Title : I'm In Your Heart Forever

Author : Hwang Tae Rin

Disclaimer : Semua character disini milik YME, author Cuma pinjam nama

Rate : T

Main Cast :YunJae.

Main Pair : Yoochun,Leeteuk,Kangin,Changmin,Kyuhyun,Siwon And Other..

Genre: Hurt/Comfront,Romance and Family .. (?)

Warning: GS,Typo(s),Don't Plagiat,Don't Bash,Don't Silent Readers. .

Summary : Jaejoong seorang yeoja biasa yang percaya akan cinta dan kasih sayang, menyukai seorang namja bernama Yunho seseorang yang terpandang di Korea yang tidak percaya yang akan namanya cinta dan kasih sayang. Apakah, perasaan Jaejoong akan tersampaikan dan apa Yunho akan menerimanya?..

Note : Fanfiction ini murni hasil karya saya selaku author, saya tidak rela dan tidak ikhlas jika hasil karya saya ini si plagiat oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab, dalam bentuk apapun!

DON'T LIKE DON'T READ

HAPPY READING…!

Last Chapter..

"Eeuuumm….. kau ini kebiasaan sekali mempermainkan ku.." Dengan, mengepout bibirnya lucu Jaejoong memalingkan wajahnya dari Yunho.

"Aigo.. kau, ini selalu saja marah aku tidak mengerti apa maksud mu.. kita, kan teman jadi tidak salahkan untuk saling membantu.."

Deglerr!...

Bagaikan, di sengat petir hati Jaejoong hancur mendengar bahwa Yunho hanya menganggap hubungan mereka sebagai.. Teman.

.

.

.

Chapter 7

Jaejoong hanya diam ketika, mendengar apa yang di ucapkan Yunho.

"Jae.. Waeyo..? apa kau ada masalah eoh.." Tanya Yunho sambil memutar tubuh Jaejoong kehadapannya.

"Ani, kajja kita ke kelas.." Ucap Jaejoong dan tersenyum kepada Yunho. Tetapi, senyuman itu terlihat sangat di paksa, dan Yunho bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang di tutupi Jaejoong.

Di Kelas XII B~

"Haaaahhhh…" Entah sudah keberapa kalinya Jaejoong mendesah. Dengan, tangan yang menangkup wajah cantiknya, dia hanya memandang keluar jendela melihat seorang namja yang melakukan jam olahraga. Siapa, lagi kalau bukan Jung Yunho namja yang sangat,sangat di sayang dan di sukai oleh Kim Jaejoong. Hatinya, sangat hancur ketika mengetahui bahwa orang yang dia suka hanya menganggapnya seorang teman.

'Kita kan teman, jadi tidak salahkan untuk saling membantu..' Ucapan Yunho kembali tergiang di pikirannya. Jaejoong sangat kecewa dan sakit.

"Haaahhh…" Selama gurunya yang menjelaskan materi pelajaran, sepertinya Jaejoong tidak memperhatikannya. Dan, malah memikirkan yang lain.

"Seongsanim…!" Teriak, Jaejoong dari bangkunya.

"Nde, Kim Jaejoong ada apa?.."

"Seongsanim, saya ijin ke toilet.."

"Nde, silahkan.." Jaejoong yang mendengar itu, berdiri dan pergi menuju toilet.

Di Toilet~

Jaejoong yang sudah selesai dengan urusannya, mencuci tangan dan merapikan sedikit penampilannya sebelum keluar dari toilet.

"Kim Jaejoong, jangan bersedih terus ne.. Jangan, kau tunjukkan wajah sedih mu di depan Yunho. Kamu, pasti bisa bertahan dan menunggu. Faighthing!..." Ucap Jaejoong, sambil mengangkat tangan kanannya.

"Baiklah, sekarang kembali ke kelas dan belajar.."

