Tittle :Ahjussi
Chapter : 8
Cast : Kim Jong In, Oh Sehun, Kim Jun Myeon, Park Chanyeol , Do Kyung Soo, Byun Baekhyun
selama 10 tahun tak menyadari identitasnya yang ia ingat hanya namanya, dan selama 10 tahun pula seorang kim jong in harus merasa hidup bagaikan di neraka. keputus asaan membawanya kedalam sebuah cerita bahagia. Jong In tak pernah menyangkah setelah 10 tahun ia akhirnya bisa bertemu dengan keluarga satu-satunya. meski perjalanan panjang menantinya. Jong In yakin ia akan bahagia kemudian.
HunKai dan pairing-pairing lain di dalam cerita~
WARNING NC CHAPTER...DIHARAPKAN BERIMAJINASI SUPAYA LEBIH MENDALAMI...
hehehh lets enjoy
Pria paruh baya itu tersenyum, senyumannya tidak akan membuat orang lain yang melihatnya kembali tersenyum padanya. Senyuman itu amat mengerikan dan menyiratkan sesuatu yang tidak baik. Jong In benar-benar tidak tau apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Berlarikah? Menghadapinya kah? Atau pura-pura seakan semuanya tidak pernah terjadi?. Tapi tuan Jung bukan lah orang yang dengan mudah dikelabuhi atau bahkan di bodohi. Tubuhnya benar-benar kaku, kakinya begitu berat untuk sekedar diajak melangkah menjauhinya.
"Kai..." sebuah tepukan pada pundaknya membuat tubuhnya seketika mencair, ia menoleh dan mendapati Kyungsoo di balik tubuhnya.
"ah Sajang-nim" Jong In membungkuk hormat, lalu tersenyum
"sedang apa, ayo berangkat bersama" Jong In mengalihkan pandangannya kembali pada titik dimana tuan Jung berdiri. Tapi ia tak mendapati siapapun disana, tuan Jung menghilang. Ia menghela nafas sedikit lega, tetapi tuan Jung pasti akan datang lagi sewaktu-waktu. Dan saat itu pula ia akan siap dengan segala resiko yang akan ia terima.
...
Jong In memandang layar komputer counternya dengan tatapan kosong, memikirkan sesuatu tentang tuan Jung. Ponsel yang bergetar terus menerus saja ia tak hiraukan, sejak semalah Sehun sudah mencoba menghubunginya tapi tak ada satupun panggilan yang ia terima. Tidak perduli jika Sehun tiba-tiba saja datang menemuinya sambil memberikan ekspresi marahnya dan akan berakhir dengan sebuah ciuman yang menuntut. Udara siang ini begitu panas, terlihat dari bagaimana orang-orang datang dan pergi untuk sekedar membeli secangkir es atau kopi dingin. Menikmatinya sambil bersenda gurau membicarakan hal-hal yang menarik bagi sebagian orang.
"aku ingin americano dengan senyuman yang manis" suara berat nan husky itu membuat Jong In tersadar didalam lamunanya
"maaf tuan anda bisa mengulanginya lagi?" ucap Jong In
"aku ingin americano dengan senyuman yang manis darimu" mendengarnya Jong In mendongkan kepalanya, Sehun sudah berdiri dengan jas berwana biru terang dan dasi garis-garis menghiasi penampilannya. Jong In memalingkan wajahnya tidak berniat menatap mata tajam itu. Ia menekan beberapa tombol untuk menuliskan pesanan Sehun dan tak lama ia sudah mendapati americano didepannya.
