Title: WAS BITTER SMILE (THE MEANING OF HATE)
MAINCAST: WONKYU slight SEUNGKYU
Suppoert cast: Choi parents and butler
RATE: T semi M
GENRE: SAD, HURT, ROMANCE
AUTHOR:ApolDes
Ada beberapa adegan M disini, tapi tidak banyak. Saya canggung mengetiknya. Yang belum 17 jangan baca bagian 'itu'nya yaa. Dikit kok. Jadi gak bakal ketinggalan alur gegara ngeskip paragrafnya. Oh iya, KONFLIK disini sangat berat mungkin, tapi santai... untuk meredakan konflik saya sudah punya ide untuk chapter berikutnya kok. So, just read and review okay?
Nyonya Choi melangkah menuju ruang kerja suaminya, tampak beberapa 'tangan kanannya' membungkuk hormat setiap bertatap muka dengannya. Ia hanya mengangguk, menandakan bahwa Ia menerima hormat dari bawahannya. Langkah kakinya berhenti di depan pintu kaca transparan yang menghubungkan dengan ruangan suaminya. Dari sini, Ia dapat melihat suaminya masih berkutat dengan berkas-berkas di mejanya. Ia tahu, kesibukan suaminya semakin meningkat karena masalah yang timbul akhir-akhir ini. Entah, namun masalah yang baru saja melanda keuangan perusahaan seakan ganjil. Mungkinkah ada ulah orang dalam?
Tn. Choi mendongak, menatap istrinya yang menapakkan heelsnya dengan ringan. Mengamati wajah yang mulai berkeriput dengan seulas senyum terbaik yang dimilikinya, senyum yang sama yang dimiliki oleh putranya, Choi Si Won. Ia bangkit, memeluk istrinya yang membuka kedua tangannya lebar. Sejenak penat akibat pekerjaan terasa hilang, mungkin berbagi dengan istrinya mampu memberi semangat yang lain baginya.
"Bagaimana anak-anak kita?" Tanya presdir dengan usia separuh abad itu. Sang istri menaruh tasnya di sofa, sebelum membalas tatapan sang suami.
"Mereka baik, hanya saja. Ulah Seunghyun semakin membuatku pusing. Keponakan kita itu sangat terobsesi pada uri Kyuhyun-ie. Aish, kenapa bisa pesona menantu kita membuat semua orang pusing?" Tuan Choi tertawa lepas. Meskipun pernikahan putra mereka menjadi skandal baru di perbisnisan Korea, namun tidak dipungkiri. Harga saham perusahaan keluarga Choi justru meningkat drastis.
Wanita yang sudah sedikit berkeriput pada ujung kelopak matanya memudarkan senyumnya, Ia mengingat masa lalu. Suaminya yang mendapati tawa istrinya mereda melemparkan tatapan bertanya, menunggu sang istri menyampaikan sesuatu.
"Apakah kematian Choi Yung Sik menjadikan Seunghyun seperti itu?" Gusar Nyonya Choi dengan tangannya yang saling meremas. Tuan Choi menggenggam tangan istrinya, menenangkan dan menjawab kegusaran istrinya. "Seunghyun tidak akan seperti ayahnya, Ia hanya kecewa kepada menantu kita. Kau tahu kan, dulu Seunghyun menunggu Kyuhyun begitu lama untuk Kyuhyun membuka hatinya." Timpal Tuan Choi. Ia menerawang, mengingat saat dimana Seunghyun masih menjadi anak penurut dan baik hati.
"Berarti disini Kyuhyunlah yang salah?" Simpul Nyonya Choi setelah memikirkan perkataan suaminya. Tuan Choi mengedikkan bahunya tidak tahu, lalu Ia mengambil sebuah koran di meja, membaca berita harian yang menjadi kebiasaannya.
