WARNING: JANGAN BACA SAMPE ABIS KALO DARI AWAL NGGAK SUKA CERITANYA, NO BASHING!
GENRE: GENDER SWICTH (GS), PURE ROMANCE, AGE FOR 13+ (REMAJA)
CAST: KANGTEUK COUPLE, 13+2 MEMBER
Characters (male):
- Kangin: main cast, HIDEN
- Donghae: Kangin's friend, Henry twins-older, HIDEN
- Eunhyuk: Kangin's friend, HIDEN
- Heechul: Kangin's friend, HIDEN
- Hangeng: Kangin's friend, HIDEN
- Siwon: Kangin's younger brother, Zhoumi twins-older
- Zhoumi: Kangin's younger brother, Siwon twins-younger
- Shindong: Leeteuk's younger borther
Characters (female):
- Leeteuk: main cast, KRYHL-chapter 4
- Henry: Leeteuk's friend, Donghae twins-yongest, KRYHL
- Kyuhyun: Leeteuk's friend, KRYHL
- Ryeowook: Leeteuk's friend, KRYHL
- Yesung: Leeteuk's friend, KRYHL
- Kibum: Leeteuk's younger sister
- Sungmin: Kangin's older sister
CHAPTER 7
.
Rumah, Kangin
.
Kangin baru saja akan menutup pintu rumah ketika Siwon dan Zhoumi menahannya. Melihat kedua orang itu-karena mereka bukan lagi dongsaeng Kangin-Kangin segera berusaha menutup pintu rumah. Mereka adu dorong pintu rumah mereka.
"Siapa kau beraninya masuk rumahku tanpa ijin?" kata Kangin sambil sekuat tenaga mendorong pintu agar tertutup dari dalam, meninggalkan Siwon dan Zhoumi diluar.
"Kau yang siapa, seenaknya saja masuk kerumah kami?" kata Zhoumi yang tidak mau kalah. Dia dan Siwon, meski berdua, bukanlah tandingan Kangin. Tapi meski begitu mereka ingin masuk rumah. Mereka sekuat tenaga mendorong Kangin dan pintu dari luar agar bisa masuk.
"Ga! (pergi!)" kata Kangin.
"Kau yang keluar!" kata Siwon dan Zhoumi serempak.
"Kalian ngapain?" tanya satu suara.
Kangin mengenali suara itu dan, "Donghae-a! Mau apa kau kesini?"
"Donghae hyeong, tolong kami. Ada orang yang masuk rumah kami seenaknya," kata Siwon.
"Eh?" kata Donghae.
"Donghae-a, usir kedua iblis ini dari rumahku!"
"Kau yang ibils!" balas Siwon dan Zhoumi.
Donghae hanya terdiam melihat saudara kandung itu.
"Mereka ngapain?" tanya suara yang lain.
"Eunhyuk-a!"
"Kangin-a! Apa yang kau lakukan?! Cepat buka pintunya!" kata Eunhyuk.
"Aku akan membuka pintunya asal mereka tidak masuk ke rumahku!" kata Kangin masih adu dorong dengan kedua orang itu.
"Rumah kami!" teriak Siwon dan Zhoumi.
"Aish kau ini! Berhenti bersikap kekanak-kanakan! Kau hyeong mereka" kata suara lain yang lain dan tidak bukan adalah Heechul.
"Aku bukan hyeong mereka!" teriak Kangin.
"Dia bukan hyeong kami!" balas Siwon dan Zhoumi.
"Aku tidak sudi punya dongsaeng seperti kalian!" teriak Kangin lagi.
"Kami juga tidak sudi punya hyeong seperti kau!" balas Siwon dan Zhoumi juga berteriak.
Kangin mendengar suara terkekeh milik Hangeng.
"Hangeng-a, jangan tertawa!" teriak Kangin dari dalam rumah. "Bantu aku!"
"Hyeong bantu kami!" kata Siwon dan Zhoumi.
"Jangan ikuti aku!" kata Kangin.
"Kau yang mengikuti kami pulang kerumah kami," kata Siwon.
"Aku yang sampai dulu, jadi artinya ini rumahku!" balas Kangin.
"Kalau dilihat, Kangin ada benarnya," guman Eunhyuk. Hening sejenak. "Aw! Kenapa kau menyikutku?" protes Eunhyuk.
"Diam kau," jawab Donghae.