"aku tidak mendapatkan yang aku inginkan, aku ingin komplen" Kyungsoo yang mendengarnya langsung berhadapan dengan pria jangkung itu
"ada yang bisa saya bantu?" tanyanya
"saya mendapatkan pesanan yang tidak sesuai dengan apa yang saya pesan" Kyungsoo menatap Jong In tak percaya, memang Jong In sedang tidak begitu baik saat ini. Tapi tidak biasanya ia salah dalam memberikan pesanan
"memang apa yang anda pesan tuan,?" tanyanya
"aku memesan americano dengan senyuman manis dari dia" Sehun menunjuk Jong In, Jong In menghela nafasnya sebentar lalu memberikan senyuman terpaksa. Kyungsoo tersenyum mengerti,
"Kyungsoo-ssi, bisakah aku membawanya sebentar?" bisik Sehun pada Kyungsoo, sebetulnya mereka berdua adalah sahabat satu sama lain, ia hanya sedang memainkan perannya.
"aku tidak punya pengganti" jawabnya pelan
"tenang" tak lama 2 orang wanita dengan tampilan amat seksi datang sambil menggunakan apron putih di tubuhnya. Jong In memandang tak percaya apa yang ia lihat, dengan sebuah tarikan yang kuat tubuh itu limbung dan mengikuti kaki jenjang nan panjang itu melangkah. Sehun dengan sedikit tak sabaran menghempaskan tubuh itu kedalam mobil dan meminta supir untuk melajukan kendaraannya.
"kenapa kau tak menjawab teleponmu eoh?" tanyanya, Jong In hanya diam tak berniat untuk menjawab, ia masih memikirkan tuan Jung. Sehun melirik tubuh disampingnya itu hanya diam, ia sedikit merasa bersalah dan tidak mengerti kekasihnya itu.
"maaf, aku sedang banyak fikiran" jawab Jong In lirih, Sehun mengulurkan tangannya menggapai telapak tangan Jong In menyalurkan rasa sayangnya.
"aku akan mendengarkan apapun keluhanmu, jadi jangan membuatku khawatir" Jong In tersenyum. Ia merasa bersalah karena membuat kekasihnya, mengingat tentang kekasih membuat dia tersenyum geli. Ahjussi mesumnya benar-benar baik. Ia memeluk tubuh tegap itu meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja. Kini keduanya berakhir di sebuah taman bermain, Jong In bilang ia ingin berteriak tampa menganggu orang lain. Ya ini adalah cara paling ampuh untuk berteriak sekeras mungkin menyalurkan segala emosi tampa menganggu orang lain. Sehun hanya tersenyum saat Jong In merubah suasana moodnya, ia terlihat lebih ceria dari sebelumnya. Memang benar bahwa Jong In saat ini melupakan tentang tuan Jungnya. Ia sibuk dengan segala macam wahana, Sehun tak pernah protes ia seperti sedang menjaga adiknya.
...
Chanyeol sibuk dengan layar komputernya, ia memilih memegang kendali pekerjaan Jun Myeon. Ia meminta Jun Myeon lebih banyak istirahat, karena ia masih kurang sehat. Ia sibuk menarikan jarinya pada keyboardnya mendata semua berkas yang dikirimkan sekertarisnya. Sebuah kotak dengan suara seperti menekan tombol itu terlihat di sudut kanan bawah, menandakan ada email yang masuk. Dengan ragu ia menggerakan mouse komputernya pada gambar kotak disana. Jong Dae lah yang mengirimkan pesan, saat ia membuka pesannya hanya ada sebuah tulisan
Jangan melupakan bayarannya eoh
Dan beberapa lampiran yang lumayan banyak. Dengan sangat ragu ia mengunduh satu persatu lampiran yang dikirimkan Jong Dae. Saat semuanya selesai ia unduh, dengan segala keyakinan dan helaan nafas panjang ia membukanya. Saat filenya sudah terbuka matanya membelalak seketika dengan keyakinan ia menggerakan jari tangannya, menekan skroll pada mousenya. Ia menyambar ponselnya menekan beberapa nomor disana
"apa data ini akurat" tanyanya saat sambungan telepon baru saja tersambung
"wowww,wooow sabar bos, mana pernah aku membohongi klien ku? Jangan lupakan bayarannya" tanpa mendengar ocehan dari ujung teleponnya Chanyeol sudah menutup teleponnya. Ia mencetak semua data yang dikirimkan Jong Dae, ia benar-benar tidak menyangka. Setelah data telah tercetak ia menyambar jaket kunci mobil dompet dan berkas yang baru saja ia cetak.
