AMNESIA
By : Shiraishi Connan
Naruto CopyR Masashi Kishimoto
Drama Romance Family [maybe]
AU OOC Shonen ai MPREG! TYPO[S]
Flashback[masih] Menma usia 3 tahun
SasuNaru [Menma]
Kang Maru [oc] x Kim Naru [Naruto]
Rate T
.
.
.
.
Chapter 8
.
.
.
.
.
.
.
Udara sore sungai Han memang yang terbaik. Beberapa orang yang ada di sana bahkan sangat mennnikmati udara sore yang sangat hangat dan sejuk berhubung musim di korea atau lebih tepatnya di Seoul sekarang panas namun tidak terlalu panas seperti di daaerah asia tenggara.
.
.
.
.
.
"HOOHH" pemuda dengan surai pirang yang berantakan beririskan shaffier yang bisa membius siapa saja yang melihatnya tengah meleguh kencang melihat sosok anak kecil dengan surai raven beririskan shaffier dan jangan lupakan tiga guratan tipis di masing-masing pipi chubbynya.
Anak kecil yang di ketahui bernama Menma itu masih saja merajuk ingin pulang karna tidak mau melihat wajah pemuda pirang 'Ji-chan Baka Jelek' aka Naru.
"Maaf yah Naru-ah atas kelakuan Menma chan" gadis dengan surai hitam memohon maaf atas nama anak kecil yang sedang mengamitkan kedua tanggannya di depan dada.
"Sudahlah Eun Hee-ah ! anak ini memang sangat manja. Sepertinya ibunya tidak pernah megajarinya" Eun Hee yang mendengar penuturan Naru hanya tersenyum pasih. "Heehhehe Naru-ah" panggil Eun Hee mengajak Naru agar menjauh dari Menma yang masih saja berdiri dengan tangan bersedekap.
Eun Hee menghentikan langkannya dan tarikan di lengan Naru. "Naru-ah jangan seperti itu! Menma-chan memang sangat manja karna Menma-chan hanya punya ayah dan tidak punya ibu. Aku dengar dari teman di perusahaan kalau ibu menma sudah meninggal karna kebakaran" memasang wajah terkejut Naru menatap Eun Hee.
"Ahh Mian[maaf]"sesal Naru
"Ba-chan apa Papa Menma akan jemput Menma? Menma tidak mau pulang di antal Ji-chan Baka Jelek"
TWITCH
"Lagi pula siapa yang mau mengantarmu ke hotel! Dasar nappeun sonyeon[anak jelek]" kesal Naru sudah tidak bisa di tahan lagi.
"Ji-chan bicala pake bahasa manusia dong Menma kan tidak mengelti weee :P"
Naru yang mendengranya hanya bisa menahan emosinya yang sudah meluap-luap, sedangkan Eun Hee yang melihatnya hanya bisa terkekeh pelan.
"Sudahlah Naru, Menma tidak menegrti bahasa korea. Lagi pula Menma-chan Cuma becanda..Hehe" Eun Hee mengelus punggung Naru agar lebih tenang.
"Chk" Naru hanya bisa melengos
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Sasuke! Kau mau kemana?" Shikamaru mengejar Sasuke yang hendak menaiki lift. "Hn. Aku ingin menjemput Menma" kata Sasuke dengan ekspresi datar dan masuk kedalam lift di ikuti pula oleh Shikamaru.
"Banpo!" Shikamaru menekan tombol lift yang akan mengarahkan ke lantai 2 sebelumnya Sasuke sudah menekan tombol untuk mengarahkannya ke lobi hotel "Oh jadi Menma ada di jembatan Banpo" Shikamaru mulai melirik kearah Sasuke.
Sasuke merogoh saku celananya dan mengambil ponsel Smartnya "Hari ini masih ada pertemuan dengan pemegang saham Konoha corp dari korea jadi bisa kau yang tangani" Sasuke memasukan lagi ponselnya kedalam saku celanannya "Merepotkan!" dumel Shika yang sudah lebih dulu keluar dari lift.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Nii-chan cepat! Mommy sudah menunggu Yeol chan" anak kecil bersurai biru sedang berlari sesekali menarik-narik legan pemuda yang di panggil kakak. "Yeol chan sebentar kita harus tunggu Maru Hyeong dulu" Jinyoung pemuda yang di panggil Nii-chan mendudukan dirinya di atas aspal.
