Break the Ice

·

·

Naruto © Mashashi Kishimoto

·

Break the Ice

·

Genre : Romance, Hurt/Comfort

·

Disclaimer : This story is original comes from my mind

·

Tidak terima review atau kritik yang menjatuhkan. Hanya membuka kritik dan komentar sopan yang membangun!

·

·

Rated : T

·

Sakura

·

Summary : "Jangan dekat-dekat dia nanti kau membeku" / "Sakura Haruno sudah mati" / "Kau tidak tahu apa-apa!" / Sasuke, murid pindahan dari Oto tertarik pada gadis yang disebut Manusia Es yang sebangku dengannya. Sayangnya, gadis itu sudah kehilangan hatinya sejak lama

·

·

·


Second Confession

Autumn

Free time

Friday, October 11, 2013

Music Class

2nd Building, 3rd Floor

Konoha Gakkuen

Sakura berusaha keras menghindari Sasuke sejak kejadian di atap tempo hari. Gadis itu memindahkan parkiran mobilnya ke parkiran umum, membuatnya menjadi pusat perhatian setiap pulang sekolah karena bugattinya. Sakura juga berusaha meminimalisir kemungkinan ia bertemu Sasuke di kelas dengan menghabiskan waktu di perpustakaan. Sayangnya, gadis itu harus terjebak bersama Sasuke Uchiha tiga jam setiap hari untuk persiapan duet mereka. Sakura patut menghela nafas lega karena selama tiga jam itu, Ibiki-sensei selalu mendampingi mereka bersama dengan Kurenai-sensei. Jadi Sasuke sama sekali tidak punya kesempatan menjelaskan apapun pada Sakura.

Karena menurut Sakura memang tidak ada yang perlu dijelaskan. Kejadian di atap dua hari lalu, pernyataan Sasuke padanya adalah sebuah kesalahan yang harus dilupakan Sakura dan tidak akan diulanginya lagi. Bagaimana dia bisa melupakan kalau darah yang mengalir dalam tubuh Sasuke adalah darah yang sama yang ada dalam tubuh orang yang menghancurkan keluarganya?

"Baiklah. Ayo kita ulang sekali lagi" kata Kurenai.

Ibiki mulai memainkan pianonya, menghasilkan lantunan melodi-melodi indah nan lembut yang membuat Sasuke dan Sakura terhanyut di dalamnya. Sasuke dan Sakura mulai berhadapan, seolah mereka tidak menganggap ada orang lain di ruangan itu selain mereka berdua.

Sasuke menyanyikan bait demi bait dengan baik. Perlahan-lahan, kakinya berjalan menghampiri Sakura. Mata emerald milik Sakura seolah menyedotnya. Ada berbagai macam emosi terpendam di dalamnya. Sasuke meraih tangan Sakura dan menggenggamnya tanpa melepas kontak mata mereka. Laki-laki itu seolah ingin menyampaikan banyak hal lewat nyanyian dan gerakan tubuhnya, dan Sakura menyadari itu.

Sasuke dan Sakura mengakhiri duet mereka dengan sukses tanpa mengalihkan pandangan dari masing-masing. Kurenai dan Ibiki bertepuk tangan dan berkata cukup untuk hari ini. Sakura yang pertama kali memutus kontak matanya dengan Sasuke dan membungkuk. Kembali ke ekspresi dinginnya yang kaku sebelum meraih tasnya dan berjalan keluar.


Day 2 Konoha Gakkuen Festival

Tuesday, October 15 , 2013

Public Parking

Konoha Gakkuen

8.13 AM

Festival Konoha Gakkuen adalah festival terbesar yang pernah diadakan di Jepang. Bahkan perdana menteri selalu menyempatkan diri hadir dalam kegaiatan itu di sela kesibukannya. Kepopuleran Konoha Gakkuen juga membuat sekolah itu disambangi turis-turis mancanegara. Sakura yang biasanya datang pagi malah datang jam sembilan pagi ketika hari festival. Gadis itu memasuki parkiran private yang disediakan Tsunade—bibinya—khusus untuk beberapa orang saja termasuk dirinya. Tepat ketika Sakura memarkirkan bugattinya, sebuah volkswagen eos putih susu terparkir di sampingnya.

