The New Journey
Chapter 8: New Member
A/N: Haai! Aku tau aku bilang aku bakal apdet kemaren. Cuman kemarin aku kena sindrom hilang inspirasi sesaat jadi aku main game buat menyembuhkan penyakitku. Jadi baru selesai ceritanya sekarang. Gomen... gomen #bow
raymond21: Haha... ya aku juga suka SNK cuman lagi gak baca manganya. hehe kayanya nanti. oke silahkan baca
EQA Skylight :monggo udah di apdet
Disclaimer
Pesona series owned by Atlus.
Genres
Friendship, Family, Slight Romance.
Tap... tap... tap.
"Lama tak bertemu, Nyx."
"Jadi kau yang membebaskan bocah itu. Kenapa kau membantunya? Ia hanya seorang manusia."
"Aku tidak berniat menolongnya, aku hanya ingin melihat bagaimana ia menjalani petualangannya yang baru. Manusia, mereka sangat unik. Beberapa dari mereka menjalani kehidupannya sebaik mungkin, tetapi beberapa dari mereka juga menginginkan kematian dan kekacauan sebagai jalan keselamatan. Aku terus mengamati mereka lewat para Wild Card, dan anak itu adalah salah satunya. Yang terbaik dari semua."
"Aku akui ia memang hebat. Dua tahun lalu bocah itu datang langsung kepadaku dan menyegelku agar Erebus tidak dapat memanggilku kembali."
"Ya. Saat itu kau datang untuk menghantarkan kematian kepada seluruh manusia. Kau tidak berhenti bahkan setelah tau kalau banyak dari mereka tidak menginginkan itu."
"Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan. Para manusia itu sendiri lah yang memanggilku. Aku hanya memenuhi permintaan mereka."
"Kau harus membuka matamu Nyx. Tidak semua dari mereka menginginkan itu. Kau hanya memenuhi keinginan sebagian kecil dari mereka. Kau harus berhenti mendengarkan Erebus."
"Hanya karena kita berasal dari dunia yang sama, bukan berarti kau bisa menyuruhku untuk melakukan sesuatu. Aku tahu apa tujuanmu, kau ingin membebaskan anak itu sepenuhnya dari Great Seal."
"Ya, dia berhak mendapatkan kembali kehidupannya. Selama masih ada Erebus, aku belum bisa membebaskan anak itu sepenuhnya. Ia harus kembali lagi tahun depan sebelum Erebus datang. Tapi seandainya saja kau tidak mendengarkan Erebus, maka Great Seal tidak lagi diperlukan dan aku bisa membebaskannya."
"Aku melakukan apa yang diminta kepadaku. Bila para manusia menginginkan kehancuran maka aku akan memberikannya pada mereka, walau hanya sebagian kecil dari mereka yang menginginkan itu. Kalau kau ingin menyelamatkan bocah itu, maka kau harus menghancurkan Erebus selamanya. Kau tahu aku tidak bisa mengabaikan panggilan Erebus, Erebus adalah wujud dari keinginan manusia yang memanggilku dan yang tidak bisa ku abaikan."
"Ya aku tahu. Permintaanku memang terdengar mustahil. Mungkin aku memang harus mencari cara lain untuk membebaskannya."
"Semoga kau beruntung, dan kalau kau bertemu dengan bocah itu, tolong sampaikan salamku padanya."
"Tentu."
.
.
|10 Mei 2012|
Seorang wanita tersadar setelah lama tak sadarkan diri. Ia membuka matanya dan mendapati dirinya terbaring di atas sebuah tempat tidur. Ia pun mendudukkan dirinya di atas tempat tidur itu. Pintu kamar itu pun terbuka dan seseorang masuk ke dalam kamar itu.
"Senpai. Syukurlah kau sudah sadar." Ucap Yukari sambil menutup kembali pintu ruangan itu.
"Yukari? A-apa yang terjadi?" tanya Mitsuru, masih terduduk di atas tempat tidur.
"Kau diculik dan dibawa ke dalam dunia televisi oleh seseorang bersama dengan Akihiko-senpai. Aku dipanggil oleh Labrys untuk membantu menyelamatkanmu." Ucap Yukari sambil meduduki dirinya di samping Mitsuru.
