Title : I Got Kyu Little Runaway
Rating : M (for some BJ)
Pairing : Changmin x Kyuhyun
Disclaimer : none of the characters from this story were mine, I only use their name for the purpose of expressing my own imagination. No plagiarism allowed!
Warning : If you're against this pairing or boy x boy themed fic please stop yourself from reading this story any further, I've warned you!
no proofreads! i typed this in less than 3 hours so it may consist some error.
"Halo, Yunnie" sosok itu berbalik, membuat tubuh Yunho menegang seketika. Kedua mata musangnya membulat tak percaya.
"Jae…" bisik Yunho kaget dan dengan perlahan tangannya yang menodongkan pistol kearah pria bernama Jae itupun bergerak turun lunglai di sisi tubuhnya.
"Kenapa…kau…" Yunho seperti kehilangan kata-katanya, ia benar-benar tak percaya dengan apa yang sedang ia lihat saat ini. Bagaimana mungkin kekasihnya yang baru tadi pagi ia lamar bisa ada di tempat seperti ini, menodongkan pistol kearah orang yang seharusnya ia lindungi.
"Ada banyak hal yang tak bisa kubagi denganmu…terlalu berbahaya dan terlalu buruk untuk kau dengar" ucap Jaejoong. Ujung pistolnya masih mengarah tepat ke kepala congressman Kim, membuat pria berusia hampir 50 tahun itu tak bisa bergerak dari tempatnya.
"Sebenarnya aku ingin merahasiakan ini darimu…tapi sepertinya aku sudah ketahuan. Seperti yang kau lihat, aku adalah assassin…dan aku ditugaskan untuk membunuh pria tua ini. Ia tak seperti yang kau pikirkan, Yunnie…pria tua inilah dalang dari percobaan kudeta terhadap pemerintahan kita dan ia…membahayakan seseorang yang penting bagiku" Jaejoong tersenyum.
Lidah Yunho terlalu kelu untuk bersuara dan pria bermata musang itu hanya bisa terdiam di tempatnya saat ujung pistol Jaejoong yang tadinya mengarah kepada congressman Kim tiba-tiba sudah mengarah kepadanya.
"Maafkan aku, Yunnie…I love you" Jaejoong menarik pelatuk pistolnya dan suara tembakan menggema dalam ruangan itu bersamaan dengan jatuhnya tubuh Yunho ke lantai dengan sebuah peluru bersarang di dadanya.
.
.
.
.
"JAAEEE!" Jerit Yunho, pria itu mengangkat satu tangannya seolah ingin menarik sosok Jaejoong yang ada di mimpinya itu. Pria berusia 29 tahun itu membuka kedua matanya, nafasnya memburu membuat dada bidangnya bergerak naik turun. Peluh sudah membasahi pelipisnya. Dengan gerakan lambat sang inspektur bergerak untuk duduk diatas ranjang sambil mengusap wajahnya. Yunho mencoba untuk mengatur nafasnya kembali, pria itu menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan melalui mulutnya, ia melakukan itu beberapa kali sampai degupan jantungnya terasa kembali normal. Yunho menutup matanya, hampir setiap malam ia selalu memimpikan pria itu, kekasihnya yang menghilang sejak insiden penembakan di villa congressman Kim tiga tahun yang lalu, tubuh Jaejoong dan juga congressman Kim tidak berhasil ditemukan walaupun sudah melalui pencarian selama hampir dua minggu. Sampai saat ini Yunho masih belum bisa menerima kenyataan kalau Kim Jaejoong, Jaejoongnya yang begitu lembut dan ramah itu adalah seorang pembunuh bayaran, terlebih lagi ia tak segan-segan melayangkan tembakan ke Yunho.
