Cast : KyuMin and the other cameo~~~.
Warning : OOC, YAOI, BL, Kependekan, GAJE, and Typo(s)
Dislaimer : KyuMin milik Tuhan YME. Kyuhyun milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyuhyun
HAAIII~~~ ini FF debut sayaaa~~~#gaknanya!
Cerita ini 100% hasil pemikiran otak saya. memang sih saya dapet idenya pas nonton School 2013. Jadi kalo ada kemiripan itu wajar~ dan saya memang ngambil situasi yang sama dengan School 2013. Tapi konfliknya beda kok. Cuma situasi aja~~ ~~
Kali ini saya buat KyuMin. Heehe okelah selamat membaca~~ jangan bosan untuk memberikan Review pada saya~ apalagi ini FF debut. Pasti sangat berharga review anda~~
.
WARNING! YAOI HERE!
.
NO BASH NO FLAME YAA~~~
.
.
.
.
.
Baby Flame
.
.
Happy reading^^
.
.
Saat ini Sungmin dan Kyuhyun terduduk di depan rumah Sungmin. Kyuhyun sedang menunggu Sungmin lebih stabil setelah menangis beberapa saat yang lalu. Selama itu tidak ada yang bersuara sedikitpun. Hanya semilir angin malam lah yang menemani mereka. Sampai pada akhirnya Kyuhyun memberanikan diri untuk membuka pembicaraan. Karena menurutnya semua ini harus benar benar selesai sekarang juga.
"Ming... maafkan aku." Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin yang ada disampingnya.
Sungmin yang merasa tangannya sedang digenggam pun mendongak dan menatap Kyuhyun si pelaku penggenggaman tersebut. Dan Kyuhyun pun melihat wajah sembab Sungmin dengan tatapan sendu yang ia miliki saat ini.
"Aku akan jelaskan semuanya Ming" Kyuhyun berkata tegas.
.
.
.
.
.
O. o. O. o. O. o. O. O
.
"Jadi... apa yang kau tau?" Kibum berbicara setelah ia mendudukkan dirinya disalah satu kursi di kafe tersebut.
"Kenapa terburu buru? Kita saja belum memesan sesuatu" Seulgi berbicara tanpa memperhatikan Kibum. detik berikutnya seorang pelayan sudah menghampiri meja tersebut.
"Tujuanku bukan untuk bersantai" Kivum melipat kedua tangannya didepan dada.
"oh ayolah! Jangan jual mahal. Aku yang mentraktirmu!" Seulgi berkata dengan mata yang masih terfokus pada buku menu yang ia genggam.
"Waffle coklat dan Vanilla latte..." Seulgi menatap Kibum menunggu apa yang akan Kibum pesan.
"Buat saja sama dengannya" Akhirnya Kibum bersuara dan Seulgi hanya berdecih pelan setelah pelayan tersebut pergi.
"kau tidak kreatif! Kau mengikutiku!" Seulgi sedikit tertawa.
"Jadi... kutanya lagi... apa yang kau tau?" Kibum kembali menarik ke topik sesungguhnya.
"sebenarnya tidak banyak." Seulgi mengidikkan bahunya acuh.
Kibum menyipitkan matanya menatap Seulgi. "Apa itu?"
"Dihari kau pergi meninggalkan Seoul. Dan dihari dimana ibu Sungmin jatuh sakit. Itu semua aku tau karena aku sedang berada disini. Dan... yah begitulah" Seulgi kembali mengidikkan bagunya.
"Katakan dengan jelas" Kibum berkata hendak menuntun.
"Baiklah... malam itu..." Seulgi mendongak menatap Kibum dan tersenyum.
-flashback on-
Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan langkah lebar dan riang menuju kamarnya. Namun sebelum ia membuka kenop pintu kamarnya sebuah sentuhan dibahunya mengintrupsi kegiatannya dan memaksanya untuk berbalik dan melihat siapa pelakunya.
"Oppa! Kau dari mana eoh?lama sekali pulangnya!" Seulgi menggerutu kepada Kyuhyun.
Kyuhyun hanya memandangi Seulgi datar. "Jangan menggangguku" Ucapnya dan berlalu masuk kekamarnya.
"Masih saja menjadi sepupu yang menyeramkan! Hiiiy" Seulgo bergidik ngeri dan meninggalkan kamar Kyuhyun menuju dapur. Namun sial baginya, setelah memasuki dapur ia malah dimintai tolong untuk mengantarkan makan malam kekamar Kyuhyun. Dengan terpaksa iamembawakan makan malam tersebut untuk Kyuhyun.
Sesampainya disana Seulgi tidak menemukan sosok Kyuhyun. Ya, dari suara shower yang Seulgi dengar sudah dipastikan Kyuhyun sedang mandi saat ini. seulgi pun menuju meja nakas dan meletakkan makanan tersebut disana. Namun sebuah nada dering ponsel mengintrupsi gerakannya dan ia menemukan ponsel Kyuhyun lah yang berbunyi.
Seulgi tanpa fikir panjang pun mengangkat panggilan masuk yang bertuliskan dari 'Sungmin'.
