FALL-FELL-FALLEN
Pairing:
Yunjae
Rated:
M
Genre:
Comedy, Romance, Hurt/Comfort
Disclaimer:
Semua karakter milik Tuhan dan milik mereka sendiri.. maxy cuma minjem nama… ide cerita murni dari pemikiran maxy dan ini semua hanya fiksi… ^_^
.
Deep bow atas review, masukan, dan saran dari teman-teman. Maxy sayang kalian... Kissss... ^.^ xixixixi
Eunwoo, YunHolic, Yuu si fujoshi, Dee chan - tik, an10, Dennis Park, littlecupcake noona, queen harkyu, zhoeuniquee, kaihun70, okoyunjae, Vivi, Clein cassie, JungJihee, luthfieannha aryhanhiiey, yuu, oppy, gwansim84, Kim Rean, queen407, yunjaeje, Ara Krisan, Elzha luv changminnie, wynneee15, ryukey, rinayunjaerina, lee sunri hyun, irengiovanny, Nieyunjae, yoon HyunWoon, ajid yunjae, PandaMYP, kkoRigka, yunjae heart, narayejea, BOOBEAR9095, meirah 1111, min, kyoarashi57, BooBear, collitha, Jung Jaehyun, sexYJae, cminsa, Aaliya Shim, Milkyu, ifa p arunda, manize83, boojaebear2601, quinniee, de, AegyaCho, farla 23, farla 23 , YunJaeee Shipper, hime yume, hi jj91, Angel Muaffi, babymochi, aliensparkdobi, lovgravanime14, nuryunjae, vampireyunjae, Vic89, jaejae, leeChunnie, Himawari23, jaena, danactebh, wereyeolves, qee, miss leeanna, cindyshim07, jungmarry, uknowme2303, hanasukie, yoshiKyu, Eternal YunJae, mei azzahra1, Mayasari, jema agassi, rizkyamel63, Kim Eun Seob, rizqicassie, redyna90, LopeYUnjae, chantycassie, Mimi2608, nin nina, shanzec, ichigo song, lalaKIM, Naritha, Rizuki Is Fujo Uchiha, FiAndYJ, dhian930715ELF, Ria1, Ria2, Ristinok137, nonapanda, ShinJiWoo920202, kim wiwin 9, holepink, zenimperio, lipminnie, insun taeby dan para guest.
Annyeong buat reader baru... selamat datang di maxy area.. hope u like my story... hehehhe
Dan
TADAAAA
Maxy nepatin janji untuk update cepet... mana cium untuk maxy? Hohohoho #ngareppp
Yuk dah capcus..
Eh lupa, NOTE: Baca jangan cepet-cepet.. chap panjang, jadi siap-siap duduk manis ne... ^_^
Happy reading all...
I love u... muaacchhh... ^^
.
Preview:
.
.
"Appa akan memperkenalkanmu dengan putri teman appa"
"Appa" Yunho tak bisa menutupi keterkejutannya
Yoochun dan Mrs. Jung hanya diam, mereka tak mampu menginterupsi apapun yang Mr. Jung katakan, sungguh mereka dalam posisi sulit sekarang.
"Dia putri yang baik, dia juga lulusan Amerika, namanya Boa... dia pintar, cantik dan pandai memasak.. cobalah bertemu dengannya, maka kau akan tahu bahwa semua ucapanku benar" Mr. Jung menjelaskan. Bukannya ia tak tahu wajah kaget Yunho, tapi ia berusaha mengabaikannya.
"Aku sudah menyusun pertemuanmu dengannya besok siang" lanjut Mr. Jung
"appa, aku..."
"Kembalilah.. aku akan istirahat" ucap Mr. Jung memotong pembicaraan Yunho.
Yunho tak diberi kesempatan untuk berbicara sama sekali.
Mr. Jung sudah mulai merebahkan dirinya di tempat tidur dan Yunhopun kemudian keluar. Wajah sendu tergambar jelas di wajahnya sekarang. Yunho memasuki kamar dengan mata berkaca-kaca. Ia harus menahan air mata ini, ia tak bisa menunjukkan duka didepan Yoochun dan ummanya.
"Jae.. aku membutuhkanmu" gumam Yunho sebelum air matanya menetes untuk pertama kalinya.
Yunho menunduk dan menangis dalam diam. Sesulit inikah bagi dirinya dan Jaejoong untuk bersama?
.
.
.
Part 8
.
.
"Kau tak harus menahannya jika kau sangat ingin bertemu dengannya" saran Changmin sambil meletakkan secangkir kopi di depan Jaejoong.
Pagi ini Jaejoong tak berniat untuk bekerja meski sudah memakai jas lengkap dengan atributnya. Jaejoong malah melajukan mobilnya menuju sekolah musik tempat Changmin bekerja. Ia sudah menceritakan semua yang terjadi kepada Changmin lengkap tanpa ada yang terselip satu ceritapun.
Jujur saja, ada sedikit kekhawatiran di diri Changmin akan keputusan yang akan diambil Yunho mengingat sulitnya posisi Yunho sekarang dan yang paling membuat Changmin takut adalah keadaan Jaejoong yang semakin hari semakin mirip mayat hidup. Berat badan Jaejoong makin menurun meski tanpa disadari, bahkan dia sudah mabuk sebanyak 4 kali di minggu ini. Bibir Jaejoong juga nampak sedikit membiru, akhir-akhir ini ia memang banyak minum alkohol dan merokok. Benar-benar pemandangan yang menyedihkan.
Tak hanya itu, wajah Jaejoong juga jarang dihiasi tawa seperti biasanya, terlihat sering melamun dan malas melakukan semua kegiatan, ia berulangkali membolos kerja dan tentunya Mrs. Kim kelabakan. Sejujurnya, ingin Mrs. Kim menghubungi Yunho, tapi lagi-lagi Jaejoong melarang, ia tak ingin menambah beban Yunho.
Ceria seolah menjadi pemandangan yang langka untuk dilihat pada diri Jaejoong sekarang ini. Pemandangan yang hampir sama seperti ini memang pernah Changmin lihat beberapa tahun yang lalu saat hubungan Jaejoong dengan Siwon kandas. Tapi haruskah sekarang terulang lagi?
Perjalanan cinta Jaejoong memang benar-benar tak semulus kulitnya. Setelah dikecewakan Siwon, kegagalan dengan 11 yeoja, dan hubungannya dengan Yunho sekarang harus berada di kondisi seperti ini membuat Changmin benar-benar mengkhawatirkan keadaan Jaejoong.
Changmin menghembuskan nafas beratnya ketika melihat Jaejoong yang melamun lagi di ruangannya. Waktu masih menunjukkan pukul 8 pagi tapi Jaejoong sudah melakukan rutinitas barunya selama 3 bulan belakangan yaitu melamun. Sudah genap 3 bulan Changmin sering melihat Jaejoong melamun seperti itu diruangannya. Menyedihkan, namun Changmin tak tahu harus berbuat apa.
"Hyung, minumlah kopinya sebelum dingin" Changmin mencoba membuyarkan lamunan Jaejoong
"Ah... mmmm" Jaejoong tersentak dan mengangguk. Dengan segera ia mengambil secangkir kopi yang masih sedikit panas dan langsung meneguknya.
"Awwww... awwww... SSHHHHH... YAH...!" Teriak Jaejoong... bibirnya merasakan panas kopi yang tak disadariya. Dengan segera tangannya meletakkan cangkir kopi di meja.
Changmin terkikik, "Makanya jangan melamun terus" ejek Changmin
Jaejoong menjulur-julurkan lidahnya dan mengibas-ngibas tangannya didepan bibir sambil sesekali berdesis, mencoba menormalkan panas di bibirnya.
"Temui dia, hyung... kau tak perlu harus menahannya terus menerus... you miss him, and i know he miss you too" Changmin menghentikan ucapannya sejenak. Matanya memandang Jaejoong yang kembali diam. "Harus menunggu berapa lama lagi bagi dirimu untuk berdiam diri seolah kau sangat memahaminya padahal kau juga sangat menderita disini. Untuk kali ini saja cobalah untuk memikirkan kebahagiaanmu sendiri, hyung... Keadaan tidak akan berubah kalau kau tetap seperti itu" lanjut Changmin
Jaejoong masih diam, nampak dari wajahnya bahwa ia sedang memikirkan sesuatu.
