Hello Readers...
Saya kembali..
Penasaran dengan cerita lanjutan kemarin kan?
Oke.. Karena ini chapter spesial.. Saya persilahkan Mio-chan untuk membaca disclaimer..
Mio : Anime ini punya Jun Maeda, cerita ini punya Author. Bila ada kesamaan nama baik nama orang, tempat, atau apapun itu, itu hanya kebetulan belaka. #Senyum
One Year With Onii-chan
Chapter 8 : It's Time to Festival
"Onii-chan... Banguuuuun..." panggil Kanade dari luar kamar sang kakak.
"Hngg.. Ada apa Kanade?" tanya sang kakak dengan ekspresi mengantuknya.
"Cepat bangun, Onii-chaaan.. Hari ini adalah hari festival sekolah..."
1 detik.
2 detik.
3 detik.
4 detik.
5 detik.
"APAAAAAAAAAA!"
Setelah berteriak, Kenji langsung berlari menuju kamar mandi yang ada di lantai bawah. Setelah mandi, dia langsung mengenakan seragam sekolahnya. Dan ketika sudah rapi dia langsung turun menuju lantai bawah, mengambil sepotong roti, dan mengenakan sepatu.
"Siaaaal.. Kita akan terlambat Kanade.." cakap sang kakak.
"Ini salah mu, Onii-chan.. Kenapa kau tidur tengah malam?" tanya Kanade dengan kesal.
"Aku tidak bisa melewatkan pertandingan antara Real Madrid dengan Atletico Madrid tadi.. Dan kau kenapa tak berangkat duluan saja tanpa aku?" tanya balik Kenji.
Setelah mendengar itu, Kanade langsung bungkam. Dengan cepat mereka ke halte bus dan tepat waktu.. Mereka langsung menaiki bus yang akan berangkat itu.
SKIP TIME
Sesampai di sekolah, mereka menuju kelas masing-masing. Banyak kelas yang sudah dihias menjadi beberapa wahana. Ada yang seperti wahana rumah hantu, wahana paint ball, dan lain-lain. Kelas Kenji sendiri dihias dengan penampilan seperti dunia virtual sedangkan kelas Kanade dihias gaya Western. Tapi mereka berdua tidak akan berada di kelas. Mereka ke kelas hanya untuk memeriksa hasil mereka masing-masing, lalu pergi ke ruang ekskul musik. Di ruangan sudah banyak yang berkumpul, termasuk para personil Girls Dead Monster.
Terllihat para personil GirlDeMo sedang berbincang-bincang tentang festival sekolah.
"Waaah... Aku tak sabar... Ya kan, Miyukichi?" seru Sekine.
"Hmm" balas Irie.
"Awas saja kalau dia tidak melihatku di panggung nanti! Akan ku hajar dia!" yang ini Yui yang bicara.
"Tenanglah, Yui-chan.. Pasti Hinata-senpai melihatmu kok" seru Sekine
"Iya, Hinata pasti melihatmu. Tenang saja.." sambung Hisako
Semua anggota GirlDeMo sedang asyik berbincang-bincang, kecuali satu orang yang sedari tadi memerhatikan seorang pemuda. Ya... Dia adalah gadis yang sedang jatuh cinta. Siapa lagi kalau bukan Iwasawa.
"Ohaiyou.. Iwasawa.." sapa Kande yang baru datang.
Tidak ada respon.
"Iwasawa? Kau sakit? Kenapa wajahmu memerah?"
Dan pertanyaan itu pun langsung membuat Iwasawa gelagapan.
"A-Aku t-tidak sakit" seru Iwasawa.
Dan Kanade pun hanya ber-oh ria.
"Kau tak tahu ya, Kanade? Iwasawa itu sedang jatuh cinta loooh..." goda Hisako dengan dadakan.
"Benarkah? Kepada siapa?" tanya Kanade penasaran.
"Dengan ka-hmmpp" mulut Hisako pun langsung disumpal dengan roti oleh Iwasawa.