"Ahh begitu, lalu... dimana kita sekarang?" tanya Mitsuru
"Kita ada di rumah Minato-kun sekarang, Minato-kun bilang ada beberapa ruangan kosong untuk kita tempati, jadi dia menyuruh kita semua untuk menginap di rumahnya. Aku dengar dari Minato-kun kalau kau sudah tau ia kembali. Sheesh seharusnya kau memberi tahu kami Senpai."
"Ahh, soal itu aku minta maaf. Minato menyuruhku untuk tidak memberi tahu kalian."
"*Chuckle* kau tidak perlu minta maaf, Senpai. Oh ya, kau pasti lapar. Aku akan membawakanmu makanan, tunggu di sini sebentar." Ucap Yukari sambil berdiri.
"I-itu tidak perlu, Yukari."
"Nah, Senpai. Kau baru saja sadar dan kau harus makan untuk mengisi kembali energimu, Senpai. Aku yakin Minato-kun akan setuju denganku. Sekarang tunggu di sini sampai aku kembali." Ucap Yukari seraya keluar dari ruangan itu.
"Yukari, tung—!"
Blam! Pintu sudah tertutup sebelum Mitsuru sempat menyelesaikan kata-katanya. Mitsuru menghela nafasnya. Ia bertanya-tanya dimana Minato, ia berharap yang masuk ke ruangan ini bukan Yukari melainkan Minato. Bukan berarti ia tidak menginginkan Yukari untuk masuk ke ruangan tempat ia berada, hanya saja ia lebih mengharapkan Minato lah yang masuk ke ruangan ini. Mitsuru menoleh ke arah jam dinding.
"Jam delapan lewat lima belas menit, ia pasti ada di sekolah sekarang."
"Hmm... kalau apa yang dikatakan Yukari benar. Maka yang terjadi sebelum aku diculik, hmm..."
Mitsuru berpikir, mencoba mengingat siapa orang yang terakhir kali ia temui sebelum ia diculik. Ia terus mencoba untuk mengingat namun ingatan yang ia harapkan tidak muncul. Ia masih mengingat ada orang yang masuk ke ruangan kantornya saat itu, namun ia tidak ingat siapa orang itu.
Cklik...
Pintu ruangan terbuka, terlihat Yukari masuk ke dalam ruangan dengan membawa sebuah nampan dan sup beserta teh hangat di atasnya.
"Maaf membuatmu menunggu. Ini dia, Minato-kun membuatkannya spesial untukmu. Ia berpesan kepadaku untuk memastikan kau menghabiskannya."
"Ah ya... terima kasih Yukari." Ucap Mitsuru seraya menggambil mangkuk yang ada di atas nampan yang dibawa oleh Yukari. Yukari mengambil teh hangat yang ada di atas nampan dan menaruhnya di atas sebuah meja yang terletak tak jauh dari tempat tidur. Mitsuru pun mulai menyantap sup yang ia pegang, sementara Yukari duduk di samping Mitsuru.
"Kau tahu Senpai, kami sudah menemukan siapa pelaku di balik kejadian P-1 Grand Prix."
"Kau serius?" tanya Mitsuru sambil menghentikan kegiatan makannya. Ia menaikkan sabelah alisnya dan menatap Yukari.
"Ya, dia seorang manusia, Persona-user. Sebenarnya aku tidak melihatnya, yang melihatnya saat itu hanya Minato-kun, Aigis, Fuuka, dan Narukami-kun."
"Persona-user? Tapi, saat P-1 Grand Prix. Makhluk itu bilang bahwa pelaku dibalik semuanya adalah seorang manusia biasa."
"Fuuka bilang ia dikendalikan oleh makhluk itu, tapi kali ini pengaruh kendalinya terlalu kuat jadi Fuuka tidak bisa mematahkan kendalinya." Ucap Yukari. Mitsuru melanjutkan makannya dan Yukari pun melanjutkan perkataannya.
"Aigis bilang, ia memakai seragam Yasogami. Jadi kemungkinan besar ia adalah siswa dari Yasogami High. Minato-kun dan anggota Investigation Team berniat untuk mencarinya di sekolah."
"Begitu." Jawab Mitsuru sambil meletakkan mangkuk sup yang telah kosong ke atas nampan yang terletak di atas meja. Mitsuru pun mengambil teh hangat yang masih terletak di atas meja.