Dengan santai Jaejoong berjalan keluar dari toilet itu, dan betapa kagetnya dia. Ternyata, orang yang sempat menghancurkan hatinya berdiri dan menyenderkan tubuh besarnya di depan toilet itu. Dan, namja manly itu masih lengkap dengan baju olahraganya serta, keringat yang mengucur dan itu membuatnya tambah, eemm.. sexy. Fikir Jaejoong.

"Faigthing untuk apa..?" Tanya Yunho sambil menoleh ke Jaejoong.

"Ekh, a-ani tidak ada apa-apa.. Aku permisi dulu mau kembali ke kelas.." Baru saja Jaejoong akan melangkahkan kakinya, seseorang telah menahan lengannya.

"Jae, waeyo..? Apa yang terjadi, kenapa kelakuan mu berubah eoh.."

"Sudah, ku bilang tidak ada apa-apa Yunho.." Ucap Jaejoong sambil membalikkan badannya.

"Kamu berbohong, sikap mu berubah ketika kita selesai makan bersama tadi pagi.. A-apa kau marah ke-ketika aku, a-aku membersihkan bibir mu dengan bibir ku..?" Yunho yang agak ragu dengan apa yang dia ucapkan, hanya menunduk malu dan memegang tengkuk lehernya.

'Aku, tidak marah dengan itu Yun.. Aku, malah senang ketika kau melakukannya kepada ku..' Batin Jaejoong dan masih memandang Yunho dengan tatapan sendu.

"Haaahhh….. Baiklah kalau kau belum mau mengatakannya tapi, kalau kau membutuhkan bantuan bilang saja kepada ku ne.. Owh, iya dan ini no handphone ku aku lupa selama ini kita belum bertukar nomor handphone.." Ujar Yunho, sambil menyodorkan sebuah kertas yang bertuliskan nomor handphonenya.

"Nde, ya sudah aku kembali ke kelas dulu ne annyeong.." Jaejoong, melangkahkan kakinya dan pergi dari tempat itu, meninggalkan Yunho yang hanya memandang sendu menatap punggung Jaejoong yang makin menjauh dan hilang.

"Ada, apa dengan ku.. Kenapa, kenapa di sini terasa sakit melihatnya seperti itu.." Ucap Yunho, sambil menyentuh di mana letak hatinya berada.

:: I'm In Your Heart Forever ::

Teng.. teng.. teng..

Di Kelas XI A~

"YA! Maniak game kajja kita ke kantin aku sudah lapar..!" Teriak, Kim Changmin sambil memandang teman sebangkunya Cho Kyuhyun.

"Asih!.. Min sabarlah sedikit, sebentar lagi aku akan mendapatkan gelar high score tertinggi di game ini.. Mati kau!.. Mati kau!.." Balas, Kyuhyun sambil masih sibuk dengan game yang dia mainkan. Sedangkan. Changmin yang melihat itu hanya memutar bola matanya malas, melihat kelakuan teman satunya ini.

'Kalau, terus di biarkan aku yakin tidak akan selesai-selesai..' Batin, Changmin dan gocha akhirnya dia menemukan teman yang pantas di ajak ke kantin.

"Eunhyuk-ah…!" Teriak, Eunhyuk sambil melambaikan tangannya kepada Eunhyuk, yang kebetulan lewat di depan kelasnya.

"Mwo..?"

"Apa, kau ma ke kantin..?" Tanya Changmin, dan berjalan menghampiri Eunhyuk.

"Nde, waeyo…?"

"Aku, ikut ne.."

"Ekh, tumben kau ikut dengan ku memang sie kembaran evil mu mana..?"

Bletaaakk!...

"YA! kenapa, kau memukul kepala ku eoh.. Aish, appo.."

"Aku, ini bukan evil tapi, angel.. Kajja, kita ke kantin.." Secara, paksa Changmin menarik Eunhyuk dan menyeretnya bagaikan karung. Sedangkan Eunhyuk, dia hanya pasrah dan berdoa semoga bajunya tidak sobek.

Sedangkan manusia evil yang ternyata sukses besar dengan gamenya, mematikan PSP kesayangannya dan ketika menoleh untuk mencari saudara evilnya..

