Kyuhyun dan Sungmin saling memiliki, namun ff ini milik saya sepenuhnya!

.

.

"Kyu, cepatlah" Sungmin berujar kesal sambil mengetuk-ngetukkan kaki kanannya di tanah dan melipat tangannya di dada

"Sebentar-sebentar" sahut Kyuhyun sambil menutup pintu dan menguncinya, kemudian ia berlari menyusul Sungmin yang ternyata sudah jalan lebih dulu

Mereka berdua bangun kesiangan hari ini, sekitar pukul setengah delapan lewat mata mereka baru terbuka dan langsung saja mereka berlari rebutan kamar mandi. Dan akirnya Sungminlah yang mengalah dan membiarkan Kyuhyun mandi lebih dulu—ani, sebenarnya Sungmin kalah suit, jadilah ia menunggu Kyuhyun mandi sambil marah-marah di depan pintu -_-

Sepertinya kedua orang itu sudah pasrah kalau mereka akan menerima hukuman karena terlambat nanti, terbukti mereka bukannya berjalan dengan cepat ataupun berlari, mereka berdua justru berjalan dengan santai tanpa beban

Sesampainya mereka direstoran Kyuhyun menelan ludahnya susah payah di depan pintu kaca dihadapannya. Sungmin yang melihat hal itu langsung bedecak kesal "sudahlah cepat kita masuk, kau menghalangi jalan" ia membuka pintu itu tanpa beban sedikitpun

"Hyung~" sepeti biasa Donghae yang melihat kedatangan Sungmin langsung menghambur kepelukannya

"Ya! Ya! Lepas!" pekik Kyuhyun sambil melepaskan pelukan Donghae dan menjauhkan Sungmin dari mahkluk polos itu

"Ya! Kyuhyun-ah, apa yang kau lakukan. Sungmin itu hyungku, jadi aku—"

"Ngg.. Kyuhyun-sshi, Sungmin-sshi, kalian dipanggil Kangin-sshi untuk segera ke ruangannya" ujar salah seorang pegawai menghampiri mereka dan memotong ocehan protes Donghae

"Ah ne, terimakasih" jawab Kyuhyun sebelum menarik Sungmin menuju ruangan Kangin dan meninggalkan Donghae dengan wajah bodohnya

.

Tok Tok Tok

"Masuk" suruh suara berat dari dalam ruangan

Cklek

"Permisi Kangin-sshi, anda memanggil kami?" tanya Kyuhyun sopan sambil membungkukkan tubuhnya, sementara Sungmin hanya diam di belakang Kyuhyun

Kangin menganggukkan kepalanya "ne, silahkan duduk"

Mereka berdua menarik kursi lalu duduk di hadapan Kangin yang sedang menegakkan posisi duduknya

"Kalian tau alasan kalian aku panggil kesini?" tanya Kangin

Kyuhyunpun langsung menganggukkan wajahnya "ne, kami tau.. maafkan kami, kami tidak akan mengulangi keterlambatan ini lagi" jawabnya "anda boleh menghukum kami atas kesalahan ini" sambungnya

"MWO? Hukum? Kau saja sendiri, aku tidak mau!" tolak Sungmin kencang

"Tapi kita jadi terlambat begini memangnya gara-gara siapa?" elak Kyuhyun

"Siapa lagi kalau bukan karena kau yang bangun kesiangan!" tuding Sungmin

"Memangnya hanya aku saja? kau tidak bangun kesiangan?" balas Kyuhyun tak mau kalah

"YA! Tapi karena kau terlalu lama mandinya kita jadi makin telat" tunjuk Sungmin

"Siapa suruh kau kuajak mandi berdua tidak mau? Jadinyakan membutuhkan waktu lebih lama" mendadak sebuah seringaian terukir di sudut bibir tebal Kyuhyun membuat Sungmin segera menurunkan jari telunjukanya dari wajah Kyuhyun

"Ya! Ya! Cukup! Kalian ini, urusan rumah tangga jangan dibawa ke tempat kerja" pekik Kangin menengahi pertengkaran konyol tersebut

Mereka berduapun tersentak dan langsung membenarkan posisi duduk mereka yang sudah saling berhadapan itu "ma—maafkan kami" ujar Kyuhyun

Kangin menghela nafas berat dan memijit pelipisnya yang mulai pusing karena menyaksikan pertangkaran tersebut "sudahlah, aku menyuruh kalian ke sini bukan untuk menghukum kalian. Aku hanya ingin memberi peringatan agar keterlambatan kalian ini jangan diulangi lagi nanti"

"Ne, kami mengerti. Terimakasih Kangin-sshi" Kyuhyun menundukkan kepalanya sopan, menyadari Sungmin yang hanya diam tangan kanan Kyuhyunpun terulur untuk menundukkan kepala Sungmin "YA! Sakit bodoh!" bentak Sungmin sambil menurunkan tangan Kyuhyun yang menahan kepalanya itu

Sekali lagi, Kangin hanya mampu menggelengkan kepalanya dan mendesah frustasi "Baiklah, kalian boleh keluar dan kembali bekerja"

Kyuhyun berpamitan sekali lagi pada Kangin sebelum mereka berdua meninggalakan ruangannya. Ternyara Donghae sudah menunggu di depan pintu ruangan sambil berjalan mondar-mandir seperti setrikaan, dan begitu melihat wajah Sungmin lelaki itu langsung menghampirinya dengan wajah cemas

"Bagaimana? apa Kangin-sshi menghukummu hyung? Apa hukumannya? Biar aku saja yang menggantikannya, kau pasti lelah bukan?" tanya Donghae panjang lebar tanpa jeda