Perlahan Yunho mengangkat satu tangannya, bergerak untuk menyentuh bekas tembakan di dada kirinya, satu-satunya peninggalan Jaejoong untuknya. Yunho sempat merasa marah pada Jaejoong, ia merasa dikhianati dan ditipu oleh pria cantik itu tetapi perasaan itu meluruh begitu saja saat ia sadar apa sebenarnya maksud Jaejoong melumpuhkannya di hari itu. Jaejoong memang menembaknya, menembak dada kirinya tapi tembakan itu tidak mengenai jantungnya. Untuk ukuran seorang pembunuh profesional tidak mungkin Jaejoong bisa keliru dan salah menembak, menurut keterangan Changmin yang saat itu ikut dengannya, Jaejoong juga sempat berkata untuk segera menyelamatkan Yunho sebelum akhirnya ia menjatuhkan dirinya ke laut bersama tubuh congressman Kim. Saat itulah Yunho sadar, Jaejoong ingin melindunginya dengan satu-satunya cara yang bisa ia lakukan-mencelakai Yunho. Kalau saat itu Jaejoong tidak melumpuhkannya, mereka pasti terlibat dalam sebuah pertengkaran mulut dan para polisi yang juga turut serta dalam misi akan mengetahui hubungan antara Yunho dan Jaejoong, hal ini tentu saja akan membahayakan posisi Yunho sebagai polisi.
"Kenapa kau malah memilih untuk menyelamatkanku dan bukannya menyelamatkan dirimu sendiri" bisik Yunho. Sampai saat ini perasaan itu masih ada, ia masih begitu mencintai Jaejoong dan berharap dengan menangkap Marcus Cho-yang diketahui merupakan orang yang memperkerjakan Jaejoong-ia akan menemukan keberadaan Jaejoongnya, ia tak perduli dengan apapun bahkan statusnya sebagai inspektur kepolisian karena saat ia menemukan Jaejoong ia tak akan melepaskan pria itu lagi.
"Aku yakin kau masih hidup Jae…dimanapun kau berada saat ini…aku masih mencintaimu"
.
.
.
.
Changmin sedikit membungkukkan tubuhnya saat ia berpapasan dengan sosok Cho Ara di depan kamar tidur Kyuhyun. Saat ini sudah pukul delapan pagi dan seharusnya ia dan Kyuhyun sudah dalam perjalanan menuju TC Company tapi sampai saat ini Kyuhyun belum juga bangun dari tidurnya. Kalau harus menyebutkan satu saja kelemahan dari Cho Kyuhyun, pria manis itu tidak bisa bangun pagi.
"Seperti biasa, bocah itu belum bangun" ucap Ara saat Changmin sudah berdiri di hadapannya.
Changmin sedikit tersenyum, sejujurnya ia sangat menyukai hubungan Kyuhyun dan Ara, kakak-beradik itu memang sering beradu mulut tapi keduanya jelas saling menyayangi dan melindungi, terkadang Changmin berpikir mungkin kalau kedua orang tuanya tidak meninggal saat ini ia juga sudah memiliki seorang adik dan mungkin hubungan Changmin dan adiknya akan seperti hubungan Kyuhyun dengan Ara.
"Kau coba bangunkan dia, Min. Noona belum selesai menyiapkan sarapan" ucap Ara sambil menepuk punggung Changmin. Wanita itu tersenyum sebelum berjalan dengan santai meninggalkan Changmin yang masih berdiri mematung di depan pintu kamar Kyuhyun.
Membangunkan Kyuhyun? Ini bukan pertama kalinya Changmin membangunkan bossnya itu tapi…dengan recordnya selama ini saat membangunkan Kyuhyun, Changmin jadi harus menelan ludah.
Dengan perlahan Changmin membuka pintu kamar Kyuhyun yang terbuat dari mahogany. Dari tempatnya berdiri Changmin bisa melihat sosok Kyuhyun yang masih bergelung dengan selimutnya diatas tempat tidur. Kembali Changmin menelan ludahnya sambil mengucapkan mantra di dalam hati 'Semoga kali ini Kyuhyun tidak tidur dalam keadaan naked'
Yah, inilah alasan Changmin berulang kali menelan ludah. Kebiasaan Kyuhyun yang selalu tidur tanpa sehelai benang pun membalut tubuh moleknya itu selalu membuat Changmin kelagapan tiap kali ia berusaha membangunkan Kyuhyun. Bagaimana tidak, sosok Kyuhyun yang berbalut suit lengkap saja bisa membuat semua pria melirik padanya apalagi sosok Kyuhyun yang tak berbalut apapun! Kulit putih mulus itu, tubuh yang langsing namun berisi di bagian-bagian yang tepat itu, wajah yang manis seperti wanita itu, Changmin merasa jantungnya tak akan sanggup kalau harus melihat Kyuhyun dalam keadaan naked. Well…ia juga lelaki normal yang punya nafsu dan horny saat melihat seorang boss mafia bukanlah sesuatu yang baik.
