Disklaimer: masashi Kishimoto
Warnig: banyak typo dll.. lemon anak kecil jauh jauh.
Niat baca dosa tanggung sendiri.
Seperti yang di rencanakan bersama sakura di atap sekolah, malam ini Ino akan menginap di apartemen Sakura.
Waktu menujukan pukul setengah tujuh malam saat Ino ingin berangkat ke apartemen sahabat nya. Tentu nya Setelah meminta ijin dari ayah nya terlebih dahulu.
Tapi saat membuka pintu rumah nya untuk keluar, Ino melihat kekasih nya Kiba yang ingin mengetuk pintu.
"Ehh... Ino, kau tau saja aku akan datang sampai kau langsung membukakan pintu sebelum aku mengetuk."
"Emm... Y-yah... Begitulah.. hehe..."
Dalam hati Ino mengutuk kekasih yang datang di waktu yang tidak tepat, lagipula kenapa kekasih nya tidak memberi kabar terlebih dahulu. Jika begini hancur sudah rencana nya.
"Em.. kenapa tidak bilang dulu kalo mau kesini, Kiba-kun"
"hehehe... Anggap saja kejutan." ujar kiba cengengesan." Aku ingin mengajakmu jalan jalan sebenar nya."
"Jalan jalan? Em.. bagamana yah... Sebenar nya aku sudah punya janji dengan sakura, aku di minta menemani nya di apartemen malam ini. Kau tau kan dia tinggal sendiri."
Ada sedikit perasaan bersalah saat melihat raut kecewa dari kekasih nya, tapi sudahlah semua sudah di rencanakan jadi jalani saja.
"Maaf yah Kiba-kun. Aku tidak bisa kalo sekarang." ujar ino di sertai senyum bersalah.
"Tidak apa, salahku juga karna mengajakmu dengan mendadak." Jawap Kiba mengerti. "kalo begitu aku akan mengantarmu."
Seperti nya tidak apa-apa jika Kiba mengantar sampai depan gedung apartemen Sakura. Kekasih nya pasti tidak akan curiga. Kera-kira itulah isi fikiran ino saat ini.
"Emm... Baiklah kalo begitu. Kita berangkat sekarang saja, kasian sakura jika terlalu lama menunggu."
Tidak tahukan kau kiba, kau sedang mengantar kekasihmu pada pria lain.
.
.
.
"kau mau kemana naruto?"
Itu adalah pertanyaan kushina saat melihat naruto turun dari lantai atas sambil memutar-mutar kunci mobil di jari nya.
"Ke apartemen sakura, aku akan menginap di sana malam ini." Jawap naruto sambil menghampiri kushina yang tengah dudu di ruang tamu.
"menginap? Di apartemen sakura? Kau berniat meniduri wanita itu sampai pagi yah..?"
"Hehehe... Malam ini Ino juga menginap di sana, dan aku di minta kesana."
" jangan bilang kau akan membuat Ino menjadi salah satu wanitamu. astaga naruto, kau sudah punya banyak wanita untuk menghangatkan ranjang mu, dan kau masih mau menambah wanita lagi."
Yah sebenar nya Kushina tidak masalah dengan berapa banyak wanita yang tidur dengan naruto, asal diri nya masih bisa di puaskan itu tidak menjadi masalah bagi nya.
" Yah.. mau bagaimana lagi, Sakura bilang Ino tertarik denganku jadi sayang kan kalo di sia-siakan, hehe..."
"Dasar kau ini." Ujar Kushina tersenyum.
"Sebelum pergi bisa kau hangatkan tubuhku? Mumpung minato hari ini pulang telat."
Senyuman Kushina berubah menjadi senyum menggoda sambil menatap naruto yang masih berdiri di samping sofa panjang yang diri nya duduki. Lalu dengan gerakan sensual, kushina melepas satu per satu kancing baju yang diri nya kenakan.
Aksi Kushina membuat naruto menyeringai senang. sebelum mengambil keperawanan Ino, diri nya akan pemanasan dulu dengan kushina. Benar benar ide yang bagus menurut Naruto.
"ara.. tatapan mu seperti hewan buas naruto-kun... Ayo terkam aku sayang..."