Changmin melirik jam tangannya, kemudian iapun mulai beranjak dari duduknya, "Jja... aku harus mengajar sekarang.. pikirkan kembali perkataanku... melihatmu seperti itu terus menerus membuatku mataku iritasi hyung" Canda Changmin sambil tersenyum kecil.
Jaejoong tersenyum dan berdecak, "Tenang saja, aku akan memberikanmu obat tetes mata sebanyak yang kau perlu..." ucap Jaejoong sarkastik.
Changmin tertawa, akhirnya ia bisa membuat Jaejoong tersenyum hari ini. "Tunggulah disini, hyung.. satu jam lagi aku selesai.. dan ingat.. jangan merokok.. aku tak suka ruanganku bau rokok" pesan Changmin
"Nee... neee.. pergilah" gumam Jaejoong yang mulai merebahkan dirinya di sofa ruangan Changmin.
Changmin tersenyum kecil dan iapun segera keluar ruangan. Baru beberapa langkah ia berjalan namun tiba-tiba ia berhenti. Terlintas satu ide di pikiran Changmin dan tak lama setelah itu ia kembali lagi ke dalam ruangannya.
"HYUNG!" teriak Changmin di ambang pintu
Jaejoong yang semula memejamkan matanya kemudian bangun dan menoleh, "Kenapa lagi? Apa ada barangmu yang ketinggalan?"
"Kajja, ikut aku..."
Jaejoong mengerutkan keningnya.
.
.
.
Yunho melirik arlojinya, ia kemudian mengetuk-ketukkan tangannya dimeja. Ia sudah mulai lelah menunggu. Hampir satu jam ia menunggu. Yunho memang tak mampu menolak perintah appanya untuk menemui putri temannya dan beginilah sekarang, ia harus duduk di sebuah cafe dan bertemu dengan pilihan appanya.
"Annyeong... Kau Yunho kan?" sapa seorang yeoja cantik dengan senyum indahnya.
Yunho mengangguk pelan, matanya tertuju pada yeoja yang baru saja datang itu.
"Mian aku terlambat, aku sedikit kesulitan untuk sampai disini.." ucap yeoja cantik itu dengan lembut. Ia sedikit tak enak hati karena ia datang terlambat hampir 1 jam lamanya. Ia berencana makan siang dengan Yunho namun waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang, sudah hampir telat untuk waktu makan siang.
Yunho tersenyum sekilas, "Gwenchana" ucap Yunho.
Yeoja itupun duduk didepan Yunho, ia meletakkan tas yang dibawanya di kursi sebelahnya.
Mata Yunho terus mengamati yeoja yang sekarang sedang duduk di depannya itu. Yeoja dengan rambut panjang yang dikuncir ke belakang. Kulitnya putih, giginya tertata rapi, senyumnya menawan dan ia terlihat sangat ramah. Sepertinya semua yang dikatakan appanya kemarin sore benar. Dia benar-benar yeoja yang menarik.
Tapi meskipun begitu, bagi Yunho tak ada yang bisa mengalahkan pesona Jaejoong. Bibir cherynya, senyum indahnya, doe eyes yang sempurna, suara indahnya, aromanya, telinga sensitifnya, dan yang terpenting kebaikan hatinya. Benar-benar tak ada yang mampu menandinginya. Andai ia tak mengenal dan jatuh cinta kepada Jaejoong terlebih dahulu, mungkin (?) ceritanya akan sedikit berbeda.
"mmm... apa ada yang salah dengan penampilanku?" ucap yeoja itu dengan pipi yang sedikit memerah, maklum saja sedari tadi Yunho tak melepaskan pandangan darinya.
Seolah tersadar dari lamunannya, Yunhopun menunduk sekilas, "Mianhe.. Boa sshi.." ucapnya singkat
Yeoja bernama Boa itupun tertawa kecil, "Aigooo... jangan terlalu formal begitu, panggil aku Boa saja. Bukankah kita seumuran?"
Yunho mengangguk, "Ne"
Boapun tersenyum, "Apa yang dikatakan appa ternyata benar"
Yunho mengerutkan keningnya, "Tentang?"
"Kau"
"Aku?"
Boa mengangguk, "Kau tampan... ah anni.. menurutku kau sangat tampan.." puji Boa
Yunho tersenyum, "Pujian itu terlalu berlebihan"
Boa menggeleng dan tersenyum ramah, "Anniya... kau benar-benar tampan" puji Boa tak ragu
Yunho tersenyum
"eh, aku dengar kau kerja dan kuliah di Seoul?" Boa mencoba mencairkan suasana.
Yunho mengangguk
"Apa kau benar-benar dancer?"
Sekali lagi Yunho mengangguk, entah kenapa ia merasa tak perlu berbicara jika bahasa tubuhnya sudah bisa menjelaskan semuanya.
"WOAAAA..." Boa berucap kagum, "Lain kali kau bisa mengajariku.. dulu waktu aku di Amerika, aku sempat berlatih dance beberapa kali" ucap Boa bersemangat
Boa seolah mengabaikan sikap dingin yang ditampilkan Yunho, ia menyangka jika Yunho memang orang yang sedikit pendiam sehingga ia terus mencoba mengajak Yunho untuk berbincang-bincang dengan melontarkan pertanyaan dan mengangkat topik pembicaraan yang sekiranya akan disukai Yunho.
Sudah 15 menit berlalu.
Usaha Boa nampak sedikit berhasil karena Yunho sekarang sudah nampak tersenyum dan terlihat sudah mulai bercerita banyak hal. Sikap baik Yunho kepada semua oranglah yang selalu menjadi daya pikat Yunho.
Tak perlu menunggu lama bagi Boa untuk tertarik dengan Yunho. Boa tak jauh beda dengan yeoja-yeoja lain yang selama ini mengejar-ngejar Yunho. Dia terpikat dengan senyum Yunho yang menawan, cara tertawanya, suara husky-nya, kebaikannya, plus didukung dengan tubuh sexy membuat siapapun yang melihatnya jatuh hati. Meski diawal Yunho terlihat sedikit canggung dan pendiam namun hanya dengan 15 menit saja, Boa sudah mampu mengagumi Yunho dan melihat segala kebaikan yang ada pada diri Yunho.
30 menit berlalu tanpa terasa
"mmm.. Yunhoya, sepertinya aku akan memberitahukan kepada appa"
"tentang?"
"kita"
Yunho mengerutkan keningnya, bingung.
Boa tersenyum melihat wajah bingung yang terlihat jelas pada diri Yunho, "Aku akan mengatakan kepada appa bahwa aku menyukaimu dan menyetujui perjodohan kita"
DEG
Yunho benar-benar kaget mendengar ucapan Boa yang tiba-tiba itu. Sungguh ia tak tahu jika Boa akan berkata seperti itu. Bagaimana bisa Boa memutuskan untuk menyukainya secepat itu? Mereka bahkan belum 1 jam bertemu.
Yunho benar-benar kaget, ia sendiri bahkan tak sempat memikir ke arah sana. Boa memang yeoja cantik, baik, dan menarik tapi bagi Yunho tak ada yang mampu menandingi kecantikan (?), kebaikan dan daya tarik Jaejoong. Hanya Jaejoonglah yang ada di hati dan pikiran Yunho.
Belum sampai Yunho menjawab, ponselnya berbunyi
CHANGMIN
Nama yang muncul di layar
KLIK
"Yeobseyo"
.
.
.
"YAH... kau benar-benar mengajakku kesini? Tidak bisa Changmina... Bagaimana kalau Jung ahjussi pingsan ketika melihatku kerumahnya? Kau gila? YAH!" protes Jaejoong didalam mobil.
CKIITTT
Changmin terpaksa menepikan mobilnya karena Jaejoong yang sedaritadi tak bisa menutupi kepanikannya karena ulah nekat yang Changmin perbuat.