Sungmin menggelengkan kepalanya "dia tidak menghukum kami, dia hanya memberikan peringatan" jawabnya

Donghae melebarkan matanya "Peringatan! Apa yang dikatakannya padamu? apa dia membentakmu? Atau dia memukulmu?" tanya berlebihan sambil mengguncang bahu Sungmin

"Ya! Ya! Lee Donghae, lepas!" Kyuhyun segera menepis tangan Donghae dari pundak Sungmin "Kangin hanya memperingatkan kami agar jangan datang terlambat lagi, lagi pula dia tidak mungkin membentak atau sampai memukul orang lain" lanjutnya

"Sekarang kembali bekerja" Kyuhyun menarik kerah baju bagian belakang Donghae dan menyeret bocah itu

"Ya! Kyuhyun! Aku tidak bisa bernafas" pekik Donghae sambil berusaha melepaskan diri

Sementara Sungmin menutup mulutnya dengan tangan—berusaha menahan tawa menyaksikan perdebatan kecil tersebut

.

"Sepertinya akan turun hujan.." gumam Sungmin menatapi langit yang terlihat mendung dari balik kaca jendela restoran

"Benarkah?" Kyuhyun yang berada didekatnya segera ikut melihat ke arah langit

"Hmm.. dan sepertinya hujan lebat" jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari langit, samar-samar terdengar suara guntur kecil dari luar yang menyapa pendengaran mereka

Sungmin memutar kepalanya menatap Kyuhyun bingung saat merasakan ujung kemejanya di genggam oleh tangan besar itu "kau kenapa?" ia mengerutkan alisnya

Kyuhyun dengan cepat menggelengkan kepalanya "tidak, aku tidak apa-apa"

Ekor mata Sungmin melirik ujung kemejanya "kalau begitu lepaskan tanganmu"

Dengan cepat Kyuhyun menarik tangannya kembali, kemudian memasukkannya ke dalam saku celana dan mengalihkan wajahnya seolah tak terjadi apapun tadi "apa?" tanyanya pura-pura bodoh

Sungmin menggeram kesal sebelum melemparkan tatapan tajamnya pada Kyuhyun dan melangkah pergi

Mata Kyuhyun ikut melirik kepergian Sungmin, dan setelahnya ia menghela nafas berat sebelum kembali memandang ke luar jendela "semoga hanya hujan biasa.." doanya

.

Rupanya Tuhan tak mengabulkan doa lelaki berkulit pucat itu, terbukti suara guntur tak berhenti bergemuruh dari tadi, nampaknya dugaan Sungminlah yang benar bahwa akan turun hujan lebat—ani, mungkin hujan badai

Mereka sedang dalam perjalanan kembali ke rumah setelah jam kerja usai, seperti biasa tidak banyak pembicaraan yang terjadi diantara mereka. Namun ada yang sedikit berbeda, jarak tubuh mereka sangat dekat bahkan lengan kanan dan kiri mereka saling bersentuhan, sudah berapa kali Sungmin menjauh atau menyuruh Kyuhyun untuk bergeser, tetapi tetap saja Kyuhyun terus mendekatinya

"Ck, sebenarnya kau kenapa sih? Geser sedikit sana, jalanan terasa sempit kalau begini" suruh Sungmin kesal sambil mendorong lengan Kyuhyun menjauh

Namun lagi-lagi Kyuhyun mendekat "tidak mau" tolaknya

Ingin sekali Sungmin mendorongnya hingga tersungkur di tanah, namun tentu saja tidak dilakukannya. Akhirnya, Sungmin menyerah dan membiarkan Kyuhyun melakukan apa yang diinginkannya

Tes

"Eh?" Sungmin mendongakkan wajahnya "hujan.." ujarnya saat merasakan butiran air menetes pada wajah putihnya

"Apa!" Kyuhyun terkejut dan ikut mendongakkan wajahnya, ternyata hujan sudah mulai turun

"Ayo, cepat kita harus sampai dirumah sebelum hujan bertambah deras!" Kyuhyun segera menarik tangan Sungmin dan merekapun berlari menuju rumah

Hujan turun semakin deras dan angin bertiup dengan kencang, Sungmin refleks melindungi kepalanya dengan tangan kirinya yang bebas. Kyuhyun yang melihat hal itu segera menarik tangannya dan melepas jaket yang melekat pada tubuhnya "ini, kau pakai ini saja" ia meletakkan jaket tersebut di atas kepala Sungmin—melindungi dari hujan lalu kembali menggenggam tangan mungil itu

.

"Kau ganti baju duluan sana" suruh Sungmin saat mereka sampai di dalam rumah. Seluruh pakaian mereka basah diguyur air hujan, namun Kyuhyunlah yang paling parah

Kyuhyun segera menuju kamar dan mengganti pakaiannya, sementara Sungmin melepaskan jaket Kyuhyun dari kepalanya dan meletakkannya di keranjang pakaian kotor

Tak lama Kyuhyun keluar dengan mengenakan piyama sambil membawa handuk Sungmin di tangannya. "keringkan dulu rambut" ia segera mengusapkan handuk tersebut pada kepala Sungmin

"Rambutmu juga belum kering bodoh" Sungmin melepaskan handuk tersebut dari kepalanya kemudian mengeringkan rambut Kyuhyun yang masih meneteskan butiran air tersebut

Setelah selesai ia melingkarkan handuk miliknya pada leher Kyuhyun sebelum masuk ke kamar untuk mengganti pakaian