Kushina mengisyaratkan naruto untuk mendekat setelah diri nya selesai melepas semua kancing baju nya.
"Hoh... karna kau sudah membangunkan hewan buas ini, maka kau harus bertanggung jawap Kushi-chan."
Tanpa babibu lagi naruto mendorong Kushina dengan sedikit kasar agar berbaring di sofa, di lanjutkan dengan diri nya langsung mendindih tubuh seksi kushina sambil meremas payudara besar yang masih terbungkus bra.
"Kyah... Pelan pela naru... Ahhh..."
Kushina berteriak kecil saat naruto mendorong nya dan langusung meremas payudara nya dengan kuat.
"kau seperti mau memperkosaku saja, uhhh..."
"memperkosa? Hem... aku memang ingin melakukan nya." Ujar naruto. Untuk membuktikan ucapan nya naruto menarik rok kushina dengan kasar dia benar benar ingin mempraktekan adegan permekosaan degan kushina. Yah meski si wanita tidak keberatan sih. Buktinya kushina merasa tubuh nya semakin panas saat naruto mengatakan itu.
BREETT...
"Eh...? Apa yang kau lakukan? Kushina terkejut saat naruto merobek celana dalam nya sampai terlepas. Dan dia mendapati naruto menyeringai ke arah nya.
"tentu saja memperkosamu, bukankan itu yang kau inginkan."
BREET...
Sekali lagi naruto menarik bra kushina hingga terputus di bagian depan, hal itu membuat payudara besar kushina bergoyang indah.
"t-tunggu naru, lakukan dengan pelan, ahhh... Ahhh... Uhhh..." ujar dan desah kushina saat tiba tiba dua jari naruto sudah memasuki vagina nya.
"Hey... Kalo pelan tidak bisa di sebut pemerkosaan kan." Ujar naruto menyeringai. "Lagipula kau terlihat menikmatinya, lihat vaginmu sudah sangat basah begini."
"Siapa yang bilang mau di perkosa hah!"
"meski kau bilang begitu tapi reaksi tubuh mu tidak bisa berbohong kushi-chan, hehe.. jadi ayo kita bercinta dengan sedikit kasar. Kita lihat apa tubuh mu benar benar meyukai di perlakukan kasar begini hem..?"
Selesai dengan ucapan nya naruto mempercepat gerakan tangan nya megocok vagina Kushina, saking cepat nya sampai membuat pinggul kushina terangkat.
"Ahhh... Ahhh... Naru ohhh... K-kau terlalu cepat ahhh... Aku akan sefera sampai kalo begini, uhhh... Ahhh... Ahhh..."
"kalo begitu jangan di tahan, keluarkan saja kushi-chan."
Melihat tubuh kushina yang mulai di basahi dengan keringat membuat naruto semakin bersemangat melakukan aksi nya, apalagi saat tubuh seksi kushina terus menggelinjang karna ulah nya, diri nya tersenyum senang.
"n-naru ahhh... Ahhh... Ahhh... A-aku keluar, kyahhhhh..." Kushina mendesah panjang saat diri nya mencapai klimaks, padahal permainan baru saja di mulai.
"Lihat, jariku basah oleh cairan cinta mu kushi-chan." Ujar Naruto setelah diri nya mencabut jari nya dari dalam vagina kushina.
"Hah.. hah.. hah.. itu karna kau terlalu cepat mengocok vaginaku naru."
"hehe.. tapi kau suka kan?."
Kushina tidak menjawap. Dia lebih tertarik melihat naruto yang tengah melepas semua pakaian nya hingga lelaki pirang itu telanjang di hadapan nya. Penis besar dan panjang itu membuat kushina semakin bergairah, dia ingin segera merasakan penis itu memasuki vagina nya.
"Ayo naru, cepatlah." Ujar kushina tidak sabar.
Naruto memberikan seringai nya melihat kushina yang sudah tidak sabar. Yah karna dia tidak punya banyak waktu jadi dia menyelesaikan ini dengan cepat.
"baiklah kushi-chan, aku akan memasukan nya sekarang."
Dengan posisi kushina masih berbaring di sofa dan paha terbuka lebar, naruto bersiap memasukan penis nya. Dia sendiri bersimpuh di tengah paha kushina yang terbuka lebar sambil menggesek-gesekkan penis nya pada bibir vagina kushina.