"Yeobo, tidak mungkin Kyuhyun bersalah, Seunghyun hanya terlalu berharap dan menutup hatinya untuk orang lain. Jika saja Kyuhyun bersama anak Yung Sik –Seunghyun-, mereka akan sama-sama terluka. Seunghyun mencintai Kyuhyun namun Kyuhyun mencintai Siwon. Akan lebih baik jika Seunghyunlah yang mengalah, bukan?" Tandas nyonya Choi setelah mempertimbangkan masalah yang mendasari peristiwa besar keluarga Choi.
"Masalah anak muda memang sulit dimengerti. Namun menurut pendapatku, Seunghyun semakin kecewa dan memendam dendam kepada kita karena satu, Kyuhyun yang memilih Siwon, dan dua. Kematian Yung Sik akibat saham perusahaan keluarga mereka kita beli karena mereka bangkrut." Jelas Tuan Choi sambil melipat korannya dan membenahinya di meja. Ia menyeruput kopi dan kembali melangkah ke meja kerja. Nyonya Choi mengikuti dibelakangnya, melihat beberapa pekerjaan suami yang menunggu di atas meja.
"Tapi yeobo. Aku merasakan perasaan tidak enak tentang anak kita di Korea. Tidak inginkah kau mengunjungi anakmu? Apalagi.." Nyonya Choi tampak bingung, Ia ingin menyampaikan ancaman Seunghyun, namun lidahnya kelu bahkan hanya untuk mengucapkan sepatah kata ancaman yang berputar di kepalanya.
"Apalagi apanya?" Tanya Tuan Choi penasaran, Ia memutar kursinya. Percuma jika Ia melanjutkan pekerjaannya jika istrinya membuatnya penasaran. Pasti ini masalah besar.
"Seunghyun mengancam keberadaanmu disini yeobo, maka dari itu aku menyusul dan ingin membawamu pulang. Aku takut dengan kejiwaan Seunghyun. Bahkan kata gila masih terlalu baik untuk menggambarkan kondisinya." Tuan Choi mengerutkan keningnya, lalu sedikit perasaan tidak enak menelusup ke bilik hatinya.
"Kau istirahatlah, aku akan menyelesaikan ini. Malam nanti kita ke Korea, ani. Sore ini juga. Aku akan menyelesaikan ini secepat mungkin." Tandas Tuan Choi akhirnya. Meskipun Ia menduduki jabatan paling atas di perusahaan besar ini, Ia tidak mau hanya mengandalkan bawahannya yang berjumlah ribuan. Ia memiliki tanggung jawab yang besar. Maka dari itu, keluarga Choi memegang teguh amanat yang mereka pikul. Karena amanat itulah marga Choi menjadi sorotan masyarakat.
*ApolDes*
Ranjang di kamar utama Choi itu berantakan. Beberapa helai pakaian tampak berserakan. Suara desahan dan erangan tak sabar terus mengalun di ruang kedap suara itu. Kyuhyun yang pasif, hanya mampu mengerang dibawah kuasa Choi Siwon. Mereka akhirnya melakukan kegiatan yang seharusnya setiap pasangan lakukan. Walau kakinya lumpuh, Kyuhyun masih merasakan prostatnya dihujam dengan nikmat. Peluh membasahi keduanya. Entah sudah cairan keberapa yang Siwon masukkan ke 'lubang' Kyuhyun. Yang pasti mereka melakukan kegiatan 'itu' sejak beberapa jam yang lalu.
"Aah.. I'm close babehhh..ohh." Erang Siwon dengan tubuh mengejangnya. Ia merasakan kelegaan tiada tara ketika apa yang tersimpan dalam twinsballnya Ia muntahkan dalam 'istrinya'. Kyuhyun menyusul kemudian. Peluh mereka menetes, dan senyum kebahagiaan tersalur dari bibir keduanya. Siwon menganbil selimut, menutupi tubuh mereka sampai sebatas dada. Ia melepas juniornya perlahan, lalu berbaring menyamping menghadap babynya, membelai wajah rupawan yang Ia puja.
