Annyeong….
Uri-neun…Lian Cul Ah dan Park Soo Hoon ^^
Kembali membawa FF baru, FF ini terinspirasi dari Drama Korea Yaoi berjudul "Life Is Beautiful" , akan ada beberapa bagian yang berbeda dengan drama aslinya karena drama tersebut cukup panjang, jadi kami mengambil beberapa bagian yang memang penting.
Cast : Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Victoria
Sunny
Other SUPER JUNIOR member
Mr & Mrs Cho
Mr & Mrs Lee
Lee Sungjin
Rated : M *marture Content
Genre : Hurt , Drama, & Romantic
Desclaimer : Kyuhyun dan Sungmin milik diri mereka sendiri, orang tua mereka, dan Tuhan
Summary : Ini bukan tentang salah atau benar, dosa atau bukan, tapi inilah Cinta kami.
WARNING : TYPO(S) / YAOI / BL/ NC
Junjung (?) Asas per- FF'an : NO COPY, NO BASH, DON'T LIKE DON'T READ
HAPPY READ ^_^
.
.
.
.
"Apa yang ada ditangan mu?" tanya Nyonya Cho saat melihat cincin ditangan Kyuhyun, tidak biasanya Kyuhyun mengenakan cincin. Kyuhyun mengangkat kepalanya, memandang sebentar kearah jarinya.
"Ini…cincin pernikahan kami"
"Cho Kuhyun!" bentak nyonya Cho
"Ku mohon eomma…aku benar-benar tak bisa melepaskannya" ucap Kyuhyun lagi.
"Kenapa kau bisa melakukan hal seperti ini?"Nyonya Cho kembali menangis, bagaimana mungkin Kyuhyun menikah tanpa restunya.
"Aku dan Sungmin…kami akan menunggu mu sampai kau merestui kami eomma,,,ku mohon beri aku kesempatan menemukan kebahagiaan ku sendiri" dan ucapan Kyuhyun membuat Nyonya Cho kembali terkaget, dan kini hanya kacau. Ia ingin Kyuhyun bahagia, dan beliau sadar kebahagiaan itu sudah muncul, tapi…hatinya masih ragu.
"Lalu apa kau bisa melepasku sebagai eommamu?"Tanya nyonya Cho dingin
"Aku akan menunggu restumu eomma"jawab Kyuhyun
"Cho Kyuhyun"teriak nyonya Cho geram pada putranya sendiri.
"aku tidak peduli eomma ingin melakukan apa padaku yang pasti aku hanya ingin eomma merestui kami..jangan sakiti Sungmin hyung eomma. Jika dia tersakiti maka aku tak bisa lagi hidup dengan melihat dia tersakiti"kata Kyuhyun memohon pada eommanya.
Nyonya Cho masih berdiri menatap tak percaya putra kebanggaannya. Putra satu-satunya yang ia banggakan dengan lantang meminta restu padanya. Sakit melihat anaknya sendiri menangis karena penolakannya tapi bukankah menerima kenyataan seperti ini juga tidak mudah. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum benar-benar merestui hubungan special anaknya. Ia sadar bahwa anaknya akan bahagia dengan Sungmin namun hatinya masih benar-benar ragu untuk memberikan restu kepada mereka. Sungguh bukan hal yang mudah jika sudah menyangkut tentang cinta.
.
.
.
.
.
"Hyung besok aku tidak ada jadwal sama sekali bolehkah aku pulang kerumahku?"Tanya Sungmin pada sang leader. Saat ini mereka sedang menikmati makan malam bersama tanpa Kyuhyun. Sejak tadi Siang Kyuhyun pergi kerumahnya dengan alasan eommanya sedang sakit.
"Bersama Kyuhyun?"Leeteuk balik bertanya
"hanya aku sendiri. bukankah Kyuhyun ada jadwal denganmu mengisi sebuah acara"kata Sungmin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
"ahh iya aku lupa, baiklah kalo begitu pergilah..nikmati harimu bersama keluargamu"jawab Leeteuk lalu mereka menikmati makan malam bersama mereka dengan suasana yang penuh dengan kehangatan.
.
.
.
.
.