"sssshhhh... Masukan naru."
Mendengar permintaan Kushina, Naruto langsung mehentakan piggul nya membuat penis besar nya tenggelam ke dalam vagina Kushina. Dan hal itu membuat Kushina mendesah nikmat saat tiba tiba vagina nya terasa sesak oleh peis Naruto.
"Ahhhh..." desah kushina sambil mendongak. " ayo naru, gerakan pinggul mu."
"baiklah, aku mulai kushi-chan."
Dan naruto mulai menggerakan pinggul nya membuat wanita seksi di bawah nya mendesah nikmat.
SKIP.
Naruto tengah mengenakan pakain nya kembali setelah bercinta dengan Kushina. Dia melihat jam yang menunjukan pukul delapan malam, berarti sudah satu jam lebih diri nya bercinta dengan Kushina.
Pandangan Naruto beralih pada sofa yang di tempati wanita berambut merah yang tidak lain adalah Kushina. Di sana terlihat Kushina dengan tubuh penuh sperma tegah terbaring lemas. Wajah nya tampak puas kendati tubuh nya begitu lelah.
"Aku pergi dulu Kushi-chan, dan sebaik nya kau membersihkan diri sebelum tou-san pulang, kau tidak mau kan kalo sampai tou-san melihat mu seperti ini."
"hah hah hah. Sebentar Naru, aku sangat lelah. Biarkan aku istirahat sebentar." Ujar Kushina dengan nafas memburu.
"hem, Baiklah, kalo begitu aku berangkat sekarang."
Naruto megambil kunci mobil yang dia letakan di meja dan pergi meninggalkan Kushina yang masih berbaring di sofa. Dia tidak mau membuat Sakura dan Ino menuggu lama.
Setelah kepergian naruto, Kushina bangkit dari sofa untuk membersihkan diri. Tubuh nya terasa lengket karna sperma Naruto begitu banyak memenuhi tubuh nya.
"dasar anak itu, dia semakin hebat saja memuaskan ku. " ujar Kushina tersenyum. dia berdiri dan memunguti pakaianya yang tercecer di lantai. Berikut degan celana dalam dan bra yang sudah robek karna ulah Naruto.
.
.
.
.
" jadi Kiba yang mengantarmu ke sini?"
"yah.. dia ingin mengajaku jalan tapi aku menolak dengan alasan menemanimu di apartemen."
"hahaha.. dia seperti mengantarkan kekasih nya pada pria lain." Sakura tertawa mengetahui nasip kekasih dari Ino itu. Dia kasihan karna tadi Kiba mengantar pacar nya untuk bercinta dengan laki laki lain.
"sudah berhenti menbicarakan Kiba, sekarang yang lebih penting adalah, apa yang harus kita lakukan."
"Hehehe baiklah, kita akan mengenakan pakaian yang seksi sambil menunggu Naruto, sebentar biar ku ambilkan pakaian nya."
Sakura turun dari ranjang dan berjalan menuju lemari, dia membuka nya dan mengambil dua buah lingerie trasparan berwarna hitam dan merah.
"Taraa... Kita akan mengenakan ini sambil menunggu Naruto datang." Ujar Sakura sambil menunjukan lingerie di tangan nya pada Ino.
"apa ini tidak berlebihan, pakain ini bahkan memperlihatkan pakain dalam kita."
"Tentu saja tidak. Cepat lepas bajumu dan pakai lingerie ini."
Sakura memberikan lingerie berwarna merah pada Ino dan gadis itu menerima nya.
"huh! Baiklah. Aku akan memakai nya."
Sakura tersenyum mendengar ucapan Ino, dia memperhatikan gadis berambut pirang pucat itu melepas satu per satu pakaian nya hingga menyisakan celana dalam hitam dan bra yang juga hitam.
" Bagaimana Sakura, apa aku terlihat seksi?" Ujar Ino setelah diri nya mengenakan lingerie milik Sakura.
"hem... Kau sangat seksi Ino, aku yakin Naruto akan terangsang melihatmu mengenakan lingerie itu." Jawap Sakura di sertai senyum.