"Kau hebat, sayang." Puji Siwon membuat Kyuhyun tersipu. Wajah cantik itu memerah, lalu menutupinya dengan kedua telapak tangannya. Siwon gemas, lalu membuka kedua tangan yang menutupi wajah istrinya dan mengecup setiap bagian wajah itu secara bergantian. Ia bangkit ke posisi duduk, lalu mengambil beberapa helai tissue di meja nakas. Ia menatap Kyuhyun lama.
"May I clean it?" Tanya Siwon dengan hati-hati. Takut perasaan babynya tersinggung kala Ia menyentuh 'adik' Kyuhyun dibalik selimut.
"Asal jangan sampai kau menginginkannya lagi." Jawab Kyuhyun dengan wajah kian memerah kala Siwon semakin menggodanya karena jawabannya tadi. Ia sedikit malu saat Siwon mulai membuka selimut mereka, menampakkan tubuh polosnya yang diselimuti cairan cinta mereka. Siwon membersihkan semua celah tubuhnya dengan hati-hati, kemudian mengakhiri kegiatannya dengan mencium tangan istrinya.
"Aku akan mandi." Pamit Siwon setelah memakai celana boxernya. Kyuhyun mengiyakan. Ia kembali menyelimuti tubuhnya sampai sebatas dada. Sejenak Ia terlonjak saat pintu tiba-tiba terbuka. Menampilkan seorang pelayan dengan segelas minuman hangat. Tampak dari gelasnya yang masih mengepulkan asap samar. Setidaknya kamar itu sudah sedikit rapi, Siwon sudah mengemas pakaian mereka di keranjang kotor.
"Apa Siwon hyung meminta minuman?" Tanya Kyuhyun setelah pelayan itu meletakkan gelas di nampannya ke nakas.
"Tidak, tuan. Tapi minuman ini untuk tuan. Eomma saya mengatakan, minuman ini baik untuk anda." Sahut pelayan itu dengan kepala menunduk. Kyuhyun tampak memperhatikan wanita itu, membuat wanita dengan seragam pelayan rumah Choi itu gugup dan semakin menundukkan kepalanya.
"Mianhae, apakah ada yang salah dengan saya, tuan?" Heran wanita itu kala saat matanya melirik tuannya, mereka bertemu pandang.
"Kau, sepertinya kemarin menatapku tidak suka. Apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?" tanya Kyuhyun penuh selidik. Wanita itu menggeleng keras, lalu menjawab.
"Mianhae, tuan. Jeongmal mianhae. Maaf atas kelancangan saya, saya patut tuan hukum." Mohon wanita itu dengan posisi berlutut, Ia meneteskan airmatanya. Merasa takut karena perbuatan bodohnya hari kemarin. Kyuhyun bingung sendiri, Ia ingin bangkit. Namun dengan posisi nakednya dibalik selimut, tidak mungkin Ia duduk dan menampakkan sebagian tubuhnya kepada pelayannya, apalagi itu wanita. Bisa terjadi kesalahpahaman jika itu terjadi.
"Y-yak, gwaenchana. Aku hanya bertanya. Kau tidak perlu melakukan itu. Berdirilah, kau boleh pergi." Wanita itu menyeka airmatanya, lalu membungkuk berkali-kali sembai memohon maaf. Lalu Ia berlalu meninggalkan kamar utama itu dengan wajah suram sarat kekesalan.
"Ada apa baby?" Tanya Siwon sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ia mengambil cologne dan menyemprotkannya ke tubuh atletisnya secara merata. Lalu Ia menatap babynya yang masih terdiam. Rupanya istrinya itu tengah minum, pantaslah tidak langsung menjawab.
"Eobseo, hanya seorang pelayan yang mengantarkan minuman ini." Jawab Kyuhyun setelah meneguk minuman hangatnya. Siwon mengangguk paham. Lalu memakai pakaian formalnya, untuk kemudian merapikan tatanan rambutnya yang mulai memanjang.
"Kau akan berangkat di hari menjelang petang? Tidak biasanya." Protes Kyuhyun saat menyadari pakaian formal Siwon membungkus dengan indah tubuh atletis itu.