Sudah kebiasaan Sakura untuk tidak memperhatikan orang lain, jadi gadis itu santai-santai saja ketika mengunci mobil dan berjalan memasuki area sekolah. Pintu volkswagen itu terbuka, memperlihatkan Karin keluar dari mobilnya dengan pandangan aneh ke arah bugatti veyron yang pemiliknya sedang berjalan luwes dengan pakaian kasual ke arah bangunan sekolah.

Rambut pink?

Sakura?!


Chemistry Class (Coffee shop 11-A)

2nd Building, 2nd Floor

Konoha Gakkuen

Kelas Sakura tampak ramai dikunjungi pelanggan. Kebanyakan dari mereka adalah gadis-gadis junior high dan kouhai yang ingin melihat barista-barista tampan yang bekerja di coffee shop yang dibuka kelasnya. Untuk kesuksesan festival tahun ini, Tsunade memperbolehkan setiap kelas bekerja sama. Termasuk dalam peminjaman pegawai. Karena kelas Sakura kekurangan tenaga, akhirnya Shikamaru menarik tiga orang barista dari kelas sebelah.

Ketika Sakura masuk, teriakan ada dimana-mana. Di paling ujung, yang sedang membuat cappuchino adalah Naruto, pegawai yang diambil dari kelas C. Disampingnya, yang sedang membuat milchschaum di atas macchiato adalah Neji, sunbae mereka dan kakak kandung Hinata Hyuuga. Di tengah, yang sedang membuat secangkir espresso adalah Sasuke. Di sisi kiri Sasuke, yang sedang membuat vanilla latte, adalah seorang laki-laki berwajah pucat yang bukan dari kelas Sakura dan yang terakhir yang menjadi petugas kasir adalah Shikamaru.

Sakura berjalan ke arah Neji yang baru selesai menyajikan minuman. Kakak laki-laki dari Hinata Hyuuga itu memandang Sakura datar sebelum kemudian kembali berkutat dengan cangkir dan kopi. Sakura mengetukkan jari-jarinya di meja pesanan sebelum akhirnya sebuah cangkir dengan kopi berwarna hitam didorong ke arahnya.

"Satu buah espresso. Silahkan" kata Neji datar.

"Terima kasih" jawab Sakura, gadis itu mengambil gelas kopinya kemudian berjalan ke arah kasir.

Hal ini tidak luput dari perhatian para barista tampan yang terlihat menghentikan kegiatan mereka selama beberapa detik dan memandang Neji. Hanya Shikamaru—mengingat dia bukan barista dan dia terlalu malas memikirkan orang lain—yang tampak tidak peduli. Naruto dan Sasuke adalah orang yang paling terkejut. Berbagai pertanyaan berputar di kepala mereka seperti sebuah gasing dan membuat mereka pusing.

"Satu espresso" kata Sakura pada Shikamaru.

"Tiga ribu yen" jawab Shikamaru santai. Sakura mengangguk singkat sebelum mengeluarkan dompetnya.

Beberapa gadis di belakang yang tampaknya fans Neji mulai grasak-grusuk membicarakan Sakura. Dari yang dapat Sakura dengar, mereka terganggu karena Sakura tampak akrab dengan Neji bahkan barista tampan itu memberi Sakura kopi sebelum Sakura berkata apa-apa.

"Siapa gadis itu?" bisik salah seorang gadis.

"Dia cantik sekali!"

Sakura diam saja. Gadis itu merasa tidak harus menganggap serius ucapan gadis-gadis di belakangnya. Sakura sudah sering jadi bahan pembicaraan. Marganya yang tidak dicantumkan, atau kenapa dia selalu datang lebih awal dan pulang lebih terlambat dari yang lainnya, atau soal persahabatannya dengan anak keluarga Yamanaka, atau juga soal sikapnya yang seolah punya dinding yang mengelilingi tubuhnya, menjaganya dari orang lain. Belakangan ini, orang-orang mulai membicarakan tentang dirinya yang kelihatan membawa Bugatti ke sekolah. Sakura selalu diam saja dan dia tidak peduli. Tapi rasanya...aneh. Mereka tidak mengenalinya?

Sakura duduk di kursi kosong di tengah kelas, mengeluarkan ponselnya dan mulai mendengarkan musik. Sasuke menghela nafas sebelum kembali bekerja. Padahal duet mereka hanya tinggal beberapa jam lagi tapi Sasuke dan Sakura masih belum latihan lagi sejak dua hari yang lalu.

"Neji-senpai¸ siapa dia? Kenapa kau bisa tahu kalau dia suka espresso?" tanya Naruto polos. Namikaze muda itu bertanya ditengah kesibukannya membuat segelas macchiato.

