JH: Ah, it's hard to think of one for Suga-hyung...
S: Is it because i'm too perfect?
JH: *give a J-Nope face*
S: *give a swag gesture*
( BEEEP, okay stop this lmao )
.
.
Fanservice? Fanservice!
K+ - T
Bangtanboys dibawah naungan BigHit Entertainment, membernya lahir dari emak-babenya. Saya sebagai author cuma minjem nama.
Cast oleh semua member BTS
VKook and YoonMin Fanfic
( V and Yoongi as a seme; Kookie and ChimChim as an uke )
BL/YAOI/BoyXBoy/Friendship/Romance & humor (gagal)
Don't like don't read!
[ Fanfic ini merupakan fanfic pertama saya dalam fandom ini. Merupakan hasil jerih payah pemikiran saya sendiri. Mohon maaf jika banyak istilah yang salah karena saya masih baru dalam mengenal bahasa korea. Berkaryalah dengan imajinasimu sendiri dan jangan menjiplak milik orang lain. Trims ]
Enjoy
.
.
"Jimin-ah?"
Hoseok yang baru saja dari kamar mandi untuk buang air kecil, tak sengaja melihat pintu ruang latihan terbuka dan mendapati Jimin tertidur dilantai yang dingin dari ruangan tersebut. Langsung saja Hoseok menghampiri Jimin dan mengguncangkan kedua bahu Jimin. Astaga, jika begini ia akan kedinginan.
"Jimin-ah, bangun. Jimin!" Ucap Hoseok sedikit berteriak di telinga Jimin agar dirinya cepat bangun dan pindah dari tempat tersebut. Namja yang terkenal akan high pitchnya itu segera bangun beberapa detik setelahnya dengan pergerakan yang lambat. Ditangannya masih terdapat ponsel selepas ia saling membalas pesan dari Suga. Ia segera terduduk dan masih mengumpulkan nyawanya karena ia setengah tersadar sekarang. Hoseok tersenyum tipis dan mengacak-acak rambut Jimin seraya duduk disebelahnya.
"Kau berlatih sampai malam lagi? Jangan terlalu memaksakan dirimu, Jimin-ah" Ucap Hoseok sementara Jimin masih mengusap kedua matanya untuk menghilangkan kantuk.
"Hmm.. iya. Sepertinya aku tertidur tadi, Hoseok-hyung" Jimin tersenyum ke arah Hoseok "Habisnya tadi aku..." Lalu pikiran Jimin melayang kembali dimana ia mendapat balasan manis dari Suga. Ia tak bisa memastikan apakah Suga menggodanya atau tidak, tetapi yang jelas hal tersebut memalukan. Mungkin karena Jimin tak pernah mendapat pesan seperti itu sebelumnya? Entahlah. Ada perasaan aneh yang muncul dari perutnya lalu meluncur ke dadanya.
'Urat rasa malu milik Yoongi-hyung sudah putus mungkin...' Batin Jimin yang membuat wajahnya bersemu merah kembali. Hoseok yang memperhatikan gerak-gerik Jimin memiringkan kepalanya, lalu mengadahkan kepalanya ke atas dengan punggung yang bersandar pada dinding.
"Wajahmu memerah, Jimin-ah. Mungkin kau terkena demam? Ayo, sekarang kita pergi ke kamar untuk beristirahat dan menjenguk Yoongi-hyu—"
"HUWOO!"
Jimin tiba-tiba berteriak dan membuat Hoseok terpekik kaget dan mengusap dadanya. Ya, Hoseok gampang kaget. Yah, biasanya orang yang gampang kaget itu mudah untuk takut akan sesuatu. Segera, tangan Hoseok mencubit lengan milik Jimin. Jimin meringis pelan.
"Ouch! Hoseok-hyung mengapa kau mencubitku?!"
"Kau membuatku kaget!" Hoseok berhenti mengusap-usap dadanya "Mengapa kau berteriak begitu, hm?" Tanya Hoseok seraya bangkit berdiri dan merapikan kolor miliknya yang sedikit melorot. (Ya taulah, pakaian laki-laki kalau tidur :'v)
Jimin tidak tahu, mendengar nama itu saja membuat dirinya ingin meledak. Apakah ini sejenis perasaan benci..? Tidak, tidak. Bukan seperti itu. Dada Jimin ingin meledak rasanya. Jimin mencoba untuk melupakan hal itu, karena kini ia memang harus beristirahat agar ia bisa menceritakan kejadian yang menimpanya tadi sore pada Suga keesokan harinya.
