"Kamu tidak apa-apa di rumah sendirian?"
Petir mengangguk, "Iya! Lagipula dikirain umurku berapa?"
Halilintar hanya menghela nafas melihat adiknya itu, "Ya sudah, ingat untuk kunci pintu, jangan sampai ada orang yang tidak dikenal masuk."
"Iya.."
Hari itu Petir harus menjaga rumah sendiri karena Halilintar harus pergi ke sebuah perlombaan yang diadakan malam-malam, sedangkan orang tua mereka berdua sedang kerja di luar negeri.
Malaj itu sudah pukul 7 malam.
Petir melihat pintu yang ditutup oleh kakaknya lalu segera mengunci pintu itu.
Ia berjalan ke sofa lalu menyalakan TV dengan remote, dia kaget melihat ada sebuah jumpscare dari film serem di TV.
Tanpa sengaja ia melempar remotenya ke vas bunga berakhir dengan suara pecah.
Petir panik, 'Bagaimana ini!? Nanti kakak pasti marah!' Batinnya.
Ia segera menyapu serpihan-serpihan beling dari vas tersebut dan membuangnya ke tempat sampah sampai tempat itu bersih.
Petir menghela nafas, karena dia memang tidak biasa melakukan kegiatan kebersihan. Biasanya kakaknya yang melakukan bersih-bersih di rumah.
Lalu Petir kembali duduk di sofa dan mengingat bahwa hari ini adalah hari Jumat, tanggal 13.
'DEG!'
'Hantu itu tidak ada!'
Tiba-tiba terdengar ada suara petir dari luar.
Petir melihat keluar dan melihat bahwa sedang hujan berserta badai di luar.
Lalu ia mendapat SMS pesan dari kakaknya,
'Aku tidak bisa pulang sampai hujan ini berhenti. Tutup semua jendela dan pastikan semuanya terkunci.'
Petir takut, Petir ingin menjawab dengan 'CEPAT PULANG!' tapi dia berakhir dengan menjawab, 'Iya.'
Petir mulai gelisah dan memerhatikan sekelilingnya, tiba-tiba ia terdengar sebuah benda jatuh. Ia melihat ke belakangnya ternyata itu cuma kotak yang jatuh.
Dengan rasa takut Petir lari ke kamarnya dan segera menutup dan mengunci pintu kamarnya.
Ia menyelimuti dirinya dengan selimut dan berharap supaya kakaknya cepat pulang dan segera mengusir hantu yang mengganggunya.
Tiba-tiba ia mendengar suara bel dari pintu depan, Petir merasa lega karena mungkin saja itu kakaknya.
Tetapi Petir ingat bahwa biasanya kakaknya tidak akan membunyikan bel karena biasanya dia membawa kunci cadangan saat pergi.
Rasa takut Petir bertambah, karena siapa yang mau datang ke rumah ini malam-malam dan di tengah hujan.
Petir mengendap-endap ke arah pintu depan, lalu ia mendengar suara bel dibunyikan lagi dengan pintu yang diketok-ketok.
TOK
TOK
Ia mencoba melihat dari lubang intipan yang ada di depan pintu dan ia melihat seseorang dengan mata kuning berjubah hitam di luar.
Petir teriak, ia segera berlari kembali ke kamarnya.
oO0Oo
Gempa menunggu di luar pintu rumah Halilintar.
Sebelumnya, saat di perjalanan ia pulang ke rumah tiba-tiba ada hujan. Gempa memakai jas hujannya yang berwarna hitam dan segera lari ke rumahnya tetapi hujannya makin deras dan ia melihat rumah Halilintar dari kejauhan dan ia berpikir untuk meneduh dulu di rumahnya dan ia juga ingat Halilintar bilang kalau Petir sedang menjaga rumah sendirian disitu.
Setelah membunyikan bel dan mengetok beberapa kali ia mendengar teriakan dari dalam.
Gempa panik, jangan-jangan ada penyusup masuk.
Ia mengingat bahwa Halilintar menaruh kunci cadangan di bawah pot bunga, Gempa mengambilnya dan melihat semuanya baik-baik saja.
Perlahan-lahan ia pergi ke kamar Petir dan mengetok pintunya.
oO0Oo
Petir kaget mendengar ada yang mengetok pintu kamarnya.
Lalu dari luar ia mendengar suara seseorang yang ia kenal, "Petiir? Kamu baik-baik saja? Ini Gempa! Aku datang kesini karena di luar sedang hujan deras! Kamu baik-baik saja, kan?"
Petir membuka pintunya dan merasa lega melihat teman kakaknya disitu.
Gempa bertanya, "Kenapa tadi kamu teriak?"
Petir mengalihkan pandangannya dari Gempa, "Ti- tidak apa-apa!"
Gempa bingung lalu hanya menaikkan bahunya.
Humikmika : Haaai~! Kangen aku gak? Maaf updatenya lama banget! Soalnya selama beberapa lama aku sudah mulai hilang ketertarikan dengan Boboiboy, tapi tadi nonton lagi jadi suka lagi! Hehehe!
Makasih banyak dukungannya, pas baca reviewnya aku senyum-senyum sendiri sampe dibilang gila ama ibu sendiri.
Kalau soal ceritaku yang satu lagi aku gak tahu apakah bakal ngelanjutin atau nggak soalnya episode Boboiboy yang baru-baru ini Boboibot udah dikalahkan... jadi... gitu! Tapi nanti liat aja keadaan!
Ini bagian Petir yang mungkin sudah lama ditunggu! Selanjutnya chapternya akan fokus ke Tanah, ditunggu ya~!
Terima kasih sudah membaca!