Tapi sayangnya permohonan Changmin kali ini belum dikabulkan yang maha kuasa karena begitu ia sampai di sisi ranjang Kyuhyun ia bisa melihat bagaimana dada putih dan sedikit montok itu bergerak naik-turun dengan tenangnya, oh ya…dan jangan lupakan kedua nipple kecoklatan milik Kyuhyun yang menggoda tangan Changmin untuk menyentuhnya itu.
'Yah Shim Changmin! Sadarlah!'
Changmin menepuk kedua pipinya dengan kuat.
Satu tangannya terjulur untuk menyentuh lengan Kyuhyun, kulitnya yang putih pucat terasa sangat halus di telapak tangan Changmin. Lagipula lengan Kyuhyun benar-benar tak berotot sama sekali. Ia tak habis pikir dengan tubuh bossnya itu, Kyuhyun bisa saja lolos sebagai wanita kalau ia mau.
"Kyu…bangunlah" panggil Changmin sambil sedikit menggoyangkan tubuh Kyuhyun. Bossnya itu memang menyuruh Changmin memanggilnya hanya dengan nama tanpa embel-embel boss atau sajangnim saat mereka hanya berdua, begitupun Kyuhyun akan memanggil Changmin dengan nama kecilnya saja.
"Engh…" lenguh Kyuhyun pelan, kedua alisnya bertaut dan ia bergerak-gerak tak nyaman dalam tidurnya.
'Ayolah Changmin, tahan dulu sebentar'
"Kyuhyun-ah…ini sudah pukul delapan, kita harus segera ke kantor" ucap Changmin lagi, masih berusaha membangunkan Kyuhyun.
"Berisik, noona!" tiba-tiba saja Kyuhyun menarik tangan Changmin yang menyentuh lengannya, gerakan Kyuhyun itu membuat tubuh Changmin ikut tertarik kearah Kyuhyun dan pria tinggi itupun terhempas keatas tubuh Kyuhyun dengan posisi kepalanya berada di dada telanjang milik sang pria manis. Changmin bisa merasakan bagaimana kulit dada Kyuhyun bersentuhan dengan wajahnya, dan bibirnya! Astaga…Kyuhyun terasa begitu lembut dan harum dan…Changmin! Sadarlah!
"Biarkan aku tidur lima menit lagi…" ucap Kyuhyun masih terdengar mengantuk, sepertinya ia sedang ngelindur dan ia pikir yang sedang ia peluk saat ini adalah noonanya, padahal itu kan Changmin!
Jantung Changmin seperti sedang jumpalitan di dalam rongga dadanya, ia benar-benar mati kutu, tak bisa berbuat apa-apa dalam posisi seperti ini-Kyuhyun memeluk kepala Changmin di dadanya- yang bisa ia lakukan adalah berdoa semoga Kyuhyun cepat tersadar dari kantuknya sebelum ia menyerang bossnya itu.
"Kyu…mau sampai kapan kau…OMONA!" suara pekikan Ara membuat tubuh Kyuhyun melonjak kaget. Seketika matanya terbuka dan hal pertama yang ia lihat justru wajah Changmin yang sedang menatapnya dengan posisi Changmin berada di atas tubuhnya.
"HUWAAAAA!" Jerit Kyuhyun, dengan kuat ia mendorong tubuh Changmin sampai pria tinggi itu terjatuh ke lantai, Kyuhyun langsung menarik selimutnya menutupi dadanya yang tadi terekspos.