"Tidak apa-apa kok, Hoseok-hyung. Terima kasih sudah membangunkanku!" Tukas Jimin dan memberikan cengiran polosnya hingga matanya menyipit. Hoseok membalasnya dengan senyum dan mencubit sebelah pipi Jimin.
"Iya, iya. Jika lain kali aku tak menemukanmu, bagaimana? Kau akan tertidur disini sampai pagi, kau tahu?"
"Hm, hm. Aku mengerti, Horse-hyung" Jimin menahan tawanya.
"Apa kau bilang?! Aku ini hyung mu!" Hoseok kembali mencubit lengan milik Jimin dengan keras; lebih keras dari sebelumnya dan membuat Jimin terpekik. Lihat saja sampai memerah begitu. Kekuatan tangan Hoseok tak bisa dianggap remeh, memang.
"AAAGH! Sakit, Hoseok-hyung!" Jimin meringis namun setelahnya ia tertawa dan disambut juga dengan tawa dari Hoseok.
Yah, mungkin memang lebih baik begini, Jimin-ah.
Aku mendukungmu.
( BTS )
Sang surya kembali terbit dari ufuk timur, pertanda bahwa hari yang baru sudah dimulai. Dorm dimana tempat BTS berada kini terdengar berisik seperti biasanya karena ulah V, Jungkook, Hoseok, serta Jimin. Jimin terihat bersemangat karena hari ini ia akan menemui Suga di rumah sakit. Jin sudah bangun dua jam lebih awal agar ia bisa tenang dari ulah-ulah para biang ribut.
Pagi ini Jin memasak sedikit, ia hanya memasak godeungo gui (Sejenis mackerel bakar/?), kimchi, dan juga nasi tentunya. Setelah makanan terhidang diatas meja, para biang keributan langsung saja terdiam karena mereka memang sudah seperti anak kecil saja. Jin merasa bahwa ia memelihara anak-anak burung yang baru lahir; ributnya minta ampun kalau tidak diberi makan.
"Kookie~" Panggil V yang berada di sebelah Jungkook. Baru saja Jungkook ingin memakan kimchinya, V sudah memanggilnya. Kali ini ada apa lagi? Perut Jungkook sudah minta diisi.
"Ada apa, hyung?" Tanya Jungkook dengan raut wajah penasaran.
"Bisakah kau melakukan ini? Nyom nyom nyom" V segera memakan kimchi miliknya lalu mengunyahnya sembari memonyongkan bibirnya. Seperti... bebek? Jungkook tertawa melihatnya. Memang, V tak kehabisan ide bodoh untuk membuat Jungkook tertawa, bahkan di pagi hari. Tanpa diperintah, Jungkook mengikuti V dan bahkan ia memberikan gestur lebih baik dari V. Astaga pasangan ini, ini masih pagi.
"Nyom nyom nyom" Jungkook malah menikmati mengunyah seperti V. V yang sudah menelan makanannya langsung tertawa diikuti Hoseok yang menunjuk-nunjuk Jungkook. Jin yang masih saja tenang, memakan makanannya dengan lahap lalu menelannya pelan. Saking senangnya Jungkook mengunyah dengan gaya seperti itu, bibirnya menyisakan makanan juga. V segera membersihkannya dengan ibu jarinya sendiri dan langsung saja menjilat sisa milik Jungkook dengan sexynya. Jungkook langsung saja berhenti mengunyah seperti bebek.
"V-hyung jelek jika seperti itu" Ucap Jungkook yang menuai protes dari sang kekasih. Lihat saja telinga Jungkook, memerah seperti itu. membuat V ingin memakannya saja dan menjadikan Jungkook sebagai sarapan.
"Sepertinya ada yang sudah jadian, ya? Kita makan daging nih nanti malam" Celoteh Jin yang daritadi tenang-tenang saja, diikuti dengan pekikkan dari Jimin dan Hoseok.
"Whoa?! Siapa? Kalian berdua? Taetae dan Kookie?!" Ucap Hoseok heboh layaknya ibu-ibu arisan yang tengah ngerumpi lalu disambut dengan tepuk tangan dari Namjoon juga Jimin. Kali ini, Jimin membandingkan perasaannya dimana ia membalas pesan dari Suga tadi malam dan sekarang ini, saat mendengar berita dari Jin bahwa V dan Jungkook sudah jadian. Ia biasa saja, sungguh. Hampa sekali, rasa senangnya berbeda saat ia mendapat balasan pesan dari Suga. Ini aneh.