Yeol chan yang mendengarnya hanya bisa manyun kesal "Nii-chan" panggilnya, sedangkan yang di panggil hanya bisa melongo.
"Sudahlah Yeol chan tunggu sebentar lagi nanti juga Maru Hyeong datang"
"Yooo! Apa kalian menunggu lama" dengan watadosnya Maru orang yang di tunggu-tunggu telah datang "Huh dasal. Ji-chan Malu cepat ayo Yeol chan mau bertemu Mommy!" tarik Yeol chan.
"Wakata-wakata!"
Jinyoung yang juga ada di sana hanya bisa menatap jenuh "Aku tidak ikut ! Garu Hyeong meyuruhku untuk membeli tiket pesawat untuk besok senin. Oh iya Nuna ada di Banpo katanya mau lihat air mancur pelangi" Jinyoung melambaikan tangannya kemudian pergi terlebih dahulu meninggalkan Yeol chan dan Maru.
"Ayo Ji-chan. Mommy sudah menunggu Yeol chan" Yeol chan menarik-narik tangan Maru dan Maru hanya tersenyum melihat tingkah keponakannya itu.
.
.
.
.
.
.
Entah ini hari sial atau apa untuk Sasuke yang ternyata setelah keluar dari lift Sasuke langsung terkena siraman coffee dari seorang yang dengan buru-buru ingin masuk kedalam lift "Aahh Mian-mian[maaf]" dengan watadosnya seseorang yang menabrak Sasuke hanya bisa tersenyum dan mulai masuk kedalam lift 'Apa-apan itu dia tidak meminta maaf' Sasuke mendelik kasar kearah seseorang yang tengah menekan pintu lift dan membersihkan tangannya yag terkena tumpahan coffee dan untung saja yang di bawanya itu ice coffee jadi tidak akan membuat tangannya melepuh.
"Hei!" panggil Sasuke kearah seseorang di dalam lift yang masih belum tertutup "Seharusnya kau minta maaf!" Sasuke menahan pintu lift dan mulai masuk mendekati seseorang yang masih bertampang biasa saja di dalam lift "Heeh!" alis seseorang itu bertaut.
"Oh sorry!" katanya dan mulai berlari keluar lift. 'sial ternyata orang jepang' inner seseorang yang sudah berlari keluar dari hotel.
Pintu lift tertutup 'cihk' Sasuke mendenggus kesal. Dan dia harus menganti pakaiannya.
Pandangannya teralihkan pada sesuatu yang ada di bawah kakinya "Apa ini" ujarnya pada angin di dalam lift dan mulai mengambil sesuatu yang ada di dekat kakinya.
"Foto?" memperhatikan dengan seksama apa yang di lihatnya dan mulai membelalakan matanya "Tidak mungkin!".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Menma dengan senangnya menyeringai keji kearah pemuda pirang 'Naruto' yang sedang susah paying mengambil balon yang tadi di beli Eun Hee dan tidak sengaja[baca : sengaja] di terbangkan Menma kearah pohon yang ada sana "Naru kamu baik-baik saja di atas sana" teriak Eun Hee mendongakan wajahnya keatas pohon.
"Iya aku tidak apa-apa hanya saja sepertinya tanganku tidak sampai untuk meraihnya" teriak Naru yang mulai mengapai-gapai tali balon udara yang menyangtut di pohon.
"Ji-chan semangat !" sorak Menma menyemangati Naru 'hehe sukulin' batin Menma sambil senyum-senyum.
"MOMMY!"
-traakkk "Eehh!"
"Wooooaaahhhh!"
-bruk 'sepertinya aku sudah mati' batin Naru masih menutup matanya.
"Mau sampai kapan seperti ini" sotak Naru dengan cepat mengerjapakan kedua kelopak matanya. "Ma-maru!" kaget Naru melihat wajah Maru yang ada begitu dekat dengannnya "Kau mau seperti ini terus lihat semuo orang memperhatikan kita" Maru menunjuk orang-orang yang ada di sekitarnya dengan tatapan matanya.
Naru yang masih begong akhirnya turun dari gendongan ala bridal Maru. "Untung aku tepat waktu kalau tidak kau pasti akan mencium aspal yang keras" Maru mengacak-ngacak surai pirang Naru.
