#Crawling 8#
Toshiro masuk sekolah Keesokan harinya. Meskipun ia harus menggunakan Kruk dan dahinya masih diperban. Bisa dibilang Toshiro terlalu memaksakan dirinya. Dan Ichigo sangat menentang keinginannya yang satu ini. Toshiro beralasan jika ia sudah terlalu banyak ketinggalan kelas, dan itu memang benar adanya. Jadi Ichigo membiarkannya pergi ke sekolah dengan ia sebagai 'Bodyguard' nya.
Ichigo melihat Toshiro yang amat kesulitan menggunakan Kruk ketika ia masuk ke dalam ruang loker. Tersirat Rasa Iba di wajahnya, ia menyalahkan dirinya yang tidak bisa melindungi Toshiro.
"Toshiro, Kau benar tidak apa-apa?" Ichigo sudah bertanya ke-sekian kalinya hari ini.
"Ya" Ichigo tahu, itulah jawaban yang selalu Toshiro berikan.
"Hey! Tampaknya Bocah Putih itu punya Pengasuh!" kata seorang Siswa lalu tertawa bersama teman-temannya yang juga ada disana.
Mendengarnya Ichigo langsung geram "Kau!-" Tinjunya mengacung kearah anak itu namun Toshiro segera menarik tangannya. Tatapan Toshiro seolah berkata 'Hentikan' dan Ichigo langsung mengerti. Menghentikan perbuatannya sambil mengerang kesal.
"Kenapa kau tidak biarkan aku memukul anak brengsek itu?!" Ichigo setengah berteriak setelah mereka berjalan lagi.
"Aku tak mau kau berada dalam masalah lagi" Toshiro memandang Ichigo penuh arti "Lagipula… ia hanya meledek" Lanjutnya.
"Hhh!" Ichigo menghembuskan nafas panjang. Kesal. Ia memasukkan tangannya kedalam saku. Sampai di lokernya dan membukanya dengan kasar.
Sementara Toshiro berjalan menuju Lokernya yang cukup jauh dari milik Ichigo. Lokernya ada di bagian paling belakang, membuktikan bahwa ia benar-benar dikucilkan. Sedangkan Loker Ichigo berada di paling depan sehingga memudahkan ia ketika ingin mengambil barang.
Toshiro memaklumi keadaan ini, lagipula apa bedanya? Baginya Loker sama-sama digunakan untuk menyimpan barang-barang keperluan sekolah. Dibukanya pintu loker itu, namun belum sempat ia mengambil buku, seseorang menabraknya hingga ia terjerembab ke lantai. Ia mengerang karena kakinya menjadi sakit, tertindih badannya. Kruknya terjatuh di samping badannya.
"Ow..ow, Sepertinya sakit ya?" Seorang pemuda berambut biru dengan badan atletis memandang Toshiro yang terjatuh. Pemuda itu 'Grimmjow'
Grimmjow berlutut menatap wajah Toshiro yang masih kesakitan lekat-lekat.
"Kau manis juga ya, siapa namamu?" Kata Grimmjow Menarik dagu Toshiro.
"Lepaskan!" Seketika Toshiro membuang wajahnya, kesal "Kau tidak perlu tahu" Ia berusaha berdiri meski kesulitan. Akhirnya Grimmjow mengangkatnya, membantunya berdiri dan memberikan Kruknya.
"Te..terimakasih" Ujarnya Dingin.
Grimmjow tersenyum jenaka "Kau Jutek sekali,…" Jedanya "Tapi, aku suka.." Gumamnya.
Menyadari Toshiro tidak kembali, ichigo langsung mencari Toshiro. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru Ruangan. Sulit sekali menemukan Toshiro karena ruangan itu sangat ramai. Banyak Anak-anak yang berlalu-lalang di sepanjang koridor.