"YAAY MAKAN DAGING!" Teriak Hoseok yang membuat VKook menjadi malu-malu dan beralih untuk memakan sarapannya. Jimin juga ikut teriak:
"MALAM PERTAMANYA GI—" Jimin langsung ditabok Jin.
Wajah Jungkook tak tertahankan. Kebiasaannya jika malu adalah menunduk, jadi ia menunduk dalam dan berusaha menyembunyikan wajahnya. V malah mengusap tengkuknya dan memalingkan wajahnya. Gara-gara Jimin yang berkata seperti itu, ruangan menjadi sedikit 'panas'. Pasangan baru ini malah memikirkan yang aneh-aneh.
"Safe s*x for kids" Ucap sang leader yang dari tadi hanya tertawa dengan santainya dan menyuruh para member lainnya untuk melanjutkan makan.
( BTS )
Setelah mandi dan sarapan, mereka segera berangkat menuju rumah sakit karena semalam manajer telah mendapat kabar bahwa keadaan Suga telah membaik dan sudah boleh dibawa pulang. Sesampainya di Rumah sakit, seluruh member menunggu dokter yang melakukan pengecekkan terakhir pada Suga lalu para member beserta manajer membungkuk untuk mengucapkan terima kasih.
"Yoongi, bagaimana keadaanmu?" Tanya sang manajer beserta para member yang mengelilingi tempat tidur Suga. Kini Suga sudah berpakaian rapi seperti biasanya. Suaranya yang melemah kini telah kembali kuat, wajahnya yang sangat pucat kini sudah kembali segar; walaupun warna asli kulitnya memang putih pucat.
"Yoongi-hyung, ayo lekas kita pulang. Aku tak bisa membuat lirik tanpa adanya sang genius sepertimu" Puji Namjoon seraya menyemangati Suga. Suga memberikan gestur swagnya yang membuat seluruh member tertawa kecil, mereka bersyukur karena Suga sudah kembali seperti semula, terutama Jimin. Kali ini Jimin belum mengucapkan apa-apa. Lidahnya terasa kelu.
"Aku memang genius. Lagipula, aku sudah menemukan judul yang bagus" Ucap Suga seraya turun dari tempat tidur.
"Apa itu?" Tanya Namjoon.
" 'I need u' " Suga menolehkan kepalanya pada Jimin; sosok dibelakangnya dengan senyum tipisnya, bersamaan dengan ia mengatakan 3 suku kata tersebut. Jimin sedikit tersentak saat Suga menoleh padanya dan sebelah pipinya memerah karena hal kecil tersebut. Belum lagi dengan suara bass milik Suga yang membuat kakinya melemah untuk berdiri. Ah, apa lagi ini? Urat rasa malu Suga memang sudah putus, begitulah pikir Jimin.
Hoseok yang melihat hal tersebut malah terkikik geli. Untungnya, member lain tak sadar akan tolehan Suga karena ia dengan cepatnya membalikkan kepalanya sembari mulai berjalan di samping Namjoon untuk meninggalkan ruangan. Hoseok segera berdiri disamping Jimin yang sepertinya tengah terbengong-ria.
"Jimin-ah, jangan bengong begitu~" Ucap Hoseok dan ia merangkul bahu Jimin tanda persahabatan. Jimin hanya terkekeh canggung, entah mengapa ia terbengong seperti itu, "Apa yang sedang kau pikirkan, chim chim? seseORANG YANG BARU SEM—" Mendengar Hoseok yang mencoba menyindir Suga yang jauh didepan, Jimin langsung membekap mulut Hoseok. Hei, Jimin. Apakah tak apa-apa jika membekap orang yang lebih tua darimu?
"Hoseok-hyung, kau bodoh! Jangan sengaja melakukan hal itu! Dan.. bagaimana kau tahu?" Tanya Jimin dengan tatapan polos layaknya anak anjing; menurut Hoseok. Hoseok hanya memberikan evil smirknya. Beginilah yang dimaksud Jimin, jika Hoseok sedang bersikap jahil ia akan tersenyum dan itu sedikit menyeramkan.
"Dari gerak-gerikmu begitu terlihat, Jimin-ah. Atau aku saja yang berpikir begitu? Entahlah. Tapi tebakanku benar, bukan?~" Ucap Hoseok dengan tampang tak bersalah disambut dengan anggukan pelan dari Jimin.