"Apa yang kau lakukan di kamarku?! Kenapa kau bisa berada diatasku?!" tanya Kyuhyun panik mendapati Changmin dan dirinya dalam posisi yang sangat berbahaya. Ara yang awalnya berniat mengecek Kyuhyun masih berdiri di depan pintu. Matanya menatap kaget pemandangan di depannya. Ia tak salah lihat kan tadi? Changmin dan Kyuhyun…
"Aku bisa jelaskan semuanya!" jawab Changmin cepat. Benar-benar pagi yang heboh di kediaman keluarga Cho.
.
.
.
.
Kyuhyun masih tidak bisa menatap Changmin setelah insiden yang terjadi di kamarnya pagi tadi. Walaupun sebenarnya ia yang salah-Changmin sudah menjelaskan semua yang terjadi-tapi ia masih terus terbayang-bayang akan tatapan Changmin padanya saat ia memeluk Changmin tadi. Mata bulat Changmin itu…menatapnya seakan-akan mereka adalah sepasang kekasih. Astaga…Kyuhyun bahkan bisa merasakan pipinya mulai memanas saat ini.
"Sajangnim"
Kyuhyun menutup matanya, mungkin benar kata Hyukjae…ia memang tertarik pada Changmin.
"Cho sajangnim"
Tapi…bagaimana bisa ia menyukai Changmin! Dari begitu banyak wanita yang mengantri untuk menjadi kekasihnya ia justru menyukai lelaki?! Memang selama ini Kyuhyun tidak menolak hubungan sesama jenis-Seunghyun clearly lusting over him!-bahkan ia juga pernah beberapa kali berkencan dengan wanita maupun pria tapi ia tak benar-benar menyukai mereka, it's only lust that driven him.
"Kyuhyun-ah!"
Kyuhyun tersentak begitu mendengar suara Yoochun yang menggelegar. Pria manis itu membulatkan matanya menatap Yoochun yang saat ini tengah berdiri di depannya. Ya ampun, Kyuhyun bahkan lupa kalau saat ini ia sedang berada di markas organisasi! Ia terlalu sibuk memikirkan Changmin padahal saat ini ada hal yang lebih penting yang harus ia selesaikan.
"Maafkan aku…aku sedang memikirkan sesuatu, apa yang ingin kau katakan Mickey?"
Yoochun menatap Kyuhyun beberapa saat, memastikan kalau bossnya itu akan mendengarkan kalimat yang akan keluar dari mulutnya.
"Kami sudah mencari keberadaan Sungmin dan sepertinya…ia diculik oleh si pengirim iPhone itu sajangnim"
Kyuhyun menutup matanya, ia sudah menduga hal ini akan terjadi. Pria yang menantangnya bermain game itu tidak main-main dengan kata-katanya.
"Kami menemukan ini di depan pintu apartemennya" lanjut Mickey sambil menyerahkan sebuah boneka kelinci berwarna pink kepada Kyuhyun, ia meletakkan boneka itu diatas meja lalu menekan bagian perutnya.
'You have 48 hours to find me before I became a very naughty little rabbit. I'll give you some clue…you can find me in a place where sea doesn't have a sky'' suara aneh yang terdengar sudah diubah itu keluar dari dalam boneka. Kyuhyun tanpa sadar mengepalkan tangannya dengan kuat. Siapapun pria gila itu, ia tak akan segan-segan membunuhnya.
.
.
.
.
"Baiklah tuan, saya permisi dulu" ucap seorang wanita berpakaian rapi sambil membungkukkan badannya, ia terlihat membawa banyak berkas di tangannya. Sosok itupun berbalik dan pergi meninggalkan ruangan berukuran delapan kali delapan meter itu.
Pria yang dipanggil tuan itu tengah duduk di kursinya, sibuk memeriksa beberapa dokumen yang baru saja diserahkan sekretarisnya barusan. Satu tangannya yang sedang memegang ballpoint berhenti bergerak, ia meletakkan ballpoint itu diatas meja lalu tangannya tersebut bergerak kearah bawah kursinya, mengelus kepala yang sejak tadi bekerja memuaskan kejantanannya.
Suara kecipak saliva dan desahan pelan terdengar semakin intens saat tangannya bergerak memainkan helai demi helai rambut blonde milik si pemberi servis.