"Aishh, geumanhaeyo (sudahlah hentikan)," kata Heechul.
"Biarkan saja, ini lucu," kata Hangeng sambil terkekeh.
"Kau mau kita berdiri disini terus?" tanya Heechul.
"Mereka akan lelah pada akhirnya dan berhenti sendiri," jawab Hangeng.
"Melihat itu, aku meragukan kalau salah satu dari mereka akan mengalah," kata Donghae.
"Ya, Kangin-a! Kita kesini bukan untuk melihat kalian adu dorong pintu. Donghae mau meminjam sesuatu darimu dan kami menemaninya kesini. Jadi cepat hentikan permainan konyol ini dan biarkan kami masuk!" kata Heechul tidak sabar.
"Nanti saja," jawab Kangin singkat.
"Biarkan kami masuk!" kata Zhoumi mengikuti kalimat terakhir Heechul.
"Tidak akan!" teriak Kangin.
"Kangin-a! Siwon-a! Zhoumi-a! Kalian ngapain?!"
Mereka bertiga serempak berhenti begitu mendengar suara itu. Kangin membuka pintu lebar-lebar.
"Kalian ngapain?" tanya appa lagi. Appa membawa rekan kerjanya. Rekan kerjanya terpaku melihat mereka bertiga saling dorong pintu.
HIDEN mengucap salam pada appa Kangin.
Kangin, Siwon dan Zhoumi menundukan kepala mereka.
"Sudah berapa lama mereka begitu?" tanya appa Kangin ke HIDEN.
"Sudah hampir 5 menit," jawab Heechul.
Kangin menatap Heechul dan Heechul menatap balik Kangin.
"Kim Kangin!" kata appa dan Kangin langsung kalem. "Masuk," kata appa tegas dan ketiga putranya langsung menurut. "Kalian juga," kata appa ke HIDEN dengan perubahan nada suara.
"Ne," jawab HIDEN.
"Maaf atas tingkah laku putraku. Kita kembali saja ke kantor," kata appa pada rekan kerjanya.
"Tidak apa. Putraku juga terkadang seperti itu," kata rekan kerjanya sambil tertawa.
Appa meminta maaf sekali lagi dan menyuruh seketarisnya mengantar rekan kerjanya ke mobil.
Kangin, Siwon dan Zhoumi berebut naik tangga sambil saling dorong.
"Ya!" kata appa yang melihat mereka bertiga dan mereka bertiga naik tangga dengan tertib. "Masuk kamar kalian dan jangan bertemu sampai appa pulang, araseo?"
"Ne, appa," kata ketiga putranya.
Melihat ketiga putranya sudah masuk kekamar masing-masing, appa segera menyusul ke dalam mobil.
HIDEN mengikuti Kangin masuk kekamar Kangin. Eunhyuk menutup pintu. Kangin langsung melempar tasnya kearah yang tidak seharusnya dia meletakan tasnya. HIDEN meletakan tas mereka di sudut kamar dekat pintu.
"Kau ini," kekeh Hangeng.
"Siggeureo! (shut up!)" bentak Kangin sambil melempar tubuhnya ke ranjang king size. "Donghae-a, kau mau apa?" tanya Kangin merendahkan suaranya.
Donghae duduk di sofa dekat ranjang Kangin. Kamar itu luas dan agak kemerahan karena cahaya matahari yang akan tenggelam dari jendela yang luas dan panjang menerobos masuk. Eunhyuk mengikuti Donghae duduk di sofa. Heechul duduk di meja computer Kangin yang lebar dan bersih. Di atas meja itu terdapat computer keluaran terbaru dan harganya tidak murah. Hangeng ikut Kangin merebahkan dirinya di ranjang.
Donghae membalikan badannya dan mengambil sesuatu. "Aku mau ini," katanya.
"Gitar?"
"Ne, ku pinjam ya?"
"Kau menyuruh kami menemanimu hanya untuk itu?" kata Heechul tidak percaya.
"Untuk apa?" tanya Kangin penasaran.
"Aku akan "menembak" seorang gadis dengan gitar."
4 pasang mata langsung tertuju pada Donghae.
"Nugu?" kata mereka semua.
"Masih rahasia. Aku akan memberi tahu kalian kalau aku diterima," kata Donghae penuh misteri.
"Katakan saja sekarang," kata yang lain.