Kyuhyun melangkah menuju sofa tempat biasa ia tidur, namun saat akan mendudukkan tubuhnya pergerakannya terhenti saat mendengar bunyi angin yang sangat besar dari luar "benar-benar akan hujan badai" gumamnya ngeri

Dengan cepat ia kembali ke depan pintu kamar dan mengetuk-ngetuk pintunya "Sungmin, apa kau sudah selesai ganti baju?" tanya Kyuhyun, ada sekelebat rasa panik di dalam suaranya itu

"Belum" jawab Sungmin singkat dari dalam kamar

"Cepatlah" Kyuhyun kembali menggedor-gedor pintu kamar, namun kali ini jauh lebih kencang

Sementara di luar hujan bertambah deras dan angin bertiup semakin kencang, gemuruh guntur terdengar semakin membesar di telinga Kyuhyun

Kyuhyun semakin panik dan mengetuk pintu secara brutal. Tiba-tiba seluruh pandangan Kyuhyun menjadi gelap gulita karena lampu mendadak padam. Dan tepat setelahnya terdengar suara petir menyambar—sangat keras disertai sebuah kilat yang memancarkan sinar hingga ke dalam ruangan gelap itu melalui kaca jendela

"AAAAAA!" Kyuhyun menjerit kencang dan langsung membuka pintu dihadapannya dan dengan cepat berlari ke dalam—ternyata Sungmin hanya menutup pintu tanpa menguncinya dari tadi

"Kau kenap—Aw!" ringis Sungmin saat tubuh Kyuhyun tiba-tiba menabrak tubuhnya yang masih berada di depan lemari. Beruntung ia tidak kehilangan keseimbangan dan memberntur lemari. Namun ia menjadi tidak bisa bergerak kemanapun karena pelukan Kyuhyun yang begitu kencang

"Kyuhyun, sesak.. lepaskan aku" Sungmin mencoba melepaskan lengan yang melingkar erat di pinggangnya itu, namun lengan itu tak bergeser satu milipun "kau kenapa sih?" tanyanya susah payah

"A—aku..."

JDERR!

"Akkhhh!" Kyuhyun langsung memeluk Sungmin kencang dan menenggelamkan wajahnya pada bahu pria manis itu—sekujur tubuhnya bergetar hebat dan kakinya terasa melemas, beruntung gerakan tangan Sungmin begitu cepat menahan tubuh Kyuhyun yang hampir terperosot ke bawah

"Kyuhyun!" Sungmin membantu Kyuhyun kembali berdiri dan dengan susah payah melangkah menuju tempat tidur

"Sedikit lagi.." ia melangkah dengan tertatih-tatih karena Kyuhyun yang memeluknya dari belakang sama sekali tak mau melepaskan pelukannya ataupun ikut menyesuaikan langkahnya

Naas karena keadaan ruangan yang gelap tubuhnya mengenai sisi tempat tidur dan langsung terlentang jatuh ke atas kasur dengan Kyuhyun yang berada di atas punggungnya

Butuh usaha keras bagi Sungmin memutar tubuhnya yang telah dikunci rapat oleh Kyuhyun itu. "Kyu, lepaskan.. kau kenapa sih" ia kembali mencoba untuk melepaskan tangan Kyuhyun—jujur, ia sulit sekali bernafas apalagi Sungmin bisa merasakan dengan jelas hembusan nafas Kyuhyun yang menerpa kulit lehernya, karena namja itu membenamkan wajahnya pada leher putih Sungmin

"Aku..." Kyuhyun mulai membuka suaranya—membuat bibir tebalnya tak sengaja bersentuhan dengan leher Sungmin "aku takut petir.." sambungnya teramat pelan, namun masih terdengar oleh telinga Sungmin

"Eh?" Sungmin mengerutkan alisnya, seakan teringat sesuatu

"Aku takut petir.."

Ucapan itu kembali terngiang dalam kepala Sungmin, ia merasa déjà vu

dengan kalimat itu—ani, bukan hanya kalimatnya bahkan kejadiannya juga

"Apa? kau bilang apa tadi?" tanya Sungmin mencoba menyakinkan pendengarannya

"Ya! Tidak ada siaran ulang" balas Kyuhyun kesal bercampur malu

"Kalau begitu lepaskan aku" ancam Sungmin

"Ya! Ya! Aku takut petir! Kau puas? Sekarang diamlah dan jangan banyak bergerak atau berusaha melepaskan pelukanku" aku Kyuhyun

CTARRR!

Suara petir yang saling bersahutan dan kilat yang menyambar kembali terdengar kencang. Kyuhyun memeluk Sungmin erat dan tubuhnya kembali bergetar halus

"Kyu.." panggil Sungmin

"A—aku mohon, tetaplah seperti ini" lirih Kyuhyun

Tanpa sadar kedua tangan Sungmin yang semula berada di samping tubuhnya, perlahan mulai merambat menuju punggung Kyuhyun dan mengusapnya lembut

Kyuhyun tersentak dengan hal itu, sebenarnya ia ingin mengangkat tubuhnya saat ini karena jantungnya berdetak semakin tak beraturan, namun apa daya.. ia benar-benar membutuhkan Sungmin sekarang

Suara petir yang kembali menyambar membuat Kyuhyun lagi-lagi mempererat kukungannya dan menyembunyikan wajahnya semakin dalam pada leher Sungmin

Tubuhnya bergetar semakin hebat, ia sudah memejamkan matanya kuat-kuat dan berusaha menulikan gendang telinganya akan suara-suara sahutan petir dan angin diluar