Naru hanya mempoutkan bibir cherynya "Aku tidak mau bilang terima kasih" dan bersidekap mealingkan wajahnya.
Eun Hee yang juga ada di sana hanya bisa tertawa kecil "Naru- Naru tidak berubah sama sekali" ujarnya kemudian memperhatikan Menma yang saling bertatap tatapan dengan Yeol chan.
"Pasti kamu yang menyuluh Mommyku untuk mengambil balon itu" Yeol chan menujuk kearah atas yang masih ada balon yang tersangkut di sana. "Aku tidak menyuluh Ji-chan, Ji-chan sendili yang mau mengambilkannya untukku" Ujar Menma keras.
"Dasal anak kecil masih mainan balon huh. Untung Ji-chan malu bisa menolong Mommy! Wee :P" Yeol chan memeletkan lidahnya di depan Menma. Menma yang tidak terima di katakan anak kecil mengendus kesal "Menma bukan anak kecil dasal anak kecil Baka!" teriak Menma.
Yeol chan yang di katakana bodoh oleh Menma juga tidak terima dan mendorong Menma –bruk "Yeol chan bukan anak kecil dan tidak bodoh.. huh lasakan itu"
Eun Hee yang melihat Yeol chan mendorong Menma hanya bisa bengong sedangkan Naru dan Maru yang tadi tengah mengobrol mebelalakan matanya melihat Yeol chan bersikap kasar pada Menma.
Naru dengan cepat kearah Menma mengangkat Menma dari jatuhnya dan memeluknya "Yeol chan kamu tidak boleh sepeti itu pada Menma" Naru mencubit pipi chubby Yeol chan. Sedangkan Menma yang mendapat perlakuan dari Naru hanya bisa menatap bingung.
"Menma tidak apa-apa kan? Tidak ada yang sakit" Naru meraba wajah Menma.
Diam! Menma hanya diam dan menatap iris shaffier Naru dan mengangguk pelan. Sedangkan Yeol chan yang pipinya di cubit Naru menunduk dan mulai terisak.
"Mommy jahat hikss" Yeol chan berlari meninggalkan Naru yang masih mengelus-ngelus wajah Menma.
"Yeol chan!" teriak Maru mengejar Yeol chan sedangkan Naru hanya bisa melihat Maru yang sudah mengejar Yeol chan.
"Huhh anak itu kenapa jadi kasar seperti itu!" desah Naru pelan. "Eun Hee aku akan pergi mengejar meraka juga!" Naru melirik Eun Hee yang masih bengong.
"Dan Menma tidak apa-apakan? Maaf yah Ji-chan tidak bisa ambil balonya jadi minta Ba-chan untuk membelikannya lagi cup kalau gitu Ji-chan pergi dulu yah Jaa" Naru mulai berlari mengejar Maru yang mengejar Yeol chan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jinyoung yang sudah membeli tiket pesawat untuk Garu mulai berjalan pulang tapi langkahnya terhenti saat melihat seorang gadis yang tengah berjongkok dan menunduk di dekat tempat sampah.
Perlahan-lahan Jinyoung memberanikan diri untuk mendekatinya "Agasshi? Gwenchan?" Tanya Jinyoung memastikan bahwa gadis itu baik-baik saja.
"Jinyoung-ah? Apa kau Jinyoung" Ujar gadis itu mulai mendongakan wajahnya "Min ah?"
"Huuuwaaaaahhhh hiks hikss hiikkksss… Jinyoung-ah! Foto Naru Oppa hilang hikss hikss padahal foto itu mau aku berikan pada Maru Oppa! Hikss hikss itukan foto setelah operasi Naru Oppa dan saat rambut Naru Oppa masih panjang dan terlihat sangat imut… huwwwaaahhh hikks hiikkss" Min ah berdiri dari jongkoknya dan mulai berjalan memeluk Jinyoung.
Jinyoung yang melihat tingkah Min ah hanya bisa mengelus punggung Min ah "Padahal aku ingin memperlihatkan wajah Naru Oppa yang sudah bersih dari guratan seperti kucing itu dengan rambut panjangnya pada Maru Oppa hiiiksss hiksss soalnya setelah operasi itu Naru Oppa langsung mencukur habis rambut panjangnya menjadi pendek!hikks hikss" Min ah masih saja terisak di dekapan Jinyoung "Sudahlah-sudahlah mau seperti apa pun juga Naru Nunaku tetap saja imut" senyum Jinyoung dan juga mendapatkan anggukan dari Min ah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sasuke yang sudah selesai dari acara membersihkan tubuhnya dan menganti bajunya dari tumpahan coffee tadi sudah berjalan keluar dari hotel untuk pergi menjemput Menma.
