The Black True Longinus

Naruto : Masashi Kishimoto

yusufnur321

Summary : Dia datang dari Dunia lain, pemegang Sacred Gear rival dari True Longinus... Murid dari salah satu Legend Sannin Orochimaru dari Dunia Shinobi... White/Black.

Warning : Typo (s), Godlike, Strong, OOC, OC,...Dll


Kyoto, Istana Imperal

Hening

Kini melanda Arena pertarungan. Dimana sang pewaris Klan Otsutsuki melawan Manusia yang di pilih Yasaka-hime, putri Pemimpin Youkai Kyoto. Semuanya terpaku, bahkan Pemimpin Youkai sendiri terpaku saat sebuah detuman keras di iringi gempa bersekala besar mengguncang Arena dan sekitarnya. Beruntung bahan untuk pembuatan bangunan tempat duel one-one itu berkualitas tinggi membuat bangunan Arena tersebut masih berdiri kokoh, walau terlihat ada sedikit retakan di beberapa bagian sudut Arena.

Berbeda di Arena. Di sekitar Arena pertarungan, khususnya bangunan pemukiman warga Youkai yang berada dalam seratus meter lebih dari Arena. Terlihat rata dengan tanah..

Terlihat juga beberapa Youkai dari prajurit Youkai Istana sedang membantu mengeluarkan Youkai-Youkai yang tertimbun reruntuhan bangunan. Tidak ada korban, hanya beberapa Youkai tua dan anak-anak yang terluka akibat beratnya reruntuhan bangunan yang menimpa mereka. Kalau saja mereka bukan Youkai melainkan Manusia, mungkin di antara mereka ada yang tewas.

Kembali ke Arena

Perlahan debu yang memenuhi tengah Arena menghilang, walau masih ada debu berukuran sangat kecil yang membuat Youkai yang menonton dari jarak jauh tidak bisa melihat dengan jelas.

Aura Negatif dan kegelapan yang beberapa menit lalu memenuhi Arena juga sudah menghilang. Seiring debu menghilang perlahan memperlihatkan sosok Naruto yang tengah berdiri tegak dengan sepasang sayap 'aneh' persisi seperti tangan di punggungnya. Tidak lupa corak api yang terlihat memenuhi kulit tubuhnya yang menambah kesan sangar dari murid Sang Sannin ular itu. Satu meter dari Naruto yang kini dalam Mode Joutai, tergeletak sosok tubuh Juubi si pewaris Klan Otsutsuki yang kini dalam ke adaan mengenaskan dengan darah segar menghiasi seluruh tubuh kekarnya yang keluar dari luka atau pori-pori kulitnya. Mode Animal from yang di gadang-gadang Mode terkuat Youkai yang beberapa menit lalu dia masuki sudah lepas, akibat tinjuan penuh tenaga dan energi alam negatif dari Naruto.

"K-ka-u Ugh! Hahahhh... hhah.." Juubi tidak melanjutkan perkataannya, karena memang dadanya masih sesak akibat tinjuan bertenaga besar tadi. Untuk bernafas saja ia kesulitan, apa lagi untuk berbicara.

Melipat tangannya di dada, tidak ambil pusing pakaian yang ia kenakan setengahnya sudah hilang, "Hm. Banyak lawan ku yang mati setelah menerima pukulan penuh energi alam negatif tadi. Tapi kau berbeda. Sepertinya Bijuu di sini tidak bisa di pandang sebelah mata." Guman Naruto sambil matanya menatap tubuh Juubi yang terlihat bergerak walau sedikit. Dirinya juga melihat perlahan namun pasti darah segar terus mengalir dari mulut pewaris Klan Otsutsuke itu.

Tap!

Tiba-tiba di samping kanan tubuh Juubi muncul seorang Youkai banteng kalau di lihat ciri dar kedua tanduknya dan badannya yang berotot besar. Youkai banteng tersebut memeriksa ke adaan pewaris Klan Otsutsuki itu. Setelah memeriksa ke adaan Juubi, Youkai banteng itu berdiri dan berkata.