"Jimin"
"Hm?"
"Ku beri kau tips..."
"Huh?"
( BTS )
Sesampainya di dorm, para member segera sibuk dengan urusannya masing-masing seperti Jin yang membersihkan dapur, Namjoon yang melanjutkan 'tidur pagi'nya serta pasangan VKook yang tengah bermain game bersama. Hoseok tengah pergi ke minimarket untuk memberi barang yang telah dirusaki oleh Namjoon karena mustahil jika benda-benda tersebut diperbaiki bahkan untuk Suga.
Omong-omong soal Suga, kini ia tengah berada di studionya. Selepas sakit, pikirannya dan juga tangannya sudah gatal ingin membuat lirik lagu. Ia bahkan bermimpi dan mimpinya itu cukup memberikan inspirasi. Mungkin beginilah otak-otak jenius untuk para composer. Kini Suga tengah mengetik juga mendengarkan referensi lagu dengan sebelah headphone miliknya.
TOK TOK TOK
Pintu ruangannya terketuk, membuat ia mengalungkan headphonenya di leher. Ia mengijinkan masuk tanpa menoleh ke arah pintu karena sepertinya ia tahu siapa yang sedang berada di luar sana.
"Mian ne, aku mengganggumu, Yoongi-hyung" Ucap namja manis yang tengah membawa dua cangkir coklat hangat pada kedua tangannya. Tuh kan, Suga benar. Pasti yang datang adalah Jimin. Terkadang ia ingin Jimin kembali memakai baju maid berwarna pink saat meet&greet mereka waktu lalu dan menjadikannya maid pribadi. Tanpa sadar Suga terkekeh dengan aura jahatnya yang membuat Jimin tersentak.
"Kau tak apa-apa, hyung?" Tanya Jimin yang meletakkan salah satu cangkirnya pada meja Suga. Suga pun kembali ke dunia nyata.
"Tak apa. Gamsahamnida" Ucap Suga lalu mengambil cangkir miliknya dan menyeruput coklat hangat tersebut. Suga tak begitu suka yang manis-manis, namun selama yang membuatnya adalah Jimin, ia rasa tak apa-apa. Sementara Suga menyeruput coklatnya, Jimin hanya memegang cangkirnya dengan kedua tangan, lalu mengetuk-ngetuk mulut cangkir tersebut dengan salah satu telunjuknya.
"Hyung..."
"Hm?"
"Aku ingin bercerita tentang..."
"Tentang apa?" Suga yang sudah selesai menyerupu coklatnya, langsung menatap Jimin yang telah duduk disampingnya.
"Perasaanku pada Jungkook"
"Aku tak ingin mendengarnya. Pergilah" Ucap Suga dingin dan langsung membuat hati Jimin sakit. Mengapa? Biasanya ia tak begini. Rasanya beribu jarum menusuk hatinya dan tanpa sadar ia menggenggam erat cangkir miliknya sendiri.
"Hyung.. dengarkan aku dulu"
"Aku sibuk"
"Hyung..."
Hyung, aku juga ingin menceritakan perasaan anehku ini padamu.
Mengapa kau tak mau mengerti?
( TBC )
Saya bingung mau nulis apa di chapter ini. Soalnya mikir keras banget supaya alurnya ga begitu cepet dan ga begitu lambat. Jadinya tiap kali saya ngetik 200 kata, bobo. 200 kata, bobo lagi :'v #gapenting
Btw apa saya aja yang denger ada suara perempuan nyempil di lagu Butterfly nya BTS waktu mau bagian akhir? Atau perasaan saja aja? Wkwkwk pasti pada langsung dengerin nih wkwk :v /udah
Terima kasih atas reviews, favs dan follows kalian hingga jari-jari saya dapat mengetik dengan leluasa/? ^^ Mohon maaf juga karena translate lagu yang salah di chapter sebelumnya. Habisnya saya screenshot trus sepertinya saya salah liat screenshotnya wkwk
Oh ya, sepertinya setelah ini saya tak bisa update kilat lagi karena kuota saya yang menipis dan udah mau deket libur. Libur = ga ada uang bulanan, jadi yah.. hahaha /ketawa miris/ mohon maaf sebesar-besarnya /bows/ tapi saya tetap lanjut kok wkwkwk, kalau kuota saya masih terselamatkan sampai besok, mungkin saya bisa update besok.
Yak, sekian dan terima kasih telah membaca!