"Dengan siapa?" Kanade masih penasaran.
"Sudahlah, Iwasawa. Jujur saja.." timpal Hisako yang mulutnya sudah terbuka lagi.
"Baiklah.. A-aku menyukai.. Ke.. Kenji-senpai.." bagi Iwasawa butuh 1001 keberanian untuk berkata itu pada Kanade.
"Haaaah? Kau menyukain Onii-cha-hhmmmpp" sebelum kata-kata itu meluncur lebih jauh lagi, Iwasawa sudah menyumpalnya dengan roti.
"I-itu sungguhan?" tanya Kanade setelah dia membuka mulutnya yang tersumpal itu.
Dan Iwasawa pun mengangguk malu.
"Waaah.. Kenapa kau pendam begitu saja? Kenapa tidak kau nyatakan saja pada kakak ku?"
"A-aku malu, tahu.. L-lagi pula, i-ini p-pertama kalinya a-aku jatuh c-cinta.." seru Iwasawa pelan.
Setelah beberapa lama berbincang. Datang Matsumoto-sensei menghampiri mereka.
"GilrDeMo.. Kalian nanti harus berpenampilan bagus ya.. Oh iya, Sekine dan Irie, kalian sudah menghafalkan lagu yang Kenji inginkan, kan?"
"Ha'i"
Mendengar keterangan dari Matsumoto-sensei, Iwasawa, Hisako, Kanade serta Yui bingung. Sekine dan Irie yang tahu hanya senyum-senyum saja.
Tak lama datanglah Kenji dengan membawa dua tas gitar. Kanade yang melihatnya kesulitan langsung menghampiri kakaknya itu.
"Mau ku bantu?"
"Arigatou, Kanade"
"Ini gitar siapa?"
"Oh.. Gitar elektrik warna putih ini punya Matsumoto-senpai, dan gitar acoustic warna hitam ini punya ku"
"Oh.. Jadi, Onii-chan meminjam gitar Matsumoto-sensei untuk pertunjukan nanti?"
"Hmm"
"Lagu apa saja yang akan Onii-chan nyanyikan?"
"Tidak banyak"
"Oh.."
Tak berapa lama, bel pun berbunyi. Tanda bahwa festival sudah dimulai. Semua stand penjaja makanan, mainan, serta souvenir sudah buka. Tak berapa lama, para pengunjung sudah datang. Ada beberapa orang dewasa, pelajar dari sekolah lain, mahasisiwa, dan lain-lain.
Tak sampai satu jam, festival pun sudah ramai. Beberapa penjaga stand terlihat kerepotan melayani para pengunjung. Dan tak sedikit pula beberapa pengunjung menjaja wahana buatan murid-murid kelas. Banyak yang tersanjung dengan hasil karya anak-anak, tapi ada juga yang berkeringat dingin setelah 'merasakan' karya mereka -Rumah Hantu-.
SKIP TIME
Jam menunjukan pukul 01:10 siang. Sudah saatnya untuk pertunjukan panggung. Semua pengunjung sudah tahu bahwa akan ada pertunjukan panggung. Jadi, pada saat ini pengunjung sudah berkumpul untuk menyaksikannya.
Pertunjukan di buka oleh drama musikal dari ekskul drama, kelas 1-4, dan kelas 3-1. Penoton di buat kagum, bahkan sampai ada yang terharu karena menyaksikan drama tersebut.
Lalu dilanjutkan oleh pertunjukan sulap oleh murid kelas 1-2. Penonton dibuat terkesima melihat keahlian sang murid. Pasalnya, di umurnya yang baru berusia 16 tahun, dia sudah bisa memainkan trick-trick sulap, mulai dari tipuan mata, kecepatan tangan, membaca pikiran, hingga aksi yang berbahaya.
