Chapter 7
Disclaimer : Masashi Kishimoto
WARNING! OOC, Abal, Gaje, Cerita aneh, Typo, entahlah pokoknya abstrak hahahaha
FIVE
"cih.. ini memalukaaaaaan" sakura menggeleng-gelengkan kepalanya frustasi
Kini mereka berlima sedang bertengger di atas pohon sakura yang kering, dengan posisi sakura di dahan paling tinggi di susul tenten, ino, temari dan hinata. Dan di bawah sana si anjing masih saja menggonggong dengan begitu kerasnya yang mengundang lebih banyak orang untuk berdatangan melihat semua pertunjukan ini.
"la-lalu kita ha-harus bagaimana ?" Tanya hinata panik
"hinata, bukankah neji itu sepupumu. Mintalah bantuan padanya." Sahut ino
Belum sempat hinata menjawab, yang di bicarakan pun akhirnya datang
"gruvy, come back..!"perintah sasuke pada anjingnya
Dan si anjing pun segera menghampiri tuannya.
GUK..GUK..
"sebenarnya kami masih ingin lebih lama lagi melihat kalian seperti ini" ucap neji
"yeah betul, karena kami adalah pria sejati jadi kami hentikan" sahut naruto
Keempat sahabatnya melirik naruto dengan pandangan "apa yang kau bicarakan bodoh". kurang lebih seperti itulah yang mereka pikirkan
"karena ada sepupu tercinta ku jadi aku tidak tega melanjutkannya" sambung neji
"ne-neji nii" panggil hinata penuh haru
"ck itu hanya tipuan hinata jangan mudah percaya" bisik tenten
"ayo turun hinata, paman sudah menelepon dan menyuruh mu untuk pulang sekarang" perintah neji
"ta-tapi aku tidak bi-bisa turun neji nii" ucap hinata takut-takut
"lompat saja, aku akan menangkapmu" balas neji
Hinata masih menimang nimang penawaran neji sampai akhirnya dengan segala keberanian yang dimiliki Hinata, dia pun lompat dari dahan pohon yang tingginya sekitar 3 meter dengan mata terpejam dan ekspresi wajahnya ketakutan
HUP!
Neji berhasil menangkap hinata dengan sangat sempurna. Neji segera menurunkan hinata dari gendongannya
"a-arigatou neji nii" ucap hinata malu-malu dengan wajah memerah
"tak masalah, ayo kita pulang" jawab neji seraya menggandeng tangan hinata
"ta-tapi teman-teman ku ba-bagaimana ?" hinata langsung berhenti
"tenang saja masih ada teman ku yang akan bertanggung jawab atas mereka" jawab neji meyakinkan
"ba-baiklah" hinata berbalik dan mendongak ke atas menatap para sahabatnya
"mi-mina, go-gomen aku harus pu-pulang karena otousan sudah me-mencariku" ucap hinata khawatir
"ohh tak apa hinata pulanglah" sahut tenten santai
"aku iri dengan hinata yang sudah bisa turun dengan selamat. Hiks" sahut ini dramatis
"kau berlebihan ino, ya hati-hati di jalan hinata" sahut temari
"sampai ketemu besok di sekolah hinata chaaaaaan" teriak sakura melambaikan tangannya
"mata ashitaa" ucap hinata tersenyum hangat
Hinata dan neji sudah pergi, kini tinggal 4 gadis lagi yang masih belum turun dari pohon sakura.
"kurasa ini tidak sulit" ucap tenten
HUP !
Sungguh tak bisa di percaya bahwa tenten berani melakukan itu, melompat dari pohon yang memiliki ketinggian sekitar 3 meter dan berhasil mendarat dengan sempurna. Benar-benar gadis jadi-jadian.
GUK..GUKKK
Ketika tenten berhasil mendarat, si gruvy anjing sasuke kembali menggonggong dan membuat tenten panik. Sepertinya tenten trauma pada anjing itu walaupun si gruvy tidak akan bisa mengejarnya karena sasuke memegang tali leher anjingnya.