Tapi bedanya Sasuke berjalan sambil memperlihatkan sebuah foto ukuran kecil yang di dalamnya terdapat seseorang dengan surai pirang panjang dengan iris biru dan juga wajah yang sangat manis tidak ada jerawat satupun di wajahnya yang tengah tersenyum menamppilkan susunan gigi putih bersih dan bibir chery yang merah alami tengah tersenyum bahagia.
"Gadis ini" Sasuke tersenyum dan mulai mengelus foto di lengannya itu "Mirip sekali dengan Naruto" masih tersenyum melihat pahatan indah di dalam foto tersebut.
"Naruto! Dobe heh ternyata ada juga seseorang yang mirip denganmu apalagi itu wanita! Apa kau sudah berenkarnasi menjadi seorang wanita? Heh tapi sepertinya wanita ini seumuran dengan kita" Sasuke masih saja berujar sambil berjalan tidak memperhatikan bahwa di sekelilingnya tengah membicarakannya.
"Sepertinya dia orang jepang"
"Sayang yahh tampan-tampan tapi gila"
Sasuke masih saja berjalan dengan mata masih memperhatikan foto dan tidak mengubris suara-suara yang ada di dekatnya. Toh Sasuke juga tidak mengerti apa yang di bicarakan orang-orang di sekitarnya karna Sasuke juga tidak bisa bahasa korea. Hahahaha XD
.
.
.
.
.
.
.
.
Senja perlahan-lahan mulai menutup dan tergantikan oleh malam yang mulai menghiasi sekitaran suangai Han dengan lampu-lampu taman yang bersinar seperti bintang yang bertaburan di dekat pohon.
Dan terlebih lagi air mancur pelangi mulai bergoyang-goyang mewarnai malam minggu di sungai Han semakin ramai dan meriah.
Tapi tidak dengan suasana hati anak kecil bersurai raven [Menma] yang sedang duduk termenung di kursi taman di dekat sungai Han.
"Menma-chan ?" panggil Eun Hee pelan. "Apa Menma-chan mau makan dulu? Sepertinya Papa Menma sedikit terlambat" AjakEun Hee tersenyum kearah Menma yang masih menunduk.
"Ba-chan kenapa Ji-chan Nalu di panggil Mommy sama anak kecil yang tadi mendolong Menma?" tidak menjawab Menma malah balik bertanya.
"Apa Menma mau tau?" Menma mendongak kearah Eun Heed an mengangguk pelan. "Baiklah, Ba-chan akan ceritakan untuk Menma" Eun Hee mulai menyamnkan duduknya .
"Ji-chan Naru itu teman Ba-chan saat ba-chan belum pindah di Konoha corp. dulu pertama kali ba-chan bertemu Ji-chan Naru kira-kira dua tahun yang lalu eummm waktu itu Aku dan Naru bertengkar karna masalah mengantri untuk melakukan operasi plastic. Kalau di ingat-ingat itu sangat lucu" Eun Hee tertawa kecil mengingat-ingat masa lalunya saat pertama kali bertemu Naru.
"Ba-chan opelasi pelastik? Maksudnya apa opelsi pelastik?" Tanya Menma binggung.
Eun Hee hanya tersenyum "Operasi pelastik itu adalah memperbaiki seseuatu yang terlihat tidak bagus. Tapi Ba-chan hanya mengoprasi punggung lengan,. Karna waktu itu punggung lengan ba-chan terlihat sangat aneh. Soalnya waktu itu punggung lengan ba-chan" Eun Hee menunjukan punggung lengannya "Dulu punggung lengan ba-chan terkena pisau dan meninggalkan bekas yang sangat jelek maka dari itu ba-chan melakukan operasi plastic dan lihat sekarang sudah bagus dan sangat cantikkan" senyum Eun Hee.
Menma mempoutkan bibirnya "Uhh ba-chan kan Menma Tanya kenapa Naru Ji-chan di panggil Mommy kenapa jadi ke opelasi pelastik".
