanyeol bertemu calon mertua kalau begitu."

Kedua namja tower itu memasuki mobil, Yifan yang duduk di kursi kemudi langsung menoleh kebelakang.

"Kalian kembalilah ke hotel, tadi aku dan Chanyeol sudah menghandle semuanya."

"Shiftku dan Minseok hyung berdua sudah habis, lagipula harusnya kan hari ini jatah kami off."

"Baiklah, bagaimana kalau ke apartemen kita Xing? Minseok hyung? Yeol-ah?"

"Terserah saja kalau begitu."

"Baiklah.." Yifan langsung menyalakan mesin mobilnya dan berjalan menuju ke apartemen yang ditempati oleh Yixing dan dirinya.


"Hyung, kurasa beberapa black jacket terlibat. Tadi, Do Ahjussi bilang kalau semua barang yang dikirim olehnya selalu sesuai permintaan hotel. Ia juga menunjukkan faks yang dikirim oleh pihak purchasing Arc en Mer dan memang itu berbeda dengan jumlah yang kau order hyung. Masalah kualitas, tadi Do ahjussi bilang kalau kualitas barang dari produsen tempat ia biasa membeli barang memang sedang turun akibat gagal panen dan ia juga saat ini sedang kelebihan stok barang. Dia terancam bangkrut hyung. Tapi dengan banyaknya order dari Arc en Mer dan pihak Arc en Mer juga tidak menolak meskipun barang yang didistribusikan olehnya itu jelek. Jadi, ia sedikit terbantu hyung." ujar Chanyeol memberitaukan hal yang dibicarakan olehnya dan Yifan bersama Do ahjussi tadi.

"Do Kyungsoo dekat dengan black jacket kan hyung? terutama Luhan."

"Do Kyungsoo? Chef mata bulat itu? Ahjussi tadi ada hubungan apa dengannya?" ujar Chanyeol semangat mendengar nama orang yang disukainya.

"Dia ayahnya Yeollie. Maaf kalian harus bertemu di tengah keadaan seperti ini. Aku juga tidak bisa bertemu dengan Do Ahjussi, setidaknya dengan cara yang lebih pantas."

"Kalian bersahabat hyung?" ujar Yixing bingung.

"Kami bersahabat sewaktu Senior High School, Xing. Aku, Jongdae, Jongin, Kyungsoo, Baekhyun dan Luhan."

"MWO?" ujar Chanyeol dan Yixing bersamaan, kaget.

"Aku yakin hubunganmu dulu dengan Luhan lebih dari sekedar sahabat hyung..."ujar Yixing. Sebelum Minseok sempat menyela Yixing kembali melanjutkan ucapannya, "...dan aku tidak tau apapun hubungan yang pernah terjadi diantara kalian. Ceritakan hyung."

"Tidak.. aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya."

"Hyung yang cerita atau aku minta Baekhyun yang cerita?" ujar Chanyeol. Minseok tau jika Chanyeol sudah berkata seperti itu berarti permintaannya sudah final dan tidak bisa diganggu gugat.

"Baik.. Baik.. Kalian menang! Puas?! Sekarang biarkan aku bercerita dan jika kalian berani menyela, aku hentikan ceritanya."

Minseok mulai bercerita tentang persahabatannya dengan Kyungsoo dan Luhan. Ia mulai dari awal dia bertemu dengan Luhan, Jongin yang mengenalkan Kyungsoo padanya. Bagaimana dulu ia dan Kyungsoo sering melakukan eksperimen masak bersama dengan Jongdae, Baekhyun, Luhan dan Jongin yang menjadi testernya. Dari awal hingga berakhirnya hubungan dirinya dengan Luhan. Tapi, ia melewatkan satu hal penting yang menurutnya tidak perlu diketahui oleh Yixing dan Chanyeol, perselingkuhan Jongin dan Luhan.

