Bloody Red Habanero, Yellow Flash, Oni Kaichou, and Perverted Alien

Disclaimer : Naruto by Masashi Kishimoto

Kaichou wa Maid Sama! By Fujiwara Hiro

Pair : MinaKushi and MisaUsui

Genre : idk :3

Warning, alur cepat(menurutku), ada typo(mungkin?) dan yah... sejenis itulah...

Happy Reading!

"Jadi... Anak haram dan anak pungut, kita bertemu lagi..." Nada Gerard langsung berubah sinis.

Minato terlalu lelah untuk bertengkar dengan Gerard sekarang, masalah Kushina sudah cukup membuat pikirannya tidak tenang, ia tidak mau menjadi semakin marah dengan kata-kata Gerard. Tetapi kalimat Gerard membuat telinganya panas.

"Kita bertemu lagi... Aniki..." Usui menekan kata terakhirnya.

Gerard hanya tersenyum kecil. Apabila lebih diperhatikan, wajah Gerard dan Usui sangat mirip, perbedaan mereka hanyalah rambut dan mata. Usui memiliki rambut pirang jabrik, sedangkan Gerard rambut biru gelap yang lurus sampai telinganya. Warna mata Usui sedikit kehijauan, sedangkan Gerard berwarna biru terang.

"Aku mendengarnya, tentang gadis yang dekat denganmu." Gerard membuka suara.

"Aku tidak heran kalau kau mengetahuinya..." balas Usui santai.

Nada mereka terdengar santai, tetapi aura tidak menyukai satu sama lain sangat terasa.

"Akan kukatakan padamu dengan jelas dan aku tak akan mengulanginya lagi. Kalian tidak akan bisa bersama. Wanita itu memiliki pekerjaan yang sangat rendah, dibandingkan dirimu yang memiliki darah keluarga Walker. Wanita itu tidak pantas." Ujar Gerard sambil membenarkan kancing jasnya.

Usui menatap Gerard dengan mata yang tajam, ia harus tenang menghadapi kakak setengah kandungnya ini. Dan ini salah satu alasan kenapa Usui tidak suka kembali ke Britania.

"Kenapa bilang seperti itu?" Tanpa disangka Minato ikut membuka suaranya.

"Karena itu faktanya, wanita seperti itu tidak pantas menjadi bagian keluarga Walker." Jawab Gerard.

"Tapi kau tidak tau fakta yang lainnya..."

"Fakta bahwa kalian saling mencintai? Jangan membautku tertawa, seleramu sungguh rendahan, Takumi..." Gerard tersenyum mengejek.

"Ah... inilah yang membuatku prihatin kepadamu, Gerard-sama..." Minato menghela napas.

"Kau tidak pernah merasakan bagaimana jatuh cinta..." Lanjut Minato.

"Aku lupa, dibanding menghabiskan waktu untuk mencintai seseorang, kau harus menghabiskan waktumu untuk merawat tubuhmu yang serapuh kertas itu..." Minato menyentuh titik sensitif Gerard pada kalimatnya. Raut muka Gerard menjadi serius, tidak terima dengan perkataan Minato.

"Jangan memaksakan dirimu untuk bertengkar dengan kami, apabila nanti kau pingsan atau mati di sini, bisa membuat kami repot..." Entah mengapa, Usui tersenyum dalam hati mendengar kalimat Minato yang seperti mendoakan Gerard cepat mati.

"Kau berani-beraninya berbicara seperti itu padaku..!" Gerard mulai geram.

"Ah... maafkan kelancanganku, Gerard-sama..." Minato menakan kata '-sama' di kalimatnya sambil tersenyum sopan.

"Tetapi, jangan berani banyak bicara tentang Takumi dan Misaki kalau kau belum mengetahui apa-apa. Kau belum mengetahui siapa Misaki sebenarnya..." Ucapan Minato terdengar mengintimidasi, sambil berlalu dan melewati Gerard menuju halaman belakang.

Usui hanya tersenyum dan mengikuti langkah Minato.

"Aku membenci kalian berdua..." Ujar Gerard.

Minato dan Usui berhenti, Minato membalikkan badannya. "Kami sudah sangat mengetahui hal itu. Semoga harimu menyenangkan..." Minato membungkuk hormat, lalu ia berbalik dan melanjutkan langkahnya.

Gerard menatap kepergian Minato dan Usui, lalu ia berbalik dan segera menuju mobil hitam yang sudah sedaritadi menunggunya didepan.

--

Misaki merasa aneh dengan hari ini. Kushina, Minato dan Usui tidak masuk. Kelasnya terasa lebih sepi.