Pagi hari yang cerah dan aktifitas padat yang menanti membuat suasana didorm suju kali ini sangat riuh. Semua member bersiap untuk aktifitas masing-masing terkecuali Sungmin yang memang tidak ada jadwal sama sekali.
"hubungi aku jika terjadi sesuatu"kata Kyuhyun khawatir
"tidak akan terjadi apa-apa kyu, aku hanya kerumahku saja"jawa Sungmin
"begitukah? Maaf aku hanya terlalu khawatir"kata Kyuhyun sambil mengusap lembut rambut Sungmin
"cepatlah berangkat member lainnya sudah menunggumu!"kata Sungmin
"emm"kata Kyuhyun kemudian memberikan kecupan lembut dikening Sungmin lalu pergi meninggalkan Sungmin.
Setelah semua member pergi memenuhi jadwalnya, segera Sungmin bersiap menuju rumahnya yang terletak di kawasan elit. Sungmin melajukan mobilnya sendiri tanpa bantuan sopir. Sebenarnya Kyuhyun melarang Sungmin untuk mengendarai mobilnya sendiri tetapi Sungmin selalu bisa menyakinkan Kyuhyun untuk tidak terlalu khawatir. Tidak butuh waktu lama untuk Sungmin sampai dirumahnya. Kara masih pagi dan suasana dijalanpun tidak terlalu ramai Sungmin dengan cepat bisa sampai dirumahnya.
"aku pulang" sapa Sungmin setelah masuk kedalam rumahnya
"kau datang? Apa kau sudah makan?"Tanya sang eomma yang mendekat kearah Sungmin kemudian memeluk anak tersayangnya.
"nde eomma aku sudah makan tadi!"jawab Sungmin membalas pelukan ibunya
"kau sendiri?Kyuhyun tidak ikut bersamamu?"Tanya nyonya Lee setelah melepas pelukannya
"ani..dia ada jadwal eomma!"jawab Sungmin
"masuklah kita temui appa dan Sungjin dimeja makan"ajak nyonya Lee
Mereka berdua lalu bergandengan tangan menuju kearah ruangan dimana tuan Lee dan Sungjin tengah menikmati sarapan pagi mereka.
"Hyung kau datang"kata Sungjin sambil melahap roti yang ada didepannya
"kau tidak ada pekerjaan?"Tanya tuan Lee
"nde appa hari ini aku libur aku ingin menghabiskan waktu disini. Dan kau Sungjin bisakah kau menemaniku disini?"kata Sungmin lalu mengambil duduk tepat disamping adiknya.
"tentu saja hyung!"jawab Sungjin
"aku berangkat dulu!"kata tuan Lee pamit kepada keluarganya
Sungmin dan Sungjin beranjak berdiri kemudian menunduk memberi hi=ormat kepada sang ayah.
"hati-hati dijalan appa!"kata Sungmin dan Sungjin bersamaan
Nyonya Lee mengantar Suaminya menuju mobil yang tengah terparkir bersama sopirnya. Dengan bergandengan tangan mereka melangkahkan kakinya bersama.
"apa tadi kau melihatnya?"Tanya tuan Lee sembari berjalan dan menggenggam erat jemari nyonya Lee
"cincin itu?"nyonya Lee balik bertanya
"apa keputusan kita ini benar?"Tanya tuan Lee ragu
"Yeobo"kata nyonya Lee sambil meremas jemari tangan yang menggeggamnya
"nde aku mengerti, aku tahu Sungmin bahagia..aku berangkat dulu,aku mencintaimu"pamit tuan Lee sambil mencium kening nyonya Lee
"aku juga mencintaimu!"jawab nyonya Lee
.
.
.
.
"Hyung apa kau sudah menikah?"Tanya Sungjin penasaran. Saat ini mereka sedang berada diruangan tengah menonton tv.
"eh?yakk anak kecil tidak seharusnya kau bertanya seperti itu!"kata Sungmin kesal
"aku hanya melihat cincin ditanganmu!"kata Sungjin enteng yang hanya dibalas dengan tatapan membunuh dari hyungnya.
"jadi apa kalian telah menikah?"Tanya Sungjin lagi
"kauuuu"
"Siapa yang menikah?"Tanya nyonya Lee yang tiba-tiba muncul dari pintu masuk.