"Toshiro!" Ichigo memanggil setelah ia melihat siluet anak berambut putih di Ujung loker. Dengan cepat ia menghampirinya. Membiarkan anak-anak yang memaki karena ia tabrak dengan keras. Hingga ia menghampiri Toshiro yang sedang membersihkan bagian bajunya yang kotor dan melihat Pemuda berambut Biru yang tidak ia kenal.
"Siapa kau?" Kata Ichigo sambil menatap dingin pemuda itu.
Grimmjow hanya menatap Ichigo. Ia tahu Ichigo adalah Penguasa sebelumnya di sekolah. Sedangkan Ichigo tidak mengenal Grimmjow.
"Kau akan tahu" Kata Grimmjow sebelum meninggalkan Mereka berdua. Ia menyeringai ketika berbalik. 'Setidaknya aku sudah tahu rupa anak manis itu' Batinnya.
Sementara Ichigo hanya bingung menatap pemuda berambut biru itu. Terpaku. Hingga erangan Toshiro sampai ditelinganya.
"Toshiro! Ada apa?!" Ichigo langsung Mendelik Panik.
"…Tidak…Ayo kita ke kelas" Tampak sekali rona kesakitan di wajah Toshiro. Akan tetapi ia terus saja berjalan mendahului Ichigo agar ia tidak melihat wajah Kesakitannya.
"Kelasku Bahasa Jepang...kau?" Ichigo menyadari perbedaan kelas mereka di hari ini.
"Biologi,..Kita berpisah kelas" Toshiro terus berjalan sambil melambaikan tangannya.
"Hey! Kau benar tidak apa-apa?!" Ichigo berteriak sebelum Toshiro benar-benar pergi. Ia benar-benar cemas pada keadaan Toshiro.
Dan Toshiro hanya mengacungkan jari jempolnya, lalu menghilang dibalik koridor.
"Selamat Pagi anak-anak!" Yorouichi-sensei masuk ke dalam kelas dengan senyuman khasnya seperti biasa. Ia mengajar kelas Biologi. Anak-anak yang sibuk dengan Kegiatannya masing-masing langsung duduk dengan rapih. Kecuali Toshiro. Pandangannya masih tertuju ke luar jendela. Memandang Lapangan Sepak bola yang sangat luas. Matanya menangkap seekor Induk burung yang sedang melompat-lompat kecil di atas Pohon. Diparuhnya terdapat seekor cacing yang menggeliat tidak karuan. Induk burung itu sedang memberi makan anak-anaknya bergantian. Lalu Induk burung itu terbang entah kemana setelah makanannya habis.
Selanjutnya pikiran Toshiro berubah-ubah tak menentu. Ia jadi memikirkan masa lalunya, memikirkan Aizen, memikirkan-
"Toshiro Hitsugaya!"
Toshiro pun terkejut dan langsung memandang ke arah sumber suara. Yorouichi-sensei memandangnya tajam, berusaha menahan amarah. Semua siswa-siswi di kelas memandang Toshiro kesal. Toshiro tahu kesalahannya.
"Tolong perhatikan pelajaranku, jika kau memang tidak berminat..Keluarlah"
"Sumimasen!, S..saya sedang memikirkan sesuatu" Kata Toshiro terbata-bata yang kemudian di balas dengan anggukan Yorouichi-sensei. Kemudian pelajaran pun berjalan kembali.
Toshiro mendesah lega. Sudah cukup lama ia tidak disentak seperti itu sehingga ia langsung Terkejut. Semenjak Aizen pergi…
"Hey, Mungil! Jangan melamun lagi!" Seseorang berbisik dari bangku depan. Nampaknya ia kenal suaranya.
Toshiro langsung mengangkat wajahnya dan Tercengang mendapati pemuda berambut Biru yang ditemuinya di loker menatapnya tajam.
"A-apa yang kau lakukan disini?!" Bisik Toshiro, matanya melirik ke arah Yorouichi-sensei yang sibuk menggambar organ jantung di papan tulis.
"Aku? Pastinya belajar" Grimmjow tetap memandangi wajah Toshiro.