"kau mau kemana?" tanya Jun Myeon yang muncul dari ruang tengah
"aku akan pergi sebentar, kau istirahat saja" dengan tergesa-gesah ia menggunakan sepatunya dan pergi. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang tinggi, tak memperdulikan bagaimana suara klakson itu berbunyi bersautan.
Dia berbohong, kenapa harus berbohong
Kim Jong In
16 tahun
Yeonceon senior high school
Chanyeol menyenderkan kepalanya pada bantalan kursi kemudinya, ia baru saja sampai di sebuah sungai yang tempo hari ia kunjungi dengan Jun Myeon untuk mencari 'nininya'. Ia benar-benar tak habis fikir Kai atau sekarang ia harus menyebutnya Jong In. Ia kembali menyalakan mobilnya menuju sebuah sekolah yang tertera pada data yang dikirimkan Jong Dae. Chanyeol menatap sebentar sebuah bangunan yang dinamakan sekolah itu, lalu mendekati salah satu penjaga sekolah.
"permisi, kemana saya bisa bertemu dengan guru yang mengajar disini?" tanyanya santun
"ada yang bisa saya bantu?" tanyanya lagi
"saya ingin bertanya tentang sekolah ini" sang petugas tersenyum lalu menunjukan jalan menuju ruang guru. Ia mengetuk sebentar sampai ada seorang guru yang datang menghampirinya.
"mohon maaf pada siapa saya bisa bertanya tentang siswa ini?" ucap Chanyeol menunjukan sebuah foto.
"ah Kim Jong In-ssi, mari saya antar pada wali kelasnya" Chanyeol mengikuti langkah kaki sang guru, ia menunjukannya pada seorang guru wanita tidak terlalu tuan atau muda.
"Song-ssaem" wanita yang di panggil menoleh, keduanya membungkuk hormat
"tuan ini ingin menanyakan tentang Jong In hakksaeng" matanya membola, lalu mengangguk mengerti. Wanita yang di panggil Song-ssaem itu menunjukan jalan menuju sebuah ruangan.
"ada yang bisa saya bantu tuan"
"aku ingin mengetahui mengenai siswa ini"
"ada hubungan apa anda dengan siswa ini?" Chanyeol bingung, ia harus menjawab apa
"saya kehilangan adik, dan beberapa orang menemukan tentangnya bisa aku mengetahuinya?"
"dia adalah muridku beberapa bulan yang lalu. Menurut siswa yang lain ia adalah siswa yang sangat pendiam dan menjadi objek pembullyan. Ia tinggal dengan orang tua angkatnya, ayah angkatnya adalah penjudi kelas berat, dan adik angkatnya siswa di sekolah yang tak jauh dari sekolah kami. Saya benar-benar menjadi guru yang sangat bodoh dan tak bisa menjadi tumpuan untuk murid-muridnya sendiri. Aku merasa bersalah saat Jong In menghilang beberapa bulan yang lalu"Chanyeol terdiam saat mendengarkannya.
"bisa saya mendapatkan alamat rumahnya?" Song-ssaem mengangguk, dan meminta Chanyeol untuk menunggunya sebentar, tak lama Song-ssaem datang memberikan secarik kertas. Keduanya membungkuk hormat.
"bisa aku melihat kelasnya?" tanya Chanyeol, Song-ssaem dengan baik hati menunjukan letak kelas dan juga loker yang biasa digunakan oleh Jong In. Ia melihat isi dari loker yang biasa digunakan 'kainya' hanya ada buku-buku dan beberapa coretan yang benar-benar membuat siapapun depresi. Mungkin ini yang menjadi salah satu penyebab ia membohongi Chanyeol.
