Naruto © Masashi Kishimoto
And
Totally Spies © Marathon
.
.
.
Pagi Hari
Jam 07:18 am.
tok tok tok!
Clover menggedor pintu berkali-kali. ini sudah pagi, sedangkan dia dan Sam sudah menunggu hampir dua jam di luar. kalau urusan mandi, Alex memang yang paling lama. si gadis berkulit tanned dan yang termuda didalam tim itu tak bisa di ganggu kalau sedang mandi. bikin kesal saja.
"Alex! apa yang kau sedang lakukan didalam!? kau tenggelam di bak mandi ya!?" tanya Clover.
"ughh... percuma saja Clover, mungkin Alex sudah tenggelam 5 meter di dalam bak mandi" ucap Sam, sudah lelah dari tadi berdiri hampir dua jam di luar pintu.
"hei Alex! dalam hitungan mundur kau harus segera keluar dari sini atau aku yang akan membuka paksa pin-"
"aduh! pelan-pelan dong!"
"HEH!?" Clover dan Sam heran mendengar sesuatu yang asing di dalam kamar mandi. tunggu dulu, apa yang sedang Alex lakukan? kenapa ada suara-suara aneh di dalam?
"Alex? hei? kau baik-baik saja?" tanya Sam.
"Tahan yang kuat Alex. biar kumasukan lagi, ya. pegang erat-erat!" ucap suara yang kedengarannya familiar ini. tunggu dulu, ini kan suaranya Naruto.
"N-Naruto?kenapa dia ada didalam bersama Alex?" tanya Sam, mulai heran.
"iya! dorong lagi yang dalam. tekan terus! ya! ya! ya! aarggh.. lebih masukkan lebih dalam! yang cepat!"
"ini sudah di tekan!"
"Naruto, gosoknya yang cepat!" kata Alex didalam.
"ya iya! ini aku sedang berusaha! biar ku pegang dan kau gosok-gosok ya! yang sabar!"
"kyaaaaaa~! Naruto!"
Sam dan Clover mulai menduga-duga yang aneh. tidak mungkin! sangat tidak mungkin. Alex tidak mungkin melakukan perbuatan seperti itu. apalagi di rumah ini, atau jangan-jangan Naruto dan Alex didalam kamar mandi sedang melakukan...
"aduh! aduh... hati-hati Naruto!"
"aku sedang berusaha, Alex. tahan terus! biarkan yang ini berlumuran di atas!"
"waaaaa~! cairannya terlalu banyak keluar!"
"cepat bersihkan!"
"ALEX!? NARUTO!?" dugaan Sam dan Clover benar! jangan-jangan Naruto sedang melakukan perbuatan tak terpuji pada Alex. ini tak bisa di biarkan, teman mereka tak boleh di kotori seperti itu.
"ggrr... takkan ku biarkan Naruto melakukan itu pada Alex, awas ya" Sam mulai bersiap menabrakan diri ke pintu kamar mandi. belum juga ia melakukannya, tiba-tiba pintu terbuka dan air langsung merembes keluar, membasahi tubuh Sam dan Clover.
"eh?"
"Oinky! jangan bergerak!" ternyata Alex dan Naruto sedang berjuang memandikan Oinky ke wastafel. si babi ini masih saja bandel tidak mau di mandikan, Naruto memegang badan Oinky sementara Alex terus menyikat-nyikat kaki peliharaannya itu dengan cairan pembersih.
GUBRAAAAGH!
Sam dan Clover sampai terjungkal ke belakang. ternyata dugaan mereka salah total.
Oinky langsung kabur "heeei! dasar binatang nakal! kembali!" seru Naruto, dia dan Alex sudah basah kuyup karena sibuk memandikan Oinky.
"kukira kalian sedang apa didalam! jangan membuat kami curiga dong!" seru Sam.
"aku hanya sedang memandikan Oinky, dia kotor lagi" kata Alex.
JTAK! JTAK!
Alex dan Naruto mendapat benjolan di kepala, buah hadiah dari tangan Clover.
"gggrr kalian bikin panik saja, untung saja aku tidak mengira kalian melakukan sesuatu didalam kamar mandi!" seru Clover.
"maaf Clover..." ucap keduanya, berbarengan.
"fuh.. sepertinya cukup memandikan Oinky. untuk hari ini aku mau melakukan kegiatan" jawab Naruto. ketiganya langsung menoleh tajam ke arahnya.
"sungguh? tumben kau tak malas?" kata Sam.