"Yo—"
"Yoboseyo?" Seulgi mengucapkan salam yang memotong salam Sungmin yang sedikit bergetar.
"Yoboseyo?" Seulgi mengulangnya namun Sungmin tidak juga bicara. Bahkan panggilan tersebut pustus begitu saja.
Dan kesialan Seulgi bertambah saat ia dikejutkan oleh suara pintu kamar mandi yang tiba tiba terbuka dan membuatnya terkejut dan menjatuhkan ponsel Kyuhyun dilantai. Sulgi yang melihat hal tersebut hanya bisa menggigit bibir bawahnya gugup.
"YAK! Apa yang kau lakukan dengan ponselku eoh?" Kyuhyun sedikit memekik saat mendapati ponselnya sudah hancur di lantai kramik kamarnya.
"I-itu aku hanya mengangkat panggilan dan-dan kau mengejutkanku!" Seulgi tergagap.
"Aiiisshhh! Kau ini! memangnya siapa yang menelpon?" Kyuhyun bertanya.
"Su-sungmin" Seulgi berkata jujur.
Dan detik berikutnya Kyuhyun mendorong Seulgi untuk keluar dari kamarnya dan Kyuhyun segera bergegas untuk berpakaian dan pergi begitu saja dari rumah malam itu.
-Flashback off-
"Jadi... kau yeoja yang dimaksud Sungmin?" Kibum menatap Seulgi yang sedang menyesap vanilla latte miliknya.
Seulgi mengangguk singkat.
"Lalu... bagaimana dengan kecelakaan yang dialami Kyuhyun?" Kibum kembali bertanya.
.
.
.
.
.
[*****]
.
"Jadi... wanita itu sepupumu?" Sungmin berkata serak setelah mendengar penjelasan Kyuhyun tentang siapa yang mengangkat telfonnya malam itu.
"Tapi... setelah itu kau kemana?" Sungmin kembali bertanya setelahnya.
"Malam itu... aku langsung pergi menuju kerumahmu.. tetapi aku tidak menemukanmu dan tetanggamu mengatakan bahwa kau pergi kerumah sakit. Aku sangat panik. Aku kira kau yang sakit. Jadi... aku langsung pergi kerumah sakit dengan sedikit tergesa gesa. Dan... itu semua terjadi.." Kyuhyun menunduk.
"Apa?" Sungmin menatapi Kyuhyun yang sedang menunduk.
"Aku mengalami kecelakaan yang membuatku mengalami amnesia ringan." Kyuhyun mengangkat wajahnya pelan.
"Aku hanya akan mengingat sesuatu jika ada sesuatu yang mengingatkanku.. dan.. maaf karena aku membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengingatmu Ming..." Kyuhyun kembali menundukkan kepalanya.
Sungmin mengulurkan tangannya untuk mengelus punggung Kyuhyun lembut. Sungmin juga menarik tubuhnya untuk lebih dekat dengan Kyuhyun. Kyuhyun yang dulu ia kenal. Kyuhyun kekasihnya yang ia rindukan.. semuanya sudah jelas sekarang. Sungmin senang. Bahkan air matany sudah menetes sekarang. Persetan dengan beberapa waktu sebelum ini. yang penting adalah Kyuhyun dan Kibum yang berada disisinya mulai saat ini. Sungmin sudah sangat senang dengan itu semua.
Kyuhyun mendongak dan mendapati Sungmin menangis disebelahnya. Kyuhyun pun merentangkan tangannya hendak memeluk tubuh Sungmin yang bergetar karena tangis. "Saranghaeyo Sungmin-ah.. aku tidak akan pernah melupakanmu untuk yang kedua kalinya" Kyuhyun mengeratkan pelukannya dan disambut anggukan kecil dari Sungmin yang berada dipelukannya.
.
.
.
.
.
[*****]
.
"Kyuhyun koma seminggu lebih karena kecelakaannya cukup parah." Seulgi melipat tangannya diatas meja.
"dan aku... aku... aku terlalu takut mengatakan kepada Kyuhyun oppa tentang apa yang terjadi. Jadi... aku pulang kembali ke Kanada. Dan setelah aku menemukan kesempatan untuk kembali kesini akhirnya aku menceritakan semuanya pada Kyuhyun oppa. Mungkin saat ini Sungmin oppa juga sedang mendengarkannya" Seulgi sedikit menunduk dan mengerjapkan matanya beberapa kali. Sungguh ia merasa bersalah akan apa yang terjadi.
Kibum menghela nafas. "sudahlah. Lagipula semua sudah jelas sekarang. Tidak ada gunanya jika kau merasa bersalah" Kibum berbicara acuh dan sontak membuat Seulgi mendongak begitu saja.
"terima kasih telah kembali dan mengubah segalanya." Kibum tersenyum kearah Seulgi. Dan Seulgi pun mengerjap lucu. Ya... ia sedikit bangga dengan dirinya sekarang.
"Ini juga salahku. Ponselku hilang dan aku tidak pernah bisa menghubungi Sungmin maupun Kyuhyun. Sedangkan waktu pulang aku tidak pernah bisa menyempatkan diriku untuk pulang ke Soul" Kibum menghela nafas berat.