Misaki juga tidak menemui Minato dan Usui semalam di rumah sakit, padahal Misaki tau, mereka berdua ikut ke rumah sakit.

"Apa aku telpon si alien mesum saja ya?" Misaki menggenggam HP nya.

"Ah, tidak perlu, aku bisa menanyakannya saat mereka sudah masuk..." Misaki menyimpan kembali HP nya.

Lalu tak lama kemudian, seorang guru masuk. Setelah mengucapan salam, guru tersebut langsung memberikan informasi yang mengejutkan.

"Mulai besok, kalian akan di liburkan selama seminggu, karena persiapan kelas 12 untuk menjalani Ujian Sekolah..."

"YEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!!"

"Tapi aku akan memberikan PR yang banyak untuk kalian..."

"EEEEHHH????"

--

Minato dan Usui menikmati secangkir teh di halaman belakang.

"Terima kasih..." Usui berkata pelan.

"Tidak perlu, justru aku yang berterima kasih padamu. Aku butuh sebuah 'pelampiasan' dan kebetulan kakakmu yang sudah bersedia jadi samsak karena kesalahannya sendiri..." Ujar Minato spontan.

Usui tertawa, "Astaga, ternyata begini kelakuan kakak ku saat jatuh cinta..."

Minato memutar matanya, " Jangan mulai berpikiran aneh-aneh..."

"Haha... iya... kalau begitu, terima kasih kembali untuk yang tadi, kau sudah membela Misaki sampai seperti itu, walaupun kalian masih baru bertemu..."

"Yah, begitulah. Tapi aku juga menyadari, Gerard bisa melakukan apapun untuk memisahkan kalian berdua..."

"Kalau begitu, aku juga harus melakukan apapun untuk mencegah hal itu..."

Kushina menginjakkan kakinya di sebuah hotel mewah tepat jam 1 siang waktu setempat. Selama 2 minggu kedepan, ia akan berada di hotel ini.

"Ahh... capeknya..." Kushina membanting tubuhnya di kasur hotel yang empuk.

"Kushina, sana mandi dulu, lalu istirahatlah, nanti sore kita akan menemui dokter Shimazaki untuk memeriksakan keadaanmu..." Ujar Hashirama sambil melepas jasnya.

"Haiii..." Kushina membenamkan wajahnya pada bantal.

Kushina, Kakashi dan Hashirma mendapat kamar sendiri-sendiri, padahal Kushina tidak keberatan kalau mereka bertiga satu kamar. Kakashi lalu menatapnya 'Kau gila?!!'

Kushina bangkit dan melaksanaan perintah Hashirama.

--

Wajah Kushina memang masih luka-luka dan lebam di beberapa bagian, tapi sudah jauh lebih baik saat ia dilarikan ke rumah sakit.

Dokter Shimazaki sudah selesai memeriksa luka-luka di wajah Kushina, karena bagian tubuh Kushina hanya lebam-lebam, Kushina menolak dengan halus permintaan Dokter Shimazaki untuk memeriksa lebam di tubuhnya.

"Tenang saja dokter, bagian situ aman kok... " Ujar Kushina sambil tersenyum. Dokter Shimazaki tidak bisa memaksa dan tersenyum maklum.

"Baiklah... tapi kau harus rajin mengoleskan salep dan minum obat yang kuberikan. Jangan sampai aku menemukan obatmu tersimpan rapi di bawah bantalmu lagi... " Dokter Shimazaki tersenyum tapi aura menyeramkan terasa pekat dibelakang dokter yang sudah berumur 50 tahun itu.

Keringat Kushina menetes, "B-baik dokter... "

"Bagus! Sekarang segera makan dan minum obatnya... " Ujar Dokter Shimazaki sambil merapikan alat-alatnya.

"Terima kasih dokter... " ujar Hashirama yang sedari tadi memperhatikan mereka dari belakang.

"Sama-sama... Aku tidak menyangka kejadian seperti ini menimpamu Kushina, tapi aku percaya kau adalah gadis yang kuat. Persis seperti orang tuamu..." Dokter Shimazaki menepuk puncak kepala Kushina. "Baiklah, aku pergi dulu, nanti malam aku akan memeriksamu lagi... " Ujar Dokter Shimazaki sambil mengambil tasnya dan keluar ruangan di ikuti Hashirama dibelakangnya.

Kushina meregangkan tubuhnya. Mungkin saat ini di Jepang sudah gelap atau bahkan subuh. "Telpon Misaki ah..." Kushina segera mengambil hp nya.