"Kau? Kelas Biology?!" Nampaknya mulai hari ini Ia tidak akan betah di Kelas Biologi.
"Yah" Ujarnya "Aku beruntung sekelas denganmu…Honey" Grimmjow tersenyum. Senyuman menawannya yang dapat memabukkan para wanita. Tapi, tidak Untuk Toshiro.
"Ukh..Apa-apaan itu?!" Ekspresi Toshiro menjadi malas "Bisa berhenti menatapku? Aku jadi merasa tidak nyaman" Ujarnya sedikit berbisik. Sekali lagi ia melirik Yorouichi-sensei. Aman..
"Kau terlalu manis untuk ukuran Cowok" Jarinya menyentuh poni di dahi Toshiro "Mulanya kupikir kau Cewek tomboy" Wajah Grimmjow seperti orang yang sedang mabuk 'Wine'. Toshiro langsung menpis jari ramping Grimmjow dan menatap ngeri.
"Hey, kenapa dahimu?" Grimmjow tiba-tiba bertanya.
"Ng…aku terjatuh kemarin" Alasan yang sering Toshiro gunakan.
"Apakah terjatuh bisa separah itu?" Grimmjow menunjuk kaki Toshiro yang dililit perban.
"Ehm, maksudku..aku terjatuh dari tangga" 'Itu memang benar' Pikir Toshiro.
"Kau ceroboh ternyata…" Gumam Grimmjow.
*KRINGGGG!*
Bel berbunyi, menandakan istirahat pertama. Pelajaran Biologi menghabiskan waktu 3 jam. Di kelas lain pun sama. Di hari lain pelajaran pertama selalu berlangsung 2 jam dan ketika bel berbunyi maka itu menandakan pelajaran selanjutnya, baru setelah itu Istirahat.
Toshiro menghela nafas panjang karena akhirnya ia berpisah juga dengan Pemuda Berambut Biru mengerikan didepannya. Pemuda itu pergi terburu-buru tanpa menoleh padanya sedikitpun tadi. Toshiro mensyukuri itu. Toshiro segera membereskan barang-barangnya, menuju kelas selanjutnya, yang berlangsung lancar hingga jam terakhir tiba.
Sepulang sekolah Toshiro pergi ke kelas aslinya 3-D berharap segera menemukan Baka Strawberry kesayangannya.
Siang itu Toshiro dan Ichigo belum pulang karena tugas tambahan yang mereka dapat. Sehingga mereka harus pulang terlambat hari ini. Untung saja Ichigo sudah mempersiapkan bekal untuknya dan Toshiro. Dengan menu nasi goreng dan telur mata sapi. Ichigo tak henti-hentinya memperhatikan Toshiro. Dari tadi ia terus saja melamun.
"Toshiro, ada apa? Kau melamun.."
Ichigo menyadarkan lamunan Toshiro seketika. Ia sama sekali belum menyentuh bekal makanan siang yang dibuat Ichigo.
"A-aku..Entahlah.." Toshiro tampak kebingungan. Ichigo teringat kata-kata Dokter di rumah sakit Sojiro. Dokter itu bilang jika kepala Toshiro terbentur cukup keras sehingga bisa menyebabkan Kebingungan sementara pada Toshiro. Dan itu terjadi sekarang…
"Sudah kubilang kau harus istirahat" Ichigo menatap Toshiro cemas.
"..Aku tidak apa-apa Ichigo" Suara Toshiro kembali tenang, seperti semula.
"Sepertinya.. bekalmu enak Ichigo" Grimmjow memotong pembicaraan mereka. Ichigo kira anak-anak berandal itu sudah pulang dari tadi.
Ichigo pun langsung berdiri "Apa maumu bocah biru?"