Tetapi detik berikutnya Kibum tersenyum dan mengangguk beberapa kali. "Tetapi ini semua sudah selesai bukan?"
.
.
.
.
.
[*****]
.
Sungmin berdiri berhadapan dengan Kyuhyun yang baru saja meminta izin untuk pulang karena sudah cukup larut saat ini. dan baru saja Sungmin hendak berbalik dan memasuki rumah sederhananya, Kyuhyun kembali menahan pergelangan tangannya. Dan itu sukses membuat Sungmin membalikkan tubuhnya kembali.
Dan Kyuhyun dengan cepat merengkuh tubuh Sungmin yang lebih mungil itu. Dan tidak butuh waktu lama lagi untuk Kyuhyun mendapatkan balasan dari sungmin. Pelukan hangat. sangat hangat terasa di malam sedingin ini.
"Kenapa?" Sungmin bergumam disela pelukannya.
Kyuhyun menggeleng pelan. "Aku hanya... merasa bodoh." Kyuhyun mengeratkan pelukannya. Namun mendengar perkataan tersebut, Sungmin memaksa untuk melepas pelukan tersebut dan menatap hazel Kyuhyun lekat.
Kyuhyun tersenyum lembut. "Aku merasa bodoh karena bisa melupakan orang yang paling kucintai didunia ini... dan untungnya, Tuhan masih mengasihaniku." Kyuhyun mencondongkan tubuhnya untuk lebih dekat dengan Sungmin.
"Tuhan masih ingin aku mencintaimu lagi Ming" Kyuhyun berbisik di telinga Sungmin. Dan detik berikutnya ia beralih untuk mengarah kebibir shape M milik Sungmin. Dan...
Chu~
Kyuhyun pun mencium Sungmin lembut. Ya, hanya sebuah kecupan. Namun itu semua dilakukan Kyuhyun sebagai perantara untuk menyampaikan perasaan tulusnya kepada Sungmin tentunya. Dan Sungmin hanya memejamkan matanya dan menerima perlakuan Kyuhyun. Namun setetes air mata meluncur dari manik foxynya yang baru saja terbuka.
Kyuhyun yang melihatnya segera melepas tautan mereka dan bertanya pada Sungmin. "Kau kenapa Ming?" Kyuhyun merengkuh bahu Sungmin.
"Gomawoo... hiks.. Gomawoo untuk mencintaiku lagi Kyuhyun" Sungmin tak sanggup. Ia pun memeluk Kyuhyun erat.
Kyuhyun hanya tersenyum dan membalas pelukan Sungmin. "Tentu Ming~" Ucapnya halus.
.
.
.
.
.
[*****]
.
"Terima kasih telah menemaniku" Seulgi tersenyum kearah Kibum yang baru saja keluar dari mobilnya.
"Aku yang harus berterima kasih karena kau sudah menceritakan sesuatu untukku" Kibum terkekeh pelan.
"Eum... untuk cerita itu mungkin aku akan meminta imbalannya lain kali oppa" Seulgi tersenyum kearah Kibum yang masih berdiri disisi mobil miliknya.
"Imbalan?" Kibum memicingkan matanya dan mengulangi sebuah kata yang Seulgi ucapkan sebelumnya.
Seulgi tertawa pelan. "Eumm... mungkin jika aku sedang bosan kau bisa menemaniku seperti tadi" Seulgi mengangguk seakan menyetujui apa yang ia katakan.
Kibum mendecih pelan. "Baiklah. Aku masuk dulu." Kibum pun membalikkan tubuhnya untuk memasuki rumahnya sendiri.
"Menyenangkan" Seulgi bergumam sebelum ia menyalakan mobilnya dan melaju meninggalkan tempat itu dan kembali kerumah Kyuhyun tentunya. Saat ini ia cukup penasaran dengan apa yang terjadi dengan Kyuhyun dan Sungmin. Mungkin jika ia sedang beruntung Kyuhyun akan bercerita dengannya dirumah.
.
.
.
.
.
-To Be Continued-
.
Chap depan bakalan jadi ending! Hohoho yang penasaran aku yakin udah pada kejawab kaaan? Hehe.. miiian jika mengecewakan atau kurang srekk.. hehe itu aja sih. Lagi gabisa bacot banyak banyak. Dan maaf jika typonya banyaak! Saya gasempat ngedit ulang .
Mind to Review?
Saya juga tidak akan lupa berterima kasih kepadaa kaliaaan yang udah memberikan review kaliaan. Itu semua jadi semangat buat aku. Dan terimakasih pula untuk kalian yang udah follow atau favorite thi ff.
BIG THANKS TO
KobayashiAde. pumpkinsparkyumin. Chisana Yuri. CharolineElf. ammyikmubmik. Maximumelf. leefairy. 7D. QyuDevi78. RillaKyuming97. WineCouple. Joyer Cloudsomnia. Chu. Ketiban KyuMin. abilhikmah. Sissy. Yefah Joyer Cloudsomnia. Rini11888. sary nayolla. Chella-KMS. lee sunri hyun. tiakyumin137. bebek. hatake andrion junior.