--

"Paman Hashiramaaa~" suara ceria Kushina mengagetkan Hashirama yang sedang duduk di lobby sambil membaca koran dan juga mengagetkan Kakashi yang sedang meminum teh.

"Paman pasti lelah kan? Sini aku pijit..." Kushina segera memijit bahu Hashirama. Hashirama sudah hapal dengan sikap Kushina. Jika gadis ini tiba-tiba berlaku baik, pasti ada udang dibalik batu.

"Apa yang kau inginkan Kushina?"

"Waah... Paman peka sekali !!!" Kushina menepuk punggung Hashirama.

"Jadi...?"

Kushina segera duduk di kursi samping Hashirama.

"Seika meliburkan siswanya selama seminggu penuh mulai besok. Dan..."

"Kau ingin mengajak Misaki kesini?"

"Kyaaa!!! Paman peka sekali...!!! Andaikan semua lelaki seperti paman, pasti semua wanita akan bahagia! Tidak seperti lelaki berambut putih dan suka pakai masker. Dingin, pelit, menyebalkan, dan sombong sekali... " Kushina mulai mengejek Kakashi. Kakashi melempar majalah ke arah Kushina tapi Kushina berhasil menghindar. Membuat Kakashi tambah kesal.

"Baiklah kalau itu yang kau inginkan, tapi aku ingin kau memfokuskan dirimu untuk penyembuhanmu..." Hashirama mengelus rambut Kushina. Ia memang mengabulkan semua permintaan Kushina, walaupun Kushina sangat jarang meminta pada Hashirama. Asalkan masih dibatas wajar, Hashirama pasti akan mengabulkannya.

"Terima kasih...!" Kushina memeluk Hashirama ringan.

Hashirama tersenyum lalu segera mengambil ponselnya, dan menelepon seseorang.

"Halo Shoji, aku ada tugas untukmu... "

--

Misaki meregangkan tubuhnya, meskipun libur, ia tetap bangun pagi. Ia berniat mengambil koran pagi di kotak pos. Tetapi seorang lelaki bertubuh tegap dan memakai setelan serba hitam dan memakai kacamata hitam mengagetkannya. Lelaki itu berdiri di depan gerbang rumahnya.

"Ayuzawa Misaki-san?"

Misaki was-was. "Anda siapa?" nada waspada sangat terasa dari kalimat Misaki.

Lelaki itu segera melepas kacamatanya, "Maaf, tidak perlu waspada seperti itu..." Lelaki itu tersenyum. "Perkenalkan, namaku Shouji Yamada, aku anak buah Hashirama-sama. Beliau mengutusku untuk menemuimu..."

"Aahh... Begitu... Maafkan aku... kalau begitu silahkan masuk dulu, lebih baik mengobrol didalam saja... " ujar Misaki sambil membukakan gerbang.

Misaki mempersilahkan lelaki itu masuk.

"Shitsureishimasu..."

"Maaf, rumah ini agak tua... silahkan duduk disini..." Misaki mempersilahkan lelaki itu.

"Ara... Onee-chan, ada tamu?" Suzuna yang hendak berangkat, melihat Misaki bersama lelaki asing.

"Ada tamu?" Ayuzawa Minako, ibu Misaki berada dibelakang Suzuna.

"Ah... Maaf, mengganggu pagi-pagi seperti ini... " Shouji mengangguk sopan.

"Sekalian orang tua anda juga tahu, saya akan memberi tau pesan dari Hashirama-sama pada anda, Misaki-san. Saat ini Kushina-ojousama, Kakashi-sama dan Hashirama-sama sedang berada di Britania. Hashirama-sama meminta anda untuk menyusul mereka kesana hari ini..." Ujar Shouji.

Misaki melongo. "A-apa?! Aku kesana??! Untuk apa?" Misaki kaget, Suzuna dan Minako juga tidak kalah kaget.

"Untuk menemani Kushina-ojousama..." Ujar Shouji sambil tersenyum.

"T-tapi... paspor? biaya? apalagi aku masih harus bekerja!" kata Misaki setengah berteriak.

"Untuk biaya, semua sudah ditanggung Hashirama-sama. Untuk urusan pekerjaan, anak buah Hashirama-sama yang mengurusnya. Dan untuk paspor, itu termasuk tugas saya yang lain. semua kartu identitas diri milik anda masih berada di anda bukan? Saya tidak bisa membuatkan paspor karena saya tidak tau nomor identitas diri anda. Karena itu saya akan mengajak anda membuat paspor dan segera berangkat ke Britania hari ini..." Ujar Shouji kalem.