"terima kasih nona song, aku berterima kasih sekali" Chanyeol undur diri, ia segera berlari menuju mobilnya untuk menuju rumah yang di maksudkan oleh Song-ssaem barusan. Ia memarkirkan mobilnya tidak jauh dari kediaman keluarga jung, dia hanya diam sambil memperhatikan pintu gerbang rumah kediaman keluarga jung. Dengan berat hati ia turun dari mobilnya, mencoba untuk mendekat pada rumah itu. Mengetuk pelan pintu gerbang, tak lama seorang wanita sedikit paruh baya membuka pintu. Rambutnya tergulung ke atas, matanya terdapat lingkaran hitam dan sedikit lebam pada bibir bawahnya.
"jika kau mencari suamiku, dia tidak disini" ucapnya ketus, Chanyeol diam sambil memperhatikan sejenak
"boleh aku masuk"
"anda siapa?"
"saya adalah orang yang akan membantu anda melunasi hutang suami anda" ucap Chanyeol tegas, nona Jung memperhatikan Chanyeol dari atas hingga bawah. Siapa yang tidak mau mendapatkan uang terlebih untuk melunasi hutang suaminya.
"silahkan masuk" Chanyeol memperhatikan halaman rumah, berantakan seperti habis gempa. Barang-barang terlihat tak beraturan tanaman-tanaman rusak dan dibiarkan begitu saja.
"siapa yang datang eomma?" seorang wanita cantik dengan rambut panjang terurai muncul dari balik tembok, ia begitu kaget saat melihat siapa yang datang.
"eoh ahjussi yang bersama si brengsek" panggilnya, sang ibu menoleh saat mendengarnya
"apa maksudmu?"
"aku melihatnya berjalan bersama si Jong In saat diSeoul" Chanyeol membungkuk memberi hormat
"hallo perkenalkan nama saya Park Chanyeol, saya adalah atasan dari orang yang anda sebut barusan"
"maksud anda Kim Jong In?" Nyonya Jung kembali bertanya untuk memastikan, Chanyeol mengangguk pelan.
"saya datang kemari karena.." Chanyeol berfikir sejenak "karena saya ingin tahu tentang Kim Jong In, saya akan memberikan uang sesuai dengan hutang anda" Soo Jung membulatkan matanya, astaga benar-benar kaya.
"kenapa anda bisa memberikan uang anda, apa yang diberikan anak kurang ajar itu?" Chanyeol tersenyum manis sekali membuat Soo Jung terkesima
"anda tidak perlu tahu, saya hanya ingin bertanya beberapa hal"
...
Jong In tersenyum, wahana terakhir yang sekarang ia naiki adalah bian lala. Seluruh kota seakan terlihat dari atas sini, ia bahagia. Ketakutan akan tuan Jungnya hilang seketika, Sehun tersenyum menatap bagaimana kekasih kecilnya tersenyum menatap indahnya kota.
"apa kau senang?" tanyanya
"ya Ahjussi, aku menyukainya terima kasih" Jong In tersenyum riang
"jangan lupa bayaranku eoh" Jong In memutar bola matanya malas,
"iya aku ingat" Sehun menepuk bangku biang lala di sampingnya, mengisyaratkan untuk Jong In pindah. Dengan perlahan karena takut tiba-tiba biang lalanya bergoyang ia berjalan menuju tempat yang di isyaratkan oleh Sehun.
"apa?" tanpa bertanya lagi Sehun mencium bibir ranum itu, menyalurkan segala kebahagiannya hari ini. Menyalurkan rasa rindu yang sedari semalam ia tahan. Rasa memiliki itu semakin mendominasi, Jong In memukul dada Sehun pelan memberi tahu bahwa nafasnya sudah habis terkuras.