"Mmmh…slrrrpp…" si pemberi servis mendongakkan wajahnya, matanya yang sayu menatap lurus penuh kekaguman kearah pria yang tengah ia beri blowjob saat ini. Tangannya tidak menganggur, ia menggerakkan satu tangannya untuk mengelus kedua testis milik sang pria dingin sementara satu tangannya lagi bergerak naik-turun seakan-akan memeras kejantanan yang besar dan memenuhi rongga mulutnya itu. Ia keluarkan lidahnya, sedikit menjilat kepala penis besar itu sebelum akhirnya kembali memasukkan hampir seluruh batang kejantanan itu kedalam mulutnya. Kepalanya bergerak naik-turun sesuai dengan tempo hisapannya.
"Mmmh…Seunghyun…mmmmpph…" desahan keluar dari bibir si pemberi servis saat dengan sengaja pria yang ternyata Choi Seunghyun itu menekan kepala yang berada diantara kedua kakinya tersebut.
Dengan beberapa hisapan Seunghyun pun mengeluarkan benihnya di dalam mulut hangat sang pemberi servis. Ia bisa melihat bagaimana jakun pria di bawahnya itu bergerak naik turun meneguk tiap tetes sperma yang dikeluarkan penisnya.
"My…what a good boy, Ji…" puji Seunghyun begitu pria di bawahnya melepaskan penisnya. Seunghyun mengusap pipi sang pria, membuat pria itu menutup matanya merasa bangga atas hasil kerja dan pujian dari sosok orang yang paling ia kagumi.
"Aku akan membawanya padamu" ucap pria dengan tato salib di ujung matanya itu. Seunghyun tersenyum.
"I'm waiting, Jiyong-ah"
.
.
.
.
a/n : Aaanndd…that's it! The 6th Chapter! Woohooo…siapa yang berhasil nebak Jiyoung a.k.a GD di chapter sebelumnya? Selamat untuk ChwangKyuh EviLBerry, somepeople, Reanelisabeth dan Lian Park tapi yang berhasil menjawab dengan tepat dan cepat itu ChwangKyuh EviLBerry, congrats! Karena udah dapet hadiah 'request ff', bisa dikasih tau ke saya mau bikin ff apa?*wink* saya bakal berusaha bikin sesuai dengan keinginan pemenang kita…hohoho
Oia, untuk chapter sebelumnya kayaknya banyak yang bingung soal kemunculan Jaejoong…itu ceritanya flashback kok, bukan dalam satu timeline dengan kejadian Kyu-Chwang-Seunghyun ini dan flashback itu bagian dari mimpinya Yunho^^ semoga udah jelas ya sekarang.
Saya berasa agak pervert waktu nulis chapter ini…bukan apa-apa, ini lagi bulan puasa saya malah nulis yang 'menjurus' begini, kayaknya ini efek dari ngetik chp 2 nya TMHTML XD lagian perasaan makin lama chapter IGKLR ini makin pendek ya...ehehehe*virtualslapped*
Anyway, di chapter kali ini saya juga nyediain kuis buat reader yang belum bisa menjawab dengan benar atau belum kebagian hadiah 'request ff' dari winterTsubaki^^ gampang aja kok. Pertanyaannya : kira-kira dimana Sungmin disekap oleh Jiyong? Cluenya ada di kalimat ini : "…you can find me in a place where sea doesn't have a sky" saya tunggu jawabannya ya, yang paling cepat dan tepat bakal dapat hadiah request ff loh dari saya^^
Thanks to :
ChwangKyuh EviLBerry, iloyalty1, rikha-chan, FiWonKyu0201, somepeople, jihyunelf, Reanelisabeth, cuttiekyu, ChoiChahyun, margritFlow, erasi, Shin SiHyun, Mufidatul Andriani, CKS, shin min hyo, xoxoxo, readerfanpit, mifta cinya, Augesteca, Snow1215, Lian Park, nana, sofyanayunita1 dan semua sider yang udah menyempatkan diri membaca fanfic saya ini, mudah-mudahan di bulan puasa ini gak pada pelit ngasih review ya^^
See you on the next chapter! And I'll announce the winner then.