"Hari ini?!!" Misaki berteriak.

"Waahh... Onee-chan jangan lupa oleh-olehnya ya... Aku berangkat dulu..." Ujar Suzuna sambil berlalu.

"Seperti biasa, Hashirama-sama selalu baik hati ya... Kalau begitu, cepat kemasi barangmu Misaki..."

"Ah... B-baiklah..."

Misaki segera bergegas siap-siap. Minako dan Shouji mengobrol ringan.

"Aku sudah mendengar kabar buruk yang menimpa Kushina kemarin, aku belum bertemu dengannya sama sekali. Apa Shouji-san bertemu dengan Kushina sebelum Kushina berangkat ke Britania?" Ujar Minako sambil menyodorkan 4 irisan buah apel berbentuk kelinci.

"Aku melihat Kushina-ojousama saat berada di bandara kemarin. Hanya sebentar, setelah itu mereka langsung take off..."

"Keadaannya bagaimana?"

"Ia terlihat baik-baik saja... Meskipun ada beberapa luka dan lebam di wajahnya..."

"Kasihan sekali, kuharap ia benar-benar baik-baik saja..."

"Saya juga berharap demikian..." Ujar Shouji sambil tersenyum.

Tak lama kemudian Misaki kembali dengan 1 buah tas ransel dan 1 buah tas selempang. Ia memakai celana jeans kaos berwarna cokelat dengan jaket abu-abu yang tidak di resleting.

"Penampilan mu seperti bukan mau ke luar negeri, Misaki-chan..." Minako tertawa pelan.

"M-mau bagaimana lagi? Baju ini nyaman..." Jawab Misaki.

"Kushina-ojousama tidak akan mempermasalahkan pakaianmu Misaki-san, apalagi perjalanan udara yang membutuhkan waktu lama, memakai baju yang nyaman adalah pilihan yang tepat..." ujar Shouji.

Shouji melihat jam tangannya, "Bisakah kita betangkat sekarang? Kita tidak tahu pembuatan paspor akan memakan waktu berapa jam, Hashirama-sama, menyuruhku untuk membawamu secepatnya ke Britania..."

"Ahh... B-baiklah... Okaa-san, aku berangkat dulu..."

"Saya pamit, terima kasih apelnya..." Shouji membungkuk sopan.

"Sama-sama... Hati-hati dijalan..."

Misaki dan Shouji memasuki mobil hitam yang segera meninggalkan rumah Misaki.

--

Britania, malam hari.

"Kushina, kau kutinggal sebentar tidak apa-apa kan?" Ujar Hashirama sesaat setelah memasuki kamar hotel Kushina.

"Tidak apa-apa kok, memang paman mau kemana? " Ujar Kushina sambil menggigit biskuit cokelat yang ia beli tadi.

"Paman hanya ada pertemuan sebentar dengan petinggi perusaahan keluarga Walker..."

"Keluarga Walker? Keluarga pengusaha tersohor di sini?"

"Yah, begitulah..."

"Uwah... Pasti paman sedang ada proyek besar ya?"

"Memang ada, tapi paman masih mencari partner, jadi paman mengadakan pertemuan dengan Gerard Walker, pimpinan perusahaan..."

"Begitu, semoga sukses paman..."

"Baiklah, Kakashi sudah menungguku dibawah, jangan kemana mana ya Kushina, kalau ada apa-apa, segera telepon aku..."

"Siap paman!" Kushina tersenyum, ia berniat akan membaca buku di lobby hotel sambil memesan cokelat panas.

Setelah Hashirama pergi, Kushina segera turun ke lobby. Ia tidak sabar segera bertemu dengan Misaki.

--

"Selamat datang, Tuan Walker..." Hashirama menyambut kedatangan lelaki berambut biru tua itu. Usui Takumi dan Minato Namikaze berjalan dibelakang Gerard.

"Takumi-kun, lama tidak berjumpa... Minato-kun juga..." Sapa Hashirama sopan.

Usui dan Minato tidak menyangka pertemuan penting kata Gerard, ternyata berurusan dengan Hashirama yang notabene adalah Paman Kushina. Mereka bertemu terakhir kali saat di rumah sakit pada malam itu.

Minato menahan dirinya untuk tidak bertanya tentang Kushina pada Hashirama, karena ia tidak ingin Gerard mengetahui tentang Kushina.

"Mari kita mulai bicarakan tujuan pertemuan kita kali ini..." Ujar Gerard.

TBC