Ucapan Sakura membuat Ino tersipu. Dia tidak sabar melihat reaksi Naruto saat melihat diri nya mengenakan lingerie trasparan ini.
"hey kenapa kau belum mengganti bajumu!" kata Ino saat melihat Sakura masih menenteng lingerie hitam nya.
"hehe.. ini aku mau ganti." Jawap Sakura mulai melepas pakaian nya hingga menyisakan celana dalam merah dan bra berenda yang juga warna merah.
" sekarang kita hanya perlu menunggu Naruto datang."
"kalian tidak perlu menunggu karna aku sudah di sini."
Suara seorang laki laki membuat kedua wanita seksi itu menoleh ke arah pintu kamar, dan di sana, mereka melihat laki laki pirang yang bersandar di daun pintu sambil menatap mereka dengan senyum senang.
"Naruto! Sejak kapan kau disitu!" Ujar Sakura.
" sejak kau melepas pakaian mu Sakura. Aku tak menyangka kalian akan menyiapkan pakaian seperti itu untuk menyambut ku. Jujur saja aku sangat senang."
Naruto berjalan mendekat pada kedua wanita yang berdiri di samping ranjang. Tatapan nya tidak lepas pada tubuh seksi kedua wanita yang menunggu untuk di sentuh itu.
Melihat Naruto berjalan mendekat, jantung Ino berdetak dengan kuat. Dia gugup dan malu karna naruto melihat nya dengan pakaian seperti ini. Meskipun diri nya sudah menyiapkan diri, tapi tetap saja perasaan gugup dan malu dia rasakan.
"kau sangat seksi Ino" ujar naruto setelah diri nya berdiri di belakang Ino. Kedua tangan Naruto memegang bahu Ino dan memijat nya pelan. Tidak sampai di sana, Naruto juga menempelkan tubuh nya pada Ino sehingga wanita itu bisa merasaka tonjolan selangkangan naruto di belahan pantat nya.
Ino memejamkan kedua mata nya saat kedua tangan naruto bergerak semakin kedepan dan sampai di payudara nya. Dan dia hampir mendesis nikmat saat kedua tangan lelaki di belakang nya meremas dengan lembut payudara besar nya.
"hey! Baru datang tapi sudah main raba, dasar tidak sabaran"
Dan suara sakura membuat ino kembali membuka kedua mata nya. Kedua tangan Ino menahan tangan Naruto yang masih meremas dada nya.
"biarkan saja, kita kan memang ingin melakukan ini, jadi apa salah nya. Iya kan Ino?"
Ino bingung harus bicara apa. Ini pertama kali diri nya melakukan hal se intim ini dengan laki laki, bahkan kekasih nya belum pernah melakukan ini pada nya.
"T-tunggu sebentar Naruto" ujar Ino mencoba menghentikan tangan Naruto yang masih meremas payudara nya.
"benar, biarkan Ino minum obat ini dulu." Ujar sakura sambil memperlihatkan pil yang di ketahui sebagai obat pencegah kehamilan.
Setelah melepaskan diri dari dekapan naruto, Ino mengambil obat yang di sodorkan Sakura pada nya. Berikut nya Ino berjalan menuju meja di samping ranjang untuk mengambil air dalam gelas yang sudah di persiapkan Sakura.
Sakura tersenyum Melihat Ino sudah meminum obat nya, Dia tidak perlu kawatir sahabat nya akan hamil karna sudah meminum obat yang di berikan oleh nya.
"baiklah persiapan sudah selesai, berhubung Ino masih amatir jadi aku akan mengajarimu cara memanjakan laki laki yang penis nya sudah tegang itu." Ucap sakura dengan senyum nakal. " ayo Ino, kemari lah."
Ino berjalan menuju Naruto yang duduk di sisi ranjang. Dia mengikuti sakura yang persimpuh di bawah Naruto.
Sementara Naruto, dia menyeringai melihat dua wanita cantik dengan pakaian seksi tengah berlutut di bawah nya. Dia aka membiarkan sakura mengajari Ino cara memanjakan penis nya.
"biar aku yang membuka nya Sakura." Ujar Ino saat Sakura ingin melepas ikat pinggang Naruto.
"baiklah, tapi jangan terkejut saat melihat penis Naruto secara langsung, hihihi..."