"ani eomma..bukan apa-apa!"kata Sungmin gugup.
Suasana dirumah mereka begitu hangat dan nyaman. Mereka bertiga membagi cerita masing-masing. Mereka bertiga adalah anggota keluarga yang kompak. Dengan sikapnya yang luar biasa nyonya Lee mampu menjadi ibu yang luar biasa bagi kedua anaknya. Meskipun anak tertuanya memberinya sebuah kenyataan yang menyakitkan ia mampu bertahan dan menyakinkan suaminya untuk menerima sSungmin apapun yang terjadi. Bukankah hal ini tidak mudah. Kenyataan yang sulit diterima namun nyonya Lee mampu menerima dan mengganggap Sungmin tidak berbeda sama sekali.
"ayo bantu eomma masak untuk makan siang, kita teruskan nanti mengobrolnya"ajak nyonya Lee
"nde eomma"jawab Sungmin dan Sungjin bersamaan
"Sungmin bisa kau tolong eomma buang ini keluar?sampah kita menumpuk"pinta nyonya Lee
"nde eomma!"jawab Sungmin lalu membawa sampah-sampah itu keluar rumah.
"aku dengar kau telah menikah?"kata seseorang mengagetkan Sungmin yang baru saja membuang sampah
"ohh annyeonghaseyo eommonim"sapa Sungmin kaget lalu membukukan badannya.
"sulit dipercaya"kata nyonya Cho sedikit dingin. Sungmin hanya diam tanpa berani memandang wajah ibu kekasihnya itu
"aku ingin bertemu orang tuamu!"kata nyonya Cho
"eommonim tapi..bolehkah aku"belum sempat Sungmin menyeleseikan kata-katanya nyonya Cho berjalan menuju rumah Sungmin. Sungmin hanya terdiam ditempatnya berdiri masih tidak percaya bahwa ibu Kyuhyun akan menemuinya disini dirumahnya.
"apa kau tidak ingin ikut?apa kau akan tetap berdiri disitu?"tanya nyonya Cho
"Nde"jawab Sungmin lirih
Sungmin mengikuti nyonya Cho melangkah menuju rumahnya. Sungmin takut ini akan menjadi masalah yang besar. Cincin ini akan membawanya dalam masalah besar kali ini.
"silahkan duduk eomonim, aku akan memanggil eomma"kata Sungmin mempersilahkan ibu kekasihnya untuk duduk. Lalu sungmin beralih menuju dapur dan memberitahu ibunya.
"eomma ada yang ingin bertemu denganmu"kata Sungmin takut
"siapa?"Tanya nyonya Lee sambil memotong sayuran
"ibunya Kyuhyun ingin bertmu denganmu"kata Sungmin lagi tanpa berani memandang ibunya
"mwo?eonni?"nyonya Lee kaget lalu menghentikan kegiatan memotongnya dan menuju ruang tamu.
"kau tetaplah disini aku akan mengurusnya!"katanya sekali lagi pada Sungmin yang mengikuti dibelakangnya.
Setelah menyuruh Sungmin untuk tetap diam didalam bersama Sungjin, nyonya Lee melangkahkan kakinya berusaha kuat menghadapi ibu Kyuhyun yang sudah seperti kakak baginya. Dia tahu apa yang nyonya Cho rasakan sekarang karena perasaan itu juga yang ia rasakan.
"eonni"sapa nyonya Lee
"…."
"apa yang membawa eonni kemari?"Tanya nyonya Lee
"tidak bisakah kita berdua bekerja sama untuk memisahkan mereka?"Tanya nyonya Cho yang membuat nyonya Lee terkejut
"Mwo?"
"tidak bisakah kita melakukan itu?"Tanya nyonya Cho lagi
"eonni"
"tahukah kau mereka telah menikah?"Tanya nyonya Cho lagi
"aku tau eonni"
"lalu kau diam saja?"Tanya nyonya Cho geram
"aku bisa apa eonni?"jawan nyonya Lee seadanya
"Mwo?"kata nyonya Cho tak percaya
"mereka bahagia ketika mereka bersama..aku hanya ingin mereka bahagia eonni!"jawab nyonya Lee
"kauu"
"eonni seberapapun keras kita menolak mereka sekeras itu juga cinta mereka"kata nyonya Lee lagi
"cinta?bahagia?"Tanya nyonya Cho dingin
"…"nyonya Lee hanya diam berusaha untuk tidak menangis. Ia ingin terlihat tegar ketika membela anaknya
"akan aku cari kebahagian anakku sendiri"kata nyonya Cho lalu pergi meninggalkan rumah itu.