Ichigo memandang ke anak-anak nakal yang dulu satu geng dengannya. Mereka semua berada di sekitar Meja Tempat Ichigo makan bersama Toshiro, memojokkannya. Ia dapat melihat Ikkaku, Kenpachi, Ishida, Chad, Yumichika, bahkan.. Renji, Sahabatnya! Mereka semua berkhianat.
Ternyata Bocah Biru dihadapannya ini adalah bos baru yang Renji sebut-sebut. Kalau tidak salah namanya…Rimm..Grimm..Jow? Grimmjow?! Ya itu dia!
"Oh, jadi kau bos barunya?" Ichigo memandang remeh Grimmjow,
"Ya" Jawabnya singkat, pandangannya beralih ke Toshiro yang duduk tegang merasakan atmosfir mencekam. Dari dulu Toshiro tidak menyukai situasi seperti ini, mengingatkannya saat Aizen marah padanya. Dan setelah itu pasti ada hukuman yang menantinya.
"Cowok mungil itu milikku" Kata Grimmjow mengklaim seenaknya. Toshiro membelalak, dari awal ia sudah tahu Pemuda ini akan mengganggu.
Amarah pun menguasai Ichigo "Berani nya kau berkata begitu!" Ichigo hendak memukul ketika Chad dan Kenpachi memegangi tangannya erat, ia tak bisa melepaskannya meski mengerahkan tenaga sekalipun. Mereka memiliki tenaga 2x lipat dari Ichigo.
"Tentu saja, mengapa tidak" Grimmjow berjalan ke belakang Toshiro. Telapak tangan menyentuh pipi Toshiro yang putih pucat dengan lembut. Seketika Toshiro bergidik, wajahnya berubah ngeri, tangannya reflex menepis tangan Grimmjow.
"Jangan sentuh aku!" Toshiro hampir berteriak.
Ichigo berontak lagi "Hentikan! Jangan berani-berani kau menyentuh Toshiro atau-"
"Atau…apa?"
Dengan sedikit tenaga Grimmjow mendorong kursi yang diduduki Toshiro.
*BRAKKK!*
"Aakh..!"
Toshiro terjatuh.
"Ups.." Grimmjow tersenyum melihat ekspresi marah Ichigo.
Erangan Toshiro terdengar menyakitkan di telinga Ichigo, Ia tahu ia harus cepat bertindak sebelum Grimmjow menyakiti Toshiro lagi. Ichigo menendang kaki Chad, Karena kesakitan Chad melepaskan pegangannya dari tangan Ichigo. Ia tak mau menyia-nyiakan ini, dengan cepat Ichigo menghajar Rahang Kenpachi sekuat tenaga.
Tentu saja anggota geng lainnya tidak tinggal diam. Mereka mencoba menghajar Ichigo meskipun sebagian besar meleset. Ichigo sudah tahu gaya bertarung mereka karena ia telah mengalahkan semua Orang yang ada disini. Ichigo bisa bergerak dengan cepat menghindari serangan mereka.
*BUGG!*
Satu tonjokan membuat Ichigo limbung, Ternyata itu tonjokan dari Renji.
"Bagaimana rasanya Partner?" Jantung Ichigo berdegup mendengar ledekan Renji.
"Kau bukan partnerku, Kau penghianat!" Ichigo meludah, darah menetes dari ujung mulutnya.
Sementara terjadi pertarungan sengit antara Ichigo dan Renji, Grimmjow hanya menatap mereka sekilas tak tertarik. Pandangannya beralih ke Toshiro yang berusaha merangkak menambil Kruk nya yang ada di bawah meja. Entah mengapa ia merasa tertarik pada Toshiro.
Ia mendekati Toshiro. Menarik sikunya dengan kasar hingga ia memekik, menyeretnya keluar kelas.
"A..apa..yang kau mau dariku?! Kenapa..kenapa kau mengganggu kami?!" Toshiro berteriak. Namun Grimmjow hanya diam, masih menyeret Toshiro.
"Para guru akan mengeluarkanmu dari sekolah!" Toshiro mencoba menakuti Grimmjow.