Dengan jantung yang berdebar, Ino mulai melepas ikat pinggang Naruto. berikut nya dia melepas kancing celana dan menarik turun resleting celana jins yang di kenakan Naruto. Ino semakin berdebar saat melihat tonjolan di balik celana dalam milik Naruto, entah kenapa diri nya merasa birahi nya mulai naik saat melihat penis Naruto yang masih tertutup celana dalam.
"Kau boleh membuka nya Ino." Ujar Naruto karna Ino hanya menatap tonjolan di balik celana dalam nya.
"b-baiklah..."
Ino mulai menarik turun celana Naruto sampai dia melihat sebuah penis panjang dan besar berdiri tegak di hadapan nya. Wajah Ino bersemu dan dia meneguk ludah nya membayangkan penis pesar itu akan memasuki vagina nya.
' pasti terasa sangat sesak jika penis itu memasuki vaginaku. Tapi apa akan muat.?' Ujar Ino dalam hati.
Sementara Ino masih kagum dengan penis Naruto, sakura beranjak mengambil HP milik nya. Dia ingin merekan Ino.
"jangan dilihat terus Ino, coba kau genggam lalu gerakan tanganmu ke atas dan ke bawah."
Melihat Ino yang hanya diam membuat Sakura tidak sabar. Padahal dia sudah siap merekam. Naruto sendiri hanya diam, membiarkan Ino melakukan apa yang dia mau.
"b-baiklah.."
Ino melakukan apa yang di ucapkan Sakura. Dia menggenggam penis Naruto di tangan nya dan mengocok nya pelan. Hal itu membuat Naruto yang duduk di sisi kasur merasa nikmat.
Pipi ino bersemu saat tangan kanan nya terus bergerak naik turun mengocok penis Naruto. Seperti nya juga Ino sudah mulai rileks, terbukti degan wajah nya yang menampikan senyum menggoda.
" sekarang jepit penis Naruto dengan payudara mu Ino." Ujar Sakura di sela diri nya merekam kegiatan dua insan di hadapan nya.
Ino pernah menonton adegan ranjang di mana si wanita melakukan adegan seperti yang di ucapkan sakura. Dan dia penasaran ingin melakukan nya juga. Maka dari itu, tanpa menjawap ucapan Sakura Ino langsung melepas linggerie dan bra yang dia kenakan sehingga kini Ino hanya memakai celana dalam saja.
Masih berlutut dia bawah Naruto, Ino mulai menyelipkan penis besar Naruto di antara payudara nya. Berikut nya, Ino menekan payudara nya agar menjepit penis Naruto lebih kuat. Dan saat Ino mulai menaik turunkan payudara yang menjepit penis naruto, dia mendengar erangan nikmat dari laki laki yang tengan dia majakan.
"uhhh... Payudaramu sangat lembut Ino."
Pujian naruto membuat Ino semakin percaya diri. Dia semakin bersemangat memberi servis dengan payudara nya.
Baru dua menit Ino melakukan paizuri tapi naruto malah menyuruh nya berhenti. Kata nya sekarang giliran diri nya yang akan di manjakan oleh Naruto.
Ino di giring untuk berbaring di atas kasur lalu Naruto memandangi tubuh seksi di hadapan nya sambil melepas pakaian nya. Setelah tidak ada pakain yang menutupi tubuh nya, naruto mulai mendekat pada ino. Dia menarik satu satu nya kain yang menutupi tubuh Ino hingga kini wanita seksi itu telanjang bulat.
Di mulai dengan merangkak di atas tubuh Ino dengan tangan kiri menopang tubuh nya agar tidak menindih tubuh seksi di bawah nya, Naruto meraba baha Ino dengan sensusal. Hal itu membuat Ino merinding merasakan usapan lembut yang terus bergerak naik ke arah vagina nya. Dan saat jari jemari tangan Naruto sampai pada area kewanitaan nya, ino melenguh nikmat.
"uhhh..."
Sakura tersenyum melihat ekspresi nikmat di wajah Ino. Dia terus merekam adegan di hadapan nya sambil menahan birahi yang terus naik.