.
.
.
"tenang hyung eomma pasti bisa menyeleseikan semuanya. Kau tahu kan eomma kita yang terbaik"kata Sungjin menenangkan Sungmin
"eomma"panggil Sungmin ketika ibunya berjalan menuju kearahnya
"ibunya Kyuhyun sudah pulang?"Tanya Sungmin yang dijawab anggukan oleh ibunya. Melihat jawaban ibunya Sungmin berlari keluar mengejar ibu kekasihnya yang Sungmin yakin sedang dalam kondisi yang tidak stabil.
.
.
.
.
"omonim"sapa Sungmin setelah berhasil mengejar ibu kekasihnya itu
"…."
"Mianhe eomonim"kata Sungmin meminta maaf
"bisakah kalian berjanji untuk menjadi hyung dan dongsaeng saja?maukah kau berjanji untukku Sungmin ah?"pinta nyonya Cho
"mianhe eommonim, aku tidak bisa berjanji"kata Sungmin lirih dan memberikan hormat pada nyonya Cho lalu meninggalkannya.
Nyonya Cho masih terdiam. Ia masih ragu namun perkataan ibu Sungmin dan sungmin membuatnya untuk berfikir ulang. Cinta dan bahagia hanya dua hal tersebut yang dibutuhkan anaknya. Lebih tepatnya dibutuhkan Kyuhyun dan Sungmin. Nyonya Cho masih terdiam didlam mobilnya merenungi setiap perkataan yang ia terima. Setelah Sungmin meninggalkan nyonya Cho dia berbalik menuju rumahnya dan mendapati ibunya tengah menunggunya. Dia berjalan pelan menuju arah ibunya.
"apa yang kau katakan padanya?"Tanya nyonya Lee pada Sungmin
"aku tidak bisa berjanji untuk berpisah dengan Kyuhyun"jawab Sungmin kemudian nyonya Lee menggenggam erat jemari Sungmin lalu mereka berjalan beriringan menuju kerumah mereka.
"masuklah kekamar..istirahatlah..eomma akan melanjutkan memasak"kata nyonya Lee yang hanya dibalas anggukan oleh Sungmin.
.
.
.
.
Diam..
Hanya itu yang mampu Sungmin lakukan sekarang. Dua kali ia harus melihat ibunya berusaha tegar untuknya. Bukankah sangat menyakitkan ketika melihat seorang ibu yang melahirkan kita menahan sakit akibat perbuatan kita. Itu juga yang dirasakan oleh Sungmin. Semua perkataan ibu Kyuhyun berkecamuk dipikirannya.
~~ nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom
neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon
dasi ileoseol geoya~~
"Yeobseo"sapa Sungmin pada seseorang yang menghubunginya
"kau masih dirumahmu?kau tidak akan menginap kan?"Tanya seseorang yang
menghubunginya. Kyuhyun orang itu adalah Kyuhyun.
"ibumu datang kemari"kata Sungmin datar
"Mwo"Kyuhyun terkejut mendengar bahwa ibunya menemui keluarga Lee
"seleseikan pekerjaanmu nanti malam kita bicarakan"
"tapi"belum sempat Kyuhyun menyeleseikan pembicaraannya Sungmin sudah mematikan ponselnya. Kemudian Sungmin kembali menemui ibunya untuk membantunya memasak makan siang mereka.
.
.
.
Ragu,,
Sampai saat inipun setelah ia bertemu dengan keluarga Lee ia masih saja ragu. Bukan dia tidak ingin merestui anaknya hanya saja banyak hal yang harus dipertimbangkan mengingat dirinya dan suaminya memiliki suatu lembaga pendidikan yang cukup terkenal dan luas. Nyonya Cho hanya khawatir kisah anaknya akan mempengaruhi perkembangan lembaga pendidikannya. Tapi dia juga tidak ingin egois dengan menyakiti anaknya lebih lama. Bukankah dengan tidak memberikan restu Kyuhyunnya akan semakin terluka. Kyuhyunnya tidak akan bahagia.