"Ih tunggu dulu Menma-chan ini juga kan ba-chan mau menceritakan jadi Menma-chan diam dulu yah" Eun Hee membawa telunjuknya di depan bibir cherry kecil Menma.
"Dulu itu Naru mendapatkan Voucer operasi pelastik dari… kalau tidak salah Min ah pacar Jinyoung adik Naru. Ba-chan ingat kalo tidak salah Naru itu mau operasi di perutnya karna ada bekas jahitan eumm kalau tidak salah dia bilang itu bekas operasi usus buntu tapi Naru bilang itu juga kata Maru .. emm Maru itu yang tadi Ji-chan yang mengendong Ji-chan Naru.
Apa Menma tau? Naru itu pernah lupa ingatan jadi dia tidak mengingat apapun. Tapi untung saja Maru ada di sampingnya dan mengingatkan semua apa yang di lupakan Naru hihi" Eun Hee tertawa kecil.
"Telus apa hubungannya dengan di panggil Mommy ba-chan!" teriak Menma yang sudah tidak sabaran.
"Ishh Menma-chan dengerin ba-chan dulu ini seru loh..
Eumm waktu itu ba-chan itu mengejek Naru dengan ejekan 'Itu bukan bekas operasi usus buntu! Itu mungkin bekas mengeluarkan seorang bayi' hihihihi pada saat itu semua orang yang ada di rumah sakit itu mentertawakan Naru dan memanggilnya dengan sebutan 'Gumiho' hahaha dan pada saat itu juga Naru juga mengoprasi wajahnya agar euummm guratan seperti punyamu di pipi itu di hilangkannya dan anehnya setelah operasi itu tidak ada yang mengenali Naru lagi dan tidak ada yang memanggilnya dengan sebutan 'Gumiho' lagi, Apa kau tau 'Gumiho'? Gumiho itu rubah berekor 9 yang sangat cantik sama seperti Naru-Ji chan" setelah menyentuh pipi tembam Menma Eun Hee tertawa pelan.
"Uhh maksud Ba-chan, -chan juga punya galis-galis di pipi sepelti Menma" Menma menunjuk-nujuk pipinya sendiri
"Eehh!" kaget Eun Hee 'Oh iya kenapa aku baru ingat yah! Iya dulu sebelum operasi plastik Naru juga punya garis-garis sepeti Menma. Ahh mungkin memang banyak yang juga punya garis-garis seperti kucing itu lagi pula tadi sepertinya Naru juga tidak memperhatikannya' batin Eun Hee ngangguk-ngangguk.
"Ba-chan!" panggil Menma yang di kacangin.
"Eh it-"
"Menma" suara barithon rendah terdengar mengintrupsi suara Eun Hee
Sontak Eun Hee dan Menma menoleh kearah suara.
"Papa!" teriak Menma dan menghampiri Papanya.
Eun Hee yang melihatnya mulai berdiri dan menundukan kepalanya.
"Menma ayo kembali kau pasti lelah seharian bermain! Eumm juga bau keringat" Sasuke mengendong Menma dan menciumi badan Menma yang sebenarnya tidak terlalu bau.
"Ihhh Papa geli hihi" Menma berontak kecil di gendongan Sasuke.
"Hmmm maaf Uchiha-san kalau begitu saya juga ingin pamit" Suara kecil Eun Hee mengintrupsi Ayah dan anak yang sedang asik sendiri.
"Oh maaf Eun Hee. Terima kasih sudah mengajak Menma jalan-jalan. Apa kau juga akan kembali kehotel? Kalau begitu kita bisa berjalan bersama" ajak Sasuke namun Eun Hee mengelengkan kepalanya.
"Aahh Maaf Uchiha-san saya masih ingin menikmati suasana di sini. Lagi pula saya masih ada janji dengan teman untuk minum bersama" Eun Hee menunduk untuk menolak ajakan Sasuke.
"Hn. Begitu yah! Sepertinya kau juga ingin berlama-lama di kota kelahiranmu. Tapi jangan lupa sore nanti kita akan berangkat ke Konoha" Sasuke mulai berjalan menjauh dengan mengendong Menma. Eun Hee menunduk dan mulai berjalan berlainan arah "Akhirnya… Naru ayo kita berpesta!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sasuke mulai berjalan dengan masih menggendong Menma tapi sepertinya Menma menekuk wajahnya "Kau kenapa sayang?" Sasuke mengelus surai raven milik anaknya.