"Changmin, kajja kita ke-… Lho, dia kemana..?" Ucap Kyuhyun, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Di Kantin~

"Jae.." Panggil seseorang dengan suara bassnya, dan Jaejoong sudah tau pasti siapa orang itu.

"Yunho, tumben kamu ke kantin.."

"Di kelas tidak ada teman, makannya aku kesini untuk mencari mu.." Ujar Yunho, sambil menoleh ke Jaejoong.

"Hhhmmm….. Owh, iya Yun kenalkan ini Sungmin dia teman baik ku di sekolah.." Ucap Jaejoong, sambil melirik ke Sungmin yang duduk di depan Jaejoong.

"Ani.."

"Apanya..?"

"Aku, tidak mau kenalan dengannya.."

"Aish! Kau ini, bagaimana trauma mu mau hilang kalau kenalan saja seperti ini. Cobalah, untuk membuka diri kepada orang lain.." Jelas Jaejoong, sambil memegang pundak Yunho.

"Nde, arraseo.."

"Sungminnie, kenalkan diri mu ppali.." Suruh Jaejoong.

'Aish! Anak ini..' Ucap Sungmin dalam hati.

"Annyeonghaseo Lee Sungmin imnida.." Ujar Sungmin, sambil mengulurkan tangannya kepada Yunho.

"Jung Yunho imnida.." Balas Yunho, sambl membalas uluran Sungmin.

"Hhhmm…. Bagus, Owh iya Yun kamu mau makan..?"

"Ani aku sudah kenyang. Tapi, kalau beli minumman juga boleh aku haus, Jae temani aku beli.."

"Ck, kau ini seperti bayi saja.. Min kau mau titip tidak..?" Tanya Jaejoong, sambil menoleh ke Sungmin.

"Ani, ini sudah cukup kok.. Sana, antar Yunho kasihan dia sepertinya dia benar-benar haus.." Balas Sungmin, sambil mengngibas-ngibaskan tangannya.

"Ck, nde.. kau tunggu di sini dulu ne.."

"Hhhmmm…" Ujar Sungmin, sambil meminum minummannya.

"Kajja, Yun kita beli.." Ucap Jaejoong, sambil menarik tangan Yunho.

"Aish! Mereka itu sangat serasi.. aku jadi iri kepada mereka.." Ujar Sungmin, dan memperhatikan YunJae yang menjauh.

Selama Yunho dan Jaejoong berjalan bersama, menuju tempat di mana minumman yang Yunho akan beli. Jaejoong, membuka suara untuk mencairkan suasana yang terasa canggung.

"Eemm… Yun.." Ujar Jaejoong, sambil menoleh ke Yunho.

"Wae Jae?.." Balas, Yunho sambil tersenyum manis kepada Jaejoong.

"Ekh, a-anu aku mau tanya.."

'Aigo!.. Kenapa jadi gugup seperti ini, kan aku hanya bertanya.. Aish! Ada apa dengan mu Kim Jaejoong..' Batin Jaejoong.

"Mau, tanya apa?.."

"Eeemm.. namja yang waktu itu berkelahi dengan mu di koridor namanya siapa?.." Tanya Jaejoong, dan entah kenapa senyumman yang tadinya terlihat jelas di wajah Yunho, memudar ketika Jaejoong bertanya tentang namja itu.

"Owh, namja itu namanya Choi Siwon.." Balas Yunho dengan wajah yang super duper datar.

'Owh, ternyata namja itu namanya Choi Siwon..' Ujar Jaejoong dalam hati.

Ketika, Yunho dan Jaejoong berjalan menuju ke tempat dimana yang ada menjual minumman . Tiba-tiba seorang yeoja terjatuh, dan semua makanan yang yeoja itu bawa jatuh berantakan di lantai. Jaejoong dan Yunho yang melihat itu menghampiri yeoja itu.

"Gwenchana…" Tanya Jaejoong, sambil membantu yeoja itu berdiri.

