OUR SWEET MOCHI

Decklaimer :

Member NCT punya Tuhan dan orang tua masing-masing.

Aku cuma orang yang punya cerita ini gak lebih.

Rating : T

Genre : Romance. Fluff.

Pair : WinTa

Sebenarnya Winwin itu paling malas kalau disuruh aegyo. Apalagi kalau yang menyuruhnya aegyo itu magnae macam Haechan, Mark, Jeno.

Kenapa Winwin sangat kesal dengan ketiga bocah itu? Alasannya sebenarnya cukup simpel. Karena menurut Winwin ketiga maegnae itu selalu menganggu hidupnya. Beda sekali dengan Renjun,Chenle, Jaemin dan Jisung.

Karena apa? Haechan itu orangnya menyebalkan. Kalau Winwin ditanya siapa orang yang ingin ditonjoknya maka dengan spontan Winwin akan menjawab Haechan.

Sebenarnya Winwin agak dendam juga dengan bocah yang satu ini karena Haechan pernah memakai celana dalam kesayangan Winwin tanpa sepengetahuan Winwin.

Mark? Bocah yang satu ini super sekali –sok- coolnya. Winwin jadi heran sendiri. Itu bocah otaknya memang sudah sedewasa itu atau bagaimana?

Yang membuat Winwin sangat kesal dengan Mark karena bocah yang satu ini sangat suka sekali -memaksa- minta diajari aegyo sama Winwin. Mark ini seperti presiden, suka memerintah.

Jeno? Wah, Winwin jadi bingung mau bicara apa kalau sudah menyangkut bocah berwajah actor ini. Jeno itu sebenarnya sangat kalem, orangnya sangat supel dan yah, Winwin akui bocah ini luar biasa tampannya.

Tapi yang membuatnya ingin menghajar bocah ini adalah disaat-saat bocah ini melancarkan pesonanya, melepaskan pheromonnya kepada 'dia' yang dianggap orang-orang sebagai ibunya Winwin.

Dan yang membuat kemurkaan Winwin semakin meningkat melebihi kemurkaan Winwin kepada ketiga bocah menyebalkan itu adalah disaat Nakamoto Yuta memperhatikan Winwin selayaknya ibu mengasihi anaknya.

Winwin tidak akan protes saat Yuta memanjakan Jaemin, karena Jaemin memang anaknya Yuta dan Taeyong.

Winwin semakin kesal. Jika mendengar nama leadernya ini entah kenapa Winwin ingin sekali memutilasi orang. Apa sih hebatnya Taeyong?

Rapnya? Well, Winwin juga bias rap sebenarnya. Visual? Hell no, demi rambut jamur Jisung yang sangat lucu itu, Winwin bahkan jauh lebih tampan dari Taeyong kemana-mana. Itu sih menurut winwin. Karena sesungguhnya satu-satunya orang yang Winwin akui ketampannya hanya Jeno.

Yang membuat Winwin heran dengan itu orang, kenapa Taeyong bisa dipanggil sebagai bapaknya? Mirip darimananya? Kan Winwin sudah bilang, Winwin itu jauh lebih tampan dari Taeyong.

" Winwin hyung bagaimana sih, aku kan minta diajari aegyo. Bukan ekspresi aneh seperti itu." Mark dan kalimat menyebalkannya. Untung saja Winwin itu orangnya sabar. Kalau tidak, sudah Winwin tendang Mark sejak tadi.

" Yuta hyung~ Minta peluk dong hyung. Aku kedinginan~"

" Chan, kamu itu sudah besar. Nggak malu apa dilihatin Jaemin."

" Lah, memang Jaemin masih kecil begitu? Dia seumuran kita dasar sipit."

" Ya sudah aku ralat saja. Memangnya kamu tidak malu apa dilihatin Jisung?"

" Enggak tuh. Weekk."

Super sekali dua bocah ini. Kombinasi setan dan chaki-maksudnya Jeno- memang luar biasa sekali efeknya. Untung saja Mark tidak ikut-ikutan dengan kedua temannya ini. Kalau iya, Winwin harus ekstra sabar saja.

" Kalian ini lucu sekali sih. Aku jadi gemas."

' OH TIDAK YUTA. KENAPA KAMU MELAKUKAN INI PADAKU?' Winwin menjambak rambutnya kesal.

Ia bahkan menyiksa bantal dengan sangat frustasi. Peduli setan member lain melihat, yang penting Winwin bisa melampiaskan emosinya saat ini.

" Winwinie? Kamu kenapa?" Tanya Yuta khawatir.

" Tidak apa-apa kok hyung."

" Benarkah?" Tanya Yuta lagi.

" Benar Yuta hyung ku yang cantik~"

" Ya sudah kalau begitu."

Winwin cemberut. Masak iya, setelah berkata seperti itu Yuta langsung menghampiri Hansol dan…

Ah, Winwin tidak sanggup menyebut nama orang yang satu ini. Melihat wajahnya saja sudah membuat Winwin sakit hati.