Sungmin tentu menyadari ketakutan Kyuhyun tersebut karena tubuh mereka berdua benar-benar menempel saat ini. Tangan kanannya perlahan-lahan bergerak menuju kepala Kyuhyun dan jemarinya mulai menyelusup ke dalam tiap helai rambut cokelat itu

Dibalasnya pelukan Kyuhyun dan membawa pria di atasnya itu semakin dekat dengannya "tenanglah.." bisik Sungmin dan ia mulai mengusap lembut surai cokelat Kyuhyun

Perlahan tubuh Kyuhyun mulai berhenti bergetar seiring dengan usapan Sungmin padanya "lebih baik kau tidur sekarang" suruh Sungmin

"Tapi aku takut, aku—"

"Aku ada di sini Kyu, aku akan menemanimu jadi sekarang tidurlah" Sungmin menepuk-nepuk punggung Kyuhyun dengan tangan kirinya

Kyuhyun terdiam mendengarnya, namun sedetik kemudian ia menganggukkan wajahnya "baiklah, selamat malam Min" iapun mulai memejamkan matanya lebih rileks, suara petir dari luar seakan tak terdengar lagi olehnya.

Tak lama Sungmin dapat merasakan hembusan nafas Kyuhyun yang sudah teratur dan dengakuran halus terdengar dari bibir tebalnya—menandakan Kyuhyun sudah memasuki alam mimpinya

"Selamat malam Kyu" balas Sungmin sebelum ikut memejamkan matanya dan tertidur lelap

.

"Ngg.." Lelaki berkulit pucat itu mulai membuka kedua obsidiannya perlahan

Mata itu baru saja akan kembali terpejam saat sang pemilik tersadar akan posisi tidurnya sekarang. Kyuhyun langsung melebarkan matanya dan mengangkat tubuhnya yang ternyata tidur beralaskan tubuh Sungmin semalaman.

Mungkin efek baru bangun tidur menyebabkan otaknya mengingat lebih lama tentang kejadian semalam, namun rasa kantuknya benar-benar lenyap ketika ia berhasil mengingat kejadian itu "Aishh, benar-benar memalukan" rutuknya saat teringat dirinya yang menjerit ketakutan

Kyuhyun tersadar lampu ruangan itu sudah kembali menyala dan tak terdengar lagi suara petir ataupun hujan dari luar—nampaknya hujan sudar berhenti sekitar beberapa jam yang lalu-pikirnya-

"Ah, masih jam tiga" gumamnya saat melihat jam dinding. Kyuhyun berniat untuk melanjutkan tidurnya, namun saat ia menolehkan kepalanya kebawah kedua matanya langsung menangkap sosok Sungmin yang masih tertidur lelap di bawahnya

Tubuh Kyuhyun mendadak mematung di tempat, matanya terkunci rapat menatapi setiap lekuk wajah Sungmin. Entah apa yang ada di dalam benaknya itu, namun Kyuhyun sama sekali tak berniat beranjak dari posisinya—ia masih setia berada di atas Sungmin sambil menopang berat tubuhnya dengan kedua tangan

Sungguh jarang ia bisa menatapi Sungmin sedekat ini, jarak wajah mereka sekarang hanya beberapa centimeter saja. Mata Kyuhyun bergerak memandangi seluruh wajah damai itu, mulai dari dahi, kedua matanya yang sedang terpejam, hidung bangirnya, dan terakhir pada bibir berbentuk huruf 'M' itu

Seolah terhipnotis, tanpa sadar wajah Kyuhyun mulai mendekat. Hembusan nafas Sungmin yang menerpa wajanya membuat Kyuhyun memejamkan kedua matanya perlahan sebelum menyapu lembut bibir Sungmin

Manis! Itulah yang pertama kali Kyuhyun rasakan saat bibir mereka bersentuhan, kemudian dengan pelan Kyuhyun mulai mengecup bibir lembut itu—menyesap segala rasa manisnya. Namun tak lama kecupannya itu menjadi lebih cepat dan intens, sesekali ia menekan atau menjilat bibir itu dengan lidahnya. Dirinya semakin tak terkontrol saat Sungmin melenguh dan membuka mulutnya karena mulai kesulitan bernafas

Untunglah akal sehatnya masih tersisa sedikit. Dengan cepat Kyuhyun menarik wajahnya dan melepaskan tautan bibirnya sebelum dirinya hilang kendali sepenuhnya

Nafasnya terngah-engah memandangi bibir Sungmin yang terlihat memerah karena ulahnya "Aishhh! Kau benar-benar berbahaya Lee Sungmin" ia segera menjatuhkan tubuhnya di samping Sungmin dan mengalihkan wajahnya

Beruntung Sungmin tidak mudah terbangun dari tidurnya, jika tidak mungkin sekarang Kyuhyun sudah habis dihajar Sungmin karena berani mencuri ciumannya

Setelah pikirannya kembali tenang Kyuhyun memutar wajahnya menatap Sungmin yang masih terlelap di sampingnya "kau ini tak sadar bahaya apa" ia mencubit gemas hidung Sungmin—membuat si empunya mengerutkan alis tak nyaman, namun sedetik kemudian kembali seperti biasa

"Maaf, aku hilang kendali tadi.. maafkan aku" tangannya bergerak mengusap wajah Sungmin dengan lembut. Tanpa diduga sebuah senyum tipis terulas dari bibir merah itu—seolah menjawab permintaan maaf Kyuhyun padanya

Keheningan yang menghiasi ruangan itu membuat Kyuhyun tanpa sadar melirik bibir Sungmin yang sedikit terbuka—ia menelan ludahnya susah payah lalu menggeleng kencang

"Hentikan bodoh! Kau bisa merusak semuanya!" maki Kyuhyun pada dirinya sendiri sebelum menarik sebuah bantal dan menutupi wajahnya

Kyuhyun segera memutar tubuhnya kesamping dan memejamkan matanya erat-erat agar kembali tertidur

.

