Blooded Knife

Genre : gangster, romance, yaoi, tragedy

Fandom : the GazettE

Pair : AoiHa, ReiKa

Rate : M

Disclaimer : the GazettE punya PSC, tapi cerita abal nan gaje ini punya saia :3

Kayaknya... saya kali ini lagi bener-bener MONK level dewa. Nggak ngerti lagi mau ngapain, nggak pengen makan apapun, yang dipengen cuman tidur, dan eke membengkalai tugas –w-

Sepertinya cerita ini akan terinfluence berat ama Viewfinder + kuroshitsuji 2 XDDd kan openingnya Shiver :3 *tapi yang di dengerin malah Distress and Coma #plak*


REITA'S DOOMSDAY !

Until your distress sleep, fill me up with your grief

-some one dream-

"master, please wake up, it's evening already"seorang pria berambut raven dirty blonde dengan pakaian bulter era victoria namun juga mengenakan noseband ini membangunkan Earl-nya yang sedang tertidur dengan pose yang –uhuk- menggoda. Bagaimana tidak dia menggunakan robe warna biru muda yang sangat pas dengan kulitnya yang mulus, posisi kaki yang terbuka lebar hingga memperlihatkan...underwearnya dan dada yang terekspose dengan jelas. Sungguh masternya ini defenseless sekali. Jika butlernya seorang yang pervert mungkin dia akan 'memakan' masternya ini mentah-mentah.

"ngh... 5 minutes please"master bishienya kini merubah posisi tidurnya kesamping

"master, tapi tuan Yoshiki akan kemari 30 menit lagi untuk menghadiri acara minum teh bersama anda" bisik yang butler.

Sontak sang majikan langsung terlonjak bangun 'the fuck' wajah masternya kini berubah horor.

"jika anda tidak segera bangun dan tetap berpose defenseless begini, tuan Yoshiki mungkin... akan menyerang anda tanpa ampun" ancam butlernya sambil tersenyum

"noooooooooo ! fucking noooo! Being raped by those old geezer. Just hell no !" tidak tidak, meskipun dia sudah tau dirinya sudah tidak tertarik kepada perempuan sejak kecil tapi keperawanan (?)nya direnggut oleh kakek-kakek pervert bukanlah sebuah pilihan. Meskipun kakek pervert itu tinggal manusia yang tersisa di dunia ini, lebih baik dia diperkosa oleh harimau atau serigala saja. Umh.. did I sense beastialist here ? (note : beastialist = sexually attracted to animals. Kencenderungan memiliki hasrat seksual kepada hewan)

"master do you mind to take off those robe ? saya sudah mempersiapkan baju untuk master" tawar sang butler singkat

"hn" akhirnya sang master yang memiliki rahang tegas tapi manis ini berdiri didepan butlernya lalu melepaskan jubah mandinya dan membiarkan area pribadinya saja yang tertutupi. Dengan sabar sang butler memakaikan baju kepada sang master.

"sudah selesai, master"

"persiapkan Daarjeling tea" sang master yang memiliki warna rambut karamel yang senada dengan warna matanya ini berbegegas ke pintu masuk mansion, sebenci apapun, dia harus bersifat seperti Earl.

~skip~skip~skip~

"Welcome to my mansion, Yoshiki-san" Kai memberikan sambutan hangat kepadaYoshiki

"oh, Kai" Yoshiki yang tidak disangka-sangka ternyata langsung nyosor saja kepada Kai. Untunglah sang butler segera menariknya jika tidak, bibir perawan Kai tidak akan perawan lagi. Well itu lebay

"master Yoshiki, please behave" peringatan sang butler tegas

"ah... maaf~, nee, bagaimana kabarmu hari ini Earl Yutaka ?" sapa Yoshiki sambil menicum punggung tangan Kai dengan penuh sopan

"aku masih seperti biasa" jawab Kai asal

"master Yoshiki, Botchan, silahkan. Meja teh anda sudah siap di taman samping" sang butler mempersilahkan

"silahkan Yoshiki-san, kita bicarakan urusan bisnis kita disana" tawar Kai sebagai Earl yang baik

"tentu" Yoshiki mengikuti Kai menuju taman samping mansionnya

Tentunya sebagai seorang butler yang baik Reita mempersilahkan kedua master ini menuju tempat mereka minum teh. Setelah sang master duduk, Reita segera memperisiapkan teh dan afternoon snack yang biasanya dihidangkan bersama dengan tehnya.