"hmm... sebetulnya sih, yang ingin kulakukan sekarang..." Naruto pun berpikir, mungkin ide yang ini lebih baik. mengajak mereka makan-makan di restoran Jepang?
"Ittadakimash!" mereka berempat makan di restoran Jepang dengan berbagai macam sajian di atas meja mereka.
Naruto langsung menggeleng "ah tidak tidak tidak, makan di restoran terlalu mahal -ttebayo" gumamnya. "aku sendiri juga bingung harus apa?" tanya Naruto.
atau mungkin ide yang satu ini lebih menarik?
Memanaskan kolam renang di depan rumah, kemudian Naruto berendam satu kolam dengan Sam, Clover, Alex agar bisa merasakan sensasi panas, lembut, nikmat dan hangat yang sesungguhnya. jadilah pria keren berendam dengan mereka bertiga di antara dirinya... wow, perfect! sekalian melihat tubuh langsing mereka ber-
"Hoi Naruto! enak saja kau membayangkan kami bertiga telanjang bersamamu!" Sam langsung protes.
"EH!? kenapa kau bisa baca pikiranku -ttebayo!" Naruto mengelak. sekarang ketahuan deh otak mesumnya.
"heh? maksudmu... kau ingin mengajak kami berendam air panas? di pagi hari yang terik begini?" tanya Clover.
"ah tidak kok! sudahlah! lupakan itu. lebih baik kita bersantai saja di luar halaman" Naruto pun langsung menggeser pintu kaca dan keluar ke halaman. baru saja dia melangkahkan kakinya keluar, dia langsung terhenti begitu melihat sesuatu yang ada di sebelah sana...
Itu kan...
Tidak mungkin...
"hei Naruto! bagaimana kalau kita keluar beli eskrim?" tanya Clover, menyusul dari belakang. tapi dia heran mengapa Naruto seperti mendadak kaku memandangi sesuatu di atas.
"Naruto? hei! Naruto! kau dengar aku tidak!?"
"ada apa dengan Naruto?" tanya Alex.
"Narutooo!" Clover sampai melambai-lambai ke hadapan wajahnya Naruto, sekalian mencubiti pipinya. "kenapa kau mendadak bengong begini sih? Naru-"
"Antena itu..."
"APA?"
Sam, Clover dan Alex langsung menatap sesuatu di atas sana.
"Sejak kapan ada Antena AW terpasang dirumahnya Mandy!?" Alex sangat terkejut.
"disana juga!" Clover menunjuk ke rumah didepan, bahkan antenanya terpasang dua!
"bukan hanya disini, tapi dimana-mana" iris mata emerald-nya Sam memandangi seluruh rumah yang halamannya terpasang antena dengan logo AW. padahal kemarin antena-antena itu sama tak ada di perkomplekan ini.
si AW bodoh itu memang serius dengan niatnya, kalau begitu-
Kage Bunshin No Jutsu!
Bofht!
Naruto membuat lima bunshin dirinya. "Kalian, coba periksa seluruh antena-antena yang terpasang di perkomplekan rumah ini. kalau menemukan sesuatu, laporkan padaku"
Lima bunshin-nya mengangguk cepat. mereka langsung berpencar.
"AW benar-benar ingin menguasai tempat ini. kita harus melaporkannya pada Jerry" Sam membuka Compowder dan segera menghubungi bos WOOHP, tapi sayang, panggilan tak di sahut.
Sam menaikkan sebelah alisnya, heran. "eh? Jerry? kenapa dia tidak menerima panggilan ini?"
"Sepertinya dia masih sibuk menyusun rencana. kalau begitu kita hancurkan saja secara paksa" Naruto mengeluarkan kunai yang sudah di pasangi kertas peledak, dia langsung melemparnya ke antena yang terletak di halaman depan rumah Mandy dan
seketika...
DUAAAAAAR!
"HEEEEH!?" Clover, Sam dan Alex kaget.
"Naruto! jangan sembarangan melempar kunaimu ke antena rumah Mandy!" Sam menyeru padanya.
"Tapi..." Clover akhirnya tertawa "tidak apa-apa! bagus Naruto! coba saja kau ledakkan rumah Mandy sekalian! hahahaha!"
"aaaaaaaaaaa-! siapa yang meledakkan bom di depan rumahkuuuu!?" suara pekikan yang mengganggu dari dalam rumah -Mandy terdengar begitu jelas hingga menggema ke udara. bahkan beberapa orang yang lewat didepan rumahnya terkejut melihat ledakan tadi.