"aaa mina, aku sepertinya harus pulang duluan hehe gomen jaaa" dan tenten melesat dengan begitu cepatnya menghilang dari sana
"ooiiii tenten kau tega sekaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii" teriak ino
Terlihat tatapan sebal dari sakura, ino dan temari
"hei para nona jelek mau sampai kapan kalian disana?" sahut sai mendongak ke atas
"a-aku mau turun sebenarnya, tapii.. aku tidak bisa turun huaaaaaaaaaa" ino menangis histeris
"ino baka!" ucap ku dan temari bersamaan
"kemarilah, aku akan menangkapmu seperti apa yang dilakukan neji pada hinata" ucap sai
"hei mayat hidup jangan coba-coba kau mencari kesempatan dalam kesempitan" sahut temari tak suka
"mendokusei.. bilang saja kau juga ingin turun gadis galak" dengus shikamaru
"a-apa ? siapa yang kau bilang gadis galak ? aku bisa turun sendiri" jawab temari tak suka
Karena kebodohan dan kecerobohan temari yang dengan begitu mudahnya terpancing ucapan shikamaru, akhirnya dia pun nekat melompat namun hal buruk menimpanya
HUP!
BRUUK..
"ittaiiii… kakikuuuuuu" erang temari kesakitan sambil memegang kakinya
Sepertinya kaki temari terkilir
"temariiiiiii" teriak sakura khawatir
"temari baka, kau ceroboh sekali" sahut ino panik
"dari pada aku terus-terusan seperti orang bodoh di atas sana..ahhh" jawab temari mencoba berdiri namun gagal
"sepertinya kaki mu terkilir, ini harus di obati kau benar-benar merepotkan gadis galak" sahut shikamaru sambil memeriksa keadaan kaki temari
Temari hanya cemberut mendengar penuturan shikamaru
"sebaiknya kau ku antar pulang, kita naik taksi saja, lagi pula rumah kita searah" lanjut shikamaru
"terserah kau sajalah" jawab temari pasrah karena sekarang kakinya benar-benar sakit
Shikamaru mencoba membantu temari untuk berdiri dan menopang tubuh temari agar tidak jatuh lagi.
"benar-benar merepotkan.. sepertinya aku harus pergi duluan sebelum gadis galak ini memarahiku" sahut shikamaru
Yang dimaksud hanya melirik dengan pandangan tak suka kemudian mengalihkan pandangannya pada kedua sahabat malangnya yang masih berada di atas pohon
"kami akan baik-baik saja temari, kau tak perlu khawatir. Untuk saat ini khawatirkan diri mu sendiri. Oke ?" perintah sakura
"hei tuan pemalas antar temari sampai rumah, jika kau macam-macam padanya habislah kau" ino mengancam dengan mata menyipit
Shikamaru dan temari pun meninggalkan taman kota konoha dengan menggunakan taksi. Setelah melihat kepergian mereka terlihat aura suram yang menyelimuti dua gadis cantik yang masih ada di atas pohon
.
"forehead apa yang akan kita lakukan ?" Tanya ino lesu
"entahlah pig" jawab sakura asal
"heii inooo sakura chaan apa kalian tidak berniat untuk turun ?" teriak naruto dari bawah
Yang di Tanya hanya diam tak merespon ucapan naruto
"tadi aku sudah menawarkan pada mu bukan bahwa aku akan menangkapmu jika kau melompat dari sana nona Yamanaka ?" ucap sai
Ino tampak berpikir dan melirik sakura seakan meminta persetujuan darinya, dan sakura pun tersenyum maklum
"hati-hati" bisik sakura lembut
"ba-baiklah " sahut ino gugup
Ino sudah bersiap untuk melompat kebawah dan sai sudah bersiap pada posisinya untuk menangkap ino.
HUP!
….
" buka matamu nona" ucap sai
Ternyata sai bisa menangkap tubuh ino dengan sempurna, onyx dan aquarime bertemu pandang.