"tuan Yoshiki, botchan saya permisi dulu" Reita mengundurkan diri untuk mempersiapkan kamar tamu untuk Yoshiki

"hai" jawab Kai bosan.

Tanpa ragu-ragu Reita meninggalkan Kai dan Yoshiki untuk mengurusi masalah bisnisnya, sedangkan dia mengambil ratusan kunci untuk masing-masing kamar dan memilih salah satu kunci untuk kamar tamu. Reita dengan gesit segera memperbaharui mulai dari bedsheet hingga kelambu kamar tamu ini dan membersihkannya hingga tidak ada satu debupun yang tersisa. Ia sangat tau bahwa Yoshiki sangatlah perfeksionis

Sedangkan Kai yang ditinggal sendirian oleh Reita, kali ini Yoshiki tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melakukan 'tindakan asusila' kepada Kai. Yah mau gimana lagi, orang Yoshikinya Shota dan Kai emang menggoda... *singkatnya begitu* tapi untunglah Reita segera kembali ketaman dan menemukan Kai yang kancing bajunya sudah terbuka semua dan berada di bawah Yoshiki.

"um.. Yoshiki-sama, bisakah anda menyingkir dari Botchan ?" Reita menyindir dengan sopan

"..." Yoshiki masih diam, tampak memikirkan sesuatu, namun akhirnya dia melepaskan Kai juga yang langsung beringsut ke arah Reita

"sure, tapi bersyarat" Yoshiki menyeringai kecil

"apa itu tuan Yoshiki ?" tanya Reita sopan

"ne, Kai bagaiamana jika kau melakukan S/M kepada butlermu ini?"

"hai ?" Kai langsung shock dan ekspresi mukanya sungguh horor

"jika tidak, sebaiknya aku membatalkan kontrak kerjasama kita" Yoshiki mulai merapihkan bajunya dan beranjak pergi

"matte ! jika aku melakukan apa yang kau minta, apa kau akan menyetujui proyek yang aku ajukan ?" tanya Kai hati-hati

"tentu saja, sistem bagi hasilnya 60-40, seperti yang kau inginkan" tawar Yoshiki

Tentu saja ini peluang yang sangat bagus untuk Kai, kapan lagi Yoshiki memberikan keuntungan lebih untuk dirinya, biasanya Yoshiki bukanlah orang yang ingin rugi, Yosh. Sepertinya Reita juga tidak keberatan. Fikir Kai dalam hati

"baiklah, kalau begitu" akhirnya memilih untuk menyetujui. "Rei, kau mau membantuku kan ?" tanya Kai mengkonfirmasi

"yes, my lord" jawab Reita mantap

Reita mulai melepaskan sarung tangannya, melonggarkan dasi dan melepaskan coat butlernya adan menyisakan kemeja putih dan celana panjang hitam miliknya.

"do as you please, my lord" Reita menawarkan diri kepada sang master

"surely, I won't hesitate" jawab Kai penuh keyakinan

Memulai apa yang diminta oleh Yoshiki, Kai mulai mengikat kedua tangan Reita bersamaan dengan badannya dibagian lengan atas, lalu memakaikan borgol ditangannya yang berada di belakang badan Reita yang kini berada di posisi berlutut menghadap Kai yang siap-siap memukulkan cambuk berwarna hitam

"you love it when I hurt you self, don't you" cerca Kai

"but unfortunately you skill is suck master" cemooh Reita yang masih bisa menyeringai meski dihujani cambukan oleh Kai

"it sir to you, bastard !" Kai mencambuk semakin keras bahkan menendangi Reita, namun sang butler sepertinya tidak merasa kesakitan

"what is it ? you so mad that you can't fuck me" tantang Reita

"watch you mouth, lowlife !" Kai menendang Reita hingga tersungkur 'bagaimana ini, kenapa aku merasa begitu... hmm excited ? damn why I'm hard' batin Kai

Tanpa berfikir panjang Kai duduk di dada Reita yang sedang terlentang ditanah, menunjukkan selangkangannya yang mulai basah karena precum

"it's your duty, right ? to clean me up"

"on your argument, sir ?" seringai Reita

"shut up ! and suck me off !" Kai yang kesal segera melesakkan kejantanannya kemulut Reita, dengan senang hati butler pervertnya ini melakukan blow job kepada Masternya

-yak disini akan dimulai full text dan monolog dari Kai-

=TIME : now=

Mh..., it's feels so burning..."m-more" sebenarnya Kai masih tidak percaya bahwa dirinya sedang memohon Reita yang sedang melakukan blowjob kepadanya namun sepertinya yang butler menurut saja kepadanya dengan mempermainkan kejantanan Kai lebih lagi didalam mulutnya