Ya, ide gila Changmin muncul untuk mengajak Jaejoong ke Gwangju pagi itu juga. Mengemudi dengan jarak perjalanan yang cukup melelahkan tak dihiraukan Changmin. Setelah lebih dari 5 jam perjalanan akhirnya Changmin sampai di Gwangju. Ia sudah tak betah melihat Jaejoong yang seperti itu, jika Jaejoong tak bertindak maka sekarang adalah waktu yang tepat bagi dirinya untuk bertindak. Mencoba membantu Jaejoong sekuat yang ia bisa, ini adalah hal yang selalu Changmin lakukan dari dulu.
"Sudah aku bilang bahwa mataku sudah iritasi melihat wajah gloomy-mu itu terus menerus, hyung... kau hanya terlalu takut melukai perasaan orang lain. Kau bahkan tak memperdulikan luka yang kau rasakan. Berhenti bersikap sok tegar, hyung... dan bersikaplah sewajarnya manusia... marahlah kalau ingin marah, proteslah kalau ingin protes, dan pertahankan kalau kau tak ingin kehilangan... jangan seperti ini... kau hyung yang sangat aku sayangi jadi, berhentilah membuatku khawatir. Sudah cukup bagiku untuk melihatmu bersedih seperti itu, setidaknya berusahalah terlebih dahulu... kau tak akan tahu hasilnya sebelum kau mencoba..." omel Changmin dengan wajah kesal.
Jaejoong sedikit tersentak dengan sikap Changmin, Changmin jarang atau malah tak pernah memarahinya. Dulu waktu hubungannya dengan Siwon berakhirpun, Changmin tak pernah semarah dan senekat ini.
"Apa kau mau kehilangannya?" tanya Changmin masih dengan nada tinggi
Jaejoong menggeleng
"Kalau begitu jangan sia-siakan kesempatan ini... bicaralah pada Yunho hyung dan temuilah Jung ahjussi. Kau bahkan belum mengatakan bahwa kau mencintai putranya didepan Jung ahjussi secara langsung. Tentu saja dia tak merestui hubungan kalian, pasti dia menganggap kau hanya main-main" Changmin kembali mengomel.
"Aku sudah pernah mengatakannya" gumam Jaejoong lemah
"Apa kau kira mengatakan didepan Jung ahjussi saat dia tidur termasuk dalam hitungan? Aku bahkan tak mendengar petir sekalipun ketika aku tidur. Jangan kau kira dia akan mendengarmu mengatakan semua itu. Katakan kepadanya sekali lagi sekarang dan pastikan bahwa dia tidak tidur" lagi-lagi Changmin masih mengomel. Jujur saja Changmin sebenarnya juga tak tega memarahi Jaejoong seperti ini tapi masalah yang Jaejoong hadapi butuh ketegasan, kalau tidak semua akan menjadi berlarut-larut.
"Jangan bilang kalau kau tak berani?" tebak Changmin
Jaejoong mengangguk lemah, "Aku takut akan kesehatannya"
Changmin menghembuskan nafas beratnya, "Setidaknya cobalah... toh dia juga sudah tahu kalau kalian berpacaran... setidaknya bicaralah dari sudut pandangmu, bantu Yunho hyung menjelaskan keadaan kalian... mungkin dengan begitu dia akan memberikan restu" pesan Changmin panjang lebar
Jaejoong diam
"kau tidak akan tahu hasilnya kalau kau tak mencoba" ucap Changmin mengakhiri ceramahnya.
Jaejoong masih diam, otaknya berpikir keras... mungkin Changmin benar, selama ini ia terlalu takut dengan pikirannya sendiri.
"Atau kita kembali saja ke Seoul?"
Jaejoong tetap diam
"Aiishhhh" Changmin nampak kesal. Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal. Sejujurnya ia tak tega melihat Jaejoong seperti itu. Iapun kemudian melirik jam tangannya, waktu sudah menunjukkan hampir pukul 3 sore. Changmin kembali melihat ke arah Jaejoong yang masih diam. Iapun kemudian mengeluarkan ponselnya.
.
.
.
Yunho meletakkan kembali ponselnya, nampak raut wajahnya sedikit berubah.
"Apa ada masalah?" tanya Boa
Yunho menggeleng dan tersenyum, "Anni"
Boa mengangguk pelan dan tersenyum
"mmm.. Boa.."
"Ne?"
.
.
.
Changmin mulai memarkirkan mobilnya di depan sebuah cafe. Changmin menoleh ke cafe tersebut untuk memastikan bahwa itu adalah cafe yang benar.
Beruntung bahwa Changmin sempat menelpon Yunho dan menanyakan keberadaannya, jadi ia bisa membawa Jaejoong menemuinya tanpa harus membuat Mr. Jung pingsan seperti yang dikhawatirkan Jaejoong sedaritadi.
"Kau boleh berteriak kepadaku, mencakarku, menjambakku, memukulku bahkan mencincangku setelah ini.. tapi setidaknya bertemulah dengannya terlebih dahulu. Bukankah kau merindukannya?" ucap Changmin sambil memandang Jaejoong lekat.
Jaejoong terpaku dengan semua sikap yang Changmin lakukan untuknya. Matanya memandang Changmin haru. Selama ini Changmin selalu ada untuknya, suka maupun duka.
"Aigooo, kenapa malah memandangku seperti itu? Jja.. kita masuk saja... Yunho hyung ada di dalam"
DEG
Jantung Jaejoong semakin berdetak kencang begitu mendengar nama kekasih yang sudah 3 bulan tak ditemuinya itu.
.
.
.
KLING...
Lonceng yang terletak di balik pintu cafe berbunyi, menunjukkan bahwa ada pengunjung cafe datang.
Yunho sontak memandang ke arah pintu masuk begitu pula dengan Boa.
Nampak dua namja tampan yang sangat eye catching memasuki cafe. Semua mata tertuju kepada mereka. Maklum saja, kebetulan siang ini cafe sedang banyak dikunjungi pengunjung yeoja.
Mata Yunho tak lepas melihat dua namja yang baru saja memasuki cafe dan menjadi pusat perhatian banyak yeoja itu.
Tak menunggu waktu lama, wajah namja yang menduduki peringkat nomor 1 di hati Yunho itupun semakin lama semakin mendekat. Jantung Yunho berdetak semakin cepat dan semakin cepat.
Yunho sontak bediri ketika dua namja yang baru datang itu sudah berada di dekatnya. Sejujunya, banyak kata yang ingin ia ucapkan namun semua seolah tercekat di tenggorokannya.
"Annyeong, Yunho hyung" ucap Changmin sambil memeluk Yunho sekilas. Ia menampakkan senyum lebarnya, Yunhopun tersenyum dan menepuk bahu Changmin. "Annyeong Changmina"
Kemudian mata Yunho memandang namja disamping Changmin, "Hai Jae..."
Jaejoong masih terpaku melihat Yunho yang nyata berada didepannya. Selama ini Jaejoong hanya melihat wajah Yunho dari wallpaper di ponselnya namun sekarang Yunho berada didepannya secara nyata dan ini membuat Jaejoong tiba-tiba kehilangan saraf geraknya. Ia terpaku menatap Yunho.
Yunho tersenyum melihat Jaejoong yang terpaku dan
GREPPP
Yunho memeluk Jaejoong erat, tak seperti caranya memeluk Changmin.
Yunho menghirup dalam-dalam aroma yang sudah 3 bulan dirindukannya ini. Tangannya mengusap punggung Jaejoong rindu. Ia sungguh sangat merindukan Jaejoong. Sedangkan Changmin menatap haru pemandangan didepannya itu.
Yunho melepaskan pelukannya, ia menatap mata Jaejoong yang berkaca-kaca, nampak ia sedang menahan air mata yang akan terjatuh.
"Hei.. don't cry... i'm here..." gumam Yunho sambil menepuk-nepuk kepala Jaejoong pelan.
Jaejoong tersenyum dan mengangguk, namun
TES
Air mata yang ditahannya sedari tadi jatuh juga. Air matanya menetes tanpa diminta. Ia sangat merindukan kekasihnya ini hingga tak terasa air mata kebahagiaannyapun menetes.
Yunho tersenyum dan mengusap air mata Jaejoong dengan ibu jarinya, "Silly... you said that you won't cry but you did it right after that" ucap Yunho sambil menepuk pelan kening Jaejoong.
Jaejoong tersenyum kecil, ia sendiri juga tak tahu bagaimana airmata itu keluar, padahal ia sudah menahannya sedari tadi.