Kini jari Naruto mulai memainkan klitoris gadis di bawah nya. Dan itu membuat Ino sekali lagi melenguh nikmat. Gadis di bawah kungkunga nya ini sampai memejamkan mata merasakan jari Naruto yang terus bermain di klitoris nya.
Lalu saat Naruto memasukan jari tengah nya kedalam vagina Ino dan mulai menggerakan nya keluar masuk, desahan seksi keluar dari mulut Ino. Hal intu membuat Naruto menyeringai senang, dia semakin bersemangat memainkan jari nya di dalam vagina Ino membuat wanita di bawah nya mendesah semakin keras.
"uhhh... Ahhh... Ahhh... Ahhh... Naru, ohhh..." hanya itu yang bisa Ino lakukan. Mendesah karna rasa nikmat di vagina nya.
"kau sangat basah Ino." Ujar Naruto sambil terus menggerakan jari nya.
Dia merasa jari tengah nya di jepit dengan kuat oleh vagina Ino dan itu membuat nya tidak sabar untuk memasukan penis nya dan merasakan betapa hangat dan nikmat nya saat penis nya terbenam di dalam vagina basah Ino.
"lebih cepat naru, ohhh... " pinta Ino sambil mendesah.
Dengan senang hati Naruto melakukan apa yang Ino minta, dia menggerakan jari nya semakin cepat sampai Ino harus mencengkeram sprei untuk menyalurkan kenikmatan yang dia rasakan.
"Uhhh... Ahhh... Naru, ohhh... A-aku sampai, kyahhhh..."
Aihir nya Ino mendapatkan orgasme pertama nya. Dia mencengkeram sprei semakin kuat sambil medongakan wajah nya keatas dengan ekspresi penus kenikmatan. Payudara nya juga sampai membusung indah.
Melihat Ino sudah mencapai klimaks, Naruto mencabut jari nya. Dia menyeringai senang melihat gadis di bawah nya terengah-engah. Tapi bukan berarti Naruto akan berhenti, dia semakin bernafsu saat melihat buah dada Ino yang naik turun saat mengambil nafas.
"Sekarang saat nya ke menu utama, akan ku pastikan kau ketagihan dengan penis ku." Ujar Naruto sambil menegakan tubuh nya. Dia mulai mebuka paha Ino dan memposisikan diri nya di tengah, hal itu membuat panis Naruto tepat berada di hadapan vagina basah Ino.
Melihat naruto ingin memasukan penis nya kedalam vagina nya, Ino bersiap dengan kembali mencengkeram sprei dengan kuat.
" bersiaplah Ino, aku kan memasukan nya." Ujar Naruto sambil menuntun penis nya pada vagina Ino.
Setelah me dapat anggukan dari gadis yang sebentar lagi akan menjadi wanita ini. Naruto menekan pinggul nya membuat ujung penis nya tenggelam dalam vagina Ino.
Ino mendesis Merasakan benda keras yang bergerak memasuki vagina nya dengan pelan. Dia merasa vagina nya mulai penuh oleh penis Naruto. Lalu tiba tiba naruto mengentikan gerakan nya. Ino tau ujung penis naruto sudah sampai pada selaput dara nya. Memberi anggukan bahwa diri nya sudah siap. Ino kembali merasakan penis Naruto menekan masuk mencoba merobek selaput dara nya.
Jeritan sakit menjadi tanda bahwa kini Ino sudah tidak suci lagi. Tapi bukan merasa sedih, ino justru merasa sangat bernafsu saat rasa sakit di vagina nya berangsur-angsur hilang. Tubuh nya semakin panas saat merasakan kedutan kecil penis Naruto di dalam vagina nya.
"selamat Ino, kini kau bukan perawan lagi, Hihihi..." ucapan Sakura membuat naruto yang belum menggerakan pinggul nya tertawa kecil. Dia menatap gadis yang baru saja menjadi wanita di bawah nya sambil berucap.
" aku akan mulai bergerak."
"b-baik, tapi pelan pelan. Vaginaku rasanya sangat sesak."
Wajar saja Ino merasa sangat penuh di dalam vagina nya, secara yang memasuki vagina nya penis milik Naruto yang cukup besar.
Naruto mlai menggerekan pinggul nya dengan pelan dan lembut. Membuat ino mulai medesah pelan.