"Pemenangnya adalah petarung Yasaka-hime!"


Yasaka menghela nafas berat di depan cermin yang berada di kamarnya. Ya, saat ini dirinya sedang berada di kamarnya yang di penuhi barang-barang mewah khas putri kerajaan. Tepat setelah pertarungan pemuda cepak kebelakang itu dengan Juubi. Apa lagi pemuda berambut cepak itu tiba-tiba tersedot oleh sesuatu dan menghilang di tengah Arena, membuat dirinya di berondong berbagai pertanyaan dari sang Ayahnya. Tentu saja saat ayahnya akan bertanya tentang pemuda cepak itu dirinya di suruh datang ke ruangan khusus ayahnya untuk membicarakan hal itu.

menghela nafas berat kembali. Mengingat kembali pertanyaan ayahnya, tentang bagaimana bisa ia mengenal pemuda cepak itu. Tentu saja dirinya dengan polos menjelaskan skanario bagaimana dirinya bertemu pemuda cepak itu hingga saat pemuda berambut cepak itu meng'iya'kan permintaanya untuk menghentikan pernikahannya dengan ahli waris Klan Otsutsuki. Dan saat setelah menjelaskan seluruhnya, dirinya saat itu melihat raut wajahnya mengeras bersiap mengeluarkan amarahnya dan saat itu dirinya siap menerima kemarahan dari ayahnya itu, namun apa yang ia tunggu berbeda. Malah ayahnya hanya berkata untuk jangan mempercayai seseorang begitu saja.

Tentang pernikahan itu. Ya ayahnya mengabulkan untuk tidak dulu menikahkan dirinya dengan siapa pun dan otomatis pernikahan dirinya dan Juubi tidak akan terjadi. Ya. Walau sekilas, dirinya menangkap raut kecewa dari ketua Klan Otsutsuki dan Istrinya saat dirinya dan ayahnya meminta maaf dengan pribadi saat itu.

Setelah acara permintaan maaf. Dirinya pergi ke kamar dan di perjalanan saat itu dirinya sempat mendengar dari dayang-dayang yang melayani dirinya membicarakan rumah-rumah yang berjarak seratus meter dari Arena hancur rata dengan tanah. Tentu saja itu membuat ia kaget. Dan ia yakin pelakunya pemuda berambut cepak itu. Saat itu seluruh tubuhnya di buat merinding, perumahan penduduk Youkai yang masih dalam jarak seratus meter dari Arena saja hancur rata dengan tanah, bagaimana dengan Juubi...

Deg!

Renungan Yasaka buyar saat merasakan tekanan energi yang familiar dari arah belakangnya. Dengan cepat menatap ke arah cermin yang hampir memperlihatkan seluruh tubuhnya, namun bukan itu yang menarik perhatian manik matanya. Tapi sosok seseorang yang berada di samping kanan pantulan dirinya yang menjadi perhatiannya.

Bagaimana dia bisa tau ini kamar ku, pikir Yasaka polos. Melihat pantulan sosok pemuda cepak di cermin kamarnya yang membawa payung Hitam.

Dengan cepat Yasaka membalikan badannya dan berdiri dari duduknya.

"Bagaimana kau tahu aku di sini dan bagaimana bisa kau masuk ke kamarku!?" Yasaka dengan menunjuk wajah Naruto. Perkataan ayahnya teringat kembali di kepalanya, membuat kewaspadaannya muncul.

Naruto yang mendengar itu hanya mengangkat satu alisnya heran sebelum berkata, " Itu tidak penting. Bagaimana aku di sini." Naruto sambil melangkah mendekat Yasaka yang terlihat melangkah mundur saat dirinya mempersempit jarak.

"M-mau apa kau!" ujar Yasaka menghentikan melangkah mundurnya karena menabrak meja rias cerminnya.