Dan akhirnya kamar yang luas itu menjadi ramai dengan candaan kelima remaja tersebut.
.
Leeteuk
.
Leeteuk sedang berkonsentrasi mengerjakan PR Sastra Klasik milik dongsaengnya. PRnya susah setengah mati. Leeteuk membuka-buka catatannya waktu SMP dulu.
"Sampai ada yang salah, akan aku bocorkan-"
"Araseo," kata Leeteuk memotong perkatan Kibum. Dia sudah mengatakannya 3x.
"Haish!" guman Leeteuk untuk kesekian kalinya.
Kibum sedang membaca komik di kamar Leeteuk sambil menunggu eonninya mengerjakan PR.
"Sebenarnya kau bisa 'kan mengerjakan PR ini?" tanya Leeteuk memutar kursi menghadap Kibum.
"Bisa," jawab Kibum singkat.
"Pinjamkan catatanmu," kata Leeteuk sambil menghadapkan tanganya ke atas.
"Tidak mau," kata Kibum singkat lagi.
"Ya! Aku sudah ratusan kali bolak-balik catatanku selama 4 jam terakhir dan tidak ketemu jawabannya. Kalau ingin jawabannya benar pinjamkan catatanmu!"
Kibum duduk di tepi ranjang. Dia menatap eonninya sambil melontarkan senyuman licik.
"Berhenti menatapku seperti itu," kata Leeteuk. Dia sudah tahu tatapan itu.
"Kalau eonni menceritakan apa yang terjadi, eonni tidak usah mengerjakan PRku dan perjanjian sebelumnya kuanggap lunas," kata Kibum menawarkan perjanjian baru.
"Haish, sudah kuduga," guman Leeteuk. "Araseo," dan dia mulai menceritakan tentang Beruang dari awal mereka bertemu.
Kibum menaikkan alisnya sepanjang Leeteuk menceritakan laki-laki bernama Beruang itu.
"Kenapa kau?" tanya Leeteuk.
"Hanya itu?"
"Ne, hanya itu."
Kibum berpikir sejenak. "Ok," katanya lagi.
"Kau merencanakan sesuatu 'kan?" tanya Leeteuk curiga.
"Apa yang harus aku rencanakan?" tanya Kibum.
Leeteuk mengambil buku Kibum dan melemparnya ke Kibum. "Keluar dari kamarku," kata Leeteuk.
Kibum mengambil bukunya dan berdiri. Dia menjulurkan lidahnya mengejek Leeteuk dan berlari keluar kamar.
"Aish anak itu!" guman Leeteuk sebal.
Leeteuk berdiri dan membuka lemari pakaiannya. Dia belum sempat ganti baju. Kibum langsung menyuruhnya mengerjakan PRnya padahal Leeteuk baru saja melangkah masuk rumah.
Leeteuk mengambil pakaian dan berjalan keluar kamar menuju kamar mandi. "Sekalian saja mandi sore," pikirnya. Dia masuk kamar mandi dan mulai membersihkan diri. Karena belum jamnya mandi, Leeteuk berendam sebentar setelah mandi. Sudah lama dia tidak berendam seperti itu. Rasanya nyaman.
Setelah puas berendam Leeteuk mengeringkan badan dan menuju kamarnya. Dia tidak jadi masuk kamar dan menuruni tangga ke lantai bawah. Dia mengambil notes disamping lemari es dan menulis Aku tidak makan malam, aku akan tidur saja. Leeteuk. Setelah itu dia menempelkan notenya di lemari es dan menaiki tangga menuju kamarnya.
Leeteuk langsung tiduran di ranjangnya. "Aku akan tidur pulas kali ini," gumannya. Berendam aroma terapi membuatnya mengantuk dan merasa malas. Dia menyalakan alarmnya di HPnya dan menaruhnya di meja kecil samping ranjangnya. Leeteuk meraih boneka beruang yang dia beli sama dengan Kangin dan memeluknya hingga dia tertidur.
.
Kangin
.
Keluarga Kim sedang makan dalam suasana canggung. Itu semua berkat ketiga putra Kim yang tadi siang sempat membuat heboh kediaman Kim.
Kepala keluarga Kim dan istrinya sedang mendengarkan penjelasan dari ketiga putranya mengenai kejadian tadi siang.
Eomma mengeleng-gelengkan kepalanya setelah mendengar penjelasan ketiga putranya. "Aigo kalian ini. Sudah umur berapa kalian?"