"WOI! KYUHYUN!"

Jeritan memekakkan telinga itu berhasil membuat Kyuhyun tersentak sadar dari lamunan panjangnya, sontak wajahnya langsung menatap sang pemilik suara yang berada di hadapannya "Ya! Donghae, jangan teriak-teriak si depan wajahku! Kau pikir aku tuli apa"

Sementara Donghae hanya mengedikkan bahunya acuh "habisnya kau sama sekali tak mendengarkan ceritaku" jawabnya santai

"Aku dengar kok, kau bercerita tentang ikanmu yang bisa berjalan kan?" sahut Kyuhyun membela diri

"Ternyata kau memang tak mendengarnya, tadi itu aku bercerita tentang monyet tetangga kami yang lepas" Donghae memutar kepalanya pada Sungmin yang berada di sampingnya "benarkan hyung?" tanyanya, dan Sungmin hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban—sebenarnya ia juga tak tau apa yang Donghae bicarakan, karena dia hanya fokus pada makanan siang miliknya dari tadi

"Makanya kalau orang lain bicara itu didengarkan jangan sibuk dengan duniamu sendiri" ucap Donghae sambil melanjutkan makannya yang sempat tertunda

"Untuk apa mendengarkan omongan tidak jelas" balas Kyuhyun sewot

"Apanya yang tidak jelas, cerita ini jelas kan hyung?" Donghae yang tak terima dengan perkataan Kyuhyun kembali mencari pembelaan dengan bertanya pada Sungmin

Sungmin lagi-lagi menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan sepatah katapun—ia lebih memilih terus menyuapkan makanan ke dalam mulutnya ketimbang harus terseret dalam perdebatan konyol itu

"Kau lihat? Sungmin hyung setuju denganku" Donghae tersenyum penuh kemenangan memandang Kyuhyun di depannya

"Aishhh, terserah kau sajalah" akhirnya Kyuhyun memilih untuk kembali mengaduk makanan yang sedari tadi memang hanya diaduknya dari pada harus melanjutkan pertengkaran tidak penting mereka

"Dia kenapa sih?" Donghae menyikut pelan bahu Sungmin yang disampingnya—sebenarnya dia sudah bingung dari tadi dengan tingkah autis Kyuhyun dari tadi

Sungmin mendongakkan wajahnya "mungkin gilanya kambuh" jawab Sungmin singkat dan Donghae hanya ber-oh ria menganggapinya

'Apa kau masih bisa mengatai aku gila dengan tenangnya jika kau tau aku menciummu semalam?' sebenarnya Kyuhyun ingin sekali meneriaki kata-kata itu—namun urung mengingat ia hanya akan tinggal nama setelah itu

"Apa kau lihat-lihat?" tanya Sungmin ketus saat mendapati Kyuhyun yang terus memperhatikannya dengan tatapan tidak terima "sudah cepat makan sana!"

Kyuhyun terkejut dengan sikap ketus Sungmin padanya itu, kemana Sungmin yang baik semalam? Apa jangan-jangan ia memiliki kepribadian ganda?—Oh, sudah lupakah Kyuhyun jika Sungmin memang seperti itu?

"Iya-iya" Kyuhyun hanya mampu menggerutu pelan sebelum menyuapkan makanan ke dalam mulutnya

Seperti biasa tak beberapa lama setelah makan siang pegawai restoran itu selesai maka mereka akan langsung kembali bekerja karena jam istirahat kantor sudah dimulai, dan sama seperti hari biasanya Yesung datang untuk makan siang—dan tentunya memaksa Sungmin untuk menemani–menungguinya- makan

"Min" panggil Yesung setelah meletakkan kembali cangkir kopi di tangannya

"Hnn?" jawab Sungmin tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela

Yesung menopang wajahnya dengan tangan dan menatap Sungmi lekat—seperti meneliti sesuatu dari wajah itu "bibirmu sedikit bengkak" ujarnya sambil menyentuh bibir bawah Sungmin

"Eh?" sontak bukan hanya Sungmin yang terkejut, melainkan beberapa pelanggan yang berada di dekat mereka, termasuk Kyuhyun yang berdiri tak jauh dari situ—karena Yesung tak memelankan suaranya sama sekali

Sungmin ikut menyentuh bibirnya "benarkah?"

Yesung mengangguk "tidak terlalu jelas sih" ia menarik kembali tangannya

"Tapi kemarin tak apa-apa kok, mungkin digigit serangga ketika aku tidur semalam" jelas Sungmin. Awalnya Yesung hanya diam, namun tak lama ia membelalakkan matanya saat teringat sesuatu

Dengan cepat ia mengalihkan tatapannya pada Kyuhyun—membuat pria itu membuang mukanya yang sedang memperhatikan mereka berdua segera "yah, mungkin memang di gigit serangga. Serangga berbulu domba tepatnya" kedua matanya menatap tajam sosok Kyuhyun yang terlihat mulai gelagapan

"Aishh hyung, mana ada serangga seperti itu. adanya juga serigala berbulu domba" tolak Sungmin tanpa mengetahui maksud ucapan Yesung yang sebenarnya

"Terserah kau sajalah" Yesung menggerang frustasi—dia tidak akan pernah menang jika berdebat dengan lelaki manis itu

.