Melihat reaksi perempuan di hadapnnya ini, membuat Naruto tidak menahan seringaian khasnya. Hahh.. dirinya jadi teringat raut ketakutan dari anak buah Gatot di Dimensi Shinobi saat ia menyerang Markas Gatot. Kalau saja saat itu Sasame-chan tidak di culik oleh salah satu anak buah Gatot, mungkin saat itu dirinya tidak akan membabat habis anak buah Gatot dan Gatot sendiri.

"Hm. Melakukan sesuatu itu harus ada tujuan di baliknya... Jadi kau pasti tau.. ne Yasaka-hime~" Ujar Naruto menghentikan langkahnya tepat di hadapan Yasaka.

Wajah pewaris pemimpin Youkai Kyoto itu memerah karena tiba-tiba kepala pemuda cepak itu menyusup ke pertengahan lehernya. Menghiraukan bagaimana pemuda cepak itu tahu namanya ia berkata dengan terbata.

"L-lalu apa yang kau inginkan.."

"Hm.. Apa ya..." Naruto kembali menarik kepalanya. Sedikit memperlihatkan raut berpikir. "Hahh... mungkin saat ini tidak ada yang aku inginkan..." lanjut Naruto sembari membalikan badannya ke belakang, membuat tubuhnya membelakangi Yasaka, kemudian berjalan ke depan.

"Tapi... Suatu saat nanti aku datang kembali kau harus mengabulkan apa pun yang aku mau... khukhu.. Dan satu lagi, namaku Taketori Naruto~.." ujar Naruto sebelum menghilang meninggalkan dedaunan yang berterbangan


Dimensi Black True Longinus

Dari ke tidak adaan tiba-tiba tercipta lubang vortex yang memuntahkan Naruto dalam ke adaan berantakan dengan baju robek sana-sini. Terlihat payung hitamnya dirinya pegang yang senantiasa memayunginya.

Tatapan datar nan dingin ia tunjukan. Melihat ke depan dimana bunshinnya mencium gadis yang tak sadarkan diri di atas sebuah ranjang terbuat dari batu putih. Matanya juga melihat dua gadis yang ia kenali yaitu Raynare dan Asia.

Naruto menggerakan kedua kakinya mendekat ke arah bunshinnya yang masih setia mencumbu bibir gadis berambut jingga itu.

"Apakah sudah selesai..."

Bunshin Naruto tersentak kaget dalam ciumannya dengan cepat menegakan kembali badannya.

"A-a... Boss!" Bunshin Naruto melihat bosnya sudah berdiri tidak jauh darinya dengan tatapan datar dan dingin. Apa lagi payung hitam yang senantiasa bos nya bawa, membuat dalam dirinya sedikit merasa takut. Padahal dirinya dan bos nya sama, mengingat dirinya Clone dari dirinya yang asli.

"Aku bilang apakah sudah selesai..." Naruto kembali bersuara dengan nada dingin, masih melangkah mendekat ke arah bunshinnya.

"S-sudah boss!" Jawab bunshin Naruto seadanya karena perasaan takut sudah menyelimuti hatinya.

"Hm. Kalau begitu kenapa kau tidak pergi saja." Naruto masih dengan nada dingin. Matanya sempat melirik wajah gadis berambut jingga itu lalu kembali menatap bunshin dengan datar.

Bunshin Naruto tanpa membuang waktu dengan cepat menghilang meninggalkan kepulan asap putih tebal.

"Huh! Menggelikan, kepada Clone dirimu saja kau berperilaku seperti itu. Apa lagi orang lain... Tapi. Mengingat kau Manusia aku tidak heran.."

suara berat menarik perhatiannya. Naruto menengok ke asal suara tadi. Iris matanya menatap malas Naga bercorak domain ungu gelap itu. "Kau diam saja, binatang.." ujarnya lalu berjalan mendekat ke arah ranjang yang terbuat dari batu. Menghiraukan geraman marah Moryu yang mencoba melepaskan diri dari rantai raksasa beraura ungu kehitaman yang membelit erat tubuhnya.