"Tunggu hyung.. biar aku sederhanakan.. Jadi, dulu hyung dan Luhan pacaran. Jongdae dan Baekhyun adalah sahabat dan Jongin dan Kyungsoo juga sahabat? Kyungsoo, Baekhyun dan Jongdae juga dekat karena mereka sama-sama ikut ekskul choir? Kyungsoo adalah junior kesayangan Baekhyun dan Jongdae di klub? Jongin, Jongdae dan hyung sering hang out bersama dan mengajak mereka? Persahabatan kalian memburuk sejak hubungan hyung dan Luhan mulai merenggang? Hyung dan Luhan putus dua bulan sebelum kelulusan, dan sejak itulah persahabatan kalian semakin memburuk. Kyungsoo, Baekhyun, Jongin dan Jongdae merasa terjebak dengan hal itu. Hyung tidak ada yang kau tutupi kan? Dan mengapa kalian putus?"

"Tidak Xing, tidak ada yang kututupi. Aku tau Luhan menyukai orang lain, tapi aku menahannya agar jangan pergi. Dia beberapa kali memutuskanku, tapi aku menolak dan berjanji akan berubah. Dia kasihan padaku. Dia tau kelemahanku Xing, karena ia mengetahui hal itu ia tidak bisa melepasku. Aku benar-benar mencintainya saat itu. Aku bodoh kan Xing, Yeollie?"

Chanyeol dan Yixing tau sebenarnya ada yang ditutupi oleh Minseok dan mereka lebih memilih diam. Well, Chanyeol dan Yixing sudah bisa membaca pikiran Minseok seperti buku yang terbuka. Wajar, karena persahabatan yang mereka bangun sejak menjadi roommate di Swiss berjalan dalam waktu yang tidak sebentar.

"Besok kita cari lagi hyung. Sekarang istirahatlah.."

Chanyeol mengantar Minseok sampai ke rumahnya. Hal yang mengejutkan terlihat didepan rumah Minseok. Mobil Audi hitam milik Luhan terparkir manis di depan rumahnya, 'seperti deja vu' pikir Minseok. Chanyeol memilih untuk tidak bicara apapun, ia memang seorang happy virus yang berisik tapi ia tau kapan waktunya harus diam. Minseok menghentikan langkahnya, dan Chanyeol yang berada tepat di belakang Minseok otomatis ikut berhenti juga.

Mereka melihat Jongin keluar dari mobil itu diikuti oleh... Luhan. Jongin terlihat ingin buru-buru masuk ke dalam, tapi ditahan oleh Luhan. "Lupakan aku Hyung! Kau memiliki Sehun sekarang!" "AKU TIDAK ADA HUBUNGAN APA-APA DENGAN SEHUN!" "Dan aku tidak peduli. Buatku kau hanya masa lalu hyung."

Minseok menatap ke arah Chanyeol, ia melihat sahabatnya itu menautkan kedua alisnya. Minseok hapal gesture itu, itu adalah gesture saat Chanyeol meminta penjelasan. Minseok berusaha menghiraukan tatapan curiga Chanyeol, ia lebih memilih fokus melihat dongsaengnya yang sedang sibuk adu mulut dengan Luhan.

Minseok dan Chanyeol memutuskan untuk menghampiri Jongin dan Luhan. Begitu menyadari kehadiran Minseok dan Chanyeol, Luhan dan Jongin langsung menghentikan pertengkaran mereka. Jongin langsung masuk ke rumah, sedangkan Minseok, Chanyeol dan Luhan masih berada di luar. Tiba-tiba Luhan mengangkat pembicaraan,

"Apa yang akan kau lakukan jika adikmu sendiri berusaha untuk menjatuhkanmu?"

"Omong kosong, Lu. Pergilah, berhenti menggangguku dan Jongin. Dan Yeollie, pulanglah aku bisa mengatasinya."

Chanyeol menolak, ia takut terjadi apa-apa dengan hyungnya. Minseok benar-benar berusaha keras meyakinkan sahabatnya itu, hingga akhirnya Chanyeol mengalah dan menuruti perkataan Minseok.