"Terserah,...yang penting aku mendapatkanmu" Grimmjow menyeringai.
"..Kau Gila! Kau mau apa sebenarnya?!" Toshiro semakin takut pada Grimmjow. Mata Birunya yang bening dan kelam itu benar-benar dingin sekali.
"Aku mau 'Ichigo' jera, aku ingin membuatnya tampak payah di depan anggota gengnya" Ia Menjeda "Aku ingin Ichigo kalah dariku …dengan cara menyakiti orang yang paling ia sayangi"
"Dan Orang itu adalah Kau.." Matanya menatap Toshiro dingin. Mata Zamrud Toshiro membelalak. Ia tak menyangka, masih ada orang gila seperti Aizen yang berkeliaran di sekitarnya. Ia tak habis pikir, 'Kenapa ia selalu dijadikan Target?'
Grimmjow membuka pintu gudang sekolah dan melempar Toshiro ke dalamnya. Ia segera menutup pintunya dan menguncinya dengan kunci yang ia curi dari pos penjaga, membiarkan Toshiro sendirian di dalam.
Toshiro merangkak mendekati pintu dan menggedornya, berusaha membukanya meskipun gagal. Ia mulai berteriak minta tolong, berulang-ulang hingga suaranya serak. Ia tahu jarang orang yang lewat di sekitar gudang, karena posisinya yang berada di pojok sekolah dan sangat tidak strategis. Mungkin saja ia akan berada disini hingga esok.
"ICHIGOO! TOLONG AKU!" Toshiro berteriak dengan tenaga terakhirnya.
Ia hampir menangis saat itu. Berada di ruangan gelap tak berpenghuni amatlah menyiksanya. Mengusik Traumanya yang masih ada. Aizen sering menghukumnya seperti ini. Mengurungya hingga kegelapan datang. Aizen tahu Toshiro takut kegelapan. Dengan senang hati Aizen melakukan itu pada Toshiro.
'Ichigo…'
'Aku…ada disini..'
Toshiro hanya berkata dalam benaknya karena saat ini ia meringkuk gemetaran, tidak tahu harus berbuat apa…
*BHUAKK!*
Pukulan terakhir Ichigo mengenai Renji dengan telak. Dan Renji pingsan dengan wajah luka-luka. Ichigo pun kurang lebih sama keadaannya. Bajunya lusuh sekali, darah mengalir dari pelipisnya dan beberapa bagian wajah lainnya. Keringat mengalir deras dari tubuhnya. Nafasnya terengah-engah setelah bertarung sekuat tenaga melawan seluruh anak buahnya yang dulu. Ia menang lagi. Itulah yang membuatnya dihormati oleh seluruh anak buahnya. Ia kuat sekali.
Ichigo berjalan limbung menuju tempat Toshiro semula, namun ia hanya mendapati kruk Toshiro yang tergeletak di lantai.
'Dimana Toshiro?!' Pikirannya mulai panik, mengingat Toshiro yang belum sembuh sepenuhnya.
"Mencari sesuatu?" Grimmjow masuk ke dalam kelas sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Dimana Toshiro!?" Amarah Ichigo memuncak lagi kali ini.
"Kau tahu ini kunci ruangan mana?" Grimmjow menunjukkan sebuah kuci berkarat yang Nampak tua di tangannya.
'Gudang' Batin Ichigo "Berikan kuncinya!" Ichigo menyambar kunci itu dengan tidak sabar, namun gagal
Grimmjow tertawa "Tidak secepat itu" Jedanya "Coba pukul aku ichigo" Ia menantang Ichigo terang-terangan.
"HIAAAAH!" Ichigo melancarkan pukulannya yang pertama,
Gagal
"SIALAN!" Kali ini pukulannya yang kedua,
Grimmjow hampir bisa menghindarinya dengan mata tertutup
"Kau lambat sekali! Aku jadi malas melawanmu Ichigo" Grimmjow menatap kecewa. Ia pikir Ichigo sekuat apa hingga anak-anak buahnya begitu mengelu-elukan sosok ichigo Kurosaki. Payah..