Setelah itu, dilanjutkan dengan pertunjukan tari dari ekskul tari, kelas 1-3, 2-1, 2-4, dan 3-3. Mereka semua menunjukan kelenturan badan mereka. Ada yang menari Salsa, Hard Style, Jump Style, Shuffle, sampai ada yang menari Pendet. Dan penonton pun sekali lagi di buat terkesima oleh aksi mereka.
Dan pertunjukan pun sampai pada akhir, yakni pertunjukan musik dari ekskul musik, seorang murid dari berbagai kelas, dan satu grup band dadakan. Acara diawali dengan lagu Adele, Someone Like you, yang dinyanyikan oleh salah seorang anggota ekskul musik. Dilanjutkan dengan lagu Faylan, Dead End, yang dinyanyikan oleh siswi kelas 3-1. Dilanjutkan lagi oleh lagu Linked Horizon, Jiyuu no Tsubasa, dari band dadakan salah satu partisipan.
Dan sampailah kita pada penampilan GirlDeMo. Mereka semua sudah bersiap. Lagu yang pertama dinyanyikan adalah Alchemy. Semua personel sudah pada posisi nya. Untuk kali ini, mereka akan menggunakan formasi 1 yang menjadikan Iwasawa menjadi vokalis serta Gitaris.
Setelah beberapa menit, penonton pun bertepuk tangan untuk memberi apresiasi pada GirlDeMo.
"SELANJUTNYA, KITA TAMPILKAN PENAMPILAN DARI KENJI TACHIBANA YANG AKAN MENYANYIKAN LAGU UPRISING MILIK MUSE" ucap sang wakil OSIS.
Kenji pun menuju panggung dengan membawa gitar elektrik yang dipinjamnya dari Matsumoto-sensei. Setelah bersiap, Kenji memberi aba-aba pada Sekine dan Irie. Dan mulailah Kenji menyanyikan lagu yang sangat populer di Inggris itu.
Setelah menyanyikannya, mereka langsung mendapat tepuk tangan dari para penonton. Tak lupa Kenji dan Sekine serta Irie memberi hormat pada penonton atas apresiasinya.
"SEKARANG, KITA AKAN MELIHAT PENAMPILAN DARI GIRLDEMO YANG AKAN BERKOLABORASI DENGAN KANADE TACHIBANA YANG AKAN MENYANYIKAN LAGU MY SOUL, YOUR BEATS!" ucap sang wakil lagi.
Setelah Kenji turun, dia langsung mengambil air minum yang sudah disediakan Kanade. Tak lupa, dia memberi semangat pada Kanade dan koleganya.
Kali ini, GirlDeMo menggunakan formasi 2, dimana dalam formasi ini Yui menjadi penyanyi tunggal, sedang Iwasawa menjadi gitaris. Dan tak lupa, Kanade sebagai sang pianis. Ya, inilah yang dikatakan Kanade kepada kakaknya sebelum naik ke panggung.
"One, Two, One, Two, Three, GO!" aba iwasawa.
Terdengar suara piano yang dimainkan Kanade, setelah beberapa detik kemudian, terdengar suara drum dan gitar yang mengiringi piano dengan nada yang serasi. Kemudian, Yui pun langsung bernyanyi dengan suaranya yang merdu. Para penonton pun langsung bersorak-sorak meliihat penampilan mereka semua.
Setelah kurang lebih lima menit beraksi, meraka langsung memberi hormat kepada GirlDeMo dan Kanade. Setelah memberi salam, mereka langsung turun dari panggung.
"SEKARANG, ACARA PENUTUPAN AKAN MENAMPILKAN KENJI TACHIBANA DENGAN LAGU DEAR GOD MILIK AVENGED SEVENFOLD" ucap wakil OSIS.
Kenji pun langsung membawa gitar acoustic-nya langsung beraksi. Dia memetikan senar gitarnya dengan lembut dan santai. Disetiap petikannya terdengar sangat merdu. Disamping itu, ada tiga orang siswi yang terkesima dengan penampilan Kenji. Siapa lagi kalau bukan Mio, Misaki, dan juga Iwasawa.