"Whoaa.. Masih sama seperti dulu, eoh? Ah, Min.. bersiaplah untuk pesta besok."

"Jangan main-main dengan dapurku, Lu!"

Luhan mendengus kecil, "Kusarankan kau untuk menyiapkan obat penenang. Dan jangan mabuk-mabukan, ne? Kau tidak mau hamil kan?"

"XI LUHAN! PERGI DARI HADAPANKU SEKARANG!"

Luhan memegang tangan Minseok dan menguncinya. Wajah Minseok menghadap tembok pagar pembatas rumahnya, posisi tubuhnya pun terjepit antara tembok dan tubuh Luhan. Luhan mengecup kecil tengkuk Minseok, "Aku tau perasaanmu, Min. Kau masih mencintaiku, eoh? Tapi maaf, aku hanya mencintai Jongin dan kau tau itu dari dulu." lalu melepaskannya.

Luhan berjalan menuju mobilnya, meninggalkan Minseok yang terduduk lemas di tembok pagar pembatas rumahnya.

SKIP TIME

Minseok, Yixing dan beberapa staff kitchen terkejut melihat kehadiran Choi Siwon, Head of Finance Department dengan Xi Luhan diikuti dengan beberapa black jacket lainnya.

'Wow.. invasi kitchen' bisik Taeyeon melihat kedatangan segerombolan black jacket.

"mana Kim Minseok!" ujar Siwon.

"Ada apa ini? kalian pikir dapur ini tempat demonstrasi!"

"KAU! KIM MINSEOK! KAU TAU BERAPA BANYAK KERUGIAN YANG KAU SEBABKAN?" teriak Siwon marah, ia kemudian melempar kertas berisi daftar order barang untuk kitchen.

"Aku tidak tau! Aku mengordernya sesuai dengan kebutuhan tapi barang yang datang selalu tidak sesuai dengan orderan! Lebih baik anda cek saja supplier bermasalah itu tuan Choi."

"Ini yang kau maksud sesuai? Kau menurunkan kualitas makanan hotel ini! Kau pikir ini adalah warung jajanan kaki lima? atau karena yang bertanggungjawab atas orderan itu adikmu jadi kau melindunginya? aku meragukan profesionalitasmu tuan Kim."

"Apa maksud anda tuan Choi? Tolong jangan berbicara sembarangan."

"Lihat baik-baik! Itu semua ditandatangani oleh adikmu. Adikmu sama saja seperti sudah menyelundupkan barang. Dan asal kau tau, hotel kita mengirim uang sejumlah dengan order yang sudah kau buat. Tapi kenyataannya? Adikmu mengurangi kuantitas bahan, eoh?"

"Jongin. Jelaskan padaku sekarang! Tuduhan yang mereka buat tidak benar."

"Mereka semua benar hyung. Aku yang melakukan itu." ujar Jongin. Suara di dapur mendadak hening.

"Jongin! Jangan bohong, ini tidak lucu Jonginnie.. Bukan kau pelakunya kan?"

"Yixing hyung kubilang itu kenyataan! Semuanya memang aku yang merencanakannya. Untuk apa aku disini? Aku muak berada di dapur! Tempatku adalah di stage, mengikuti kompetisi menari. bukan terjebak di dapur yang panas, sempit dan pengap ini!"

Minseok membatu, suaranya seolah tertahan di kerongkongannya. Ia tidak bisa mengeluarkan satu patah kata pun.

"Sekarang apa keputusanmu tuan Kim?"

"Jongin. Kuharap paling lambat besok nona Chaerin sudah menerima surat resignmu. Dan ini keputusan final." ujar Minseok putus asa.

Seluruh staff kitchen yang berada disitu terkejut mendengar keputusan Minseok, termasuk Yixing. Jongin langsung melepas necktienya dan bergegas keluar dari dapur. Begitu juga dengan black jacket lainnya, kecuali Luhan yang masih bertahan disana.