"Jja... duduklah..." ucap Yunho sambil meminta Jaejoong duduk ditempatnya tadi. Sedangkan Yunho duduk disampingnya dan Changmin duduk disebelah Boa.
Boa melihat pemandangan didepannya dalam diam.
"Yun" Boa bersuara, menunjukkan eksistensinya.
"Oh.. Boa.. kenalkan ini Changmin dan ini Jaejoong" ucap Yunho memperkenalkan
"Aku Boa, senang bertemu dengan kalian" ucap Boa ramah
Boa menunduk dan tersenyum kearah Jaejoong dan Changmin secara bergantian. Changmin dan Jaejoong membalas menunduk tanda perkenalan.
"Tunggu sebentar, aku akan memesan sesuatu untuk kalian" ucap Yunho bersemangat kemudian berdiri berniat memesan sesuatu untuk Jaejoong dan Changmin yang baru saja datang.
Ketiga orang yang berada dalam satu meja itupun diam.
Canggung
Mata Jaejoong memandang ke arah Boa, seolah bertanya siapa dia? Sedangkan Changmin memandang Jaejoong yang sedari tadi mencuri pandang ke arah Boa. Jaejoong terus mencuri pandang ke arah Boa, mengamatinya... namun sesekali memandang ke arah lain. Tak sengaja mata Jaejoong bertemu pandang dengan Changmin.
Changmin menggerakkan bibirnya tanpa suara dan berkata, "Katakan kalau ada pertanyaan untuknya... jangan hanya memandangnya seperti itu"
Jaejoong tak mengerti ucapan Changmin, dia mengangkat kedua alisnya bingung.
"Tanyakan siapa dia? Apa hubungannya dengan Yunho hyung?" ucap Changmin masih tanpa suara sambil melirik-lirik ke arah Boa
Namun Jaejoong masih tak mengerti dan Changminpun mendengus sambil memutar bola matanya. Mau tak mau ia bertindak sendiri.
"mmm... Boa shi"
Boa menoleh ke arah Changmin, "Ne? Ah... jangan memanggilku seformal itu..panggil saja Boa.."
"Ah.. ne.." Changmin mengangguk dan tersenyum. "Kau berasal dari daerah sini?" ucap Changmin mencoba mulai percakapan.
Boa tersenyum dan menggeleng, "Bukan.. tapi aku sedang ada keperluan disini" ucapnya ramah
Changmin mengangguk pelan
"Sudah lama berteman dengan Yunho?" kali ini Jaejoong ikut ambil bagian. Changmin tersenyum kecil, akhirnya Jaejoong terlibat dalam pembicaraan juga.
Boa menggeleng, "Aku baru saja bertemu dengannya"
"EH?" Changmin dan Jaejoong nampak kaget
Boa tersenyum, "Aku disuruh appa untuk bertemu dengannya disini hari ini"
"Appa?"
"Ne... beberapa hari yang lalu appa memberikanku foto Yunho.. Yunho adalah putra dari teman appa"
DEG
Mendadak Changmin dan Jaejoong saling menatap, sepertinya mereka memikirkan hal yang sama dan jujur saja, mereka takut jika apa yang mereka pikirkan adalah benar.
"Apa ini semacam perjodohan?" mulut Changminpun tak mampu menahan untuk menanyakan hal yang ada dipikirannya.
"NE?" Boa nampak kaget mendengar pertanyaan Changmin
"Ah Mianhe, jika pertanyaanku membuatmu tidak nyaman.. aku hanya..."
"Gwenchanayo" Boa memotong ucapan Changmin dan tersenyum. "Aku akan menceritakannya jika kalian ingin tahu. Bukankah kalian teman Yunho, teman Yunho adalah temanku juga" lanjut Boa.
Changmin dan Jaejoong diam memandang Boa, menunggunya bercerita.
"Kemarin Appa memberikan foto Yunho kepadaku, appa memintaku untuk berkenalan dengannya. Ternyata dia benar-benar namja istimewa, dia namja yang menarik dan aku menyukainya." ucap Boa jujur. Tanpa disadari pipinya memunculkan semburat merah.
Boa tak sadar jika dua pasang mata memandangnya shock. Jelas bahwa ini adalah suatu awal dari perjodohan keluarga pada umumnya dan parahnya Boa sepertinya tertarik dengan Yunho. Boa sama dengan yeoja-yeoja lain yang selama ini mengejar-ngejar Yunho, mereka juga tertarik bahkan disaat pertama bertemu. Memang pesona Yunho belum berakhir.
Hening
Keadaan kembali canggung
Entah kenapa Jaejoong malah diam dan mengalihkan pandangannya ke luar cafe. Changmin menghembuskan nafas beratnya, 'kenapa jadi seperti ini?' Gumam Changmin dalam hati.
"mmmm.. Apa Yunho hyung tak menceritakan kepadamu bahwa dia.. awww" Changmin sontak menghentikan ucapannya karena kakinya diinjak Jaejoong.
Tatapan tajam Jaejoong tertuju kepada Changmin dengan tepat seolah berkata, "Jangan".
Boa mengangkat kedua alisnya, "Wae?"
Belum sampai Changmin menjawab, Jaejoong sudah berdiri dari tempat duduknya. "Aku ke kamar mandi sebentar"
Changmin dan Boa memandang kepergian Jaejoong. Tak disangka Jaejoong berpapasan dengan Yunho yang kembali ke tempat duduknya.
"Jae..."
Tapi Jaejoong melewati Yunho begitu saja. Yunho memandang bingung seolah berkata, ada apa dengannya?
Yunho kembali ke tempat duduk dan mendapat perlakuan yang sama dari Changmin. Changmin menatapnya tajam seolah ingin mengulitinya. Ia tahu ada yang aneh disini.
"Apa ada sesuatu?" tanya Yunho sambil memandang Changmin dan Boa bergantian
Boa menggeleng, "Mereka temanmu yang baik..." ucap Boa sambil tersenyum
"Hyung, bisa kita bicara sebentar?"
"tentu saja.. bicaralah"
"Tidak disini" ucap Changmin jelas
Yunho sedikit kaget dengan ucapan Changmin, jelas ada sesuatu disini. "Wae? Apa karena ada Boa?"
Changmin diam
Yunho memandang Boa sesaat, kemudian ia kembali memandang Changmin "Bicaralah, tak ada yang perlu di tutup-tutupi didepannya"
Changmin sedikit terkejut dengan ucapan Yunho, kenapa Yunho setenang itu, benarkah tidak apa-apa berbicara tentang hubungannya dengan Jaejoong didepan Boa? Bukankah mereka dijodohkan?
Changmin memandang Boa sekilas, kemudian memandang Yunho yang nampak sedang menunggunya berbicara. Meski sedikit ragu tapi Changmin akhirnya bersuara, "Aku ingin membicarakan masalah Jaejoong hyung"
Yunho terdiam namun kemudian mengangguk
"Bukankah kau dijodohkan dengan Boa? Lalu hubunganmu dengan... mmm.." sedikit ragu Changmin berucap
"Jaejoong maksudmu?" namun Yunho mengatakan dengan jelas
Changmin nampak kaget, sungguh ia tak menyangka jika Yunho mengatakannya dengan sangat jelas.
"Aku sudah menceritakan semua kepada Boa" ucap Yunho tenang
Changmin menoleh ke arah Boa, Boa tersenyum meski terlihat sedikit kaku. "Ne.. Yunho telah menceritakan bahwa ia sudah memiliki kekasih. Ia tidak bisa menerima perjodohan ini" jelas Boa kepada Changmin.
"Eh? Bukankah tadi kau bilang bahwa kau menyukai Yunho hyung?" tanya Changmin tak percaya
Boa nampak sedikit terkejut namun kemudian ia tertawa, "Ne.. kau benar.. aku mengatakan bahwa aku menyukainya tapi aku tidak mengatakan bahwa dia menyukaiku bukan?" Boa bertanya balik kepada Changmin. "Dia sudah menolakku" ucap Boa sambil memandang Yunho.
Lagi-lagi Yunho memandang Boa dengan tatapan mianhe.