Neji mengangkat bahu, tangannya dengan cekatan mengelap gelas-gelas yang baru dicuci dan meletakkannya di rak. "Kami sering bertemu" jawabnya singkat.

Sasuke memandang lagi gadis yang tadi berjalan ke arah Neji. Rambut pink? Tidak ada anak berambut pink mencolok seperti itu di sekolah ini selain Sakura Haruno, kan? Kalau begitu itu si...Haruno? Tidak heran kalau tidak ada yang menyadari kalau itu Sakura mengingat dia tampak sangat berbeda hari ini.

"Bertemu? Kalian pacaran?" tanya Shikamaru.

Tepat ketika Neji menggeleng, Sasuke merasa seperti beban sejuta ton yang ditimpakan padanya hilang.

"Dia hanya sering berkunjung ke Byakugan's, dan aku sering melayaninya" jawab Neji. Byakugan's adalah coffee shop yang dikelola sendiri oleh Neji.

Sasuke mengangguk sambil tersenyum, membuat gadis-gadis yang mengantri di depannya histeris. Naruto memperhatikan frienemynya itu sambil mengernyitkan dahi. Belakangan ini Sasuke bersikap tidak seperti biasanya. Berbeda dengan Naruto, Shikamaru tampak langsung mengerti begitu melihat senyuman Sasuke yang tidak biasanya.

Mungkin best buddynya yang satu itu sedang jatuh cinta.


Restroom; Mathematic Class (Maid cafe 11-C)

2nd Building, 3rd Floor

Konoha Gakkuen

Sakura tidak merasa ada yang salah dengan penampilannya hari ini. Well, dia memang memakai make-up tipis dan mengikat rambutnya meski biasanya dia lebih senang pergi ke sekolah tanpa riasan dan membiarkan rambut pinknya acak-acakan. Tapi hal sekecil itu tentunya tidak akan menyebabkan perubahan yang terlalu signifikan pada keseluruhan penampilannya sampai menarik perhatian semua orang, kan?

Sakura berjalan memasuki toilet. Bahkan di dalam toilet pun gadis-gadis memandanginya dengan tatapan terpesona. Sungguh berbeda dengan tatapan mereka setiap harinya. Sakura berdiri di depan cermin, memandang dirinya.

Ini...dia?

Di depannya, ada gadis yang sangat cantik sampai rasanya Sakura tidak percaya kalau itu dirinya sendiri. Sebuah jeans usang warna denim, kaos tanpa lengan warna hitam dan jaket baseball biru muda yang dipakainya tampak lebih mewah dan lebih bagus dari seharusnya. Rambut pinknya yang diikat agak berantakan membuat wajahnya terlihat sangat jelas. Putih, mulus tanpa cacat dengan bulu mata lentik, hidung mancung dan bibir tipis. Sakura tidak percaya ia bisa bertransformasi sejauh ini.

"Ya Tuhan, forehead! Aku tidak percaya sahabatku tumbuh jadi wanita cantik seperti ini!" jerit Ino histeris ketika Sakura berjalan memasuki kelasnya. Beberapa siswa memandang Sakura takjub sementara yang dipandangi mulai berjalan masuk sambil melepas topi yang melekat di kepalanya.

"Berisik, pig. Aku pesan satu pancake buatanmu, dong! Aku lapar sekali!" keluh Sakura begitu memasuki maid cafe yang sudah cukup ramai itu.

Ino memasang pose hormat sambil nyengir lebar. Sudah lama sekali sejak Sakura terlihat relax dan memikirkan dirinya sendiri. Sejak ibunya meninggal, semua yang gadis itu pikirkan hanyalah bagaimana ia bisa mengambil alih Haruno Group secepat mungkin agar ia bisa secepatnya mengusir ibu tirinya dari rumahnya.

"Kau tampil jam berapa hari ini?" tanya Ino sambil menyajikan pancake stoberi kesukaan Sakura di atas meja.

"Jam dua" jawab Sakura singkat. Gadis itu menatap lapar pancake di depannya sebelum langsung melahapnya.

"Jangan sampai kau tidak datang" kata Sakura di sela-sela makannya.

Ino mengangguk semangat.