"mereka akan mengira antena itu meledak karena kepanasan, aku sudah serahkan lima bunshin ku untuk memeriksa seluruh antena disini" kata Naruto.
"kau ini punya jurus mengintai?" tanya Sam.
"tidak" Naruto hanya menggeleng "bunshin ku akan menjawab penyebabnya, itulah mengapa kusuruh mereka untuk pergi melihat antena-antena milik AW itu" jelasnya lagi.
Kali ini aku harus mulai waspada, masalahnya incaran mereka pasti bukan hanya aku, tapi tiga gadis-gadis ini...
Naruto yang kini menjadi 'Asisten'nya Jerry merasa bertanggung jawab atas keselamatan tiga gadis mata-matanya ini. dia masih teringat dengan kalimat Jerry yang semalam
Mereka bertiga sudah melalui berbagai banyak hal selama menjalankan misi. dan kadang, itu nyaris mempertaruhkan nyawa mereka. jadi tolong bantu aku untuk menjaga ketiganya, karena Sam, Clover dan Alex adalah satu-satunya agen rahasia yang menjadi andalannya WOOHP…
Ah, pantas saja Jerry memasukkan dirinya bergabung dengan Woohp. jadi tujuannya adalah melindungi remaja-remaja labil ini...
"Naruto, kau menyebut kami ini Labil ya?" tanya Alex.
Aaaargh, sekarang giliran Alex yang bisa membaca pikirannya Naruto.
"eergh! ti-tidak kok -ttebayo!" ucap Naruto. "ah ya sudah, kita jalan-jalan saja hari ini. kita mau kemana?"
"kita ke pantai!"
kali ini Naruto menerima ide dari Clover.
Pagi hari yang cukup santai. suasana ramai di pantai mengisi minggu pagi mereka dengan bersenang-senang. ada yang berenang, berselancar, berjemur, membangun istana-istana pasir, sekalian cuci mata melihat penjaga pantai yang kece-kece plus berwajah tampa -ups, maaf. salah fokus.
Kembali ke tokoh utama : Naruto, Clover, Alex dan Sam berjalan santai di pinggir pertokoan. tak ada yang mereka lakukan selain melangkahkan kaki-kaki mereka lurus kedepan.
"kalau jalan-jalan begini saja mah, tidak seru" ucap Clover.
"terus, maunya apa dong?" tanya Naruto.
"hei! akan lebih seru kalau kita main Voli di pantai!" Alex menyarankan.
"atau bermain sepatu roda, keliling di pinggir pertokoan?" Sam menambahkan.
Clover juga punya saran, dia langsung mengatakan-
"Sudahlah Clover, tidak ada shopping untuk hari ini" jawab Alex.
Clover langsung diam.
"Makanya, jangan shopping terus! itu akibatnya karena kau yang pasti menghabiskan saldo di kartu debitku!" ucap Naruto sambil menunjuk tajam pada si gadis pirang tersebut.
"Hel-lo! kau sendiri yang memberikannya pada kami kemarin! kau bilang kami boleh memakai sepuasnya, ya tentu saja kami pakai semuanya sesuka hati, duh!" Clover balik membentak.
"Nah, sekarang maunya apa? kita cuma jalan kaki doang disini" kata Naruto.
"Hei! memangnya kau lupa apa janjimu semalam? kau akan mentraktirku membeli semuanya!" seru Clover.
"eh!? t-tapi kita belum sepakat! uangku sedikit hari ini, jadi jangan banyak minta-minta padaku ttebayo!" Naruto membentak balik.
"Humph!" Clover memalingkan mukanya jauh-jauh dari tatapan Naruto. ehh, tapi kalau Naruto lagi marah, gantengnya masih kelihatan ya...
"kamu bilang aku ini ganteng?" tanya Naruto.
"EH!? si-siapa yang menyebutmu ganteng!? jangan ge-er!" kata Clover. tapi rona merah di pipinya tak bisa berbohong.
"Wow! hei kawan! lihat yang didepan sana!" Alex langsung menunjuk sesuatu didepan.
"ada apa Alex?" tanya Naruto.
"Eskrim gratis! eskrim gratis! hari ini adalah hari eskrim gratis untuk promo bulan ini di Beverly Hills!"
"KYAAAAAAAA-!"
Semua langsung berebut eskrim gratis. oh, tentu saja! Naruto, Clover dan Alex langsung terhipnotis oleh promo tersebut. mereka langsung saja melesat secepat kilat ke tukang eskrim.