"Ne~ Sasame-chan kapan kau bangun... Hahh.. Apa kau tahu Dunia baru yang kita harapkan ternyata tidak berbeda dengan Dunia Shinobi. Bahkan mungkin Dimensi ini mempunyai masalah lebih besar dengan Dunia Shinobi. Mengingat ada mahluk-mahluk Dunia ini yang mempunyai kekuatan setara dengan ku. Tapi... Ugh! Tidak biasanya aku bermonolog dengan nada menjijakan seperti ini.." ucap Naruto setelah tiba dan duduk di samping ranjang batu itu, sembari tangan kananya mengelus pipi cuby gadis berambut jingga itu yang bernama lengkap Fuma Sasame.

"FU!... muHahahahahhahahaha.. Apa-apaan nada menjijikan itu bocah!" Tawa Moryu masih dalam kekangan rantai. Mendengar nada menjijikan dari bocah tombak yang mengalahkannya dengan telak itu membuat dirinya merasa jijik. Ayolah selama ia berada di kengkangan bocah ini, ia bahkan tidak pernah mendengar nada menjijikan seperti tadi.

Menghiraukan itu, Naruto bangkit dari duduknya kemudian berjalan mendekat dimana tubuh gadis birawati dan gadis Da-Tenshi yang tengah terbaring tidak jauh darinya. Menghiraukan Iblis Moryu yang masih menertawakannya.

Naruto menatap kosong ke arah dua tubuh di depannya. Dengan pikirannya entah kemana. Dua menit kemudian setelah berpikir bagaimana cara menghidupkan sesuatu yang bernyawa dari kematian, Naruto berbalik dan menatap Moryu yang tengah menatapnya penuh aura negatif setelah tadi menertawakannya.

"Aku tidak sudi memberikan energi kehidupanku kepada ras primitif seperti kau!" ucap Moryu dengan nada berat, seolah tau apa yang di pikiran Naruto.

"Benarkah? Berarti 'kebebasan' yang kau impikan selama ini akan berlalu begitu saja... Hm. Padahal aku ingin mengajukan negoisasi, seperti berikan sebagian energi kehidupanmu dan kau akan ku bebaskan..." Naruto berkata dengan nada menonton, tidak lupa seringaian tercipta di akhir perkataannya. Seringaian licik Naruto semakin melebar melihat Mahluk tidak jauh di depannya ini terdiam. Seolah sedang menyerap perkataannya yang tadi.

"Sayang sekali... Padahal di luar sana banyak lo~ eksistensi berkekuatan abnormal yang dapat mengatasi hasrat bertarungmu yang gila itu.." tambah Naruto mencoba memancing kembali. Dan sukses mendapatkan tatapan tajam penuh aura negatif dari Moryu.

"Apakah aku dapat memegang perkataanmu yang penuh kepalsuan itu, bocah!"

Hening

Keduanya saling menatap satu sama lain.

"BaiklahTidak mau... tidak apa-apa... " Naruto berbalik mmenghadap kembali kedua tubuh gadis berbeda ras itu. "Lagi pula Jutsu pembangkit Edo Tenshi versiku sudah cukup ba-"

"Oke! Oke! aku terima negoisasimu bocah!" Cepat Moryu memotong perkataan Naruto. Dan sukses membuat seringaian Naruto tercipta.

"Hm. Berubah pikiran eh!" ujar Naruto kemudian berjongkok di samping kanan tubuh tak bernyawa Asia. "Tapi aku masih tidak percaya, bisa-bisa kau merubah gadis polos ini menjadi boneka mu seperti 'prajurit batu' mu itu." lanjut Naruto merogoh saku celananya mengambil sebuah cincin, kemudian memasangkannya ke jari manis kiri gadis bersurai pirang itu.

"Kau tidak percaya bocah!"

Naruto berdiri kembali dan menatap Moryu, "Baiklah, tapi jangan mengapa-apakan dia."

Tidak membalas, Moryu membuka mulutnya dan perlahan sebuah energi berwarna putih terang di selimuti aura ungu keluar dari mulut Moryu yang bergerak dengan perlahan ke arah Asia kemudian masuk melewati lubang hidung gadis birawati itu.