"kita lanjutkan di mansion" ucapnya di sela-sela ciuman yang telah berakhir. Biang lala sudah berhenti bahkan sekarang Sehun dan Jong In sudah berada di mobil menuju mansion milik Sehun. Disampingnya Jong In sudah tertidur karena kelelahan bersenang-senang. Tangannya terulur mengusak rambut hitam kelam itu. Setelah sampai di mansion, sang supir berniat untuk membangunkan Jong In tetapi Sehun menolak dan mengatakan bahwa ia yang akan menggendongnya. Dengan sangat tampannya, Sehun menggendong tubuh tertidur itu. Ia dekapkan pada dadanya, membuat Jong In lebih nyaman. Ia meletakan tubuh itu pada kasur dengan nyaman, Jong In menyamankan tidurnya. Sehun membuka dasi dan kemeja yang ia kenakan seharian ini. Sehun mendekati tubuh Jong In yang tertidur, menciumi leher jenjang nan mulus berwarna tan itu. Menjilatnya memberikan tanda tanda cinta pada leher itu. Jong In merasa tak nyaman, tidurnya terganggu
"ahjussi aku mengantuk" ucapnya sambil mencoba menjauhkan kepala ahjussi mesumnya,
"tidak kau sudah berjanji" satu tangannya mencoba menaikan kaos yang dikenakan oleh Jong In, kini tubuh nya terlihat sebagian, kurus dan sangat mulus dengan nipple pink yang mencuat, amat kontras dengan kulit tan miliknya.
"eunghhh, ahjussi" lenguhnya, bukannya berhenti Sehun malah makin bernafsu untuk memainkan kulit dan tubuh Jong In, lidahnya bergerak liar menjelajahi setiap inci tubuh itu.
"ahhh juusiii" dada Jong In membusung seakan meminta Sehun untuk menghisapnya lebih kuat. Matanya masih terpejam tapi Sehun benar-benar tidak ingin melewatkan satu detikpun. Sehun semakin bernafsu menjilati, bibirnya meraih bibir Jong In. Menghisapnya kuat membuat sang pemilik membuka matanya, Sehun sama sekali tak memberi ruang untuknya bernafas. Satu tangannya ia gunakan untuk membuka celana jeans yang dikenakan Jong In. Mencoba meraih gunukan yang sedikit membesar itu.
"akhh hmmm" lenguh Jong In kenikmatan, Sehun mencoba mengeluarkan Jong In-jr mengurutnya pelan memberikan kenikmatan. Jong In menutup matanya merasa nikmat.
"ahjussi hmmmeung" Sehun semakin kuat mengocok milik Jong In, Jong In merasa banyak kupu-kupu yang beterbangan di area bawah perutnya. Bibirnya terus di cumbu oleh ahjussinya
"nikmat eoh?" ledeknya, ia semakin kuat mengocok milik Jong In
"ahjussi ada yang akan keluar...eunghh ahhhh" Jong In-jr memuntahkan spermanya. Dadanya memburu, ia mengambil nafas sebanyak yang bisa ia ambil. Ia memandang Sehun dengan mata sendunya, Sehun menyenderkan punggungnya pada bantalan kasur. Ia membuka lebar kakinya.
"kau tidak memuaskanku?" ucap Sehun, Jong In memalingkan wajahnya. Karena sekarang ia menakui ahjussinya benar-benar seksi sekarang. Astaga! Jantung Jong In seperti genderang perang yang terus bertalu-talu. Tangan Sehun membuka perlahan sleting celananya, sudah terlihat gundukan besar dibalik celana kerja itu.
"aku tidak mengerti caranya bagaimana" ucap Jong In polos,
"lakukan apapun yang kau bisa" ucap Sehun. Dengan hati dan jantung yang sedari tadi tak bisa berhenti berdetak ia mencoba menggapai gundukan itu mengeluarkan isinya. Betapa kagetnya saat isinya menyembul keluar.
"ahjussi" Sehun senyum menang, inilah yang dinamakan pria sejati. Ia mencoba melakukan hal yang sama seperti yang Sehun lakukan sebelumnya. Mengurutnya pelan
"ahkkmm yess, lebih kuat" lenguh Sehun, Jong In kembali mengocoknya tetapi lebih cepat, "ahh yess ahhh hmmm kulum" Jong In dengan mata polosnya menatap Sehun mencoba menelaah apa yang dimaksud dengan kulum.