Hall Konoha Gakkuen

Konoha Gakkuen

Hall Konoha Gakkuen sudah dipenuhi banyak sekali orang yang akan menonton pertunjukan. Bahkan ada beberapa orang yang masih memakai kostum festival mereka. Sasuke bisa melihat seorang Onibaba berjalan santai ke tengah dan duduk di sebelah seorang maid dan menakut-nakuti siapapun yang dekat dengannya. Sasuke memandang kostumnya sendiri. Kostum Aladdin ini membuatnya malu dan mengekspos otot perutnya dengan jelas. Rambut Sasuke yang biasa ia tata gaya pantat ayam sekarang tampak terurai, tertutup sebuah topi bundar berwarna merah.

"Wow, Sakura-san! Aku kehilangan kata-kataku!" komentar seorang crew d][ari dewan siswa. Sasuke mencari asal suara itu dan menoleh ke belakang.

Sakura menanggapi gadis itu dengan thanks singkat sebelum berjalan ke samping Sasuke. Gadis berambut merah muda itu terlihat memakai pakaian Jasmine. Tentu saja kulit Sakura lebih putih dibanding Jasmine dalam dongeng, tapi perbedaan itu justru membuatnya terlihat lebih cantik dari sang putri.

"Baiklah! Selanjutnya mari kita lihat penampilan duet dari kelas 2-A!" sahut MC diatas panggung. Laki-laki bernama Rock Lee itu memberi kode pada Sakura dan Sasuke. Sasuke merasa ia melihat mata laki-laki itu berkaca-kaca, dan dia tidak ingin tahu kenapa.

"Kuharap tidak ada skinship disini, Uchiha" dengus Sakura sebelum gadis itu berjalan lebih dulu ke atas panggung.

"Aku tidak janji" kekeh Sasuke pelan.

Sorakan meriah bergema di berbagai sisi hall Konoha Gakkuen. Entah dari fanclub Sasuke yang masih belum menyerah mendekati sang pangeran sekolah, atau dari para laki-laki yang mendadak nosebleed melihat Sakura yang tampak seperti orang lain setelah disentuh alat bernama make up. Sasuke berdecak sebentar, kesal melihat banyak sekali laki-laki yang mulai memuji-muji Sakura karena kecantiakannya.

Lantunan melodi yang dihasilkan orkestra terbaik Konoha Gakkuen membuat hall menjadi hening. Tidak ada satupun suara ketika Sasuke memandang Sakura yang berdiri diatas menara buatan dengan tatapan lembut. Penonton dibuat terpana karena untuk pertama kalinya Sasuke Uchiha bisa membuat ekspresi seperti itu.

[Sasuke] I can show you the world...

Shining shimmering splendid

Tell me princess, now when did you last let your heart decide?

Sasuke memandang emerald Sakura dengan tatapan yang tidak bisa ditebak. Kakinya perlahan-lahan membawanya mendekati menara buatan dimana Sakura memandangnya dengan tatapan datar seperti biasanya.

I can open your eyes

Take you wonder by wonder

Over sideways and under on a magic carpet ride..

Sasuke berusaha menyampaikan sesuatu lewat lagu ini, itulah yang dipikirkan Sakura. Gadis itu tahu pesan apa yang ingin Sasuke sampaikan untuknya, tapi dia berusaha untuk tidak memikirkan hal itu lagi.

A whole new world...

A new fantastic point of view..

No one to tell us no or where to go

Or say we're only draming

Suara Sasuke begitu dalam dan merdu. Seolah lagu ini memang diciptakan untuk mengimbangi suaranya dan manly dan menenangkan. Sakura memandang Sasuke. Tapi tatapan gadis itu mulai menghangat, tidak sedingin sebelumnya. Sasuke tersenyum tipis, tangannya bergerak seolah dapat menggapai Sakura dari bawah, membuat penonton menahan nafas.

[Sakura] A whole now world..

A dazzling place I never knew

But now from way up here, it's crystal clear

That now I'm in a whole new world with you..

Sakura menyambung lagunya, gadis itu mengalihkan pandangannya, gadis itu tersenyum pada penonton sambil berjalan menuruni menara buatan. Sasuke terpana, senyuman pertama yang dilihatnya dari Sakura membuat jantungnya bekerja diluar kendali. Para penonton terpana. Untuk pertama kalinya sejak mereka mengetahui keberadaan Sakura di akademi ini, Sakura tersenyum. Dan demi Kami-sama! Senyumannya manis sekali!