"Ada makan malam dengan klien dari cabang, baby. Hyung pastikan pulang lebih awal. Kau mau mandi?"
Kyuhyun mengangguk, lalu mendapati tubuhnya beralih ke kursi roda, dan dibawa ke kamar mandi khusus di ruangan itu.
"Aku akan berangkat setelah kau selesai mandi dan memastikanmu kembali tidur. Besok kau akan terapi lagi. Ingat?" Kyuhyun menganggukkan kepala. Lalu memulai mandinya dengan sedikit senandung, sedangkan Siwon menyiapkan beberapa berkas yang belum selesai Ia kerjakan untuk dibawa ke kantor esok hari.
*ApolDes*
"Apa? Hampir ketahuan? Dasar bodoh! Kenapa kau begitu ceroboh, hah?" Seru Seunghyun di ruangan kosongnya. Ia menggeram marah setelah menerima kabar dari seberang.
"Siwon akan pergi?" Tanya Seunghyun kemudian. Sebuah seringai tampak dibibirnya.
"Untuk makan malam? Perfect! Lakukan sesuatu. Aku akan mengirim pesan untukmu." Seunghyun semakin melebarkan seringainya. Ia menutup sambungan telepon dan mengetikkan beberapa kalimat untuk dikirim ke penelepon tadi, lalu menyimpan ponselnya di sebuah kotak bawah tanah yang dibuat secara diam-diam oleh orang suruhannya. Tidak mungkin Ia sembarang memainkan ponsel disini. Bisa-bisa semua fasilitas yang diam-diam Ia miliki tersita.
Ia di Tiongkok, jauh dari obsesi dan musuhnya. Namun tangan kanannya menyebar di setiap sudut negara yang dipijaki oleh targetnya, baik target utama maupun target pengganggu. Bersyukur Ia memiliki pesuruh gelap dengan bayaran yang Ia sadap dari keuangan keluarga Siwon. Maka dari itu Ia tidak ambil pusing akan apapun yang terjadi padanya. Ia cukup pandai untuk menutupi segala keburukan yang Ia perbuat.
Seunghyun meraba kantung celananya, mengambil sebuah korek api dan sebuah foto dari kotak bawah tanahnya.
"BabyKyu, kau membakar hati ini. Ini sungguh sudah sangat membara. Kau harus terbakar juga, baby. Sama sepertiku, kkekeke." Kekeh Seunghyun sambil menyalakan koreknya, membakar kertas bergambar wajah cantik Kyuhyun dengannya ketika sekolah menengah atas dulu.
"Sebelum kau, aku harus menyingkirkan bibit penghalang cinta kita, sayang. Dimulai dari mertua bodohmu itu, mereka penyebab kematian abeojiku, dan mereka memperlihatkan kepada dunia betapa malunya keluargaku setelah terpuruk. Mereka harus mati, Mati, MATIIII...!" Seru Seunghyun sembari menggesekkan kepala korek api di tangannya ke lantai, menyebabkan timbulnya percikan api yang keluar akibat gesekan itu. Beberapa petugas kesehatan disana mulai berdatangan. Salah seorang dari mereka membawa obat penenang. Namun salah, Seunghyun menampik semua tangan yang berusaha menenangkannya. Seseorang yang membawa segelas air untuk penawar rasa pahit obat mulai resah. Gelas di tangannya terjatuh dan pecah. Seunghyun mengambil sebagian pecahan gelas yang berada dekat disampingnya dan berteriak.
"Siapapun yang menghalangi jalanku harus mati!" Seru Seunghyun kepada petugas yang masih berusaha mendekatinya.
"DASAR BODOH!" Teriak Seunghyun sambil melempar pecahan gelas di tangannya kepada seorang petugas yang berjalan mendekat kearahnya sembari mengatakan hal menenangkan. Namun sayang, usaha petugas itu menghasilkan luka nyata yang lebar. Mengenai lengannya yang tidak terlindung lengan seragamnya. Darah itu mengalir, menetes dan menimbulkan kepanikan dari petugas yang lain. Seunghyun tertawa puas. Ia melihat bagaimana warna merah yang anggun itu mengalir dari lengan petugas keras kepala yang Ia lukai. Tetapi tawanya itu kian reda, ketika sebuah sengatan jarum suntik menusuk lengannya dari belakang. Dan Iapun takluk.