"anggap itu adalah permen lolipop" Jong In menatap kembali junior atau senior ya karena ukurannya sangat besar. Dengan ragu ia memasukan milik Sehun kedalam mulutnya, hangat dari rongga mulut Jong In menyapa permukaan kulit Jr Sehun. Sehun mendesah keenakan, sebetulnya ini adalah pertama kalinya Jong In melakukan hal ini. Dan ini pengalaman pertamanya setelah ia sebelumnya di tiduri oleh lelaki yang sama.
"eungghh terus Jong In-a yang kuat" Jong In semakin kuat mengulum, posisinya benar-benar membuat siapa saja akan bernafsu. Jong In menungging tanpa busana sama sekali. Tangan Sehun menggapi hole Jong In, memasukan satu jarinya mencoba untuk melebarkan agar ia mudah untuk memasuki'?'nya nanti.
"hmmmeunghh ahhhh" Jong In melepaskan kulumannya dan malah mendesah. Sehun memasuk lalu mengeluarkan terus seperti itu hingga 4 jarinya masuk kedalam, Jong In mencoba menahan desahannya dengan kembali mengulum milik Sehun. Sehun bangkit membiarkan Jong In terlentang, ia memposisikan miliknya pada hole Jong In,
"tahan eoh" Jong In memandang tubuh bawahnya, sudah lama memang sejak kejadian pertama kali. Dan itu membuat kengerian bertambah, Sehun semakin memajukan tubuhnya hingga kepala juniornya tertanam. Jong In menahan nafasnya, tubuhnya seakan di belah menjadi dua. Sehun dengan pelan semakin memasukan juniornya lebih dalam hingga
"hmmmm"thrust akhirnya Sehun-jr masuk sepenuhnya, Jong In mengeratkan pelukannya menahan rasa sakit. Sehun terdiam sebentar melihat reaksi yang dihasilkan oleh Jong In, matanya tertutup.
"ahjussi bergerak, rasanya benar-benar tidak nyaman"
"euhhnggh nnn haaa"
Thrust thrust thrust... penis itu keluar masuk mengikuti irama, tubuh Jong In ikut tersentak.
"eunghh ahhh ahhh ahhh"
"shit kenapa sangat sempit" racau Sehun, ia berusaha untuk membuat Jong In nikmat
"eunghh ahhh ahjussi ahh ahh disana ahhh" lenguh Jong In saat Sehun-jr mengenai titik ternikmatnya.
Thrust thrustt. lenguhan dan desahan keduanya beradu menjadi satu. Kasur sudah berderit karena Sehun menghajar hole Jong In dengan ganas. Ia membalikan posisi Jong In menjadi menungging, ia memposisikan Jrnya dan tanpa aba-aba ia memasukan kedalam titik terdalam
"akhhhh"Jong In menahan rasa sakit yang kini bercampur nikmat. Tubuhnya terhentak posisinya membuat Sehun semakin bernafsu, ia menarik satu lengan Jong In lalu meletakanya pada punggung Jong In. Jadi kini Jong In hanya bertumpu pada kedua lutut dan satu tangannya
"sial, kenapa nikmat sekali eunghh ahhh shhhh" Sehun benar-benar diluar kendali, ia semakin ganas menghajar hole Jong In
"eunghh ahhh ahjussi ahhh ahhh" Jong In sudah tidak bisa berkata lagi, yang ia keluarkan hanya desahan nikmat, tangan kekar itu menggapai Jong In-Jr mengocoknya dengan cepat mencoba untuk mengeluarkan isinya. Jong In sudah tidak tahan dengan segala kenikmatan ini. Ini benar-benar berbeda dari sebelumnya, ini lebih nikmat.
"Jong ahhh ini ahkhkhh eunghh sshhh" Sehun semakin cepat memaju mundurkan pinggulnya, menghentaknya berulang-ulang kali. Berkali-kali ia berhubungan tetapi ini adalah yang terbaik.