"YOSH~! KITA HARUS MENDAPATKANNYA! SERBUU~!" Naruto menyeru.
"YAAA!" Clover dan Alex ikut menyusul.
"eh!? kawan-kawan! tunggu-" sayang, panggilan Sam tak di gubris tiga temannya tersebut. "aahh, kalau begini mah sebaiknya berenang saja di pantai ya..." gumamnya.
Pukh!
"EH!?" Sam nyaris terlonjak begitu seseorang langsung menepuk pundaknya dari belakang. si surai redhead ini agak kaget. dua orang pria berdiri di belakangnya dengan tampang wajah kebingungan seperti mencari sesuatu.
"Permisi nona muda, apa anda tahu dimana pantai berada?" tanya seorang pria tersebut.
"eh?" Sam sampai berkedip-kedip. "pantai... nah, itu pantai" ucapnya sambil menunjuk pantai disebelah sana.
"lalu airnya dimana?" tanya dia lagi.
airnya? laut kan memang ada airnya. Sam bergumam, akhirnya dia menjawab lagi.
"eeh... bukankah pantai memang ada airnya ya?" tanyanya lagi. pria itu hanya tersenyum padanya.
"baiklah, terima kasih!"
"Ya, sama-sama"
Aneh... sudah jelas pantai terlihat disini, kenapa mereka bertanya?
"Sammy! ini untukmu!" seru Alex. dia, Clover dan Naruto sudah memegang tiga stik eskrim dan menjilatnya secara bersamaan.
"Terima kasih Alex"
"Woaah! aku pikir tidak perlu mengeluarkan banyak uang hari ini! karena hari ini semuanya sedang serba gratis!" kata Clover.
"Nah, habis itu kita mau apa lagi ini?" tanya Naruto sembari menjilat-jilati eskrim rasa orange favoritnya. sesuai dengan warna jaket yang ia kenakan pagi ini.
"ah! bagaimana kalau yang itu?" Clover menunjuk pada sebuah photobox di sebelah sana.
"eh? apa itu?" tanya Naruto.
"itu Photobox Naruto" Alex menjawab.
"maksudnya... kita masuk kedalam kotak dan di foto?" tanya Naruto lagi, polos.
"eeh? Naruto! memangnya kau tidak pernah photobox seumur hidupmu?" tanya Sam lagi.
Naruto tertawa hambar. "ahahaha, aku tahu sih photobox, tapi aku tak pernah mencobanya -ttebayo"
"kalau begitu ayo masuk kesana!" Clover langsung menyambar lengan Naruto dan menariknya kuat-kuat.
"eeh! eeehh Clover! pelan-pelan!"
Akhirnya mereka berempat langsung masuk kedalam photobox.
"ayo Naruto! kau duduk disini!"
"uggh! kenapa aku di tengah-tengah sih!?" Naruto langsung protes.
"sudah! cari gayamu dan langsung narsis kalau sudah di foto!" ucap Clover.
"baiklah kawan, bersiap-siaplah!"
3
2
1
JEPRET!
"uggh!" Naruto langsung mengusap-usap matanya. "silau! kilatannya bisa merusak mataku -ttebayo!"
"huuuu salah sendiri, kaunya saja yang belum siap"
"tapi aku kan belum-!"
JEPRET!
Belum sempat bergaya, sudah kena jepretan foto lagi. Naruto semakin mengusap-usap matanya. "aadduh!"
"Naruto! tetap bergaya! jangan bergerak!" kata Alex.
"Tapi!"
JEPRET!
"AAAAA! AKU BELUM SIAP DI FOTO -TTEBAYOO!" akhirnya Naruto frustasi.
"Naruto! jangan banyak bergerak! photobox didalam sini kan sempit!" Sam mengeluh. tapi Naruto tetap saja protes sendiri.
"Jelas saja sempit! tempat ini cuma muat bertigaaaa!"
JEPRET!
dan hasilnya adalah, 4 bingkai foto dengan hasil berantakan karena Naruto kebanyakan gerak.
"hasilnya begini, mau di ulang lagi tidak?" tanya Alex.
"tentu saja ulang! akunya disini masih jelek!" Clover langsung menyerocos.
"sudah cukup! mataku bisa sakit kena kilatan terus"
"Sammy! cepat ganti jadi 9 bingkai" perintah Clover.
"Sembilan bingkai!?"
JEPRET!
JEPRET!
JEPRET!
"a-aku belum siap -ttebayo! tunggu! tungguuu!"
"NARUTOO!"