"Kyu.." panggil Sungmin pada Kyuhyun di sampingnya, mereka baru saja keluar dari restoran dan berjalan beberapa langkah untuk kembali ke rumah

"Ya?" jawab Kyuhyun tanpa menatap Sungmin

Sungmin sebenarnya ragu untuk menanyakan hal ini pada Kyuhyun, tapi apaboleh buat rasa penasarannya jauh lebih besar sekarang "kata Yesung hyung bibirku sedikit bengkak, benarkah?"

"Entahlah.." Kyuhyun langsung menjawab tanpa melihat

"Ya! Coba lihat dulu" kesal Sungmin dan segera meraih wajah Kyuhyun untuk menatapnya "bagaimana?"

Dengan terpaksa Kyuhyun menatap bibir Sungmin, Ya Tuhan! Bibir itu seolah memanggilnya untuk kembali mengecap rasa manis dari sana. Ia tak bisa tahan kalau terus begini. Kyuhyun segera melepas tangan Sungmin pada wajahnya dan kembali mengalihkan tatapannya "ngg.. itu.. sedikit" ujarnya pelan

"Aishh, ternyata benar ya. Awas saja serangga itu! kalau dapat, akan ku injak sampai mati dia" ancam Sungmin menggebu-gebu—tak sadarkah Sungmin orang di sampinya sudah mulai mengeluarkan keringat dingin?

Kyuhyun tiba-tiba batuk mendengarnya, ia tak sanggup membayangkan jika hidupnya harus berakhir di kaki Sungmin..

"Eh? Kau kenapa? Sakit?" tanya Sungmin bingung

Kyuhyun menggeleng "tidak, aku hanya kedinginan" jawabnya beralasan

"Dingin? Tunggu sebentar" Sungmin berniat memberikan jaketnya pada Kyuhyun, namun ia baru teringat jika jaketnya tertinggal di dalam loker "ah! Jaketku ketinggalan. Kau tunggu di sini dulu aku mau mengambil jaketku, aku akan segera kembali" ia bergegas kembali menuju restoran—untunglah mereka belum berjalan terlalu jauh

Sementara Kyuhyun hanya mampu menatap punggung Sungmin yang meninggalkannya di jalan sepi itu dengan perasaan campur aduk senang, takut, bingung, semuanya menjadi satu sekarang

"Apa yang harus aku katakan padanya?" lirih Kyuhyun frustasi sambil meremas rambutnya sendiri

Ditengah kebingungannya itu handphone yang berada di dalam sakunya tiba-tiba bergetar, dan dengan rasa malas Kyuhyun mengambil lalu menatap layar hanphonenya

"Mau apa lagi sih?" gerutunya sebelum mengangkat telepon tersebut

"Halo, Kyuhyun" terdengar suara wanita dari sebrang sana—wanita yang sama dengan yang orang menelepon Kyuhyun beberapa waktu lalu

"Ada apa?" tanya Kyuhyun cepat sambil memutar tubuhnya—berjaga kalau-kalau Sungmin sudah kembali, namun ia tak menyadari hal itu justru membuat beberapa orang di dalam sebuah mobil hitam yang sedari tadi mengawasinya tersenyum licik

"Bagaimana kabarmu? Aku rindu sekali padamu" ujar wanita itu terdengar manja

Kyuhyun menghela nafasnya "aku baik-baik saja, bukankah kau baru saja menanyakan hal yang sama berapa hari yang lalu" jawabnya

Pintu mobil hitam yang terparkir tak jauh dari sana itupun mulai terbuka dan keluarlah dua orang sosok pria berbadan tegap, lalu tak lama dari pintu bagian belakang keluar seorang pria yang mengenakan jas dan kacamata hitam, gayanya sangat elegan ditambah lagi bentuk tubuhnya yang seperti seorang model membuat kesan gagah padanya bertambah. Mereka bertiga mulai berjalan tanpa suara mendekati Kyuhyun yang memunggungi mereka

"Aishh, Cho jawabanmu begitu dingin. Apa kau tak merindukanku? Kau tak menyayangiku lagi?" suara wanita di sambungan itu terdengar kecewa

"Tentu saja aku merindukanmu juga, dan tak mungkin aku sudah tak menyayangimu lagi" jawab Kyuhyun cepat, ia tak suka medengar nada kesedihan dari wanita yang disayangnya itu

"Kalau begitu cepatlah kembali" kini suaranya terdengar merajuk namun dibuat-buat

Kyuhyun ternyum tipis mendengarnya—akhirnya ia dapat kembali tersenyum setelah seharian "Ne, sebentar lagi. setelah aku mendapatkan Sungmin"

"Eh Sungmin? Kau sudah menemukannya?" tanya wanita itu terkejut

Kyuhyun menggangguk cepat "tentu saja, aku—"

BUAGH!

Satu hantaman kencang pada punggungnya berhasil membuat Kyuhyun tersungkur ke tanah, handphone di genggamannyapun lepas seketika

"Akkhh!" ringis Kyuhyun sambil memegangi punggungnya yang berdenyut ngilu, saat ia memutar tubuhnya sebuah kaki melayang hendak menghatam wajahnya kalau saja ia tak cepat menghindar ke samping

"Halo? Halo? Kyuhyun?" ternyata handphonenya masih menyala dan wanita itu bertanya-tanya dengan panik karena tak mendapat jawaban

Kyuhyun beserta tiga orang yang tengah berdiri mengerubungi dirinya yang masih tergeletak itupun langsung menoleh ke arah sumber suara. Kyuhyun hendak meraih handphonenya itu, namun kalah cepat karena salah seorang diantara mereka langsung menginjak tangan kirinya yang terulur itu

"AKHHH!" erang Kyuhyun kencang saat pergelangan tangannya diinjak dan ditekan kuat oleh orang yang berada di sisi kirinya

"Kyuhyun! apa yang terjadi kau ba—"

Praakk!