"Annyeonghaseyo eomonim"sapa wanita muda cantik menyapa nyonya Cho
Nyonya Cho memandang lekat wajah wanita cantik yang ada dihadapannya" kau sudah datang?apa aku tidak mengganggu jadwalmu?"Tanya nyonya Cho memastikan
"gwenchana eommoni.."jawab Victoria ramah
"duduklah"kata nyonya Cho meminta Victoria untuk duduk.
Victoria mengambil duduk tepat didepan nyonya Cho sehingga mereka berhadapan. Victoria diam dan memandang wajah wanita paruh baya yang sudah ia anggap eommanya sendiri mengingat ibu kandungnya yang berada di China."apa terjadi sesuatu eommonim?"
"bukankah memang sudah terjadi sesuatu"kata nyonya Cho datar lalu meminum teh yang ada dihadapannya.
"Kenapa kau tidak menyerah saja eomonim"kata Victoria mengingatkan secara lembut
Nyonya Cho menatap Victoria sayu"jika Kyuhyun oppa yakin untuk berubah maka dia akan berubah eomonim"lanjut Victoria
Nyonya Cho masih diam dengan mata indahnya yang sayu dia tetap memandang lekat wajah cantik Victoria. Mencerna setiap kata yang diucapkan oleh gadis cantik didepannya itu. "dia sudah 26 tahun eomonim, jika Anda terlalu mengekangnya bukankah tidak wajar?dia sudah dewasa"lanjut Victoria
"tapi dia tetap anakku bukan?"kata nyonya Cho datar
"eomonim.."
"seberapapun dewasanya dia,bukankah dia tetap anakku"kata nyonya Cho sedikit tersenyum sinis"lalu kau menyerah begitu saja"lanjut nyonya Cho
"nde aku menyerah eomonim..cinta mereka begitu besar. Bersamaku adalah sesuatu yang tidak mungkin dia lakukan, mencintaiku adalah sesuatu yang sulit baginya. Dan aku mencoba untuk baik-baik saja dan menerimanya"Victoria menjelaskan isi hatinya yang sebenarnya.
"kau,,apakah kau masih peduli padanya? Kau mencintainya bukan?"Tanya nyonya Cho memastikan
Victoria tersenyum lembut dan menggenggam erat jemari wanita paruh baya yang ada dihadapannya" aku tahu ini sesuatu yang tidak mungkin, dan aku tidak bisa lagi berbuat apa-apa tentang apapun yang aku rasakan untuknya, jadi berhentilah eommonim"kata Victoria mengeratkan genggamannya
"akkuuu hanya berfikir tidak mungkin semua ini terjadi padaku"jawab nyonya Cho sambil menangis.
Victtoria beranjak dari duduknya lalu beralih menuju kehadapan wanita didepannya dan memeluknya"apapun keadaannya bukankah dia tetap anakmu eomonim"
.
.
.
.
Semua member sudah menyeleseikan jadwal mereka masing-masing. Begitu pula dengan Sungmin selesei makan siang bersama eomma dan adiknya Sungmin bergegas kembali kedorm Super Junior dan bertemu dengan hyung maupun dongsaengnya diSuper Junior. Tidak bisa dipungkiri bahwa merekalah orang-orang yang bisa membuat Sungmin bahagia dan nyaman setelah keluarganya.
"Kau sudah tidur hyung"sapa Kyuhyun ketika mendapati kekasihnya berbaring di ranjang
Sungmin membuka selimut tebal bermotif kelinci berwarna pink milikny lalu menatap kearah Kyuhyuh"kau sudah pulang"
"nde..apa kau sakit?kenapa kau terlihat lemas chagy"Tanya Kyhyun khawatir kemudian mendekat kearah Sungmin
"Sungmin membenarkan letak selimutnya lalu memposisikan dirinya untuk duduk bersenderkan di kepala ranjang mereka."ani..bagaimana pekerjaanmu"
"semua lancar"jawab Kyuhyun seadanya
"…"diam mereka selalu diam dan terlihat kaku ketika salah satu dari mereka tidak ingin membahas permasalahan yang menimpa mereka.