Semua yang melihatnya dari luar photobox heran. mengapa tempat berfoto tersebut nampak bergoyang-goyang di dalam? bahkan ada pula yang mengira kalau mereka sedang melakukan 'sesuatu' didalam sana.
Alex memilah-milah hasil photobox tadi. dan kebanyakan dari foto tersebut kacau, hanya satu yang bagus. "ya sudahlah, lagipula kita cukup bersenang-senang didalam situ kan?"
"jelek sekali! aku mau di ulang lagi!" Clover menyeru.
"enak saja kau minta ulang! memangnya matamu tidak sakit kena flash foto itu -ttebayo!?" tanya Naruto, langsung menjitak kepala Clover.
"aduh! enak sekali kau menjitakku, dasar pirang!"
"kau juga pirang, Clover"
"ah ya sudah! habis itu kita mau apa lagi?" tanya Naruto. Semua langsung diam. berpikir sejenak untuk melakukan kegiatan lain, tadi makan eskrim sudah, photobox sudah, sekarang...
"tentu masih banyak! kita harus habiskan seharian ini dengan bersenang-senang! ayo main sepatu roda!" Clover langsung memberi ide.
"eh? Clover, tumben idemu cepat sekali" kata Sam.
"heehh baiklah! itu terserahmu saja deh -ttebayo" ucap Naruto.
Akhirnya mereka melakukan liburan itu selama sehari penuh. main sepatu roda, sampai Naruto nyaris menabrak orang-orang yang ia lalui karena tidak bisa menyeimbangkan kedua kakinya, kemudian main mesin pinball, main billiard, main Voli di pantai melawan penjaga pantai, membangun istana pasir, hingga...
Sore harinya..
langit mulai berwarna oranye dan menandakan waktu malam hampir menjelang. mereka akan menghabiskan waktu terakhirnya di sore hari dengan makan ramen di resto kecil sembari menikmati angin sore yang sejuk dan melihat matahari yang tenggelam dengan sukses di ujung barat.
"Ittadakimash!" Naruto sudah keburu ngiler melihat ramen jumbo sudah terhidang didepannya.
"aaahh aku lelah sekali hari ini" Clover menguap lelah.
"tapi kita bersenang-senang kan? hari ini sangat seru sekali!" kata Alex.
"Yah! aku nyaris tertawa melihatmu menabrak pohon waktu main sepatu roda, Naruto" Sam tertawa keras.
"eh! itu tidak lucu! sepatu rodanya saja yang salah!"
"bilang saja kau tidak bisa menggunakannya, Naruto" Naruto langsung menyantap ramennya. "hmmm! tapi aku memang bisa kok main sepatu roda!"
Semua langsung tertawa.
"aaah baiklah! aku sudah lapar, mari kita menyantapnya" ucap Clover.
Menghabiskan waktu dengan mereka bertiga ternyata seru juga ya. Naruto bergumam. liburan dengan remaja-remaja seperti ketiganya cukup menyenangkan, meskipun agak menyebalkan juga karena tingkah mereka yang berisik dan cerewet. tapi Naruto belum pernah merasakan liburan seseru ini semenjak berpisah dengan...
Disaat asik makan, tiba-tiba Naruto seperti merasakan sesuatu. sontak dia langsung menjatuhkan sumpitnya ke atas mangkuk ramen.
"HMPHH!?"
"N-Naruto!? ada apa?" tanya Alex.
"ti...tidak kok" jawabnya.
"kau tersedak, cepat minum"
"terima kasih"
ini... tidak mungkin... Naruto bergumam. dia mulai mengkhawatirkan sesuatu yang akan terjadi nanti. rasanya, bunshin miliknya sudah menemukan sesuatu yang mengejutkan.
"Naruto?"
"aahh tidak kok" Naruto menggeleng pelan. "ya sudah, lanjutkan saja makannya"
Sluurrrp!
"hei Naruto, ramenmu cepat sekali habis. padahal itu porsi jumbo" kata Clover, mulutnya masih mengunyah ramen.
"lalu? tentu saja! aku kan sedang lapar"
"ramenku akan lebih cepat habis daripada milikmu"
"tentu punyaku hampir habis, Clover!"
Clover dan Naruto langsung memberi tatapan persaingan. Sam dan Alex sudah menduga-duga kalau battle di antara mereka bakal terjadi.
"Ah, tidak lagi..." Alex menggeleng heran.
"AKU YANG MENANG!"
Slurrp! slurrp! slurp!
Duo pirang ini berlomba-lomba menghabiskan ramen mereka.