"ehem…"
Naruto mengapa kau suka sekali merusak momen. Akhirnya sai pun menurunkan ino dari gendongan ala bridal style nya.
"thanks sai" ucap ino canggung
"apa hanya itu tanda ucapan terimakasihmu ?" tanya sai
"maksudmu ?" Tanya ino bingung
"dari buku yang pernah ku baca, biasanya jika seorang pria menolong seorang gadis maka si gadis akan memberikan ciuman pada si pria sebagai ucapan terimakasih" jawab sai dengan senyum palsunya
Pletak..
Ino menjitak kepala sai.
"dalam mimpimu tuan mayat hidup" ucap ino dan langsung pergi begitu saja meninggalkan semua orang yang ada di sana, sepertinya ino melupakan si gadis bersurai merah muda
"hei aku harus mendapat ucapan terimakasih ku itu, hei nonaa" sai mengejar ino sampai mereka menghilang di belokan jalan. Entah apa yang akan di lakukan oleh sai.
"INOOOOOOO KENAPA KAU MENINGGALKAN AKUUUUUUUUU!" teriak sakura makin frustasi. Poor Sakura
.
"hn, kau tampak menyedihkan haruno"
Sakura langsung mendelik ke sumber suara, si uchiha itu baru terdengar suaranya sejak tadi. Sakura tak menghiraukan ucapan sasuke
"apa kau mau menangis haruno ? berteriak ? meminta agar seseorang mau menolong mu huh ?"sambung sasuke lagi
"kenapa kau diam saja haruno ? apa kau merasa kalah dariku kali ini eh?" lanjut sasuke
Perempatan siku muncul di dahi lebar sakura
"Grrrrr… uchiha sialan, kenapa kau selalu menggangguku dan kenapa kalian selalu ada dimana mana dan kau juga harus bertanggung jawab atas semua kekacauan iniii" bentak sakura dari atas pohon
"kau yang mencari masalah lebih dulu haruno" jawab sasuke menyeringai
"kau bilang aku ? ohh aku tau kau memang tuan tidak bersalah yang tidak mau disalahkan sekalipun itu murni kesalahanmu" jawab sakura ketus
Sasuke.. sakura… sepertinya kalian melupakan satu makhluk lagi di tempat itu.
"errr.. teme, sa-sakura chan sudahlah sekarang bukan waktu yang tepat untuk bertengkar" ucap naruto ragu-ragu
"DIAM!" bentak sasusaku bersamaan
Suasana hening seketika.
"sa-sakura chan jika mau turun lompat saja aku akan menangkapmu. Tenang saja niatku hanya ingin menolongmu dan bukan mencari kesempatan. Percayalah sakura chan, kau lihat sekarang sudah pukul 9 pagi dan matahari akan semakin tinggi, kau pasti akan kepanasan di atas sana" ujar naruto tampak khawatir
Sakura tak bergeming dan tampak sedang berpikir, apa salahnya si bodoh ini membantuku. Apa kau berharap si uchiha yang akan menolongmu eh sakura ?
"ba-baiklah, ingat tujuan mu adalah menolongku bukan hal lain" ucap sakura meyakinkan
Sasuke mendelik tak suka pada mereka berdua
Sakura bersiap untuk melompat dan begitu pun naruto di bawah nya
"a-aku datang naruto" suara sakura sedikit bergetar
HUP!
Sakura mendarat dengan sukses di atas gendongan naruto, dari jarak sedekat ini naruto bisa melihat wajah sakura yang memang benar-benar cantik. Mata emerald yang indah, bulu mata lentik, hidung mancung, bibir tipisnya dan wajah tanpa ada cacat sedikitpun
"apa yang kau lihat ? cepat turunkan aku !"bentak sakura membawa naruto kembali pada alam sadarnya
"eh, hehehe.." naruto tertawa dengan cengiran khasnya
"cih.." sasuke mendengus dan membuang muka
"thanks.." ucap sakura sambil memalingkan wajahnya terlihat semburat merah tipis di kedua pipinya
"ah itu bukan masalah sakura chan hehe" jawab naruto salah tingkah
Merasa menjadi obat nyamuk, sasuke pun pergi meninggalkan mereka berdua
"ayo gruvy kita pergi" ajak sasuke pada anjing kesayangannya
GUK..GUK..