"Aku memang sempat mengatakan kepadanya bahwa aku menyukainya, tapi dengan jelas dia mengatakan kepadaku bahwa ia sudah memiliki kekasih dan tak mungkin meninggalkannya." Lanjut Boa
"Lalu kau tak terkejut ketika tahu hubungan Yunho hyung dengan..."
Boa sudah menggeleng, memotong ucapan Changmin, "Aku lama tinggal di Amerika, disana banyak yang seperti mereka.. aku bahkan berteman dengan beberapa diantaranya.. aku menghargai apapun yang mereka pilih, itu hak mereka." Boa menjawab dengan sangat diplomatis.
Memang tak bisa dipungkiri jika awalnya ia terkejut dengan pengakuan Yunho beberapa waktu yang lalu namun ia tak mampu berbuat apa-apa meski Boa merasa tertarik kepada Yunho namun melihat cara Yunho memperlakukan Jaejoong tadi, membuat Boa memahami satu hal bahwa Yunho benar-benar mencintai Jaejoong dan dia tak akan mampu menggantikan posisi Jaejoong. Benar-benar tak mampu.
Changmin bernapas lega. Ia tak perlu khawatir lagi sekarang karena Yunho sudah menyelesaikan masalahnya dengan benar-benar mengesankan. Yunho adalah cermin dari namja sejati, Changmin harus belajar banyak hal dari Yunho.
Sungguh Changmin tak tahu harus berbicara apa sekarang. Changmin tersadar jika ia telah salah menilai Yunho. Yunho benar-benar mempertahankan Jaejoong. Sempat tersirat kekhawatiran dibenak Changmin bahwa Yunho akan bersikap sama seperti Siwon waktu itu.
Changmin sempat takut jika Yunho akan mengambil keputusan untuk meninggalkan Jaejoong dan dapat dipastikan tak lama setelah itu pasti Jaejoong akan berlarut-larut dalam kepedihan. Changmin benar-benar tak ingin hal itu terjadi, sudah cukup melihat Jaejoong tersiksa selama 3 bulan ini. Untungnya kekhawatirannya terbukti salah sehingga Changmin semakin yakin sekarang, jika Yunho adalah orang yang benar-benar tepat untuk Jaejoong.
Yunho memang sudah memilih, dan pilihannya adalah Jaejoong. Dia harus menerima segala resiko dari pilihan yang dia ambil. Bukankah namja harus bersikap seperti itu? Sungguh masih segar diingatannya percakapannya dengan Siwon waktu itu. Dan sekarang ketika ia berada dalam posisi yang sama, dia di uji untuk tak hanya pandai berbicara namun pandai melaksanakan segala ucapannya. Namja sejati selalu akan bersikap seperti itu bukan? Dan Yunho benar-benar membuktikan bahwa ia tak hanya mampu berbicara tapi ia juga mampu bersikap.
"Kau tak perlu khawatir Changmin, aku akan mengatakan kepada appa bahwa perjodohan ini tidak bisa di teruskan" ucap Boa memecah keheningan
Changmin tersenyum dan mengangguk.
"Aku hanya meminta satu hal untukmu Changmina..." ucap Yunho sambil memandang Changmin. "Tolong jaga Jaejoong selagi aku tak ada... aku akan segera menyelesaikan semua ini.. dan aku akan kembali secepatnya" ucap Yunho tulus. Sungguh ia ingin segera mengakhiri semua ini.. situasi seperti ini sangat menyiksanya.
Changmin terenyuh mendengar ucapan Yunho. Yunho benar-benar membuat Changmin kagum. Changmin akhirnya tahu alasan dibalik kegandrungan yeoja-yeoja yang mengejar Yunho selama ini, ia tahu bukan hanya ketampanan Yunho yang memukau tapi juga sikapnya-lah yang membuat semua yeoja itu terpikat.
Changminpun tersenyum, "Kau bisa mengandalkanku hyung" ucapnya mantap.
.
.
.
"Changmina.. bisakah kita pulang sekarang?" pinta Jaejoong ketika baru dari kamar mandi.
"Wae?" Nampak Yunho memandang Jaejoong kaget.
Jaejoong mencoba tersenyum, "Ada beberapa berkas yang harus aku persiapkan untuk besok... kau tahu jika umma akan marah jika aku tak serius dalam bekerja" ucap Jaejoong.
Changmin melihat ada yang aneh dari wajah Jaejoong,
DEG
"Apakah Jaejoong baru menangis dikamar mandi?" pikir Changmin. Bukan setahun dua tahun Changmin mengenal Jaejoong, ia tahu betul perilaku Jaejoong.
"Hyung.."
"Kita harus segera pulang Changmina..." Jaejoong memutus ucapan Changmin.
Yunho berdiri
HUG
Jaejoong memeluk Yunho singkat, "Aku pulang dulu ne..." ucapnya sambil tersenyum. "Boa, kami pulang dulu" lanjutnya sambil tersenyum ke arah Boa
"Jae.." Boa berusaha mencegah, Boa tahu jika Jaejoong salah paham.
Namun Jaejoong segera beranjak, mengabaikan panggilan Boa "Jja.. Changmina... kita pulang sekarang" Ucap Jaejoong kepada Changmin kemudian mulai melangkah.
Dan
GREPPP
KISSS
Yunho membalikkan tubuh Jaejoong dengan paksa, memegang kedua pipinya dan mencium bibir Cherry itu..
Jaejoong terbelalak kaget.
Changmin dan Boa juga melotot tak percaya. Bahkan semua pengunjung cafe ternganga melihat pemandangan itu. Terlebih yeoja-yeoja yang sedari tadi kagum dan selalu mencuri pandang ke arah Yunho, Changmin dan Jaejoong. Mereka semua harus menelan pil pahit dan harus puas dengan hanya melihat saja.
Yunho terus melumat bibir Jaejoong, ia tak peduli bahwa di cafe sekarang sedang banyak orang. Ia benar-benar tak peduli, yang ia tahu. Ia tak ingin membuat Jaejoong salah paham.
Tak ada penolakan dari Jaejoong namun tak ada balasan pula. Jaejoong diam membiarkan Yunho melumat bibirnya.
Yunho kemudian melepaskan ciumannya, matanya memandang Jaejoong lekat, "Jangan pernah meragukanku..."
TES
Air mata Jaejoong kembali mengalir. Kecemburuan yang sempat dirasakannya kini memudar. Ia tahu ia salah, ia tak mampu menguasai dirinya. tiga bulan tak bertemu dengan Yunho sudah membuatnya cukup gila, terlebih ketika tahu bahwa Yunho akan dijodohkan. Hal itu membuat keyakinannya semakin tipis. Ia bahkan sudah mempersiapkan diri untuk kembali sakit hati, ia sudah terlalu sering ditinggalkan oleh kekasihnya. Bahkan ia sempat berfikir bahwa ia tak berniat menjalin hubungan dengan siapapun jika Yunho meninggalkannya. Namun ternyata pikirannya salah, Yunho tak sama seperti yang lain. Yunho tak meninggalkannya, Yunho mempertahankannya. Ini benar-benar membuat Jaejoong terharu.
GREPP
Yunho memeluk Jaejoong yang masih terus menangis. "Dengarkan aku Jae... Aku tidak akan meninggalkanmu... bersabarlah... percayalah kepadaku... tunggu aku dan aku akan kembali secepatnya" ucap Yunho sambil mempererat pelukannya.
Jaejoong mengangguk
"HYUNG" suara Changmin membuyarkan romantisme yang sudah terbentuk
"Bisakah kalian lanjutkan nanti? Lihatlah, kalian membuat semua kegiatan di cafe ini terhenti" lanjut Changmin menginterupsi.
Yunho dan Jaejoong memandang sekitar, semua orang di cafe termasuk pelayan dan kasir memang benar-benar sedang memandangnya, semua terhenti dari aktifitas mereka bahkan tak sedikit diantara mereka bersorak dan bertepuk tangan. Sungguh, mereka baru menyadari.
Jaejoong dan Yunho bertukar pandang.
Diam
Namun kemudian keduaya tertawa, menertawakan diri mereka sendiri.
Yunho dan Jaejoong kemudian duduk, matanya memandang Changmin dan Boa secara bergantian.