Setelah menyanyikan lagu tersebut, Kenji langsung memberi salam pada penonton, dan penonton pun memberi tepuk tangan yang meriah pada Kenji atas penampilannya.
SKIP TIME
Sekarang waktu sudah menunjukan pukul 3.20. Semua murid sudah berkemas untuk pulang. Mio yang meninggalkan sesuatu di dalam kelas, memutuskan untuk kembail ke sana. Setelah sampai di kelas, dia terkejut karena adanya sosok pemuda bersurai putih.
"Kau mencari ini?" tanya Kenji sambil menunjukan barang yang ditinggalkan Mio.
Mio pun mengangguk dan mengambil barang itu dengan malu-malu. Dengan muka yang merah, dia memberanikan diri mengambil barang itu.
"A-arigatou, Ken-kun. Permisi"
Saat Mio ingin berlalu, Kenji menahan sang surai violet ini. Mio yang kaget hanya bisa berdiam diri.
"Mio... Sebenarnya aku ingin mengatakan ini padamu dari dulu.."
Mio tersentak. Kenji tetap melanjutkan.
"Aku.. Menyukaimu.." ucap Kenji.
Mio terkejut. Ia tak tahu harus melakukan apa. Dia seperti dibius beribu-ribu kali. Badannya berkeringat, tanda ia gugup. Tapi, dengan keberaniannya, dia berbalik dan membalasnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"A-aku.. Juga.. M-menyukaimu.. Ken-kun.."
Kenji tersentak, namun senang. Langsung dipeluknya sang gadis itu. Mio pun membalas pelukan pemuda bermarga Tachibana itu. Dengan erat tentunya.
"Jadi.."
"Jadi?"
"Apa kau.. Mau menjadi.. Kekasihku.. Mio?"
"H-ha'i"
Dan dengan dihiasi langit jingga yang khas, mereka berdua pulang dengan saling menautkan tangan.
Dan tanpa diduga, Kanade dan yang lainnya menguntit mereka dari belakang dengan jarak yang tak terlalu dekat.
"Mereka serasi ya.."
"Aku jadi iri melihatnya.."
"Beruntung sekali ya, Mio-senpai.. Bisa mendapatkan cintanya Kenji-senpai.."
"Semoga langgeng ya.."
"Kau merelakannya, kan, Iwasawa?"
"Kalau itu bukan jodohku, tak apa"
MALAMNYA
Di kamar ini, Kenji tidak bisa berhenti untuk memikirkan kejadian tadi sore. Karena esok hari libur, ia berencana ingin mengajak Mio untuk pergi ke Akihabara.
Kenji pun dengan cepat mengambil smartphone-nya dan mengirimi Mio pesan singkat.
'Hai Mio.. Karena besok libur, aku ingin mengajakmu pergi ke Akihabara. Jika kau mau, kita bertemu di halte.
-Kenji Tachibana'
Tak perlu menunggu lama, pesan balasan pun masuk ke dalam kotak masuk smartphone Kenji.
'Ha'i.. Kalau begitu, kita bertemu jam 9 ya...
-Mio Tsubaki'
'Baiklah.. Kita bertemu jam 9.. Jangan telat ya..
-Kenji Tachibana'
'Ha'i
-Mio Tsubaki'
To Be Continued...
Akhirnya jadi juga..
Bagi yang penasaran kenapa saya menggunakna penyebutan Festival Budaya dengan Festival Sekolah itu karena saya lebih nyaman menyebutnya Festival Sekolah.. Karena saya lihat dari berbagai sumber, kebanyakan Festival Budaya jarang menampilkan budaya-budaya itu sendiri.. Jadi, saya lebih suka menyebutnya Festival Sekolah.. (CMIIW)
Oke.. Untuk penutupan, kita panggil dua sejoli kita yang baru jadian...
Mio dan Kenji : Terimakasih sudah membaca dan mohon Riviewnya...