"o-oiiii temee kenapa kau meninggalkan aku ?" teriak naruto
"gomen sakura chan aku harus pergi, jaaaa" sambung naruto
Naruto pun berlari mengejar ketertinggalannya dari sasuke, dan sakura pun pergi untuk pulang ke rumah.
..
Ketika sudah memasuki kompleks perumahannya tiba-tiba sakura menghentikan jalannya dan duduk di kursi yang ada di sekitaran pinggiran jalan. Lututnya terasa sangat perih dan ketika dilihat ternyata lututnya terluka, kenapa dia tidak sadar kalau lututnya terluka. Lukanya sudah mengering namun tetap saja masih terasa sangat sakit. Tapi bagaimana mungkin dia bisa berluka ? oh iya dia baru ingat tadi dia sempat jatuh gara-gara anjing idiot milik sasuke yang tak henti mengejarnya
"kusooo" geram sakura kesal
"hahh..sebaiknya aku istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan pulang" ucap sakura berbicara pada dirinya sendiri sambil menyenderkan tubuhnya di kursi dan memejamkan matanya menikmati semilir angin yang menyejukkan
"haaah..damai sekali" inner sakura
Cukup lama sakura berada dalam posisi itu, sampai akhirnya dia menyadari bahwa ada kejanggalan pada tangan kirinya
..
"kenapa aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan tangan kiriku, aku merasakan sesuatu yang basah dan geli secara bersamaan?" inner sakura lagi
Karena penasaran akhirnya sakura pun membuka matanya dan betapa kagetnya dia
GUK..GUK…
"Kyaaaaa" teriak sakura mencoba melindungi tubuhnya dengan tangan dan mengangkat kakinya dari si anjing itu.
"Anjing ? anjing ini sangat familiar, dia kan anjiiiiing …."inner sakura
"sepertinya dia merasa bersalah padamu, dan dia mau minta maaf"
Sakura segera mengalihkan perhatiannya pada sumber suara, dia melihat sasuke sedang berdiri dengan kedua tangan di masukan ke dalam saku celana dan memasang wajah stoicnya
"gaya uchiha sasuke sekali" inner sakura
Sakura mengalihkan perhatian nya lagi pada si anjing yang bernama gruvy itu, anjing itu menatap sakura dengan pandangan seolah mengatakan "maafkan aku"
Sakura terdiam sesaat dan tersenyum
"baiklah..baiklah aku sudah memaafkanmu gruvy" ucap sakura tersenyum hangat seraya mengelus kepala anjing itu
GUK..GUKK..
Sepertinya gruvy mengerti dengan apa yang di ucapkan sakura dan dia tampak senang terlihat dia sedang berlari-larian kesana kemari dengan lincahnya
"ingat hanya padamu gruvy, aku hanya memaafkan mu dan tidak dengan tuanmu" teriak sakura pada gruvy sembari melirik sasuke
"hn" jawaban sasuke ambigu
Sasuke pun mendekat ke arah sakura
"a-apa yang akan kau lakukan ?" Tanya sakura panik, sebenarnya sakura ingin berlari tapi dengan luka seperti ini mana bisa dia berlari
Lihat sasuke semakin mendekati sakura semakin dekat.. dekat.. dan…..
..
Sasuke berjongkok tepat di depan sakura. Dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Ternyata itu adalah sebuah plester, dia membukanya dan menempelkan plester tersebut di lutut sakura yang terluka dengan sangat hati-hati.