Rasa nikmat mulai Ino rasakan setiap kali penis Naruto keluar masuk di dalam vagina nya. Dan itu terjadi. Ino merasa kurang dia mengiginkan kenikmatan yang lebih, dia ingin merasakan kenikmatan yang membuat mikoto dan kushina sampai mendesah dengan begitu nikmat nya. Maka dari itu Ino meminta Naruto untuk mempercepat gerakan nya.
"lebih cepat naru, aku menginginkan lebih, uhhh."
"hoo... Baiklah, tapi aku tidak akan berhenti meski kau meminta nya. Dan jangan salahkan aku jika nanti kau tidak bisa berjalan."
"Emmssh...yah... Lakukan saj-AAHHH..." Ino tdak menyelesaikan ucapan nya karna Naruto sudah menggerakan pinggul nya dengan cepat. Tubuh Ino sampai terhentak menerima sodokan di vagina nya.
"ouuhhh... Ahhh... Ahhh... Ahhh... Yahhh... Naru, ohhh... Ini nikmat sekali, ahhh..."
Dengan wajah sudah di penuhi nafsu, Ino terus mendesah setiap kali ujung penis naruto menghantam pitu rahim nya. Tubuh Ino juga mulai megkilab karna keringat, dan itu membuat Ino terlihat semakin seksi.
"ohhh... Ahhh naru, uhhh.. penismu menyentuh rahimku, Ahhh...ahhh...ahhh... Rasanya sangat nikmat, uhhhh..."
"tentu saja Ino, dan akan ku pastikan kau akan ketagihan dengan penis ku."
Masih dalam posisi yang sama, naruto terus menyodok vagina Ino. Dia juga meremas payudara Ino yang bergoyang dengan indah.
"Uhhh... Vagina perawan memang nikmat, rasanya sagat sempit, ahhh."
Sama seperti Ino, Naruto juga melenguh nikmat saat pinis nya di jepit oleh vagina Ino. Dan itu membuat nya semakin bersemangat menggagahi wanita di bawah nya ini.
"ohhh... Naru, Ahhh... Ahhh... Ahhh... Aku hampir sampai." Ujar Ino. Dia tidak bisa menahan lebih lama lagi gelombang orgasme yang hampir datang.
"uhhh... Keluarkan saja Ino, jangan di tahan."
Vagina Ino menjepit penis naruto semakin erat. Wanita itu tampak kualahan menerima sodokan penis naruto.
" Ahhh... Ahhh... Ahhh... A-aku keluar naru, kyaaaaaahhhhhhh..." Ino merasakan gelombang orgasme yang sangat dahsyat sampai membuat tubuh nya melengkung seksi.
Sementara dengan naruto, dia menghentikan gerakan pinggul nya untuk membiarkan Ino menikmati orgasme nya. Dia menyeringai melihat tubuh seksi Ino yang menegang saat di hantam orgasme.
"hah.. ahh.. ahh.." kau benar-benar hebat Naruto." Ujar ino sambil terengah, dia tersenyum nakal merasakan penis naruto masih tegang di dalam vagina nya.
" kau masih kuat kan Ino?, Karna aku masih belum selesai." Seringai naruto semakin lebar.
"Tentu, aku masih kuat naru," ujar Ino manja.
"Hehe... Baiklah, kali ini aku tidak akan menahan diri."
Ino hanya pasrah saat tubuh nya di tuntun untuk menungging, dia menengok kebelakang melihat Naruto yang kembali ingin memasukan penis nya. Lalu lenguhan nikmat kembali terdengar dari bibir Ino saat Naruto memasukan penis nya dengan sekali hentakan.
"Ouuhhh... Ahhh..." desah Ino sambil mendongak, wajah nya tersenyum senang merasakan ujung penis naruto kembali menyentuh rahim nya.
Naruto memegang pinggul Ino dan mulai menggeraian pinggul nya dengan pelan.
"ohhh... Ahhh... Ahhh... Ahhh... Naru, lebih cepat lagih... Ahhh..."
Ino merasa kurang karna Naruto bergerak dengan lembut. Dia ingin Naruto mengacak-acak diri nya sampai dia merasakan kenikmatan yang begitu dahsyat.