"Kita belum menemukan orang sebenarnya, yang berada dibalik semua ini. Tapi aku yakin orang itu adalah seseorang yang memiliki ikatan dengan Kirijo Group. Aku harus kembali ke Iwatodai untuk mencari tahu siapa orang yang terakhir kali masuk ke kantorku saat itu." ia pun meminum gelas berisi teh hangat yang ia pegang sesaat ia selesai bicara.
"Kapan kau akan kembali ke Iwatodai?"
"Malam ini, aku akan kembali ke sini sekitar dua atau tiga hari."
"Malam ini... oh hey Senpai, Junpei mengusulkan agar kita memanggil Ken dan Koromaru. Aku yakin kau tidak masalah dengan Koromaru, tapi Ken... bagaimana menurutmu?"
"Hmm... aku tidak mau melibatkan Ken. Aku ingin ia menjalani hari-harinya tanpa diselimuti oleh beban dan hal-hal yang kita hadapi."
"Sudah kuduga kau akan berkata begitu. Well... bagaimana kalau kita bergabung dengan yang lain, mereka mengkhawatirkanmu, kau tau."
"Kalau begitu ayo kita keluar."
"Tentu."
.
.
Ding! Dong! Ding! Dong...!
Suara tawa dan obrolan memecah keheningan di koridor depan kelasnya. Pemuda berambut biru itu sedang bersandar ke dinding di samping pintu ruang kelasnya sambil mendengarkan musik lewat MP3 kesayangannya. Banyak orang berlalu lalang di koridor itu, sampai akhirnya seseorang menangkap perhatiannya. Seseorang, dengan tampang layaknya anak brandalan, melewati Minato. Mengetahui siapa orang itu, Minato memegang bahunya sebelum ia lepas dari jangkauannya dan menghilang, sama seperti apa yang terjadi kemarin.
"Sho Minazuki, Kau pikir kemana kau akan pergi?" ucap Minato dengan volume suara yang hanya dapat didengar olehnya dan anak yang terlihat seperti brandalan bernama Sho itu. Minato masih memegang bahunya. Sho pun menolehkan kepalanya untuk melihat orang yang memegang bahunya itu.
"Heh, apa yang kau mau?" tanya Sho, seakan-akan ia berpura-pura tidak tahu. Ia pun membalikkan tubuhnya untuk menghadap Minato dan Minato pun melepas pegangannya dan berkata pada Sho.
"Kau tahu apa yang aku inginnkan, jangan pura-pura tidak tahu."
"Ahh kau ingin menyelesaikan urusan kita yang kemarin rupanya. Aku ingin sekali menanggapi permintaanmu, tapi tak di sini pecundang! Aku yakin kau tidak mau membuat keributan di sekolah, begitu juga denganku. Sampai jumpa lagi payah!" ucap Sho, ia pun berjalan pergi. Kali ini Minato tidak menghentikannya. Ia benar, Minato tidak bisa membuat keributan di sini.
"Hmph! Pecundang... aku tidak percaya seorang pecundang menyebut orang lain pecundang. Lain kali aku melihatnya, akan ku pastikan ia tidak bisa lari lagi." Ucap Minato, ia pun kembali menyandarkan dirinya ke dinding sambil mendengarkan musik di telingannya.
"P-1 Grand Prix, penyerangan terhadap kediaman Shirogane, dan... kembalinya aku ke dunia ini. Apa semua itu berkaitan...? Kenapa aku ada di sini... dan apa yang terjadi dengan Nyx sekarang?" tanya Minato kepada dirinya sendiri. Minato terdiam berusaha mengaitkan semua yang terjadi padanya saat dan setelah Investigation Team menemukannya di dunia itu. Tapi sekeras apapun ia berpikir ia belum menemukan arti, mengapa ia bisa kembali.
"Mungkin aku harus menanyakannnya pada Elizabeth. Ia pasti tahu sesuatu." Minato pun kembali ke kelasnya dan duduk kembali di kursinya.
.
.
"Man, tempat ini benar-benar berbeda dengan Iwatodai." Ucap Junpei sambil melihat-lihat di sekeliling tepi sungai.
