Chapter 8
"Haaahh…. Akhirnya selesai juga." Kata Naruko sambil merengangkan tubuhnya karena sibuk denganpekerjaan sambilannya, yang akhirnya selesai.
"Terima kasih atas kerjanya Naruko-chan." Kata Jiraiya sang pemilik restoran
"Ya sama-sama Jiraiya-sama." Balas Naruko tersenyum, tapi tidak ada yang tau bahwa itu senyum terakhir Naruko.
Naruko pun segera pulang kerumah(rumah Naruto) sambil berlari karena pulang terlalu malam dan takut Naruto marah dengannya.
"Aku pulang." Kata Naruko dan rupanya rumahnya tidak terkunci, Naruko pun merasa aneh akan hal itu. Karena jam sudah menunjukkan waktu setengah 11 malam.
Naruko pun langsung segera mandi dan berpakaian, tapi disaat Naruko mencari Naruto dia tidak menemukannya. Kejanggalan pun bertambah karena Tv masih menyala dan otomatis lampu ruang makan menyala karena ruang makan dan ruang keluarga jadi satu.
Naruko pun segera mengirim e-mail dari handphone yang belikan Naruto beberapa waktu lalu
From: Naru_Orange
To: KitsuneNaru
Teks: halo
"Kamu dimana? aku sudah pulang nih. Aku menunggu dirumah, pulang sekarang"
Setelah itu Naruko mengirim e-mail tersebut dan menunggu Naruto, 5 menit, 10 menit, 30 menit. Tapi Naruto belum membalas e-mailnya dan Naruko pun sudah saat mengantuk. Disaat naruko menaiki anak tangga. Ada e-mail masuk dan saat Naruko membukanya benar saja itu dari Naruto.
From: KitsuneNaru
To: Naru_Orange
Teks: halo
"Maaf Naruko, aku masih kerja nih nanti juga pulang. Tidur saja duluan. Aku masih lama. Maaf ya balasnya lama."
Mendapat balasan tersebut rasa cemas naruko pun menghilang karena dia akhirnya tau bahwa orang yang disayanginya masih bekerja dan rupanya hari itu Naruto mengambil shift malam antara jam 9 sampai jam 5 pagi. Setelah itu Naruko pun langsung tertidur.
Keesokan harinya Naruko belajar sebelum ujian semester, berbeda dengan sekolah biasa. Konoha High School menerapkan ujian semesternya untuk membagi-bagi kelas. Jadi untuk meratakan setiap kelas. Misalkan peringkat 10 besar teratas akan ditempatkan yang sama dengan 10 besar terendah dikelas berikutnya dan yang juara 1 harus duduk dengan yang peringkat paling bawah.
Walau begitu hadiah bagi juara 3 besar selalu berbeda.
Untuk kelas 1 saja, juara 1. Akan mendapat beasiswa+uang+laptop terbaru. Juara 2. Akan mendapat hal yang sama, kecuali beasiswa dan untuk juara3. Akan mendapat uang dan buku pelajaran.
Untuk kelas 2. Juara 1 akan mendapat hal sama seperti kelas 1 ditambah dimasukkan ke tempat les terbaik sesuai cita-citanya, juara 2 akan mendapat hal sama seperti kelas 1 ditambah wireless dirumahnya. Juara 3 akan mendapatkan laptop dan buku pelajaran
Untuk kelas 3. Juara satu sama seperti kelas 2 ditambah dikirim keluar negeri. Juara 2 sama seperti kelas 2 ditambah game terbaru. Juara 3 akan mendapat game terbaru dan mendapatkkan tempat les yang terbaik sesuai dengan cita-citanya.
Oleh karena setiap mendekati semester para siswa langsung berlomba-lomba untuk masuk tiga besar, tak terkecuali Naruko yang masih sibuk dengan pelajarannya. Berbeda dengan Naruko. Naruto malah asyik menonton tv selesai mandi dan sarapan. Bagi Naruto itu semua tidak ada gunanya, bagi dia asalkan lulus dan meneruskan cita-cita adiknya itu sudah cukup.
