Sehun memberhentikan mobilnya tepat di depan pintu rumah itu dan menemukan Bibi Ohm berdiri disana dengan resah. "Bagaimana keadannya?" Tanya Luhan saat mereka berdiri di depan Bibi Ohm.

"Nona sedang tidur, saya sudah memberikan obat pada lukanya, tapi saya khawatir nona." Luhan mengangguk dan menatap Sehun yang juga menatapnya balik.

Luhan dan Sehun berlari memasuki rumah itu diikuti Bibi Ohm dari belakang dan memperlambat langkahnya saat melihat Kibum, Chanyeol, serta Jae Ah menatapnya dengan bingung. Mereka menundukkan badannya. "Hallo." Sapa mereka dengan sopan

"Ada apa ini?" Kibum tersenyum, "Kenapa kalian sangat buru-buru sekali."

"Haha, tidak ada apa-apa tante. Baekhyun membuat kami harus cepet-cepet masuk ke kamarnya kalau enggak kita harus membayar makan siangannya selama satu bulan." Kata Luahn sambil tertawa. Sehun yang disampingnya ikut tertawa.

"Iya tante."

Kibum tertawa dan menggelengkan kepalanya. "Ya udah sana masuk ke kamar Baekhyun."

Luhan dan Sehun mengangguk kemudian membungkuk lagi lalu berjalan menaiki tangga menuju kamar Baekhyun diikuti Bibi Ohm.


Mereka tiba dikamar Baekhyun dan langsung masuk dan Bibi Ohm mengunci kamar itu rapat.

"Baekhyun, hey, Baek." Luhan naik ketempat tidur dan menarik Baekhyun yang menutup kedua matanya dengan damai kedalam pelukannya.

Baekhyun mengerutkan dahi dan perlahan membuka matanya saat merasakan namanya di panggil berulang kali diiringi usapan pada kepalanya.

"Baek, ini gue, Luhan, lu bisa dengar gue gak?" Tanya Luhan. "Ya Tuhan Baek." Luhan mengusap wajahnya yang penuh air mata ketika melihat seprai putih yang dipakai Baekhyun berganti warna. Baekhyun menutup matanya lagi dan hampir tertidur saat Luhan menyerukan bahwa dia tak boleh tidur lagi. "Bagaimana keadaanya?" Tanya Luhan pada Sehun yang sudah selesai memeriksa keadaan Baekhyun.

"Aku sudah membersihkan serta membalut lukanya dan Baekhyun kekurangan darah." Kata Sehun dengan raut khawatir. "Sepertinya dia menambah lukanya lagi."

"Apakah kita harus membawanya ke rumah sakit?"

"..." Sehun hanya bisa menghela nafas dan mengangguk.

Luhan mengigit bibir bawahnya dan memeluk Baekhyun makin erat. "Baek, bangun, jangan tidur ya?"


"Ya! Lu, bener-bener Baek! Sungguh menyusahkan." Sehun menggurutu saat dia harus menggendong Baekhyun di punggungnya.

Baekhyun tertawa, "Salah siapa yang telat, ayo cepat."

Chanyeol, Kibum dan Jae Ah menatap mereka yang menuruni tangga.

"Gagal Sehun?" Tanya Kibum

Sehun hanya bisa menampilkan wajah memelasnya pada Kibum. "Dia curang tante."

Baekhyun tertawa dan mengeratkan pelukannya pada leher Sehun. Luhan yang berdiri disamping mereka menatapnya sambil tersenyum.

"Sepertinya kami harus pergi sekarang tante, dia minta untuk makan di rumah makan kesukaannya." Kata Luhan.

Chanyeol mengerutkan dahi saat Baekhyun menyembunyikan wajahnya di balik leher Sehun. Kedua mata itu terlihat sayu.

"Baiklah, hati-hati dijalan, jika Baekhyun ingin menginap bilang ya?"

"Oke tante."

"Oke Mam." Kata Baekhyun dan Luhan bersamaan.

Dan Sehun bergegas pergi dari sana diikuti Luhan dan Bibi Ohm yang membawa tas ransel Baekhyun dibelakang.

Luhan masuk terlebih dahulu ke dalam mobil Sehun dibagian penumpang belakang kemudian Sehun menurunkan Baekhyun dengan perlahan disana dan Luhan langsung menarik Baekhyun untuk berbaring padanya.

"Terimakasih Bi." Kata Sehun saat mengambil tas ransel Baekhyun.

"Sama sama tuan."

Sehun berlari memutari mobilnya kemudian masuk ke balik kemudi dan meletakkan tas itu disamping kursi pengemudi. Dia memasukkan kunci mobilnya dan menyalakan mesinnya kemudian pergi meninggalkan rumah itu.