Semenjak kejadian dimana Woojin dan Hyungseob melakukan hal yang tidak senonoh, para staff sepakat untuk tidak membuat Hyungseob dan Woojin berada dalam satu tim.

NEVER

(Woojin's POV)

'SIAL' batin Woojin.

Woojin kesal dengan keputusan staff yang tidak masuk akal. Bisa-bisanya mereka memisahkan Woojin dengan Hyungseob. Tidakkah mereka tahu bahwa Woojin sangat merindukan Hyungseob?

Ya! Seminggu berada di rumah sakit akibat matanya bermasalah, memang membuat Woojin sangat merindukan keberadaan Hyungseob di sisinya.

"ARRRGHH!!!" teriak Woojin frustasi

"Woojin, kau kenapa?" Tanya Jonghyun

"Woojin, semua akan baik-baik saja, dengan atau tanpa Hyungseob" kata Guanlin

"APA KAU BILANG ?!" kata Woojin sambil mengangkat kerah Guanlin

"Hey, hey sudahlah. Kita semua disini terpisah dengan pasangan kita" kata Daehwi

"Tidak dengan Jonghyun hyung" kata Woojin

"Woojin, sudahlah. Kumohon, bisa-bisa…" ucapan Minhyun terpotong.

"Woojin kemari" kata salah satu staff. Woojin berjalan menuju ke arah staff.

"Perasaanku tidak enak" kata Minhyun

"Salahnya sendiri terlalu asik bercumbu tanpa lihat tempat" kata Guanlin

"Guanlin~ah…" kata Jonghyun

"Apa ?"

Sementara itu di sisi lain…

"Rumor tentang JinSeob couple telah menyebar luas. Kau harus menjaga jarak tentang Hyungseob"

"Kenapa? OngNiel saja bisa bersama. Kenapa aku tidak?" protes Woojin

"OngNiel menaikkan rating kita, sementara JinSeob hanya membuang-buang waktu saja. Kami juga tidak mempunyai screen time untuk kalian. Ditambah matamu sedang bermasalah, aku tidak ingin kalian membawa masalah"

"Tapi…"

"Jika kau tidak menuruti kami, maka salah satu dari kalian akan kami keluarkan dari program ini"

"Ah arrasseo" jawab Woojin frustasi.

Setelah eliminasi kedua, para peserta diberikan waktu bebas selama sehari. Itu agar mereka bisa beristirahat meskipun hanya sementara.

Woojin berusaha menjauhi Hyungseob, meskipun itu cukup sakit baginya.

"Jagiya~" kata Hyungseob sambil memeluk Woojin dari belakang.

Woojin berusaha untuk tidak merespon.

"Jagiya!!!!"

Woojin masih menahan diri.

"Ya! Park Woojin!" teriak Hyungseob di telinga Woojin.

"Hmm?" kata Woojin singkat

"Kamu wangi" kata Hyungseob sambil menghirup aroma Woojin.

Woojin hanya memutar matanya.

Tetapi hati Woojin berkata lain, ia sangat bahagia melihat Hyungseob sangat manja. Ia ingin menciumnya, tetapi para staff mengawasinya.

"Ke taman yuk. Aku kangen kamu" kata Hyungseob.

"Aku sibuk"

"Tapi, Jin"

"Aku sibuk! Jangan ganggu aku!" bentak Woojin.

Terlihat kekecewaan di wajah Hyungseob. Woojin tidak tega melihat wajah Hyungseob seperti itu. Lagi, ia ingin menciumnya.

"Arrasso... Ikut aku" kata Woojin. Hyungseob senang dan langsung menggandeng Woojin.

"Kok kesini? Ini kan libur" kata Hyungseob kecewa.

"Aku harus latihan. Sainganku terlalu berat kali ini." Hyungseob kembali memajukan bibirnya.

"Iya… Iya…" kata Hyungseob menurut.

'Maafkan aku sayang, aku melakukan ini demi kebaikan kita berdua' batin Woojin sambil melanjutkan latihannya.

Tetapi, tetap saja perhatian Woojin teralihkan dengan lelaki yang tengah menunduk di belakangnya.

'Persetan dengan kata-kata staff! Dia lebih penting di bandingkan program ini'.

Ia menghampiri Hyungseob yang masih sedih dan melumat bibirnya pelan. Woojin mengusap wajah Hyungseob yang selembut kapas dan berkata:

"Diam dan nikmatilah, my princess"

kata Woojin sambil menggendong Hyungseob dipangkuannya.

Tanpa tersadar, mereka berdua tertidur di dalam ruang latihan.

Woojin melihat ke arah jamnya. Sudah pukul 3 pagi. Sebentar lagi para staff akan berkeliling untuk memeriksa keadaan. Buru-buru Woojin menggendong Hyungseob ke kamarnya.

Woojin meletakkan Hyungseob secara lembut. Tiba-tiba…

Lampu menyala

"Darimana saja kalian?" kata Euiwoong.

"Ah emmm…" kata Woojin gagap.

"Pukul berapa ini? Apa yang kalian lakukan? Apa kau tidak tahu resiko yang akan kalian hadapi?".

"Aku sudah mengembalikannya" bela Woojin.

"Keluarlah, sebelum staff menyadari".

"Jangan beritahu Hyungseob bahwa aku yang mengantarnya".

"Arraseo" kata Euiwoong sambil menutup pintunya.

Woojin berjalan ke kamarnya.

"Apa yang kau lakukan malam-malam begini?" kata salah satu staff.

"Aku baru dari kamar mandi".

"Kamar mandi di sebelah kanan, kenapa kau ada di sayap kiri?" kata staff lagi. Woojin menunduk, ia takut Hyungseob akan dikeluarkan dari program ini.

"Aku mengerti… Aku akan merahasiakan ini dari staff yang lain, kau tidak usah takut. Aku ada di pihakmu" kata staff itu.

"Jinjja?" kata Woojin senang.

"Iya. Sekarang cepat kembali, sebelum yang lain datang". Woojin mengangguk dan langsung bergegas ke kamarnya.

Ya! Staff tersebut adalah staff yang membantu hubungan JinSeob berlayar. Dia tidak suka dengan keputusan Ahn PD untuk memisahkan mereka. Keputusan yang konyol, bagaimana bisa dia membiarkan kapal lain berlayar tapi tidak dengan JinSeob?.

Never

Nation's Son

Woojin bersiap untuk tampil lagu Never. Setelah sebelumnya, dia merasa bersalah akibat lagu yang dibawakan oleh team Slate.

Entah kenapa lagu ini sangat menggambarkan perasaan Woojin saat ini. Dia tidak tahu mengapa, dia seperti ini. Dia berkata dalam hati…

'Lagu ini untukmu, permaisuriku'

Sementara itu di sisi lain, ada lelaki yang terpesona dengan ketampanan Woojin. Ia tahu lagu ini sangat enak untuk di dengar ditambah dia menggilai orang yang membawanya, hingga salah satu lirik yang berbunyi:

"I am going on my way"

Dia menunduk…

'Woojin~ah'

TBC

Maaf banget kalau part Woojin kesannya dikit hahaha. Soalnya lebih menjiwai partnya Hyungseob… BTW, HAPPY BIRTHDAY PAKU BULUKKU SAYANG!!! Semoga makin kece, makin ganteng, makin wangi, makin positive de el el… Jangan lupa vote dan commentnya yaaa….

#ketjupbasah