Sambungannya terputus begitu saja saat lelaki tegap itu menginjak handphone Kyuhyun dengan sebelah kakinya yang bebas

"Bawa dia" suruh lelaki yang mengenakan kacamata hitam sambil menunjuk gang gelap yang tak jauh dari sana dengan kepalanya

"Baik" kedua lelaki lainnya langsung menarik Kyuhyun dan menyeretnya menuju gang gelap itu diikuti oleh lelaki kacamata hitam itu dibelakang mereka—nampaknya lelaki itu adalah pimpinan mereka

Di dalam gang itu tubuh Kyuhyun segera di hempaskan dengan kencang pada dinding hingga membuat Kyuhyun kembali meringis

"Se—sebenarnya apa mau kalian?" tanya Kyuhyun dengan nafas terengah-engah menahan sakit yang menggerogoti tubuhnya

"Mau kami?" ulang pimpinan mereka dengan nada meremehkan lalu menarik leher baju Kyuhyun

"Lepaskan tanganmu!" dengan sisa tenaga yang ada Kyuhyun menyentakkan tangan lelaki dihadapannya itu dan mendorongnya—membuat kacamata hitam dan sesuatu yang berada di kerah kemeja lelaki itu terlepas "kau.." Kyuhyun membelalakkan matanya terkejut saat mendapati wajah lelaki yang sedang tersenyum sinis padanya itu

"Tahan tangannya" suruh lelaki itu dingin, dan kedua akan buahnya langsung menahan lengan Kyuhyun

"Lepaskan!" Kyuhyun memberontak mencoba melepaskan kedua lengannya yang ditahan oleh dua orang pria yang lebih besar darinya itu

"Diam!" bentak salah seorang dari mereka sambil memelintir tangan Kyuhyun dengan kuat

"Arggghhh!"

BUGH!

Sebuah pukulan mendarat tepat pada perut Kyuhyun hingga membuatnya membentur tembok belakangnya dengan kencang. Belum cukup sampai disitu saja, tangan besarnya menarik rambut Kyuhyun kuat lalu meninju tepat pada wajah putih itu dan mengulanginya sampai tiga kali hingga membuat sudut bibir Kyuhyun mengeluarkan darah segar

Sebenarnya dari awal Kyuhyun ingin melawan, namun apa daya kedua lengannya terkunci rapat bahkan salah satunya mungkin sudah retak tadi. Kyuhyun merasa tubuhnya sangat ngilu hingga persendiannya, kepalanyapun sudah terasa berputar-putar karena terus mendapat hantaman di sekujur tubuhnya. Ingin sekali ia menjerit tetapi membuka mulutpun ia sudah tak sanggup lagi

"Lepaskan dia.." suruh lelaki yang sedang menyunggingkan senyum penuh kemenangan itu

Kedua anak buahnya langsung menurut dan melepaskan Kyuhyun. tubuh Kyuhyun langsung meresot karena tak ada tenaga lagi. Mata sayunya sudah hampir tertutup dan nafasnya tersengal-sengal. Setidaknya ini sudah selesai-pikir Kyuhyun-

Namun dugaan Kyuhyun salah, lelaki berjas hitam itu ternyata belum puas hanya sampai disitu. Ia memasukkan tangannya ke dalam saku celana dan mengeluarkan sebuah pisau tajam dari dalam saku itu

Kyuhyun terkejut lelaki itu menyeringai dan mengarahkan pisau itu padanya, ia berniat menghindar.. namun tubuhnya sudah tak dapat digerakkan sama sekali

Jleb

Hanya matanya yang membulat sempurnahlah yang mewakili seberapa besar rasa sakit yang menghantam Kyuhyun saat pisau itu menancap perutnya—ia sudah tak mampu bersuara lagi

Kyuhyun masih dapat melihat dengan samar ketiga lelaki disekelilingnya itu tersenyum puas menatap dirinya yang tak bedaya itu

"Ayo kita pergi.." pemimpin mereka segera menarik pisaunya dari perut Kyuhyun sebelum melangkah pergi dengan tenang diikuti kedua anak buahnya yang masih menertawakan Kyuhyun

"Dasar lemah" ejek salah seorang dari anak buahnya itu sebelum mereka benar-benar menghilang dari gang

Dengan kesadaran yang semakin menipis, Kyuhyun mencoba membuka kedua matanya menatap langit malam yang telah menjadi saksi bisu insiden pemukulannya tadi

Rasa sakit disekujur tubuhnya semakin menjadi-jadi dan ngilu, aroma khas darah pekatpun tercium dari tubuhnya karena perutnya yang tertusuk pisau itu terus mengeluarkan darah.

Kyuhyun merasa kepalanya semakin pusing dan pandangnya berputar-putar, ia tak sanggup mengingat apapun. Tetapi, hanya satu namalah yang masih diingatnya "S—Sungmin" lirih Kyuhyun sebelum seluruh pandangannya menjadi gelap

.