Hening
Tiba-tiba keempat orang yang duduk dimeja yang sama itupun tertawa renyah. Entah apa yang mereka tertawakan. Munkin mereka sedang memikirkan hal yang sama. :)
.
.
.
"Aku tak menyangka jika kau menyia-nyiakan yeoja seperti dia" Mr. Jung memijat keningnya. Sedari tadi ia mencoba tenang, menarik dan menghembuskan nafas berulangkali untuk membuat dirinya tenang. Mrs. Jung juga setia memegang lengan suaminya agar tak lepas kendali dan menyebabkan penyakit jantungnya kambuh.
Sedangkan Yunho hanya menunduk dan diam.
Ya... semenjak kepulangannya dari pertemuannya dengan Boa tadi siang, Boa langsung menceritakan kepada appanya dan Mr. Kwon mencoba menjelaskan kepada Mr. Jung bahwa perjodohannya tidak bisa diteruskan.
Dan beginilah sekarang, Mr. Jung meluapkan kekecewaannya kepada Yunho.
"Dia yeoja dari keluarga terpandang, banyak namja mengejarnya dan kau menyia-nyiakannya begitu saja"
"Aku tak bisa bersamanya appa" gumam yunho lemah
Mr. Jung memandang Yunho tajam, namun kemudian ia menghembuskan nafas beratnya.
"Menikahlah dengan Boa"
DEG
"Aku tidak bisa appa, aku tak ingin melukai perasaan Boa... dia berhak mendapat namja yang baik"
"Apa kau tak cukup baik untuknya? Apa putra appa tak cukup baik untuk bersama wanita?" ucap Mr. Jung dengan nada meninggi
Hening
Semua diam tak ada yang bersuara
"Appa" Yunho memecah keheningan namun Mr. Jung sudah memotong ucapannya.
"apa karena dia?"
DEG
"Apa karena Kim Jaejoong kau melakukan ini?"
Yunho terdiam sebentar, ia memandang appanya dan mengangguk lemah, "Mianhe appa"
Lagi-lagi Mr. Jung harus menghembuskan nafas beratnya, ia mencoba tenang.
"Kau benar-benar membuat appa kecewa" ucap Mr. Jung lemah, sudah tak ada lagi kata yang bisa Mr. Jung ucapkan selain itu.
"Mianhe appa..." Yunho terus mengatakan kata yang sama karena ia tak tahu harus mengatakan apa kepada appanya.
Mr. Jung menghembuskan nafas beratnya sekali lagi, sungguh ia sedang mencoba menahan emosi, "Aku hanya ingin kau memiliki keluarga bahagia" ucapnya lemah
Yunho terdiam sejenak, "Aku akan bahagia dengannya appa, hanya dia yang aku cinta... restuilah kami.. aku mohon..." ucap Yunho memberanikan diri.
BRUK
Yunho bahkan sekarang sedang berlutut didepan Mr. Jung, appanya sendiri. Entah darimana keberanian itu Yunho dapatkan. Yang jelas, Yunho segera ingin mengakhiri semua ini. Ia tak ingin kesakitan ini terpendam semakin lama.
Mr dan Mrs. Jung serta Yoochun nampak terkejut dengan tindakan yang dilakukan Yunho. Baru kali ini ia melihat Yunho melakukan hal seperti ini. Selama ini, Yunho selalu menuruti kemauan keluarganya, ia bahkan rela pergi ke Seoul untuk membantu keuangan keluarganya. Mereka sangat tahu jika Yunho sangat mencintai mereka. Melihat Yunho yang memohon seperti ini membuat semua menyadari satu hal, Jaejoong begitu penting bagi Yunho.
Mr. Jung memandang Yunho nanar. Putra kesayangannya harus memohon seperti itu dihadapannya benar-benar membuatnya sedih.
Hening
"Kau adalah putra kesayanganku.. aku sangat menyayangimu" ucap Mr. Jung memecah keheningan.
Semua mata memandang Mr. Jung dan menanti Mr. Jung meneruskan kalimatnya.
"Aku hanya tak ingin kau menyesal karena telah memilih jalan seperti itu. Rintangan didepanmu akan sangat berat dan besar. Aku tak ingin kau menderita dan menyesali pilihanmu. Tak ada satupun orangtua didunia ini yang ingin anaknya menderita, Yun... Tak terkecuali aku..." Mr. Jung mencoba memberi pengertian, ia benar-benar menyayangi Yunho.
"Appa... aku hanya ingin restu dari kalian.. kalian keluargaku yang aku sayangi.. kalian sungguh berarti bagi hidupku... restu kalian akan membuat kami mampu menghadapi apapun rintangan yang akan kami hadapi..." ucap Yunho mencoba mengeluarkan semua yang mengganjal dipikirannya. Ia mencoba bersikap terbuka.
Mr. Jung mencoba mencerna semua ucapan Yunho. Mr. Jung bukannya tak tahu perasaan Yunho, Ia sangat tahu bagaimana perasaan Yunho dan Jaejoong karena ia sempat mendengarkan ungkapan perasaan keduanya saat dirumah sakit waktu itu. Sejak saat itu pula, Mr. Jung berpikir dan berusaha mengerti, sungguh... yang ia inginkan hanyalah kebahagiaan Yunho, ia benar-benar ingin melindungi Yunho agar tak menyesali perbuatannya.
"Aku takut jika yang kau rasakan padanya bukan cinta... Kau hanya bingung dengan perasaanmu sendiri.. kau terlalu dekat dengannya hingga membuatmu merasa mencintainya.." ucap Mr. Jung yang memandang Yunho nanar.
Mr. Jung benar-benar tak ingin Yunho menyesal, ia bahkan sempat menjodohkan Yunho dengan Boa namun sepertinya hal itupun tak menggoyahkan sikap Yunho. Lalu apakah ia akan memberikan restunya sekarang?
"Ini cinta appa.. aku mencintainya... aku ingin bersamanya seperti appa ingin bersama umma..." gumam Yunho mencoba membuat Mr. Jung mengerti.
Mr. Jung diam, tak memberikan komentar apapun setelah mendengar ucapan Yunho.
"Appa, aku rasa Jaejoong hyung bukan orang yang terlalu buruk untuk Yunho hyung" tiba-tiba suara Yoochun memecah keheningan.
Semua mata memandang Yoochun kaget, selama ini Yoochun tak pernah seberani ini.
"Jaejoong hyung adalah orang yang baik... dia sangat mencintai Yunho hyung dan dia menyayangi kita, dia bahkan sangat menyayangi appa" lanjut Yoochun dengan suara parau. Sudah cukup baginya untuk melihat Yunho menderita selama 3 bulan terakhir, meski Yunho tak pernah menunjukkan perasaannya namun Yoochun sering melihatnya secara tak sengaja ketika Yunho sendiri entah itu di kamar ataupun di halaman belakang rumah. Cukup baginya untuk mengerti perasaan Yunho kepada Jaejoong dan ia merasa bahwa Yunho akan bahagia bersama Jaejoong sehingga ia membantu Yunho untuk membuat appanya mengerti.
Mr. Jung tetap diam, ia kemudian beranjak dari duduknya. Ia memandang Yunho yang masih berlutut, memohon kepadanya. Lama Mr. Jung memandang Yunho seolah ia sedang berdebat dengan dirinya sendiri.
Namun tak lama kemudian, suara Mr. Jung terdengar. "Bangunlah... mulai sekarang lakukan apapun yang kau mau" ucap Mr. Jung memecah keheningan
DEG
Ucapan Mr. Jung mengagetkan semua orang.
"Appa" gumam Yunho
Mr. Jung memandang wajah sendu dan hampir putus asa dari putra kesayangannya itu. "Dengarkan appa Yun..." Mr. Jung menarik nafas dalam sebelum melanjutkan kalimatnya... "selama ini kau tak pernah mengabaikan appa... kau selalu mendengarkan semua kata-kata appa... kau bahkan membantu mencukupi semua kebutuhan keluarga ini. Kau benar-benar telah tumbuh menjadi namja yang sangat hebat... kau adalah putra yang paling aku sayangi" Mr. Jung menepuk bahu Yunho dan nampak matanya mulai berair.