Melihat wajah Taeyong dan juga Jeno itu seperti melihat neraka menurut Winwin. Menyakitkan dan panas.

" Winwin sini! Jangan duduk disitu!" Winwin mengangguk patuh.

Biarpun Taeyong itu sudah dianggapnya sebagai rival tapi tetap saja Taeyong itu hyung-ayah-nya. Taeyong yang selama ini mengurus Winwin bersama Yuta.

Winwin duduk diantara Taeyong dan Yuta. Winwin mendengus jengkel, mereka terlihat seperti keluarga bahagia saja sekarang. Apalagi kalau ditambah Jaemin.

Haduh, bahagia sekali TaeYu shipper jika melihat momen ini. Delusi mereka akan menjadi kenyataan, dan jika itu benar terjadi maka Winwin benar-benar akan murka.

Winwin mendengus keras. kapan WinTa shipper akan berjaya? Mungkin saja suatu hari nanti. benar, suatu hari nanti tapi entah kapan.

" Ada apa?" Yuta mengelus rambut pirang Winwin yang kini tengah memeluk tubuhnya dengan erat. Winwin menggeleng.

Well, setidaknya ia bisa memeluk tubuh Yuta dengan sesuka hatinya tanpa perlu dicurigai oleh yang lain.

Saingan Winwin itu banyak soalnya. Mulai dari sibulan Taeil sampai bocah setan Haechan. Winwin sedikit bernapas lega. Setidaknya keempat magnae yang lain tidak ikutan.

" Yuta hyung~"

" Hm?"

" Aku sangaaaaaat menyayangi hyung."

" Hyung juga sangat menyayangi Winwin."

" Benarkah? Hyung tidak bohong?"

" Benar. Sejak kapan hyung bohong padamu?"

Cup.

" Terimakasih hyung~ Aku semakin menyayangi hyung. " Winwin mengecup pipi Yuta dengan cepat.

Entah kenap winwin merasakan hawa dingin di sekitarnya terutama dari belakangnya.

Winwin itu orangnya peka kok, sangat peka sekali malahan. Kalau tidak peka mana mungkin Winwin bisa merasakan berbagai tatapan tajam yang kini menuju kearahnya.

Winwin menoleh kebelakang. Menatap Taeyong yang sepertinya sebenatar lagi siap menumpahkan kemuarkaannya pada Winwin tentunya.

" Hehe." Cengirnya polos, dan kembali memeluk tubuh Yuta dengan erat.

Winwin memasang wajah polosnya dengan suka cita. Sialan sekali itu Winwin, kentara sekali kalau ia sedang mengejek member yang lain sekarang.

Winwin tersenyum, tubuh Yuta sangat hangat. Seperti tubuh seorang istri. Ya, walaupun Winwin belum pernah punya istri tapi kan Yuta sudah Winwin anggap sebagai istrinya. Ingat loh ya! Istri bukan ibu.

Ah, Winwin merasa seperti salah satu tokoh legenda dari negara yang Winwin lupa namanya. Menyukai ibunya dan berniat menikahi ibunya.

Tapi winwin tidak sampai menendang kapal hingga membentuk gunung kok. Winwin kan bukan Saitama atau Goku yang punya kekuatan super seperti mereka.

" Taeyong hyung."

" Apa?"

Waduh, ketus sekali jawabannya. Winwin jadi menciut sendiri saat mendengarnya.

" Aku ingin mengatakan sesuatu."

" Katakan saja!" Tuh kan, Teyong ini habis makan es dari Kutub Selatan apa bagaimana? Beda sekali tidak seperti biasanya.

" Eh? Tidak jadi deh hyung."

" Kalau ingin bicara katakan saja. Aku tidak akan marah."

" Benar loh ya hyung tidak akan marah?"

" Hm."

" Aku ingin menikasi Yuta hyung. Boleh?"

KRIK

KRIK

KRIK

" HAH? KAMU MAU KAMI HAJAR YA? JANGAN NGAWUR DASAR BOCAH TENGIK!"

Mereka semua melotot tajam. Well karena perkataan ngawurnya itu Winwin mendapat hadiah berupa bogem mentah dari member yang lain. Kita doakan saja Winwin dari sini, semoga saja ia masih bisa bernapas setelah ini.

TBC

Makanya Win, elu sih benarinya naksir emak lu sendiri. Mana pake bilang ke Taeyong segala lagi lu. Tuh kan, tahu sendiri kan akibatnya naksir emak/ eh/ maksudnya Yuta XD

#HappyYutaDay kue mochi ku yang manis. oppa ku yang pingin banget dipanggil eonni. selamat ulang tahun, semoga makin cantik. sebenarnya aku mau post seminggu lagi tapi karena sekarang ultahnya mammy uyut jadi ya udah sekarang aja.

RnR ya jangan lupa.

Salam

sokyu