"haa-ah! Reita... nh.. not so intense..." Kai merasa bahwa seluruh panas tubuhnya berkumpul di perut dan selangkangannya yang rasanya akan meledak

"yah ! not there ! no! No...no ahh!" Kai berusaha menutupi mulutnya karena sensasi yang menyerang tubuhnya. Hmm sepertinya apa yang dia rasakan sangat berlebihan jika hanya diberikan blowjob, tapi dia merasa ada sesuatu yang besar yang memasuki dirinya... um.. dari belakang... Kai mencoba melihat ke arah belakangnya, tapi dia tidak menemukan Yoshiki maupun Reita sedang memasukinya... tapi tapi... dan Kai mulai bingung

=TIME : in other situation=

"tch, bisa-bisanya kau pingsan ditengah seperti ini Kai" Reita kesal, sebagai pelampiasan kekesalannya dia memilih untuk 'menghajar' Kai good and hard enough. Reita memastikan bahwa Kai tidak akan bisa berjalan hingga seminggu

"nh! R-Rei! ahh"

"heh, masih bisa merespon ternyata" tanpa menunggu lebih lama, Reita menggerakkan pinggulnya makin brutal, melakukan penetrasi makin dalam terhadap Kai

=NOW=

"ahh ! Reita ! stop.. n-not there, not s-so intense! Hah ! I-I can't.." Kai mencoba untuk melepaskan diri dari Reita namun sepertinya tenaganya pergi menghilang entah kemana "Rei... Reita... ah! Hah! Coming! No it's c-coming ! haah~!" Kai melengkungkan punggungnya seperti busur ketika akhirnya dapat melepaskan seluruh rasa panas yang berkumpul di perut bagian bawahnya. Tiba-tiba Kai merasa sangat mengantuk dan jatuh dipelukan Reita dan akhirnya tertidur dengan lelapnya

=BACK TO REALITIES AND REAL PLOT=

"nn!" Kai merasakan kosong yang aneh ketika Reita menarik keluar kejantananya dan berpindah kesampingnya meraih air mineral di nightstand miliknya "nn... Rei.. I feel so wet"

"oh, akhirnya kau bangun" jawab Reita enteng

"eh ?!"

"kenapa ? kau terlihat kaget Kai" tanya Reita enteng

Kai shock melihat kondisinya sendiri tertelungkup dikasur, tanpa sehelai bajupun dan tubuhnya penuh keringat, sedangkan diselangkangannya dan dari lubangnya dia merasakan bahwa cairan lengket yang terasa aneh mengalir keluar dari sana. 'eh... wait... jangan bilang bahwa aku baru saja menyelesaikannya dengan Reita...' Kai segera berbalik menyamankan diri dalam posisi duduk dan langsung saja rasa sakit menyerang bagian bawahnya

"ouch..."

"hati-hati, jangan membalikkan badanmu dengan spontan"

"Rei... ng... barusan... kita.." Kai mencoba memastikan

"hai, exactly" Reita menyeringai

Oh tidakk... Kai merasa lemas, dia mengira itu hanya mimpi tapi tertnyata...

"ada apa Kai ? kau tidak ingat ?" Seringai Reita makin lebar

"b-bukan begitu !" Kai mengelak, namun tidak bisa menyembunyikan muka bingung nan polosnya itu

"wajahmu mengatakan sebaliknya Kai-kun!" Reita menggunakan penekanan lebih jika sedang menggoda Kai

"t-tidak !" Kai berusaha mengelak. Namun memang sepertinya Reita selalu lebih cepat dari Kai, dan yang terjadi justru Kai sekarang ini sudah berada dipangkuan Reita dan menghadap kekasihnya... oh tidak, posisinya sangat tidak menguntungkan, sudah dapat dipastikan bahwa Reita akan mengambil keuntungan dari hal ini. Dan benar saja, dalam sekali hentakan kebawah dan kejantanan Reita yang sudah mengeras akhirnya menancap sempurna kembali ke lubang milik Kai

"gyaaaaahh~!" Kai shock dengan penetrasi yang tiba-tiba namun sialnya Reita langsung mengenai sweetspotnya dan... habislah dia ketika Reita mulai menggerakkan pinggulnya

"yaah! Reita! Ah!.. mh.. hi-ahhh! Reitaa! P-please.. ah ah! Release... meahh~!"