"Aiishh, gara-gara bocah itu aku membuang banyak waktu" gerutu Sungmin sebal. Tujuan awalnya mengambil jaketnya yang tertinggal di dalam loker ternyata jadi memakan waktu yang cukup lama karena Donghae terus menahannya

Tadi itu setelah mengambil jaketnya Sungmin berniat untuk segera keluar dari restoran, namun sialnya di depan pintu ruang pegawai ia bertemu Donghae yang baru saja selesai membersihkan restoran

Alhasil seperti biasa Donghae langsung memeluk Sungmin dan menahan Sungmin untuk pulang, dengan alasan minta ditemani menunggu Eunhyuk yang berjanji kan menjemputnya

Awalnya Sungmin menolak keras karena ia tau Kyuhyun sedang menunggunya, namun wajah Donghae yang seperti akan menangis membuat Sungmin terpaksa menganggukkan kepalanya

Jadilah ia menunggu Donghae dijemput selama beberapa menit di dalam restoran, tetapi setelah beberapa saat dengan mudahnya Donghae menyuruh Sungmin pulang duluan, karena ia baru teringat Eunhyuk bilang akan terlambat menjemputnya

"Lain kali aku tak mau lagi menunggu bocah itu sekalipun ia menangis hingga air matanya kering, awas kau ya!" ancam Sungmin sambil menghentak-hentakkan kakinya yang sedang melangkah

Akhirnya ia sampai jalan tempat Kyuhyun menunggunya "eh? dimana Kyuhyun?" Sungmin langsung mengerutkan alisnya saat mendapati Kyuhyun tak ada—ia ingat betul tadi ia menyuruh Kyuhyun untuk menunggunya di jalan ini

"Oi bodoh, kau dimana?" panggil Sungmin sambil melihat ke sekelilingnya, namun ia tak menemukan sosok tinggi itu dimanapun

"Aisshh, apa jangan-jangan ia sudah pulang duluan karena bosan menunggu?" baru saja Sungmin hendak melangkahkan kaki kanannya, matanya langsung tertuju pada sebuah benda hitam yang sudah hancur

Sungmin berjongkok dan meraih serpihan benda itu dan memperhatikannya "bukannya ini handphone Kyuhyun?" ia lalu kembali mengedarkan pandangnnya "kemana anak itu sebenarnya?" Sungmin kembali berdiri, entah kenapa matanya tiba-tiba tertuju pada sebuah gang yang berada di dekat situ

Ia terus melangkah maju, dan semakin dekat dengan gang itu indra penciumannya yang tajam mulai mengendus bau anyir yang berasal dari dalam

Tubuh Sungmin langsung membeku saat berdiri tepat di depan gang itu dan mendapati Kyuhyun yang sudah terkulai lemas tak sadarkan diri di lantai

Ia segera berlari menghampiri tubuh itu dengan cepat "Hei bodoh! kau kenapa?" Sungmin mengguncang-guncang tubuh Kyuhyun tak beraturan

Entahlah, tiba-tiba jantungnya berdenyut nyeri saat Kyuhyun tak juga sadar "Kyu! Kyuhyun!" kali ini nada suaranya meninggi "kau—" bibirnya terasa kelu dan tak mampu melanjutkan kalimatnya saat mendapati tangannya yang basah

"Darah" lirihnya terbelalak ketika menyadari bau amis yang menyelimuti tangan basahnya—pantas saja tadi hidungnya mencium bau darah, ternyata darah itu berasal dari tubuh Kyuhyun dan ia baru menyadarinya karena kondisi gang yang gelap menyamarkan warnah merah pekat darah tersebut

Jaket miliknya yang sedari tadi berada di lengan kirinya langsung terlepas begitu saja dan tangannya mendadak bergetar hebat "KYUHYUN!"
.

.

= TBC =

Annyeong chingudeul *ngumpet dibalik Sungjin* MIANHAEYO! padahal waktu itu aku janjinya hanya beberapa hari atau minggu tapi sekarang baru balik pas lebaran haji TT_TT soalnya waktu habis lebaran kemaren aku langsung banyak tugas dan materi pelajaran makin berat juga persiapan buat lomba jadi susah banget kalau mau online juga waktunya sangat terbatas jadinya aku mohoooon maaaff banget! banget! semuanya! makasih juga buat yang udah pada ngereview ini cerita, makasih banyak atas kebaikan kalian dan kesudian kalian baca ini, makasih juga udah bangkitin semangat aku^^.. nanti kedepannya mungkin aku juga bakalan susah buat update soalnya mau lomba lagi jadi sebelumnya aku mohon maaf dan terimakasih banyak! maaf aku ga bisa ngebales review kalian sekarang *bow*

Special Thanks,

Nyca ELFuJOYers, Nidaimnida, Paijem, UnyKMHH, Kikkurone, heina rizuqi, gyumine, Keseleo Imutnya Sungmin, chabluebilubilu, , Cutemin, Shin Min Rin, ButtCouple137, sissy, valentina lee, Melodyna, Eka puspa, Gyurievil, D2L, tyararahayuni, skittlescinth, Mingly Azhure, leefairy, Princess Pumkins ELF, pumpkinsparkyumin, ayukaruniawati9, abilhikmah, zi'Pumpkins, kyuqie, Pumpkin ite, KS, reaRelf, QyuDev178, Rena, chu, bunnyblack136, My name Is JC, GuiMinXian137, Cho Yooae, Ketiban KyuMin, KyuMin Child Clouds, , epildedo, , 137, Park Min Chan, Mirukia, ChoLee KyuMinie, Mirukia, Cho Miku, sAry nayolla, CharolineElf, Beautiful Garnet, kukyuruyuk, Guest, Park Min Chan, lovely kyumin, chu, , Joyer Cloudsomnia, dan halmonieku tercinta Syafriska amelia, juga para silent reader yang aku harap suatu saat mau meninggalkan jejaknya ~ gomaWOOK :*

- Evilpumps -