"Hei Naru, kamu udah belajar?" tanya Naruko yang baru selesai dengan belajarnya
"Belum kok naruko." Jawab Naruto santai
"Kamu gimana sebentar lagi ujian. Kalau kamu dapat nilai jelek gimana? Kalau kamu gak naik gimana?" tanya Naruko bertubi-tubi
"dengar ya naruko-chan ku tercinta, aku tidak terlalu peduli dengan ranking. Bagiku asal itu naik kelas dan bisa terus bermain basket itu sudah cukup." Balas Naruto
"Tapi..-" belum sempat Naruko selesai langsung dipotong oleh Naruto
"AKu Cuma fokus ke basket untuk meneruskan cita-cita adikku, soal ranking 3 besar memang bagus, tapi aku tidak tertarik." Potong Naruto
Beberapa hari setelah itu duo Naru dan para sahabatnya mengerjakan Ujian mereka. Seminggu lebih mereka berkutik dengan soal-soal yang rumit dan membingungkan. Tapi Naruto dengan santainya selalu selesai setiap 30 menit selesai sebelum ujian berakhir.
Setelah itu mereka semua melihat nilai mereka dipapan pengumuman. Rupanya Karin dan Naruko meraih peringakt 3 dan 2. No 1nya dipegang Itachi, dan kebawahnya ada Shisui dan Obito disusul oleh murid lainnya.
Dan di kelas 1 kita liat. Shino peringkat 10, Lee peringkat 9, Neji peringkat 8, Hinata peringkat 4, sakura peringkat 6, Sai Peringkat peringkat 5, Ino peringkat 11, Temari peringkat 7, Shikamaru peringakt 2 dan tenten peringkat 12. Kalau begitu peringkat 1nya siapa? Semua siswa pada rebut dengan kode angka 1010. Para teman Naruto pun terkejut rupanya itu Naruto yang malah asik tertidur dibawah pohon. Padahal diujian setengah semester Naruto masuk peringkat 3 terbawah. Tapi sekarang langsung melesat bagai kilat menjadi ranking 1. Bahkan saat disamakan dari kelas 1 sampai kelas Naruto menduduki peringkat 1 mengalahkan Shikamaru, sasuke dan Itachi yang disebut-sebut manusia dengan IQ jauh diatas rata-rata.
Mereka semua pun berkumpul termasuk Duo Naru dan para teman Naruko. Disebuah kedai the milik keluarga Hyuuga. Mereka disana masih tidak percaya dengan apa yang Naruto lakukan. Tapi, mereka percaya bahwa Naruto tidak menyontek dan mengetahui bocoran jawaban soal. Soalnya setiap soal ujian dibagikan Naruto selalu langsung mengerjakannya dan jika sudah selesai hanya memainkan pensilnya. Bahkan kata Naruko sendiri bilang kepada Karin. Naruto tidak pernah menyentuh bukunya.
"Hei Naru apa maksudnya ini. Katanya kamu tidak tertarik dengan ranking. Tapi kenapa kamu malah mendapat ranking 1 bahkan ranking tertinggi disekolah.?" Bentak Naruko.
Sedangkan sih trio jenius. Terutama Itachi dan Shikamaru yang selama disebut murid terjenius dijepang langsung pundung dipojok kedai sambil bergumam tidak jelas pas dikalahkan Naruto. Naruto sendiri malah asyik memakan kue dangonya dan mencuekki Naruko yang sudah teriak-teriak sampai kaca dikedai goyang.
"Hei Naru kau dengar tidak?" bentak Naruko lagi
"Haa…. Katanya disuruh mencapai ranking 1. Itu sudah aku buktikan bukan." Jawab Naruto dengan santai dan tetap memakan dangonya.
Naruko pun hanya menghela nafas dan punggungnya dielus Karin supaya Naruko tenang. Naruto yang selesai dengan dangonya malah cuek dan meminum the hijaunya.