*ApolDes*
Nyonya dan Tuan Choi dalam perjalanan mereka menuju bandara. Mereka siap dengan kepulangan mereka ke Korea untuk berkumpul bersama anak dan menantu mereka. Perasaan senang dan ragu menghantui pikiran mereka. Seorang supir yang membawa mereka mengemudi dengan baik, namun empat puluh lima menit perjalanan menuju bandara pasti akan terasa sangat lama. Jadilah mereka berbincang untuk menghilangkan kesunyian.
"Yeobo, apakah program kita akan berhasil lakukan?" Tanya Nyonya Choi penasaran. Ia dan suaminya memiliki rencana untuk anak dan menantu mereka dengan diam-diam.
"Maksudmu program hamil untuk Kyuhyun?" Nyonya Choi mengiyakan pertanyaan balik suaminya. Ia tersenyum sendiri, membayangkan bagaimana menantunya bisa hamil, maka Korea akan kembali dibuat gempar oleh keberadaan mereka.
"Sepertinya akan berhasil. Semoga saja dalam waktu dekat mereka 'berhubungan', sehingga sel telur yang ditanam dalam rahim Kyuhyun akan bereaksi." Jawab Tuan Choi ringan.
"Kau ingat saat kita menanam rahim di tubuh Kyuhyun, yeobo? Anak itu tampak takut dan terlihat menggemaskan." Kenang Nyonya Choi, saat wajah Kyuhyun memerah ketika Ia berhasil menerima rahim hasil operasinya. Wajah kekanakan Kyuhyun tampak begitu menggemaskan dan membuatnya ingin selalu mencium menantu cantiknya itu. Namun apalah Ia, yang hanya pengganti ibu dari anak sahabatnya itu. Hah, Kyuhyun. Hanna, ibu Kyuhyun melahirkan seorang pria berwajah wanita tulen. Membuat siapapun tidak akan percaya jika Kyuhyun adalah pria.
"Supir Shim, bukankah arah bandara tidak melewati jalan ini? Seharusnya kita berbelok ke kanan di pertigaan tadi." Tegur Tuan Choi saat menyadari rute yang mereka lalui tidak sama seperti biasanya. Nyonya Choi yang baru menyadari turut panik. Pasalnya jalan yang mereka lewati kini adalah jalan sepi dengan tikungan tajam di duaratus meter kedepan. Dan di setiap tikungan jalan itu terdapat sebuah lahan batu.
"Maafkan saya tuan Choi." Lirih supir itu dengan tangan gemetaran. Kedua Choi itu semakin panik. Mereka menanyakan ada perihal apa sampai supir kepercayaan mereka mengungkapkan maaf.
"Hentikan mobilnya, tuan Shim! Sudah cukup jalan-jalannya. Pesawat kami akan segera lepas landas!" Tegas Tuan Choi. Ia tidak mengerti kenapa si supir malah semakin menekan pedal gasnya.
"Maafkan saya tuan, saya berkhianat. Hamba pantas mati." Tangis supir itu pecah, Ia semakin brutal menekan pedal gasnya. Nyonya Choi mulai berteriak ketakutan, sedang Tuan Choi masih menuntut penjelasan.
"Seunghyun-ssi, membayar saya mahal untuk penyembuhan putri dan istri saya. Saya harus melakukan ini untuk melunasinya, mianhamnida, sajangnim. Kita akan mati bersama disini. Saya pantas bersemayam di neraka setelah ini." Tuan Choi berteriak marah kala mendengar nama Seunghyun disebut. Ia melepas sabuk pengamannya, mencoba mengambil kendali si supir agar mobil mereka berhenti. Namun apa yang diserukan supirnya mampu membuat seluruh tulangnya lemas.