Mendengar permintaan ukenya bukannya Reita semakin berhenti malah semakin menjadi-jadi, karena dalam prinsipnya, ketika seorang uke meminta berhenti artinya dia meminta lebih... yah mari berdoa agar Kai bisa berjalan dalam kurun waktu seminggu

~skip~skip~skip~

Matahari bersinar sangat cerang pagi ini -atau siang ini-, namun kedua love birds ini masih menyamankan diri dalam pelukan masing-masing pasangan, sebelum terganggu oleh suara

alarm di hp salah satunya

"tch, tidak bisakah kau hentikan suara berisik handphone mu itu Kai" sungut Reita

"ouch! Kenapa Rei-chan tidak mematikan sendiri, pinggang dan pinggulku mati rasa" jawab Kai tidak kalah sengit, akhirnya Reita memilih untuk mengalah dan merain ponsel Kai yang berada diatas bed mereka, membuka lock screennya dan membaca alarm apakah itu. Dan betapa terkejutnya Reita ketika dia membaca memo yang berada dibawah alarm tersebut

PAPA VISIT, TODAY 11 AM. Fucks it's gotta be his doomsday, jika saja headquarter melihat anaknya berada ditempat tidur dan tidak bisa berjalan dan selangkangan anaknya penuh dengan cairan putih dan lengket hingga paha dalamnya. Oh tidak Reita tidak ingin impoten dini.

"ada apa Rei-chan ?" tanya Kai yang masih setengah mengantuk

"kau pasti tidak ingin mendengarnya" jawab Reita gugup

"hm ? ada apa- yawn" Kai masih mengantuk

"Headquarter akan kesini" Reita horor

"eh ?"

"jam 11, dan sekarang sudah jam 10.45"

"fuck! Ouch ! ite ite ite ! sakit" Kai kembali meremas kasurnya karena tubuh bagian bawahnya sangat sakit untuk digerakkan

"tunggu disini ! aku akan membawakan handuk panas untukmu dan tissu" tawar Reita yang segera melompat keluar dari tempar tidurnya dan segera memakai celananya asal lalu menuju kamar mandi

"kau yang membuatku begini, bodoh !" Kai justru balik mencaci Reita

Ding-dong~

Habis sudah habis sudah... headquarter sudah disini! Tidak sempat menyahut satu kemeja atau kaos, Reita segera berlari kepintu depan dan membukakan pintu untuk Inoran

"selamat pagi, headquarter" Reita menunduk dalam menyapa 'ayah mertuanya'

"hn, tidak perlu terlalu sopan, aku tidak membawa banyak orang hari ini" memang sih hal itu terbukti dengan Inoran yang hanya masuk sendiri dan 2 pengawalnya yang berdiri didepan lorong apartemen Reita dan Kai

"biasanya Kai sudah berceloteh, pagi begini dan kau seharusnya sudah berada di ruang kerjamu, dimana Kai" Inoran langsung ke pokok pembicaraan

'fuck' batin Reita. Semoga Kai sudah selesai membersihkan tubuhnya.

Namun sepertinya apa yang diharapkan Reita tidak sesuai dengan kenyataan! Ketika Inoran membuka pintu kamar Kai dan... pemandangan yang terlihat adalah Kai tanpa busana sedang membuka kakinya lebar-lebar dan sedang membersihkan tubuh bagian bawahnya yang lengket dengan cairan Reita dengan air hangat dan tissue... dan Kai hanya bisa melongo melihat ayahnya seperti ini dan dengan polosnya menyapa

"selamat pagi, ayah"

"hn" kontan rokok yang dihisap Inoran terjatuh dan langsung mati ketika menyentuh lantai, disaat yang sama Inoran segera membanting pintu didepannya dan segera menuju Reita dengan muka murka

"brengsek! Kau apakah Kai ?!" Inoran sekarang ini sedang bernapsu membunuh Reita. Karena tidak bisa berjalan akhirnya Kai hanya bisa berteriak-teriak kepada ayahnya agar tidak membunuh Reita disaat itu juga

"papa ! hentikan, dengarkan aku baik-baik" teriak Kai

"tidak bisa ! aku harus mematahkan kedua kakinya" ancam Inoran

"papa ! jika papa melakukannya aku akan membenci papa seumur hidup !" Kai mengancam balik.

Dan bak sebuah trigger bagi Inoran, akhirnya dia melepaskan Reita dan kembali menuju kamar Kai yang kini sudah selesai membersihkan diri dan menutupi tubuhnya dengan kemeja kebesaran milik Reita...

'oh fuck, I'm doom' batin Reita


Review ?