"Menma sebel sama Eun Hee Ba-chan soalnya tadi mencelitakaan soal Ji-chan Nalu tidak lengkap" Menma mengembungkan pipinya.
"Ji-chan Nalu? Siapa Ji-chan Nalu?" Tanya Sasuke penasaran.
Menma menatap wajah ayahnya "Bukan Ji-chan Nalu Papa tapi Ji-chan Nallrrllu" susah payah Menma menyebutkan nama Naru.
Sasuke tertawa kecil melihat tingkah anaknya "Oh Ji-chan Naru'
Deg
"Naru?" Tanya Sasuke memastikan "Iya Ji-chan Nalu. Kalo tidak salah namanya Kim Nalu teman Eun Hee Ba-chan!" Sasuke mulai masuk kedalam lift dan menekan angka 8 di tombol lift. "Hn" gumam pelan Sasuke
Ting suara lift terbuka dan menampilkan sosok pink di luar lift
"Waahh Sasuke-kun Menma!" teriak histeris Sakura dan mulai masuk kedalam lift "Sakula Ba-chan!" teriak Menma minta turun dari Sasuke dan memeluk kaki Sakura.
"Ahh Menma-chan" Sakura senyum-senyum mendapat perhatiian dari Menma. Sasukepun juga senyum melihat tingkah Menma.
"Telima kasih yah Ba-chan kemalin beliin Menma boneka lubah. Menma juga punya di lumah tapi tidak sepelti yang di kasih Ba-chan itu sangat lucu" Menma masih memeluk kaki Sakura. Lagi-lagi Sakura tersenyum dan sesekali melirik Sasuke yang sedang melihat tingkah anak semata wayangnya.
'Hehehe sepertinya strategiku berhasil! Dekati anaknya dulu nanti ayahnya akan mengikutinya.. Hahahaha anak sialan ini gampang sekali di bodohi. Hanya dengan memberikan apa yang di sukaiinya dia akan langsung menyukai kita. Hahah bodoh ! eumm setelah aku mendapatkan ayahnya tinggal aku bereskan saja anak sialan ini ! hah biar ikut ibunya yang mati hangus terbakar hahahha' batin Sakura senyu-senyum.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"NO BODY NO BODY BUT YOU I WANT NO BODY NO BODY BUT YOU NANDAREUN SARAMEUN SILHEO NIHAANIMYEON SILHEO I WANT NO BODY NO BODY NO BODY NO BODY"
Di ruang karoeke yang terlihat sangat besar terdapat lima orang yang yang tengah ada di dalamnya dua orang tengah bernyanyi-nyanyi dan bejingkrak-jingkrakan tidak jelas sedangkan tiga orang lain hanya bisa duduk menikmati makanan dan minuman di atas meja.
"Kita nikmati malam minggu yang panjang dengan beryanyi dan bernyanyi" Teriak pemuda pirang dengan mengangkat-angkat mic yang ada di lengan kanannya "Huuuuuhhh" di ikuti teriakan wanita dengan surai hitam yang ada di sampingnya juga mengangkat micnya.
"Kau apa tidak cape dari tadi bernyanyi tampa henti! Lagi pula kau juga sudah mabuk Naru" Maru yang sedang duduk meminum minumannya berdiri dan mengandeng tangan Naru untuk duduk "Aku mau bernyanyi Maru ! apa kau tidak tau aku sedang sedih karna Yeol chan marah kepadaku! Apa kau tidak tau aku ini Mommynya dia tidak harus marah begitu kepadaku. Tadi aku hanya ingin melindungi anak ayam yang sedang jatuh itu aku tidak tega melihat anak ayam kecil itu dan tidak tahu kenapa aku sangat ingin melindunginnya hik!" dalam keadaan mabuk Naru masih sempat-sempatnya curhat.
"Min ah ini micnya kau saja yang bernyanyi aku akan membawa Naru pulang! Naru tidak pernah seperti ini dan kenapa dia mabuk! Bukannya dia tidak suka mabuk" Maru mengambil mic dari tangan Naru dan menyerahkannya di tangan Min ah dan mulai mengendong Naru ala tas gunung.