"ahjussi aku mau hmmmeungghhh Akhhhh" Jong In klimaks, tapi Sehun masih semangat dan semakin cepat. Jong In merasa sesuatu didalam sana tiba-tiba membesar dan tak lama
"Akhhhhhh" hole Jong In terasa penuh dengan cairan hangat yang Sehun keluarkan dengan sekali hentakan. Keduanya bergetar, Jong In terjatuh tengkurap di susul oleh tubuh Sehun di atasnya
"aku mencintaimu" Sehun menciumi punduk kekasihnya itu, Jong In membola saat merasa sesuatu di dalam sana kembali mengeras
"ahjussi, aku lelah" Sehun bangkit dan ia dengan tak berperasaan kembali memaju mundurkan pinggulnya, memaksa masuk kedalam hole Jong In
"eeunggh ahjussi akhhh akhhh ahh shhhhahh"
"shit, kenapa masih nikmat" Sehun menghajar hole Jong In pada posisi Jong In yang masih tengkurap.
"kau benar-benar nikamt Jong.. shhh ahhh" cukup lama permainan mereka hingga akhirnya Sehun mengeluarkan sperma untuk kesekian kalinya. Keduanya benar-benar lelah, Jong In tertidur di dalam dekapan Sehun. Ia menyenderkan kepalanya pada dada bidang Sehun. Permainan yang sangat menggairahkan dan Sehun akan melakukannya lagi nanti.
...
Setelah mendengar tentang Jong In dan mendapati foto masa kecil Jong In. Chanyeol akhirnya menyadari bahwa selama ini ia tinggal dengan 'nininya'. Seseorang yang selama 10 tahun ia cari justru berada tepat dihadapannya tetapi ia sama sekali tak menyadarinya. Kakak macam apa? Ia menyenderkan kepalanya pada bantalan kursi menatap suasana malam di Yeonceon. Ia memberikan banyak uang pada keluarga Jung, ia bilang untuk tanda terima kasih. Walau sebetulnya Chanyeol ingin sekali memenjarakan sekeluarga karena telah melakukan tindakan yang membuat adik kecilnya terluka selama 10 tahun. ia benci ia kesal ia marah bukan pada keluarga Jung tetapi pada dirinya sendiri karena tak pernah menyadari Jong In selama ini. Ia harus segera bertemu dengan Jong In dan memberi tahu pada Jun Myeon bahwa ia sudah menemukan adik tersayangnya. Jun Myeon pasti bahagia. Ia mencoba menghubungi Jong In, tetapi hanya ada suara operator yang membalasnya. Dengan kesal ia melemparkan ponselnya dan mengendarai mobilnya kembali ke seoul.
Pukul 2 dini hari Jong In terbangun, ia merasa haus. Dan saat ia terbangun tubuhnya benar-benar pegal sekali, ia membersihkan sisa sperma yang menempel pada tubuhnya lalu menggunakan Hoodie dan celana selutut milik Sehun. Ia melihat ahjussinya tertidur dengan pulsa lalu ia tersenyum, mencium sebentar bibir itu. Ia mencari ponselnya, karena ia lupa memberitahu Jun Myeon bahwa ia tidak pulang malam ini.
"ahjussi, ponselku dimana?" tanya Jong In memukul pelan tubuh itu agar terbangun.
"sepertinya masih di mobil" Jong In menghela nafasnya. Ia berjalan menuju basemant karena si ahjussi mesum itu dengan bodohnya melupakan ponselnya. Pasti Jun Myeon atau Chanyeol meneleponnya berkali kali. Ia membuka pintu mobilnya dan menemuka ponselnya di kursi belakang.
"assa ketemu" ucapnya girang, Jong In menggapai ponsel itu lalu kembali menutup pintu mobilnya, berniat untuk kembali ke dalam tetapi yang ia rasakan saat ini adalah gelap dan semuanya begitu cepat. Tubuhnya limbung dan terjatuh ke lantai, kepalanya mengeluarkan darah. Seseorang memukulnya menggunakan palu hingga ia tidak sadarkan diri.
...
TBC
maafkan daku NCnya kurang HOT...
terima kasih dukungannya, terus dukung ff ini dengan Review like and follow