"Selama ini kau selalu menuruti semua perintahku tapi sekarang kau berhak untuk tak mendengarkan permintaanku lagi. Kau berhak menentukan hidupmu sendiri.." air mata Mr. Jung menetes dengan sendirinya. Mr. Jung nampak berusaha menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri.
"Appa..." gumam Yunho dengan suara paraunya, air matanya ikut menetes. Melihat appanya menangis karena perbuatannya sungguh membuat Yunho sesak. Sungguh situasi ini begitu menyesakkan dan menyakitkan..
"Seberapapun appa ingin membuatmu bahagia, tapi tetap saja hanya kaulah yang merasakan kebahagiaan itu. Kalau dengan bersamanya kau bahagia, maka bahagialah bersamanya. Biarkan air mataku menetes untukmu kali ini saja dan anggaplah ini sebagai penyesalanku karena aku tak mampu menjadi orangtua yang baik untukmu selama ini"
Yunho menggeleng, air matanya menetes tiada henti. "Appa adalah ayah terbaikku" ucap Yunho lirih, suaranya tercekat.
Mr. Jung mencoba tersenyum, "Aku gagal menjadi ayah yang baik untukmu" ucap Mr. Jung.
Yunho menggeleng dengan air mata yang menetes. Ia tak ingin appanya merasa bersalah akibat perbuatannya yang lebih memilih untuk bersama Jaejoong daripada dengan yeoja. Yunho benar-benar tak ingin appanya menyalahkan dirinya sendiri karena ini adalah murni pilihannya sendiri, appanya tak pernah sekalipun memintanya untuk menjadi namja yang memilih jalan seperti itu.
"Sebenarnya selama ini, aku memintamu untuk tetap tinggal disini karena aku hanya ingin kau mengenali perasaanmu kepadanya. Aku ingin kau benar-benar yakin perasaan apa yang kau rasakan kepadanya. Aku terus berdoa jika memang perasaanmu kepadanya hanyalah sementara maka aku sangat ingin perasaan itu segera pudar. Aku bahkan memperkenalkanmu dengan putri temanku. Aku merasa jika perasaanmu kepadanya hanyalah kebingunganmu saja, itu bukan cinta... perasaan itu tak akan bertahan lama karena kau tak benar-benar mencintanya"
'Ini cinta appa. Jantungku berdetak kencang saat bersamanya. Aku ingin melindunginya, ingin bersamanya, ingin berbagi suka dan duka. Aku ingin menghabiskan sisa umurku dengannya. Aku bahkan merasakan kemarahan yang teramat sangat jika melihatnya dengan yang lain. Ini cinta appa... ini cinta...' Ucap Yunho dalam hati
"Namun sepertinya aku salah, perasaanmu kepadanya tak sesederhana yang aku pikir." Ucap Mr. Jung sambil tersenyum.
"Jaejoong orang yang baik, sangat baik... Sejujurnya aku menyukainya, sangat menyukainya..." Mr. Jung menghela nafas, "Jika dia perempuan, appa tak akan bersikap seperti ini.. aku akan merestuimu walaupun tanpa kau minta... Sungguh, aku hanya ingin yang terbaik untumu Yun... Aku ingin melihatmu bahagia... kau putra kesayanganku.." lanjut Mr. Jung mengeluarkan semua yang ingin ia katakan.
DEG
Semua kata-kata Mr. Jung terpatri jelas di ingatan Yunho.
Mr. Jung benar, jika Jaejoong perempuan maka Yunho tak harus semenderita ini. Tak akan sulit bagi Yunho untuk meminta restu Mr. Jung. Sayangnya tak ada yeoja yang seperti Jaejoong, tak ada yeoja yang semenarik Jaejoong, tak ada yeoja yang memikat hati Yunho seperti Jaejoong, dan tak ada yeoja yang mampu menggantikan cinta Yunho kepada Jaejoong.
Tak ada...
Hingga akhirnya Yunho harus berjuang seperti ini, memperjuangkan cintanya kepada Jaejoong.
Sakit
Dan
Perih
Begitulah rasa yang dirasakan Mr. Jung ketika melihat putra kesayangannya harus berlutut dan memohon kepadanya.
Sungguh sangat sakit, melihat Yunho harus menangis dan mengiba kepadanya seperti sekarang ini.
Yunho benar-benar tak main-main dengan pilihannya, ia tak menyerah sedikitpun. Jika kebahagiaan Yunho adalah tujuan Mr. Jung, lalu apa lagi yang ia tunggu sekarang selain merestui hubungannya dengan Jaejoong?
Mr. Jung menepuk bahu Yunho, "Lakukan apapun yang kau mau dalam hidupmu. Kau berhak untuk tak menurutiku. Jika kau tak mampu meninggalkannya maka jangan tinggalkan dia. Aku sudah tua, jadi selama aku masih bernapas, aku ingin melihatmu bahagia.. kau adalah putraku yang paling aku sayangi... itu tak akan pernah berubah.. aku hanya bisa berdoa agar kau tak menyesali pilihanmu.. berjanjilah untuk hidup bahagia, anakku... " Ucap Mr. Jung memberikan kata terakhirnya kemudian mulai berjalan menuju kamar.
GREPPP
Yunho memeluk Mr. Jung dari belakang
Semua terdiam
Yunho terisak sambil memeluk Mr. Jung. Tubuhnya bergetar hebat, selama ia hidup.. baru kali ini ia menangis seperti ini...
"Apalagi yang kau minta dariku?" ucap Mr. Jung dengan suara bergetar, ia mencoba menahan air matanya yang hendak keluar.
Yunho menggeleng, "Tidak ada lagi yang aku minta dari appa... semua yang appa berikan sudah lebih dari cukup... Gomawo appa" ucap Yunho disela isak tangisnya
TES
Air mata Mr. Jung jatuh untuk kesekian kalinya. Pergolakan batin yang luar biasa terjadi di usia senjanya ini. Namun apapun akan ia lakukan demi putra kesayangannya. Tak ada satupun orang tua yang ingin melihat putranya menderita. Begitu juga dengan dia.
Mr. Jung memegang lembut tangan Yunho yang memeluk erat tubuhnya. "Kamu harus bahagia, berjanjilah untuk itu."
Yunho mengangguk pasti, "Ne.. appa... aku akan bahagia"
Mrs. Jung dan Yoochun sudah tak mampu membendung air mata mereka ketika melihat pemandangan mengharukan ini. Ada alasan dibalik sikap Mr. Jung selama ini, dan melihat keteguhan hati Yunho membuat Mr. Jung mengerti.
Namun,
Tak ada yang tahu seberapa sakit perasaan Mr. Jung karena kejadian ini tapi yang jelas, semua tahu jika Mr. Jung ingin Yunho bahagia.
Hidup adalah pilihan
Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi sebelum kau memutuskan untuk memilih namun kau tak akan pernah bisa kembali ke pilihan itu lagi karena pilihan-pilihan yang lain akan menanti didepanmu sebagai konsekuensi dari pilihan yang telah kamu ambil. Pilihan dalam hidupmu bagaikan jalan tol, kau hanya boleh maju dan memilih jalur yang kau tuju tanpa bisa kembali.
Ya... itulah hidup...
Suka tak suka.. mau tak mau... kau harus memilih...
Dan kau adalah cermin dari apa yang kau pilih selama ini
Tak ada yang tahu pilihanmu itu benar atau salah karena kebenaran adalah relatif. Kau menganggap benar, belum tentu orang lain beranggapan sama. Kau menganggap salah, belum tentu orang lain menganggap salah.
Ya.. di dunia ini, tak ada kebenaran mutlak karena kebenaran itu relatif...
.
.
4 bulan berlalu tanpa terasa
TING TONG
Suara bel apartemen berbunyi di pagi hari...
Waktu masih menunjukkan pukul 5 pagi
TING TONG
Sekali lagi suara bel terdengar
Dengan malas Jaejoong membuka matanya, ia meregangkan tubuhnya dan menguap berulangkali sebelum akhirnya dengan malas turun dari tempat tidurnya. Matanya memandang jam yang berada di nakas, siapa orang yang pagi-pagi begini sudah bertamu? Pikir Jaejoong dalam hati
Jaejoong berjalan dengan malas menuju pintu apartemennya, ia menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
Dengan malas tangannya membuka pintu
CKLIK
DEG
Seorang namja yang dirindukannya selama ini muncul di depan pintu apartemennya.