"Hoohh... Kau mulai nakal sekarang yah... Baiklah, tapi jangan salahkan aku jika kau tidak bisa berjalan." Jawap Naruto dengan seringai lebar.
Naruto mulai mempercepat gerakan pinggul nya, dia juga menarik pinggul Ino membuat benturan mereka semakin keras.
PLAK PLAK PLAK PLAK.
"ahhh... Ahhh... Ahhh... Yahhh... Nikmat naru, ohhh... Nikmat sekali, ahhh..."
Kedua payudara Ino bergoyang setiap kali Naruto menghentakan pinggul nya. Dan sakura semakin senang merekam pergumulan kedua sahabat nya di atas ranjang.
Sebenar nya Sakura tidak tahan untuk sekera bergabung, tapi dia ingin merekam dulu kedua sahabat nya yang tengah di buai nafsu.
"Uhhh... Sial.. vaginamu benar benar sempit Ino, ahhh..."
Naruto benar benar menikmati jepitan vagina Ino pada penis nya, rasanya hangat dan nikmat.
"Emmhhs.. Ahhh... Ahhh... Ahhh... Naruto, aku hampir sampai, ohhh... Aku tidak kuat lagih... Ahhh... Ahhh... Uhhh..."
"aku juga Ino, kita keluar bersama, uhhh..." berkali-kali Naruto menggeram nikmat. Dan dia semakin brutal menggenjot vagina Ino saat dia hampir klimaks.
"ohhh... Emmmhhhss... Ahhh... A-aku keluar, kyaahhhhhhh..." tubuh Ino kembali menegang saat gelombang orgasme dia dapatkan. Dan vagina nya menyempit, semakin kuat menjepit penis naruto.
"Uhhh... aku juga Ino, guuhhhhh..." Naruto menghentakan pinggul nya dalam-dalam pada vagina Ino, lalu dia menyemburkan sperma panas nya mengisi rahim Ino.
Ino melenguh nikmat merasakan cairan panas mengalir masuk kedalam rahim nya. Wajah nya juga tampak puas sekali.
Setelah orgasme nya merada, naruto mencabut penis nya, dan melepaskan pinggul Ino. Sementara Ino, dia langsung ambruk karna kelelahan.
Melihat kedua sahabat nya sudah selesai, sakura menghentikan aktifitas merekam nya. Dia meletakan HP nya di atas meja dan berujar.
"sekarang giliranku Naruto, aku sudah tidak sabar karna melihat kalian berdua dari tadi."
Naruto menoleh ke arah sakura yang masih berdiri di samping ranjang. Dia menyeringai lalu menarik Sakura ke atas kasur dan langsung menindih nya.
"kyah..." teriang sakura karna terkejut. Tapi berikut nya dia tersenyum senang karna Naruto sudah menindih tubuh nya.
"maaf sudah membuat mu menunggu. Sekarang giliranmu untuk memanjakan penisku.
"hihihi... Baiklah tuan perkasa, aku akan melayanimu sampai pagi." Ujar Sakura nakal.
"Memang kau kuat melayaniku sampai pagi?"
Tanya Naruto sambil melepas celana dalam sakura.
"Jika aku sendiri pasti tidak akan kuat, tapi kan ada Ino juga. Jadi ayo kita bercinta sampai pagi, kau bisa menggilirku dan Ino."
"Terdengar bagus untu ku. baiklah kalo begitu, kita akan bercinta sampai pagi. Dan untuk mu Ino, sebaik nya kau istirahat karna aku belum selesai dengan mu."
Ino hanya bisa pasrah mendengar ucapan naruto. Toh diri nya juga menikmati.
"baiklah naruto. Aku menunggu giliranku." Jawap ino sambil tersenyum menggoda.
Dan selanjut nya, suara desahan Sakura mulai terdengar saat Naruto mulai menggerayangi tubuh seksi nya.
TBC.
Halo... adakah orang di sini? Sudahlah mungkin udah ada pindah ke fik NTR yang lain.
Mungkin akan ku buat satu chapter lagi untuk menamatkan fik ini. Jadi untuk yang sudah bosan kalian bisa tenang karna fik ini akan segera berakhir.
Jadi sampai jumpa di chapter terakhir.