Dengan sekuat tenaga Grimmjow menonjok perut Ichigo. Ichigo mengerang kesakitan. Seketika ia terjatuh menghantam lantai sambil menahan rasa sakit di perutnya.
Lalu tanpa ragu Grimmjow melempar kunci yang ada di tangannya ke dalam saluran pembuangan air. Sehingga tidak bisa diambil lagi oleh Ichigo.
"..Kurang..Ajar!" Ichigo merutuki Grimmjow. Jika saja tenaganya masih ada setelah bertarung tadi, ia pasti sudah menghajar Grimmjow yang berdiri tersenyum penuh kemenangan saat ini.
"Ja-nee!" Grimmjow berjalan santai meninggalkan Ichigo yang masih terduduk dilantai.
'Sialan!' Ichigo Marah. Amarahnya bergejolak seolah membakar tubuhnya.
Ia Marah melihat orang menyebalkan yang bisa mengalahkannya hanya dengan satu pukulan.
Ia Marah pada teman-temannya yang bodoh dan mau saja dimanfaatkan oleh Grimmjow.
Ia juga marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi Toshiro.
Dengan cepat ia bangkit. Berlari menuju gudang sekolah, berharap Toshiro baik-baik saja. Ia berjanji akan membalas Grimmjow jika ia sudah pulih dari luka-lukanya.
"Toshiro!" Ichigo berteriak tepat di depan gudang.
Toshiro mendengar suara Ichigo meskipun teredam. Ia segera bangkit dari posisinya yang meringkuk di lantai.
"Ichigo?"
"Toshiro! Kau ada didalam?"
"A-aku Disini! Ichigo Tolong aku!" Toshiro mulai menggedor pintu besar itu lagi.
"Aku akan mencari jalan keluar" Ichigo mengitari sekitar gudang, berusaha mencari lubang, jendela, atau hal lainnya untuk mengeluarkan Toshiro. Namun ia tak menemukannya. Ichigo sedikit khawatir karena itu.
"Toshiro! Kau dengar aku?!" Ichigo mencoba menghubungi Toshiro lagi.
"Ya"
"Apakah dari dalam terlihat lubang cahaya, atau jendela?"
Toshiro melihat sekelilingnya, mencari sumber cahaya yang keluar. Menelusuri setiap tempat yang kemungkinan berlubang. Dan Ia menemukannya! Dibalik tumpukan kursi yang dipenuhi sarang laba-laba.
"Ichigo, Aku melihatnya di arah Utara pintu masuk!"
"Baguslah! Aku akan pergi ke belakang gudang!"
Ichigo mencari lubang yang dimaksud Toshiro. Ternyata, lubang itu adalah sebuah tambalan dinding gudang yang rusak. Hanya tertutupi sebuah papan kayu lapuk.
Dengan sekali tendang Ichigo dapat masuk ke dalam, menyingkirkan kursi dan bangku yang bertumpuk tak beraturan. Matanya menangkap sosok Toshiro. Dan dengan cepat menghampirinya. Memeluknya erat. Ia berjanji tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi pada Toshiro.
"…A..aku takut sekali.." Toshiro menangis sesenggukan di pundak Ichigo.
"Maafkan aku.. Ayo kita pulang,"Gumam Ichigo. Lalu Ichigo dapat merasakan anggukan kecil di pundaknya.
HORE! ^-^
Crawling masih berlanjuttt!
Kali ini ada tokoh baru, yaitu 'Grimmjow Jarjaques' :D
Aku senang ada yang mengganggu Toshiro lagi, hehehe..
Dan Kehadiran Grimmjow ada hubungannya dengan Aizen…
Maka dari itu tunggu Chapter Selanjutnya! .
*REVIEW PLEASE*
Arigato Gozaimasu…