"Yah, aku senang kita mengikuti saranmu untuk ke sini Labrys." Ucap Fuuka
"Well, Rise bilang tempat ini bagus untuk dikunjungi. Jadi, mungkin kita bisa menyegarkan pikiran kita di sini."
"Yeah, air di sini sangat menyegarkan." Ucap Akihiko sambil mencuci wajahnya dengan air dari sungai.
"Hei, aku dengar dari Minako, kalau ia akan kembali ke Jepang." Ucap Yukari.
"Ah ya, ia bilang ia ingin membantu kita menyelesaikan kasus yang sedang kita hadapi sekarang." Ucap Akihiko.
"Minako? Siapa dia?" tanya Labrys.
"Minako-chan, ia adalah anggota SEES dulu sama seperti kami. Dia salah satu teman kami, ia juga adalah anggota Shadow Operatives. Sekarang ia sedang bersekolah di Amerika." Jelas Aigis kepada Labrys.
"Aku pikir aku sudah mengatakan padanya untuk tidak datang..." ucap Mitsuru dan ia pun menghela nafasnya.
"Heh... berapa kali pun kau berkata kepadanya untuk tidak datang, ia akan tetap datang." Ucap Akihiko sambil tersenyum kecil.
"Ya dia sama sekali tidak berubah, Mina-chan yang memiliki sifat penolong... sama seperti dulu." Ucap Junpei sambil tersenyum.
"Yah, aku tidak sabar untuk bertemu dengannya." Ucap Yukari.
"Ya aku juga." Ucap Fuuka.
"Bertemu dengan siapa?" tanya Minato berdiri di atas salah satu anak tangga.
"Dengan Mina-chan tentu saja..." jawab Junpei.
"Ah, jadi ia akan kembali ke Jepang. Begitu rupanya." Ucap Minato.
"Tunggu, sejak kapan kau di sana!?" tanya Yukari.
"Baru saja, aku melihat kalian saat berjalan pulang. Jadi aku memutuskan untuk menghampiri kalian."
"Wow aku tidak menyadari hari sudah sore, aku pasti benar-benar menikmati berada di sini." ucap Fuuka.
Minato pun mendekati mereka, untuk suatu alasan ia sama sekali tidak melihat Elizabeth. Padahal kemarin Elizabeth ikut menginap di rumahnya. Minato berharap ia tidak pergi atas keinginannya sendiri ke suatu tempat dan melakukan hal aneh yang menyebabkan orang-orang memperhatikan perilaku anehnya dan mengakibatkan Minato dalam kesulitan yang merepotkan. Minato pun memutuskan untuk bertanya kepada teman-temannya tentang dimana keberadaan teman velvetnya itu.
"Dimana Elizabeth?" tanya Minato, ia berharap mereka menjawab kalau Elizabeth ada di rumahnya sekarang sedang menonton televisi mungkin atau melakukan apapun yang tidak akan menyebabkan hal yang serius.
"Dia bilang ada sesuatu yang harus ia urus, jadi ia kembali ke Velvet Room." Ucap Aigis.
"Ahh begitu." Minato bersyukur dalam batinnya. Ia tidak tahu apa yang akan dilakukannya di dunia manusia tanpa pengawasan. Mungkin bisa saja sesuatu yang menggemparkan terjadi bila ia berkeliling tanpa pengawasan.
"Hmm... siapa yang kalian bicarakan?" tanya Mitsuru.
"Elizabeth-san, kau ingat? Wanita berbaju biru yang kita temui di dunia televisi saat P-1 Grand Prix. Oh aku lupa menyebutkan kalau ia juga membantu kita saat kau dan Akihiko-san diculik."
"Ah ya aku ingat."
"Ah ya, aku mau pergi ke Junes untuk membeli bahan makanan untuk makan malam. Sampai jumpa di rumah." Pamit Minato, ia pun berjalan meninggalkan mereka.
"Minato-san, bolehkah aku ikut denganmu?" tanya Aigis dengan wajah polosnya.
"Hm? Tentu, kalau begitu ayo."
"Ah iya, sampai jumapa lagi semuanya." Aigis pun berjalan dan pergi bersama Minato menuju Junes.
"Man, Ai-chan pasti sangat senang."
"Yah, sebaiknya kita kembali sekarang." Ucap Mitsuru.
"Ya, ide bagus. Aku sudah puas berada di sini lagi pula." Ucap Akihiko.