Sakura hanya bisa bengong dengan mulut terbuka, masih shock dengan perlakuan sasuke padanya. Sasuke yang melihat ekspresi sakura hanya mendengus geli
"tutup mulutmu pink jika tidak mau ada lalat yang masuk ke dalam sana" dengus sasuke
"eh-apa ? oh oke"jawab sakura gelagapan
"gruvy..kemari! lihat aku sudah mengobatinya kau jangan rewel lagi padaku, aku sudah bertanggung jawab, mengerti ?" ucap sasuke pada anjingnya
GUK..GUK…
Gruvy menggonggong menjawab ucapan sasuke
"baiklah haruno, tugasku sudah selesai. Ayo kita pulang gruvy"
GUK..GUKGUKK…
Sepertinya si gruvy ini tidak mau pulang dan protes pada majikannya, karena si gruvy tetap diam tak beranjak dari tempatnya. Justru gruvy menarik-narik jaket sakura dengan moncongnya. Namun sakura tidak mengerti dengan apa yang di maksud dan di inginkan oleh anjing itu.
"tidak gruvy, si haruno ini bisa pulang sendiri lagipula rumahnya sudah tidak jauh dari sini"
Oh sepertinya si gruvy ingin sakura pulang bersama mereka, tapi sayangnya si tuan tidak mengizinkannya. Si gruvy pun terlihat sedih dengan menundukan kepalanya.
"tak apa gruvy, aku bisa pulang sendiri" sakura mengelus kepala gruvy dengan lembut
Gruvy pun mendongak dan melihat wajah sakura yang sedang tersenyum hangat
GUK..GUKK..
Setelah menggonggong sebagai jawaban, gruvy pun segera berlari menghampiri tuannya.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun sasuke segera pergi bersama dengan gruvy meninggalkan sakura . Tapi baru beberapa langkah sasuke menghentikan langkahnya dan segera berbalik.
.
"oi haruno, apa kau tidak tau isu tentang rumah itu?" Tanya sasuke sembari menatap rumah bergaya eropa klasik yang warna cat hitamnya sudah pudar, terlihat kumuh dan kotor sekali yang letaknya di seberang jalan mereka berdiri saat ini
"eh ? memangnya ada apa dengan rumah itu?" Tanya sakura polos
"hn, jadi kau benar-benar tidak tau ?" Tanya sasuke memastikan
Sakura hanya menggeleng
"rumah itu sudah lama kosong dan.."
"berhantu" lanjut sasuke
setelah pernyataan itu lolos dari mulut sasuke, sasuke pun segera berbalik untuk melanjutkan perjalanan pulangnya disusul oleh gruvy. Namun sakura masih mencerna kata-kata sasuke yang entah kenapa tiba-tiba otaknya menjadi lola begini
"rumah itu berhantu?" ucap sakura
Satu detik.. dua detik..
"EHH! BERHANTUUUUU?"
"UCHIHAAAAA TUNGGU AKUUUUUUUUUUUUUUUUU!"
sakura pun segera berdiri dari tempatnya dan berlari sekuat tenaga mengejar sasuke, dia tidak menghiraukan sakit di lututnya. Yang terpenting dia bisa pergi sejauh mungkin dari rumah berhantu itu. Dan sakura berhasil menyusul ketertinggalannya dari sasuke serta menyamakan langkahnya dengan pria bermarga uchiha tersebut. Sasuke tersenyum samar ketika tau sakura sudah ada di sampingnya.
GUK..GUKGUK..
Gruvy melolong senang karena akhirnya bisa pulang bersama sakura. Jadi begitu cara tuan muda uchiha agar bisa pulang bersama haruno sakura eh ? kau licik uchiha ckck
.
..
TBC
Salam kenal mina-san, maaf yah kalo ceritanya abal gaje entahlah abstrak pokoknya muehehehe..
Maklum ini adalah fic pertama author, dan jika ada pertanyaan silahkan tanyakan lewat kolom riview.
Jangan jadi silent readers yaa karena author butuh saran dan kritik yang membangun :)
Terimakasih atas perhatiannya