"Percuma sajangnim, mobil ini sudah kehilangan remnya. Pesuruh Seunghyun-ssi sudah merencanakan semua ini sejak lama. Mianhae, sajangnim. Jeongmal mianhae." Supir itu melepas sabuk pengamannya, membuka kunci setiap pintu mobil untuk mengeluarkan mereka setelah mobil berhenti akibat tabrakan yang pasti akan terjadi nanti. Ia melirik ke belakang, tuan Choi memeluk kepala istrinya, dan memanjatkan do'a agar diberi keselamatan atas mereka semua. Perasaan berdosa semakin menyusup di hatinya. Ia mengkhianati tuan yang sudah membantunya berpuluh tahun lamanya. Ia berdosa, merasa kotor dan hina. Dan teriakannya menggema ketika mobil mereka menabrak pembatas jalan, berguling di bebatuan besar dan berhenti dalam posisi terbalik. Hingga beberapa detik kemudian,
BOOMMM
Kita tahu suara apa itu.
*ApolDes*
Kyuhyun menatap jam dinding di kamarnya, sudah subuh dan Ia masih terjaga. Siwon belum juga pulang, membuatnya tidak bisa tidur dan perasaan tidak enak menghantui pikirannya. Ia takut terjadi apa-apa pada Siwon. Ia putuskan untuk kembali mendial nomor suaminya, berharap akan ada jawaban setelah kesekian kalinya Ia mendial nomor yang sama. Dan usahanya berhasil, jawaban dari seberang membuatnya tersenyum senang, namun tidak bertahan lama.
"Ssssh, oohh..ppa. Babyhhmuuh oohh I'm cum." Setetes, dua, tiga, dan seterusnya menjadi beratus tetes keluar dari mata indah Kyuhyun. Pria cantik itu menangis, kala mendengar suara desahan yang saling bersahutan itu memekakkan telinganya. Kyuhyun melempar ponselnya ke tembok, saat jemarinya terasa lemas untuk Ia gunakan menyentuh layar ponselnya. Ia menjerit, menutup kedua telinganya berharap suara yang menyambangi telinganya berhenti mengalun. Namun Ia menyesal, suara menjijikkan itu terus berputar, membuatnya menangis histeris dan ingin mengamuk. Ia lempar gelas di nakasnya beserta lampu tidur yang masih menyala. Bantal disampingnyapun Ia lempar ke sembarang arah, Ia hanya ingin menghentikan suara yang masih mengalun di telinganya, namun masih tetap tak mau berhenti dan membuatnya bergulingan di atas ranjang, mengeluarkan tangisnya yang semakin menjadi. Tapi malang, tubuhnya terjatuh dngan posisi menyamping sehingga mengenai pecahan gelas dan lampu yang Ia lempar ke lantai. Membuatnya semakin menangis meratapi kepiluannya.
"Apa karena aku lumpuh, eoh? Apa aku sudah tidak berguna, hah? Siwon hyung kau benar-benar jahat!" Seru Kyuhyun di sela tangisnya. Dan berikutnya dapat Ia dengar suara langkah kaki mendekat. Ia percaya pelayannya mendengar raungannya, apalagi dengan gelas dan lampu yang pecah.
"OMONA!Kepala Pelayan, Tuan Kyuhyun!" Seru salah satu pelayan yang mendapati tuannya terbaring di lantai dengan beberapa darah yang keluar dari lengan dan kaki tuannya.
*ApolDes*
Siwon berlari ke kamar utama rumahnya, Ia terkejut saat mendapati Ia bangun pagi di hotel tempatnya makan malam dan saat pulang pelayannya memberi kabar buruk perihal istrinya. Namun sebelum Ia sampai membuka gagang pintu kamarnya, sebuah panggilan dari kantor di Kanada mengurungkan niatnya membuka pintu. Tangannya menggeser layar ponselnya dan mendengar kabar dari telepon seberang.