"Yahh Maru kau tidak seru !" Eun Hee yang masih berdiri menunjuk-nujuk Maru yang mulai berjalan menggendong Naru. "Jinyoung Min ah kalian urus Eun Hee dia juga sepertinya sudah mabuk" ujar Maru kemudian pergi dengan mengendong Naru.
.
.
.
.
.
.
.
Maru masih mengendong Naru dan Naru masih saja mengoceh tidak jelas. "Anak ayam itu harus di lindungi Anak ayam itu aku tidak tau tapi aku sangat sayang kepadanya aku merasa anak ayam itu adalah hik".
"Heh" Maru hanya bisa mendesah pelan mendengar ocehan Naru di dekat telingannya. "Aku pernah mendengar nama hik… Men…ma.. hikk.. dan hiikk …. Aku rasa Menma itu anak…hikk ku… Hoooeeekkk" Naru memuntahkan apa yang di makan dan di minumnya tadi di punggung Maru.
"Heh" Maru menggeleng pasrah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Di sebuah ruangan yang cukup besar terlihat sesosok raven yang tengah sibuk dengan PC di depanya "Sedikit lagi dan!" sosok raven itu menekan Enter pada keyboard PC dan mulai besorak gembira.
"Akhirnya selesai juga!" Teriaknya bangga, "Selesai apanya?" suara dari arah belakang punggung si raven, si raven menoleh dan sosok di belakanya mulai mengalungkan tangan tannya di perpotongan leher si raven, kemudian-cup kecupan singakat di daratkan di bibir si raven.
"Apanya yang selesai?" Tanya sosok di belakang raven yang masih melingkarkan tangannya di leher si raven, "Hn, aku hanya ingin berkata selesai saja?" katanya pelan.
Sosok di belakang raven yang tadi melingkarkan tangannya mulai melepaskan perlahan dan berjalan perlahan keluar dari ruangan tersebut, "Kau mau kemana Dobe?" Tanya si raven seraya berdiri dari kursinya.
"Bertemu denganmu Teme!" katanya pelan dan mulai menghilang dari balik pintu.
"Dobe!... Dobeee!... Dobeeeeeee!"
.
.
.
Sasuke terbangun dari mimpinya dan mulai memegangi kepalanya yang terasa sakit, "Mimpi?" gumamnya pelan.
"Dobe!" lirihnya, "Kau sudah tidak ada, tapi kenapa kau selalu ada di dalam mimpiku? Apa kau marah padaku dan memberikanku mimpi-mimpi seperitu" Sasuke beranjak dari kasur kingsize hotel menuju kearah balkon dengan kedua tangan di masukan kedalam saku celana piyamanya, untuk mencari udara segar.
"Dobe?" lirih Sasuke melihat sebuah foto yang ada di lengannya yang tadi sempat di ambil di dalam sakunya.
Sasuke memperhatikan foto seorang wanita cantik yang tengah tersenyum bahagia "Dobe? Kau benar-benar terlihat seperti Dobe-ku" beranjak dari balkon untuk masuk kedalam karna udara sangat dingin, meletakan foto yang ada di lengannya di dalam sakunya kembali dan beranjak naik keatas kasur untuk menghangatkan hati pikiran dan tubuhnya.
"Andai kau masih ada! aku tidak akan pernah melepaskanmu.. Dobe, Suki desu!"
.
.
.
.
.
.
.
"Teme… Suki, suki dayo.." igau Naru dalam tidurnya, sedang Maru yang sudah selesai menggantikan baju Naru dan bajunya yang penuh dengan muntahan hanya bisa tersenyum dan mengecup sekilas kening Naru.
"Saranghae… Naru"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
A/N : selesai juga chap 8 hooossshhh, baiklah terimakasih para redeerr dan semuanya lah yang udah favorite dab fpllow story aq yang ga jebo ini,, terimakasih yang sudah mereview, maaf ga bisa bales, tapi author yang kece ini *uwweekk* udah baca koq :) .. tenang 2 chp atau 3 chap bakal tamat koq.
tapi aku masih buntu buat bikin sasunaru balik, jadi akhirnya marunaru terus, jadi kalo ada yang mau kasih ide bisa review gimana sasunaru bakal ketemu dan balik lagi menjadi keluarga bahagia ...
akhir kata shira ucapkan Jaa nee,..
dont forget RNR.