"Well, sudah kau siapkan apa yang aku bilang kemarin?" ujar Luhan memperlihatkan senyum mengejeknya.

Yixing yang mengerti keadaan sahabatnya langsung mengalihkan perhatiannya pada orang-orang di dapur, "Kalian, kembalilah pada posisi masing-masing. Ingridients itu tidak akan memasak dengan sendirinya kan?"

SKIP TIME

Minseok langsung menemui Jongin dan Jongdae di lantai atas. Ia menghampiri maknae mereka,

"Aku tau itu bukan kau Jongin. Jelaskan semuanya!"

"Hyung, kau tau kan supplier bermasalah itu milik Kyungsoo hyung? Hyung, Kyungsoo hyung saat ini mengalami krisis. Do ahjumma sakit-sakitan dan Do ahjussi tidak memiliki cukup uang untuk membayar pengobatan. Akhirnya Do ahjussi berhutang pada rentenir dengan bunga yang amat tinggi."

"Kenapa kau mengorbankan diri Jongin?"

"Aku... aku ingin membantu, tapi uangku sendiri pun tidak cukup banyak membantu dan Kyungsoo hyung selalu menolak. Kyungsoo meminta Luhan hyung melakukan itu. Dan yaa.. kedatangan Luhan hyung kemarin untuk memberitauku tentang keadaan yang sebenarnya."

"Tunggu... kenapa Kyungsoo seperti cuci tangan? Ini semua idenya Jongin! Kenapa selalu kau yang berkorban!" kali ini giliran Jongdae yang bersuara. Ia marah dengan adiknya.

"Hyung, semua juga memang kesalahanku. Aku juga tidak pernah mengecek ulang order bahan. Jadi, meskipun Kyungsoo hyung jujur tetap aku yang kena karena yang menandatangani itu aku."

Minseok tertunduk, ia langsung menarik Jongin ke pelukannya.

"Maafkan hyung yang langsung memecatmu."

"Hyung, melakukan hal yang benar kok. Kalau aku ada di posisi hyung aku psti melakukan hal yang sama."

"Sudah... lalu kau mau apa setelah ini Jongin-ah?" ujar Jongdae.

"Aku akan ke Amerika hyung. Seunghoon hyung menawarkanku untuk menjadi back dancer beberapa penyanyi. Dan yaa... aku sekalian mencari jalan masuk untuk menjadi crew dari Presque Vu. Minggu depan aku pergi, lebih cepat lebih baik kan?"

"We will miss you Jonginnie.."

"Aku juga hyung. Kalian harus baik-baik saja tanpa aku. Jongdae hyung, baik-baiklah dengan Joonmyeon hyung, jangan bertengkar karena hal sepele terus. Minseok hyung, aku menunggu kabar tentang kemajuan hubunganmu dengan Sehun. Jangan bersembunyi dibalik bayangan terus hyung, sekali-kali dekatilah dia. Sehun benar benar bodoh jika tidak menyadari kebaikanmu. Kalian berdua, jangan benci Luhan hyung dan terlebih lagi jangan balas dendam. Case closed hyung, ne?"


Next..

Maybe bakal mulai buka2 tentang Jongdae, Baekhyun, Kyungsoo dan couple masing-masing...

Dan Chap depan udah back to present kok.

and yupp... ini MPreg... tapi ngga semua uke aku bikin MPreg, tbh it'll be weird

Alasannya? Karena di setiap dunia perYaoian yang bener itu kenal yang namanya top, botttom dan verse. ngga semuanya harus jadi ultimate uke/seme. malah rata2 banyak yang verse.. Wen yakinlaah kalian yang udah malang melintang di dunia ff Yaoi pasti udah khatam ama hal ini.

Kan aneh kalo yang verse kaya chara Luhan di ff ini bisa hamil..