"Mwo? Uri eomma? Juga abeoji? Eodineunde, eoh? Gotjimal! Yak! Jangan bercanda!" Emosi Siwon memuncak kala pihak kantor Kanada mengabarkan perihal kecelakaan orangtuanya. Ini sulit dipercaya. Ia mencoba menetralkan suasana hatinya, namun seorang pelayan yang mendatanginya kemudian membuat seluruh tubuhnya nyaris tak bertulang.
"Sajangnim, ada telepon dari rumah sakit Kanada. Ini perihal Tuan dan Nyonya Choi.." Adu wanita itu dengan tangis yang siap meledak. Siwon menjatuhkan tubuhnya ke lantai. Apakah ini lelucon? Benarkah orangtuanya mengalami kecelakaan? Tidak mungkin.
Tanpa pikir panjang, Siwon melangkah menuju kamarnya. Ia memerlukan pelukan istrinya, setidaknya untuk mendapat ketenangan dari sana. Namun kenyataan kembali menamparnya. Kyuhyun menatapnya tajam, dengan pisau yang menempel diatas pergelangan tangannya. Didampingi pelayan yang berusaha membujuk Kyuhyun agar menjauhkan pisau itu dari pergelangan tangannya.
"BABY, APA YANG KAU LAKUKAN?" Seru Siwon. Ia tidak menyangka kepulangannya akan disambut jamuan semengerikan ini. Kyuhyun terlihat menjatuhkan airmatanya, sebelum berteriak.
"MENDESAHLAH BERSAMA WANITA JALANG ITU CHOI SIWOOON! PUASKAN WANITA JALANG YANG KAU ANGGAP KLIENMU! UNTUK APA KAU PULANG, HAH! AKU BAHKAN TIDAK BISA MENDESAH SEPERTINYA KEPADAMU! KAU PUAS DENGANNYA?!" Siwon melebarkan matanya. Apa yang dikatakan istrinya? Apakah istrinya mengalami trauma kembali. Tapi kenapa sepilu itu Ia mengatakannya?
"Baby, bisa kau jelas.."
"TIDAK ADA YANG PERLU DIJELASKAN! SEMUA SUDAH JELAS! KAU BERCINTA DENGAN PEREMPUAN JALANG. GO NOW! GOOOOOO!" Seru Kyuhyun sambil menekan pisaunya, membuat kulitnya mulai terkoyak dan berdarah. Siwon tentu naik pitam, dibuat malu didepan pelayannya setelah mendapat kabar duka dari Kanada. Emosinya benar-benar diambang batas. Harapannya untuk menenangkan diri pada Kyuhyun justru membuatnya semakin meluap.
"OK! FINE! I'M GONE!" Final Siwon, dengan membanting pintu dengan keras, membuat siapapun yang berada disana berjengit. Tidak terkecuali Kyuhyun. Pria manis itu melemparkan pisaunya ke lantai, membiarkan darah yang baru mengupas kulit arinya mengalir begitu saja. Ia meremas rambutnya kasar, sebelum akhirnya pingsan dan membuat pelayan di sekitarnya menjerit panik.
Dibalik keramaian pagi di rumah Choi itu, seorang pelayan tampak menyibukkan diri untuk menghubungi seseorang.
"Sajangnim, Choi family benar-benar kacau sekarang. Saya meminta bayaran penuh beserta bonusnya dari anda sekarang." Adu pelayan itu dengan nada setengah berbisik, takut akan ada orang lain yang mendengarnya.
"Aku belum menyadap banyak uang dari perusahaan Choi, bersabarlah sedikit, OK? Bayaranmu akan sampai paling lambat besok. Sekarang, satu persatu kesakitan yang kurasakan mulai terbayar, bahkan terasa lebih menyakitkan, bukan? Choi Si Won-ssi? Kkkkk" Jawaban serta gumaman Seunghyun itulah yang sekiranya mampu didengar pelayan munafik itu
TeBeCe
Jantung readers tidak berdetak mengerikan, kan? Sorry for LIME
Review?