"Ayo kalau begitu." Ajak Labrys.
Mereka pun berjalan kembali ke rumah Minato. Sementara itu Minato dan Aigis berbelanja di Junes. Minato sedang memilih-milih bahan untuk dijadikan santapan malam.
"Apa yang akan menjadi makan malam kita, Minato-san?"
"Hmm... aku berniat untuk membuat kari. Bagaimana menurutmu?"
"Kari... ide yang bagus. Aku yakin yang lain akan senang."
"Ya, ngomong-ngomong Aigis bisakah kau mengambilkan wortel?"
"Tentu, aku akan segera kembali." Aigis pun pergi ke tempat wortel ditaruh. Sementara Minato sedang mencari bumbu kari yang akan digunakan nanti.
"Hmm... ahh ini dia." Minato mengambil bumbu kari dan memasukkannya ke dalam keranjang belanja. Aigis pun kembali ke tempat Minato berada dengan membawa beberapa wortel.
"Minato-san, apakah ini cukup?"
"Ya itu sudah cukup. Sekarang kita tinggal membeli daging." Ucap Minato.
"Hey Shirogane-san!" sapa seseorang. Orang itu menghampiri Minato dan Aigis.
"Masayoshi-san?"
"Apa yang kau lakukan di sini Haru?" tanya Minato.
"Aku hanya berbelanja untuk makan malam nanti. Oh ya soal kejadian kemarin... uhh... boleh kah aku bergabung dengan kalian? Maksudku, aku ingin membantu kalian."
"Kau ingin membantu kami?" tanya Minato.
"Minato-san kita tidak bisa melibatkannya dalam kasus ini."
"T-tapi... aku benar-benar ingin membantu. Lagi pula, aku mendapatkan kekuatan ini pasti dengan suatu alasan. Aku ingin tau kenapa aku mendapatkan kekuatan ini."
"Aku pikir kita harus membiarkannya membantu Aigis."
"T-tapi..."
"Jangan khawatir, biar aku yang bicara dengan Mitsuru."
"Ah benarkah!? Terima kasih Shirogane-san!"
"Kau bisa memanggilku Minato."
"Ah ya, terima kasih Minato-san. Kalau begitu kapan kita bisa mulai?"
"Akan kukabarkan kau nanti."
"Ahh baklah, kalau begitu aku permisi dulu Minato-san, Aigis-san." Haru pun pergi meninggalkan Aigis dan Minato.
"Minato-san, apakah akan baik-baik saja kalau kita membiarkannya bergabung dengan kita. Orang yang menyelamatkannya adalah Minazuki... aku khawatir kalau ia..."
"Aku mengerti, aku membiarkannya bergabung bukan berarti hanya sekedar untuk mendapat bantuan. Tapi, karena aku sedikit curiga denganya. Kita akan bicarakan ini nanti. Sekarang kita harus membeli daging."
"Aku akan mengambilnya." Ucap Aigis. Aigis pun meninggalkan Minato untuk mengambil beberapa daging segar yang dijual tak lama Aigis pun kembali dan membawa daging segar lalu memasukkannya ke dalam keranjang.
"Okay... semuanya sudah lengkap, ayo kita pergi."
"Hm!"
.
.
"Maan! Ini terlihat enak, aku merasa semakin lapar sekarang."
"Hei, sekarang belum waktunya Junpei." Ucap Minato.
Ting... tong.
"Hmm... siapa yang datang ham segini. Fuuka, matikan kompornya sebentar lagi."
"Tentu."
Minato pun berjalan keluar dari dapur menuju pintu masuk. Ting... tong.
"Tunggu sebentar." Minati pun memutar knop pintu. Cklk.
"Eh, kakek? Kenapa kau tidak bilang akan datang?"
"Ah, ya aku tidak sempat bilang padamu. Ada hal yang ingin kuberitahukan padamu."
"Soal apa?"
"Soal siapa orang yang ada di balik penyerangan kediaman Shirogane. Aku punya beberapa petunjuk tentang siapa orang itu."
A/N: Bad Ending (menurutku) aku bingung mau gimana akhirnya, jadi beginilah hasilnya. mohon riview, terutama untuk saran untuk chappie selanjutnya dan komentar mengenai chappie ini. Okay see you!