"aku tambah lagi!" Naruto menyeru.
"aku juga!" Clover tak kalah serunya.
"WOAAAHH..."
Semua orang yang ada di resto ramen mulai penasaran dengan lomba duo pirang tersebut. sementara Sam dan Alex yang duduk bersebrangan meja dengan mereka cuma bisa sweatdrop parah.
"tambah lagi!
"tambah lagi!"
"tambah lagi!"
"cepat bawakan ramennya!"
"tambah porsi ukuran jumbo, pelayan!"
"Eh!? Clover! kau yakin akan menambah sebanyak itu!?" giliran Alex yang mulai panik dengan tingkah temannya.
"TAMBAH!" ucap Naruto.
"terus! Terus! Terus!" orang-orang yang menontonnya ikut menyemangati.
Tambah, tambah, tambah dan tambah hingga akhirnya..
"maaafkan kami! maaf, kami akan kembali kesini besok dan membayar semuanya. tolong maaf ya..." Alex sampai memohon-mohon maaf pada si Manager resto. sedangkan Sam sibuk menyeret-nyeret dua orang gendut yang kekenyangan karena lomba makan dadakan tadi.
"Ugghh! kalian... berat... se-sekali..."
"aku masih lapar ttebayoooo" Naruto lirih sendiri.
"sepertinya aku harus diet ekstra mulai besokk..." kata Clover.
Tapi... kalau melihat kalian berdua konyol tadi, rasanya seperti melihat pasangan serasi. Sam bergumam, senyum tipis sedikit menukik di bibir pink-nya. memang, Clover dan Naruto sama-sama aneh dan gila, tapi tanpa adanya mereka, semua takkan terasa seru.
"Sammy, biar aku yang merangkul Clover" kata Alex.
"baiklah"
Hari yang cukup melelahkan...
BRUKKGH!
Clover dan Naruto terbaring di lantai ruang tamu. Sam dan Alex tak sanggup menyeret mereka lebih kuat lagi kedalam kamar karena sudah lelah.
"hahh... tak apa kan kalau keduanya tidur disini dulu?" tanya Sam.
"tidak apa-apa, berikan saja selimut"
"Yah"
"ZZZZzzzz..." Clover dan Naruto kalau mendengkur parah juga ya.
Alex langsung menyelimuti tubuh mereka berdua, meninggalkan duo pirang gila ini tidur di lantai ruang tamu. ya... setidaknya, meskipun tanpa kasur empuk di atas tubuh mereka, yang penting mereka tidur dulu.
"Selamat malam… NaruClover"
TO BE CONTINUED
AN : Akhirnya… Author is coming back!
Waahh udah berapa bulan ya? hehehe.. sebelumnya, author minta maaf atas keterlambatan update selama ini. Ya.. author udah sibuk banget sama kerja. belum lagi laptop juga mulai bermasalah T.T
Oke, Mungkin karena updatenya terlalu lama (bagi yang udah lupa) di sarankan baca lagi kisahnya dari chapter 1. Tapi yang ga lupa, langsung aja baca chapter ini. Seperti yang sudah di janjikan pengumuman sebelumnya, author tetap menyelesaikan ini sampai akhir.
Untuk saat ini, plot cerita dari chapter 8-9 masih santai, nanti pas udah chap 10 baru kita masuk ke tahap serius. Nanti author bikin new summary disitu.
Oh ya, satu lagi! Sekarang author resmi ganti nama username jadi : JegarJeger!
Ya udah deh, segini dulu AN-nya, kebanyakan. Author tunggu review kalian ya, terimakasih sudah bersabar dan setia menunggu fic ini! :D .
ehem! Hampir aja lupa, author juga ngeluarin fic Oneshoot Totally Spies, Judulnya 'SULIT' (ini kisah sudut pandangnya Clover) silahkan check sendiri di bio author.
And one more..
Marhabban ya Ramadhan, selamat Puasa semuanya! Semoga lancar ya!
Mind To Review?
Balasan utk review sebelumnya :
-Guest : author udah berusaha mencari fic yang kamu recommended-kan, tapi memang bener, ternyata fic-nya udah ga ada lagi. (sedih deh) bahkan sampe nyari di gugel 'Totally Shippuden' pun ga ada. Andai pun masih ada, mungkin author ingin ngambil sedikit aja referensi dari cerita tersebut, lalu nerjemahin artinya. Huhuhu… tapi, makasih sudah review ya. btw, dialog antara Naruto sama tiga spies yang kamu bikin kocak banget! Author suka!