'Ekh, bukankah yeoja ini yang bersama Siwon waktu itu..' Ucap Jaejoong dalam hati.

"Ekh, gwenchana.." Balas yeoja itu dan tersenyum manis ke Jaejoong.

"Apa, mau ku belikan makanan mu yang terjatuh itu.." Tanpa ragu, Yunho menawarkan pertolongan kepada yeoja itu. Dan, sepertinya yeoja itu terpesona dengan ketampanan dan kebaikan Yunho.

'Ekh, tampan sekali namja ini..' Ucap yeoja itu bernama Go Ahra.

"Hey!.. Eotthe? Apa kau mau.." Tanya Yunho lagi.

"Ta-tapi apa tidak merepotkan.."

"Ani, dengan senang hati aku membantu mu.." Ujar Yunho dengan senyum menawannya. Bahkan, lihat saja sekarang yeoja dan namja yang berstatus uke sudah meleleh di tempat, dan ada pula yang mimisan.

Ternyata, seseorang yang melihat percakapan itu sudah mengepout bibirnya lucu. Hey! Lihat saja sekarang Jaejoong yang jelas-jelas berdiri di antara mereka, sama sekali tidak di herani.

"Kajja, kita beli.." Baru saja Yunho melangkahkan kakinya, dia berhenti dan menoleh ke belakang. Yunho menghampiri Jaejoong yang sudah mengepout bibirnya. Lucu itulah yang di fikirkan Yunho.

"Jae... kajja kita beli jangan marah eoh.. Lihat sekarang, siapa yang bersikap seperti anak bayi hhmm…" Jaejoong, yang merasa di ejek hanya menatap Yunho dengan tatapan deglernya dan itu malah menambah kadar keimutan Jaejoong di mata Yunho.

"Aigo..! kau ini imut sekali jika marah.." Yunho, yang tidak tahan dengan wajah Jaejoong mencubit pipi Jaejoong dengan gemas.

"YA! Yunho appo… appo.. Aish, kau ini menyebalkan sekali.."

"Siapa, suruh kau bersikap seperti itu kajja.." Sambil, menggandeng tangan Jaejoong Yunho melirik ke Ahra.

"Eeemm…."

"Go Ahra.. panggil saja Ahra.." Ahra, yang merasa Yunho kesusahan untuk memanggilnya, memberitahu namanya.

"Ah..! Ahra, Jung Yunho imnida kajja kita memesan makanan mu.." Ajak, Yunho yang tangannya masih dengan manis menggandeng tangan Jaejoong.

"N-nde.." Ujar Ahra lemas dan memandang YunJae dengan tatapan benci.

'Aku, akan merebutnya dari mu Kim Jaejoong..' Ucap Ahra dalam haati dengan senyuman yang mengerikan.

.

.

.

TBC

Huuwwaaa!...

Chapter 7 update.. ^^

Eotthe? Apa kalian suka..

Owh, iya saatnya membalas review di chap 6..

Ok chechkidot…!

Himawari Ezuki : Ok ok.. Tae Rin, perbaiki mianhae klo membuat Hima terganggu. Jadi, malu sendiri deh.. *Pout

desi2121 : Klo, itu sih blum tau nanti Tae Rin pikir-pikir deh soalnya saran desi bagus.. :) Klau, msalah Yunho itu nanti dia sadar sndiri kok.. tpi, msih di chap lain.

Edelweis : Kmungkinan, bruangnya.. Hahahaha :D

Jihee46 : Ok ini sudah kok!.. =D

loa : Nde itu benar tpi, nanti ada saatnya Yunho menyadari betapa besarnya dia mencitai Jejoong kok.. :)

Guest : Ok.. ini sudah lanjut ^^

MaghT : Nde, Yunho di sini blum tau apa-apa biasa bru memulai membuka hati untuk berteman.. :)

Terima kasih banyak untuk yang sdh review..

Di review lagi ne.. *puppy eyes gagal

Sampai keetemu di next chap..

Annyeong.. ^o^