"Hei... i'm back" terpampang senyum indah namja tersebut.
Mata Jaejoong melotot tak percaya, ia bahkan sempat mengucek matanya berulangkali. "Yunho?" Jaejoong bergumam tak percaya. Apakah ini bukan halusinasi?
Pasalnya ia tak menerima kabar dari Yunho sudah lebih dari 4 bulan semenjak pertemuan terakhirnya di cafe waktu itu. Yang ia tahu bahwa Yunho memintanya untuk menunggu jadi ia hanya terus menunggu dan menunggu tanpa tahu pasti kapan penantiannya berakhir.
Pantas jika sekarang ia mematung dan terpaku diambang pintu tanpa mampu berucap satu katapun ketika melihat Yunho yang berada didepannya.
"Apa kau tak merindukanku?" ucap Yunho sekali lagi
GREPPP
Sontak Jaejoong memeluk Yunho erat. tak ada kata yang terucap tapi tindakannya cukup untuk menjawab pertanyaan Yunho.
Yunho tersenyum dan membalas pelukan Jaejoong. Aroma tubuh yang sudah lama Yunho rindukan akhirnya tercium lagi di hidung Yunho. ini menenangkan.
Sesekali Yunho mengecup rambut Jaejoong sambil mengeratkan pelukannya.
Terdengar isakan di telinga Yunho.
"Heiii... kenapa malah menangis?" tanya Yunho sambil melepaskan pelukannya. Ia melihat tubuh Jaejoong bergetar dan didukung dengan air mata Jaejoong yang mengalir dengan derasnya.
Ibu jari Yunho mengusap air mata Jaejoong lembut, "I'm back... I'm here... don't cry anymore..." ucap Yunho sambil tersenyum
Jaejoong mengangguk namun entah kenapa air matanya tak kunjung berhenti.
Yunho tertawa kecil melihat ekspresi Jaejoong, "Kau selalu tak menuruti kata-kataku.. sudah aku bilang jangan menangis"
"I'm not Jung... tapi entah kenapa air mata ini keluar juga" ucap Jaejoong sebal. Tangannya mengusap kasar air mata yang terus keluar tanpa diminta itu. Ia sendiri juga tak tahu kenapa air matanya terus mengalir. Mungkin ia terlalu bahagia.
Yunho tersenyum sambil memegang kedua pipi Jaejoong, "Jae.. lihat aku..." ucap Yunho sambil memandang Jaejoong lekat.
Dengan mata yang masih setia meneteskan air mata, Jaejoong memandang Yunho.
"Kau masih setia menungguku?"
Jaejoong mengangguk
"Kau masih percaya kepadaku?"
Jaejoong mengangguk sekali lagi
"Kau ingin bersamaku?"
Jaejoong mengangguk
"Jadi..." Yunho terdiam sejenak, "Kini tiba waktuku untuk membalas semua yang kau lakukan untukku"
Jaejoong diam
"Menikahlah denganku"
DEG
"I want you to be the Jung, Kim?"
Jaejoong masih terpaku dengan kalimat yang didengarnya itu. Benarkah? Apakah dia tidak sedang berhalusinasi?
Yunho tersenyum melihat ekspresi Jaejoong, "Let's go to your house.. we'll meet umma Kim.. and we'll marry next week.."
1 detik
2 detik
3 detik
Jaejoong mencerna semua kata Yunho. air mata yang sempat terhenti kemudian keluar lagi.
"Hei... berhentilah menangis... apa kau tak suka menikah denganku? Apa caraku tak seromantis yang kau bayangkan? Atau jangan-jangan kau sudah dengan yang lain?" protes Yunho
Jaejoong tersenyum lebar dan menggeleng keras, "Tak akan ada orang yang bisa menggantikanmu.." gumam Jaejoong
GREEPP
Yunho tersenyum dan memeluk Jaejoong erat, "Menualah bersamaku Kim Jaejoong. Karena aku akan menghabiskan sisa umurku bersamamu"
Jaejoong terkikik mendengar ucapan Yunho... tapi iapun mengangguk, "Ne..."
"Saranghae, Kim Jaejoong"
"Nado saranghae, Jung Yunho"
.
'I don't want anything more, i just want things to be like this and we would be together forever... Jae... Just stay with me and I'll protect you... forever'
- Jung Yunho –
.
'There would not be me if not for you, my other half, Jung Yunho'
- Kim Jaejoong -
.
.
Tak akan ada yang pernah tahu perubahan perasaan seseorang. Tapi ada satu hal yang perlu kau tahu, jika kau meyakini sesuatu itu benar maka pertahankan keyakinanmu itu... orang lain boleh meragukanmu tapi tidak dengan dirimu sendiri. Kau tak boleh meragukan dirimu sendiri, karena hanya kaulah yang mampu membuat keyakinan yang kau anggap benar itu menjadi benar.
Jangan pernah meragukan keyakinanmu dan jangan pernah menyesali pilihanmu karena semua akan sia-sia.
.
.
.
END
.
Kabuuuuurrrrrrrrr... . hehehhehe
.
.
Fiuuhhh... akhirnya end juga FFF... #tebar confetti dan sujud syukur
Akhirnya maxy lagi-lagi masih belum mampu bikin chap sedih terlalu lama... Mian maxy masih amatir, masih butuh banyak belajar. Jadi, mian jika chap ini mengecewakan.. #deep bow
.
.
Kau adalah pilihanmu sendiri... Bagaimana adanya kau sekarang adalah dari apa yang kau pilih di masa lalu… Terlepas dari benar tidaknya pilihanmu di masa lalu, yang jelas… kau hanya bisa bertahan dan mencoba berjalan kedepan
.
Kau adalah cermin dari apa yang kau pilih selama ini
.
Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi sebelum kau memutuskan untuk memilih namun kau tak akan pernah bisa kembali ke pilihan itu lagi karena pilihan-pilihan yang lain akan menanti didepanmu sebagai konsekuensi dari pilihan yang telah kamu ambil.
.
Hidupmu bagaikan jalan tol, kau hanya boleh maju dan memilih jalur yang kau tuju tanpa bisa kembali.
.
Orang lain boleh meragukanmu tapi tidak dengan dirimu sendiri. Kau tak boleh meragukan dirimu sendiri, karena hanya kaulah yang mampu membuat keyakinan yang kau anggap benar itu menjadi benar
.
Bagi yang ingin copas kalimat-kalimat tadi, boleh.. monggo silahkan... :)
Semua kalimat itu murni dari pikiran maxy kok... jadi tenang aja, gak akan ada komplain dari pihak lain jika kalian menggunakannya..hehehhe... tapi cantumkan nama maxy ne... #menghargai pemikiran orang lain plus itung-itung sekalian maxy mo numpang ngeksis... #maxy koplak... wkwkwkwkk
Oiya, maxy juga nyelipin kalimat asli yang pernah di buat yunpa ke jaema dan jaema ke yunpa.. bagi YJS pasti sudah tahu lah.. kalimat yang mana itu... #wink.. :)
FFF END, seperti rencana awal ini epep gak akan panjang... So, tinggal IYMK nih tanggungan maxy... HOREEEEEE... BANSAAIIII... \^.^/
Niatnya sih mau ngasih 1 chap lagi buat epilog nikahan Yunjae dan keisengan Changmin yang ngerjain YUNJAE pas mau NC... .
BUT, nunggu respon teman-teman aja dulu.. takutnya teman-teman uda pada bosen baca ep ep maxy, kan kalo bosen bisa jadi mubadzir nanti epilognya... ehehehhehe
Akhir kata... sekian dari maxy.. gomawo bagi yang uda membaca, mereview dan memfavo FFF... maxy menyayangi kalian... tanpa masukan dan dukungan kalian maxy tidak akan bisa seperti ini... maxy akan terus berusaha menjadi yang lebih baik lagi... #Deep Bow...
Andai bisa, maxy ingin memeluk kalian satu-satu tapi karena itu tak mungkin jadi maxy hanya bisa berdoa agar teman-teman selalu sehat selalu dan terus semangat ne... :)
I love u Guys...
Big thanks to you all
Deep Bow
- Maxy-