Naruko pun baru teringat tentang piala-piala dirumah Naruto, bukan hanya dari bidang sepak bola bahkan juga banyak dari bidang cerdas cermat umum, lomba matematika, sains dan lainnya. Dan semua itu meraih peringkat 1 dan 2 selalu. Makanya naruto tidak belajar selain dia percaya diri bisa, dia juga mau fokus kebasket untuk adiknya.
Sepulang dari kedai milik Hyuuga mereka semua berpisah. Duo Naru pun lebih memilih untuk kepasar malam, yang dekat dengan rumah Naruto. Disaat menyebrang jalan.
Tiiinnn…..ttiinn.…
Braak…
Ckitt…
Naruko pun yang bangun sudah ada ditrotoar dan melihat banyak orang berkumpul ditengah jalan. Naruko yang penasaran dan mencari tahu Naruto tidak ada disampingnya langsung melihatnya dan Naruko lagi-lagi merasa kakinya lemas rupanya yang tertabrak itu Naruto. Darah segara mengalir dari hidung dan pelipisnya.
Naruto pun langsung dibawa kerumah sakit 30 menit sudah Naruto berada diruang ICU, Naruko pun ditemani semua oleh semuanya masih manangis dan merasa bersalah. Seandainya saat itu dia menarik Naruto dan tidak terlalu terburu-buru. Naruto tidak seperti ini.
Selama dirumah sakit seperti sebelumnya Naruko menami Naruto dirumah siuman dan pulih supaya mereka bisa bersama lagi.
"Naru..hiks maaf hiks.. sedainya saat itu aku tidak ceroboh. Kamu pasti tidak mengalami ini." Kata Naruko dengan matanya yang sendu. Sedangkan Naruto yang diajak berbicara hanya diam dan tertidur dengan tenangnya.
Oke chapter 8 terbit, mananih jawabannya masa tidak ada yang bisa menjawab pertanyaannya. Sudahlah tidak apa-apa. Oh iya disini aku mendapat ide dari cerita vocaloid yang berjudul amnesia dan a reason of the stuppidness. Terima kasih kapada sang author.
Tolong reviewnya untuk mengembangkang cerita ini.
Terima kasih kapada review, follow dan favorit semoga tidak bosan ya.
Sampai bertemu di chapter 9
Behind of scene.
Naruto: kepala perasaan penderitaan ku lebih berat dari Naruko ya
Author: soalnya banyak yang fanfic lebih bagus yang kamu menderita sih disbanding Naruko. (dirasengan)
Naruko: lagian kamu cowok Naruto harusnya memang begitu dong
Naruto: Jadi kau membela Author yang gila dan membuat kita tersiksa begitu.
Naruko: Bukan begitu, lagipula aku sudah tidak disiksa lagi deh.
Author: siapa bilang, nanti duo Naru akan tersiksa kok dan diakhiri dengan romantis. *pandangan mengejek* *diransengan depan belakang* *pingsan*
DUO Naru: dasar gila, stress emang enak apa kalau disksa terus rasain tuh rasengan.
Author: Ampun om, tante.
Naruto: lagipula udah banyak yang minta diperpang malah pendek lagi ceritanya
Author: gak ada ide om
Naruko: kan bisa minta request kaya chapter 5. Dan apaan tuh dichapter 6 masa aku yang mesum.
Author: maaf tante, iya deh. Nanti saya minta ide para pembaca. Tapi dichapter berikutnya aja ya
Naruto: dichapter 4 kenapa harus ditiang bendera sih gak elit banget digantungnya.
DUO: sudahlah awas jika dichapter berikutnya masih gak ada romancenya.
DUO Naru: Baiklah pembaca sekalian terima kasih dan tidak terasa cerita Author stress ini sudah sampai chapter 8 terima kasih lagi untuk para pembaca *membungkuk hormat*
Author: *pundung dipojok karena dihina terus sama tokohnya sendiri*