"hyung soal ibuku"kata Kyuhyun membuka pembicaraan
"aku tidak apa-apa..keluargaku juga tidak apa-apa"jawab Sungmin
"apa dia berbuat kasar padamu"Tanya Kyuhyun khawatir
"tidak sekasar dirimu"jawab Sungmin sinis
"yak bukan seperti itu..apa dia memarahimu"Tanya Kyuhyun lagi
"sama sekali tidak,, sepertinya justru aku yang menyakitinya dengan perkataanku"kata Sungmin menyesal
"memangnya kau bilang apa padanya?"Tanya Kyuhyun penasaran
"aku bilang aku tidak bisa berjanji untuk tidak berpisah denganmu"jawab Sungmin sambil meratapi kesalahannya karena berbicara seperti itu kepada ibu kekasihnya
"kau bilang seperti itu?benarkah? aigoo terima kasih hyung"kata Kyuhyun kemudia memeluk Sungmin erat.
"yak kenapa kau justru berterima kasih padaku tuan mesum"kata Sungmin yang meronta-ronta dalam pelukan Kyuhyun
"aku senang chagy kau mengantakannya,itu sangat terlihat betapa kau mencintaiku"kata Kyuhyun sombong
"ck kau ini"kata Sungmin sambil menjitak kepala kekasih mesumnya itu.
~ shining star! like a little diamond, makes me love
nehgen ggoomgyul gateun dalkomhan misolo nal balabomyuh soksakyuhjwuh
hangsang hamggeh halgguhla til the end of time~
Ponsel Kyuhyun berbunyi dan ini sudah menujukkan waktu pukul 9 malam. Tidak biasanya ada orang yang menghubunginya malam-malam seperti ini. Kyuhyun melepas pelukannya lalu berjalan menuju arah meja dekat ranjangnya dan mengambil ponsel yang tergeletak di atasnya. Kyuhyun memandang ID yang menghubunginya dan terkejut setelah mengetahui siapa yang menghubunginya. Kemudia dia berbalik dan memandang wajah kekasihnya yang menunggunya untuk memberi tahu siapa yang menghubunginya.
"appa"kata Kyuhyun memberitahu Sungmin yang dijawab dngan anggukan yang mengisyaratkan Kyuhyun untuk segera menerima panggilan tersebut.
"Yeobseo appa"sapa Kyuhyun
"….."
"haruskah sekarang"Tanya Kyuhyun
"…"
"tidak bisakah aku sendiri saja?"Tanya Kyuhyun mencoba untuk menawar
"….."
"nde arasso, aku akan kesana sekarang"kata Kyuhyun lalu menutup panggilannya.
Sungmin beranjak berdiri lalu berjalan mendekat kearah Kyuhyuh"ada apa?kenapa ayahmu menghubungimu"
"appa meminta kita menemuinya sekarang"kata Kyuhyun sambil meremas ponsel yang masih berada dalam genggamannya
"mwo?"Sungmin terkejut
"bersiaplah dan kita berangkat"kata Kyuhyun sambil berjalan kearah lemari lalu mengambil baju ganti untuk Sungmin dan untuknya.
Sekarang apalagi,begitulah mungkin pertanyaan yang berkecamuk dalam pikiran mereka. Masalah apalagi yang harus mereka seleseikan setelah ini. meskipun mereka tegar dan kuat tapi jika selalu saja dihadapkan masalah seperti tidak menutup kemungkinan membuat mereka untuk menyerah sampai disini. Mungkin pada akhirnya mereka memang harus menyerah pada keadaan yang menghakimi mereka.
T.B.C
Kyaaa entah kenapa gad pet bgt feel nulis part ini..
Otakku seperti bercabang entah kemana..
Jadi jika part ini tidak memuaskan kami mohon maaf khususnya saya..
Jika makin aneh sepertinya memang karena saya sendiri juga aneh bacanya..
Tinggal satu part lagi selesei..
Horeeeee*nyalain kembang api
Sekali lagi terima kasih telah membacanya^^