Beberapa detik kemudian setelah energi tadi masuk ke dalam Asia, tiba-tiba tubuh tak bernyawa Asia bercahaya ungu dan perlahan meredup kemudian menghilang tanpa sisa. Terjadi perbuhan pada tubuh Asia, seperti kulit yang tadinya pucat kembali secerah porselen. Dan terlihat segar dari biasanya.

Senyum tulus tercipta di wajahnya setelah memeriksa ke adaan Asia yang kembali normal. Namun detik berikutnya senyum tulus itu kembali luntur di gantikan dengan senyum aneh khas Naruto.

"Tepati perkataan mu bocah!" Ucap Moryu dengan mata menyipit merasakan keganjilan namun ia hiraukan, demi kebebasan apapun ia lakukan..

"Baiklah~ baiklah..." Naruto berkata dengan nada aneh di iringi rantai raksasa beraura ungu kehitam yang mengikat tubuh Moryu perlahan menguar menjadi partikel cahaya.

"Hahahahahahaha... AKU BEBAS! Hahahahahahahaha..." tawa Moryu seperti pisco dengan mengepakan kedua sayap lebarnya, tidak lupa aura negatif ia keluarkan seolah menunjukan ke senangannya versi dirinya.

Naruto hanya memandang datar ke arah Moryu.

Moryu menatap tajam Naruto, "Sampai jumpa bocah! Hahahahhaha-" tawa Moryu berhenti saat sesuatu ada yang melilit salah satu kakinya. Melihat apa yang melilit salah satu kakiny.

'Rantai?'

Dengan cepat kepala Moryu menengok ke arah Naruto, tapi sebelum itu sebuah rantai raksasa beraura ungu kehitaman menjerat lehernya dengan kuat. Mencoba memberontak namun kemudian sayap, ekor, ketiga kakinya sudah di jerat sangat kuat oleh rantai-rantai raksasa beraura ungu kehitaman yang tiba-tiba muncul dari permukaan Dimensi ini.

BRAK!

Detuman keras terdengar saat tubuh Mahluk raksasa itu jatuh akibat di tarik paksa oleh rantai-rantai yang tiba-tiba muncul dari permukaan Dimensi ini.

"Kau-" Moryu tidak melanjutkan perkataannya akibat rantai-rantai raksasa yang menjeratnya semakin menjeratnya dengan kuat. Membuat ia tidak bisa berkutik. Dan kenyataan dirinya baru saja di tipu oleh seorang Manusia..

"Khukhukhu...muHAHAHAHAHAHAHA... Kau... Kau pikir aku melepaskan mu begitu saja... Aku tidak percaya kau... Naif Moryu!" Naruto dengan nada dingin di akhir perkataannya. Tidak lupa tawanya yang membuat anak kecil akan trauma..

Mata Naruto menyipit.

Deg!

Entah kenapa jantungnya tiba-tiba berdetak kuat. Saat sesuatu benda mengkilau menetes dari mata Moryu yang tengah menatapnya dengan pandangan aneh.

_To. Be. Continued_


A/N : Kacau? Entahlah... Mengingat saat mengetik di tengah cerita mood author tiba-tiba menjadi down. Dan itu membuat chapter ini Wordsnya sedikit. Sebenarnya dalam Chapter ini author berniat menceritakan bagaimana Naruto mendapatkan Secred Gearnya. Tapi.. Karena ada sesuatu yang mengganjal pikiran author jadi tidak jadi deh..

Moryu? Moryu saat berinteraksi dengan Naruto itu di Dimensi Sacred Gear nya sendiri. Ya.. Author buat Sacred Gear Naruto mempunyai Dimensi kusus.

Soal Naruto jahat atau tidak. Author buat di sini mengikuti arus saja yang berarti 'tidak memihak ke siapapun'.

Dan soal apa Naru bakal sering berhubungan dengan kelompok Gremory dan Sitri. Itu masih rahasia..

Yasaka disini author buat sedikit polos. Dan soal List Harem? Entahlah..

Dan Satu lagi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

DIRGAHAYU RI! NEGERI TERCINTAKU!

yusufnur321 out~