"Dia duluan!
"Mereka duluan!" kata mereka bertiga sambil saling tunjuk.
"Jadi kalian bukan hyeong dan dongsaeng lagi?" tanya appa.
"Bukan!" jawab mereka bertiga hampir berteriak.
"Tapi kalian masih kompak sekali," kata eomma.
"Dia yang mengkuti kami.
"Mereka yang mengikutiku." kata mereka serampak lagi sambil saling tunjuk.
Eomma tersenyum kecil melihat kekompakan ketiga putranya. "Kalian memang putra kami."
"Kami putra eomma!
"Aku putra eomma!" kata mereka bertiga serempak lagi.
Sekarang appa juga ikut tersenyum. "Sudahlah kalian tidak usah bertengkar lagi."
"Tidak bisa!" kata mereka bertiga.
"Siapa yang berani minta maaf duluan, appa ijinkan salah satu dari kalian bertemu nuna besok setelah kalian pulang sekolah."
"Hyeong, maafkan kami," kata Siwon dan Zhoumi seketika itu juga, sebelum appanya selesai bicara.
"Ajak aku, maka aku akan memaafkan kalian," kata Kangin sebelum mereka benar-benar selesai bicara.
"Appa," rengek Siwon dan Zhoumi.
"Itu tidak masuk dalam perjanjian yang appa buat," kata appa.
Kangin tersenyum kemenangan.
"Tidak. Meski tidak dapat maaf dari kau, kami tetap pergi ke China," kata Zhoumi.
Senyum Kangin pudar seketika.
"Kalian yakin?" tanya eomma. "Masalah kalian akan semakin besar lho."
Kangin tersenyum lagi.
"Ada nuna yang akan membereskan orang itu," jawab Siwon.
Kangin menatap dua orang kembar itu. "Kalian pikir nuna mau meladeni kalian? Dan jangan panggil dia nuna. Dia bukan nuna kalian."
Siwon dan Zhoumi akan membalas perkataan Kangin, tapi appa menghentikannya. "Kangin-a. Jadi kamu yang memulai ini semua?"
"Bukan, aku-"
Appa menaikkan tangannya menghentikan Kangin. "Tidak ada alasan. Appa telah melihatnya dengan mata kepala sendiri."
"Appa, bukan-"
"Cepat habiskan makanmu," kata appa memotong perkataan Kangin.
Siwon dan Zhoumi kecicikan pelan. Kangin melihat mereka dengan tatapan sinisnya. Siwon dan Zhoumi pun membalasnya dengan tatapan penuh kemenangan. Kangin menatap kembali makan malamnya dan makan dengan perasaan kalah. Dia paling tidak suka kalah, apalagi kalah dari mereka.
Makan malam selesai. Kangin langsung masuk kekamarnya setelah selesai membereskan meja makan. Dia membuka pintu kamar dengan kasar dan membantingnya. "Cih," gumannya kesal. "Awas kalian."
Kangin lompat ke ranjang dan mengambil ponselnya. Dia membuka flip HPnya dengan kasar dan mengetik sesuatu:
"Nuna, jangan hiraukan dua orang kembar itu.. Mereka membolak-balikkan fakta.."
Setelah mengetik dengan cepat, Kangin mengirim emailnya ke Sungmin. Dengan cepat Sungmin membalasnya:
"Aigoo~
Kalian bertengkar lagi?
Tapi, apa maksudmu?"
"Pokoknya jangan hiraukan mereka.. Nuna harus percaya padaku.."
Sungmin tidak lagi membalasnya. Kangin sudah tahu nunanya sedang sibuk sekarang. Dia menutup flip HPnya dan membaringkan diri. "Appa tahu aku sangat ingin bertemu dengan nuna dan menjadikannya sebagai taruhan," guman Kangin. Pikiran itu membuat Kangin semakin sebal. Kangin mengambil boneka beruang yang sama dengan Leeteuk dan memeluknya hingga dia tertidur.
.
TBC
.
(Author corner: readers tercintahh, sekali lagi author sampaikan bahwa updatenya tiap hari jumat ya :) special thanks to Veeclouds (jawab: ne.. gomawo :D), Angelika Park (jawab: ho ho ho ho.. Leeteuk ingetnya di chap 10 ya :D), CharolineElf (jawab: chap 10 eonni ku sayang XD)