A whole new world (Sasuke : don't you dare close your eyes)

A hundred thousand things to see (Sakura : Hold your breath, it's get better)

[Both] I'm like a shooting star

I've come so far

[Sakura] I can't go back to where I used to be

Sasuke mengulurkan tangannya, menunggu Sakura menyambutnya sambil terus bernyanyi. Sakura mengerti. Otaknya menolak, tapi tangannya bergerak sendiri menyambut uluran tangan Sasuke. Lembut, tangan Sakura sangat lembut sampai rasanya bisa meleleh kapanpun kalau Sasuke menggenggamnya terlalu erat.

[Sasuke] A whole new world

With new horizon to persue

[Both] I'll chase them anywhere

There's time to spare

Let me share this whole new world with you

Sakura dan Sasuke berpandangan, saling berbagi pesan lewat tatapan. Sakura berharap ada sedikit kebohongan dari mata sekelam malam yang dipandangnya. Tapi yang ia lihat hanyalah keyakinan yang terlalu teguh. Sakura tersenyum tipis. Berusaha memberi pesan lewat matanya pada Sasuke.

[Sakura] A whole new world

[Sasuke] A new fantastic point of view

[Both] No one to tell us no or where to go

[Sakura] Or say we're only draming

[Sasuke] A whole new world (every turn to surprise)

With new horizon to persue

[Both] I'll chase them anywhere

There's time to spare

[Sakura] Anywhere

[Sasuke] There's time to spare

[Sakura] Let me share

[Sasuke] This whole new world

[Both] With you...

Sakura adalah orang yang pertama kali melepas semua kontak yang tejadi di antara mereka. Sorakan tepuk tangan tedengar di segala penjuru. Ino yang duduk di bangku depan langsung memberikan standing applause sambil menangis. Sakura memberi wink pada Ino sambil tersenyum dipaksakan. Otaknya berputar cepat, memikirkan apakah Sasuk mengerti atau tidak.

Segera setelah memberi salam, Sakura berjalan melewati Sasuke, bermaksud kembali ke backstage sebelum tangan Sasuke menarik tangan kanannya dengan kuat dan menahannya.

"Sakura..." many thanks, microphone yang dipakai Sasuke masih berfungsi dengan baik jadi suara dalamnya yang tenang terdengar di berbagai penjuru hall.

Sakura membeku.

"Aku mencintaimu..." lirih Sasuke, membuat penontoh shock seketika. Ada yang terpana, seperti Ino, Shikamaru, Naruto dan Karin. Ada yang langsung bersorak seperti kerumunan siswa di sisi kiri, atau berteriak histeris seperti sekumpulan fans Sasuke yang patah hati.

Sakura menggeleng sambil menatap Sasuke dengan tatapan tidak pecaya. Dengan segenap tenaganya, Sakura menarik tangannya lepas dari genggaman Sasuke sebelum berlari memasuki backstage, meninggalkan Sasuke dengan pikiran kacau. Rupanya laki-laki itu tidak mengerti...

Sasuke diam di tempatnya berdiri. Sebenarnya, Sasuke bukan tipe orang yang cukup bodoh untuk tidak mengerti pesan Sakura. Uchiha muda itu mengerti dengan jelas. Pesan Sakura begitu jelas disampaikannya lewat kontak mata tadi. Sasuke mengerti pesan itu, untuk itulah dia diam saja.

Jangan datang padaku, jangan mengharapkanku.

-to be continued-


helooooooo hehe maaf ya lama update ya? :p maklum sibuk kuliah xixixi. fyi, aku ga punya jadwal update karena emang sibuknya aku suka ga tentu gitu hehe. mohon doanya buat UTSku minggu ini ya ^^ untuk yang nunggu ff yang lain, sabar ya. aku lagi blm nemu waktu buat nulis nih u,u gomenasaiiiii

okeeeee ini balasan pertanyaannya yaaa :)

Q : Sasuke nyatain perasaannya pas di atap?

A : iya :)

Q : prolognya isi hati berapa orang?

A : itu isi hati sakura dan sasuke. maaf belum rapi karena di post waktu baru bikin akun hehe

Q : Naruto sama Shion/Hinata? Karin sama siapa?

A : Naruto udah sama Hinata. aku udah klop sama couple ini. untuk Karin, aku belum nemu karakter yang cocok untuk dia hehe. di BTI ini, sepertinya fokus ke SasuSaku dulu. mungkin akan ada fanfict sendiri untuk tokoh lain. tunggu aja :)

Yang nanya segitu aja? :) thanks yaaaa atas reviewnyaaa. aku sayang kalian /tebar cium/